cover
Contact Name
Adhan Kholis
Contact Email
adhank74@gmail.com
Phone
+6281334853428
Journal Mail Official
joned.fip@unu-jogja.ac.id
Editorial Address
RT 033/RW 010 Gang Jamingan Muja Muju Umbulharjo II 1067 Yogyakarta, 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Nusantara Education
ISSN : -     EISSN : 2807436X     DOI : 10.57176
Core Subject : Education,
JONED: Journal of Nusantara Education is a peer-reviewed open-access journal published by the Faculty of Education, Universitas Nahdaltul Ulama Yogyakarta. It publishes manuscripts of research in relation to educational science, language education, language teaching and learning, early childhood education, primary education, secondary education, and higher education. Submitted papers can be written in English, Bahasa Indonesia or other international languages for the initial review stage by editors and further review process by our reviewers. Journal of Nusantara Education publishes its issues biannually, in September and March.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024" : 10 Documents clear
Students’ Perspective Towards the Important of English in Islamic Religious Education Department Rohmawati, Cucum; Fajri, Dede Rohadi; Hasanudin, Taufik
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.109

Abstract

Bahasa Inggris mempunyai peran penting dalam berbagai macam aspek. Termasuk dalam aspek pendidikan, yang mana dunia pendidikan saat ini harus mengikuti perkembangan zaman yang semakin berkembang, salah satunya adalah pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa PAI dengan tujuan agar peserta didik dapat memahami pendidikan agama islam secara luas. Sebab penguasaan Bahasa Inggris berpengaruh pada kesiapan mental peserta didik agar dapat bersaing dan siap dalam menghadapi arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, yaitu kegiatan memahami suatu fenomena yang dijadikan objek penelitian dengan cara mendeskripsikan konteks alamiahnya. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data dan melibatkan mahasiswa padad jurusan PAI di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai informan. Hasil penelitian ini mnemukan bahwa mahasiswa jurusan PAI memiliki persepsi positif terkait pentingnya mempelajari Bahasa Inggris di Jurusan Pendidikan Agama Islam. Pembelajaran Bahasa Inggris di Jurusan PAI dianggap mampu memberikan motivasi kepada Mahasiswa untuk lebih mendalami embelajaran Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari Hal ini dibuktikan dengan respon kritis mahasiswa dalam menghubungkan pemahaman keagamaannya dengan realitas kehidupan sehari-hari.  Namun di sisi lain, penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran Bahasa Inggris dijurusan PAI oleh sebagian kecil informan dianggap belum menarik minat mahasiswa untuk mempelajari dan belum memberikan banyak kontribusi dalam upaya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan menghubungkannya dengan disiplin keilmuan terkait. ____________________________________________________________________________________ English has an important role in various aspects, including educational aspect, where the world of education needed to keep up with the sophisticated era, where one of them is learning English for Islamic Religious students to make students understand about Islamic religious education broadly. Because the mastery of English affects students' mental readiness so they can compete and be ready to deal with the flow of globalization. This research used a qualitative approach. It used to investigate the phenomenon used as the object of research by describing its natural context. Interviews were used as a data collection technique and involved 50 students Islamic Religious Education in UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten as the informants. Data analysis included tracking, organizing, solution and synthesis, pattern search. The results found that the students of Islamic Religious Education in UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten had positive perceptions regarding the importance of studying English. The students said that that learning English Islamic Religious Education could make them able to provide motivation to study English more deeply in everyday life. It was proven by students' critical responses in connecting their religious understanding with the reality of everyday life. Besides that, the research showed that the English language learning process in the Islamic Religious Education department was considered by a small number of informants to have not attracted students' interest in studying it, and they assumed that it has not contributed much in improving their English language skills and connecting them with related scientific disciplines.
The Correlation among Personality Traits, Reading Motivation, and Reading Achievement at Higher Education Muhanif, Slamet; Sabarun; Syahid, Abdul
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.111

