cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai-Nilai Moderasi Beragama: Tinjauan Literatur Bustari; Kustati, Martin; Sepriyanti, Nana; Kurnia, Asraf; Enjoni
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai-nilai moderasi beragama. PAI memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, baik dalam aspek moral, spiritual, dan sosial. Kurikulum PAI yang berbasis moderasi beragama diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai seperti toleransi, empati, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur untuk menganalisis tantangan yang dihadapi dalam pendidikan agama dan merumuskan tujuan kurikulum yang mengintegrasikan pengembangan karakter dan pemahaman keberagaman. Selain itu, penelitian ini membahas pentingnya pengembangan konten kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk penggunaan teknologi dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat pembelajaran lebih efektif dan menarik. Profesionalisme guru menjadi aspek penting dalam implementasi kurikulum ini, yang dicapai melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi. Evaluasi dan pemantauan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan efektivitas dan relevansi kurikulum yang diterapkan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam membentuk generasi muda yang toleran, berpengetahuan luas, dan memiliki karakter yang kuat untuk berkontribusi positif dalam kehidupan sosial. This study aims to examine the reconstruction of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum based on the values of religious moderation. PAI plays a significant role in shaping students' character in moral, spiritual, and social aspects. The curriculum based on religious moderation is expected to instill values such as tolerance, empathy, justice, and respect for differences. This research uses a literature review method to analyze the challenges faced in religious education and to formulate curriculum objectives integrating character development and understanding of diversity. Furthermore, the study discusses the importance of developing curriculum content that aligns with current trends, including the use of technology in learning to enhance student engagement and make learning more effective and enjoyable. Teacher professionalism is a key element in the curriculum's implementation, achieved through training and competency development. Curriculum evaluation and monitoring should be conducted continuously to ensure its effectiveness and relevance. The findings of this study are expected to contribute to the formation of a knowledgeable, tolerant generation with strong character capable of positively contributing to society
Studi Komparasi Model Activity-Based Costing (ABC) dengan Model Tradisional dalam Estimasi Biaya Satuan Pendidikan Ridlo, Wildani; Nur Sofiana, Arina; shaleh, Shaleh
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1196

Abstract

Kompleksitas pengelolaan keuangan lembaga pendidikan memunculkan kebutuhan akan model akuntansi yang lebih akurat dan responsif. Dalam konteks ini, model Activity-Based Costing (ABC) menawarkan pendekatan inovatif dalam mengidentifikasi dan menganalisis struktur biaya pendidikan. Melalui kajian literatur dan analisis data sekunder, studi mengeksplorasi keunggulan model ABC dibandingkan model akuntansi tradisional. Temuan mengungkapkan kemampuan ABC dalam menelusuri biaya berdasarkan aktivitas spesifik, menghasilkan pemetaan keuangan yang lebih presisi dan mengatasi distorsi biaya yang inherent dalam model konvensional. Implikasi penelitian menunjukkan potensi signifikan ABC dalam meningkatkan pengambilan keputusan strategis, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan kelembagaan. Namun, keterbatasan data sekunder membatasi generalisasi temuan, yang mendorong perlunya penelitian lanjutan dengan cakupan lebih komprehensif. The complexity of financial management of educational institutions raises the need for a more accurate and responsive accounting model. In this context, the Activity-Based Costing (ABC) model offers an innovative approach in identifying and analyzing the structure of education costs. Through literature review and secondary data analysis, the study explores the advantages of the ABC model over traditional accounting models. The findings reveal ABC's ability to trace costs based on specific activities, resulting in more precise financial mapping and overcoming cost distortions inherent in conventional models. The implications of the study show the significant potential of ABC in improving strategic decision-making, transparency, and accountability of institutional financial management. However, the limitations of secondary data limit the generalization of the findings, which encourages the need for further research with more comprehensive coverage.
Menggali Dampak Penerapan Kurikulum Merdeka: Tinjauan antara Keunggulan, Manfaat dan Persepsi Negatif Nurphi, Meiria; Asy'arie, Bima Fandi; Ma'ruf, Rachmad Arif; Mariyana, Weni
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan dampak penerapan antara keunggulan, manfaat, serta persipsi negatif atas Kurikulum Merdeka di sekolah dan madrasah. Penelitian ini adalah kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari tiga sumber “Google Scholar”, “ScienceDirect”, dan “DOAJ”. Adapun temuan dalam diskusi ini. Pertama, Kurikulum merdeka memiliki banyak keuntungan bagi guru, sekolah, dan madrasah. Ini termasuk peningkatan kreativitas guru dalam mengajar, fleksibilitas pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, dan otonomi sekolah dan madrasah untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan potensi siswa dan keadaan lokal. Kedua, manfaat Kurikulum Merdeka yaitu, meningkatkan kreativitas dan kemandirian siswa, memberi guru kebebasan untuk memilih pendekatan pengajaran, memberikan fleksibilitas bagi sekolah dalam merancang kurikulum, dan mengintegrasikan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan lingkungan sosial dan kehidupan nyata siswa. Ketiga, dampak negatif kurikulum merdeka meliputi, ketidakjelasan dalam pemahaman materi; ketersediaan sumber daya yang tidak merata; pembagian waktu yang tidak seimbang; adanya tekanan untuk memilih bidang studi; berpengaruh pada lingkungan sosial. Untuk mengatasi efek tersebut, maka diperlukan pelatihan guru yang lebih merata, bimbingan yang lebih intensif bagi siswa dalam memilih mata pelajaran, penyediaan sumber daya pendidikan yang setara di semua sekolah dan madrasah, serta penyeimbangan alokasi waktu belajar untuk mencegah ketimpangan dalam prestasi akademik.
Pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis di Era Disrupsi: Rekonstruksi Melalui Tinjauan Literatur Sistematis Abrar, Khairul; Syafruddin; Rehani
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1200

