cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Peran Gotong Royong dalam Mekanisme Penguatan Toleransi dan Kohesi Sosial di Masyarakat Multikultural di Desa Suro Tambak Ayu Parasvati, Desvita; Wulandari, Diana Putri; Hermawan Wibisono, Ditho; Wulandari, Devi; Nimah, Rodhotun
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1302

Abstract

Toleransi adalah fondasi untuk mewujudkan HAM (Hak Asasi Manusia) dan perdamaian. Intoleransi adalah pelanggaran pada kebebasan berkeyakinan dan beragama, terjadi karena kesalahpahaman komunikasi atau pendapat akibat perkembangan globalisasi saat ini. Multikulturalisme adalah perbedaan budaya di masyarakat terkini. Pada dasarnya, toleransi yaitu menghargai serta menghormati hak orang lain. Tujuan penulis melakukan pengabdian di masyarakat desa Suro – Tambak untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh masyarakat terkait dengan toleransi. tersebut. Era modern saat ini mempengaruhi sikap toleransi yang berdampak negatif pada intoleransi di masyarakat. Kurangnya sosialisasi tentang pengertian dan pemahaman toleransi beragama sejak dini menjadi salah satu alasan individu bersikap intoleransi. Adanya sikap intoleransi juga dapat disebabkan oleh sikap individualisme. Penulis melakukan pengabdian masyarakat dengan menggunakan data kualitatif yaitu data yang bukan berupa angka, karena data yang dihasilkan lebih detail dan lebih rinci. Dari metode pengabdian masyarakat tersebut, penulis melakukan kegiatan sosialisasi untuk memupuk toleransi dan kegiatan gotong royong membersihkan tempat ibadah, yang bertujuan untuk meningkatkan toleransi di lingkungan masyarakat di Desa Suro - Tambak, Mojosongo, Boyolali.ungkin di Desa Suro - Tambak ada beberapa masyarakat yang sibuk bekerja sehingga tidak dapat dipungkiri menimbulkan sikap individualis tersebut. Bagaimana pun mayoritas masyarakat di Desa Suro - Tambak memiliki toleransi yang kuat walaupun mereka berbeda agama. Tolerance is the foundation for realizing human rights and peace. Intolerance is a violation of freedom of belief and religion, occurring due to misunderstandings in communication or opinions due to the current development of globalization. Multiculturalism is the cultural differences in current society. Basically, tolerance is respecting and respecting the rights of other people. The author's aim is to carry out community service in the Suro – Tambak village community to find out the problems experienced by the community related to tolerance. the. The current modern era influences attitudes of tolerance which have a negative impact on intolerance in society. Lack of socialization regarding the meaning and understanding of religious tolerance from an early age is one of the reasons individuals behave intolerantly. The existence of an attitude of intolerance can also be caused by an attitude of individualism.The author conducts community service using qualitative data, namely data that is not in the form of numbers, because the data produced is more detailed and more detailed. From the community service method, the author conducts socialization activities to foster tolerance and mutual cooperation activities to clean places of worship, which aim to increase tolerance in the community environment in Suro - Tambak Village, Mojosongo, Boyolali. Perhaps in Suro - Tambak Village there are some people who are busy working so that it is undeniable that this individualistic attitude arises. However, the majority of people in Suro - Tambak Village have strong tolerance even though they have different religions
Analisis Gaya Bahasa Kisah Al-Qur'an dan Cerpen Modern Perspektif Ilmu Bayan (Kisah Nabi Musa dan Khidir dan Cerpen fī al-qiṭār Karya Mahmud Taymur) Amarulloh; Sulthon, Athian; Nisa, Mauidlotun; Susiawati, Wati
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam kisah Al-Qur'an dan kisah modern dengan pendekatan ilmu bayan sebagai bagian dari stilistika. Studi ini menggunakan metode deskriptif untuk membandingkan kisah Nabi Musa dan Khidir dalam Al-Qur'an dengan cerpen في القطار karya Mahmud Taymur. Fokus penelitian terletak pada analisis tekstual untuk memahami dan membandingkan gaya bahasa dari perspektif ilmu bayan, dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Pendekatan ilmu bayan digunakan untuk mengungkap unsur keindahan bahasa, penggunaan majas, dan struktur naratif yang membangun makna dalam kedua teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Nabi Musa dan Khidir dalam Al-Qur'an kaya akan pesan moral, nilai spiritual, serta keindahan retorika melalui penggunaan tamsil, kinayah, dan isti’arah. Sementara itu, cerpen في القطار karya Mahmud Taymur menampilkan gaya bahasa modern yang menonjolkan detail kehidupan sosial melalui simbolisme dan alegori sebagai medium pengungkapan. Penelitian ini mengungkap