cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Tindak Tutur Ilokusi dengan Pendekatan Pragmatik dalam Studi Kasus Unggahan Video Akun Instagram @aguskurdiono Nisfi Arba` Indah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2154

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tindak tutur ilokusi dengan pendekatan pragmatik dalam unggahan video akun instagram @aguskurdiono dengan diketahuinya jenis tindak tutur tersebut. Tindak tutur ilokusi merupakan apa yang dicapai dengan menyampaikan maksud untuk mencapai sesuatu atau “melakukan suatu tindakan dengan mengatakan sesuatu”. Subjek analisis penelitian ini adalah penggunaan tindak tutur ilokusi dalam unggahan video akun Instagram @aguskurdiono. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dengan metodologi deskriptif dan pendekatan pragmatik sebagai pendekatan teoretis. Sumber data berupa beberapa unggahan video di akun Instagram @aguskurdiono pada bulan April hingga Juni 2024. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik observasi digital, dan teknik simak catat. Hasil telaah menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi sering digunakan pada tuturan dalam unggahan video akun Instagram @aguskurdiono. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat tiga puluh satu tindak tutur ilokusi dan dapat dikelompokkan ke dalam bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang memiliki lima bentuk, tindak tutur asertif dapat ditemukan dalam dua puluh dua video seperti menyatakan dan menunjukkan. Sedangkan tindak tutur direktif muncul dalam enam video sebagai saran, perintah, juga ajakan. Lalu tindak tutur ekspresif dapat didapati dalam sepuluh video misalnya sindiran, respon, ungkapan terimakasih, serta kritikan. Kemudian tindak tutur komisif dapat ditemukan dalam dua video berupa janji, dan tindak tutur deklarasi tidak ditemukan dalam unggahan video tersebut.
Apresiasi dan Kritik Puisi “Kamus Kecil” karya Joko Pinurbo dengan Pendekatan Ekspresif Baherianta Tarigan; Daniela Maretty Situmorang; Frischa Saria S; Najla Haifa Maulidina Tarigan; Yasinta Theresya Claudia Malau; Rosmawaty Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2155

Abstract

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menyampaikan ekspresi emosional, pemikiran, dan imajinasi penyair melalui bahasa yang indah dan penuh makna. Pemahaman terhadap puisi tidak hanya mengandalkan analisis struktural, tetapi juga perlu mengaitkan karya dengan kehidupan dan pengalaman batin pengarangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengapresiasi dan mengkritik puisi “Kamus Kecil” karya Joko Pinurbo dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Pendekatan ini memandang karya sastra sebagai cerminan dari dunia batin penyair, yang diekspresikan melalui simbol, bahasa, dan imajinasi yang khas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis hermeneutik, yang bertujuan untuk menafsirkan dan menggali makna mendalam dari larik-larik puisi yang ditulis. Proses analisis dilakukan melalui studi pustaka, pembacaan kritis terhadap teks puisi, dan identifikasi tema utama. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh terhadap makna puisi, yang tidak hanya sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai ekspresi emosi, pemikiran, dan pengalaman pribadi sang penyair.
Analisis Multimodal Teks Iklan Pembersih Wajah “Garnier Men Acnofight” Devi Apyunita; Achmad Afandy
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2170

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai iklan pembersih wajah garnier men acnofight dengan menggunakan analisis multimodal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis teks multimodal yang meliputi aspek linguistik, visual, audio, gerak tubuh, dan spasial dalam iklan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil meunjukkan adanya kompleksitas makna dalam iklan garnier men acnofight. Analisis visual memperlihatkan bahwa tindakan partisipan sesuai dengan tuturan narator, sedangkan analisis gerak tubuh menyoroti ekpresi gerakan partisipan yang mendukung narasi. Berdasarkan hasil analisis, terungkap bahwa unsur visual dan verbal dalam iklan saling melengkapi sehingga mampu menyampaikan pesan secara utuh kepada audiens
Campur Kode pada Akun Youtube Najwa Shihab dalam Podcast Catatan Najwa Bersama Agnes Monica Siti Khasanah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2177

