cover
Contact Name
Tjahjono Prasodjo,
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274-513096
Journal Mail Official
baktibudaya.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Poerbatjaraka Building 2nd Floor, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada Sosiohumaniora St. No.3, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26559846     DOI : https://doi.org/10.22146
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat [BB] bertujuan untuk menerbitkan naskah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Tulisan yang dimuat berupa analisis temuan atau refleksi kegiatan PkM yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, sasaran PkM, hasil luaran PkM, dan refleksi kegiatan, tetapi juga aspek-aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan. Cakupan BB adalah naskah luaran kegiatan PkM dengan tema kajian budaya dalam perspektif Indonesia.
Articles 82 Documents
Tanduk Alit Vol. 5 (1) 2022 Editorial, Tim
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 1 (2022): 2022: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.4942

Abstract

Kilas Kegiatan PKM Aman Beribadah di Bulan Zulhijah: Urgensi Ibadah Kurban dan Tata Cara Pelaksanaannya di Masa Pandemi Pendampingan Japanese Language Proficiency Test (JLPT) N5 Bidang Tatabahasa kepada Siswa SMAN 2 dan MAN 1 Lamongan Pendampingan Penulisan Artikel tentang Peran Guru dalam Pendidikan pada Masa Pandemi Pendampingan Penerapan Protokol Kesehatan di Kampung Homestay Borobudur
Pendampingan Masyarakat Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul dalam Menghidupkan Kembali Wisata Desa Pascapandemi COVID-19 Tahun 2020 Hendrokumoro , Hendrokumoro; Santosa, Djarot Heru
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.2464

Abstract

Ponjong Village, particularly natural tourism, owns quite a tourism potential. One of them is Umbul Ponjong, a kind of natural water source developed to be Ponjong Water Byur, equipped with various playgrounds for children. It has been a favorite tourism object in Ponjong. In its surrounding, there is an orchard that is being developed and rice fields. Previously, the tourism destination was growing until the Covid-19 pandemic stroked by March 2020. As a result, it was almost closed due to its inability to generate income for its operational cost. On the contrary, the Ponjong Water Byur was the rural economic center. To the facts, there is a need to get a party outside the local community to collaborate in developing the Ponjong Water Byur particularly. The development actions can be any support in terms of encouragement and innovations to raise the rural economy in Ponjong from the tourism sector. As a follow-up, the Javanese Literature Study Program of Universitas Gadjah Mada was eager to support the Ponjong Village, particularly Ponjong Water Byur tourism actors and the Muda Karya Raya farmer group through Community Engagement Activities. ==== Desa Ponjong sebenarnya memiliki potensi wisata yang menarik, khususnya di bidang sumber daya alam. Salah satu contoh wisata di bidang sumber daya alam berupa sumber air atau yang lebih dikenal dengan Umbul Ponjong (sekarang sudah dikembangkan menjadi Water Byur Ponjong), yakni kolam renang dengan aneka permainannya yang menjadi objek wisata unggulan di Desa Ponjong. Lokasi ini juga memiliki kebun buah yang sedang dalam tahap pengembangan serta area persawahan. Potensi-potensi wisata tersebut sudah mulai berkembang, tetapi adanya pandemi COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 mengakibatkan kunjungan wisata ke lokasi ini menurun drastis, bahkan objek wisata tersebut nyaris ditutup. Padahal, sektor wisata ini merupakan salah satu penggerak perekonomian di Desa Ponjong. Berdasarkan fakta tersebut, diperlukan “sentuhan tangan” dari pihak lain di luar masyarakat desa untuk membantu. Bantuan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara memberi semangat dan inovasi bagi perkembangan sektor ekonomi desa, khususnya di bidang wisata, seperti Water Byur dan sekitarnya. Program pengabdian kepada masyarakat Program Studi Sastra Jawa hadir untuk memberi pancingan inovasi dalam membantu kebangkitan kembali potensi Desa Ponjong. Sasaran dari pelaksanaan program ini adalah masyarakat atau komunitas di Desa Ponjong, khususnya komunitas pelaku wisata Water Byur Desa Ponjong dan kelompok tani Muda Karya Raya.
Branding dan Promosi Kawasan Wisata Pesisir Pesona Desa Gisik Cemandi Banu Prasetyo; Edy Subali; Enie Hendrajati; Umi Trisyanti; Sukriyah Kustanti Moerad; Wahyuddin
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.3548

