cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
biro3@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Pb. Sudirman No.7, Karangasem, Patokan, Kec. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Education and Counseling Journal
ISSN : 27761223     EISSN : 27759466     DOI : 10.36841
Core Subject : Education, Social,
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS 1 SEMESTER GENAP DI SMA NEGERI 1 SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Agus Diyono
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2814

Abstract

Menurut UU RI no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 1 menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasa, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.Awofala, dkk (2012:11) merekomendasikan agar pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) agar digunakan oleh guru sejarah dan pada mata pelajaran lainnya dalam mengajar siswanya. Dalam model pembelajaran Teams Games Tournamnet (TGT) ini, siswa dikelompokkan dalam tim belajar yang terdiri atas 4-5 orang yang heterogen Penelitian ini menggunakan metode penelitian hopkins, yaitu penelitian tindakan kelas yang digambarkan dalam bentuk spiral yang terdiri dari empat fase (PGSM, 2009:8) yaitu fase perencanaan (planning); tindakan (action); pengamatan (observation); dan refleksi (reflection). Penelitian ini menggunakan dua siklus, jika siklus pertama sudah mencapai hasil yang diinginkan maka siklus dilanjutkan kesiklus kedua dengan materi selanjutnya.Pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 75%, terdapat 4 siswa yang tidak tuntas belajar. Pada siklus II ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 93,75%, masih terdapat 1 siswa yang tidak tuntas belajar. Dari 1 siswa yang tidak tuntas belajar pada siklus II terdapat 1 siswa yang memang tidak tuntas dalam siklus I. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui Penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar siswa mata pelajaran Sejarah Kompetensi Dasar Menganalisis Menganalisis peristiwa-peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan artinya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa itu dan masa kini di kelas XI IPS Semester Genap di SMA Negeri 1 Situbondo Tahun Pelajaran 2015/201
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS XI-MIA 3 DI SMA NEGERI 1 SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Jasriyanto Jasriyanto
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2815

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan Apakah Implementasi Model Pembelajaran make a macth dapat Meningkatkan hasil belajar Biologi kelas XI-MIPA 3 di SMA Negeri 1 SITUBONDO tahun Pelajaran 2015/2016. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan hasil belajar biologi setelah implentasi model pembelajaran make a macth siswa kelas XI-MIPA 3 di SMA Negeri 1 Situbondo tahun pelajaran 2015/2016 Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas yang termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian deskriptif kualitatif ini data yang dihasilkan berupa uraian atau pernyataan yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan soal tes baik tes pra tindakan maupun tes pada akhir siklus. Berdasarkan tabel hasil belajar siswa pada siklus I dan Siklus II diperoleh data dari 24 siswa yang mengikuti ulangan harian 2 siswa yang tidak tuntas belajar, karena siswa tersebut memperoleh nilai kurang dari 67 dari skor maksimal 100 dan 22 siswa tuntas secara perorangan. Hasil tersebut mengalami peningkatan dari siklus I ini dapat terlihat rata-rata nilai. Rata-rata pada siklus I sebesar 65 dan pada siklus II sebesar 76. Sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I hanya mencapai 75%, pada siklus II mencapai 92% maka sudah mencapai standar kelulusan klasikal yang diterapkan pihak sekolah yakni mencapai 85%. Pada hasil belajar siswa pada siklus II sudah mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya, meskipun peningkatannya tidak terlalu tinggi dikarenakan dalam mengerjakan tugas kurang teliti. Hal ini membutuhkan peranan guru dalam pengajaran.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS XI MIPA 3 DI SMA NEGERI 1 SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Darwoto Darwoto
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2816