bahwa meskipun berasal dari konteks yang berbeda—satu dari Al-Qur'an dan satu dari sastra modern—keduanya menggunakan gaya bahasa yang kaya akan simbol dan kiasan untuk menyampaikan kedalaman makna, baik dalam konteks spiritual maupun sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman intertekstualitas dan penerapan ilmu bayan dalam analisis sastra klasik dan modern, sekaligus memperkuat kajian hubungan antara sastra Islam dan kontemporer. This study aims to analyze the stylistic features of language in Qur'anic narratives and modern stories through the lens of Ilm al-Bayan as part of stylistics. A descriptive method is employed to compare the story of Prophet Musa and Khidr in the Qur'an with the short story Fī al-qiṭār by Mahmud Taymur. The study focuses on textual analysis to explore and compare the stylistic elements from the perspective of Ilm al-Bayan, using content analysis as the methodological approach. The Ilm al-Bayan framework is utilized to uncover the aesthetic aspects of language, the use of rhetorical devices, and the narrative structures that shape the meaning within both texts. The findings reveal that the Qur'anic story of Prophet Musa and Khidr is rich in moral messages, spiritual values, and rhetorical elegance through the use of similes, metaphors, and allegories. Meanwhile, Mahmud Taymur's Fī al-qiṭār showcases modern stylistic elements, emphasizing the details of social life through symbolism and allegory as mediums of expression. This study highlights that, despite their differing contexts—one rooted in the Qur'an and the other in modern literature—both texts exhibit a wealth of symbolic and figurative language to convey profound meanings, whether in spiritual or social dimensions. This research is expected to contribute to a deeper understanding of intertextuality and the application of Ilm al-Bayan in the analysis of classical and modern literature, while also strengthening the connection between Islamic and contemporary literature.
Demokrasi dan Kebijakan Publik dalam PP Nomor 21 Tahun 2024 Tentang Tabungan Penyelenggaraan Perumahan Rakyat Nur Khaliq, Muhammad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 1 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i1.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 2024 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) terhadap demokrasi dan kebijakan publik di Indonesia. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan akses masyarakat, khususnya yang memberikan dampak rendah, terhadap perumahan yang layak. Namun dalam proses pengurusannya, minimnya keterlibatan publik dan kurangnya transparansi menjadi isu penting yang mempengaruhi kualitas demokrasi partisipatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun kebijakan ini berpotensi memberikan solusi jangka panjang untuk masalah perumahan, implementasinya harus disertai dengan peningkatan mekanisme akuntabilitas dan keterbukaan agar sesuai dengan nilai-nilai demokrasi. Partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik perlu ditingkatkan untuk memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan bersifat inklusif dan berkeadilan This research aims to analyse the implications of Government Regulation (PP) No. 21 Year 2024 on Public Housing Savings (Tapera) on democracy and public policy in Indonesia. This policy was issued as part of the government's efforts to improve access to decent housing for people, especially those with low-income. However, in the process, the lack of public involvement and lack of transparency are important issues that affect the quality of participatory democracy. This research also found that although this policy has the potential to provide a long-term solution to the housing problem, its implementation must be accompanied by improved accountability and openness mechanisms to be in line with democratic values. Community participation in the public policy decision-making process needs to be increased to ensure that the resulting policies are inclusive and equitable
Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Pendidikan Islam dan Relevansinya Dengan Penddikan Islam Kontemporer Erliana, Leni; Normawati, Yeni Irma
