cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Emosi dalam Pendidikan: Perspektif Alqur’an dan Hadist Oviensy, Vegia; Syafruddin; Rehani; Jalwis; Kurnia, Asraf
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1237

Abstract

Emosi merupakan bagian integral dari pengalaman manusia yang mempengaruhi pola pikir, perilaku, dan interaksi sosial. Dalam konteks pendidikan, pengelolaan emosi yang baik dapat mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang positif. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi emosi dalam perspektif pendidikan menurut Al-Qur'an dan Hadis sebagai panduan kehidupan. Al-Qur'an mengajarkan pentingnya pengelolaan emosi melalui konsep kesabaran (sabr), pengendalian amarah (ghadhab), dan rasa syukur (shukr) sebagai bagian dari akhlak mulia. Hadis Nabi Muhammad SAW juga memberikan teladan dalam mengelola emosi, seperti menahan amarah, menjaga ketenangan dalam menghadapi ujian hidup, dan membangun empati terhadap orang lain. Melalui kajian ini, ditemukan bahwa pendidikan emosional dalam Islam tidak hanya mengajarkan kontrol terhadap emosi negatif, tetapi juga mendorong perkembangan emosi positif seperti kasih sayang, rasa syukur, dan rasa hormat. Pemahaman dan penerapan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak positif dalam membentuk individu yang memiliki karakter kuat dan keseimbangan emosional. Serta dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif, dan merupakan jenis penelitian library research yaitu penelitian yang memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya dengan cara membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitiannya. Sumber-sumber tersebut di dapat dari karya yang ditulis oleh para ahli yang berkompeten tentang judul pembahasan penelitian ini.
Konsep Sistem Pengawasan Proses Pembelajaran Melalui Closed Circuit Television (CCTV) Berbasis Aplikasi Uriawan, Wisnu; Cahya Abdilah, Aqsha; Nur Fadhilah , Euisy Dwi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1241

Abstract

Sistem pengawasan merupakan salah satu komponen manajemen yang penting diperhatikan. Dalam konteks manajemen sekolah, pengawasan terhadap siswa dan guru dikelas seringkali hanya dilakukan pada waktu tertentu, seperti ketika ada pengawas atau ketika akan dilaksanakan akreaditasi. Kurangnya pengawasan terhadap proses pembelajaran antara siswa dan guru di kelas, dan juga transparansi dalam proses pembelajaran dikelas kepada orang tua siswa serta kepala sekolah menjadi salah satu aspek penting manajemen yaitu controlling. Berdasarkan kasus yang terjadi dilapangan, terdapat masalah pada kehadiran siswa dan pengawasan proses pembelajaran di salah satu sekolah islam terpadu di Bekasi, terdapat beberapa kasus bahwa siswa berangkat sekolah namun tidak sampai ke sekolah. Closed Circuit Television (CCTV) merupakan teknologi yang seringkali digunakan dalam bidang keamanan guna mengawasi suatu ruangan atau sudut tempat tertentu yang dapat dipantau secara real time maupun berupa rekaman yang dapat diakses untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. penelitian ini menggunakan metode literatue review dan model prototype dengan mengumpulkan data dari literatur terkini, sepert jurnal, uji coba perangkat dan analisis rekaman CCTV. Hasilnya dengan diterapkannya Closed Curcuit Television (CCTV) berbasis aplikasi, diharapkan dapat meningkatkan kehadiran siswa, dengan kehadiran siswa yang terintegrasi antara guru dan orang tua serta dengan diterapkannya Closed Curcuit Television (CCTV) berbasis aplikasi, dapat memantau proses pembelajaran secara realtime dari jarak jauh bagi kepala sekolah dan orang tua tanpa menggangu proses pembelajaran. The supervision system is one of the important management components to pay attention to. In the context of school management, supervision of students and teachers in class is often only carried out at certain times, such as when there is a supervisor or when accreditation will be carried out. Lack of supervision of the learning process between students and teachers in class, and also transparency in the learning process in class to parents and the principal are important aspects of management, namely controlling. Based on cases that occurred in the field, there were problems with student attendance and supervision of the learning process in one of the integrated Islamic schools in Bekasi, there were several cases that students went to school but did not arrive at school. Closed Circuit Television (CCTV) is a technology that is often used in the field of security to monitor a room or a certain corner of a place that can be monitored in real time or in the form of recordings that can be accessed to minimize unwanted things. This study uses the literature review method and prototype model by collecting data from the latest literature, such as journals, device trials and CCTV recording analysis. The result of the implementation of Closed Circuit Television (CCTV) based on the application is expected to increase student attendance, because student attendance is integrated between teachers and parents and with the implementation of Closed Circuit Television (CCTV) based on the application, it can monitor the learning process in real time from a distance for the principal and parents without disrupting the learning process
Implementasi Konsep Maslahah Mursalah dalam Analisis Tradisi Lokal: Studi Kasus Lempar Ayam di Gunung Pegat Raharja Pangestu, Bintang; Kusumawati, Rahmania
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1244

