cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
biro3@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Pb. Sudirman No.7, Karangasem, Patokan, Kec. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Education and Counseling Journal
ISSN : 27761223     EISSN : 27759466     DOI : 10.36841
Core Subject : Education, Social,
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 398 Documents
PERSAMAAN LATAR BELAKANG HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN EMHA AINUN NADJIB: Kajian Sosiobiografis, Kultural, Religius–Humanistik, Stilistika, dan Naratif Ahmad Husin; Andi Wapa
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.7660

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persamaan latar belakang Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) dan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melalui pendekatan sosiobiografis, kultural, religius-humanistik, stilistika, dan naratif. Keduanya merupakan figur sastra kontemporer Indonesia yang lahir dari lingkungan religius Jawa, berakar pada tradisi pesantren, serta mengalami proses pembentukan intelektual melalui pergaulan lintas budaya yang luas. Meskipun berbeda medium ekspresi Habiburrahman melalui novel bernuansa dakwah dan Emha Ainun Nadjib melalui puisi serta esai kritis keduanya memperlihatkan kesinambungan visi spiritual, kepedulian sosial, dan etika humanistik yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan analisis wacana sastra dan pendekatan stilistika-naratif. Data penelitian meliputi karya utama kedua penulis, studi dokumentasi, serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesamaan latar biografis dan kultural melahirkan orientasi estetik dan naratif yang serupa, seperti penggunaan simbol religius, eksplorasi cinta transenden, kritik sosial berbasis moralitas keagamaan, serta penokohan yang menekankan perjalanan spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa konstruksi identitas religius dan budaya Jawa menjadi fondasi yang menyatukan kedua tokoh dalam kerangka sastra Islam modern di Indonesia
ANALISIS IMPLEMENTASI APLIKASI GAME QUIZ KAHOOT TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN INFORMATIKA SISWA KELAS X DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SMKS IBNU KHALDUN AL-HASYIMI TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Rizki, Zainur; Seituni, Siti; Suparto, Arico Ayani
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 2 (2025): Edisi: Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i2.7344

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilatar belakangi minat belajar yang rendah di kalangan siswa sering kali disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang interaktif dan menarik. Dalam banyak kasus, metode pengajaran tradisional yang didominasi oleh ceramah satu arah dan bahan ajar teks yang monoton dapat membuat siswa merasa bosan dan tidak termotivasi untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Ketika materi disampaikan dengan cara yang kurang menarik, siswa cenderung merasa bahwa pelajaran tidak relevan dengan kehidupan mereka, yang pada akhirnya menurunkan minat mereka untuk belajar, Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi pendidik untuk mengadopsi media pembelajaran yang lebih interaktif dan dinamis, Kahoot adalah platform pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) yang memungkinkan pengguna untuk membuat, berbagi, dan memainkan kuis interaktif secara online. Kahoot adalah game quiz interaktif yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dilakukan pada Juli-Agustus dan di lakukan di SMKS Ibnu Kholdun Al-Hasyimi, Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi,Wawancara dan Dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari pemaparan ke tiga puluh narasumber yang diantaranya dua guru Desain Komunikasi Visual dan dua puluh delapan siswa kelas X Desain Komunikasi Visual, Aplikasi Game Quiz Kahoot Terhadap minat belajar siswa terlaksana dengan maksimal dan dipastikan cocok digunakan sebagai media pembelajaran di SMKS Ibnu Kholdun Al-Hasyimi.
IMPLEMENTASI METODE TASK-BASED LANGUAGE TEACHING (TBLT) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG Muh. Habibulloh; Anisa Latifatul Fariza; Muh Ibnu Sholeh
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8030

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memerlukan pendekatan yang mampu meningkatkan keterampilan berbahasa mahasiswa secara komunikatif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Task-Based Language Teaching (TBLT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode TBLT, mengkaji dinamika interaksi dan partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Arab, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi dosen serta mahasiswa dalam mengatasi kendala selama penerapan TBLT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara, focus group discussion (FGD), serta analisis dokumen dan tugas mahasiswa yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari empat fakultas, yaitu FTIK, FASIH, FEBI, dan FUAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TBLT dilaksanakan melalui tahapan pre-task, task cycle, dan language focus secara konsisten dan kontekstual. Penerapan TBLT mendorong interaksi pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, meningkatkan partisipasi mahasiswa, serta berkontribusi pada peningkatan keterampilan Bahasa Arab, khususnya keterampilan berbicara dan menulis. Namun demikian, penelitian ini menemukan beberapa tantangan, seperti perbedaan kemampuan awal mahasiswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kesiapan dosen. Strategi yang diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut meliputi diferensiasi tugas, pemberian scaffolding, pelaksanaan FGD sebagai forum reflektif dosen, serta penguatan kerja kolaboratif dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TBLT berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi apabila didukung oleh strategi pedagogis yang adaptif dan berkelanjutan.
HUBUNGAN JOB DEMANDS DENGAN WORKPLACE WELL-BEING PADA KARYAWAN PT “X” Muhammad Hanafi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.7898

