cover
Contact Name
Asep Hidayatullah
Contact Email
jurnaldiksatrasia@gmail.com
Phone
+62265-776787
Journal Mail Official
4sephidayatullah@gmail.com
Editorial Address
Jl. R. E. Martadinata No.150, Mekarjaya, Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 28291832     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Diksatrasia dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis dengan ISSN 2829-1832. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoretis mengenai pendidikan kebahasaan dan kesastraan Indonesia. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 427 Documents
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE Sholihat Nur Adilah; Sirodjul Munir; Sri Mulyani
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24908

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca, catat, dan dokumentasi. Novel ini dipilih karena memuat permasalahan sosial yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia. Landasan teori yang digunakan adalah konsep masalah sosial Soekanto (2012) yang mencakup sembilan jenis kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung tujuh bentuk kritik sosial, yaitu: (1) kemiskinan yang bersifat struktural akibat eksploitasi sumber daya alam oleh pemilik tambang, (2) kejahatan berupa kekerasan fisik dan intimidasi yang dilakukan aparat negara, (3) disorganisasi keluarga yang tercermin dari konflik antara Rudi dan ibunya, (4) peperangan berupa kerusuhan terbuka antara pekerja asing dan lokal, (5) pelanggaran norma-norma masyarakat melalui pembungkaman kebebasan pers, (6) masalah lingkungan hidup akibat eksploitasi tambang yang merusak ekosistem dan kesehatan warga, serta (7) birokrasi yang korup dan tidak berpihak pada rakyat kecil. Novel ini menjadi media kritik terhadap ketidakadilan sosial, eksploitasi lingkungan, dan penyalahgunaan kekuasaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL “RUANG BELAJAR” BERBASIS GOOGLE SITE: PENGELOLAAN BEBAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN MEMAHAMI PUISI Santi Hadi Saputri; Endah Pujianti; Ayu Puji Rahayu
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran digital "Ruang Belajar" berbasis Google Sites untuk membantu pembelajaran memahami puisi melalui pengelolaan beban kognitif siswa. Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development dengan mengadaptasi model desain instruksional ADDIE. Subjek utama penelitian ini melibatkan 34 siswa kelas 10-5 MAN 5 Garut yang dipilih melalui teknik Simple Random Sampling. Hasil pengujian kelayakan dari ahli media memperoleh persentase sebesar 80% (sangat layak) dan ahli materi sebesar 90% (sangat layak). Berdasarkan implementasi di kelas, penggunaan modul digital ini secara signifikan meningkatkan kemampuan pemahaman puisi siswa, yang dibuktikan melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata siswa mengalami kenaikan dengan nilai N-Gain Score mencapai 0,32 yang termasuk dalam kategori sedang. Selain itu, hasil survei pascaimplementasi menunjukkan tingkat kepraktisan dan kemenartikan modul yang sangat tinggi dengan rata-rata 95,5%. Penelitian ini berkontribusi penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pembelajaran bahasa dan sastra dengan membuktikan secara empiris bahwa rekayasa lingkungan belajar digital yang mengintegrasikan multimedia interaktif dan sistem gamifikasi Wordwall mampu mereduksi beban kognitif ekstrinsik.
PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA Vika Yohanna Siburian; Ririn Febriani Sihite; Novita Sari Sirait
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22895

Abstract

Salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk mempelajari Bahasa Indonesia adalah kemampuan menulis. Ketepatan penggunaan ejaan Bahasa Indonesia (EBI), yang mencakup penulisan kata, penggunaan huruf, dan penggunaan tanda baca, sangat memengaruhi kualitas tulisan siswa. Namun, banyak siswa yang menulis dengan kesalahan ejaan selama proses pembelajaran, yang menghasilkan tulisan yang tidak jelas dan berkualitas rendah. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana ejaan Bahasa Indonesia digunakan untuk mengajarkan siswa keterampilan menulis serta peranannya dalam meningkatkan kualitas tulisan mereka. Untuk menulis artikel ini, metode deskriptif kualitatif digunakan dengan melakukan analisis berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan ejaan yang tepat dapat membantu siswa menulis secara sistematis, meningkatkan kejelasan gagasan, dan membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Oleh karena itu, pembelajaran ejaan harus secara konsisten dimasukkan ke dalam pembelajaran keterampilan menulis siswa.
MARGINALISASI KORBAN DAN PENGABURAN PELAKU DALAM PEMBERITAAN KASUS PELECEHAN SEKSUAL OLEH DRIVER TAKSI ONLINE: ANALISIS WACANA KRITIS ROGER FOWLER Uda Hudaya; Agus Hamdani; Lina Siti Nurwahidah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.25279