Abstract

Membaca merupakan sebuah kemampuan dasar penting yang  diperlukan dalam berbagai aspek, terutama dalam pendidikan. Kemampuan membaca dapat ukur melalui prestasi membaca dan studi-studi  menunjukan bahwa bermacam-macam factor dan mempengaruhinya. Akan tetapi, hanya sedikit studi yang menginvestigasi hubungan antara ciri-ciri kepribadian, motivasi membaca dan prestasi membaca dalam satu penelitian, terutama di Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengecek apakah ada hubungan antara antara ciri-ciri kepribadian, motivasi membaca dan prestasi membaca. Empat puluh Sembilan mahasiswa semester enam jurusan bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya berpartisipasi dalam penelitian ini. Partisipan dipilih menggunakan teknik sampling acak berstrata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi berganda. Peneliti mendapatkan data dengan angket dan tes. Angket yang digunakan adalah Motivation for reading questionnaire (MRQ) yang diadaptasi dari Huang & Reynolds (2022) dan Big Five Inventory 2 (BFI2) yang diadaptasi dari Soto & John (2017b), dan tes diadopsi dari TOEFL IBT Barron (2016). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linear berganda pada perangkat lunak JASP. Hasil dari analisis memaparkan bahwa ciri-ciri kepribadian kenegatifan emosi dan motivasi intrinsik berkorelasi secara negative dan signifikan dengan  prestasi membaca. Baik kenegatifan emosi dan motivasi intrinsic secara bersama-sama berkontribusi 15 persen terhadap varian prestasi membaca. Secara terpisah, Kenegatifan emosi merupakan prediktor yang signifikan pada prestasi membaca sedangkan motivasi intrinsik merupakan prediktor yang tidak signifikan terhadap prestasi membaca ___________________________________________________________________________________ Reading is an essential basic skill needed in various aspects, especially in education. The reading skill can be measured using reading achievement, and studies show that numerous factors can influence it. However, only a few studies have investigated the relationship between reading and personality traits toward achievement in a single study, especially in Central Kalimantan. This study aimed to check whether there is a relationship among personality traits, reading motivation, and reading achievement. Forty-nine students in the sixth semester of the English Department of the State Islamic Institute of Palangka Raya participated in this study. The participants are taken using a stratified random sampling technique. This study used a quantitative method with a multiple regression design. The researcher obtained the data through questionnaires and a test. The questionnaires are the motivation for the reading questionnaire (MRQ) adapted from Huang & Reynolds (2022) and the Big Five Inventory 2 (BFI-2) adapted from Soto & John (2017b), and the test adopted from Barons TOEFL IBT (2016). The data was analyzed using multiple linear regression on the software JASP. The analysis revealed that negative emotionality and intrinsic motivation correlated negatively and significantly with reading achievement. Both negative emotionality and intrinsic motivation contribute 15 percent to the variance of reading achievement simultaneously. Partially, negative emotionality was a significant predictor of reading achievement even intrinsic motivation was not a significant predictor for reading achievement .          
Analysis of Financial Management of PAUD Institutions: Case Study at TK Batik PBBI Yogyakarta Mala, Lilik Sofwatul; Rohmah, Lailatu; Munastiwi, Erni
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.116