Abstract

Pendidikan Al-Qur'an dan Hadis di era disrupsi menghadapi tantangan besar yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan perubahan sosial. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran tanpa mengurangi esensi serta nilai-nilai inti Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis dapat beradaptasi dengan perubahan zaman, memanfaatkan teknologi, dan tetap menjaga nilai-nilai tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis berbagai sumber yang relevan terkait pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis di era digital. Data yang digunakan meliputi artikel jurnal, buku, laporan penelitian, serta studi kasus yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi, seperti pembelajaran daring dan aplikasi digital, telah meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas dalam pembelajaran. Meskipun demikian, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi dalam pembelajaran. Hal ini dapat dicapai dengan mengintegrasikan halaqah virtual serta memastikan penguatan nilai-nilai moral dalam proses belajar. Program digital yang sukses, seperti MOOCs dan pembelajaran berbasis proyek, membuktikan bahwa teknologi dapat digunakan secara efektif tanpa mengabaikan nilai inti Islam. Kesimpulannya, pendidikan Al-Qur'an dan Hadis di era disrupsi dapat terus berkembang dengan menggabungkan teknologi dan pendekatan pedagogis yang tetap mempertahankan nilai-nilai Islam. Qur'an and Hadith education in the era of disruption faces significant challenges influenced by technological advancements and social changes. One of the main challenges is how to integrate technology into learning without diminishing the essence and core values of Islam. This article aims to explore how Qur'an and Hadith education can adapt to changing times, utilize technology, and still preserve traditional values. The methodology used in this study is a systematic literature review, identifying, analyzing, and synthesizing various relevant sources related to Qur'an and Hadith education in the digital era. The data used includes journal articles, books, research reports, and case studies related to the use of technology in religious education. The findings show that technology, such as online learning and digital applications, has improved accessibility and flexibility in education. However, it is crucial to maintain a balance between modernity and tradition in teaching. This can be achieved by integrating virtual halaqah and ensuring the reinforcement of moral values throughout the learning process. Successful digital programs, such as MOOCs and project-based learning, demonstrate that technology can be effectively used without neglecting the core values of Islam. In conclusion, Qur'an and Hadith education in the era of disruption can continue to evolve by combining technology with pedagogical approaches that maintain Islamic values.
The Impact of Colonialism on the Islamic Education System: Changes in Education Systems in Colonized Regions Such as Indonesia, India, and North Africa Irwandi Siregar, Hendra; Nurdin Malayu, Owi Ali; Nasution, Abdusima
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1201

