cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Epistemologi : Imre Lakatos (Program Riset) dan Penerapan Metodologinya dalam Pendidikan Islam Suratin, Sonia Isna; Rahmah Maulida, Ghina; Fakhrurridha, Hujjatul; Indahsari, Henik Nur; Ike Yunida, Hailen
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1265

Abstract

Tulisan ini membahas pentingnya pengembangan program penelitian dalam kajian keislaman untuk menghasilkan teori dan prinsip fundamental yang dapat berfungsi sebagai "sabuk pelindung" bagi ilmu pengetahuan Islam. Penulis mengkritik pendekatan penelitian yang normatif dan kurang inovatif, serta menyoroti perubahan sistem pendidikan di Indonesia dari KTSP ke K13 yang memerlukan kurikulum yang dinamis dan fleksibel. Dengan mengusulkan penerapan metodologi penelitian Imre Lakatos, tulisan ini bertujuan untuk mendinamisasi ilmu pengetahuan dan mengintegrasikan teori-teori yang ada. Metodologi Lakatos, yang terdiri dari inti pokok, lingkaran pelindung, dan rangkaian teori, menawarkan pendekatan yang lebih terbuka dan kritis terhadap pemikiran keagamaan, mendorong penelitian berbasis argumentasi rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis isi untuk mengeksplorasi gagasan Lakatos serta relevansinya dalam konteks moderasi beragama dan pendidikan Islam. Kesimpulannya, penting untuk terus membangun program penelitian dalam studi Islam agar dapat menghasilkan pengetahuan yang relevan dan bermanfaat bagi umat. This paper discusses the importance of developing research programs in Islamic studies to produce fundamental theories and principles that can serve as a “protective belt” for Islamic science. The author criticizes the normative and less innovative research approach, and highlights the change of education system in Indonesia from KTSP to K13 which requires a dynamic and flexible curriculum. By proposing the application of Imre Lakatos' research methodology, this paper aims to dynamize science and integrate existing theories. Lakatos' methodology, which consists of a central core, a protective circle, and a series of theories, offers a more open and critical approach to religious thought, encouraging research based on rational argumentation. This research uses a qualitative approach and content analysis to explore Lakatos' ideas and their relevance in the context of religious moderation and Islamic education. In conclusion, it is important to continue building research programs in Islamic studies in order to produce knowledge that is relevant and useful for the ummah.
Manfaat Artificial Intelligence dalam Pembelajaran dan Pendidikan Agama Islam Ilham Munir, M. Nur; Hamidum Majid, Muhammad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1266

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai manfaat kecerdasan buatan Artificial Intelligensi dalam pembelajaran dan pendidikan agama islam. Pemanfaatan kecerdasan AI dalam bidang pendidikan telah menjadi subjek yang menarik perhatian akademisi dan praktis pendidikan. Kemajuan teknologi Artificial Intelligensi memberikan dampak yang sangat signifikan dalam pendidikan, termasuk pendidikan agama islam. Teknologi seperti chatgpt, chatbot dan natural language processing (NLP), penelitian ini mengidentifikasi manfaat AI dalam pembelajaran dan pendidikan agama islam, analisis data pendidikan, serta meningkatkan pembelajaran secara efektif dan adaptif pendidikan agama islam. Metode penelitian ini merupakan studi kepustakaan, data diambil dan dianalisis yang bersumber dari buku dan jurnal. Hasil menunjukkan bahwa AI dapat memperkaya proses pembelajaran, penerapannya dihadapkan tantangan dan dampak terhadap pembelajaran dan pengembangan pendidikan keagamaan yang bergantung terhadap AI. AI dapat memberikan manfaat secara signifikan dan maksimal dalam proses memperbaiki pembelajaran pendidikan agama islam. This article examines the benefits of artificial intelligence (AI) in Islamic religious learning and education. The use of AI intelligence in education has become a subject of interest to academics and educational practitioners. The advancement of Artificial Intelligence technology has a very significant impact on education, including Islamic religious education. Technologies such as chatgpt, chatbots and natural language processing (NLP), this study identifies the benefits of AI in Islamic religious learning and education, educational data analysis, and improving effective and adaptive learning of Islamic religious education. This research method is a literature study, data is taken and analyzed from books and journals. The results show that AI can enrich the learning process, its application is faced with challenges and impacts on learning and the development of religious education that depends on AI. AI can provide significant and maximum benefits in the process of improving Islamic religious education learning.
Dampak Teknologi Digital Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Pada Mata Pelajaran PAI (Studi Kasus: SMP Eka Sakti Kota Semarang dan SMP Al Madina Kota Semarang) Itsnaya Rifani, Aghniya; Wulan Handayani, Retno Irma; Nufus, Zakiyatun
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1278