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi lempar ayam yang dilaksanakan oleh masyarakat Gunung Pegat dalam upacara pernikahan, menggunakan perspektif maslahah mursalah Imam al-Ghazali. Tradisi ini dianggap sebagai simbol penghormatan terhadap adat leluhur serta doa untuk keberkahan hidup pasangan pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat sosial dan spiritual dari tradisi tersebut, yang tidak memiliki dasar dalil eksplisit dalam Al-Qur'an atau Hadis, namun dapat diterima karena membawa manfaat sesuai dengan tujuan syariat Islam, yaitu maqasid al-shariah. Berdasarkan wawancara dengan pelaksana adat M. Syifaul Anam dan tokoh adat M. Khusnan, ditemukan bahwa tradisi lempar ayam memiliki dimensi sosial yang signifikan. Selain sebagai bentuk sedekah kepada masyarakat sekitar, tradisi ini juga berfungsi untuk mempererat solidaritas sosial dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Dalam pandangan maslahah mursalah, tradisi ini dapat diterima sebagai bagian dari budaya lokal yang sesuai dengan prinsip maqasid al-shariah, terutama dalam menjaga kesejahteraan sosial, ketenangan jiwa, dan hubungan antarindividu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi lempar ayam, meskipun tidak memiliki dasar syariat langsung, tetap relevan dalam konteks budaya lokal dan dapat diterima dalam kerangka Islam selama tidak bertentangan dengan ajaran dasar agama. This study examines the chicken throwing tradition carried out by the Gunung Pegat community in wedding ceremonies, using the perspective of Imam al-Ghazali's maslahah mursalah. This tradition is considered a symbol of respect for ancestral customs and prayers for the blessings of the lives of the bride and groom. This study aims to analyse the social and spiritual benefits of this tradition, which does not have an explicit basis in the Qur'an or Hadith but is acceptable because it brings benefits in accordance with the objectives of Islamic law, namely maqasid al-shariah. Based on interviews with the customary implementer M. Syifaul Anam and the traditional figure M. Khusnan, it was found that the chicken throwing tradition has a significant social dimension. In addition to being a form of alms to the surrounding community, this tradition also functions to strengthen social solidarity and maintain household harmony. In the perspective of maslahah mursalah, this tradition can be accepted as part of the local culture that is in accordance with the principles of maqasid al-shariah, especially in maintaining social welfare, peace of mind, and relationships between individuals. This study concludes that the chicken throwing tradition, although it does not have a direct basis in Islamic law, remains relevant in the local cultural context and is acceptable within the Islamic framework as long as it does not conflict with the basic teachings of the religion.
Implementasi Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Islam dalam Model Bisnis Platform Digital: Studi Komparatif Grab dan Gojek Elsanti, Ely; Asih Putri, Dewi Jannati; Wulandari, Mustika
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1245