Abstract

This study examines the impact of colonialism on the Islamic education system in colonized regions such as Indonesia, India, and North Africa, using a literature review method. The research finds that colonialism brought significant changes to the Islamic education system, both structurally and curricular. In Indonesia, the influence of Dutch colonialism is evident in the introduction of Western-based formal education, which shifted the position of traditional madrasas, although these institutions managed to survive by adopting modern curricula. In India, British colonialism introduced Western education, influencing the madrasa system with the adoption of some modern elements in its teaching. Meanwhile, European colonialism in North Africa created a dynamic interplay between Islamic traditions and modernity, leading to changes that reflect a compromise between local values and foreign influences. In conclusion, colonialism not only transformed the landscape of Islamic education in these regions but also drove adaptation and innovation within Islamic educational institutions to maintain their relevance amidst changing times.
Desain Kurikulum Bahasa Arab untuk Keperluan Khusus Insani, Razik; Ridho, Ubaid; Maswani
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1214

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat pertumbuhan signifikan dalam kebutuhan untuk mempelajari bahasa Arab dengan tujuan khusus, seperti bidang diplomasi, bisnis, pendidikan, serta pariwisata. Kurikulum pembelajaran bahasa Arab untuk tujuan khusus berfungsi sebagai jembatan antara bahasa dan konteks di mana bahasa tersebut digunakan. Dalam konteks ini, institusi pendidikan memiliki peran kunci dalam membentuk kurikulum yang memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini tidak lain adalah untuk menelaah lebih mendalam terkait desain kurikulum bahasa Arab ntuk keperluan khusus tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk menggali, menganalisis, dan mensintesis berbagai literatur terkait desain kurikulum Bahasa Arab yang relevan dengan kebutuhan khusus tertentu. Data diperoleh dari berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, laporan penelitian, dokumen kebijakan pendidikan, dan karya ilmiah lainnya yang membahas topik desain kurikulum, pembelajaran Bahasa Arab, dan pendidikan untuk tujuan khusus (ESP/English for Specific Purposes sebagai analogi). Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa desain pengembangan kurikulum pembelajaran Bahasa Arab yang tepat dapat memiliki dampak signifikan dalam konteks penggunaan bahasa secara praktis. Rancangan tentang metode dan model pembelajaran, serta media pembelajaran harus dirancang sesuai kebutuhan masing-masing siswa. Selain itu, pendekatan yang lebih komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Arab juga memberikan hasil yang positif. In the recent years, there has been a significant growth in the need to learn Arabic for specialised purposes, such as fields of diplomacy, business, education, as well as tourism. The learning curriculum Arabic for special purposes serves as a bridge between the language and the the context in which the language is used. In this context, educational institutions educational institutions have a key role in shaping a curriculum that meets the the needs of society and the world of work. The purpose of this of this research is to examine in more depth the design of the Arabic Arabic language curriculum design for these special purposes. The method used in this research is descriptive qualitative. This approach This approach was chosen to explore, analyse, and synthesise various literatures related to the design of an Arabic curriculum design that is relevant to certain special needs. Data obtained from various written sources, such as books, scientific journals, articles, research reports, education policy documents, and other scholarly works that discussing the topics of curriculum design, Arabic language learning, and education for special purposes (ESP/English for (ESP/English for Specific Purposes as an analogy). In this research, it was found that an appropriate curriculum development design can have a significant impact in the context of practical language use in the context of practical language use. The design of learning methods and models, as well as learning methods and models, as well as learning media should be designed according to the needs of each student. Besides In addition, a more communicative approach to Arabic language learning has also gives positive results
Manhaj Al-Khash: Studi atas Tafsir Fath Al-Qadir Karya Imam Al-Syaukani pada QS. Al-Hajj Fangesty, Maolidya Asri Siwi; Ikhsan, Mocammad; Hamdan Taviqillaah, Muhamad; Zulaiha, Eni; Taufiq, Wildan; M. Yunus, Badruzzaman
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1215

