cover
Contact Name
Mira Miraturrofi'ah
Contact Email
ppmrajawali@gmail.com
Phone
+6222-6079141
Journal Mail Official
ppmrajawali@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Kesehatan Rajawali Kampus 1: Jalan Rajawali Barat No. 38, Bandung 40184 - Telp. 022-6079141 Kampus 2 : Jalan Cihanjuang No. 303 (KM. 6,3), Kabupaten Bandung Barat 40559 - Telp. 022-6647780 Email : ppmrajawali@gmail.com
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Rajawali
ISSN : 20857764     EISSN : 2776558X     DOI : https://doi.org/10.54350/jkr.v12i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, dengan mempertimbangkan pengajuan pada setiap aspek kesehatan dalam bidang : Keperawatan : Keperawatan kritis, anak, maternal, komunitas, gerontik, keluarga, jiwa dan managemen keperawatan Kebidanan : Kegawatdaruratan maternal dan neonatus, kehamilan, persalinan, nifas, tumbuh kembang anak, gizi pada anak dan balita, gangguan sistem reproduksi, kesehatan reproduksi, pelayanan komplementer kebidanan, mutu pelayanan kebidanan Teknologi Laboratorium Medik : Hematologi, kimia klinik, bakteriologi, parasitologi, analisis makanan dan minuman, biologi molekuler, toksologi klinik, sitohistoteknologi, imunoserologo Kefarmasian : Farmakologi & Farmasi Klinik, Biologi farmasi, farmasetika & teknologi farmasi, farmakokimia, mikrobiologi & bioteknologi farmasi
Articles 106 Documents
IDENTIFICATION Aspergillus Sp ON MUNG BEANS AT ANDIR MARKET, BANDUNG CITY Ni'matul Murtafi'ah; Suyarta Efrida Pakpahan; Muhammad Dihan
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.437 KB) | DOI: 10.54350/jkr.v12i1.132

Abstract

Mung bean is a carbohydrate food with a fairly high nutritional content, carbohydrate food has the composition needed by a microorganism, one of which is mushrooms. Mung bean is also a food ingredient that is often found in traditional markets such as Andir Market. The humid market environment and open storage areas make it easier for mung beansto be contaminated by fungi such asAspergillusSp. This study aims to determine the types of Aspergillus Sp which contaminates mung beanssold at Andir Market, Bandung City. The research method used is descriptive by using the total population. This research was conducted using the sowing method and observed macroscopically and microscopically. The results in this study are known to Aspergillus Sp with a percentage that isAspergillus fumigatus(40%). Aspergillus niger and Aspergillus terreus (20%) and there is 1 negative sample Aspergillus Sp. In this study it was concluded that there are types ofAspergillusSp in mung beanssold at the Andir Market, Bandung City, the types are: Aspergillus fumigatus, Aspergillus niger and Aspergillus terreus.
Analysis of Formalin Content in Fish Meatballs Traded in Lembang Market, West Bandung Regency Ani Haerani; Suci Rizki Nurul Aeni; Muhammad Iqbal Alfirmansyah
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.621 KB) | DOI: 10.54350/jkr.v12i1.134

Abstract

ABSTRACT Background: Meatballs are a type of food that is generally round in shape made from protein- containing mixed with tapioca flour found in Indonesian cuisine. Fish meatballs are easily decomposed, therefore they are preserved with a chemical substance, namely Formalin. Research objective: This study aims to determine the level of formalin in fish balls that are traded in Lembang Market, West Bandung Regency. Research Methods: The study used a descriptive design. The sample in this study amounted to 20 samples of fish balls and the sampling technique was simple random sampling. The test used is a qualitative test and a quantitative test. Results: A total of 1 positive sample used formalin, with an average level of 1.4592 ppm and as many as 19 negative samples did not use formalin. Conclusion: There are still fish balls at Lembang Market, West Bandung Regency which contain formaldehyde
Hubungan Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian Skabies di Pesantren Cinta Wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021 Ramadhan, Arieni; Roybafie, Y; Tohri, Tonika
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.114