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi korban dan pelaku dalam berita berjudul "5 Fakta Ulah Driver Taksi Online Lecehkan Penumpang Kini Jadi Tersangka" yang dimuat oleh media daring Detiknews. Penelitian menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Roger Fowler yang memandang bahasa sebagai praktik sosial yang tidak netral dan sarat dengan kepentingan ideologis. Data penelitian berupa teks berita mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang pengemudi taksi online terhadap penumpang perempuan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban direpresentasikan secara terbatas melalui penyebutan identitas yang minim dan tidak diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman maupun dampak psikologis yang dialaminya. Sebaliknya, pelaku direpresentasikan melalui strategi kebahasaan tertentu yang berpotensi mengaburkan tanggung jawabnya, seperti penggunaan nominalisasi, klasifikasi sosial, dan pengalihan fokus pemberitaan pada faktor eksternal seperti penggunaan narkoba. Temuan ini memperlihatkan bahwa bahasa media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga mereproduksi relasi kuasa dan ideologi tertentu dalam memahami realitas sosial.
PERBANDINGAN KONSEP HIBRIDITAS NOVEL BUMI MANUSIA DENGAN PRAKTIK SOSIAL MODERN INDONESIA Theodelind Eunike Pramesti Dawa Putri; Herlina Herlina
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.22536

Abstract

Penelitian ini membahas representasi hibriditas dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dan keterkaitannya dengan praktik sosial masyarakat Indonesia modern. Kolonialisme dalam novel menghadirkan identitas hybrid melalui bahasa, pola pikir, spiritualitas, teknologi, busana, dan seni, yang menunjukkan bagaimana nilai budaya barat dan lokal saling bertemu menciptakan hibriditas. Meski kolonialisme telah lama berakhir, fenomena serupa tetap muncul dalam masyarakat Indonesia melalui penggunaan bahasa asing, konsumsi budaya populer, estetika kecantikan global, tren fashion daring, hingga pola komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan studi literatur. Data utama diperoleh dari kutipan novel, sedangkan data pendukung berasal dari fenomena digital seperti berita, TikTok, Instagram, dan media daring yang mencerminkan praktik hibriditas masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hibriditas pada masa kolonial bersifat struktural dan seringkali lahir dari tekanan kuasa kolonial, sementara hibriditas modern muncul sebagai pilihan dan bentuk adaptasi masyarakat terhadap arus globalisasi. Perbandingan keduanya memperlihatkan kesinambungan historis bahwa identitas Indonesia tidak pernah statis, melainkan selalu berada dalam proses pembentukan melalui percampuran nilai lokal dan budaya global. Simpulan penelitian menegaskan bahwa warisan kolonial masih hidup dalam bentuk baru, membentuk cara masyarakat Indonesia memandang diri, budaya, dan modernitas.
PERAN ORANG TUA DALAM KEBUTUHAN CINTA NOVEL NARASI PERIHAL AYAH RELEVANSI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA Mei Purweni; U’um Qomariyah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.23441

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dalam pemenuhan kebutuhan cinta tokoh anak dalam novel Narasi Perihal Ayah karya Jaquenza Eden serta menilai kelayakannya sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori psikologi humanistik Abraham Maslow, khususnya pada pemenuhan kebutuhan cinta konsep Being Love (B-Love) dan Deficiency Love (D-Love). Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog yang dianalisis secara tematik dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua diwujudkan melalui dukungan emosional, keteladanan, dan bimbingan moral sebagai bentuk B-Love, serta pengalaman kehilangan dan keterbatasan ekonomi sebagai bentuk D-Love. Novel ini dinilai layak sebagai bahan ajar karena relevan dengan perkembangan psikologis remaja, menggunakan bahasa komunikatif, dan merepresentasikan realitas sosial secara kontekstual.Kata Kunci: Peran orang tua; Kebutuhan cinta; Psikologi humanistik; Apresiasi sastra; Bahan ajar SMA. AbstractThis study aims to describe the role of parents in fulfilling the love needs of child characters in the novel Narasi Perihal Ayah by Jaquenza Eden and assess its suitability as a teaching material for literary appreciation in high school. The method used is descriptive qualitative with a literary psychology approach based on Abraham Maslow's humanistic psychology theory, especially on fulfilling the love needs of the concepts of Being Love (B-Love) and Deficiency Love (D-Love). The research data are in the form of narrative excerpts and dialogues that are analyzed thematically and interpretatively. The results show that the role of parents is manifested through emotional support, role models, and moral guidance as forms of B-Love, as well as experiences of loss and economic limitations as forms of D-Love. This novel is considered suitable as a teaching material because it is relevant to the psychological development of adolescents, uses communicative language, and represents social reality contextually.Keywords: The role of parents; The need for love; Humanistic psychology; Literary appreciation; High school teaching materials.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SCAFFOLDING (PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI KELAS 2 SD NEGERI 3 KERTASARI KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS). Siti Julia Salma; Taufik Hidayat; Rina Agustini
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24879