Abstract

Manajemen keuangan sekolah merupakan keahlian suatu lembaga sekolah dalam merancang kegiatan secara terstruktur seperti merencanakan, melaksanakan, melaporkan dan mempertanggungjawabkan kegiatan keuangan pendidikan agar berjalan secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen keuangan pada lembaga sekolah di TK Batik PBBI Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, bendahara dan wali kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat langkah-langkah dalam manajemen keuangan sekolah yaitu dalam perencanaan keuangan sekolah dilakukan pada setiap awal tahun ajaran baru yaitu dilakukan dengan cara mengadakan rapat internal untuk melakukan musyawarah bersama yang dihadiri oleh kepala sekolah, bendahara sekolah dan wali kelas, memilih kegiatan dalam perencanaan tersebut sesuai kalender akademik dan mempertimbangkan dana yang akan digunakan setelah dilakukan kesepakatan maka kepala sekolah akan memberitahukan kepada orang tua siswa dan menyusun RAPBS. Pelaksanaan manajemen keuangan sekolah terdapat dua bagian yaitu penerimaan dana dan pengeluaran dana. Langkah-langkah pembukuan pengelolaan keuangan di TK Batik PBBI Yogyakarta berupa pembukuan yang sederhana, lengkap dan mudah dipahami sehingga nantinya akan memudahkan dalam pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sekolah. Langkah selanjutnya yaitu laporan pertanggungjawaban dilakukan dalam dua tahap pelaksanaan yaitu setiap bulan dan akhir tahun ajaran, laporan dan pertanggungjawaban terkait BOP berada di bawah pengawasan Kementerian Agama, sedangkan terkait tunjangan anak berada di bawah naungan paguyuban pedagang batik kota Yogyakarta. ______________________________________________________________________________________ School financial management is the expertise of a school institution in designing activities in a structured manner such as planning, implementing, reporting and being accountable for educational financial activities so that they run effectively and efficiently. The aim of this research is to determine financial management in school institutions at TK Batik PBBI Yogyakarta. The research uses descriptive qualitative research. The research subjects were the principal, treasurer and class teacher. The data collection methods used were observation, interviews and documentation. The results of the research show that there are steps in school financial management, namely in school financial planning carried out at the beginning of each new school year, which is carried out by holding internal meetings to hold joint deliberations attended by the principal, school treasurer and class teachers, selecting activities in the planning according to the academic calendar and Considering the funds that will be used after the agreement is taken, the school principal will notify the student's parents and prepare the RAPBS. The implementation of school financial management has two divisions, namely receipt of funds and expenditure of funds. The steps for financial management bookkeeping at the Batik PBBI Yogyakarta Kindergarten school are in the form of simple, complete and easy to understand bookkeeping so that later it will make it easier to report and account for school financial management. The next step is that accountability reports are carried out in two implementation stages, namely every month and at the end of the school year, reports and accountability related to BOP is under the supervision of the Ministry of Religion, while related to child support is under the auspices of the batik traders' association in the city of Yogyakarta.
The Grammatical Errors in Translating Indonesian into English of the English Study Program Students Isu, Rudolof Jibrael; Dewi, Ni Putu Juliani Lestari
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.118

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: (1) Apa saja kesalahan yang paling sering dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris? (2) Bagaimana tingkat kompetensi mahasiswa dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris? Berdasarkan pernyataan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang paling sering dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris, dan (2) Mendeskripsikan tingkat kompetensi mahasiswa dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Subjek penelitian ini adalah 20 orang mahasiswa. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Penulis memberikan sebuah teks bacaan berbahasa Indonesia kepada siswa dan siswa menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Jenis kesalahan tata bahasa dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris yang dibuat oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris berdasarkan penghilangan, penambahan, kesalahan urutan dan kesalahan pembentukan. Kesalahan tata bahasa yang paling banyak ditemukan dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris yang dibuat oleh mahasiswa adalah penghilangan sebanyak 98 kalimat. (2) Tingkat kompetensi, berada pada tingkat kurang. _________________________________________________________________________________ The study aimed to address the following research questions: (1) What are the most common errors made by students of the English Study Program when translating Indonesian texts into English? (2) What is the level of competence of these students in translating Indonesian texts into English? Based on these questions, the objectives of the study were: (1) To identify the most common errors made by English Study Program students in translating Indonesian texts into English, and (2) To describe the students’ levels of competence in translating Indonesian texts into English. The subjects of this study were 20 students. A qualitative method was used for data collection, focusing on describing the errors made by the students. The students were given Indonesian texts to translate into English. The results of the study are as follows: (1) Types of grammatical errors in translating Indonesian texts into English, made by the students, included omission, addition, mis-ordering, and mis-formation. The most common grammatical error was omission, with 98 sentences exhibiting this issue. (2) The overall level of competence among the students was assessed as poor.
Utilization of YouTube to Improve Learning Outcomes in Madrasah Boiman; Fanani, Ahmad Aziz; mashuri, Imam
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.120