Abstract

Penyakit skabies sering disebut kutu badan, penyakit ini juga mudah menular dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia, dan sebaliknya (Widodo, 2013). Masalah ini dominan terjadi pada anak-anak, karena individu tersebut belum mampu secara mandiri melakukan kebersihan diri dan kebersihan lingkungan. Anak-anak senang bermain dengan teman-temannya tanpa memperhatikan kebersihan diri, sehingga memungkinkan terjadinya penularan penyakit melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, kurangnya perhatian dalam hal membersihkan diri atau mandi, serta bermain di area yang kurang bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian skabies di pesantren cinta wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan kuesioner tentang gambaran pengetahuan tentang PHBS sebanyak 20 pertanyaan terhadap 88 santri yang mempunyai keluhan gatal- gatal pada bulan maret tahun 2021, dengan pendekatan cros sectional study (seksional silang). Pengetahuan Tentang Prilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) di pesanten cinta wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021 sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 37 responden (42,1%). Kejadian skabies di pesanten cinta wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021 sebagian besar dengan skabies sebanyak 58 responden (65,9%). Hasil analisis bivariat didapat p-value sebesar 0,00 (<0.05). Terdapat Hubungan Pengetahuan Tentang PHBS dengan kejadian skabies Di pesanten cinta wali Kabupaten Cianjur Tahun 2021.
Pengkajian Kunjungan K4 Antenatal Care Berdasarkan Karakteristik Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Sawa Erma Kabupaten Asmat Provinsi Papua Tahun 2021 Karlina, Intan; Miraturrofi'ah, Mira; Palayukan, Katrini
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.119

Abstract

Pemeriksaan antenatal yang tidak lengkap dapat menyebabkan komplikasi kehamilan pada ibu tidak terdeteksi dan dapat menyebabkan resiko kematian ibu. kunjungan K4 Provinsi Papua hanya mencapai 37,15 % dari target Renstra nasional 2019 yaitu 80 %. Banyak faktor yang dapat menyebabkan rendahnya kunjungan tersebut salah satunya adalah karakteristik ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karaktertistik ibu hamil trimester III dengan kunjungan K4 di wilayah Kerja Puskesmas Sawa Erma Tahun 2021. Metode Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan Sample menggunakan accidental sampling, 83 responden. Instrumen menggunakan kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil didapatkan Sebagian besar (63,9%) ibu hamil trimester III di Puskesmas Sawa Erma tahun 2021 melakukan kunjungan antenal care tidak lengkap, karakteristik yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care K4 yaitu pengetahuan 52 responden (62,7%), status pekerjaan 69 responden (83,1%), jarak tempuh jauh 50 responden (60,2%), informasi dari Non Nakes 47 responden (56,6%). Analisis bivariat menunjukkan variabel pengetahuan (p= 0,000), status pekerjaan (p= 0,000), jarak tempuh ke fasilitas kesehatan nilai (p = (0.001) dan sumber informasi (p= 0,000). Terdapat hubungan antara karakteristik ibu hamil trimester III dengan kunjungan antenatal care K4. Puskesmas diharapkan dapat membuat program – program yang dapat meningkatkan kunjugan ibu hamil yang sesuai standar, seperti penggalakan promosi kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan Anc dan lain lain.
Gambaran Sanitasi Lingkungan Pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Kopo UPT Puskesmas Citarip Wilayah Bojongloa Kaler Tahun 2021 Manalu, Lisbet Octovia; Indriyani, R.O.; Somantri, Budi
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.124

Abstract

Background : Sanitation The environment affects health, including the ownership of healthy latrines and the provision of clean water and waste management. Poor environmental sanitation practices can increase the risk of infectious diseases that can affect nutritional problems in toddlers. In 2020 the number of stunting events in Kopo Village is still high. Objective: This study was to find out how the description of environmental sanitation in stunting toddlers aged 24 - 59 months in Kopo Village UPT Citarip Health Center. Methods: This research uses descriptive quantitative research by collecting data through the distribution of questionnaires given online. The population in this study were parents who had stunting toddlers totaling 167 people. The samples taken in this study were 70 people using stratified random sampling technique. Results: The results of the study on the description of environmental sanitation in stunting toddlers aged 24-59 months in Kopo village with clean and healthy categories as many as 69 people (98.4%) and unsanitary and unhealthy categories as many as 1 person (1.4%). Conclusion: Based on the results of the study, most of the respondents already had good environmental sanitation but their toddlers were stunted, this was because environmental sanitation factors were an indirect cause of stunting and the direct factors that became the risk of stunting were lack of nutritional intake and infectious diseases.
Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Suami Terhadap Minat Ibu Dalam Menggunakan IUD Pada Pasangan Usia Subur Di Puskesmas Cipageran Tahun 2021 Mufti, Iga Retia
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.127

