cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
biro3@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Pb. Sudirman No.7, Karangasem, Patokan, Kec. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Education and Counseling Journal
ISSN : 27761223     EISSN : 27759466     DOI : 10.36841
Core Subject : Education, Social,
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 434 Documents
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MAS AL-ITTIHADIYAH MAMIYAI MEDAN Adinda Julia Putri; Inom Nasution
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MAS Al-Ittihadiyah Mamiyai Medan. Fokus penelitian meliputi perencanaan strategis pendidikan, optimalisasi penggunaan sumber daya sekolah, serta penguatan sistem evaluasi dan monitoring. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan partisipan yang terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data naratif, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala madrasah dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan melalui perencanaan berbasis visi–misi, penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum adaptif, serta pembinaan karakter siswa. Optimalisasi sumber daya dilakukan dengan pemanfaatan fasilitas secara bertahap, penetapan skala prioritas, dan dorongan inovasi pembelajaran meskipun masih terdapat keterbatasan sarana. Sistem evaluasi dan monitoring diterapkan melalui supervisi rutin, evaluasi pembelajaran, dan kegiatan microteaching sebagai upaya perbaikan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala madrasah berperan penting dalam membangun sistem peningkatan mutu pendidikan yang terpadu, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek fasilitas dan dukungan operasional.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STEAM DENGAN MEDIA LOOSE PART BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK TK USIA 5-6 TAHUN DI TK NURUL HIDAYAH KAJARHARJO Lusy Aprilia Pangestu; Ratnasari Dwi Ade Chandra; Wijaya Adi Putra
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.7989

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan pembelajaran berbasis STEAM dengan media loose parts berbahan alam dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 16 anak kelompok B TK Nurul Hidayah Kajarharjo pada semester ganjil tahun 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi terstruktur dan dokumentasi visual. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif dan kuantitatif sederhana menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak meningkat secara signifikan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, 56,25 persen anak berada pada kategori berkembang sesuai harapan dan 43,75 persen pada kategori mulai berkembang. Pada siklus II, 81,25 persen anak mencapai kategori berkembang sangat baik dan 18,75 persen berkembang sesuai harapan. Penerapan pembelajaran berbasis STEAM dengan media loose parts berbahan alam terbukti mampu meningkatkan kreativitas, keaktifan, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran ini efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang kontekstual, fleksibel, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN MEDIA EDUKATIF KELAS 1 MIS AL-ABROR Mabruroh Mabruroh; Wahyu Setyo Nugroho; Andi Wapa; Nasiruddin F
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8076

Abstract

This study aims to analyze the roles of parents and teachers in improving children's early reading skills through the use of educational media. This study used a qualitative approach with data collection techniques including observation, unstructured interviews, and documentation. The study subjects consisted of teachers and parents of elementary school students. The results showed that children's early reading skills improved after the use of educational media, as indicated by the ability to recognize letters, understand sounds, and read syllables and simple words. Teachers acted as facilitators, motivators, and guides, creating a fun learning environment through the use of educational media such as letter flashcards and picture books. Meanwhile, parents played a role in providing home learning support, motivation, and providing simple learning media. The use of educational media has proven effective in increasing children's interest and engagement in reading. However, there are obstacles such as limited parental time and differences in student abilities. Therefore, effective collaboration between teachers and parents is necessary to optimize children's early reading skills.
MENINGKATKAN MOTORIK HALUS MELALUI ORIGAMI ANAK USIA DINI TKS PERTIWI 02 REJOAGUNG Rohmatul Maula; Amir Amir; Mahmudi Mahmudi; Fathur Rahman
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan origami di TK Pertiwi 02 Rejoagung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi perkembangan keterampilan motorik halus anak dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan origami efektif meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Peningkatan ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari 72,1 pada siklus pertama menjadi 78,7 pada siklus kedua. Selain itu, kelengkapan pembelajaran meningkat secara signifikan dari 47% menjadi 82%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan origami sebagai kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan koordinasi mata-tangan, konsentrasi, dan kreativitas anak. Oleh karena itu, origami dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran alternatif dan efektif dalam pendidikan anak usia dini. Kesimpulannya, pelaksanaan kegiatan origami berhasil mencapai tujuan penelitian, sehingga penelitian diakhiri pada siklus kedua. Penelitian ini menyiratkan bahwa media pembelajaran yang sederhana dan kreatif dapat secara signifikan mendukung hasil perkembangan anak. Disarankan agar guru, sekolah, dan orang tua memanfaatkan aktivitas origami untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak
MANAJEMEN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMALB NEGERI BONDOWOSO Andika Martrianto; Teguh Sumarno; Sugiono Eksantoso
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8093