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 1 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i1.1308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran Ibnu Khaldun tentang pendidikan Islam dan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Ibnu Khaldun, melalui karyanya "Muqaddimah," menyajikan pandangan yang mendalam tentang pendidikan yang mencakup metode pengajaran, tujuan pendidikan, dan peran ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan analisis teks-teks primer karya Ibnu Khaldun serta literatur sekunder yang membahas pemikirannya dan aplikasi dalam pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep pendidikan Ibnu Khaldun, seperti integrasi ilmu agama dan ilmu umum, pengembangan moral dan karakter, serta pendekatan pengajaran yang adaptif dan holistik, sangat relevan dengan tantangan pendidikan Islam masa kini. Temuan ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pendidikan yang diusulkan oleh Ibnu Khaldun dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam kontemporer, sehingga tetap relevan dan efektif dalam menghadapi dinamika zaman modern. This research aims to explore Ibn Khaldun's thoughts about Islamic education and its relevance to contemporary Islamic education. Ibn Khaldun, through his work "Muqaddimah," presents an in-depth view of education which includes teaching methods, educational goals, and the role of science. This research uses a library study method, with analysis of primary texts by Ibn Khaldun as well as secondary literature that discusses his thoughts and applications in contemporary Islamic education. The research results show that Ibn Khaldun's educational concepts, such as the integration of religious knowledge and general knowledge, moral and character development, as well as an adaptive and holistic teaching approach, are very relevant to the challenges of today's Islamic education. These findings indicate that the educational principles put forward by Ibn Khaldun can be adapted to improve the quality of contemporary Islamic education, so that it remains relevant and effective in facing the dynamics of the modern era.
Program Bina Pribadi Islam Untuk Orang Tua dalam Menumbuhkan Karakter Islami Anak Sutanti, Dini; Afandi, Nur Kholik
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1311

Abstract

Krisis moral yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama dalam konteks pendidikan karakter anak. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam menumbuhkan karakter Islami pada anak-anak mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, di mana penulis mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang membahas nilai-nilai Islam dalam pendidikan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter anak. Melalui praktik ibadah, saling menghormati, dan berbagi, anak-anak dapat menyerap nilai-nilai moral yang mendasari karakter Islami mereka. Selain itu, program pendidikan bagi orang tua terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mendidik anak secara Islami. Pembahasan dalam artikel ini menyoroti pentingnya menanamkan kualitas seperti kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial sejak usia dini. Dengan demikian, orang tua diharapkan dapat berperan aktif dalam membentuk generasi yang beretika dan berempati. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam menciptakan masyarakat yang lebih berbelas kasih dan adil. Melalui komunikasi terbuka dan contoh positif, orang tua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang tidak hanya memahami nilai-nilai Islam, tetapi juga mampu berkontribusi positif terhadap masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan strategi praktis bagi orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan nilai-nilai yang kuat. The moral crisis currently faced by Indonesian society is a serious challenge that requires special attention, especially in the context of children's character education. This article aims to explore the role of parents in fostering Islamic character in their children. The research method used is a literature study, in which the author collects and analyzes various relevant sources, including books, scientific journals, and articles that discuss Islamic values ​​in children's education. The results of the study indicate that parents who apply Islamic values ​​in their daily lives contribute significantly to the formation of children's character. Through the practice of worship, mutual respect, and sharing, children can absorb the moral values ​​that underlie their Islamic character. In addition, educational programs for parents have proven effective in improving their understanding and skills in educating children in an Islamic way. The discussion in this article highlights the importance of instilling qualities such as compassion, empathy, and social responsibility from an early age. Thus, parents are expected to be able to play an active role in shaping an ethical and empathetic generation. The conclusion of this study confirms that the role of parents is crucial in creating a more compassionate and just society. Through open communication and positive examples, parents can help their children grow into individuals who not only understand Islamic values, but are also able to contribute positively to society. This study is expected to provide practical strategies for parents in educating their children with strong values.