Abstract

Campur kode merupakan penggunaan dua bahasa bahkan lebih alam satu tuturan. Penelitian ini menganalisis campur kode dalam podcast Catatan Najwa Shihab bersama Agnes Monica dalam kanal YouTube Najwa Shihab. Campur kode dalam percakapan sehari-hari sering terjadi, terutama podcast Najwa Shihab bersama Agnes Monica. Seorang penutur memakai dialek bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian berfokus menemukan bentuk campur kode dan leksikon campur kode podcast tersebut. Metode menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis konten tematik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa campur kode banyak digunakan dalam bentuk kata, frasa, dan klausa, termasuk kosakata dan frasa seperti literally, male, female, strong minded women, women entrepreneur, excellent bold, they have potential, feminist, empowering women, equality women, action, speak up, my character, progressive, you look beautiful, society, take a risk, dan multitasking. Leksikon campur kode yang ditemukan mencakup kosakata bahasa Inggris yang disisipkan dalam kalimat bahasa Indonesia. Faktor utama yang melatarbelakangi penggunaan campur kode meliputi keringkasan, ketiadaan padanan yang sesuai dalam bahasa Indonesia, serta kebutuhan untuk memberikan penekanan makna. Dengan demikian, penggunaan campur kode tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi, sekaligus mencerminkan gaya bahasa modern yang relevan dengan wacana global.
Common Grammatical Errors in Students’ Writing: A Qualitative Error-Analysis Study Nur Hikmah; Sam Hermansyah; Jumiati Jumiati; Zulkifli N; Sri Rahayu; Nuraeni Syarif; Syamsuriani Syamsuriani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2178

Abstract

This qualitative study investigates the common grammatical errors produced by English as a Foreign Language (EFL) students in written tasks, and explores possible underlying causes as reported by the students. Using an error-analysis framework, 60 undergraduate learners’ short essays were analyzed for grammatical errors; follow-up semi-structured interviews were conducted with 12 volunteers to probe students’ awareness and perceived causes. Findings indicate that article/determiner misuse, verb tense and aspect errors, subject-verb agreement, preposition misuse, and word order/sentence structure problems are among the most frequent error types. Interview data suggest that first-language transfer, inadequate exposure to grammatical input, faulty internalization of rules, and limited proofreading strategies contribute to recurring mistakes. Pedagogical implications include focused grammar instruction within writing contexts, increased corrective feedback that highlights patterns rather than isolated errors, and explicit metalinguistic awareness activities. The study contributes up-to-date qualitative evidence on error patterns and student perspectives to inform EFL writing pedagogy.
Integrasi Algoritma Kecerdasan Buatan dalam Optimalisasi Efektivitas Komunikasi Visual Andry Priyadharmadi Purnama; Supratiwi Amir; Faisal Syamsuddin; Fitriansal Fitriansal
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2182

Abstract

Kemajuan teknologi digital mendorong evolusi komunikasi visual interaktif yang kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efektivitas penyampaian pesan. Algoritma AI, seperti machine learning dan deep learning, mampu mempersonalisasi konten visual secara real-time, menyesuaikan desain dengan preferensi audiens, dan menganalisis respons pengguna. Namun, tantangan seperti bias data, keterbatasan konteks budaya, dan isu etika perlu diatasi agar implementasi AI memberikan hasil optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan tantangan integrasi algoritma AI dalam komunikasi visual interaktif, mengidentifikasi strategi yang efektif, serta merumuskan rekomendasi penerapan AI yang adaptif, inklusif, dan etis dalam konteks desain visual modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan literature review, mengkaji publikasi ilmiah lima tahun terakhir terkait AI dan komunikasi visual. Data dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan sintesis temuan untuk membangun kerangka konseptual. Kajian menunjukkan AI dapat meningkatkan engagement dan pemahaman audiens melalui visualisasi adaptif, namun masih menghadapi hambatan teknis dan etis yang memerlukan solusi desain kolaboratif manusia-mesin. Integrasi AI berpotensi besar mengoptimalkan komunikasi visual interaktif jika dikembangkan dengan pendekatan kreatif, etis, dan berbasis data, sehingga relevan di berbagai bidang.
Variasi Bahasa Paramedis dalam Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Pangkep Runimeirati Runimeirati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan bentuk variasi bahasa paramedis dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Pangkep; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi variasi bahasa paramedis dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data verbal berupa penggalan wacana interaksi paramedis dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mengandung bentuk bentuk variasi bahasa. Sumber data penelitian ini adalah paramedis yang bertugas di Puskesmas Taraweang yang letaknya di Kecamatan Labakkang dan Puskesmas Ma’rangyang letaknya berada di Kecamatan Ma’rang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik observasi, teknik rekam, teknik catat, dan teknik wawancara. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini meliputi tahap reduksi data,penyajian data, dan penyimpulan dan verifikasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Variasi bahasa yang digunakan paramedis dalam memberikan pelayanan kesehatan adalah penggunaan partikel dalam dialek Bugis Makassar, alih kode bahasa Indonesia ke bahasa Bugis dan Campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Bugis; (2) faktor-faktor yang memengaruhi variasi bahasa paramedis terdiri atas dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi (1) faktor kemampuan berbahasa penutur; (2) kepentingan penutur. Faktor eksternal meliputi (1) faktor status sosial; (2) faktor waktu dan situasi berbahasa; (3) faktor partisipan dalam interaksi.
Teachers’ Challenges and Strategies in Teaching EFL in a Rural School (a Case Study at SMPN 5 Anggeraja) Arnanda Cahyani Anton; Baso Jabu; Sultan Baa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2193