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan YouTube sebagai platform pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa di Madrasah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas video pembelajaran interaktif dalam memperdalam pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam integrasi teknologi ini dalam kurikulum pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan YouTube sebagai alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Video pembelajaran yang disajikan secara interaktif membantu siswa lebih memahami konsep-konsep pelajaran dengan lebih baik, sejalan dengan teori konstruktivisme. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan keterampilan teknologi bagi guru dan integrasi yang lebih sistematis dari platform digital dalam kurikulum pendidikan Islam untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan relevan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam literatur pendidikan digital, khususnya dalam konteks pendidikan agama, serta membuka peluang untuk penelitian lanjutan yang lebih komprehensif. ______________________________________________________________________________________ This research focuses on using YouTube as a learning platform to improve student learning outcomes in Madrasah. The main aim of this research is to evaluate the effectiveness of interactive learning videos in deepening students' understanding of the subject matter and identify challenges and opportunities in integrating this technology into the Islamic education curriculum. The research method used is a qualitative case study involving direct observation, in-depth interviews with five teachers and 2 students, and analysis of related documents. The research results show that using YouTube as a learning aid can increase student engagement and learning motivation. Learning videos presented interactively help students understand lesson concepts better, which is in line with constructivism theory. The implications of this research emphasize the importance of developing technological skills for teachers and more systematic integration of digital platforms in the Islamic education curriculum to support more effective and relevant learning. This research made a significant contribution to the literature on digital education, particularly in the context of religious education, and opens up opportunities for more comprehensive further research.
Narrative Review: Digital Media in English Language Learning Nugroho
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.122

