cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 339 Documents
PENYULUHAN DETEKSI DINI PENYAKIT HIPERTENSI DAN DIABETES DENGAN MEDIA BUKU SAKU PEMANTAUAN PENGOBATAN DI DESA SIBANG GEDE: EDUCATION ON THE EARLY DETECTION OF HYPERTENSION AND DIABETES USING POCKET BOOKS AS A TOOL FOR TREATMENT MONITORING I Dewa Agung Ayu Diva Candraningrat; Komang Dirga Mega Buana; Ade Irma Suryani; Ni Luh Gede Wiwin Pebriani
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3038

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes mellitus, merupakan penyebab utama kematian global dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi kedua penyakit tersebut menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan pembuluh darah. Desa Sibang Gede, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, menghadapi peningkatan kasus hipertensi dan diabetes serta rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan penyakit kronis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui deteksi dini dengan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan dengan media buku saku pemantauan pengobatan. Adapun metode pelaksanaan meliputi pemberian pretest untuk mengukur pengetahuan awal, pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula sewaktu, penyuluhan mengenai hipertensi dan diabetes mellitus, serta pembagian buku saku sebagai media edukasi. Kegiatan diikuti oleh 73 ibu-ibu PKK Banjar Bantas Kelod pada 20 Mei 2025. Evaluasi dilakukan menggunakan perbandingan nilai pretest dan posttest. Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata tekanan darah peserta sebesar 135/82 mmHg dan kadar gula darah sewaktu 168 mg/dL, yang mengindikasikan adanya risiko prahipertensi dan gangguan kontrol glikemik. Rata-rata nilai pretest sebesar 60,14 meningkat menjadi 80,27 pada posttest, menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 20,13 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas dengan dukungan buku saku efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai deteksi dini, pencegahan, dan pemantauan terapi hipertensi serta diabetes. Antusiasme peserta selama diskusi juga mencerminkan peningkatan kapasitas literasi kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan interaktif dengan media buku saku efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan hipertensi dan diabetes mellitus.
SKRINING STATUS GIZI DAN IDENTIFIKASI MASALAH GIZI PADA GERIATRI: NUTRITIONAL STATUS SCREENING AND IDENTIFICATION OF NUTRITIONAL PROBLEMS IN GERIATRICS Ita Marlita Sari; Erni Trisnasari; Alvianto Dwiansyah; Elvina Azaria Putri; Alya Nur Amalina; Shakila Nur Khalisa; Hurun’in Fathin; Mutiara Sari Rizky; Najla Syahira; Erinta Fawza Putri; Ezra Ahmad Zarqo; Lita Salsabila; Muhammad Rachman; Dian Luthfiamida; Dina Lutfia Safitri; Novita Armelia Ramadhani; Nuzulia Hikmah Salsabila
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3040

Abstract

Pemenuhan gizi optimal menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia). Pada kelompok lansia, gangguan terkait status gizi tidak hanya berperan dalam daya tahan tubuh, namun juga dalam proses pencegahan komplikasi penyakit. Perubahan status gizi pada lansia dapat dipengaruhi oleh perubahan fisiologis, kondisi kesehatan, serta lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi lansia, mengidentifikasi potensi masalah kesehatan, serta memberikan rekomendasi perbaikan gizi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2022 di Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten dengan melibatkan 22 orang lansia. Penilaian status gizi dilakukan melalui pengukuran antropometri berupa lingkar lengan atas (LiLA), berat badan, estimasi tinggi badan menggunakan tinggi lutut, serta analisis asupan makanan melalui metode food recall. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (59,09%) dan berada pada rentang usia 65–80 tahun (59,09%). Berdasarkan indeks massa tubuh, mayoritas lansia memiliki status gizi normal (59,09%), namun masih ditemukan lansia dengan status underweight sebesar 27,27%. Secara umum, asupan gizi lansia telah mendekati Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, meskipun terdapat defisit energi pada lansia laki-laki dan kelebihan ringan pada lansia perempuan. Berdasarkan hasil skrining, direkomendasikan pelaksanaan pemantauan status gizi secara berkala, penyesuaian menu sesuai kebutuhan individu, serta edukasi gizi bagi penghuni dan pengelola balai untuk mencegah terjadinya malnutrisi.
EDUKASI PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA PENANGANAN AWAL DUGAAN PATAH TULANG ANAK BERBASIS E-MINIBOOK: RADIOLOGY EXAMINATION EDUCATION IN THE INITIAL MANAGEMENT OF SUSPECTED CHILD FRACTURES BASED ON E-MINIBOOK Hernastiti Sedya Utami; Angga Yosainto Bequet; Normaliza Oktaviany; Anadhan Dharma Ebriansyah; Agil Triyanti; Abdurrahman Agung; Dinda Dyah Cahyaningsih; Rizky Bagus Egi Prabowo
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3051

