cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
ANALISIS KETIMPANGAN REGIONAL ANTAR PROVINSI DI INDONESIA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Lania, Yetlina; Canon, Syarwani; Payu, Boby Rantow
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5307

Abstract

This study aims to analyze interregional disparities across provinces in Indonesia and identify the factors influencing such disparities during the 2022–2023 period. Regional inequality is measured using the Williamson Index, while the independent variables include economic growth, infrastructure availability, and the regional fiscal capacity ratio. The study employs a quantitative approach using panel data regression analysis across 34 provinces. The results show that the highest level of regional disparity occurred in West Papua Province, with a Williamson Index of 1.46, while the lowest was in North Kalimantan, with an index of 0.17. Empirical findings indicate that economic growth has a positive and statistically significant effect on regional inequality, where a 1% increase in growth is estimated to raise the Williamson Index by 0.034%. Infrastructure availability also shows a positive effect, although not statistically significant. Conversely, the regional fiscal capacity ratio has a significant negative effect, suggesting that a 1% increase in this ratio can reduce regional disparities by approximately 0.032%. These findings highlight the need for more equitable economic and fiscal development policies to reduce interregional inequality in Indonesia. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan regional antarprovinsi di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya selama periode 2022–2023. Ketimpangan regional diukur menggunakan Indeks Williamson, sedangkan variabel independen yang dianalisis meliputi pertumbuhan ekonomi, ketersediaan infrastruktur, dan rasio kapasitas fiskal daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel yang mencakup 34 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat dengan nilai Indeks Williamson sebesar 1,46, sementara yang terendah terdapat di Kalimantan Utara dengan nilai indeks sebesar 0,17. Secara empiris, pertumbuhan ekonomi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan regional, di mana peningkatan pertumbuhan sebesar 1% diperkirakan meningkatkan Indeks Williamson sebesar 0,034%. Ketersediaan infrastruktur juga menunjukkan pengaruh positif, namun tidak signifikan. Sebaliknya, rasio kapasitas fiskal daerah memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan, dengan peningkatan 1% rasio kapasitas fiskal diperkirakan mampu menurunkan ketimpangan sebesar 0,032%. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemerataan pembangunan ekonomi dan fiskal antarwilayah untuk mengurangi disparitas regional di Indonesia.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PROVINSI SULAWESI TEGGARA Sari, Nurnila; Olilingo, Fahrudin Zain; Santoso, Ivan Rahmat; Mopangga, Herwin; Akib, Fitri Hadi Yulia
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5325

Abstract

This study aims to analyze the influence of several key components of Local Own-Source Revenue (PAD), namely local taxes, local levies, results of separated regional wealth management, and other legitimate PAD sources, on the total PAD in Southeast Sulawesi Province. The research utilizes secondary data from the Central Statistics Agency (Badan Pusat Statistik) and employs a quantitative approach through multiple linear regression, supplemented by classical assumption tests and hypothesis testing. The findings indicate that, overall, these four variables significantly impact PAD, contributing 99% to its total. Individually, local taxes and the results of separated regional wealth management are found to have a positive and significant influence, demonstrating their substantial potential as stable revenue sources. Conversely, local levies and other legitimate PAD components show an insignificant influence—with the latter even exhibiting a negative effect—signaling their limited contribution thus far. These results highlight the need for optimization in tax collection systems and management of regional assets to sustainably increase PAD, thereby supporting development and community welfare in Southeast Sulawesi. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari beberapa komponen utama Pendapatan Asli Daerah (PAD), yaitu pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan sumber PAD sah lainnya terhadap total PAD di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan menerapkan pendekatan kuantitatif melalui regresi linear berganda, dilengkapi dengan uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Temuan menunjukkan bahwa secara keseluruhan, keempat variabel tersebut memberikan dampak signifikan terhadap PAD sebesar 99%. Secara individu, pajak daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terbukti berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan potensi besar sebagai sumber pendapatan yang stabil. Sementara itu, retribusi daerah dan komponen PAD sah lainnya menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, bahkan yang terakhir bersifat negatif, menandakan kontribusi yang masih terbatas. Hasil ini menyoroti perlunya optimalisasi dalam sistem pemungutan pajak dan pengelolaan aset daerah demi meningkatkan PAD secara berkelanjutan guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.
KAJIAN EFISIENSI ENERGI LISTRIK DAN STRATEGI KONSERVASI DI PT BANK BRI CABANG TONDANO Maringka, Resanko Ariel; Kilis, Billy M. H.; Ticoh, Janne Deivy
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5326