Abstract

Media pembelajaran digital merupakan salah satu alat yang dapat dimanfaatkan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mengkomunikasikan informasi dari guru kepada siswa. Media pembelajaran digital sangat penting untuk meningkatkan kemampuan belajar bahasa Inggris siswa. Media pembelajaran digital mendorong partisipasi aktif dan merangsang rasa ingin tahu tentang apa yang diajarkan guru. Pandemi Covid-19 membuat peran media pembelajaran digital semakin nyata. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan naratif untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya. Data berupa artikel dikumpulkan menggunakan aplikasi Publish or Perish. Data tersebut kemudian disortir berdasarkan kriteria yang ditentukan. Peneliti memperoleh 19 artikel yang layak untuk ditinjau. Peneliti meninjau dan menemukan bahwa jenis media pembelajaran digital yang paling umum digunakan dalam mata pelajaran bahasa Inggris SMA adalah Google Classroom, YouTube, Moodle dan Zoom, WhatsApp, Edmodo, Video Blog, dan Instagram. Platform ini terbukti dapat meningkatkan keterlibatan siswa, hasil belajar, dan kreativitas. Analisis komprehensif tentang penggunaan media pembelajaran digital dalam mata pelajaran bahasa Inggris SMA memberikan wawasan bagi para pendidik dan pembuat kebijakan, yang menekankan pentingnya mengintegrasikan platform ini ke dalam lingkungan belajar. Penelitian lebih lanjut dapat membahas penggunaan media digital dalam pembelajaran mata pelajaran lain seiring dengan perkembangan teknologi. _______________________________________________________________________________ Digital learning media is a tool that can be utilized as an intermediate in the learning process to communicate information from teachers to students. It is crucial to improve students' English language learning skills. It encourages active participation and stimulates curiosity about what teachers teach. The Covid-19 pandemic has made the role of digital learning media increasingly realistic. This study used a narrative review method to identify and summarize previously published journal articles. Data in the form of articles were collected using the Publish or Perish application. The data was then sorted according to the specified criteria. The researcher obtained 19 articles that were eligible for review. The researcher reviewed and found that the most common digital learning media types in high school English subjects were Google Classroom, YouTube, Moodle and Zoom, WhatsApp, Edmodo, Video Blog, and Instagram. These platforms have been shown to enhance student engagement, learning outcomes, and creativity. The comprehensive analysis of the use of digital learning media in high school English subjects provides insights for educators and policymakers, emphasizing the importance of integrating these platforms into the learning environment. Further research can discuss the use of digital media in learning other subjects along with technological developments.  
Pengembangan Media Permainan “Go Race” Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Bernalar Kritis Setiawan, Aldi; Hartatik, Sri; Rahayu, Dewi Widiana; Susanto, Rudi Umar
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media permainan “go race” sebagai upaya peningkatan profil pelajar pancasila dimensi bernalar kritis pada peserta didik kelas V sekolah dasar yang berbasis teknologi dalam pembelajaran. Hal ini didasari pada hasil survei PISA terkait literasi pada tahun 2018 kemampuan profil pelajar Pancasila dimensi bernalar kritis peserta didik sekolah dasar yang masih rendah. Rendahnya kemampuan  bernalar kritis ini disebabkan oleh kurangnya inovasi guru dalam melaksanakan pembelajaran, minimnya fasilitas yang dimiliki oleh sekolah serta kurangnya pengetahuan guru mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini yaitu penelitian pengembangan (research and development) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Alat pengumpul data pada analisis data kuantitatif yaitu tes dan alat pengumpul data kualitatif yaitu observasi dan juga wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa media permainan go race merupakan media yang sangat layak untuk dikembangkan serta berperan efektif dalam peningkatan kemampuan profil pelajar Pancasila dimensi bernalar kritis bagi peserta didik kelas V sekolah dasar. Media permainan go race telah melalui uji validasi oleh ahli media dengan total nilai rata-rata 91,6% dan oleh ahli materi dengan total nilai rata-rata mencapai 94,59%. Diketahui dari hasil tersebut bahwa  media permainan go race masuk dalam kategori sangat layak untuk dikembangkan ______________________________________________________________________________________ This study aims to develop a game media “go race” as an effort to improve the profile of Pancasila students in the dimension of critical reasoning in grade V elementary school students based on technology in learning. Based on the results of the PISA survey related to literacy in 2018, the ability of the Pancasila learner profile in the critical reasoning dimension of elementary school students is still low. The low ability to reason critically is caused by the lack of teacher innovation in implementing learning, the lack of facilities owned by schools and the lack of teacher knowledge about the use of technology in learning. This type of research is research and development with the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The data analysis techniques used are quantitative and qualitative. Data collection tools in quantitative data analysis are tests and qualitative data collection tools are observation and interviews. The results showed that the go race game media is a media that is very feasible to develop and plays an effective role in improving the ability of Pancasila student profiles in the dimension of critical reasoning for fifth grade elementary school students. The go race game media has gone through a validation test by media experts with a total average score of 91.6% and by material experts with a total average score of 94.59%. It is known from these results that the go race game media is in the category of very feasible to be developed
Integrasi Pembelajaran Asinkronus melalui Whatsup dan Project-Based Learning dalam Mata Kuliah Statistika Mardiyanti, Een
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.127