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi transformasi pembelajaran keterampilan vokasi dari sekadar pelatihan teknis menjadi upaya pembentukan karakter dan kemandirian wirausaha bagi siswa berkebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen perencanaan, pelaksanaan (berbasis pendekatan Deep Learning), serta mekanisme pengawasan terhadap program pengembangan kompetensi kewirausahaan di SMALB Negeri Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif oleh peneliti yang bertindak sebagai insider (Waka Kurikulum sekaligus Guru Vokasi), wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan Model Analisis Interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama: Pertama, transformasi perencanaan dan pengorganisasian kurikulum berhasil dilakukan melalui sinergi komitmen pimpinan (Kepala Sekolah) dan optimalisasi peran Komunitas Belajar (Kombel) sebagai wadah penerjemah kurikulum. Kedua, pelaksanaan pembelajaran vokasi mengalami reorientasi dari orientasi produk akhir menjadi proses yang mengintegrasikan Deep Learning dan nilai-nilai karakter 8 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ketiga, fungsi pengawasan berjalan efektif melalui model pengawasan partisipatif secara melekat dan berkelanjutan yang dilakukan oleh peneliti sebagai insider, sehingga memungkinkan validasi data secara otentik. Keempat, manajemen implementasi yang terstruktur ini memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan budaya belajar dan berhasil menumbuhkan kesadaran intrinsik serta kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN TRAUMA PADA SISWA MENENGAH KEJURUAN DI YOGYAKARTA Nisa Ainul Fatimah; Eko Perianto
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8091

Abstract

Trauma merupakan cedera psikologis yang muncul akibat respons individu terhadap peristiwa luar biasa yang mengancam dan melebihi batas pengalaman manusia sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan profil gejala trauma pada siswa sekolah menengah kejuruan di Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 291 siswa kelas X di SMK Negeri 7 Yogyakarta yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket gejala trauma yang mencakup empat aspek: fisik, kognitif, afektif, dan perilaku. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi, persentase, skor minimum, skor maksimum, rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 291 siswa teridentifikasi 61 siswa (20,96%) memiliki gejala trauma kategori tinggi dengan rentang skor 93-124. Temuan ini mengindikasikan bahwa lebih dari seperlima siswa SMK mengalami gangguan psikologis signifikan yang berpotensi mengganggu fungsi akademik maupun sosial mereka. Identifikasi fenomena trauma ini menjadi landasan penting bagi pengembangan strategi intervensi yang tepat di lingkungan sekolah, khususnya melalui layanan bimbingan dan konseling.
MAKNA DAN SIMBOL DALAM TARI KUDA LUMPING PADA SANGGAR MITRO MAKARYO DI DESA MARGA MULYA Ellys Setyowati; Rita Arianti
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8055

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Tari Kuda Kepang sebagai salah satu kesenian tradisional yang masih hidup dan dipertahankan oleh masyarakat Desa Marga Mulya melalui Sanggar Mitro Makaryo. Tari Kuda Kepang tidak hanya dipahami sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sarat dengan simbol dan makna budaya serta spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini menarik untuk diteliti karena setiap unsur pertunjukan, mulai dari properti, kostum, musik pengiring, hingga ragam gerak tari, mengandung simbol yang berfungsi sebagai media komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna simbolik yang terkandung dalam pertunjukan Tari Kuda Kepang di Sanggar Mitro Makaryo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling yang melibatkan pengurus sanggar, penari, pemain musik, dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam Tari Kuda Kepang meliputi properti kuda kepang sebagai penghubung dunia manusia dan dunia gaib, topeng dan barongan sebagai simbol kekuatan alam, pecut sebagai lambang pengendalian energi, kostum dan riasan sebagai identitas budaya, serta musik pengiring sebagai penguat suasana sakral. Selain itu, ragam gerak tari yang terdiri atas delapan gerakan inti merepresentasikan nilai kerendahan hati, keberanian, pengendalian diri, persatuan, dan penghormatan kepada leluhur. Temuan ini menunjukkan bahwa Tari Kuda Kepang berfungsi sebagai bentuk komunikasi budaya yang merefleksikan nilai spiritual, sosial, dan identitas masyarakat Desa Marga Mulya melalui simbol-simbol yang dipahami secara kolektif.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA LOOSE PARTS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CREATIVE THINKING ANAK USIA 4–5 TAHUN DI TK NURUN NAJAH Alifa Maulidia Nabilah Putri; Wijaya Adi Putra; Ratnasari Dwi Ade Chandra
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan creative thinking anak usia 4–5 tahun melalui penggunaan media loose parts di TK Nurun Najah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 anak usia 4–5 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi kemampuan creative thinking yang meliputi indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts dapat meningkatkan kemampuan creative thinking anak. Pada kondisi awal, sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang dan Mulai Berkembang. Pada siklus I, terjadi peningkatan dengan 4 anak (25%) mencapai kategori Berkembang Sangat Baik. Pada siklus II, peningkatan terjadi secara signifikan dengan 13 anak (81,25%) mencapai kategori Berkembang Sangat Baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai. Dengan demikian, penggunaan media loose parts efektif dalam meningkatkan kemampuan creative thinking anak usia 4–5 tahun di TK Nurun Najah.
MANAJEMEN KOLABORASI DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DUDI) DALAM UJI KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK) PRODUKSI FILM UNTUK MENJAMIN KETERCAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN SMK DI SMK NEGERI 1 CERMEE Tiara Ayu Safitri; Teguh Sumarno; Sugiono Eksantoso
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8092