Abstract

This research aims to analyze the level of electrical energy efficiency at the PT BRI Tondano branch, evaluate the effectiveness of implemented energy conservation strategies, and formulate recommendations for improving them. The analysis was conducted by collecting electric power consumption data for one year, from May 2023 to April 2024. The total electric power consumption from floors 1 to 2 from May 2023 to April 2024 was 124,095 kWh per year. PT Bank Rakyat Indonesia Tondano Branch's electrical energy consumption amounted to 124,095 kWh, as calculated in accordance with IKE standards, including efficient electrical energy use, as the electronic goods used are energy efficient, such as LEDs. Measurements of electrical energy use in the lighting system amounted to 24.43 kWh, air conditioning use amounted to 424.4 kWh, and other electronic goods use amounted to 62.3 kWh. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat efisiensi energi listrik di PT BRI Cabang Tondano, mengevaluasi strategi konservasi energi yang telah diterapkan dan merumuskan rekomendasi strategi konservasi energi yang lebih efektif. Analisis yang dilakukan yaitu dengan mengambil data konsumsi daya listrik selama 1 tahun yaitu pada bulan Mei tahun 2023 sampai dengan bulan April tahun 2024. Dari data yang didapatkan total konsumsi pada daya listrik 53 kVa dari bulan mei 2023 sampai april 2024 dari lantai 1 sampai 2 sebesar 124.095 kWh per tahun. Konsumsi energi listrik di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Tondano sebesar 124,095 kWh dari hasil perhitungan yang dilakukan sesuai dengan standar pemakaian Nilai IKE termasuk pemakaian cukup efisien dalam penggunaan energi listriknya, Oleh karena jenis barang elektronik yang dipakai adalah barang barang yang hemat energi seperti LED. Pengukuran dari pemakain energi Listrik pada sistem penerangan sebesar 24,43 kWh untuk Tata Udara sebesar 424,4 kWh dan untuk pemakain barang elektronik lainnya sebesar 62,3 kWh.
PENGARUH SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DAMPAKNYA PADA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Wahab, Mohammad Syahrul; Mopangga, Herwin; Dai, Sri Indriyani S.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5395

Abstract

This study aims to empirically examine the relationship between the tourism sector and community welfare through the pathway of economic growth in Gorontalo Province. Specifically, it evaluates: (i) the effect of tourist arrivals on regional economic growth, and (ii) the impact of economic growth on community welfare, as measured by the Human Development Index (HDI). The research utilizes secondary data from five districts/cities in Gorontalo covering the period from 2014 to 2023, sourced from official publications of the Central Bureau of Statistics (BPS). A quantitative approach is applied using a simultaneous equation regression model, estimated through the Indirect Least Square (ILS) method with a Fixed Effect Model (FEM) approach. The findings indicate that the number of tourist visits has a significant and positive effect on regional economic growth, suggesting that increased tourism activity contributes to economic expansion. Furthermore, economic growth is also found to have a significant positive impact on HDI, indicating that improvements in economic performance are directly associated with better living standards and quality of life for the population in the observed regions. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empiris hubungan antara sektor pariwisata dan kesejahteraan masyarakat melalui jalur pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo. Fokus utama penelitian adalah mengevaluasi dua hal: (i) pengaruh jumlah kunjungan wisatawan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta (ii) dampak pertumbuhan ekonomi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Data yang digunakan bersifat sekunder dan mencakup lima kabupaten/kota selama periode 2014–2023, yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis model regresi persamaan simultan yang diestimasi menggunakan teknik Indirect Least Square (ILS) dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah wisatawan berpengaruh signifikan dan positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kata lain, peningkatan kunjungan wisatawan mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi juga ditemukan berpengaruh positif secara signifikan terhadap IPM, yang mencerminkan adanya kontribusi ekonomi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat di wilayah studi.
PEMAKNAAN JEMAAT TERHADAP TINDAKAN MEMBERI SEBAGAI WUJUD PERKEMBANGAN IMAN DI GKJ SELOKATON KARANGANYAR Santoso, Samuel Ariesta Putra Perdana; Juntak, Justin Niaga Siman
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5407

