cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 427 Documents
REPRESENTASI SEKSISME DALAM VIDEO GITA SAVITRI “KITA BUTUH FEMINISME” MELALUI MODEL SARA MILLS Feni Uji Khasanah; Nur Indah Sholikhati
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi seksisme dan posisi perempuan dalam video Youtube “Beropini” dengan judul “Kita Butuh Feminisme Karena Perempuan Masih Jadi Korban Seksisme” yang diunggah oleh channel Youtube Gita Savitri Devi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat, serta menggunakan teknik analisis data dengan model Sara Mills. Model Sara Mills adalah salah satu model analisis wacana kritis yang fokus pada feminisme. Penelitian ini menitikberatkan pada dua konsep utama yaitu posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 data temuan yang mempresentasikan berbagai bentuk seksisme yang  dialami perempuan dalam kehidupan sehari-harinya. Contoh bentuk seksisme adalah merendahkan perempuan, pandangan terhadap perempuan, ketidakadilan bagi perempuan, patriarki, dan beban bagi perempuan. Pada posisi subjek-objek, Gita Savitri berperan sebagai subjek pencerita bahwa perempuan sebagai objek dianggap pihak yang dirugikan dari berbagai bentuk seksisme. Sementara itu, posisi pembaca menunjukkan bahwa wacana dalam video ini diarahkan kepada perempuan agar memiliki kesadaran dan kepekaan yang kritis terhadap seksisme. Dengan demikian, video yang diunggah oleh Gita Savitri tidak hanya memberikan pengetahuan terkait seksisme tetapi juga mengajak pemirsa untuk lebih peka terhadap isu-isu seksisme yang kerap terjadi di kehidupan sehari-hari.
PENGARUH POWERPOINT INTERAKTIF DENGAN MATERI TEKS EKSPLANASI TERHADAP SISWA KELAS VI SDN 3 MANGKURAYAT Raushan Fikran El Averous; Suhendar Suhendar; Ayu Puji Rahayu
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran PowerPoint interaktif pada materi teks eksplanasi untuk siswa kelas VI sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest dengan melibatkan 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji t berpasangan, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media PowerPoint interaktif mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 60 pada pretest menjadi 84 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,60 yang termasuk kategori sedang. Hasil uji t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, sedangkan nilai effect size menunjukkan pengaruh yang sangat kuat terhadap peningkatan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa media PowerPoint interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran teks eksplanasi di sekolah dasar. Dengan demikian, media yang dikembangkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung peningkatan hasil belajar siswa.
KONFLIK BATIN TOKOH JULEHA PADA NOVEL SISI TERGELAP SURGA: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Dhama Maulana; Fiona Athiyya Nabilah; Mahmudah Fitriyah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22935

Abstract

Penelitian ini menganalisis konflik batin tokoh Juleha dalam Novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna, sebuah karya yang menyoroti dilema psikologis dan sosial di tengah kerasnya realitas ekonomi Jakarta. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan membedah dinamika pertarungan antara dorongan insting (Id), tekanan moralitas (Superego), dan peran penyeimbang dari Ego Juleha. Penelitian ini menggunakan pendekatan Psikoanalisis Struktur Kepribadian Sigmund Freud, yang didukung oleh metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap kutipan-kutipan tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin Juleha didominasi oleh ketegangan ekstrem antara Id, yang termanifestasi sebagai dorongan bertahan hidup (survival instinct) yang mencari pemuasan ekonomi segera, dengan Superego yang menghukum Ego melalui penderitaan psikis, rasa malu, dan trauma kekerasan seksual. Ego Juleha berhasil mencapai keseimbangan yang rapuh melalui mekanisme pertahanan diri, terutama rasionalisasi altruistik, di mana ia membenarkan profesi pekerja seksnya sebagai wujud pengorbanan keibuan demi kelangsungan hidup dan masa depan anaknya. Simpulan menunjukkan bahwa pengorbanan keibuan ini menjadi penyeimbang utama antara naluri dasar yang dilanggar dan st danar moral, memungkinkan adaptasi psikis Juleha terhadap realitas suram.
