cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 209 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 209 Documents clear
Metafora Bahasa Arsitektur dalam Narasi Novel Hello Karya Tere Liye Nisfi Arba` Indah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2291

Abstract

Analisis ini berjudul “Metafora Bahasa Arsitektur dalam Narasi Novel Hello Karya Tere Liye” bertujuan menganalisis makna serta fungsi metafora bahasa arsitektur dalam membangun narasi serta pengalaman estetik pembaca. Kajian ini berlandaskan teori metafora konseptual dari George Lakoff dan Mark Johnson (1980), memandang metafora sebagai sistem konseptual yang menghubungkan hal konkret dengan konsep abstrak. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat terhadap novel Hello karya Tere Liye untuk menemukan kutipan yang mengandung metafora arsitektur, kemudian dianalisis berdasarkan kategori metafora ontologis, orientasional, dan struktural. Hasil analisis menunjukkan enam belas data metafora bahasa arsitektur, meliputi delapan metafora ontologis, dua metafora orientasional, serta enam metafora struktural. Metafora ontologis menjadi bentuk paling dominan karena menggambarkan elemen bangunan—seperti rumah, jendela, dan ruang—sebagai simbol kenangan, identitas, juga emosi tokoh. Metafora orientasional berfungsi menegaskan konsep ruang dan arah (tinggi–rendah, keteraturan) untuk menggambarkan relasi sosial dan keseimbangan batin. Sementara itu, metafora struktural memperlihatkan hubungan antara konsep arsitektur (pondasi, tiang, renovasi) dengan perjalanan hidup serta pemulihan diri tokoh.
Dari Ingatan Menjadi Dendam: Pewarisan Trauma Konflik Aceh dalam Novel Arafat Nur Alpi Anwar Pulungan; Rein De Komar; Baiq Annisa Yulfana Nalurita
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2294

Abstract

Kajian ini bertujuan mendeskripsikan aktor, bentuk, dan dampak pewarisan trauma konflik Aceh dalam empat novel karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian naratif dan didukung oleh teori postmemory. Data berupa narasi, dialog, dan monolog dalam bentuk kata, kalimat, dan paragraf dikumpulkan melalui teknik kepustakaan, baca kritis, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma konflik Aceh diwariskan terutama kepada dua generasi, yaitu generasi pertama yang mengalami kekerasan secara langsung dan generasi 1,5 yang tidak sepenuhnya memahami latar konflik, tetapi terdampak karena hidup dalam situasi kekerasan yang berulang. Pewarisan tersebut sebagian besar berlangsung melalui familial postmemory transmission dalam ruang keluarga dan komunitas, meskipun tidak selalu melalui hubungan sedarah atau keluarga inti. Selain itu, ditemukan pula afiliative postmemory transmission yang ditransmisikan melalui objek dan ruang simbolik, seperti senjata, tempat kejadian kekerasan, dan ruang publik yang menyimpan memori kolektif masyarakat Aceh.
Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa SMP 10 Bengkulu Utara Jawai Saputra; Eli Rustinar; Reni Kusmiarti; Tri Dina Aryanti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2297

Abstract

Masalah penelitian ini Bagaimanakah Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII E SMP Negeri 10 Bengkulu Utara. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 10 Bengkulu Utara. Metode penelitian ini menggunkan metode kuantitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa menulis teks deskripsi. Tes tersebut dilakukan dengan menungaskan siswa kelas VII E Siswa SMP Negeri 10 Bengkulu Utara untuk membuat teks deskripsi. dari hasil penelitian ini kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Bengkulu Utara. dari hasil penelitian data kedua aspek yaitu penggunaan struktur dan penggunaan kaidah kebahasaan, dapat disimpulkan bahwa Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII E Siswa SMP Negeri 10 Bengkulu Utara adalah 61,8% Jika dikonsultasikan dengan presentase skala empat tingkat kemampuan tergolong cukup karena berada pada interval 56-74%. Kesimpulan dari penelitian ini Kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII.E SMP Negeri 10 Bengkulu Utara aspek struktur adalah 85% jika dikonsultasikan presentase skala empat maka tingkat kemampuannya tergolong baik karena berada pada interval 75-85%. Kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII.E SMP Negeri 10 Bengkulu Utara aspek kaidah kebahasaan adalah 37% jika dikonsultasikan presentase skala empat maka tingkat kemampuannya tergolong kurang karena berada interval 10-55%.
Inovasi Model Pembelajaran Sastra pada Genre Puisi, Prosa, dan Drama: Analisis Literatur untuk Meningkatkan Kreativitas dan Literasi Bahasa di Sekolah Kristina Natalia Br Pasaribu; Lidya Manurung; Safinatul Hasanah Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2301