Abstract

Fisika merupakan ilmu yang lahir dan berkembang lewat langkah-langkah observasi, perumusan masalah, penyususnan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, penarikan kesimpulan, serta penemuan teori dan konsep. Permasalahan pembelajaran didalam kelas dilihat dari siswa, dari observasi yang saya lakukan dengan siswa SMA Negeri 1 Situbondo. Siswa tersebut mengatakan masih merasa malas dengan pembelajaran fisika karena terlalu banyak rumus yang harus dihafalkan, mereka masih merasa binggung dalam mengaplikasikan konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari, Mereka menganggap bahwa pembelajaran fisika yang membosankan. Hal ini sesuai dengan pendapat guru SMA Negeri 1 Situbondo menyatakan bahwa beliau hanya menggunakan metode ceramah. Dengan hanya menggunakan metode ceramah siswa kurang berperan aktif dalam pembelajaran, karena dalam hakikat fisika adalah mengamati, mencoba, menanya, mengasosiasi, dan mengkomunikasi. Sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa salah satunya dengan menggunakan model kooperatif tipe think pair share (TPS). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), disini peneliti akan berkolaborasi dengan guru pengajar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Situbondo. Adapun alasan pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan: Terdapat permasalahan pembelajaran pada siswa di kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Situbondo diantaranya presentase siswa yang belum tuntas pada mata pelajaran fisika berdasarkan nilai ujian tengah semester (UTS) genap. Berdasarkan data observasi dan wawancara terbatas sekitar 80% siswa yang pasif dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data setelah penelitian dilaksanakan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari kegiatan pra siklus,siklus I, siklus II dan siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Peningkatan aktivitas siswa di peroleh prosentase rata-rata aktivitas belajar pra siklus termasuk dalam kategori kurang aktif, pada siklus I termasuk kategori cukup aktif, kemudian pada siklus II termasuk dalam kategori aktif. Adapun peningkatan hasil belajar siswa di peroleh prosentase rata-rata pada prasiklus I sebesar 60,88 yang termasuk dalam kategori cukup, pada siklus I sebesar 65,78 termasuk dalam kategori cukup, pada siklus II sebesar 77 termasuk dalamk kategori baik. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar fisika siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Situbondo menggunakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) di kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Situbondo mengalami peningkatan.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN A REACTION TO VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TEMA MAKANAN SEHAT MATERI POKOK INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGANNYA KELAS 5 SD NEGERI 3 MANGARAN SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Darwati Darwati
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2822

Abstract

Berdasarkan observasi SD Negeri 3 Mangaran Situbondo pada saat diadakan bahwa siswa dalam kelas sangat ramai pada saat pembelajaran sehingga hasil belajar siswa mencapai 52% atau 12 siswa yang tuntas. Hal ini masih di bawah KKM yang ditetapkan oleh SD Negeri 3 Mangaran Situbondo yaitu 85% maka perlu adanya perbaikan model pembelajaran yang variatif yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah PTK dengan berkolaborasi dengan guru yang ditetapkan 2 siklus. Dalam PTK ada 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data primer dengan menggunakan tes ulangan dan observasi dengan di checklist, dan data sekunder dengan wawancara. Peneliti menggunakan keharusan nilai sasaran atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menentukan kriteria sukses untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Penerapan Strategi Pembelajaran A reaction to video pada mata pelajaran IPS Tema makanan sehat materi pokok interaksi manusia dengan lingkungannya kelas 5 SD Negeri 3 Mangaran Situbondo Tahun Pelajaran 2022/2023 sangat efektif karena siswa dilibatkan dalam kelompok dengan memberikan komentar tentang masalah yang diajukan oleh guru dan menjelaskan kemudian siswa lain mencatat apa yang terjadi pada video yang diputar. Penerapan Strategi Pembelajaran A reaction to video dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPS sebesar 26% dari 65% siklus I menjadi 91% siklus II Tema makanan sehat materi pokok interaksi manusia dengan lingkungannya kelas 5 SD Negeri 3 Mangaran Situbondo Tahun Pelajaran 2022/2023.
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN STKIP PGRI SITUBONDO TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA SEMESTER VI PADA MATAKULIAH PERENCANAAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN Yesi Puspitasari; Miftahus Surur; Eric Dwi Putra; Raudhatun Nadiyah
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2837