Abstract

IUD merupakan alat kontrasepsi yang efektif dan efisien, nyaman, dan terjangkau. Minat terhadap penggunaan IUD masih rendah dibandingkan kontrasepsi suntik dan pil. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan dukungan suami. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dalam menggunakan kontrasepsi IUD pada PUS di Puskesmas Cipageran tahun 2021. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah PUS yang menggunakan kontrasepi di Puskesmas Cipageran pada bulan Juli tahun 2021 sebanyak 176 orang, melalui teknik simple random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil didapatkan sebagian kecil (46%) mempunyai minat rendah, sebagian mempunyai pengetahuan rendah (50,6%), dan sebagian kecil tidak mendapatkan dukungan suami (47,2%). Terdapat hubungan pengetahuan (p=0,048) dan dukungan suami (p=0,000) terhadap minat ibu dalam menggunakan kontrasepsi IUD. Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan minat ibu dalam penggunaan IUD melalui program penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan dukungan suami.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Personal Hygiene pada Anak Pra-Sekolah 4-6 Tahun di TKQ Arrukoyah Desa Solokanjeruk Kabupaten Bandung Tahun 2021 Nur'aeni, Fuzi; Novita, Oryza Tri
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.133

Abstract

Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 yang menyatakan bahwa sekitar 25,9% penduduk Indonesia Khususnya anak pra sekolah memiliki masalah personal hygiene yang mengakibatkan permasalahan gigi dan mulut. Temuan tersebut diperkuat dengan hasil proposi masalah kesehatan mulut pada anak usia ≥3 tahun di Provinsi Jawa Barat terdapat 69.416 anak. Sedangkan di Kabupaten Bandung terdapat 5.275 anak. Hal ini terjadi karena anak masih belum mampu melakukan personal hygiene secara mandiri atau masih dibantu oleh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Personal Hygiene Pada Anak Pra Sekola 4-6 tahun di TKQ Arrukoyah Desa Solokanjeruk Kabupaten Bandung Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling yaitu sebanyak 41 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pola asuh orang tua dan kemandirian personal hygiene anak yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chisquare. Hasil penelitian menunjukan bahwa 29 responden menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar anak mandiri dalam kategori kemandirian personal hygiene sebanyak 30 anak (73,2%). Hasil uji Chisquare diperoleh nilai =0,000 maka terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian personal hygiene pada anak pra sekolah 4-6 tahun di TKQ Arrukoyah Desa Solokanjeruk Kabupaten Bandung Tahun 2021. Hal yang penting diketahui ibu untuk merawat anaknya dengan baik, yaitu dengan meningkatkan anak agar kemandirian anak pra sekolah dapat tercapai sesuai dengan usianya, terutama dalam hal personal hygiene.
Hubungan Strategi Konseling Berimbang Pada Ibu Hamil Dengan Pemilihan KB Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di UPT Puskesmas Sukarasa Hernawati, Erni; Susilawati, Susilawati
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.136

Abstract

Dalam kebijakan pelayanan KB ditemukan beberapa permasalahan, salah satunya adalah kepesertaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) rendah. Berdasarkan hasil survey RPJMN tahun 2018, KB pasca persalinan MKJP di Jawa Barat mencapai 16,55%, di kota Bandung mencapai 20%. Hal tersebut disebabkan belum optimalnya konseling sebagai sarana Komunikasi Informasi dan Edukasi. Kemenkes dan BKKBN telah berupaya untuk meningkatkan kepesertaan KB MKJP dengan menerapkan Strategi Konseling Berimbang (SKB). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pemberian SKB terhadap ibu hamil trimester III dengan pemilihan KB pasca persalinan MKJP. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain penelitian studi cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan responden 58 orang. Analisa data menggunakan teknik uji Chi Square. Hasil Penelitian menunjukkan hasil penilaian responden terhadap pemberian SKB sebagian besar menyatakan “baik” sebesar 69%, responden yang memilih KB pasca persalinan MKJP sebesar 60,3%. Berdasarkan analisi bivariat Chi-square diperoleh hasil p value = 0,004 kurang dari 0,05. Simpulan hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan Strategi Konseling Berimbang (SKB) pada ibu hamil trimester III dengan pemilihan KB pasca persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di UPT Puskesmas Sukarasa tahun 2021.
Pengaruh Pemberian Informasi Prabedah Terhadap Kecemasan Pasien Prabedah Terencana di Ruang Bedah RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi Istianah, Istianah; Lutfianti, Lutfianti; Tohri, Tonika
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.141