Abstract

Anak dalam perkembangannya memiliki banyak aktivitas salah satunya bermain. Seringkali terjadi cedera tulang akibat jatuh saat bermain, akan tetapi masih banyak orangtua memilih penanganan tradisional pijat tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu. Hal tersebut berpotensi akan memperburuk cedera apabila terjadi fraktur atau patah tulang pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua dalam penanganan dugaan patah tulang pada anak dengan pemeriksaan medis radiologi (rontgen) sebagai langkah awal. Kegiatan dilaksanakan di salah satu rumah wali santri TK dan Balita Mabadi Qur’anil Aziz Banteran, Sumbang, Banyumas pada tanggal 13 Desember 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang. Metode kegiatan meliputi pengukuran pengetahuan peserta dengan menggunakan kuesioner pre dan post-test, pemaparan materi menggunakan powerpoint dan distribusi e-minibook edukatif berbasi digital serta pemeriksaan kesehatan sederhana (tekanan darah dan gula darah). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta (p < 0,05) dari 52,59 ± 8,13 menjadi 88,52 ± 8,18 melalui kuisioner. Peserta lebih memahami mengenai penanganan awal pada cedera tulang anak serta tindakan medis menjadi bukti diagnosis akurat dibandingkan tradisional pijat yang dapat menimbulkan risiko. Kegiatan ini dinilai efektif dalam memberikan kesadaran orangtua dan masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan radiologi dalam diagnosis khususnya penanganan cedera patah tulang anak.
SIMPLIFIKASI DAN INTEGRASI SISTEM REGISTRASI TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN : SIMPLIFICATION AND INTEGRATION OF THE REGISTRATION SYSTEM FOR MEDICAL AND HEALTH WORKFORCES Apriyanti Shinta Dewi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.3055

Abstract

Policy paper ini membahas tantangan dan peluang dalam menyederhanakan serta mengintegrasikan sistem registrasi tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kajian ini mengidentifikasi fragmentasi antara sistem on-premise untuk tenaga medis dan sistem berbasis cloud untuk tenaga kesehatan lainnya sebagai hambatan mendasar terhadap efisiensi, transparansi, dan interoperabilitas. Dengan menggunakan pendekatan narrative review, analisis regulasi, serta metode pemilihan alternatif kebijakan berbasis skoring, paper ini menelaah kerangka hukum, kesiapan teknologi, dan dinamika kelembagaan dalam penyelenggaraan registrasi. Temuan menunjukkan bahwa dualisme sistem registrasi mengakibatkan duplikasi data, beban administratif yang tinggi, serta keterlambatan penerbitan STR dan izin praktik, sehingga mengurangi efektivitas implementasi UU 17/2023. Tiga alternatif kebijakan ditawarkan: mempertahankan dual sistem dengan perbaikan parsial, melakukan migrasi penuh ke sistem terpadu sekaligus, atau melaksanakan migrasi bertahap menuju sistem berbasis cloud-first dan API-first. Berdasarkan penilaian komparatif, opsi migrasi bertahap muncul sebagai pilihan paling realistis karena menyeimbangkan efektivitas, efisiensi, dukungan politik, keberlanjutan, dan manajemen risiko. Pada akhirnya, paper ini merekomendasikan pembentukan registri digital nasional yang interoperabel, aman, dan adaptif sebagai instrumen strategis perencanaan tenaga kesehatan, penjaminan mutu, serta mobilitas profesi baik di tingkat nasional maupun global.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PROGRAM YOUTH CARE NURSE UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR: EMPOWERING YOUTHS THROUGH THE YOUTH CARE NURSE PROGRAM FOR THE PREVENTION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES Hardin Hardin; Hairuddin Safaat; Ulul Asmy; Sri Nuriana; Sri Hastari Rahayu
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3093