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan signifikan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan tuntutan riil industri kreatif. Permasalahan utama meliputi keterbatasan akses fasilitas produksi berstandar (high-end), inefisiensi pengelolaan praktik, serta rendahnya kesiapan mental dan karakter kerja (soft skill) siswa saat menghadapi tekanan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi manajemen kolaborasi antara SMK Negeri 1 Cermee dengan DUDI (Orens Production) dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) guna menjamin mutu kompetensi lulusan secara holistik. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wakil Manajemen Mutu, Waka Humas, Guru Produktif, Praktisi DUDI sebagai asesor eksternal, dan perwakilan siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) berbasis Total Quality Management (TQM) tereksekusi secara efektif melalui empat temuan utama. Pertama, tahap perencanaan dan pengorganisasian diwujudkan melalui kesepakatan MoU dengan skema Resource Sharing (pemanfaatan alat) serta inovasi tata kelola "Satu Angkatan Satu Kru" berbasis talent mapping guna mengoptimalkan efisiensi operasional. Kedua, tahap pelaksanaan mengadopsi Cognitive Apprenticeship dan Peer-Assisted Learning (Zone of Proximal Development) yang sukses menghadirkan iklim kerja industri nyata. Ketiga, pengawasan menggunakan instrumen Iceberg Model untuk mengukur resiliensi dan etika kerja, serta parameter estetika Mise-en-scene untuk memvalidasi kualitas keterampilan teknis (hard skill). Keempat, dampak kolaborasi menghasilkan peningkatan nilai produksi (production value) karya film siswa yang dieksibisikan kepada publik melalui program "Layar Tancap Pelajar". Program eksibisi ini sekaligus berfungsi sebagai instrumen Educational Public Relations yang terbukti berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kesimpulannya, manajemen kolaborasi DUDI yang terstruktur dan adaptif mampu mengatasi keterbatasan sarana prasarana sekolah sekaligus mengkalibrasi kompetensi lulusan agar selaras dengan standar profesional industri perfilman.
PENDEKATAN FUN LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS: SINTESIS SISTEMATIS TERHADAP MODEL DAN IMPLEMENTASI R. Nugraha Kusuma Wardhana; Mohammad Ilham Yasin; Moh. Hilman Fikri
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8117

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris sering kali masih didominasi oleh metode tradisional yang cenderung monoton, sehingga menimbulkan rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa. Kondisi ini menegaskan perlunya pendekatan alternatif yang lebih kreatif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan sintesis sistematis terhadap model dan implementasi fun learning dalam pembelajaran bahasa Inggris, serta mengevaluasi dampaknya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel dari basis data akademik bereputasi internasional (Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar) dalam rentang tahun 2020-2025. Analisis dilakukan melalui pendekatan tematik untuk mengidentifikasi model, strategi implementasi, serta kontribusi fun learning terhadap keterampilan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fun learning mencakup model berbasis permainan, teknologi digital, aktivitas kreatif, dan kolaborasi, yang secara konsisten meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Dampak positif juga terlihat pada keterampilan berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis, meskipun terdapat keterbatasan dalam konteks tertentu. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi fun learning dalam kurikulum bahasa Inggris sebagai strategi pedagogis yang relevan dengan tuntutan pendidikan global abad ke-21.