cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 769 Documents
Dari Ujaran Sederhana Hingga Narasi: Kajian Psikolinguistik Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3 Tahun Kezia Erica Agave; Yuliza Rahma Lubis; Ribka Elstin Sigab; Naila Nur Sabila; Septi Permai Natasya Tambunan; Muhammad Ali Hakim; Rosmawaty Rosmawaty; Hidayat Herman
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana anak berusia tiga tahun belajar bahasa dari sudut pandang psikologi bahasa, dengan fokus pada kemajuan suara, tata bahasa, dan kerumitan ucapan yang diukur dengan Mean Length of Utterance (MLU). Usia tiga tahun adalah waktu penting ketika anak mulai bergerak dari ucapan yang sederhana ke kalimat yang lebih rumit dan penuh makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggabungkan hasil penelitian dari berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan perkembangan bahasa anak usia 3-4 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berusia tiga tahun umumnya sudah bisa menggunakan kalimat pernyataan dan pertanyaan yang mudah, meskipun mereka masih mengalami kesulitan dalam mengucapkan beberapa suara seperti /r/, /s/, dan kelompok konsonan. Berdasarkan pengukuran MLU, anak berusia tiga tahun berada di tahap VII menurut teori Brown, dengan rata-rata panjang ucapan 3,0-3,5 morfem per kalimat. Ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa mereka berkembang dengan baik. Dari sudut pandang psikologi bahasa, perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor biologis, lingkungan, dan rangsangan sosial yang diterima oleh anak. Jadi, cara anak berusia tiga tahun belajar bahasa adalah cerminan dari proses yang menggabungkan kemampuan berpikir, bersocial, dan bahasa yang terus berkembang dari ucapan sederhana menuju struktur kalimat yang lebih rumit.
Efektivitas Penggunaan Media Aplikasi Tiktok Terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas XI SMAN 18 Bone Suarnita Suarnita; Muh. Safar; Muhammad Asdar
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media aplikasi TikTok terhadap kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas XI di SMAN 18 Bone. Latar belakang dari penelitian ini adalah munculnya kebutuhan akan inovasi media pembelajaran yang mampu menarik minat dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, terutama dalam keterampilan menulis yang selama ini dianggap sebagai aktivitas yang membosankan dan sulit. TikTok sebagai salah satu platform media sosial populer berbasis video pendek dinilai memiliki potensi sebagai sarana edukatif yang efektif, karena mampu menyajikan informasi secara visual, kreatif, dan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen posttest-only control group, yang melibatkan dua kelas sebagai sampel: satu kelas eksperimen yang menggunakan TikTok sebagai media pembelajaran, dan satu kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes menulis teks prosedur untuk mengukur kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan, serta lembar observasi dan pedoman wawancara untuk mendukung data kualitatif. Penilaian difokuskan pada aspek struktur teks, kaidah kebahasaan, kejelasan langkah, dan kreativitas. Hasil dari penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa penggunaan TikTok sebagai media pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur secara signifikan dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan aplikasi TikTok dalam proses pembelajaran. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital saat ini, serta menjadi referensi bagi pendidik dan peneliti lain dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana pendidikan yang efektif.
Dampak Integrasi Strategi Metakognitif Dalam Proses Menulis Terhadap Kemampuan Menulis Esai Ria Candra Dewi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2256