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak teknologi digital terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Eka Sakti dan SMP Al Madina di Kota Semarang. Latar belakang penelitian ini berakar dari perkembangan pesat teknologi yang telah mengubah cara belajar mengajar, sehingga penting untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam konteks pendidikan agama. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami manfaat dan tantangan yang dihadapi dalam integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI, terutama di kalangan siswa yang semakin akrab dengan perangkat digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) yang didukung oleh analisis data dari studi kasus di kedua sekolah tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan literatur yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan dokumen pendidikan, untuk membangun kerangka teoritis yang solid. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola dan temuan yang muncul dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital telah meningkatkan akses siswa terhadap sumber belajar, menjadikan pembelajaran lebih interaktif, dan mengembangkan keterampilan digital mereka. Namun, tantangan seperti kecenderungan siswa untuk menggunakan perangkat digital untuk hal-hal yang tidak relevan juga diidentifikasi. Pembahasan penelitian menekankan pentingnya pengawasan dari guru dan orang tua dalam penggunaan teknologi, serta perlunya strategi yang tepat untuk memaksimalkan manfaat teknologi dalam pembelajaran agama. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pendidik dan pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan pendidikan yang relevan dan kontekstual, serta mendorong penggunaan teknologi secara bijak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di era digital. This research examines the impact of digital technology on Islamic Religious Education (PAI) learning at Eka Sakti Junior High School and Al Madina Junior High School in Semarang City. The background of this research stems from the rapid development of technology that has changed the way teaching and learning takes place, making it important to explore how technology can be utilised in the context of religious education. The urgency of this research lies in the need to understand the benefits and challenges faced in the integration of digital technology in religious education learning, especially among students who are increasingly familiar with digital devices. The research method used is library research supported by data analysis from case studies in both schools. Data collection was conducted through a review of relevant literature, including journals, books, and educational documents, to build a solid theoretical framework. Data analysis was conducted by identifying patterns and findings that emerged from the use of technology in PAI learning. The results show that digital technology has improved students' access to learning resources, made learning more interactive, and developed their digital skills. However, challenges such as students' tendency to use digital devices for irrelevant things were also identified. The research discussion emphasises the importance of supervision from teachers and parents in the use of technology, as well as the need for appropriate strategies to maximise the benefits of technology in religious learning. Thus, this study provides valuable insights for educators and stakeholders in designing relevant and contextualised educational policies, as well as encouraging the wise use of technology to improve the quality of religious education learning in the digital era.
Digitalisasi Pendidikan Agama Islam Era Society 5.0: Mendorong Peningkatan Daya Saing Pendidikan di Indonesia Shofi Muzakki, Ahmad; Fitriyah, Ambar; Rizza, Muhammad Faishal
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1279

Abstract

Masyarakat Indonesia saat ini, terlepas dari kesiapan mereka, harus menghadapi periode di mana setiap tahun terjadi perubahan yang signifikan, terutama dalam bidang pendidikan, sosial, dan budaya, demi kemajuan masyarakat saat ini. Terlebih lagi, masuknya era digitalisasi memberikan pengaruh yang sangat besar pada kehidupan manusia. Selanjutnya, perkembangan pesat pada era revolusi industri 4.0 telah menghasilkan berbagai inovasi dalam media pembelajaran, seperti alat komunikasi elektronik seperti ponsel, televisi, dan radio, serta berbagai media elektronik dan cetak lainnya yang mampu mengatasi batasan geografis, sosial, dan politik. Kita sedang bergerak menuju era Society 5.0, yang merupakan tahap kelima dari perkembangan industri yang akan mempermudah interaksi manusia dan peralihan menuju era digital. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi digital di segala aspek kehidupan, khususnya dalam sektor pendidikan, sangat penting karena akan mencerminkan tingkat daya saing suatu negara. Today's Indonesian society is either prepared or not to go through a phase where it undergoes remarkable changes annually, both in the field of social education and in the culture that already exists. These changes are undoubtedly necessary for the advancement of the present society. It has a significant impact on people's life, particularly in the age of digitalization. Numerous learning media innovations, including electronic communication media like mobile phones, television, radio, and other electronic or print media, have been made possible by the rapid development of the fourth industrial revolution. These innovations have been able to cross political, social, and geographic boundaries. We are approaching the fifth phase of industrial development, known as Society 5.0, which will facilitate human interaction and the shift to the digital age. Therefore, it is essential to embrace digital technology in all facets of life, but particularly in the field of education, as this will demonstrate a nation's degree of competitiveness.
Analisis Judul Berita Bahsa Arab (Studi Deskriptif Kualitatif Terhadap Berita Penyerangan Israel Ke Rafah Pada Media فلسطين اليوم ) Hasyim, Ainun; Akmaliyah
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1280