Abstract

Gisik Cemandi is a village that manages with community-based. Therefore, the types of tourism that have the most potential to be developed are religious tourism and marine tourism. Unfortunately, Gisik Cemandi is still constrained in the development of tourism from year to year due to the lack of community expertise in branding, promotion, and mapping of economic potential in the development of marine tourism. Seeing this opportunity, the ITS Development Studies Department has assisted in branding activities and promoting marine tourism in Gisik Cemandi. The community service program includes branding counselling for marine tourism for two months. The purpose of this service is for Gisik Cemandi Village to have its trademark so that tourists easily recognize it. Furthermore, the Team will promote social media to attract tourists to travel to Gisik Cemandi Village. The result of this community service is the video promotion profile of Gisik Cemandi and the logo of Pesona Bahari as a trademark of Gisik Cemandi. ==== Desa Gisik Cemandi merupakan desa dengan kategori desa swasembada. Jenis-jenis wisata yang paling berpotensi untuk dikembangkan di desa ini adalah wisata religi dan wisata bahari. Namun, dari tahun ke tahun, Desa Gisik Cemandi masih terkendala dalam pengembangan wisata tersebut karena kurangnya keahlian masyarakat dalam melakukan branding, promosi, pemetaan potensial ekonomi dalam pengembangan wisata bahari. Melihat peluang tersebut, Tim Pengabdian Departemen Studi Pembangunan ITS telah melakukan pengabdian dalam bentuk pendampingan terhadap kegiatan branding dan promosi wisata bahari di Desa Gisik Cemandi. Kegiatan pengabdian ini meliputi penyuluhan branding Desa Wisata Bahari selama dua bulan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan agar Desa Gisik Cemandi memiliki trademarknya sendiri sehingga mudah dikenal oleh para wisatawan. Selanjutnya, Tim Pengabdian akan melakukan promosi melalui media sosial untuk menarik wisatawan agar berwisata di Desa Gisik Cemandi. Hasil dari pengabdian ini adalah dihasilkannya video profile dan logo Pesona Bahari Desa Gisik Cemandi sebagai sarana promosi pariwisata.
Pelatihan Pembuatan Kompos Organik dengan Metode Takakura dan Cara Aplikasinya di Desa Punggur Kecil Vivi, Dwi Zulfita; Surachman; Setia Budi; Agus Hariyanti; Rahmidiyani; Siti Hadijah
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.4659

Abstract

The data and results of field observations show that Punggur Kecil Village is identical to the economically weak community and depends on agriculture for its livelihood which is to cultivate plants using inorganic fertilizers. Inorganic fertilizers are widely used by farmers, this is because they are more efficient and effective than organic fertilizers. Whereas the continuous use of chemical fertilizers causes the land to be damaged and cannot provide the carrying capacity for human life. This happens because the community does not have the knowledge and skills in processing household waste into organic fertilizer which is more environmentally friendly. Therefore, the abundance of natural resources in Bilayuk Village from the agricultural aspect cannot be utilized optimally due to limited human resources. The results showed that the material for processing household waste into organic compost using the Takakura method could be understood by 68% of the target audience, overall the participants liked the use of Takakura compost in the cultivation of vegetable crops produced by the distribution of 14% of participants who preferred inorganic fertilizers, 27 % prefer Takakura’s organic compost, and 59% like both. ==== Data dan hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Punggur Kecil identik dengan masyarakat ekonomi lemah dan menggantungkan hidupnya dari pertanian apa adanya, yang dalam melakukan budi daya tanamannya menggunakan pupuk anorganik. Pupuk anorganik banyak digunakan oleh petani karena lebih efektif dan efisien daripada pupuk organik. Padahal, penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus dapat menyebabkan lahan menjadi rusak dan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Hal tersebut terjadi karena masyarakat tidak mempunyai pengetahuai dan keterampilan dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang lebih ramah lingkungan. Oleh sebab itu, melimpahnya sumber daya alam di Desa Bilayuk dari aspek pertanian tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan sumber daya manusia. Hasil menunjukkan bahwa materi pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos organik dengan metode Takakura dapat dipahami oleh 68% dari khalayak sasaran. Secara keseluruhan peserta menyukai penggunaan kompos Takakura dalam budi daya tanaman sayur-sayuran yang dihasilkan dengan pembagian 14% peserta yang lebih menyukai pupuk anorganik, 27% lebih menyukai kompos organik Takakura, dan 59% menyukai keduanya.
Penanaman Pola Pikir Kritis Berwawasan Eco-Pesantren Reduce Reuse dan Recycle di Pondok Modern Tazakka Batang Hidayat, Ferry; Irianti, Danika Rahma; Restu, Pandu Wiguna; Sujiwa, Krisna; Aris Munandar; Achmad Munjid; Amin Basuki
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5112

