cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 798 Documents
Bahasa Gaul Konten Youtube Jessica Jane Firdausi Nunzula; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2224

Abstract

Penelitian ini menyoroti penggunaan bahasa gaul dalam konten YouTube Jessica Jane yang diunggah pada periode September hingga Desember 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa gaul yang muncul serta faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya. Metode yang digunakan ialah simak dan catat, yaitu dengan mengamati setiap video dan mencatat secara cermat berbagai bentuk bahasa gaul yang ditemukan guna memperoleh data yang akurat dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jessica Jane memanfaatkan tiga bentuk utama bahasa gaul, yaitu abreviasi, slang, dan serapan bahasa asing. Bentuk abreviasi seperti BTW, KO, dan vid digunakan untuk menyampaikan pesan secara singkat, padat, dan efisien, sehingga dapat mempermudah pemahaman audiens terhadap isi komunikasi yang disampaikan. Selain itu, serapan dari bahasa Inggris, Jepang, dan Melayu seperti style, jom, update, dan itadakimasu memberikan kesan modern, kreatif, menarik, serta memperlihatkan pengaruh budaya global pada gaya komunikasi. Adapun penggunaan slang seperti gue, lu, gila, muantep, menghadirkan nuansa akrab, santai, ekspresif, dan menghibur bagi penonton yang sebagian besar berasal dari kalangan muda. Variasi pemakaian bahasa ini mencerminkan pola komunikasi generasi muda yang dipengaruhi oleh faktor usia, lingkungan, kebiasaan digital, tren media sosial, dan interaksi lintas budaya. Temuan penelitian menegaskan bahwa media sosial, khususnya YouTube, menjadi ruang percampuran bahasa lokal dan global yang terus berkembang mengikuti arus budaya populer, gaya hidup anak muda masa kini, serta dinamika kreativitas berbahasa di era digital.
Implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bahasa Indonesia Kelas XI pada Kurikulum 2013 di SMAN 18 Bone Trisna Dayanti; Andi Srimularahmah; Idris Idris
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bagaimanakah implementasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Bahasa Indonesia kelas XI pada Kurikulum 2013 di SMAN 18 Bone. RPP merupakan persiapan untuk mengajar atau aktivitas pembelajaran dengan menerapka prinsip-perinsip, pembelajaran melalui langkah-langkah pembelajaran, perencanaan, pelaksanaan, penilaian dalam mencapai tujuan dan keefektifan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik memberikan nilai pada instrumen penelitian yang berupa pertanyaan yang terdapat pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) guru Bahasa Indonesia di sekolah tersebut. Data yang diperoleh mencakup RPP, nilai /skor setiap pertanyaan yang diberikan selama guru melakukan proses pembelajaran di kelas. Analisis data dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh skor pada instrumen penelitian terdapa setiap kelas dengan cara menjumlahkan semua skor pada aspek yang dinilai untuk mendapatkan hasil penelitian.
Analisis Campur Kode dalam Novel “Timun Jelita” Karya Raditya Dika Kajian (Sosiolinguistik) Irma Dewi; Irna Fitriana; A. Nurhabibi Marwil
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2232

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk Campur kode dalam novel “Timun Jelita” Karya Raditya Dika kajian (Sosiolinguistik) Data yang terkumpul berjumlah 315. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis teks dalam novel “Timun Jelita”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat campur kode campuran (hybrid code mixing), yang melibatkan penyisipan unsur bahasa asing (terutama bahasa Inggris) ke dalam struktur bahasa Indonesia, baik dalam bentuk leksikal, morfologis, idiomatik, maupun proper noun. Faktor utama penyebab campur kode meliputi pengaruh globalisasi dan teknologi, konteks sosial-budaya urban, identitas dan gaya tutur, serta efisiensi dan ekspresivitas komunikasi. Temuan ini merefleksikan dinamika kebahasaan masyarakat urban Indonesia yang bilingual dan menunjukkan adanya pergeseran nilai serta norma kebahasaan akibat interaksi intensif dengan budaya global.
Analisis Semiotik Ritual Mappenre Bunga pada Makam Raja Bone ke XVI di Desa Nagauleng Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Andi Nur Fadillah; Andi Srimularahmah; Irna Fitriana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotik dalam ritual Mappenre Bunga yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Nagauleng di makam Raja Bone ke XVI, dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Ritual ini merupakan warisan budaya masyarakat yang sarat akan nilai spiritual, sosial dan simbolik. Penelitian ini akan menggali makna mendalam yang terkandung dalam ritual Mappenre Bunga melalui kategori tanda: ikon, indeks dan simbol. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ritual Mappenre Bunga merupakan media komunikasi antara manusia dan leluhur, serta perwujudan dari identitas budaya masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan studi semiotika serta meningkatkan kesadaran alan pentingnya nilai-nilai budaya lokal.
Strategi Kesantunan Berbahasa Gen Z di Perumnas Tibojong Kabupaten Bone (Kajian Pragmatik) Vira Oktapi Ramdani; Andi Tenri Sua; Muhammad Asdar
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2234