Abstract

This study aims to understand the meaning of the act of giving offerings among the congregation of the Javanese Christian Church (GKJ) Selokaton Karanganyar in relation to the development of faith. The background of this study is based on the importance of understanding the spiritual motivation behind the practice of giving offerings, which is often viewed as merely an administrative obligation of the church. The focus of the study is directed at how the congregation's perceptions and experiences in giving offerings reflect the growth of their faith. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection through in-depth interviews with five active congregation informants. The research steps include identifying informants, conducting interviews, and thematic analysis of the data obtained. The results of the study show that giving offerings is interpreted as a form of obedience to God, an expression of gratitude, and responsibility as a member of the body of Christ. The more the congregation's faith develops, the more sincere and conscious the act of giving is. The main conclusion of this study emphasizes that the development of faith plays an important role in shaping the motivation and quality of giving offerings, so that the church needs to foster the faith of the congregation so that the act of giving becomes an integral part of worship and spiritual relationship with God. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memahami makna tindakan memberi persembahan di kalangan jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Selokaton Karanganyar dalam kaitannya dengan perkembangan iman. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya memahami motivasi spiritual di balik praktik memberi persembahan, yang sering kali dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif gereja. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana persepsi dan pengalaman jemaat dalam memberi persembahan mencerminkan pertumbuhan iman mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima informan jemaat yang aktif. Langkah penelitian meliputi identifikasi informan, pelaksanaan wawancara, dan analisis tematik terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memberi persembahan dimaknai sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan, ungkapan syukur, dan tanggung jawab sebagai anggota tubuh Kristus. Semakin berkembang iman jemaat, semakin tulus dan sadar pula tindakan memberi yang dilakukan. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa perkembangan iman berperan penting dalam membentuk motivasi dan kualitas pemberian persembahan, sehingga gereja perlu membina iman jemaat agar tindakan memberi menjadi bagian integral dari ibadah dan relasi spiritual dengan Allah.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN SINGAPURA: TINJAUAN LITERATUR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN NASIONAL Dalimunthe, Putri Camelia; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy; Indah, Nur Luluk; Siregar, Khalida Ziah; Muliana, Muliana; Priscarina, Revi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5408

Abstract

This study aims to analyze the differences and similarities between the education systems in Indonesia and Singapore and examine their implications for improving the quality of national education. The background of this study is based on the importance of education reform in Indonesia in order to be able to compete globally. The focus of the study includes education policies, curriculum, teaching methods, and student learning outcomes in both countries. This study uses a literature study method by reviewing various official documents, international reports, and related research results. The research steps begin with identifying the main indicators of the education system, comparative analysis of the structure and implementation of policies, to evaluating the impact on student learning outcomes. The results of the study show that Singapore is superior in the effectiveness of education policies, the implementation of a 21st century skills-based curriculum, and the consistency of learning outcomes at the international level. Meanwhile, Indonesia still faces challenges in equalizing the quality and innovation of learning. The main conclusion of this study emphasizes the importance of adopting best practices from Singapore, such as strengthening teacher training and curriculum reform, as strategic recommendations to strengthen Indonesia's national education system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan persamaan sistem pendidikan di Indonesia dan Singapura serta mengkaji implikasinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya reformasi pendidikan di Indonesia agar mampu bersaing secara global. Fokus kajian meliputi kebijakan pendidikan, kurikulum, metode pengajaran, serta hasil belajar siswa di kedua negara. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai dokumen resmi, laporan internasional, dan hasil penelitian terkait. Langkah penelitian dimulai dengan identifikasi indikator utama sistem pendidikan, analisis perbandingan struktur dan implementasi kebijakan, hingga evaluasi dampak terhadap capaian belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Singapura lebih unggul dalam efektivitas kebijakan pendidikan, penerapan kurikulum berbasis keterampilan abad ke-21, serta konsistensi pencapaian hasil belajar pada tingkat internasional. Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemerataan mutu dan inovasi pembelajaran. Simpulan utama penelitian ini menekankan pentingnya adopsi praktik terbaik dari Singapura, seperti penguatan pelatihan guru dan reformasi kurikulum, sebagai rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem pendidikan nasional Indonesia.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DAN KUALITAS JAHITAN BENANG MEREK X DAN Y PADA CELANA BERBAHAN KAIN TENUN Pradifta, Reski Alya; Hanafi, Andhi Sukma; Novianto, Wawan Dwi; Tuwarno, Tuti Purwanti; Kevasoka, Contardo Alfabian
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5409