Implementasi Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang Syahri, Alfi; Harahap, Muhammad Riduan; Zuliana, Eka
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1347

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Implementasi Model Pembelajaran Course Review Horay di MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang. 2. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang. 3. Faktor pendukung dan penghambat implementasi Model Pembelajaran Course Review Horay dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang.. Jenis penelitian ini adalah kulitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1.Implementasi Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) diterapkan dengan efektif dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIS Amaliyah Ar Ridho mencakup kegiatan Review materi, kuis atau permainan, serta umpan balik yang dilakukan secara terstruktur. Perencanaan dan persiapan yang matang, serta dukungan dari fasilitas dan antusiasme guru, menjadi kunci keberhasilan metode ini. 2. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang diterima dengan baik oleh siswa, dengan banyak di antara mereka menghargai metode pembelajaran yang interaktif dan kreatif. Siswa menganggap topik-topik tertentu menjadi lebih menarik.3. Faktor Pendukung implementasi Model Pembelajaran Course Review Horay dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang adalah, antusiasme guru, keterlibatan aktif siswa, dan dukungan fasilitas: Sedangkan faktor penghambat diantaranya pengelolaan waktu, perbedaan kemampuan siswa:dan keterbatasan fasilitas berupa masalah teknis dengan fasilitas dapat mengganggu jalannya kegiatan CRH. The purpose of this study is to determine: 1. Implementation of Course Review Horay Learning Model at MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang. 2. Learning Islamic Cultural History at MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang. 3. Supporting and inhibiting factors for the implementation of Course Review Horay Learning Model in learning Islamic Cultural History at MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang. This type of research is qualitative. Research data were obtained from observation, interviews and documentation. The results of the study show that: 1. The implementation of the Course Review Horay (CRH) learning model is effectively applied in learning the History of Islamic Culture at MIS Amaliyah Ar Ridho including reviewing material, quizzes or games, and feedback that is carried out in a structured manner. Thorough planning and preparation, as well as support from facilities and teacher enthusiasm, are the keys to the success of this method. 2. Learning the History of Islamic Culture at MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang is well received by students, with many of them appreciating the interactive and creative learning methods. Students consider certain topics to be more interesting. 3. Supporting factors for the implementation of the Course Review Horay learning model in learning the History of Islamic Culture at MIS Amaliyah Ar Ridho Deli Serdang are teacher enthusiasm, active student involvement, and support from facilities: While inhibiting factors include time management, differences in student abilities: and limited facilities in the form of technical problems with facilities that can interfere with the course of CRH activities
Implementasi Model Pembelajaran Advokasi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Ma Al-Washliyah Sei Kepayang Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan Meilandari; Lubis, Khairuddin; Sundari, Dewi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1348

Abstract

Penelitian ini akan memberikan gambaran dan analisis tentang implementasi model pembelajaran advokasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah Al Washliyah Sei Kepayang. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini sumber data primer dan sumber data skunder. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran advokasi dalam pembelajaran aqidah akhlak di MA Al Washliyah Sei Kepayang, berjalan sesuai harapan, yaitu sesuai dengan kurikulum yang berlaku perpaduan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka,dengen perencanaan pembelajaran (RPP) yang sudah disusun oleh pengampu mata pelajaran aqidah akhlak sebelumnya dengan alokasi waktu yang telah di tentukan, dengan media yang di sesuaikan dengan materi. Model pembelajaran advokasi merupakan model yang mirip dengan debat yang menggunakan format setengah lingkaran. Sebagaian siswa membentuk setengah lingkaran untuk melakukan debat dan siswa lainnya berada di belakang lingkaran untuk menjadi pendengar kelompok diskusi. Hasil pembelajaran mata pelajaran aqidah akhlak setelah adanya penerapan model pembelajaran advokasi dalam pembelajaran aqidah akhlak di MA Al Washliyah Sei Kepayang, menurut peneliti, telah meningkat secara signifikan. Hal ini di buktikan dengan pernyataan guru penganpu mata pelajaran aqidah akhlak yang menyatakan bahwa para siswa mampu menerapakan hasil belajar di sekolah khususnya pada materi berlomba lomba dalam kebaikan. Faktor pendukung penerapan model advokasi adalah infrastruktur yang mendukung, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, adanya buku pedoman belaja ryang lengkap serta infrastruktur sekolah yang memadai. Faktor lain adalah keterbukaan dari peserta didik. Kebijakan sekolah mendukung. Sedangkan faktor penghambat penerapan model pembelajaran advokasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak di MA Al Washliyah Sei Kepayang adalah beragamnya karakteristik serta kepribadian siswa, serta perbedaan kecerdasan yang di miliki masing-masing siswa. This assessment will provide an overview and analysis of the implementation of the advocacy learning model in improving student learning outcomes in aqidah akhlak lessons at Madrasah Aliyah Al Washliyah sei kepayang. This type of research is field research, with the research approach being a qualitative approach. The data sources in this research is primary data and secondary data. Data collection methods with observation, interviews, documentation using descriptive qualitative data analysis techniques. The results showed that the implementation of the advocacy learning model in learning aqidah akhlak at MA Al Washliyah sei kepayang runs as expected, namely in accordance with the applicable curriculum, a combination of the 2013 curriculum with the independent curriculum with lesson planning (RPP) that has been prepared by the teacher of the aqidah akhlak subject beforehand with a predetermined time allocation, with media tailored to the material advocacy learning model is a model similar to a debate that uses a semicircle format. Some students form a semicircle to debate and other students are behind the circle to become listeners to the discussion group. the learning outcomes of aqidah akhlak subjects after the application of the advocacy learning model in aqidah akhlak learning at MA Al Washliyah sei kepayang according to researchers have increased significantly. This is evidenced by the statement of the aqidah akhlak subject teacher who stated that students were able to apply the learning outcomes at school, especially on the material of competing in goodness. The supporting factors for the application of the advocacy model are supporting infrastructure, the completeness of school facilities and infrastructure, the existence of a complete study guide and adequate school infrastructure. Another factor is the openness of students, supporting school policies. While the inhibiting factors for the application of the advocacy learning model to improve student learning outcomes in aqidah akhlak subjects at ma Al Washliyah sei kepayang are the diverse characteristics and personalities of students and the differences in intelligence that each student has
Analisis Pengembangan Sumber Belajar Fiqih di MTs Swasta Darul Ulum Budi Agung Wildan, Muhammad Haikal; Nasution, Hasnil Aida; Dahrul
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui jenis sumber belajar yang di gunakan dalam pembelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Ulum Budi Agung. 2. Untuk mengetahui pengembangan sumber belajar fiqih yang dikembangkan oleh guru Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Ulum Budi Agung. 3. Untuk mengetahui kendala dan solusi dalam pengembangan sumber belajar fiqih yang dikembangkan oleh guru Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Ulum Budi Agung.. Jenis penelitian ini adalah kulitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1. Jenis sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Ulum Budi Agung masih didominasi oleh buku teks yang disediakan oleh Kementerian Agama. Kitab kuning dan modul tambahan juga digunakan sebagai referensi untuk memperkaya pemahaman siswa terhadap hukum-hukum Islam yang lebih mendalam. Meskipun demikian, ada upaya untuk memanfaatkan teknologi, seperti penggunaan video pembelajaran dan e-book, meskipun penggunaannya masih terbatas. 