Abstract

One of the Tri Dharma of College institutions is a form of community service. This program aims to provide education and hands-on practice regarding environmental management and procedures for managing waste properly and correctly to fellow students at Pondok Modern Tazakka in Batang district, Central Java. This community service is carried out using a Service-Learning approach. Robert Sigmon (1979), described service-learning as an experiential educational strategy based on “reciprocal learning”. The target of this activity is the students at Pondok Modern Tazakka with a total of 77 people with the result’s hope that they can understand how to manage waste properly, especially in the living environment so that it would not create a further environmental problem. This activity uses the form of seminar and direct practice in the form of making mind mapping about their creative ideas on how to manage waste, this activity runs smoothly and it is very visible through the enthusiasm of the students engaged in each of the agendas. The results of this activity are hoped that the students can directly practice the knowledge gained from educational activities on waste management and the environment. ==== Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah adanya kegiatan pengabdian masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai pengelolaan lingkungan dan tata cara mengelola sampah yang baik dan benar kepada para santriwan di Pondok Modern Tazakka di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan Service-Learning. Robert Sigmon (1979) menggambarkan Service-Learning sebagai strategi pendidikan pengalaman berdasarkan “Reciprocal Learning”. Sasaran kegiatan ini adalah sejumlah 77 orang santriwan Pondok Modern Tazakka, dengan harapan mereka bisa memahami cara mengelola sampah, khususnya di lingkungan tempat tinggal mereka, agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui seminar dan praktik secara langsung, yang berupa pembuatan mind mapping tentang ide-ide kreatif cara pengelolaan sampah. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sangat terlihat antusiasme dari para santriwan saat mengikuti setiap acara yang diselenggarakan oleh tim PkM. Melalui kegiatan edukasi ini diharapkan agar para santriwan dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh untuk pengelolaan sampah dan lingkungan.
Identifikasi dan Sosialisasi Potensi Desa di Era Informasi: PKM Multidisipliner di Dusun Gatak, Cangkringan, Yogyakarta Dhewayani, Jeanny
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5421

Abstract

In this Information Age, promoting village life and its potentialities can be delivered as interesting and useful content in digital media. In the effort to empower rural communities, communication technology such as mobile phones, which are relatively inexpensive and practical, can be employed to identify village potential, especially for young people. Not only interesting for the youth, but it can also involve them in community activities and give a meaning ful and greater experience. So, the main objective of this community service program is to assist the local youth in identifying the social condition and potentialities the village has by applying a research method that is easy, accurate, and friendly. Given the limited time available, the multidisciplinary team takes the Digital Humanity approach in the form of youth training as the type of activity implemented in this program. Accordingly, to provide research experience to participants, Rapid Rural Appraisal (RRA) is taken as the primary method in undergoing the activity. ==== Di Era Informasi ini, mempromosikan kehidupan desa dan potensinya dapat dihadirkan sebagai konten yang menarik dan bermanfaat di media digital. Dalam upaya pemberdayaan kehidupan masyarakat pedesaan, teknologi komunikasi seperti telepon genggam yang relatif murah dan praktis dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi desa, khususnya bagi generasi muda. Ponsel tidak hanya menarik bagi kaum muda, tetapi juga dapat melibatkan mereka dalam kegiatan masyarakat dan memberikan pengalaman yang lebih bermakna dan lebih besar. Jadi, secara prinsip, tujuan utama dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan secara multidisipliner ini adalah membantu pemuda desa setempat dalam mengidentifikasi kondisi sosial dan potensi yang dimiliki desa mereka dengan menerapkan metode penelitian yang mudah, akurat, dan menyenangkan. Mengingat keterbatasan waktu yang tersedia, pelatihan pemuda dipilih sebagai jenis aktivitas yang diterapkan oleh tim dalam program ini. Oleh karena itu, untuk memberikan pengalaman penelitian lapangan kepada peserta. Rapid Rural Appraisal (RRA) dijadikan sebagai metode utama dalam pelaksanakan kegiatan.
Digitalisasi Makam Penyiar Islam Raden Mas Suryodilogo di Pamboang Sulawesi Barat Adawiah, Rabiatul; Hasyim Ashari; Ahmad Muaffaq; Husna; Nasrah
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5557