HEGEMONI DAN KONTROL INFORMASI DALAM NARASI ANTI-HOAKS PROGRAM MBG: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH Sopi Ali Mubarok; Agus Hamdani; Lina Siti Nurwahidah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.25929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi kekuasaan, ideologi, dan mekanisme kontrol informasi dalam narasi anti-hoaks pada pemberitaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus penelitian diarahkan pada teks berita ANTARA News berjudul BGN Gandeng Kemkomdigi Perangi Hoaks Program MBG yang dipublikasikan pada 28 Februari 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough yang mencakup tiga dimensi analisis, yaitu dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural (Fairclough, 1992; Fairclough, 2001; Wodak & Meyer, 2016; Ulinnuha et al., 2013). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis melalui identifikasi unsur linguistik, interpretasi produksi serta konsumsi teks, dan eksplanasi konteks sosial-politik yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi anti-hoaks dalam pemberitaan tersebut tidak semata berfungsi sebagai strategi melawan disinformasi, melainkan juga sebagai praktik diskursif yang mengonstruksi legitimasi negara dalam mengontrol ruang digital. Pada level teks, ditemukan penggunaan diksi militeristik, modalitas tinggi, nominalisasi, dan dominasi aktor negara sebagai subjek aktif (Machin & Mayr, 2012; Ledin & Machin, 2019). Pada level praktik diskursif, ANTARA sebagai media nasional berfungsi sebagai reproduktor wacana resmi pemerintah (Erwin & Susanto, 2019; Hapsari & Komariah, 2024; Pambudi et al., 2025). Pada level praktik sosiokultural, narasi anti-hoaks beroperasi sebagai instrumen hegemoni ideologis untuk mempertahankan stabilitas politik dan legitimasi kebijakan publik (van Dijk, 1998; van Dijk, 2008; Fuchs, 2020). Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam media tidak pernah netral, melainkan menjadi arena pertarungan kekuasaan, ideologi, dan kontrol sosial (Gee, 2014; KhosraviNik, 2017; Couldry & Mejias, 2019).
REPRESENTASI KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL DALAM CERPEN CINTA TAK ADA MATI KARYA EKA KURNIAWAN Eldina Nurdiana; Atiqa Sabardila
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22543

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi kohesi gramatikal serta kohesi leksikal dalam cerpen Cinta Tak Ada Mati karya Eka Kurniawan. Analisis difokuskan pada cara berbagai unsur kohesi bekerja untuk membangun kepaduan makna dan kesinambungan naratif. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap tiga puluh data kutipan yang diambil dari teks cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesi gramatikal muncul melalui penggunaan konjungsi aditif, temporal, kausal, dan adversatif, serta bentuk elipsis, referensi, dan substitusi. Unsur-unsur tersebut berfungsi menghubungkan antarkalimat secara logis, memperjelas hubungan makna, dan mempertahankan alur cerita yang koheren. Sementara itu, kohesi leksikal tampak melalui repetisi, sinonimi, dan asosiasi makna yang menciptakan kesatuan tematik serta memperkuat nuansa emosional cerita. Repetisi kata-kata yang berkaitan dengan suasana seperti hujan dan sepi menjadi penanda simbolik yang mendukung atmosfer kesedihan dan keteguhan cinta. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kohesi dalam cerpen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pembangun struktur wacana, tetapi juga sebagai perangkat artistik yang memperkaya gaya penceritaan. Temuan ini diharapkan memberi kontribusi bagi kajian linguistik teks dan stilistika sastra Indonesia.kualitatif deskriptif