Abstract

Platform transportasi online terbesar di Indonesia, yaitu Gojek dan Grab bersaing ketat dalam menyediakan layanan transportasi berbasis aplikasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana dampak dari persaingan Gojek dan Grab dari perspektif etika bisnis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya aksesibilitas transportasi yang lebih murah dan mudah dan kemajuan teknologi yang meningkatkan kualitas hidup merupakan dampak positif dari persaingan. Namun, dampak negatif pun tak luput dari persaingan, yaitu pendapatan pengemudi yang menurun dan ketidakstabilan pekerjaan. Dalam konteks etika bisnis Islam, persaingan seharusnya dilakukan secara adil dengan menghindari monopoli dan eksplorasi, serta menerapkan prinsip keadilan, keseimbangan dan tanggungjawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persaingan Gojek dan Grab bukan hanya meberikan dampak negatif dan positif, nemun juga memberikan inovasi dan aksesibilitas bagi pengguna. Kedua perusahaan dapat menyesuaikan praktik bisnis yang sesuai dengan prinsip etika Islam. Kebijakan lebih ketat diperlukan untuk mejaga keseimbangan antara keuntungan bisnis dan kesejahteraan pengemudi dalam ekonomi digital merupakan rekomendasi kebijakan yang dapat dilakukan. The largest online transportation platforms in Indonesia, Gojek and Grab, compete fiercely in providing application-based transportation services. The purpose of this study is to analyze how the impact of Gojek and Grab competition from the perspective of Islamic business ethics. The results show that the increasing accessibility of cheaper and easier transportation and technological advances that improve the quality of life are positive impacts of competition. However, there are also negative impacts of competition, namely declining driver income and job instability. In the context of Islamic business ethics, competition should be conducted fairly by avoiding monopoly and exploration, and applying the principles of justice, balance and social responsibility. This study concludes that Gojek and Grab competition not only has negative and positive impacts, but also provides innovation and accessibility for users. Both companies can adjust their business practices in accordance with Islamic ethical principles. Stricter policies are needed to maintain the balance between business profits and driver welfare in the digital economy is a policy recommendation that can be done.
Konseling Islam di Luar Sekolah: Optimalisasi Peran dalam Pendidikan Islam pada Lembaga Sosial, Keagamaan, dan Kesehatan Zulkifli; Kenedi, Gusril; Afnibar; Ulfatmi; Gusmaweti
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan optimalisasi konseling Islam di lembaga sosial, keagamaan, dan kesehatan dalam konteks pendidikan Islam di masyarakat. Menggunakan pendekatan kajian literatur, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk layanan konseling yang diterapkan di lembaga-lembaga tersebut, seperti konseling individu, kelompok, dan program pemberdayaan masyarakat di lembaga sosial, serta konseling berbasis nilai-nilai agama di lembaga keagamaan dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling Islam berperan penting dalam memperkuat identitas keagamaan, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi stigma sosial, serta membangun solidaritas dan kerjasama antarindividu dalam masyarakat. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk pengembangan layanan konseling yang lebih terintegrasi, termasuk peningkatan pelatihan konselor dan pengembangan program berbasis nilai-nilai Islam yang mendukung pengembangan karakter dan spiritualitas. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang pentingnya integrasi konseling Islam dalam sistem pendidikan Islam di luar sekolah dan relevansinya dalam menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan berakhlak mulia. This study aims to examine the role and optimization of Islamic counseling in social, religious, and health institutions within the context of Islamic education in society. Using a literature review approach, this research identifies various forms of counseling services implemented in these institutions, such as individual counseling, group counseling, and community empowerment programs in social institutions, as well as religious value-based counseling in religious and health institutions. The findings indicate that Islamic counseling plays a significant role in strengthening religious identity, improving quality of life, reducing social stigma, and fostering solidarity and cooperation among individuals in society. The study also offers recommendations for the development of more integrated counseling services, including enhancing counselor training and developing programs based on Islamic values that support the development of character and spirituality. Overall, this research contributes significantly to the understanding of the importance of integrating Islamic counseling into the Islamic education system outside of schools and its relevance in creating a more harmonious and morally upright society.
Transformasi Pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis dalam Pendidikan Agama Islam untuk Menghadapi Revolusi Industri 5.0 Aulia Mufti, Zaki; Syafruddin; Rehani; Yusmanila; Zuzano, Fazri
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1248