Abstract

Pembelajaran sastra di sekolah memiliki potensi besar untuk membentuk kreativitas, karakter, dan literasi bahasa siswa. Namun, proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional sering membuat siswa pasif dan kurang menghayati nilai estetika karya sastra. Artikel ini bertujuan menganalisis berbagai inovasi model pembelajaran sastra pada tiga genre utama puisi, prosa, dan drama berdasarkan hasil kajian literatur dari lima jurnal nasional. Metode yang digunakan ialah penelitian studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif analitis yang menelaah hasil penelitian terdahulu terkait model, strategi, dan evaluasi pembelajaran sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa model apresiasi kajian sastra terpadu mampu meningkatkan keterampilan berbahasa dan kepekaan estetika siswa dalam memahami puisi; pendekatan blended learning dan integrasi kritik sastra efektif mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran prosa; sedangkan pedagogi drama terbukti memperkuat empati, keberanian, dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran drama. Ketiga genre tersebut saling melengkapi dalam membentuk karakter dan literasi bahasa yang kreatif. Oleh karena itu, pembelajaran sastra perlu dikembangkan secara inovatif dan humanis agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik di era literasi digital.
Examining Syntactic Complexity in EFL Learners’ IELTS Writing Performance Komara Suhendar
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2304

Abstract

This study investigated IELTS writing performance among EFL learners with advanced proficiency in terms of syntactic complexity. Following Lu’s proposal (2011) on the indices of syntactic complexity, the writings were analysed through several measures, such as length of production, sentence complexity, subordination, coordination, and particular structures (e.g. complex nominals and verb phrases). The findings of this study reveal that. The findings reveal that learners construct sentences primarily through clausal structures, with a mean sentence length of 16.55 words and an average of 2.26 clauses per sentence. At the same time, they also demonstrate dominance in the use of complex nominals and coordinate phrases, which accounted for 4.49 per T-unit and 5.85 per T-unit, respectively. While these findings partially support the view that growth in one domain can lead to a reduction in another, they also present a more nuanced perspective. Specifically, the results suggest that advanced learners tend to employ clausal complexity to achieve cohesion and phrasal complexity to ensure conciseness in their writing. These findings extend the existing literature on syntactic complexity by emphasizing the interplay between clausal and phrasal constructions in advanced learners’ writing.
Analisis Penggunaan Bahasa Gaul Dalam Film “Imperfect: Karir, Cinta & Timbangan” Karya Ernest Prakasa Tahun 2019 Fitri Ramadani; Muhammad Idris; Andi Nurhabibi Marwil
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penggunaan bahasa gaul yang terdapat dalam film tersebut. Bahasa gaul merupakan salah satu variasi bahasa yang berkembang di kalangan remaja dan penggunaannya seringkali ditemukan dalam media, khususnya film. Film Imperfect : Karir, Cinta & Timbangan” dipilih karena memuat banyak percakapan antar tokoh yang menggunakan bahasa gaul sebagai alat komunikasi.
Humor Sarkasme Sebagai Kritik Sosial Dalam Acara Lapor Pak! Trans7 Manda Aprilia; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2316

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana sarkasme dimanfaatkan sebagai sarana dalam menyampaikan pesan kritis terhadap berbagai isu sosial dan pemerintahan di Indonesia melalui acara komedi Lapor Pak! yang ditayangkan di Trans7. Humor sarkasme dipandang sebagai gaya komunikasi yang menyampaikan sindiran dengan cara lucu, ironis, dan mengandung makna tersembunyi di balik kelucuannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis), di mana data berupa tuturan, dialog, serta konteks komunikasi dari beberapa episode Lapor Pak! yang diunggah di kanal YouTube resmi Trans7 dianalisis untuk mengungkap bentuk dan fungsi sarkasme yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor sarkastik dalam acara tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai media penyampai kritik sosial terhadap berbagai persoalan masyarakat Indonesia, seperti ketidakadilan hukum, birokrasi yang tidak efisien, penyalahgunaan kekuasaan, hingga perilaku pejabat publik yang tidak profesional. Melalui permainan bahasa, ironi, dan dialog yang cerdas, para pemain berhasil menyampaikan pesan reflektif yang mendorong penonton untuk berpikir lebih kritis terhadap realitas kehidupan sosial dan politik. Selain berperan sebagai tontonan komedi, Lapor Pak! juga memiliki nilai edukatif dan reflektif karena mampu menumbuhkan kesadaran sosial di tengah masyarakat. Penggunaan sarkasme dalam acara ini membuat kritik terasa lebih ringan, menghibur, namun tetap mengena, sehingga Lapor Pak! dapat dipandang sebagai contoh nyata pemanfaatan bahasa dan humor secara kreatif untuk menyampaikan kritik sosial yang konstruktif dan bermakna di media massa modern
Analisis Psikolinguistik terhadap Keterlambatan Bicara pada Anak dengan ADHD: Studi Kasus Reiha Dessy Saputry; Septiana Septiana; Sifa Uswatun Nisa; Julyta Laura Nadifah; Ari Anggoro
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2317