Abstract

The textile industry requires high-kualitasnce sewing threads to ensure product quality, particularly in terms of seam tensile strength, which is a critical factor in garment applications. Standards such as SNI 8213:2016 and SNI ISO 13935-1:2012 serve as benchmarks for evaluating the quality of threads and seams. However, comprehensive comparative studies on the kualitasnce of specific thread brands remain limited. This study aims to evaluate the single thread and seam tensile strength of two brands of polyester 40/2 sewing threads, Brand X and Brand Y, using controlled standard parameters. The methods applied include thread count testing, elongation, single thread tensile strength (tenacity), and seam tensile strength in accordance with SNI 8213:2016 and SNI ISO 13935-1:2012. Seams were constructed on woven fabric using a lockstitch machine, Dbx1 85/13 needle, and 12 SPI. Data were analyzed using multiple linear regression to determine significant differences and correlations between thread brands. Results show that Brand X has a single thread tensile strength of 35.27 cN/tex, and Brand Y has 33.00 cN/tex, both meeting the minimum standard of 33 cN/tex. The seam tensile strength was 369.62 N for Brand X and 301.11 N for Brand Y, with a statistically significant difference based on regression analysis (? = 0.5049x - 178.77). This study confirms that Brand X outperforms Brand Y, particularly in seam tensile strength. The contribution of this research lies in its multidimensional approach to thread quality evaluation, offering valuable references for the textile industry in selecting appropriate sewing threads for specific applications. Further research is recommended to explore the effects of stitch parameter variations and environmental conditions on seam quality. ABSTRAKIndustri tekstil memerlukan benang jahit dengan kualitas tinggi untuk mendukung kualitas produk, khususnya dalam aspek kekuatan tarik jahitan yang menjadi faktor penting pada aplikasi pakaian. Standar SNI 8213:2016 dan SNI ISO 13935-1:2012 telah menjadi acuan dalam mengevaluasi mutu benang dan jahitan, namun penelitian terhadap kualitas merek benang tertentu dengan metode analisis komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik helai dan jahitan dua merek benang poliester 40/2, yakni merek X dan Y, menggunakan parameter standar yang terkontrol. Metode yang digunakan mencakup pengujian nomor benang, elongasi, kekuatan tarik helai (tenacity), dan kekuatan tarik jahitan sesuai SNI 8213:2016 dan SNI ISO 13935-1:2012. Jahitan dibuat pada kain tenun menggunakan jenis mesin lockstitch, jarum Dbx1 85/13, dan SPI 12. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan dan perbedaan signifikan antara merek benang. Hasil menunjukkan bahwa benang X memiliki kekuatan tarik helai sebesar 35,27 cN/tex dan benang Y sebesar 33,00 cN/tex, yang keduanya memenuhi standar minimal 33 cN/tex. Kekuatan tarik jahitan menunjukkan nilai 369,62 N untuk benang X dan 301,11 N untuk benang Y, dengan perbedaan signifikan berdasarkan analisis regresi (? = 0,5049x - 178,77). Penelitian ini mengonfirmasi bahwa benang X memiliki kualitas unggul dibandingkan benang Y, khususnya dalam kekuatan tarik jahitan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penilaian mutu benang berdasarkan pendekatan multidimensi, memberikan referensi bagi industri tekstil dalam pemilihan benang yang sesuai untuk aplikasi spesifik. Penelitian lanjutan diusulkan untuk mengeksplorasi pengaruh variasi parameter jahitan dan kondisi lingkungan terhadap kualitas jahitan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN DAM WAE ELA DI DESA NEGERI LIMA, KABUPATEN MALUKU TENGAH Ruman, Rifyan; Nanlohy, Willem D.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5410