Abstract

Penyuluhan perioperatif merupakan salah satu cara untuk mengatasi kecemasan pra operatif. Hal ini sangat penting dalam membantu pasien mengatasi kecemasannya sehingga perlu adanya pelayanan keperawatan yang berkualitas, ini akan membantu mengurangi rasa takut akibat ketidaktahuan pasien. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi prabedah terhadap kecemasan pasien prabedah terencana di ruang bedah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien prabedah terencana yang dirawat di ruang bedah RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi dengan jumlah sampel berdasarkan rumus Issac dan Michael sebanyak 53 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner untuk data kecemasan dengan menggunakan State Anxiety Inventory yang berjumlah 20 item pertanyaan. Tingkat kecemasan pada pasien prabedah terencana sebelum diberikan informasi prabedah sebagian besar memiliki tingkat cemas berat sebanyak 28 orang (52,8%), tingkat kecemasan pasien prabedah terencana sesudah diberikan informasi prabedah sebagian besar memiliki tingkat cemas ringan sebanyak 26 pasien (49,1%), hasil uji Wilcoxon didapatkan p value 0,00 dimana p values <0,05 maka Ho diterima.artinya ada perbedaan antara tingkat kecemasan pasien pra bedah terencana sebelum dan sesudah diberikan pemberian informasi pra bedah. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian informasi prabedah terhadap kecemasan pasien prabedah terencana di ruang bedah RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi. Saran perawat harus mempunyai teknik yang baik dalam hal pemberian informasi kepada pasien, oleh karena itu update ilmu dan latihan-latihan dalam teknik pemberian informasi.
Evaluasi Kualitas Packed Red Cell (PRC) berdasarkan Kadar pH Darah selama Masa Penyimpanan 36 Hari Sepvianti, Wiwit; Widyaswara, Gravinda; Rahman, Aulia; Zain, Kumaha Rahmawati; Tirtana, Arif; Pebriana, Relita; Kodo, Jemi Arivitriyanto Livingston
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v12i2.149

Abstract

Packed red cell (PRC) merupakan komponen darah dengan frekuensi penggunaan tertinggi dibandingkan komponen darah lainnya seperti thrombocyte concentrate (TC); cryoprecipitate; dan plasma, sehingga laporan terkait reaksi transfusi akibat penggunaan PRC juga menempati urutan pertama. Secara umum reaksi transfusi dapat dipicu oleh terjadinya reaksi yang bersifat imunologi dan non-imunologi. Reaksi imunologi sendiri berkaitan dengan ketidakcocokan darah donor dan resepien sedangkan reaksi non-imunologi berkaitan dengan infeksi penyakit menular, kontaminasi bakteri, hipotermia, keracunan sitrat, kelebihan zat besi dan asidosis. Adapun kondisi asidosis (penurunan kadar pH) produk darah sejauh ini belum banyak dilaporkan, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas PRC berdasarkan kadar pH darah selama penyimpanan 36 hari. Pengukuran kadar pH darah dilakukan terhadap 5 sampel darah PRC menggunakan alat ukur pH meter Ohaus Starter 3100-F. Interval waktu pengukuran adalah setiap 3 hari, sejak hari penyadapan darah yaitu hari ke-0 hingga akhir masa simpan yaitu hari ke-36. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kadar pH darah terus mengalami penurunan dari hari ke hari dengan kurva yang landai. Persentase penurunan kadar pH darah berada pada kisaran 5,63%- 14,49% dengan nilai kadar pH darah di akhir masa simpan berada pada rentang 6,73- 6,90 dengan rerata 6,82. Nilai tersebut masuk dalam kategori produk darah aman digunakan hingga akhir masa simpan, karena berada pada batas aman kadar pH darah yang ditetapkan dalam regulasi pemerintah yaitu PMK No 91 tahun 2015.

Page 7 of 11 | Total Record : 106