Abstract

Judul merupakan bagian yang sangat penting dari berita karena mengandung gambaran dari isi sebuah berita. Selain harus sesuai dengan kaidah bahasa, judul juga harus unik sehingga membuat pembaca tertarik untuk membaca berita yang ditulis. pada penelitian ini, permasalahan yang diteliti yaitu analisis sintaksis dan gaya bahasa yang digunakan dalam judul berita tentang serangan israel ke rafah yang dimulai pada periode 27 mei 2024 sampai 2 juni 2024. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan secara tepat tentang keadaan, gejala atau kelompok-kelompok tertentu dalam suatu masyarakat. Hasil penelitian yaitu terdapat 15 berita yang spesifik menggambarkan kondisi rafah pasca serangan israel. Semua berita diawali oleh kalimat nomina (الجملة الاسمية) artinya subjek berupa isim (nomina), predikat yang tersusun dari isim (nomina) atau frasa. Peneliti juga menemukan gaya bahasa yang digunakan yaitu pemilihan diksi yang mengandung makna emosional (الشهداء, مجزرة) atau frasa yang bermakna metafora (ليلة دامية, كل العيون). Penelitian ini bermplikasi terhadap khazanah bahasa arab sehingga bisa memahami isi berita dengan benar.
Konsep Wider Mandate dalam Mengelola Pembiayaan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Bandung Hidayat, Ara; Cahya Abdilah, Aqsha; Imam Dhuhuri, Agung Harliyadi; Hamin, Cucu
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan konsep wider mandate dalam pengelolaan pembiayaan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Bandung. Konsep ini kemudian diterapkan sebagai upaya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan madrasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara kepada kepala sekolah serta menyebarkan angket kepada guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kewenangan yang lebih luas kepada komite sekolah dan guru dalam pengelolaan pengelolaan keuangan di Madrasah memberikan dampak yang positif, yaitu berupa keterbukaan dan pengawasan keuangan madrasah yang lebih baik. Selain itu, perluasan wewenang ini juga membuka peluang dalam hal pengembangan kerjasama dan membangun jejaring dengan berbagi pihak yang berkontribusi terhadap peningkatan fasilitas dan kualitas pendidikan di madrasah. Keberhasilan ini kemudian terlihat dalam inovasi program yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Bandung di bidang kesehatan dengan program Besek Energi, kerjasama dengan perusahaan air lokal Al-Ma’soem dan pengelolaan infaq pendidikan yang dilakukan oleh komite sekolah serta akses terbuka bagi orang tua untuk mengetahui penggunaan dana madrasah secara transparan. This study aims to explain the application of the concept of wider mandate in the management of financing in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bandung City. This concept is then applied as an effort to improve the transparency and accountability of madrasah financial management. This research uses a qualitative method by conducting interviews with principals and distributing questionnaires to teachers at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bandung City. The results of this study indicate that giving broader authority to the school committee and teachers in the management of financial management in Madrasah has a positive impact, namely in the form of transparency and better supervision of madrasah finances. In addition, this expansion of authority also opens opportunities in terms of developing cooperation and building networks with various parties that contribute to improving the facilities and quality of education in madrasah. This success is then seen in the program innovations carried out by Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bandung City in the health sector with the Besek Energi program, cooperation with the local water company Al-Ma'soem and the management of educational infaq carried out by the school committee as well as open access for parents to find out the use of madrasah funds transparently.
Artificial Intelligence Sebagai Asisten Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran Qomaruzzaman, Ananda
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1282