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan langkah pembelajaran model scaffolding dan mengetahui peningkatan kemampuan membaca pemahaman murid kelas II SD Negeri 3 Kertasari, Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart sebanyak dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes tulis, lalu dianalisis melalui reduksi data, deskripsi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua hal utama. Pertama, langkah pembelajaran scaffolding diawali penyusunan modul ajar (menentukan ZPD, merancang tugas, memantau aktivitas, dan evaluasi), dilanjutkan pelaksanaan pembelajaran yang meliputi: guru mencontohkan cara memahami bacaan; menjelaskan unsur teks; membimbing dengan pertanyaan pemandu; memberikan bantuan bertahap; siswa membaca mandiri/berkelompok; guru mengurangi bantuan; serta memberikan penguatan. Kedua, terjadi peningkatan signifikan pada kemampuan membaca pemahaman siswa. Pada siklus I, tingkat ketuntasan siswa baru mencapai 52% (12 orang tuntas, 11 orang belum tuntas). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, tingkat ketuntasan melonjak menjadi 87% (20 orang tuntas, 3 orang belum tuntas). Dengan demikian, penerapan model scaffolding terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas II. Kata Kunci: Kemampuan Membaca, Membaca Pemahaman, Scaffolding. 
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR PADA KONTEN KLARIFIKASI GUS ELHAM DI PLATFORM TIKTOK Nurkhalimah Nurkhalimah; Hendaryan Hendaryan; Asep Hidayatullah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24926

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kesantunan berbahasa netizen dalam komentar pada konten klarifikasi Gus Elham di platform TikTok berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa komentar netizen pada lima belas konten klarifikasi Gus Elham yang diunggah melalui berbagai akun TikTok pada periode 11–17 November 2025. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik catat dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kesantunan berbahasa netizen diwujudkan melalui pematuhan dan pelanggaran terhadap enam maksim kesantunan, yaitu maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Dari 70 data tuturan yang dianalisis, ditemukan 26 data pematuhan dan 44 data pelanggaran. Maksim simpati menjadi bentuk pematuhan yang paling dominan, sedangkan pelanggaran paling banyak ditemukan pada maksim kearifan dan maksim pujian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa interaksi netizen dalam kolom komentar TikTok lebih banyak didominasi oleh pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dibandingkan pematuhannya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING PADA SISWA KELAS X.3 SMA NEGERI 1 BAREGBEG Asila Ananda Putri; Rina Agustini; Taufik Hidayat
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24845

Abstract

Upaya peningkatan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi pada peserta didik kelas X.E3 SMA Negeri 1 Baregbeg dilakukan melalui penerapan model project-based learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang disusun berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, serta dilaksanakan dalam dua siklus. Sebanyak 32 peserta didik terlibat sebagai subjek penelitian. Pelaksanaan pembelajaran mencakup enam tahapan project-based learning, yaitu merumuskan pertanyaan mendasar, merancang proyek, menyusun jadwal kegiatan, memantau proses pelaksanaan proyek, menilai produk yang dihasilkan, dan mengevaluasi pengalaman belajar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes menulis, dokumentasi, serta catatan lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbaikan pada proses pembelajaran serta peningkatan capaian hasil belajar. Penilaian ahli mengalami peningkatan dari 80% menjadi 100%, observasi guru dari 80% menjadi 98%, dan observasi peserta didik dari 79,5% menjadi 98%. Rata-rata nilai menulis peserta didik juga naik dari 72 pada siklus I menjadi 90 pada siklus II. Dengan demikian, model project-based learning yang diterapkan melalui enam tahapan pembelajaran terbukti dapat meningkatkan keterampilan peserta didik kelas X.E3 SMA Negeri 1 Baregbeg dalam menulis teks laporan hasil observas
KECEMASAN EKSISTENSIAL TOKOH JOSEF K DALAM NOVEL THE TRIAL PROSES KARYA FRANZ KAFKA: EKSISTENSIALISME JEAN-PAUL SARTREL Muhammad Rapi; M Faidil; Bungatang Bungatang
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24126

Abstract

This study aims to analyze the existential anxiety of Josef K in Franz Kafka's novel, The Trial Process, using Jean-Paul Sartre's existentialism. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a literary text analysis approach. The research data consists of quotations depicting the existential experience of Josef K in facing an unclear judicial process. The results show that Josef K experiences existential anxiety reflected in four main concepts of Sartre's existentialism: anxiety, absurdity, alienation, and freedom. Anxiety arises from the uncertainty of the accusations he faces, while absurdity is evident in the irrational justice system. Furthermore, Josef K experiences alienation from his social environment due to the emergence of prejudice from those around him. Despite being in a stressful situation, Josef K continues to face this reality, reflecting individual freedom in determining one's attitude towards life.