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia, dengan berbagai faktor risiko yang umumnya mulai muncul sejak masa remaja. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, serta pemberdayaan remaja perlu dilakukan untuk mencegah perkembangan PTM pada usia dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja, mendeteksi faktor risiko PTM, serta meningkatkan kemandirian keluarga melalui implementasi program Youth Care Nurse. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mendatte dengan sasaran remaja dan keluarga menggunakan pendekatan community-based participatory approach. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan dan pelatihan remaja, skrining kesehatan, pembentukan dan pelatihan kader Youth Care Nurse, pembinaan minat dan bakat remaja, serta pembinaan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terkait pencegahan PTM, teridentifikasinya faktor risiko PTM berupa prehipertensi, hipertensi, dan overweight melalui skrining kesehatan, serta peningkatan tingkat kemandirian keluarga dari kategori KM-I dan KM-II menuju KM-III dan KM-IV. Luaran utama program adalah terbentuknya 35 kader Youth Care Nurse yang memiliki kemampuan dasar dalam edukasi kesehatan, deteksi dini faktor risiko PTM, dan promosi perilaku hidup sehat di lingkungan sebaya. Program ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat deteksi dini faktor risiko PTM, serta memberdayakan remaja dan keluarga dalam upaya pencegahan PTM sejak dini.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG STUNTING MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TEMPE DAUN SINGKONG: ENHANCING PUBLIC AWARENESS OF STUNTING THROUGH COMMUNITY-BASED TRAINING ON CASSAVA LEAF TEMPEH PRODUCTION Relin Yesika; Mega Elfia; Fauzia Noprima Okta; Muhammad Arezki Ilham; Muhammad Fahri Ramadhan; Septi Permata Sari
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3104

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait stunting dan pentingnya asupan gizi seimbang menjadi faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stunting melalui pelatihan pembuatan tempe daun singkong sebagai salah satu alternatif pangan bergizi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan (koordinasi dengan mitra dan penyusunan instrumen pre-test dan post-test), tahap pelaksanaan (penyampaian materi tentang stunting, pelatihan pembuatan tempe daun singkong, diskusi, serta pengisian pre-test dan post-test), dan tahap evaluasi (analisis tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah pelatihan). Penyuluhan dan pelatihan diberikan kepada 20 ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test, yang mencerminkan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang stunting serta potensi tempe daun singkong sebagai pangan lokal bergizi. Hasil uji analisis SPSS  (Paired Sample T-Test) menunjukan hasil p=0,00 (<0,05) yang berarti adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest sebelum diberikan penyuluhan dengan nilai postest setelah penyuluhan. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah daun singkong menjadi tempe sehingga dapat menambah variasi pangan sekaligus membuka peluang usaha kecil. Dengan demikian, kegiatan ini dapat disimpulkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Disarankan kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan materi tambahan tentang kewirausahaan dan pengolahan pangan inovatif agar dampak yang dihasilkan lebih luas dan berkelanjutan.
EDUKASI PERAWATAN LUKA BERBASIS DEMONSTRASI UNTUK MENGKOREKSI MITOS PENANGANAN LUKA PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH: EDUKASI PERAWATAN LUKA BERBASIS DEMONSTRASI UNTUK MENGKOREKSI MITOS PENANGANAN LUKA PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH Chita Widia; Eli Kurniasih; Asep Robby; Meitsa Ananda Saskia; Rika Jesika; Agnes Septiani; Irma Maelani; Yogi Setiawan
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3108

Abstract

Luka mekanik, baik berupa lecet, sayatan, maupun tusukan, merupakan insiden medis yang paling sering ditemui dalam dinamika aktivitas remaja di sekolah. Karakteristik remaja yang aktif secara fisik dalam kegiatan olahraga maupun organisasi meningkatkan risiko terjadinya cedera integritas kulit di lingkungan sekolah. Kejadian luka sangat umum, terdapat kesenjangan pengetahuan yang lebar antara protokol medis standar dengan praktik mandiri di masyarakat. Salah satu tantangan utama adalah dominasi "mitos kesehatan" atau kebiasaan turun-temurun yang secara medis yang secara medis kurang tepat namun masih diyakini kebenarannya.  Fenomena rendahnya literasi kesehatan di kalangan remaja seringkali melanggengkan mitos perawatan luka yang keliru, seperti penggunaan antiseptik keras yang bersifat sitotoksik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan dekonstruksi pemahaman siswa  salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Tasikmalaya melalui intervensi pendidikan kesehatan berbasis praktik. Menggunakan desain one-group pretest-posttest pada 23 siswa, edukasi diberikan melalui metode multimodal (ceramah, video, dan demonstrasi). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 81 menjadi 90. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan demonstrasi efektif dalam mengoreksi kesalahan prosedural pertolongan pertama pada luka di lingkungan sekolah.
PENGUATAN LITERASI TUBERKULOSIS PADA SISWA SMA MELALUI PENYULUHAN DAN SIMULASI PEMERIKSAAN IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TEST: STRENGTHENING TUBERCULOSIS-RELATED HEALTH LITERACY AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH HEALTH EDUCATION AND SIMULATION OF IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TESTING Dina Ferdiani; Meti Kusmiati; Meri Meri; Rudy Hidana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan edukasi sejak usia sekolah karena siswa berpotensi menjadi agen penyebar informasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa SMA/MA/sederajat di Kota Tasikmalaya mengenai TBC melalui penyuluhan dan demonstrasi pemeriksaan. Mitra kegiatan adalah siswa SMA/MA/sederajat yang mengikuti kegiatan edukasi kesehatan di Kampus Universitas Bakti Tunas Husada. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, media visual, serta demonstrasi pemeriksaan TBC menggunakan alat rapid test immunochromatography. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Kegiatan diikuti oleh 100 siswa, dengan 84 data berpasangan yang dianalisis. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 72,49% pada pre-test menjadi 89,68% pada post-test. Kategori pengetahuan baik juga meningkat dari 58,3% menjadi 89,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan interaktif dan demonstrasi pemeriksaan TBC efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa. Kegiatan ini penting sebagai strategi promotif dan preventif untuk mendukung deteksi dini serta pencegahan penularan TBC di lingkungan sekolah.
PELATIHAN TIM KARTINI BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA KASANG LOPAK ALAI TAHUN 2026: TECHNOLOGY-BASED KARTINI TEAM TRAINING IN KASANG LOPAK ALAI VILLAGE, 2026 Mira Sri Gumilar; Hendry Boy; Idham Halid
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3173