Abstract

Pendidikan Islam menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan metode pembelajaran di era Revolusi Industri 5.0. Artikel ini membahas transformasi pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis melalui integrasi teknologi modern untuk menghasilkan peserta didik dengan kecerdasan spiritual, emosional, dan teknologi. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis literatur terkait pembelajaran Al-Qur'an, Hadis, dan penerapan teknologi dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi seperti Artificial Intelegent (AI), Augmented Reality (AR), dan aplikasi berbasis Al-Qur'an dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan menarik minat siswa dalam mempelajari ajaran Islam. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, resistensi terhadap teknologi, dan kesenjangan digital tetap menjadi hambatan utama. Solusi yang diusulkan, seperti pelatihan guru, pengembangan kurikulum adaptif, dan penguatan literasi digital Islami, diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan ini. Artikel ini juga menekankan pentingnya integrasi nilai moderasi, keberlanjutan, dan etika dalam pembelajaran untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis yang mengintegrasikan teknologi diharapkan dapat menciptakan pengalaman pendidikan yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan zaman. This study aims to examine the role and optimization of Islamic counseling in social, religious, and Islamic education faces significant challenges in adapting teaching methods in the era of the 5.0 Industrial Revolution. This article discusses the transformation of learning Al-Qur'an and Hadith through the integration of modern technology to develop students with spiritual, emotional, and technological intelligence. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, this study analyzes the literature related to Al-Qur'an and Hadith education and the application of technology in education. The findings show that technologies such as Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), and Al-Qur'an-based applications can enhance the effectiveness of learning and increase students' interest in studying Islamic teachings. However, challenges such as inadequate infrastructure, resistance to technology, and the digital divide remain significant barriers. Proposed solutions, such as teacher training, the development of adaptive curricula, and strengthening Islamic digital literacy, are expected to address these issues. This article also emphasizes the importance of integrating values of moderation, sustainability, and ethics in learning to shape students who are not only academically proficient but also possess strong character and responsibility in using technology. Al-Qur'an and Hadith learning that integrates technology is expected to create a relevant and adaptive educational experience in line with the needs of the times.
Kajian Hukum Islam dan Hukum Positif Mengenai Taklik Poligami dalam Perjanjian Perkawinan Untuk Mencegah Poligami Ilegal di Indonesia Rasyidi, Aqmal; Tul Sa’dah, Rahimah; Andaryuni, Lilik
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1251