Abstract

This study aims to evaluate public perceptions of the existence of the Wae Ela Dam in Negeri Lima, Leihitu District, Central Maluku. The background of this study is based on the importance of understanding the attitudes and views of local communities towards strategic infrastructure development, especially dams that have a direct impact on daily life. The focus of the study was directed at assessing the benefits of the dam, such as irrigation, clean water provision, and tourism potential, as well as public concerns about the risk of disasters and environmental damage. Data collection was carried out through a closed questionnaire distributed to 50 local respondents, then analyzed descriptively quantitatively to obtain a general picture of public perception. The results showed that the majority of respondents gave a positive assessment of the benefits of the dam, although there were still concerns regarding the potential risks it posed. This finding indicates a supportive but vigilant public attitude. The main conclusion of this study recommends the need to improve dam management, socialize risks, and involve the community in the decision-making process in order to create sustainability and a sense of shared security. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap keberadaan Bendungan Wae Ela di Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pemahaman mengenai sikap dan pandangan masyarakat lokal terhadap pembangunan infrastruktur strategis, khususnya bendungan yang memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Fokus penelitian diarahkan pada penilaian manfaat bendungan, seperti irigasi, penyediaan air bersih, dan potensi wisata, serta kekhawatiran masyarakat terhadap risiko bencana dan kerusakan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 50 responden lokal, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk memperoleh gambaran umum persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap manfaat bendungan, meskipun tetap terdapat kekhawatiran terkait potensi risiko yang ditimbulkan. Temuan ini mengindikasikan adanya sikap masyarakat yang mendukung namun tetap waspada. Simpulan utama penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pengelolaan bendungan, sosialisasi mengenai risiko, serta pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan guna menciptakan keberlanjutan dan rasa aman bersama.
CLASSICAL SCHOLARS' OPINION ON POLYGAMY: A COMPARATIVE STUDY OF THE VIEWS OF THE SHAFI'I SCHOOL AND THE HAMBALI SCHOOL Marzuki, Marzuki
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5419

Abstract

ABSTRACT Polygamy is one of the interesting issues to study because it always raises pros and cons in society. Many say that polygamy is sunnah, but many disagree. In this regard, the purpose of this study is to examine polygamy from the opinion of the madhhab imams, namely the Shafi'i school and the Hambali school. This type of research is qualitative research, by reviewing the literature related to the research topic. The approach used is descriptive analytical.  This Research began by gathering references on the provisions of polygamy in Islam, such as books and journals. The research began with gathering references on the provisions of polygamy in Islam, such as books and journals. The sources were described to gain a deep understanding. Next, the data is reviewed and analyzed using the data reduction method, which simplifies the data to draw conclusions. In general, both schools of thought allow Muslims to practice polygamy as long as it is intended for worshiping Allah SWT, not for satisfying lustful desires. This study concludes that Imam Shafi'i and Hambali emphasized that monogamy is the main form of marriage, and polygamy is only allowed if the conditions of justice and benefit are met.  ABSTRAK Poligami merupakan salah satu masalah yang menarik untuk dikaji karena selalu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Banyak yang mengatakan bahwa poligami hukumnya sunah, namun banyak pula yang tidak sependapat. Terkait hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji poligami dari pendapat para imam madzhab, yaitu mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengkaji literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif analitis. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan referensi tentang ketentuan poligami dalam Islam, seperti buku-buku dan jurnal. Sumber-sumber tersebut dijabarkan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Selanjutnya, data dikaji dan dianalisis dengan metode reduksi data, yaitu menyederhanakan data untuk menarik kesimpulan. Secara umum, kedua mazhab tersebut memperbolehkan umat Islam untuk melakukan poligami asalkan ditujukan untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan untuk memuaskan hawa nafsu. Kajian ini menyimpulkan bahwa Imam Syafi’i dan Hambali menegaskan bahwa monogami merupakan bentuk perkawinan yang utama, sedangkan poligami hanya diperbolehkan apabila memenuhi syarat-syarat keadilan dan kemaslahatan.
PENGARUH DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS ALAM TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN GANGGUAN KECEMASAN Handayani, Dina; Harefa, Dyana Lestari; Arifah, Muethia; Sitorus, Nia Damai Putri Br; Tansliova, Lili
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5431