Abstract

Tujuan penelitian pemanfaatan perpustakaan STKIP PGRI Situbondo terhadap hasil belajar mahasiswa semester VI pada matakuliah Perencanaan dan Evaluasi Pembelajaran. Metode ex post facto, mengedarkan kuesioner atau angket, test. Pendekatan kualitatif. Subjek siswa Ekonomi semester VI. Penentuan lokasi Purposive Sampling Area. Hasil Hasil penghitungan diperoleh nilai 23 soal valid dan 7 soal tidak valid. Nilai Alpha Cronbach sebesar 0,893 dengan soal sebanyak 23 soal. Alpha rasebesar 0,893 artinya angka tersebut lebih besar dari minimal Alpha Cronbach sebesar 0,70. Pengaruh pemanfaatan perpustakaan STKIP PGRI Situbondo terhadap hasil belajar mahasiswa semester VI matakuliah Perencanaan dan Evaluasi Pembelajaran taraf signifikan 5% dengan ketentuan df = n (72), maka diperoleh rhitung = 0,362 dan rtabel = 0,2319. Sehingga rhitung rtabel ( 0,362 0,2319 ) hasil hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (H0) ditolak.
ANALISIS MENGENAI KONSELING SELF (CARL RANSOM ROGERS) DALAM KAJIAN LITERATUR Ledita Ezy Maulany; Netrawati Netrawati; Zadrian Ardi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2882

Abstract

Artikel ini membahas mengenai konseling self atau sering juga disebut pendekatan konseling yang berpusat pada klien (client centered). Menggunakan rujukan yang bersumber dari buku bacaan langsung atau bacaan yang didapatkan melalui media elektronik (internet). Teori ini pertama kali diprakarsai oleh seorang psikolog bernama Carl Ransom Rogers, atas dasar penilaiannya bahwa setiap individu manusia memiliki kepercayaan diri secara positif sehingga tiap individu tersebut dapat berkembang dan maju kearah yang lebih baik daripada sebelumnya. Hal ini membuat Client Centered Rogers lebih menekankan kepada Suatu gagasan, elemen signifikan yang pada akhirnya mengungkapkan solusi untuk dilema klien adalah informasi utama atau bukti bahwa klien bertanggung jawab atas keadaan mereka.
LETERATUR REVIEW: NILAI-NILAI BUDAYA KERINCI DALAM KONSELING Affan Yusra; Dania Riski Rahayu; Agung Pebrianto; Asmawati Asmawati; Chalista Hafiza
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2930

Abstract

Pelayanan konseling bertugas melayani individu normal yang sedang dalam proses memperkembangkan dirinya secara optimal dengan tahap perkembangan yang dijalani. sendiri dengan kliennya. Konselor harus sadar akan mewujudkan diversitas budaya terhadap proses konseling. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review artikel dari tahun 2013 sampai tahun 2022 pada googel scholer menggunakan kata kunci "Nilai budaya Kerinci dalam konseling". Sumber lain berupa buku konseling lintas budaya tahun 2019, dan berita online tahun 2021 dari "egindo.com"hingga 2023. Berdasarkan uraian materi di atas, dapat disimpulkan bahwa Nilai budaya kerinci dalam konseling disini konselor dapat membantu masyarakat budaya kerinci dalam permsalahan lingkungan masyarakat yaitu klien dapat konsultasi dan konseling yang mendalam salah satunya masalah pasangan, ini merupakan salah satu jalan untuk dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi klien. serta nilai kebudayaan yang dapat diambil seperti religius, gotong royong, nasionalis, mandiri dan integritas
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI STAKEHOLDER MADRASAH ALIYAH Khoirul Holis; Sherly Quraisy; Ali Nurhadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.2934