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti aspek suara pada anak yang memiliki Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik. Subjek dari penelitian ini adalah Raiha, seorang gadis berusia tujuh tahun yang bersekolah di taman kanak-kanak inklusif di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus pada studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan rekaman ucapan, lalu dianalisis dengan metode padan fonetis artikulatoris untuk menemukan jenis kesalahan fonologis. Temuan menunjukkan bahwa Raiha mengalami berbagai jenis kesalahan suara, termasuk penggantian fonem, penghilangan, distorsi, dan pengurangan konsonan ganda. Kesalahan ini sangat terkait dengan gangguan perhatian dan sifat impulsif yang memengaruhi kemampuan memori kerja serta kontrol motorik pada organ bicara. Di samping faktor kognitif, kurangnya interaksi verbal di sekitarnya pun memperburuk masalah fonologis yang ada. Dari sudut pandang psikolinguistik, keterlambatan bicara yang dialami oleh Raiha disebabkan tidak hanya oleh masalah pengucapan, tetapi juga oleh gangguan dalam proses berpikir ketika menyimpan dan memproduksi suara bahasa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi pendidik dan terapis bicara untuk merancang intervensi yang tepat bagi anak ADHD yang mengalami masalah fonologis.
Analisis Strategi Produksi Ujaran Komika Fajar Mukti sebagai Inspirasi Kreativitas Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Dessy Saputry; Umi Kholidah; Bachtiar Nugroho; Husnun Hanifa; Pingki Miftaulia; Arum Gesti Oktavia
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2318

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa pembelajaran bahasa di abad ke-21 perlu mengedepankan aspek kontekstual, ekspresif, dan kreatif, tidak hanya berfokus pada struktur dan tata bahasa semata. Dalam konteks tersebut, ujaran komika menjadi fenomena linguistik menarik karena memadukan kecerdasan berbahasa, sensitivitas sosial, dan kemampuan retorika untuk menciptakan efek humor yang bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data utama berupa video penampilan Fajar Mukti pada SUCI Season 11, serta data sekunder dari literatur linguistik, pragmatik, dan pembelajaran bahasa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, klasifikasi strategi kebahasaan, interpretasi makna, dan penarikan relevansi pedagogis dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama produksi ujaran, yaitu: (1) pemilihan diksi dan permainan kata, (2) pemanfaatan implikatur dan konteks pragmatik, (3) penggunaan ironi dan hiperbola sebagai gaya retorika, serta (4) eksplorasi konteks sosial sebagai sumber humor. Keempat strategi tersebut mencerminkan kecerdasan linguistik dan kepekaan sosial Fajar Mukti dalam membangun humor yang cerdas, santun, serta edukatif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa analisis terhadap strategi produksi ujaran komika dapat berkontribusi pada pengembangan inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang komunikatif, reflektif, dan relevan dengan kehidupan nyata.
Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun dalam Kajian Psikolinguistik dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa Anak Usia Dini Eka Septiani; Dessy Saputry; Dian Regina; Reza Ferdiansyah Hilal; Sylvia Friska Dara Citra; Faozan Aseka
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2319

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemerolehan bahasa anakausia tigaatahun dalam perspektif psikolinguistik serta relevansinya terhadap pembelajaran bahasa anak usia dini. Bahasa berperan penting dalamaperkembangan kognitif dan sosial anak, terutama pada masa emas (golden age) ketika kemampuan berbahasa berkembang pesat. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan subjek 20 anak di Desa Tulungagung Kecamatan Gadingrejo. Data dikumpulkan melalui observasi, rekaman tuturan, dan wawancara dengan guru serta orang tua, lalu dianalisis secara tematik berdasarkan aspek fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia tiga tahun telah mampu memahami instruksi sederhana, menggunakan kalimat dua hingga tiga kata, dan menunjukkan perkembangan komunikasi yang signifikan. Lingkungan keluarga dan sekolah berperan besar dalam menstimulasi bahasa, sementara guru berkontribusi melalui pembelajaran komunikatif berbasis interaksi. Dari sudut psikolinguistik, pemerolehan bahasa terjadi melalui proses imitasi, interaksi sosial, dan pengulangan bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman tahapan pemerolehan bahasa bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang alami, kontekstual, dan menyenangkan.

Page 9 of 21 | Total Record : 209