Abstract

Penelitian ini bertujuan unuk menguji dampak strategi metakognitif dalam proses menulis terhadap kemampuan menulis dan menguji tingkat validitas instrument strategi penulisan metakognitif. Partisipan penelitian berjumlah 250 mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah, Indonesia. Analisis desain factorial digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian pertama menunjukkan bahwa pertama strategi metakognisi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan menulis akademik mahasiswa. Kedua, instrumen kuesioner tentang penggunaan strategi metakognitif dalam proses menulis terbukti valid karena dapat menilai kesadaran metakognisi mahasiswa. Strategi metakognitif berperan sebagai kontruksi tingkat tinggi serta ditemukan korelasi yang positif antardimensi pada strategi metakognitif. Dimensi metakognisi yang ditemukan saling berkorelasi dan memberikan kontribusi adalah pengetahuan deklaratif, prosedural, kondisional, perencanaan, pemantauan, evaluasi, strategi manajemen informasi, dan strategi debugging. Dari perbandingan model pertama (model orde kedua satu factor) dan model kedua (model korelasi delapan komponen) yang diusulkan ditemukan bahwa indeks kecocokan model yang kedua lebih baik dibandingkan dengan kecocokan model pertama. Penelitian ini berimplikasi bahwa kemampuan menulis akademik dapat ditingkatkan melalui peningkatan kesadaran metakognisi dan kemampuan reflektif mahasiswa terhadap proses menulisnya sendiri..
Penerapan Model Think Talk Write dalam Pembelajaran Menulis Teks Biografi pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Jatibarang Nurul Fitriyah; Irfan Efendi; Fithry Muthmainnah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui aktivitas siswa pada kegiatan pembelajaran menulis teks biografi dengan menerapkan model think talk write pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Jatibarang (2) Mengetahui penerapan model think talk write efektif dalam pembelajaran menulis teks biografi pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Jatibarang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis desain nenoquevalent control group design. Sampel penelitian penelitian ini adalah siswa kelas X DKV 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 20 siswa dan X TPTU sebagai kelas kontrol dengan jumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes menulis teks biografi selain itu digunakan juga teknik berupa observasi dengan tujuan mengamati aktivitas guru dan siswa, data penelitian dikumpulkan melalui tes tulis dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penghitungan statistik dengan menggunakan uji t dua independen (independen simple t test), diperoleh thitung besar 11,500 dan ttabel 1,614 Jadi thitung (11,500) > ttabel (1,614), hal ini menunjukan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penerapan model think talk write dalam pembelajaran menulis teks biografi pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Jatibarang efektif. Berdasarkan analisis hasil observasi, terbukti bahwa penerapan model think talk write dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menulis teks biografi pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Jatibarang.
Kesantunan Berbahasa Leech dalam Film Sekawan Limo Karya Bayu Skak Khoirun Nisa; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip kesantunan berbahasa dalam film Sekawan Limo karya Bayu Skak berdasarkan teori kesantunan Geoffrey Leech (1983). Film ini dipilih karena merepresentasikan penggunaan bahasa Jawa yang kental serta nilai-nilai budaya lokal, sehingga berpotensi menjadi media pelestarian norma sosial dan strategi kesantunan dalam komunikasi. Teori Leech mencakup enam maksim kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kesederhanaan, kesepakatan, dan simpati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis pragmatik. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap tuturan para tokoh dalam film, kemudian dianalisis berdasarkan makna kontekstual dan fungsi pragmatik dari setiap ujaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh maksim kesantunan muncul dalam dialog para tokoh, dengan maksim pujian dan simpati sebagai maksim yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi kesantunan digunakan untuk memperkuat ikatan sosial, mengekspresikan empati, dan menjaga keharmonisan interaksi antar tokoh. Bahasa yang digunakan secara santun dan kontekstual turut memperkuat pesan moral serta penggambaran karakter dalam film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Sekawan Limo tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan kesantunan berbahasa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian pragmatik serta mendorong pemanfaatan film sebagai media pembelajaran nilai-nilai sosial dan linguistik.
Gaya Bahasa dalam Film Dirty Vote Pada Media Sosial Youtube Muhammad Alba; Salam Salam; Sakaria Sakaria
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk gaya bahasa dalam film dirty vote pada media sosial youtube ; (2) mendeskripsikan fungsi gaya bahasa dalam film dirty vote pada media sosial youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Model analisis bentuk dan fungsi gaya bahasa yang digunakan ialah model analisis gaya bahasa menurut J. S. Badudu dan Damayanti, R. Fokus penelitian ini ialah berfokus terhadap pengkajian fungsi dan bentuk gaya bahasa dalam film dirty vote pada media sosial youtube. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata atau kalimat, dan narasi dalam film dirty vote pada media sosial youtube. Data dalam penelitian ini bersumber utama pencarian data berasal dari portal website youtube. Video dirty vote ini diunggah pada tahun 2024 menjadi data dari penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah mengumpulkan dan menyusun data studi terkait ada tiga kategori dapat digunakan untuk mengklasifikasikan data kualitatif: hasil pengamatan, hasil pembicaraan, bahan tertulis. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian, yaitu: peneliti bertindak sebagai instrumen utama dan instrumen pendukung berupa handphone, alat tulis, laptop, dan panduan pengumpulan data.
Metafora Bahasa Arsitektur dalam Narasi Novel Hello Karya Tere Liye Nisfi Arba` Indah; Sri Yanuarsih; I Wayan Letreng
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2291

Abstract

Analisis ini berjudul “Metafora Bahasa Arsitektur dalam Narasi Novel Hello Karya Tere Liye” bertujuan menganalisis makna serta fungsi metafora bahasa arsitektur dalam membangun narasi serta pengalaman estetik pembaca. Kajian ini berlandaskan teori metafora konseptual dari George Lakoff dan Mark Johnson (1980), memandang metafora sebagai sistem konseptual yang menghubungkan hal konkret dengan konsep abstrak. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat terhadap novel Hello karya Tere Liye untuk menemukan kutipan yang mengandung metafora arsitektur, kemudian dianalisis berdasarkan kategori metafora ontologis, orientasional, dan struktural. Hasil analisis menunjukkan enam belas data metafora bahasa arsitektur, meliputi delapan metafora ontologis, dua metafora orientasional, serta enam metafora struktural. Metafora ontologis menjadi bentuk paling dominan karena menggambarkan elemen bangunan—seperti rumah, jendela, dan ruang—sebagai simbol kenangan, identitas, juga emosi tokoh. Metafora orientasional berfungsi menegaskan konsep ruang dan arah (tinggi–rendah, keteraturan) untuk menggambarkan relasi sosial dan keseimbangan batin. Sementara itu, metafora struktural memperlihatkan hubungan antara konsep arsitektur (pondasi, tiang, renovasi) dengan perjalanan hidup serta pemulihan diri tokoh.
Dari Ingatan Menjadi Dendam: Pewarisan Trauma Konflik Aceh dalam Novel Arafat Nur Alpi Anwar Pulungan; Rein De Komar; Baiq Annisa Yulfana Nalurita
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2294