Abstract

Artikel ini membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai asisten bagi guru Pendidikan Agama Islam, hambatan dan solusinya. Artikel ini merupakan studi kepustakaan, data dikumpulkan dan dianalisis dari sumber seperti buku dan jurnal. Peran AI sebagai asisten guru, memudahkan guru dalam merencanakan pembelajaran, menyederhanakan tugas administratif, menciptakan media pembelajaran interaktif, hingga menyusun evaluasi otomatis. Meskipun AI menawarkan manfaat signifikan, penerapannya dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk rendahnya literasi teknologi di kalangan guru, bias dalam informasi yang dihasilkan, keterbatasan fasilitas, dan potensi ketergantungan siswa terhadap AI. Artikel ini menawarkan solusi optimalisasi untuk mengatasi kendala tersebut, termasuk peningkatan keterampilan teknologi guru, penggunaan versi AI yang lebih efisien, dan perlunya regulasi etika AI yang ketat guna meminimalisir dampak negatif pada proses pendidikan PAI. This article discusses the utilisation of artificial intelligence (AI) as an assistant for Islamic Religious Education teachers, its obstacles and solutions. This article is a literature study, with data collected and analysed from sources such as books and journals. The role of AI as a teacher assistant makes it easier for teachers to plan lessons, simplify administrative tasks, create interactive learning media, and compile automatic evaluations. While AI offers significant benefits, its implementation is faced with various challenges, including low technological literacy among teachers, bias in the information generated, limited facilities, and potential student dependency on AI. This article offers optimised solutions to overcome these obstacles, including the improvement of teachers' technological skills, the use of more efficient versions of AI, and the need for strict ethical regulation of AI to minimise negative impacts on the PAI education process.
Efektivitas Penggunaan Teknologi sebagai Penunjang Pembelajaran Guru Setyawan, Doni; Firman, Muhammad Anik; Sholichin, Much ‘Azizus
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1283

Abstract

Digital age yang semakin maju, tantangan bagi para pendidik untuk beradaptasi dengan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi semakin mendesak. Transformasi pendidikan yang berbasis teknologi bukan hanya sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan. Penelitian ini mengungkapkan urgensi penggunaan teknologi sebagai penunjang pembelajaran guru, dengan fokus pada efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan laporan kebijakan. Metode analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait penerapan teknologi dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi menawarkan banyak kemudahan, tantangan dalam adaptasi dan integrasi masih menjadi hambatan signifikan bagi guru. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi antar guru untuk mengatasi hambatan tersebut. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan yang mendukung infrastruktur teknologi dan pelatihan yang memadai, sehingga guru dapat lebih efektif dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan interaktif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pengambil kebijakan dan pendidik dalam upaya meningkatkan efektivitas teknologi dalam pendidikan. In an increasingly advanced digital era, the challenge for educators to adapt to technology in the learning process has become more pressing. The transformation of education based on technology is not merely an option but a necessity to create a more interactive and relevant learning experience. This research reveals the urgency of using technology as a support for teacher learning, focusing on its effectiveness in enhancing the quality of education. Through a qualitative approach and literature review, this study collects data from various sources, including books, academic journals, and policy reports. Content analysis methods are employed to identify key themes related to the application of technology in education. The findings indicate that although technology offers numerous conveniences, challenges in adaptation and integration remain significant obstacles for teachers. These findings emphasize the importance of ongoing training and collaboration among teachers to overcome these barriers. Additionally, the study recommends the development of policies that support technological infrastructure and adequate training, enabling teachers to more effectively utilize technology to create engaging and interactive learning environments. Thus, this research provides valuable insights for policymakers and educators in their efforts to enhance the effectiveness of technology in education.
Model Pengelolaan Dana Pensiun Berbasis Syariah: Tantangan dan Peluang di Industri Keuangan Non-Bank Arlinda Hafid, Eka; Nabila, Sri Nurul; Kamaruddin; Sumarlin
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1284