Abstract

Perjanjian Perkawinan merupakan sebuah perjanjian yang dilakukan sebelum atau selama berlangsungnya perkawinan, kedua belah pihak dapat membuat perjanjian tertulis yang sah dengan persetujuan bersama, yang kemudian disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan atau notaris. Isi perjanjian tersebut berlaku juga untuk pihak ketiga selama terkait dengan mereka. Perjanjian Perkawinan yang berisikan klausa monogami atau untuk tidak berpoligami yang penulis temui beberapa pasangan melakukan perjanjian tersebut. Dari maraknya perjanjian perkawinan dengan taklik poligami menjadikan sebuah pertanyaan besar mengenai hukum dan kebolehan dari perjanjian yang isi klausanya monogami baik dianalisis dari segi hukum Islam maupun hukum positif, sebagai contoh ada 5 perjanjian perkawinan dengan taklik poligami. Fokus penelitian yaitu pada perjanjian perkawinan dengan dari segi hukum Islam dan hukum positif, serta mengenai relevansinya dengan konteks hukum yang ada di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan bahan dan data yang ditemukan terkumpul dan dianalisis untuk mendapatkan konklusi untuk menganalisis. Teknik pengumpulan data menggunakan kepustakaan (library research). Penyajian data menggunakan induktif. Analisis data menggunakan komparatif. Hasil temuan dari penelitian ini adalah: perjanjian perkawinan dengan taklik poligami bisa dilakukan dengan ketentuan syarat yaitu berdasarkan kesepakatan bersama, tidak melanggar batas hukum dan kesusilaan. Berdasarkan konteks hukum di Indonesia dalam perkawinan yang menganut asas monogami yang pada dasarnya perkawinan hanya untuk satu istri relevan dengan adanya perjanjian perkawinan dengan adalah upaya dalam mengurangi poligami yang tidak bertanggung jawab atau poligami ilegal dan membolehkan istri minta fasakh nikah apabila berpoligami tanpa prosedur yang dibenarkan, Selain itu, perjanjian perkawinan dengan ini juga dapat dijadikan sebagai hukum preventif bagi yang mengadakan perjanjian perkawinan tersebut. Didalam hukum Islam masih menjadi perdebatan mengenai perjanjian perkawinan dengan taklik poligami, tidak boleh dan tidak wajib dipenuhi karena syarat tersebut bertentangan dengan hak dan kewajiban yang timbul dari akad pernikahan, dan boleh karena mengandung maslahat dan tidak bertentangan dengan syara, pada hakikatnya hukum kebolehan poligami adalah untuk kemaslahatan bagi keduanya baik suami maupun istri. A marriage agreement is an agreement made before or during the marriage. Both parties can make a valid written agreement by mutual consent, which is then legalised by a marriage registrar or notary. The contents of the agreement also apply to third parties as long as they are related to them. Marriage agreements containing monogamy clauses or not to be polygamous that the author met several couples made such agreements. From the rise of marriage agreements with taklik polygamy, it raises a big question about the law and permissibility of agreements whose clauses are monogamous, both analysed in terms of Islamic law and positive law; for example, there are 5 marriage agreements with taklik polygamy. The focus of the research is on the marriage agreement in terms of Islamic law and positive law, as well as its relevance to the legal context in Indonesia. The research method uses a normative juridical approach, with materials and data found, collected, and analysed to obtain conclusions to analyse. Data collection techniques using literature (library research). Data presentation using inductive reasoning. Data analysis using comparative. The findings of this research are: Marriage agreements with polygamy taklik can be done with the provision of conditions, namely based on mutual agreement, not violating the limits of law and decency. Based on the legal context in Indonesia in a marriage that adheres to the principle of monogamy, which is basically a marriage for only one wife, it is relevant to the existence of a marriage agreement with an effort to reduce irresponsible polygamy or illegal polygamy and allows the wife to ask for fasakh nikah if polygamy is without a justified procedure. In addition, the marriage agreement can also be used as a preventive law for those who enter into the marriage agreement. In Islamic law, there is still a debate regarding the marriage agreement with the taklik polygamy; it is not permissible and not required to be fulfilled because these conditions conflict with the rights and obligations arising from the marriage contract, and it is permissible because it contains benefits and does not conflict with Shara; in essence, the law of permissibility of polygamy is for the benefit of both husband and wife.
Mengapa IQ Saja Tidak Cukup? Pentingnya EQ dan SQ di Era Kompetisi Global Syahriyah, Eri; Fauzi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1252

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi pentingnya kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) sebagai pelengkap kecerdasan intelektual (IQ) dalam menghadapi tantangan era kompetisi global. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, artikel ini menyoroti bahwa IQ berfokus pada kemampuan analitis dan logis, sedangkan EQ berperan dalam memahami dan mengelola emosi, serta SQ mendukung melalui pemberian makna hidup dan landasan moral. Ketiga kecerdasan ini saling melengkapi untuk membentuk individu yang utuh. Temuan menunjukkan bahwa integrasi IQ, EQ, dan SQ tidak hanya meningkatkan keberhasilan akademik tetapi juga membangun karakter pemimpin yang etis dan bertanggung jawab. Artikel ini merekomendasikan pendekatan holistik dalam pendidikan dan pengembangan diri untuk mencapai kesuksesan dengan cara menyeimbangkan ketiga kecerdasan tersebut. This article explores the importance of emotional intelligence (EQ) and spiritual intelligence (SQ) as complements to intellectual intelligence (IQ) in addressing the challenges of the global competition era. Using a qualitative method based on literature review, this article highlights that IQ focuses on analytical and logical abilities, while EQ plays a role in understanding and managing emotions, and SQ supports by providing life meaning and moral foundations. These three intelligences complement each other to form a well-rounded individual. The findings indicate that the integration of IQ, EQ, and SQ not only enhances academic success but also builds the character of ethical and responsible leaders. This article recommends a holistic approach to education and self-development to achieve success by balancing these three intelligences.
Optimalisasi Peran Guru PAI dan Budi Pekerti dalam Pembentukan Karakter Religius dan Moral Siswa di Era Digital Vernando, Tomi Okta; Junaidi, Isra; Fadriati
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1254