Abstract

Manhaj tafsir merupakan salah satu aspek dalam disiplin ilmu Tafsir Al-Qur’an yang digunakan untuk melihat kecenderungan dari suatu kitab tafsir. Penelitian ini berusaha untuk melihat kecenderungan Kitab Tafsir Fath Al-Qadir pada QS. Al-Hajj karya Imam Al-Syaukani, baik ditinjau metode umumnya maupun metode khususnya. Penelitian ini dirasa penting dilakukan karena ingin mengetahui kecenderungan Al-Syaukani dalam menafsirkan Al-Qur’an pada karya tafsirnya tersebut, karena diketahui ia berasal dari latar belakang lingkungan Syi’ah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan penyajian analisis deskriptif yang pengumpulan datanya menggunakan studi literatur. Penulis berkesimpulan bahwa Al-Syaukani dalam metode umumnya, ia menggunakan metode tahlili dan dominan menggunakan sumber bi al-ra’y, sedangkan metode khususnya selalu konsisten dengan sebelas langkahnya, seperti menyajikan ayat dan mengelompokkannya ke dalam kelompok ayat tertentu, menganalisis bahasa, menyebutkan riwayat-riwayat yang terkait, dll. Adapun dugaan kecenderungan Syi’ah, penulis tidak menemukannya pada penafsiran Al-Syaukani di dalam QS. Al-Hajj tersebut. Manhaj tafsir is one aspect in the discipline of Tafsir Al-Qur'an which is used to see the tendency of a book of interpretation.This study attempts to see the tendency of the Book of Tafsir Fath Al-Qadir in QS.Al-Hajj by Imam Al-Syaukani, both in terms of its general method and its special method.This study is considered important to be carried out because it is intended to determine Al-Syaukani's tendency in interpreting the Qur'an in his tafsir work, because it is known that he came from a Shiite background.This study is a qualitative study with the presentation of descriptive analysis whose data collection uses literature studies.The author concludes that Al-Syaukani in his general method, he uses the tahlili method and predominantly uses bi al-ra'y sources, while his special method is always consistent with his eleven steps, such as presenting verses and grouping them into certain groups of verses, analyzing language, mentioning related narrations, etc. As for the alleged Shiite tendency, the author did not find it in Al-Syaukani's interpretation in QS. Al-Hajj.
Eksplorasi Legalitas Kontrak Bank Digital Pada Produk NOW Savings Bank Neo Commerce Zahrah, Jamilatuz
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1220

Abstract

Transformasi pada sektor perbankan memumunculkan perbankan digital dengan menjalankan prinsip efisiensi, aksesibilitas dan akuntabilitas merubah paradigma perbankan nasional. Perbankan digital menawarkan sebuah produk keuangan yang berbasis tabungan akan tetapi berbunga layaknya deposito dengan keunggulan-keunggulan yang ditawarkan diantaranya produk Now Savings dari Bank Neo Commerce. Produk ditawarkan kepada nasabah menggunakan kontrak digital dikarenakan ekosistim perbankan berbasis digital, dan dari produk tersebut menggunakan kontrak yang berbeda dengan kontrak tabungan yang ada di perbankan tradisional, sehingga perlu diteliti lebih mendalam terkait kontrak produk keuangan tersebut. Penelitian ini akan berfokus pada aspek hukum kontrak yang mengkaji kontrak produk keuangan bank digital menggunakan hukum kontrak yang diterapkan di indonesia. Penelitian hukum normatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Data primer bersumber dari klausula-klausula kontrak digital yang ditawarkan dan bersifat open acces yang nantinya dianalisis dengan menggunakan teori kontrak klasik. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan ditemukan bahwasannya produk bank digital Now Saving Bank Neo Commerce merupakan inovasi keuangan digital yang melindung value dana nasabah dari inflasi, selain itu memberikan sebuah inovasi kontrak yang berbeda dari produk keuangan bank tradisional, akan tetapi kontrak yang digunakan tidak sama seperti kontrak deposito. Penelitian ini merekomendasikan kepada pemangku kepentingan dan pihak penyelenggara bank digital harus memiliki sistem elektronik yang handal untuk melindungi dana nasabah pada produk keuangan yang telah ditawarkan dan kontrak yang dipergunakan telah memenuhi unsur yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan Transformation in the banking sector has given rise to digital banking by implementing the principles of efficiency, accessibility, and accountability, changing the paradigm of national banking. Digital banking offers a financial product that is based on savings but bears interest like a deposit, with the advantages offered including the Now Savings product from Bank Neo Commerce. The product is offered to customers using a digital contract because the banking ecosystem is digitally based, and this product uses a contract that is different from the savings contract in traditional banking, so it is necessary to study more deeply regarding the contract for the financial product. This study will focus on the legal aspects of the contract that examines the contract for digital bank financial products using the contract law applied in Indonesia. Normative legal research is used in this study using a statutory regulatory approach. Primary data comes from the clauses of the digital contract that are offered and are open access, which will later be analysed using classical contract theory. Based on the results of the analysis carried out, it was found that the Now Saving Bank Neo Commerce digital bank product is a digital financial innovation that protects the value of customer funds from inflation, in addition to providing a contract innovation that is different from traditional bank financial products, but the contract used is not the same as a deposit contract. This study recommends that stakeholders and digital bank organisers must have a reliable electronic system to protect customer funds in financial products that have been offered and the contracts used have met the elements mandated by laws and regulations.
The Relevance ff Law Number 12 Of 2022 on Efforts To Protect The Rights ff Women Victims ff Sexual Harassment Feminist Legal Theory Perspective Faqih Fiddin, Abdullah; Kusumawati, Ita Rahmania
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1230