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk kesantunan berbahasa pada gen z di Perumnas Tibojong. Data yang terkumpul berjumlah dua puluh dua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, rekaman catat, dan simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tuturan Gen Z di Perumnas Tibojong menggunakan strategi kesantunan positif, yang mencerminkan upaya membangun keakraban, solidaritas, dan kepedulian sosial. Strategi ini diwujudkan dalam bentuk menawarkan bantuan, menyatakan persetujuan, memberi saran, serta menggunakan gaya bahasa santai dan akrab. Sementara itu, strategi kesantunan negatif ditemukan dalam bentuk penolakan halus, larangan, dan sindiran, yang meskipun terdengar lebih langsung atau tegas, tetap menunjukkan kesopanan dalam menjaga jarak atau perbedaan pendapat. Dari dua puluh data yang dianalisis, sebanyak enam belas tuturan menggunakan strategi kesantunan positif, sedangkan empat lainnya menggunakan strategi kesantunan negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Gen Z di Perumnas Tibojong memiliki kecenderungan untuk membangun komunikasi yang bersifat kooperatif dan akrab, meskipun dalam beberapa konteks tertentu tetap menjaga batasan melalui strategi kesantunan negatif. Penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang pola komunikasi generasi muda dalam konteks lokal dan kontribusinya terhadap pembentukan interaksi sosial yang harmonis.
Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan Makalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bone Nurwakia Nurwakia; Muh. Safar; Andi srimularahmah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2235

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk kesalahan berbahasa pada penulisan makalah mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bone. Data yang terkumpul berjumlah lima makalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi makalah mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan afiksasi merupakan jenis kesalahan yang paling dominan, yaitu sebesar 35% dari total kesalahan yang ditemukan. Kesalahan ini meliputi penggunaan prefiks, sufiks, dan konfiks yang tidak sesuai dengan kaidah baku, seperti penulisan awalan ke-, me-, dan di- yang seharusnya dipisah, penggunaan sufiks -an dan -nya yang berlebihan, serta kesalahan konfiks di-kan dan me-. Selanjutnya, kesalahan penulisan kata ulang (reduplikasi) mencapai 15%, dengan kesalahan umum berupa penulisan tanda hubung yang tidak sesuai dan penggunaan reduplikasi yang tidak tepat. Kesalahan kata majemuk (komposisi) sebesar 10%, ditemukan pada penulisan kata majemuk yang seharusnya dipisah, seperti terima kasih dan mata kuliah. Kesalahan penulisan kata mencapai 20%, berupa kesalahan ejaan, huruf tertukar, dan penghilangan huruf yang menunjukkan kurangnya ketelitian dalam penulisan. Kesalahan penggunaan kata baku sebesar 12%, ditemukan pada penggunaan kata tidak baku seperti jaman, nggak, dan bamboo yang seharusnya diganti dengan bentuk baku. Terakhir, kesalahan penggunaan kata dan kalimat tidak lengkap masing-masing sebesar 6% dan 2%, yang mempengaruhi kejelasan makna dan kesesuaian konteks kalimat. .
Implementasi Pemanfaatan Video dan Animasi sebagai Inovasi dalam Pembelajaran Puisi di Era Digital Silfani Hulu; Tina Arsita Siregar; Safinatul Hasanah Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi video dan animasi sebagai inovasi pembelajaran puisi di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah sepuluh artikel ilmiah terbitan 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan video dan animasi dapat meningkatkan motivasi, imajinasi, serta kemampuan menulis puisi siswa. Media video membantu memahami makna dan struktur puisi, sedangkan animasi menumbuhkan daya apresiasi dan kreativitas. Kendala utama terletak pada keterbatasan fasilitas dan kemampuan guru dalam penggunaan teknologi. Secara keseluruhan, media digital ini efektif diterapkan untuk menciptakan pembelajaran puisi yang menarik, interaktif, dan kontekstual.
Gaya bahasa personifikasi dalam lirik lagu ”Mahameru” karya Dewa 19 Syadeka Nisa Hanifah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2246