Abstract

Desa Kasang Lopak Alai memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut anak  dengan prevalensi karies gigi sebesar 85% dan rata-rata OHIS kategori buruk. Keterbatasan tenaga kesehatan perlu diimbangi melalui pemberdayaan kader yang mampu melakukan edukasi kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini bertujuan membentuk Tim Kader Terkini (Kartini) melalui pelatihan kesehatan gigi dan mulut berbasis virtual reality serta pengenalan madu sebagai potensi bahan alam dalam upaya preventif karies gigi. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Kasang Lopak Alai pada April–Mei 2026 dengan sasaran 40 orang, terdiri dari kader posyandu, kader PKK, kader karang taruna, dan guru. Metode kegiatan meliputi koordinasi, pelatihan kesehatan gigi dan mulut, praktik keterampilan menyikat gigi. Teknik pelatihan menggunakan metode ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, pendampingan penggunaan virtual reality. Seluruh sasaran mengikuti kegiatan secara lengkap. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,5 menjadi 17,1, keterampilan menyikat gigi meningkat dari 5,4 menjadi 10,3, dan kemampuan psikomotor pengguna pada media virtual reality meningkat dari 3,4 menjadi 8,4 setelah pelatihan. Analisis bivariat menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh variabel. Output kegiatan tercapai sesuai dengan indikator target yang telah ditetapkan sehingga pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas kader untuk edukasi kesehatan gigi dan mulut anak berkelanjutan di Desa Kasang Lopak Alai.
TERAPI AFIRMASI POSITIF DAN SUPPORT GROUP UNTUK PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DAN DIABETES: POSITIVE AFFIRMATION THERAPY AND SUPPORT GROUPS FOR STROKE PREVENTION IN ELDERLY WITH HYPERTENSION AND DIABETES Vivi Yuderna; Armaita Armaita; Mike Asmaria; Ramaita Ramaita; Mariza Elvira
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.3175

Abstract

Pengelolaan faktor risiko stroke pada lansia belum optimal dan masih terbatas pada pemantauan berat badan serta tekanan darah, tanpa diikuti pengendalian perilaku berisiko seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, hiperglikemia, dan dislipidemia. Nagari Pakandangan merupakan wilayah dengan prevalensi faktor risiko stroke yang tinggi, terutama hipertensi dan diabetes melitus pada lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat. Tujuan: mengendalikan faktor risiko stroke melalui terapi afirmasi positif dan support group. Metode: Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2025 dengan sasaran 17 orang lansia dengan hipertensi dan diabetes melitus menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain pre-post tanpa kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui kegiatan simulasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil:  menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan terapi afirmasi positif serta perubahan perilaku pencegahan stroke. Selain itu, terjadi penurunan proporsi lansia dengan tekanan darah tinggi dari 100% menjadi 45,45% dan kadar gula darah tinggi dari 100% menjadi 50% setelah intervensi. Kesimpulan: terapi afirmasi positif dan support group berkontribusi dalam meningkatkan perilaku kesehatan serta menurunkan faktor risiko stroke pada lansia. Keterlibatan kader dan tenaga kesehatan berperan dalam mendukung keberlanjutan intervensi di masyarakat.