2. Pengembangan sumber belajar fiqih yang dikembangkan oleh guru Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Ulum Budi Agung telah dilakukan dengan berbagai cara, termasuk penggunaan buku teks, modul buatan guru, serta referensi dari kitab klasik. Para guru juga mulai memanfaatkan teknologi, meskipun penggunaannya masih terbatas akibat kendala teknis seperti ketersediaan perangkat dan akses internet. 3. Kendala dalam pengembangan sumber belajar fiqih yang dikembangkan oleh guru Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Ulum Budi Agung diantaranya keterbatasan infrastruktur teknologi, keterbatasan waktu guru untuk mengembangkan materi pembelajaran karena beban administratif yang cukup besar, kurangnya keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai sumber belajar dan keterbatasan akses terhadap referensi kontemporer dan literatur tambahan yang relevan dengan Fikih. Sedangkan solusi yang telah diterapkan atau direncanakan untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain: pelatihan teknologi bagi guru untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan media digital, peningkatan infrastruktur teknologi, dan kolaborasi antar-guru dalam mengembangkan sumber. The objectives of this study are: 1. To determine the types of learning resources used in fiqh learning at Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Budi Agung. 2. To determine the development of fiqh learning resources developed by teachers of Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Budi Agung. 3. To determine the obstacles and solutions in the development of fiqh learning resources developed by teachers of Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Budi Agung. This type of research is qualitative. Research data were obtained from observation, interviews and documentation. The results of the study show that: 1. The types of learning resources used in fiqh learning at the Darul Ulum Budi Agung Junior High School are still dominated by textbooks provided by the Ministry of Religion. Yellow books and additional modules are also used as references to enrich students' understanding of Islamic laws in more depth. However, there are efforts to utilize technology, such as the use of learning videos and e-books, although their use is still limited. 2. The development of fiqh learning resources developed by teachers at the Darul Ulum Budi Agung Junior High School has been carried out in various ways, including the use of textbooks, teacher-made modules, and references from classical books. Teachers have also begun to utilize technology, although its use is still limited due to technical constraints such as the availability of devices and internet access. 3. Constraints in the development of fiqh learning resources developed by teachers at the Darul Ulum Budi Agung Junior High School include limited technological infrastructure, limited time for teachers to develop learning materials due to the large administrative burden, lack of teacher skills in utilizing technology and digital media as learning resources and limited access to contemporary references and additional literature relevant to Fiqh. Meanwhile, solutions that have been implemented or planned to overcome these obstacles include: technology training for teachers to improve their skills in utilizing digital media, improving technology infrastructure, and collaboration between teachers in developing learning resources
Menurut Perspektif Akademisi Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Tentang Surat Adduha Terhadap Harapan Dan Ketahanan Manusia Modern Dalam Kajian Studi Asbabun Nuzul, Serta Aspek Tafsir dan Implementasinya Damanik, Agusman; Ramadhan, Muhammad Gilang; Batu Bara, Wahyu Apriandi; Febriansyah Harahap, Muhammad Rivan; Indriyanti, Nur Aulia
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1352

Abstract

Tujuan Penulisan ini adalah untuk menganalisis hubungan yang mendalam antara Surat Ad-Duha (Surat ke-93 dalam Al-Quran) dan dinamika kehidupan manusia modern. Dalam konteks ini, kajian mengulas bagaimana pesan-pesan Al-Quran dapat berfungsi sebagai pemandu menghadapi tantangan zaman seperti kesepian, stres, dan materialisme, serta membangun optimisme, kedamaian batin, dan keseimbangan spiritual di tengah krisis hidup. Penafsiran Surat Ad-Duha, serta asbabun nuzul (sebab turunnya) memiliki implikasi luas terhadap kehidupan sehari-hari manusia masa kini. Analisis ini menunjukkan bagaimana pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, meskipun turun dalam konteks spesifik, tetap relevan sebagai penyeimbang kehidupan modern yang kompleks dan penuh tantangan. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penelitian berfokus pada eksplorasi mendalam terhadap sumber-sumber terkait seperti kitab tafsir, hadits, dan karya tulis lain untuk mendeskripsikan serta mengkritisi konteks dan relevansi pesan Al-Quran yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa Surat Ad-Duha membawa pesan-pesan transformatif yang tetap relevan dalam kehidupan manusia modern. Pesan-pesan tersebut mencakup keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, syukur atas nikmat-Nya, kesabaran menghadapi ujian hidup, optimisme serta harapan yang kokoh, dan pentingnya hubungan yang harmonis dengan sesama, yang kesemuanya mampu menjadi panduan spiritual di tengah arus perubahan zaman. Novelty (Keunikan) analisis yang sangat signifikan ini terletak pada pendekatan komprehensif yang mengaitkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan konteks kehidupan kekinian secara kritis. Pendekatan ini memperjelas bahwa pesan ilahi yang terkandung dalam Surat Ad-Duha dapat berfungsi sebagai solusi praktis bagi tantangan psikologis, sosial, dan spiritual yang dihadapi manusia modern. The purpose of this writing is to analyze the profound relationship between Surah Ad-Duha (the 93rd chapter of the Quran) and the dynamics of modern human life. In this context, the study explores how the messages of the Quran can serve as a guide for facing contemporary challenges such as loneliness, stress, and materialism, while fostering optimism, inner peace, and spiritual balance amid life's crises. The interpretation of Surah Ad-Duha, as well as its asbabun nuzul (the reasons for its revelation), holds broad implications for the daily lives of people today. This analysis demonstrates how its messages, despite being revealed in a specific context, remain relevant as a balancing force in a complex and challenging modern life. The research employs a qualitative-descriptive method with a library study approach, focusing on an in-depth exploration of related sources such as tafsir books, hadith, and other written works to describe and critically assess the context and relevance of the Quranic messages under study. The study’s findings indicate that Surah Ad-Duha delivers transformative messages that remain highly relevant to modern human life. These messages include a strong faith in Allah SWT, gratitude for His blessings, patience in facing life's trials, unwavering optimism and hope, and the importance of harmonious relationships with others. Together, these values can serve as a spiritual guide amidst the tides of changing times. The novelty (uniqueness) of this analysis lies in its comprehensive approach, which critically links the Quranic verses to the context of contemporary life. This approach clarifies that the divine messages within Surah Ad-Duha can serve as practical solutions to the psychological, social, and spiritual challenges faced by modern humans.
Pemikiran Filsafat Patristik: Implikasi Bagi Kehidupan Modern Wulandari, Astri; Simamora, Lira Zufika; Syahduhan, Aan; Syahputra, Heru
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1353

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran filsafat patristik, yaitu filsafat yang berkembang pada era gereja awal yang memadukan ajaran Kristen dengan tradisi filsafat Yunani, seperti Platonisme dan Neo-Platonisme. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan analisis historis dan interpretatif terhadap karya-karya utama para filsuf patristik serta refleksi terhadap relevansinya dalam konteks kehidupan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat patristik menawarkan pandangan yang mendalam tentang harmoni antara spiritualitas dan intelektualitas, yang dapat menjadi solusi bagi tantangan modern seperti krisis moral, alienasi spiritual, dan konflik antara ilmu pengetahuan dan agama. This study examines the philosophy of patristics, a branch of philosophy developed during the early church era that integrates Christian teachings with Greek philosophical traditions such as Platonism and Neo-Platonism. The study employs a literature review method with historical and interpretative analysis of the primary works of patristic philosophers and reflections on their relevance in the context of contemporary life. The findings reveal that patristic philosophy offers profound insights into the harmony between spirituality and intellectuality, which can serve as solutions to modern challenges such as moral crises, spiritual alienation, and conflicts between science and religion.