Abstract

Peningkatan mutu lembaga pendidikan sudah menjadi hal yang sangat penting bagi semua lembaga pendidikan. Begitu pula pada lembaga pendidikan Islam yang sama-sama saling berproses untuk menjadikan lembaga pendidikan yang memiliki kualitas sebanding dengan lembaga pendidikan lainnya, bahkan berusaha untuk mencapai pendidikan yang memiliki mutu atau kualitas tinggi. Untuk mencapai hal itu, diperlukan usaha yang berkesinambungan oleh lembaga pendidikan Islam, yaitu dengan menjalankan beberapa teori dan konsep manajemen mutu supaya kualitas pendidikan tetap terjaga dan diakui sebagai lembaga pendidikan yang menjalankan proses pendidikan dengan baik serta menghasilkan output yang terbaik. Terutama peran kepala madrasah yang sangat berpengaruh dalam peningkatan kualitas mutu pendidikan. Adapun beberapa konsep yang digunakan dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam tulisan ini ialah teori yang dikemukakan oleh George R. Terry yang berhubungan dengan fungsi manajemen dan lima dasar pengambilan keputusan. Pembahasan ini akan mengkaji tentang beberapa konsep mutu dan keselarasannya dengan lembaga pendidikan Islam ketika menanggapi evokasi pendidikan global.
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI BERMAIN PERAN TEMA PROFESI PADA ANAK KELOMPOK B RA AL-FIRDAUS KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER Wijaya Adi Putra; Nury Kurnia; Aeniyatus Sholehah
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Perkembangan Sosial Emosional Melalui Bermain Peran Tema Profesi Pada Anak Kelompok B RA Al-Firdaus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus, setiap siklus dilakukan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelompok B yang ada di RA Al-Firdaus Kecamatan Panti Kabupaten Jenber. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi dengan membandingkan hasil observasi perkembangan sosial emosional anak dari siklus I dan siklus II sehingga dapat dilihat terjadinya peningkatan perkembangan sosial emosional. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat ditarik kesimpulan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak kelompok B yang ada di RA Al-Firdaus Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI CAPCUT PADA TEMA 3 SUBTEMA KELAS V SDN 04 KOTO BARU Muhammad Subhan; Amril Amril; Riatul Jannah
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 1 (2023): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i1.3067

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran tema 3 makanan sehat subtema2 pentingnya makanan sehat bagi tubuh dalam pembelajaran pendidik hanya menggunakanmedia gambar dan LKPD, akan tetapi pembelajaran belum maksimal. Untuk mengatasi haltersebut peneliti berupaya mengembangkan video animasi pembelajaran menggunakan aplikasicapcut kelas V SDN 04 Koto Baru yang bertujuan untuk menghasilkan video animasipembelajaran yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian adalah penelitian pengembanganyaitu menggunakan model ADDIE yang terdiri dari, Analyze (Analisis), Design (Perancangan),Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi),subjek uji coba adalah peserta didik kelas V SDN 04 Koto Baru. Instrumen penelitian berupalembar velidasi, praktikalitas dan efektifitas. Instrumen penilaian ini di validitas oleh tigavalidator, validator materi, validator bahasa dan validator media, kemudian lembar praktikalitasvideo animasi pembelajaran ditentukan oleh praktisi. Serta efektifitas video animasipembelajaran ditentukan dari hasil belajar peserta didik kelas V SDN 04 Koto Baru. Hasilpenilaian validasi video animasi pembelajaran menggunakan aplikasi capcut pada uji validasioleh tiga orang ahli mempunyai skor rata-rata 84,95% termasuk kategori sangat valid artinyavideo animasi pembelajaran sudah sesui dengan kelayakan materi, kelayakan bahasa, danmedia. Uji praktikalitas dengan skor rata-rata 92,90% dikategorikan sangat praktis artinya videoanimasi pembelajaran sudah dapat digunakan dengan mudah untuk proses pembelajaran,sedangkan hasil efrektivitas video animasi pembelajaran menggunakan aplikasi capcut padatema 3 subtema 2 kelas V dengan skor rata-rata 80% dikategorikan sangat efektif artinya videoanimasi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajaran peserta didik

Page 9 of 38 | Total Record : 378