Abstract

Workplace well-being merupakan aspek penting dalam mendukung keberlangsungan dan produktivitas organisasi, khususnya paa sektor perusahaan manufaktur yang memiliki tuntutan tuntuttan kerja yang tinggi. Salah satu faktor pekerjaan yang berpotensi memengaruhi workplace well-being adalah job demands, yang mencakup beban kerja, tuntutan emosional, dan tuntutan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job demands dan workplace well-being pada karyawan PT “X”. penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 143 karyawan PT X dengan minimal masa kerja 3 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala workplace well-beingberdasarkan teori Page (2005) dan skala job demands berdasarkan Bakker dan Demerouti. Analisis data pada penelitian ini menggunakan korelasi Pearson dengan bantuan Jamovi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negative yang signifikan antara job demands dengan workplace well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi job demands yang dirasakan karyawan, maka semakin rendah tingkat workplace well-being. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan tuntutan kerja secara proporsional guna menjaga kesejahteraan karyawan dan mendukung kinerja organisasi secara berkelanjutan.
PERAN GURU DAN LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KARAKTER PERCAYA DIRI SISWA KELAS IV Maryam, Sitti; Nugroho, Wahyu Setyo; Hidayah, Nurul
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 2 (2025): Edisi: Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i2.8052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas IV dalam proses pembelajaran. Rasa percaya diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan siswa karena dapat mempengaruhi keberanian siswa dalam bertanya, mengemukakan pendapat, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong perkembangan rasa percaya diri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru memiliki kontribusi yang penting dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa. Guru berperan sebagai motivator dengan memberikan dorongan serta penguatan positif kepada siswa, sebagai fasilitator dengan menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa, serta sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan dukungan kepada siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, guru juga berperan dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif sehingga siswa merasa aman dan nyaman untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas IV. Melalui motivasi, kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, serta penciptaan lingkungan belajar yang positif, guru dapat membantu siswa mengembangkan keberanian untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan berinteraksi dalam proses pembelajaran
ANALISIS PEMBELAJARAN PKN PADA MODERASI BERAGAMA ASPEK TOLERANSI DI SOPHOS SCHOOL Abdul Harris Arman; Tarmizi Ashidiq; Desi Setiyadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam menanamkan nilai moderasi beragama, khususnya aspek toleransi, di Sophos School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi masyarakat indonesia yang majemuk dari segi agama, suku dan budaya. Sehingga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai toleransi yang bersumber dari prinsip moderasi beragama di integrasikan ke dalam proses pembelajaran PKn, baik melalui perencanaan pembelajaran, pemilihan materi, strategi dan metode pembelajaran, maupun evaluasi yang diterapkan oleh guru di dalam kelas. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk sikap toleran peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual, dialogis, dan berorientasi pada penguatan karakter kebangsaan. Fokus penelitian juga diarahkan pada upaya guru dalam menanamkan sikap saling menghargai perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang sosial budaya siswa, sehingga pembelajaran PKn tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan psikomotorik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada kepala sekolah, guru PKN dan wali kelas III dan IV serta wali kelasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn di Sophos School telah mengintegrasikan nilai toleransi secara sistematis melalui kurikulum, metode pembelajaran kontekstual, budaya sekolah inklusif, serta keteladanan guru. Dampak pembelajaran terlihat pada sikap siswa yang mampu menghargai perbedaan agama, berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan secara sosial, serta minimnya konflik berbasis agama di lingkungan sekolah. Pembelajaran PKn di Sophos School dapat menjadi model praktik baik dalam penerapan moderasi beragama di sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai toleransi terus diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua guna membentuk generasi yang moderat, inklusif dan berkarakter kebangsaan.
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN HUKUM KELUARGA ISLAM DALAM MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH Amir Bandar Abdul Majid; Khoirun Niswatin
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8049