Abstract

Kejadian pelecehan seksual termasuk cat calling merupakan suatu bentuk kekerasan pada Perempuan yang menjadi sebuah permasalahan khusus yang sering terjadi disekitar kita. Terlebih yang terjadi dilingkungan kampus yang korbannya tentunya para mahasiswi yang berada dikampus tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis relevansi Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam upaya perlindungan hak Perempuan korban pelecehan seksual, khususnya cat calling dengan menggunakan perspektif feminist legal theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data utama berupa wawancara dengan mahasiswi kampus Unhasy yang mengalami cat calling. Selain itu data juga diperoleh melalui observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan interpretasi. Merujuk pada hasil penelitian menunjukan bahwa UU Nomor 12 Tahun 2022 memiliki relevansi dalam upaya perlindungan hak Perempuan korban pelecehan seksual termasuk cat calling. Namun perspektif feminist legal theory mengkritisi adanya bias patriarki yang dapat menghambat keadilan serta kesetaraan gender dalam perlindungan hukum. Hal inilah yang menjadi sorotan tentang pentingnya pemberdayaan Perempuan dan penghapusan diskriminasi dalam upaya mencapai keadilan dan perlindungan hak Perempuan. Incidents of sexual harassment, including catcalling, are a form of violence against women which is a special problem that often occurs around us. Moreover, what happened on campus was that the victims were of course female students on campus. This research aims to analyze the relevance of Law Number 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence in efforts to protect the rights of women who are victims of sexual harassment, especially catcalling, using a feminist legal theory perspective. This research uses a qualitative approach with the main data source being interviews with Unhasy campus students who experienced catcalling. Apart from that, data was also obtained through observation and documentation studies. Data analysis was carried out using descriptive and interpretation methods. Referring to the research results, show that Law Number 12 of 2022 has relevance in efforts to protect the rights of women who are victims of sexual harassment, including catcalling. However, the feminist legal theory perspective criticizes the existence of patriarchal bias which can hinder justice and gender equality in legal protection. This highlights the importance of empowering women and eliminating discrimination in efforts to achieve justice and protect women's rights.
Evaluasi Sistem Manajemen Pendidikan Islam: Analisis Literatur Sistematik untuk Perbaikan Kebijakan Abrar, Khairul; Sabri, Ahmad; Remiswal
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem manajemen pendidikan Islam di Indonesia melalui analisis literatur sistematik, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kebijakan pendidikan. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis penelitian yang relevan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Berdasarkan analisis terhadap 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, penelitian ini menemukan bahwa manajemen pendidikan Islam perlu beradaptasi dengan tantangan zaman, termasuk globalisasi dan kemajuan teknologi informasi. Faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas sistem manajemen meliputi manajemen mutu pendidikan, pengelolaan sumber daya keuangan, pengembangan tenaga pendidik, dan penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan pendidikan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip manajemen mutu, pengelolaan keuangan yang efektif, dan pengembangan profesionalisme pendidik dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Penelitian ini juga mengidentifikasi pentingnya kolaborasi antara pengelola pendidikan, pendidik, dan masyarakat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Berdasarkan temuan-temuan ini, artikel ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia, agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan global. This study aims to evaluate the Islamic education management system in Indonesia through a systematic literature analysis, focusing on identifying the factors that influence the effectiveness of educational policies. The Systematic Literature Review (SLR) method is used to identify, evaluate, and synthesize relevant studies over the past 10 years. Based on the analysis of 30 articles that met the inclusion criteria, this research found that the management of Islamic education needs to adapt to the challenges of the times, including globalization and advancements in information technology. Key factors influencing the effectiveness of the management system include education quality management, financial resource management, educator development, and the implementation of information technology in educational management. The findings of this study indicate that the application of quality management principles, effective financial management, and the professional development of educators can improve the quality of Islamic education. This study also highlights the importance of collaboration between education managers, educators, and the community to achieve the desired educational goals. Based on these findings, this article provides recommendations for improving Islamic education policies in Indonesia to be more adaptive and responsive to community needs and global challenges

Page 11 of 22 | Total Record : 220