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas Integrasi Pembelajaran Asinkronus melalui WhatsApp dan Project-Based Learning dalam meningkatkan pemahaman statistika mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi fenomenologi, pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling.  Penggunaan proyek dalam evaluasi akhir memberikan hasil yang lebih baik dan komprehensif dibandingkan ujian tertulis. Mahasiswa yang terlibat dalam proyek cenderung memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep statistika serta keterampilan praktis dalam menerapkannya dalam situasi nyata. Penggunaan WhatsApp dalam pembelajaran ini sangat membantu sebagai media konsultasi karena pertemuan di kelas sering kali terbatas oleh waktu dan jadwal yang ketat. WhatsApp memfasilitasi komunikasi yang lebih fleksibel antara mahasiswa dan dosen di luar jam perkuliahan, meningkatkan interaksi personal dan mendukung motivasi belajar mahasiswa.  Penggunaan bahasa non formal saat konsultasi dengan mahasiswa melalui WhatsApp dapat menciptakan kedekatan dan menghapus kesenjangan antara mahasiswa dan dosen, serta  menciptakan hubungan yang lebih dekat secara emosional antara dosen dan mahasiswa. Salah satu penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk memiliki judul dan artikel penelitian mereka yang bagus disubmit ke jurnal dengan menyertakan nama mereka sebagai penulis. Penghargaan meningkatkan antusiasme mahasiswa. Mereka termotivasi untuk menghasilkan penelitian berkualitas karna hasil kerja keras mereka memiliki peluang untuk diakui dalam publikasi akademis. Temuan lain dari proyek ini meliputi data-data yang berpotensi untuk digunakan dalam tahap penelitian lanjutan. Data yang dikumpulkan dari proyek dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi tema-tema penelitian yang menarik. Proyek ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa tetapi juga berpotensi untuk memberikan kontribusi yang berarti dalam literatur akademik di bidangnya ______________________________________________________________________________________ This study aimed to find out the effectiveness of integrating asynchronous learning through WhatsApp and Project-Based Learning in enhancing students' understanding of statistics. This is a qualitative study utilizing a phenomenological approach, with purposive sampling techniques employed for participant selection. The use of projects in the final evaluation yielded better and more comprehensive results compared to written exams. Students involved in projects tended to have a deeper understanding of statistical concepts and practical skills in applying them to real-life situations. The use of WhatsApp in this learning process proved to be highly beneficial as a consultation medium since classroom meetings are often limited by time and tight schedules. WhatsApp facilitated more flexible communication between students and lecturers outside of class hours, enhancing personal interaction and supporting students' learning motivation. The use of informal language during consultations with students via WhatsApp fostered a closer relationship and bridged the gap between students and lecturers, creating a more emotionally connected relationship. One of the rewards given to students was the opportunity to have their research titles and articles submitted to journals, with their names included as authors. This reward increased students' enthusiasm, motivating them to produce high-quality research, knowing that their hard work had the potential to be recognized in academic publications. Another finding from this project includes data that could be used in further research stages. The data collected from the project can serve as a basis for identifying intriguing research themes. This project not only provided practical experience for students but also has the potential to make a significant contribution to the academic literature in the field.
Reducing Students’ Anxiety in Speaking English: Teacher’s Strategies Kurniawati, Atin; Lintangsari, Adiningsih
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.128

Abstract

Kecemasan dalam berbicara bahasa Inggris dapat menghambat siswa dalam mempelajari bahasa tersebut. Menyadari masalah ini, guru bahasa Inggris harus memiliki strategi untuk membantu siswa mengatasi kecemasan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengurangi kecemasan siswa dalam berbicara bahasa Inggris serta kelebihan dan kekurangan strategi yang diterapkan. Informan penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris di sebuah SMP Islam di Surakarta, Jawa Tengah yang mengajar di kelas VIII. Desain penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi guru untuk mengurangi kecemasan siswa dalam berbicara bahasa Inggris adalah relaksasi, persiapan, berpikir positif, mencari teman sebaya, dan kelompok sebaya. Penerapan strategi tersebut memiliki dampak, baik kelebihan maupun kekurangan. Kelebihan dari strategi tersebut adalah: (1) menciptakan lingkungan belajar yang santai dan positif, (2) mengembangkan keterampilan komunikasi dan pembelajaran kolaboratif. Sementara itu, kelemahan dari strategi yang digunakan oleh guru adalah siswa sering menghabiskan waktu untuk membuat kelompok dan berisik. Temuan ini menyiratkan bahwa memilih strategi yang tepat untuk membantu siswa mengatasi kecemasan mereka dalam berbicara bahasa Inggris memerlukan beberapa pertimbangan, seperti kemampuan siswa, kebutuhan, serta keadaan kelas. ___________________________________________________________________________________ Anxiety in speaking English can hinder students’ performance in learning the language. Recognizing this problem, English teachers should have strategies to help students cope with speaking anxiety. This current study focused on investigating teacher’s strategies to reduce students’ anxiety in speaking English as well as the advantages and disadvantages of the strategies applied by the English teacher of an Islamic junior high school in Surakarta, Central Java. Case study design was implemented in this research. The subject of this research is an English teacher who taught at the eight grades. The techniques in collecting the data included observation and interview. The research findings show that the teacher’s strategies to reduce students’ anxiety in speaking English are relaxation, preparation, positive thinking, peer seeking, and peer group. Implementing those strategies has impacts, either advantages or disadvantages. The advantages of those strategies are: (1) creating a relaxed and positive learning environment, (2) developing communication skill and collaborative learning. Meanwhile, the disadvantage of the strategies used by the teacher is students often take time in making groups and noisy. These findings imply that choosing the suitable strategies to help students cope with their anxiety in speaking English need some considerations, such as students’ abilities, needs, as well as classroom circumstances.
The Role of Selective Underlining Strategy in Developing Critical Reading Skills Among University Students Sufiana; Zulkarnain, Riski; Oktapiyani, Henny; Faradilla, Alya Rifka
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 1 (2024): October 2024
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i1.131