Abstract

This study explores the optimization of the roles of Islamic Education (PAI) and character education teachers in fostering students' religious and moral character in the digital era. It highlights the challenges posed by digital technology, which can influence students' values and behaviors. The research emphasizes the necessity for educators to adapt their teaching methods and integrate digital literacy into their curricula. By employing innovative strategies, teachers can effectively instill strong moral values and religious principles, preparing students to navigate the complexities of modern society. This paper concludes that a collaborative effort among educators, parents, and the community is essential for nurturing well-rounded, ethically grounded individuals.
Educational Evaluation Management From The Perspective Of Surah Al-Fatihah Muwatto, Muhammad; Subhan; Thohri, Muhammad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1264

Abstract

Dalam upaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam sistem pendidikan modern, penelitian ini mengeksplorasi penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Surat Al-Fatihah dalam manajemen evaluasi pendidikan. Dalam konteks pendidikan yang semakin kompleks, integrasi spiritualitas dan moralitas menjadi sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menganalisis berbagai sumber yang berkaitan dengan Surat Al-Fatihah dan praktik evaluasi pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam Surat Al-Fatihah, seperti kepatuhan kepada Allah, rasa syukur, dan tawakkal, dapat diintegrasikan ke dalam berbagai teknik evaluasi, termasuk penilaian formatif dan penilaian sikap. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan pendekatan holistik dalam evaluasi—yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor—dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Selain itu, umpan balik yang konstruktif dan berbasis nilai dapat memotivasi siswa untuk lebih berfokus pada proses belajar daripada hanya hasil akhir. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar institusi pendidikan mengembangkan rubrik penilaian yang mencakup aspek spiritual dan moral, serta melibatkan kolaborasi yang erat antara guru, siswa, dan orang tua. Dengan demikian, manajemen evaluasi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai dalam Surat Al-Fatihah tidak hanya akan meningkatkan kualitas akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa yang baik, sesuai dengan tujuan pendidikan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada pengembangan karakter. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan yang lebih integratif dan berkarakter di Indonesia. In an effort to integrate spiritual values into the modern education system, this study explores the application of the values contained in Surah Al-Fatihah in educational evaluation management. In an increasingly complex educational context, the integration of spirituality and morality is crucial to forming a well-rounded student character. This research uses a qualitative approach with a literature study method, analysing various sources related to Surat Al-Fatihah and educational evaluation practices. The research findings show that the values in Surat Al-Fatihah, such as obedience to Allah, gratitude, and tawakkal, can be integrated into various evaluation techniques, including formative assessment and attitude assessment. The results of the analysis show that the application of a holistic approach in evaluation which includes cognitive, affective, and psychomotor aspects can improve the quality of learning and student learning outcomes. In addition, constructive and value-based feedback can motivate students to focus more on the learning process rather than just the end result. Based on the research results, it is recommended that educational institutions develop assessment rubrics that include spiritual and moral aspects and involve close collaboration between teachers, students, and parents. Thus, educational evaluation management based on the values in Surah Al-Fatihah will not only improve academic quality but also shape good student character, in accordance with the goals of education that is more comprehensive and orientated towards character development. This research is expected to make a significant contribution to the development of a more integrative and character-orientated education in Indonesia