Abstract

This study aims to explore the impact of nature-based instructional design on the emotional well-being of children with special needs, particularly those experiencing anxiety disorders. Children with special needs and anxiety often face significant barriers in their learning process, where anxiety can hinder concentration, social interaction, and emotional balance. Therefore, an educational approach that not only focuses on cognitive aspects but also emphasizes the emotional health of students is crucial. Employing a descriptive qualitative approach with a case study method, this research was conducted at Sanggar Anak Alam (SALAM). Data were collected through observation, interviews, and documentation to comprehensively examine the students' behaviors and situations within the context of nature-based learning. The research subjects were selected using purposive sampling, involving students actively engaged in nature-based education at SALAM and educators with direct experience. The findings indicate that direct interaction with nature through multisensory learning and a pressure-free atmosphere significantly enhances the emotional well-being of children, such as self-confidence, emotional regulation, and social interaction. This learning approach serves not only as an educational method but also as a therapeutic intervention that calms and supports the holistic character development of the child. Observations and interviews reveal a reduction in anxiety symptoms among students and an increase in positive values such as empathy, responsibility, and independence. The open, flexible, and pressure-free learning environment has a positive psychological impact, aligning with the Biophilia Hypothesis, which emphasizes the human-nature connection for psychological well-being. The integration of nature-based learning approaches into Indonesia’s inclusive education system is highly recommended as an effective strategy to support the comprehensive development of children with special needs. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh desain pembelajaran berbasis alam terhadap kesejahteraan emosional anak berkebutuhan khusus, khususnya yang mengalami gangguan kecemasan. Anak-anak berkebutuhan khusus dengan gangguan kecemasan seringkali menghadapi hambatan signifikan dalam proses belajar mereka, di mana kecemasan dapat mengganggu konsentrasi, interaksi sosial, dan keseimbangan emosional. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan kesehatan emosional peserta didik menjadi sangat krusial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, penelitian ini dilakukan di Sanggar Anak Alam (SALAM). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali informasi secara menyeluruh mengenai situasi dan perilaku peserta didik dalam konteks pembelajaran berbasis alam. Subjek penelitian dipilih melalui purposive sampling, melibatkan peserta didik yang aktif dalam pembelajaran berbasis alam di SALAM dan pendidik yang memiliki pengalaman langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan lingkungan alam melalui pembelajaran multisensori dan atmosfer non-tekanan secara signifikan mampu meningkatkan aspek kesejahteraan emosional anak, seperti kepercayaan diri, regulasi emosi, dan interaksi sosial. Pembelajaran ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan, tetapi juga sebagai intervensi terapeutik yang menenangkan dan mendukung perkembangan karakter holistik anak. Hasil observasi dan wawancara mengindikasikan penurunan gejala kecemasan pada peserta didik serta peningkatan nilai-nilai positif seperti empati, tanggung jawab, dan kemandirian. Lingkungan belajar yang terbuka, fleksibel, dan bebas dari tekanan akademik memberikan dampak psikologis yang positif, sejalan dengan Hipotesis Biofilia yang menekankan koneksi manusia dengan alam untuk kesejahteraan psikologis. Integrasi pendekatan pembelajaran berbasis alam ke dalam sistem pendidikan inklusif di Indonesia sangat direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk mendukung perkembangan menyeluruh anak berkebutuhan khusus.