Abstract

Kajian ini bertujuan mendeskripsikan aktor, bentuk, dan dampak pewarisan trauma konflik Aceh dalam empat novel karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian naratif dan didukung oleh teori postmemory. Data berupa narasi, dialog, dan monolog dalam bentuk kata, kalimat, dan paragraf dikumpulkan melalui teknik kepustakaan, baca kritis, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma konflik Aceh diwariskan terutama kepada dua generasi, yaitu generasi pertama yang mengalami kekerasan secara langsung dan generasi 1,5 yang tidak sepenuhnya memahami latar konflik, tetapi terdampak karena hidup dalam situasi kekerasan yang berulang. Pewarisan tersebut sebagian besar berlangsung melalui familial postmemory transmission dalam ruang keluarga dan komunitas, meskipun tidak selalu melalui hubungan sedarah atau keluarga inti. Selain itu, ditemukan pula afiliative postmemory transmission yang ditransmisikan melalui objek dan ruang simbolik, seperti senjata, tempat kejadian kekerasan, dan ruang publik yang menyimpan memori kolektif masyarakat Aceh.
Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa SMP 10 Bengkulu Utara Jawai Saputra; Eli Rustinar; Reni Kusmiarti; Tri Dina Aryanti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2297

Abstract

Masalah penelitian ini Bagaimanakah Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII E SMP Negeri 10 Bengkulu Utara. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 10 Bengkulu Utara. Metode penelitian ini menggunkan metode kuantitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa menulis teks deskripsi. Tes tersebut dilakukan dengan menungaskan siswa kelas VII E Siswa SMP Negeri 10 Bengkulu Utara untuk membuat teks deskripsi. dari hasil penelitian ini kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII E SMP Negeri 10 Bengkulu Utara. dari hasil penelitian data kedua aspek yaitu penggunaan struktur dan penggunaan kaidah kebahasaan, dapat disimpulkan bahwa Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII E Siswa SMP Negeri 10 Bengkulu Utara adalah 61,8% Jika dikonsultasikan dengan presentase skala empat tingkat kemampuan tergolong cukup karena berada pada interval 56-74%. Kesimpulan dari penelitian ini Kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII.E SMP Negeri 10 Bengkulu Utara aspek struktur adalah 85% jika dikonsultasikan presentase skala empat maka tingkat kemampuannya tergolong baik karena berada pada interval 75-85%. Kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII.E SMP Negeri 10 Bengkulu Utara aspek kaidah kebahasaan adalah 37% jika dikonsultasikan presentase skala empat maka tingkat kemampuannya tergolong kurang karena berada interval 10-55%.
Inovasi Model Pembelajaran Sastra pada Genre Puisi, Prosa, dan Drama: Analisis Literatur untuk Meningkatkan Kreativitas dan Literasi Bahasa di Sekolah Kristina Natalia Br Pasaribu; Lidya Manurung; Safinatul Hasanah Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2301

Abstract

Pembelajaran sastra di sekolah memiliki potensi besar untuk membentuk kreativitas, karakter, dan literasi bahasa siswa. Namun, proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional sering membuat siswa pasif dan kurang menghayati nilai estetika karya sastra. Artikel ini bertujuan menganalisis berbagai inovasi model pembelajaran sastra pada tiga genre utama puisi, prosa, dan drama berdasarkan hasil kajian literatur dari lima jurnal nasional. Metode yang digunakan ialah penelitian studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif analitis yang menelaah hasil penelitian terdahulu terkait model, strategi, dan evaluasi pembelajaran sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa model apresiasi kajian sastra terpadu mampu meningkatkan keterampilan berbahasa dan kepekaan estetika siswa dalam memahami puisi; pendekatan blended learning dan integrasi kritik sastra efektif mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran prosa; sedangkan pedagogi drama terbukti memperkuat empati, keberanian, dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran drama. Ketiga genre tersebut saling melengkapi dalam membentuk karakter dan literasi bahasa yang kreatif. Oleh karena itu, pembelajaran sastra perlu dikembangkan secara inovatif dan humanis agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik di era literasi digital.