Abstract

This study aims to determine the challenges faced by teachers in teaching EFL in rural school and the strategies used by teachers to overcome the challenges. The researcher conducted this study at SMPN 5 Anggeraja, located at Jl. Veteran No. 63, Cendana, Siambo village, Anggeraja District, Enrekang Regency. In this study, the researcher used a qualitative method. The data were collected through semi-structured interview (in-depth interview). The participants of this study were two English teachers at SMPN 5 Anggeraja. From results of the study showed that there are many challenges faced by teachers in teaching EFL at SMPN 5 Anggeraja: insufficient time, low of students concentration, students are confused when using English in the learning process, lack of vocabulary, how to deliver material, teachers ability, students interest in learning EFL, difficulty in translating, and inadequate facilities and infrastructure. In addition, the strategies used by teachers to overcome challenges in teaching EFL in rural school, are time management, conducting initial diagnostic test, providing games in the learning process, restitution to students, making interesting materials and giving exams, teachers’ self-reflection, providing motivational feedback, making the learning process fun, and cooperation with related parties for the procurement of Networks.
The Impact of Jigsaw Method on Students’ Interactive Communication Abilities Lutfiah Nur Athifah; Sultan Baa; Fitri Radhiyani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2194

Abstract

The impact of the Jigsaw cooperative learning approach in enhancing the interactive communication skills of seventh-grade students at SMP Muhammadiyah 14 Makassar is examined in this article. Fluency, pronunciation, grammar, vocabulary, and content are the five communication indicators where students' performance is analyzed in this quantitative study using a pre-experimental design with pre-test and post-test evaluations. After using the Jigsaw technique, students' interactive communication skills significantly improved, according to the results, which were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Ranks Test. According to these results, students' verbal engagement and communicative ability in English language classes are significantly enhanced by structured peer cooperation.
Pelanggaran Maksim Kesepakatan atas Eksistensi Polisi pada Kolom Komentar Unggahan Akun Instagram @bangsamahardika Afthoniya Nurin Nadhifa; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ketidaksantunan berbahasa pada kolom komentar unggahan akun instagram Bangsamahardika, khususnya pelanggaran maksim kesepakatan berdasarkan teori kesantunan Leech. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi digital terhadap komentar pada lima unggahan instagram Bangsamahardika dalam periode 1-10 Desember 2024. Data yang terkumpul dicatat dan dianalisis menggunakan teori pragmatik untuk memahami konteks dan makna komentar tidak santun yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama pelanggaran maksim kesepakatan, yaitu terkait identitas, fungsi, dan tindakan polisi. Pertama, identitas polisi yang berseragam cokelat sering menjadi objek kritik dan satire, seperti penyebutan “partai cokelat”, yang mencerminkan keraguan masyarakat terhadap netralitas institusi. Kedua, fungsi polisi sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum dipertanyakan melalui komentar yang mengindikasikan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etika. Ketiga, tindakan polisi yang dianggap represif atau menggunakan kekerasan berlebihan menimbulkan komentar negatif yang merusak citra institusi kepolisian. Pelanggaran ini mencerminkan kesenjangan antara peran ideal polisi dan eksprektasi masyarakat, yang diperburuk oleh kurangnya komunikasi efektif, budaya kerja yang belum mendukung integritas, serta ketidakpercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang maksim kesepakatan dalam menjaga komunikasi yang sopan di media sosial. Sebagai rekomendasi, institusi kepolisian perlu meningkatkan pendidikan etika dan profesionalisme, sementara masyarakat dapat memberikan kritik yang lebih konstruktif. Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk membangun transparansi dan citra positif melalui keterlibatan aktif polisi dengan masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap polisi dapat dipulihkan dan kualitas diskusi di media sosial meningkat.