Abstract

Unlike the tombs of other Islamic broadcasters, the tomb of Raden Mas Suryodilogo has not received good attentions from the government and the public. The main purpose of this community service is to publish this historical site through digitization in the form of making a video and an infographic poster. This project is implemented from February to July 2022 using the Asset-based Community Development (ABCD) approach which emphasizes a community-driven element. The service team has carried out eight stages starting from team formation, training of trainers, appreciation interviews, asset mapping, observation and literature studies, FGD, making videos and posters, socialization to monitoring, and evaluation. In general, societies in Pamboang realize that they have assets and potential including religious tourism in the form of relics of Raden Mas Suryodilogo so the team did not find any obstacles when mapping assets. The community is also actively involved and willing to participate at the time of image taking and to disseminate information through the output of this PkM. ==== Berbeda dengan makam tokoh penyiar Islam lainnya, makam Raden Mas Suryodilogo belum mendapat perhatian yang baik dari pemerintah dan masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memublikasikan situs bersejarah tersebut melalui digitalisasi berupa pembuatan video dan poster infografis. PkM ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli tahun 2022 dengan menggunakan pendekatan Asset based Community Development (ABCD) yang menekankan unsur community driven. Tim pengabdi telah melaksanakan delapan tahapan yang dimulai dari pembentukan tim, training of trainers, wawancara apresiasi, pemetaan aset, observasi dan studi pustaka, FGD, pembuatan video dan poster, sosialisasi, hingga monitoring dan evaluasi. Secara umum, masyarakat menyadari bahwa mereka memiliki aset dan potensi wisata termasuk wisata religi berupa peninggalan Raden Mas Suryodilogo sehingga tim tidak menemukan kendala pada saat pemetaan aset. Masyarakat juga terlibat aktif dan bersedia untuk berpatisipasi pada saat pengambilan gambar hingga penyebaran informasi melalui output dari PkM ini.
Pelatihan Penulisan Karya Sastra Jawa Bertema Lingkungan bagi Komunitas Jawasastra Sulistyowati; Winarti, Daru
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5602

Abstract

Studying literary works with an environmental perspective is one way to voice campaigns for the importance of protecting and caring for nature, especially considering the state of nature, which is increasingly being damaged by human activities. One way that can be done to make people aware of the importance of caring for nature again is through writing—the literacy activism movement to the community through language learning with an environmental perspective. In addition to raising awareness about the importance of caring for the environment, this movement also represents the preservation of local wisdom and biodiversity based on local culture and those carried out by ancestors who have a passion for preserving nature through literary works. Thus, the Jawasastra Community initiated a training program for writing Javanese literary works on the environment theme to invite general public to express their anxiety about environmental damage and to remind them again about the importance of humans, who still depend very much on nature. In the end, literature is not only understood as a beautiful series of words. However, it has an advocative nature as a medium to convey messages to the public regarding advice, warnings, and invitations to love all life that God has presented on this earth. ==== Pembelajaran karya sastra yang berwawasan lingkungan merupakan salah satu cara untuk menyuarakan kampanye pentingnya menjaga dan merawat alam terlebih melihat keadaan alam yang semakin rusak akibat ulah manusia. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyadarkan pentingnya kembali merawat alam adalah melalui tulisan. Adapun gerakan aktivisme literasi kepada masyarakat melalui pembelajaran bahasa yang berwawasan lingkungan. Selain menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya merawat lingkungan, gerakan ini juga merepresentasikan pelestarian kearifan lokal serta keanekaragaman hayati berdasarkan budaya setempat sama halnya dengan yang dilakukan oleh para leluhur yang memiliki semangat melestarikan alam melalui karya sastra. Dengan demikian, program pelatihan penulisan karya sastra Jawa bertema lingkungan yang dilaksanakan bersama Komunitas Jawasastra ini dilaksanakan guna mengajak masyarakat umum untuk mengekspresikan diri terkait kegelisahan kerusakan lingkungan serta mengingatkan kembali tentang pentingnya manusia yang pada dasarnya masih sangat menggantungkan hidupnya dari alam. Pada akhirnya, sastra tidak hanya dipahami sebagai suatu bentuk rangkaian kata yang indah semata, tetapi memiliki sifat advokatif sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang nasihat, peringatan, maupun ajakan mencintai seluruh kehidupan yang dihadirkan Tuhan di bumi ini.
Penulisan Naskah Film Pendek Komunitas Saba Eksploit SMAN I Bantul, DIY Wibowo, Ridha Mashudi; Ekasiswanto, Rudi
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5604