ANALISIS APPRAISAL FRAMEWORK DALAM PUISI “KETIKA TANGAN DAN KAKI BERKATA” KARYA TAUFIQ ISMAIL: KAJIAN SFL “SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTICS” U. Andi Mulyadi; Asep Nurjamin
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.23453

Abstract

Penelitian ini menganalisis puisi religius “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” karya Taufiq Ismail dengan menggunakan kerangka Systemic Functional Linguistics (SFL) dan Appraisal Framework. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan realisasi subsistem Attitude, Engagement, dan Graduation serta menjelaskan bagaimana konfigurasi evaluatifnya membangun posisi sikap penulis terhadap tema hari pertanggungjawaban dan relasi manusia–Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek material teks puisi/lirik, sedangkan data berupa larik yang mengandung unsur evaluasi dikumpulkan melalui teknik baca–catat dan dianalisis dengan pengodean kategori Attitude (Affect, Judgment, Appreciation), Engagement, dan Graduation.Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi didominasi oleh Attitude jenis Affect negatif (rasa takut, hina, penyesalan) yang berpadu dengan Affect positif berupa harapan akan karunia dan petunjuk Ilahi. Judgment terutama hadir sebagai penilaian moral implisit terhadap perilaku manusia melalui citraan tangan dan kaki sebagai saksi atas perbuatan, sementara Appreciation tampak dalam penilaian positif terhadap “jalan cahaya sempurna” sebagai orientasi hidup ideal. Dari sisi Engagement, puisi cenderung monoglossic dengan suara religius yang otoritatif. Graduation muncul melalui repetisi leksikal dan struktur paralel yang mengintensifkan nuansa peringatan dan urgensi pertobatan. Secara keseluruhan, konfigurasi Appraisal membangun efek interpersonal yang kuat berupa peringatan, kegentaran, dan ajakan bertobat, sekaligus menunjukkan relevansi Appraisal Framework bagi kajian puisi religius dan pembelajaran sastra Indonesia.
NILAI MORAL DALAM LIRIK LAGU ALBUM TANPA AKU KARYA PANJI SAKTI Hera Nurul Padilah; Hendaryan Hendaryan; Andri Noviadi
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara objektif nilai moral yang terkandung dalam lirik lagu album Tanpa Aku karya Panji Sakti. Maraknya fenomena degradasi moral di ranah sosial dan kecenderungan penonjolan ego individual menjadi latar belakang krusial mengapa karya sastra yang reflektif perlu dikaji secara mendalam. Karya sastra berupa lirik lagu dalam album solo kedua Panji Sakti ini dipilih karena memiliki karakteristik diksi yang puitis, sarat makna filosofis, dan membawa pesan kontemplatif yang kuat mengenai esensi eksistensi manusia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui teknik analisis konten (content analysis). Pengumpulan data dihimpun dengan metode menyimak intensif dan teknik catat terhadap satuan kebahasaan pada sepuluh lirik lagu yang ada di dalam album tersebut. Hasil penelitian membuktikan bahwa album Tanpa Aku kaya akan muatan edukatif yang terbagi ke dalam tiga dimensi hubungan moral menurut teori Nurgiyantoro. Dimensi tersebut meliputi: (1) hubungan manusia dengan diri sendiri yang termanifestasi melalui sikap sabar dan tabah, introspeksi dan kesadaran diri, serta tanggung jawab; (2) hubungan manusia dengan sesama manusia dalam lingkup sosial yang direpresentasikan melalui wujud rasa kasih sayang, empati, dan kesetiaan; serta (3) hubungan manusia dengan Tuhan yang tecermin dari indikator rasa syukur dan penyesalan diri (taubat). Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa keseluruhan lirik lagu dalam album ini secara struktural batin membawa pesan moral yang mendalam untuk meruntuhkan kesombongan ego keakuan dan membangun nilai kerendahan hati yang murni.
PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL 3726 MDPL KARYA NURWINA SARI Siti Rohmah Anjani; Sirodjul Munir; Rina Agustini
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan psikologi sastra yang terkandung dalam novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pisau bedah teori psikoanalisis Sigmund Freud yang mencakup tiga struktur kepribadian, yaitu id (khayalan), ego (perantara), dan superego (hati nurani). Sumber data primer adalah teks novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik analisis tekstual, dan teknik dokumentasi berupa kegiatan baca-catat terhadap kutipan-kutipan yang mengandung indikator psikologis. Analisis data dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel 3726 MDPL kaya akan dimensi psikologis yang kompleks. Unsur id termanifestasi melalui khayalan tokoh-tokoh yang membangun gambaran mental tentang harapan masa depan serta tindakan impulsif yang didorong oleh prinsip kesenangan. Unsur ego tampak pada perilaku tokoh yang mengedepankan pertimbangan logis dan mencari jalan keluar realistis dalam menghadapi konflik batin dan tekanan sosial. Sementara itu, unsur superego tercermin dari tindakan tokoh yang dikendalikan oleh nilai-nilai moral dan norma sosial yang telah terinternalisasi, sehingga mendorong mereka menekan keinginan pribadi demi tujuan moralistik. Temuan ini membuktikan bahwa novel 3726 MDPL merepresentasikan dinamika kejiwaan manusia secara autentik melalui narasi perjalanan pendakian gunung sebagai metafora perjalanan psikologis tokoh.Kata Kunci: psikologi sastra, psikoanalisis Freud, novel 3726 MDPL
GAYA BAHASA LIRIK LAGU NADIN AMIZAH DALAM ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA DAN KOTORNYA Siti Solihah Andriani; Sri Mulyani; Siti Andini
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24860

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan karakteristik gaya bahasa dalam lirik lagu Nadin Amizah pada album Untuk Dunia, Cinta dan Kotornya serta mengaitkannya dengan pembelajaran puisi pada elemen membaca, khususnya dalam memahami majas dan makna sebelum kegiatan membacakan puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat dalam sebelas lagu pada album tersebut yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu mengandung empat kelompok majas, dengan dominasi penggunaan metafora dan repetisi. Kedua majas tersebut berperan kuat dalam membangun makna simbolis, emosional, dan penegasan pesan dalam lirik. Gaya bahasa yang ditemukan membentuk karakteristik puitis, reflektif, imajinatif, dan musikal. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran puisi pada elemen membaca untuk membantu peserta didik memahami majas dan makna konotatif sebelum kegiatan membacakan puisi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga sebagai media pembelajaran sastra yang relevan dan kontekstual.Kata Kunci: gaya bahasa; lirik lagu; metafora; repetisi; pembelajaran puisi.AbstractThis study aims to describe and classify the stylistic features in Nadin Amizah’s song lyrics from the album Untuk Dunia, Cinta dan Kotornya and relate them to poetry learning in the reading skill component, particularly in understanding figures of speech and meaning prior to poetry reading activities. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The data consist of words, phrases, and sentences from eleven songs in the album, collected through documentation and note-taking techniques. Data analysis follows the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the lyrics contain four categories of figures of speech, with a dominance of metaphor and repetition. These two devices strongly construct symbolic meaning, emotional expression, and message reinforcement in the lyrics. The stylistic features found form poetic, reflective, imaginative, and musical characteristics. Furthermore, the results indicate that song lyrics can be utilized as a learning resource in poetry instruction within the reading component to help students understand figurative language and connotative meaning before poetry reading activities. Thus, this study confirms that song lyrics function not only as artistic works but also as relevant and contextual learning media in literature education.Keywords: stylistics; song lyrics; metaphor; repetition; poetry learning.
NILAI-NILAI SOSIOKULTURAL DALAM TRADISI AMONG-AMONG DI DESA BULUPAYUNG KECAMATAN PATIMUAN KABUPATEN CILACAP Putri Permata Sari; Andri Noviadi; Heryanto Gunawan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosiokultural dalam tradisi Among-Among di Desa Bulupayung Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini difokuskan pada analisis nilai-nilai sosiokultural yang dirumuskan dari teori Soekanto mengenai sosiologi dan teori yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat mengenai budaya atau kultural. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Among-Among mengandung enam nilai sosiokultural, yaitu nilai kerja sama, nilai keharmonisan, nilai kepatuhan, nilai pelestarian, nilai religius, dan nilai simbolik. Berdasarkan hasil analisis terhadap nilai-nilai tersebut, penelitian ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai alternatif pengayaan bahan ajar teks deskripsi. Pemanfaatan ini dianggap relevan karena menyajikan data autentik yang bersumber dari realitas sosial masyarakat, serta menyediakan objek pembelajaran yang kontekstual. Sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman terhadap materi pembelajaran, tetapi juga dapat mengenali dan mengapresiasi nilai-nilai budaya lokal yang berkembang di lingkungannya.