Abstract

This paper critically examines the book Marriage Guidance for Prospective Brides and Grooms published by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia by highlighting the absence of integration of Islamic Religious Education (PAI) in the construction of family education. This study uses a qualitative-descriptive approach based on content analysis of the substance of the book's material. The results of the study indicate that the book emphasizes administrative, psychological, and reproductive health aspects, but does not yet present a systematic framework for family education based on PAI values. The concept of family education, both the relationship between husband and wife, wife and husband, and both towards children, is not formulated as a continuous pedagogical process. In fact, from an Islamic perspective, the family is the first madrasah (al-madrasah al-ūlā) for the formation of children's faith, worship, and morals. In addition, the book does not include procedures, stages, or strategies for resolving family conflicts that are structured as an effort to achieve a sakinah family. The absence of this normative-educational framework has implications for weak theological and pedagogical foundations in building a family oriented towards Islamic values. Therefore, it is necessary to reconstruct the guidance materials for prospective brides and grooms by integrating the Islamic Religious Education paradigm as the basis for family education. This ensures that the family is understood not only as a social institution but also as an educational institution for faith, morals, and civilization.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARA MATEMATIKA DI KELAS III SDN 3 PATEMON JATIBANTENG Suryadi, Suryadi; Wijaksono, Agus; Subagya, Agus; Ujianto, Anang Dwi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 2 (2025): Edisi: Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i2.8066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika melalui implementasi pengelolaan kelas pada siswa kelas III SDN 3 Patemon Jatibanteng Tahun Pelajaran 2025/2026, khususnya pada materi soal cerita matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan soal cerita matematika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan pengelolaan kelas yang efektif mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada tahap pra-siklus, tingkat keberhasilan belajar siswa hanya mencapai 25%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, tingkat keberhasilan meningkat menjadi 60%. Peningkatan kembali terjadi pada siklus II dengan tingkat keberhasilan mencapai 90%. Secara keseluruhan terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 65% dari kondisi awal. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan kelas yang baik dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta membantu siswa memahami materi soal cerita matematika dengan lebih baik. Dengan demikian, pengelolaan kelas yang efektif dapat menjadi salah satu strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL KREATIVITAS PESERTA DIDIK PADA MAPEL SBDP MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK KELAS V Moch Saidul Ashlah Alfarid; Andi Wapa; Harun Arrasyid
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8067

Abstract

Penelitian membahas tentang permasalahan kurangnya peningkatan hasil belajar peserta didik yang bertujuan untuk meningkatkan hasil kreativitas sbdp dengan menggunakan metode penelitian Tindakan kelas dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek dan hasil yang didapatkan Prasiklus, Siklus 1 dan Siklus 2 adapun acuan rata rata pada prasiklus peserta didik dengan jumlah 24 mendapatkan rata rata 61,91667 dengan total nilai keseleruhan berjumlah 1.486. untuk Langkah selanjutnya menggunakan nilai siklus 1 peserta didik mendapatkan rata rata 69,625 dengan jumlah total nilai keseluruhan berjumlah 1.671, Adapun untuk Langkah terahkir adalah menggunakan siklus 2 peserta didik mendapatkan rata rata 74 dengan total nilai keseluruhanya berjumlah 1.776 . untuk Langkah pertama peneliti masih belum berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan target nilai kkm maka menggunakan siklus 1 adapun pada siklus ke 2 peserta didik yang berjumlah 24 telah berhasil memenuhi nilai kkm dengan kategori keterangan hasil belajar amat baik
PENGARUH BIMBINGAN STRATEGI COPING RELIGIUS GURU DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL SISWA DI ERA MODERN Saimun Saimun; Hanafi Hanafi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8078

Abstract

Developments in the modern era, characterised by the rapid flow of digital information, have led to changes in students’ social behaviour. This study aims to empirically analyse the influence of teachers’ guidance on religious coping strategies and parental rearing styles on students’ prosocial behaviour. The method used was quantitative with a survey approach, employing a Likert scale questionnaire (1–5) distributed to 69 students in Years 10 and 11 at State Senior High School 8 Mataram via random sampling. The data were analysed using descriptive and inferential statistics with the aid of IBM SPSS software, including normality tests, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination (R²). The results of the study indicate that teachers’ guidance on religious coping strategies (X1) and parental upbringing (X2) have a significant effect on students’ prosocial behaviour (Y) with a significance value of 0.000 < 0.05. Variable X1 contributes 22.8%, whilst X2 contributes 23.8%, both falling within the moderate influence category. The implications of this study emphasise the importance of synergy between the roles of teachers and parents in providing guidance grounded in religious values to foster students’ prosocial behaviour and minimise negative influences in the modern era.