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan metode deskriptif untuk menganalisis literatur terkait tantangan dan peluang model pengelolaan dana pensiun syariah. Hasilnya menunjukkan bahwa inovasi produk, dukungan regulasi, dan kesadaran masyarakat akan investasi halal menjadi kunci keberhasilan pengembangan industri keuangan syariah non-bank, termasuk dana pensiun berbasis syariah. Pergeseran dari penggunaan layanan keuangan konvensional menuju pembiayaan berbasis prinsip syariah telah berkembang pesat di Indonesia, mencerminkan integrasi prinsip-prinsip Islam dalam struktur, substansi, dan budaya ekonomi negara ini. Sistem keuangan syariah diatur berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis, menekankan aspek moral, keadilan, dan ketauhidan untuk mencapai kesejahteraan material dan spiritual (falah). Salah satu implementasi utama dari prinsip-prinsip ini adalah dalam sektor industri keuangan syariah, yang mencakup perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank seperti dana pensiun syariah. Dana pensiun syariah sebagai bagian dari industri keuangan non-bank memiliki potensi signifikan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pasca-kerja, meskipun menghadapi tantangan seperti literasi keuangan syariah yang rendah dan keterbatasan instrumen investasi halal. Peluang besar tetap ada dalam pertumbuhan populasi Muslim, inovasi teknologi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi halal. This study employs a library research approach with a descriptive method to analyze the literature related to the challenges and opportunities in the management model of sharia-based pension funds. The findings indicate that product innovation, regulatory support, and public awareness of halal investment are key to the successful development of the non-bank Islamic financial industry, including sharia-based pension funds. The shift from conventional financial services to financing based on Islamic principles has progressed rapidly in Indonesia, reflecting the integration of Islamic principles into the country's economic structure, substance, and culture. The Islamic financial system is governed by the values of the Qur'an and Hadith, emphasizing moral aspects, justice, and monotheism to achieve material and spiritual well-being (*falah*). A significant implementation of these principles is found in the Islamic financial sector, which encompasses banking, capital markets, and non-bank financial industries such as sharia pension funds. Sharia pension funds, as part of the non-bank financial industry, hold significant potential to support the welfare of individuals post-retirement, despite challenges such as low sharia financial literacy and limited halal investment instruments. However, substantial opportunities exist due to the growing Muslim population, technological innovation, and increasing public awareness of the importance of halal investment.
Parenting Orang Tua dalam Menanamkan Nilai Moral Islam pada Anak Tunagrahita Moniecha Liswingkiy, Hellen; Ikhrom; Raharjo
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1285

Abstract

Penelitian yang membahas cara orang tua mendidik anak-anak dengan disabilitas intelektual seringkali berkaitan dengan perilaku, emosi, dan prestasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki cara orang tua mendidik, alasan di balik perbedaan dalam pola asuh, dan dampaknya terhadap penanaman nilai-nilai moral Islam pada anak-anak dengan disabilitas intelektual. Studi kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologis yang mengandalkan data dari wawancara mendalam dan observasi. Dalam penelitian ini, partisipan terdiri dari tujuh orang tua dan tujuh anak berkebutuhan khusus berusia antara 7 hingga 18 tahun. Temuan menunjukkan bahwa orang tua menerapkan berbagai tipe pola asuh, yakni otoritatif, permisif, otoriter, dan acuh tak acuh, dalam membentuk nilai moral Islam pada anak-anak mereka. Perbedaan dalam pola asuh ini dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan ekonomi. Variasi dalam pendekatan orang tua dalam menanamkan nilai moral Islam terbukti memengaruhi perilaku keagamaan anak-anak tersebut. Pola asuh otoritatif membantu anak berkembang dan merasa nyaman saat beribadah. Pola asuh permisif membuat anak menjadi bergantung pada orang lain dan mengalami hambatan dalam perkembangan perilaku ibadah. Pola asuh otoriter membuat anak sering menunjukkan sikap keras dan kemarahan. Sementara itu, pola asuh acuh tak acuh menghasilkan anak dengan perilaku keagamaan yang rendah. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk menerapkan pola asuh otoritatif pada anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat beribadah seperti anak-anak pada umumnya. Much of the research on parenting patterns in children with learning disabilities is related to behaviour, emotions, and learning outcomes. This study aims to investigate parenting patterns, the factors that trigger differences in parenting patterns, and the implications for instilling Islamic moral values in children with disabilities. This qualitative research with a phenomenological approach relies on in-depth interviews and observation data. The research participants included seven parents and seven children aged 7-18 years old. The results showed that parents instilling Islamic moral values in children with disabilities apply authoritative, permissive, authoritarian, and indifferent parenting patterns. Variations in parenting patterns are triggered by educational and economic factors. Variations in parenting patterns in instilling Islamic moral values have implications for the religious behaviour of children with disabilities. Authoritative parenting makes children more developed and does not make them feel pressured in carrying out worship. Permissive parenting makes children dependent on others and experiences delays in the development of worship behaviour. Authoritarian parenting makes children hard and often angry. Indifferent parenting makes children lack religious behaviour. The results of the research recommend the importance of parental awareness of applying authoritative parenting to children with disabilities so that they are able to practice religion as normal children.