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan gaya bahasa personifikasi dalam lirik lagu Mahameru yang dipopulerkan oleh grup musik Dewa 19, dengan tujuan memahami bagaimana elemen kebahasaan tersebut membentuk nuansa puitis dan memperkuat penyampaian makna dalam lagu. Personifikasi sebagai perangkat stilistika memungkinkan objek-objek nonmanusia digambarkan seolah memiliki perilaku, emosi, atau kemampuan layaknya manusia. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus pada analisis mendalam terhadap struktur lirik yang mengandung penggambaran simbolik alam dan unsur tak hidup lainnya. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, di mana setiap bait dianalisis untuk menemukan ekspresi personifikasi dan interpretasi maknanya. Teori personifikasi digunakan sebagai landasan untuk memahami bagaimana lirik menghidupkan suasana alam dan mengarahkan pendengar pada perenungan emosional. Hasil kajian menunjukkan bahwa personifikasi dalam lagu ini tidak sekadar memperindah bahasa, tetapi juga memperkaya makna tematik lagu yang berkaitan dengan keteguhan, spiritualitas, dan hubungan manusia dengan alam. Personifikasi berperan sebagai jembatan antara ekspresi personal dan kekayaan imajinasi yang ditawarkan melalui teks lagu. Kepekaan terhadap penggunaan gaya bahasa ini juga membuka ruang bagi apresiasi yang lebih mendalam terhadap karya musik sebagai bentuk sastra populer. Dengan demikian, lirik lagu Mahameru menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa personifikasi memiliki peran penting dalam membentuk kekuatan ekspresif dan estetika dalam karya musik populer.
Integrasi Fungsi dan Makna Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi dalam Lirik Lagu “Alamak” Karya Rizky Febian : Suatu Kajian Pragmatik Dia Ananda Putri; Naila Nur Sabila; Nur Fatimah; Poppy Amalia; Ferdinand Simbolon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fungsi dan makna tuturan dalam lirik lagu "Alamak" karya Rizky Febian dan Adrian Khalif dengan pendekatan pragmatik, melalui analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis tuturan dalam lirik yang telah dipublikasikan. Hasilnya menunjukkan bahwa tindak tutur lokusi menggambarkan keterkejutan dan kebingungan tokoh lirik terhadap cinta yang mendadak. Ilokusi mencakup ekspresi kekaguman, gugup, dan ketakutan kehilangan, serta permintaan kejujuran. Perlokusi memberikan efek emosional dan sosial-budaya, membuat pendengar merasakan suasana cinta. Secara keseluruhan, lagu "Alamak" menunjukkan nilai pragmatik yang dalam, membuktikan bahwa lirik bukan hanya karya seni, tetapi juga alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan dan membangun kedekatan emosional dengan audiens.
Dari Ujaran Sederhana Hingga Narasi: Kajian Psikolinguistik Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun Kezia Erica Agave; Yuliza Rahma Lubis; Ribka Elstin Sigab; Naila Nur Sabila; Septi Permai Natasya Tambunan; Muhammad Ali Hakim; Rosmawaty Rosmawaty; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana anak berusia tiga tahun belajar bahasa dari sudut pandang psikologi bahasa, dengan fokus pada kemajuan suara, tata bahasa, dan kerumitan ucapan yang diukur dengan Mean Length of Utterance (MLU). Usia tiga tahun adalah waktu penting ketika anak mulai bergerak dari ucapan yang sederhana ke kalimat yang lebih rumit dan penuh makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggabungkan hasil penelitian dari berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berusia tiga tahun umumnya sudah bisa menggunakan kalimat pernyataan dan pertanyaan yang mudah, meskipun mereka masih mengalami kesulitan dalam mengucapkan beberapa suara seperti /r/, /s/, dan kelompok konsonan. Berdasarkan pengukuran MLU, anak berusia tiga tahun berada di tahap VII menurut teori Brown, dengan rata-rata panjang ucapan 3,0-3,5 morfem per kalimat. Ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa mereka berkembang dengan baik. Dari sudut pandang psikologi bahasa, perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor biologis, lingkungan, dan rangsangan sosial yang diterima oleh anak. Jadi, cara anak berusia tiga tahun belajar bahasa adalah cerminan dari proses yang menggabungkan kemampuan berpikir, bersocial, dan bahasa yang terus berkembang dari ucapan sederhana menuju struktur kalimat yang lebih rumit.