Abstract

Studi ini menyelidiki keefektifan selective underlining strategy dalam meningkatkan keterampilan membaca kritis di kalangan mahasiswa. Menggunakan metode penelitian tindakan kelas, bertujuan untuk minangkatkan pemahaman membaca mahasiswa dalam hal menemukan gagasan utama dan rincian pendukung melalui selective underlining strategy dalam pengajaran membaca. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Mulia pada mahasiswa semester dua Progran Studi Informatika melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Peneliti mengambil 37 Mahasiswa sebagai subjek penelitian. Peneliti mengajarkan pemahaman membaca menggunakan selective underlining strategy. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan selective underlining strategy dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa, dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, pencapaian ide pokok dan rincian pendukung siswa dalam pemahaman membaca adalah 57,8%, namun setelah dievaluasi pada siklus II pemahaman membaca siswa menjadi 79,0%. Sebaliknya, gagasan utama siswa dalam pemahaman membaca dikembangkan dari siklus I ke siklus II, dimana pada siklus I pencapaian gagasan utama siswa dalam pemahaman membaca adalah 58,1%, namun setelah dievaluasi pada siklus II pencapaian gagasan utama siswa menjadi 79,7%. Pada siklus I prestasi siswa dalam menemukan rincian pendukung sebesar 57,6%, namun setelah dilakukan evaluasi pada siklus II menjadi 78,4%. Sedangkan pencapaian target standar KKM 70. Penelitian ini berkontribusi terhadap berkembangnya literatur mengenai strategi membaca efektif di perguruan tinggi dan menawarkan implikasi praktis bagi para pendidik yang berupaya meningkatkan keterampilan membaca kritis mahasiswanya. Dari temuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan teknik Selective Underlining Strategy dapat meningkatkan prestasi pemahaman membaca mahasiswa dan membuat mahasiswa aktif dalam proses pembelajaran. ____________________________________________________________________________________ The effectiveness of the selective underlining technique in improving university students' critical reading abilities was examined in this study. Using the Selective Underlining Strategy in reading instruction, the goal of the classroom action research approach was to clarify how students' reading comprehension improved in terms of identifying the main concept and supporting details. Applying classroom action research (CAR), the study was conducted with informatics students at Mulia University during the second semester. 37 pupils were selected by the researcher to be the study's subjects. The Selective Underlining Strategy was used by the researcher to teach reading comprehension. According to the research findings, students' reading comprehension from cycle I to cycle II could be enhanced by employing the Selective Underlining Strategy. Following assessment in cycle II, the students' reading comprehension increased to 79.0% from their cycle I achievement of key ideas and supporting details of 57.8%. On the other hand, the students' major concept for reading comprehension improved from cycle I to cycle II. Specifically, after cycle II evaluation, the students' main idea for reading comprehension increased from 58.1% in cycle I to 79.7%. Students' success rate in locating supporting details was 57.6% in cycle I, but after evaluation in cycle II, it increased to 78.4%. While KKM 70 is the standard objective achievement. This study adds to the expanding corpus of research on successful reading practices in higher education and provides educators looking to improve their students' critical reading abilities with useful takeaways. Based on these results, the researcher concluded that employing the Selective Underlining Strategy technique could improve students' reading comprehension performance and engage them in the process of learning  

Page 1 of 1 | Total Record : 10