Abstract

The Official Selection World Cinema Amsterdam Award in 2019, given to the film "Tilik" opened the public's eyes to the fact that even a short film can convey a moral message as powerfully as a feature-length film. It does not matter that short films have more limitations than long ones. This phenomenon encourages short film script writing assistance as a community service activity. Saba Exploit (SE) SMAN 1 Bantul DIY was designated as the target for assistance because of its potential and impressive track record in making short films. Given the uneven transmission of knowledge and skills between generations, assistance is needed so that they have collective quality skills and skills, standardized guidelines for writing film scripts, and complete documentation so they can be developed across generations. Mentoring activities present speakers who present material presentations, best practices, and evaluations of films made by SE. The post-assistance evaluation stated that the curiosity of the SE community was accomplished. Hereafter, it was hoped that SE's hard skills, soft skills, and insights in creating short films would earn higher quality based on solid, focused, and expressive film script writing. ==== Penghargaan Official Selection World Cinema Amsterdam pada 2019 yang diberikan kepada film “Tilik” membuka mata masyarakat bahwa film pendek pun bisa menyampaikan pesan moral yang sama kuatnya dengan film panjang. Hal tersebut dapat terjadi padahal film pendek memiliki lebih banyak keterbatasan. Fenomena tersebut mendorong pendampingan penulisan naskah film pendek sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Saba Eksploit (SE) SMAN 1 Bantul DIY ditetapkan sebagai sasaran pendampingan karena potensi dan rekam jejak mengesankan dalam pembuatan film pendek. Mengingat pewarisan pengetahuan dan keterampilan yang tak mulus antargenerasi, diperlukan pendampingan agar mereka memiliki kemampuan dan keterampilan kolektif berkualitas, pedoman penulisan naskah film terstandarkan, serta dokumentasi lengkap agar dapat dikembangkan secara lintasgenerasi. Kegiatan pendampingan menghadirkan narasumber yang menyajikan presentasi materi, best practice, dan evaluasi atas film-film buatan SE. Evaluasi pascapendampingan menyatakan bahwa keingintahuan komunitas SE terpenuhi, sehingga diharapkan kemampuan keras, kemampuan lunak, dan wawasan SE terhadap pembuatan film pendek makin berkualitas didasarkan atas penulisan naskah film yang padat, terfokus, dan ekspresif.
Pendampingan Kelompok Pemuda Karang Taruna Desa dalam Pengelolaan Akun Media Sosial Youtube dan Instagram Jatmiko, Rahmawan; Ida Rochani Adi; Saktiningrum, Nur
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5607

Abstract

This paper is written based on the community service program conducted in April-September 2021, as the continuation of a similar program carried out the year before. As the previous program, this program is intended as a form of assistance program for people affected by pandemic and post-pandemic situations. Some initial input and data from the youth target group, namely Tunas Harapan Ngentakrejo youth groups, was obtained during the observation period which was then followed up so that this program of activities was realized. All of these activities were carried out online or remotely, using internet communication media, utilizing communication technology devices, computer and mobile software that can be used for the production of joint projects. The outputs of this program, along with this publication, are social media contents uploaded on the youth groups’ Youtube and Instagram accounts. During the process, the youths had practiced several skills, which they learned in this program combined with their prior knowledge, such as phone photography and videography, photo and video editing, and digital arts. ==== Artikel ini ditulis berdasarkan program pengabdian masyarakat yang dilakukan pada April-September 2021 sebagai kelanjutan dari program serupa yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Seperti program sebelumnya, program ini dimaksudkan sebagai bentuk program pendampingan bagi masyarakat yang terdampak situasi pandemi dan pascapandemi. Beberapa data dan masukan awal dari kelompok karang taruna yang menjadi target sasaran adalah karang taruna Tunas Harapan Ngentakrejo telah didapatkan selama masa observasi yang kemudian ditindaklanjuti sehingga dapat mewujudkan program kegiatan ini. Semua kegiatan tersebut dilakukan secara daring atau jarak jauh menggunakan media komunikasi melalui internet, memanfaatkan perangkat teknologi komunikasi dan beberapa perangkat lunak yang dapat digunakan untuk produksi karya bersama. Luaran dari program ini, bersama dengan publikasi ini, adalah konten media sosial yang diunggah di akun YouTube dan Instagram kelompok pemuda sasaran. Selama proses tersebut, para pemuda telah mempraktikkan beberapa keterampilan yang mereka pelajari dalam program ini dikombinasikan dengan pengetahuan mereka sebelumnya, seperti fotografi dan videografi melalui gawai, editing foto dan video, serta seni rupa dan desain digital.