cover
Contact Name
heru subaris kasjono
Contact Email
jurnal.sanitasi@gmail.com
Phone
+6282136677760
Journal Mail Official
jurnal.sanitasi@poltekkesjogja.ac.id
Editorial Address
Jl Tata Bumi No 3, Banyuraden Gamping
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 19785763     EISSN : 25793896     DOI : -
Core Subject : Health,
The aim of this journal is to publish good-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding developments in the field of enviromental health. Its scope encompasses Land Sanitation and Waste Management, Water Sanitation, Vectors and Pests Control, Food and Beverage Sanitation, Occupational Health and Safety, and Environmental Health Epidemiology. This journal is published every four months (February, May, August, and November). For printed version, the Vol.1 No.1 was on August 2007. Publisher : Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta.p-ISSN: 1978-5763(media cetak) ISSN : 2579-3896 (media online)| Tatabumi Street No. 3, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Contact : 0274 (560962) | email: jurnal.sanitasi@poltekkesjogja.ac.id or jurnal.sanitasi@gmail.com
Articles 301 Documents
Hubungan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) orang tua dengan kejadian stunting di Kelurahan Air Hitam Kota Samarinda Dhefiana, Tika; Suhelmi, Reni; Hansen, Hansen
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i1.1484

Abstract

 Stunting, a crucial issue in Indonesia, reported that the prevalence was still significantly higher at 23,4% in 2021. Regionally, 403 children were stunted in Samarinda city, while 87 stunting were reported in Juanda health center in 2021. One of the indirect causes of stunting is environmental factors such as water and sanitation (clean and healthy behavior) that influence the nutrient intake of children. This study aimed to analyze the relationship between mothers' knowledge, attitude, and behavior about clean and healthy behavior with stunting in children under five in the Air Hitam sub-district. This research was analytically descriptive with a cross-sectional approach. Samples were collected from 50 mothers who have children under five years old. This was conducted in May 2022 through a direct interview using a questionnaire and anthropometric measures. The results showed that 22% of respondents were stunted, and there was a relationship between the level of mothers' knowledge and behavior with stunted children ((p-value = 0,030 dan 0,017). It is recommended to give more care, attention, and implementation of clean and healthy behavior at the family level as the first step to preventing nutritional problems.   Abstrak: Stunting merupakan masalah gizi nasional dengan pravelensi kejadian cukup tinggi setiap tahun yang tercatat 23,4% pada tahun 2021. Secara regional, terdapat 403 balita tercatat stunting di Kota Samarinda sedangkan 87 balita stunting dilaporkan pada Puskesmas Juanda tahun 2021. Salah satu penyebab tidak langsung stunting adalah faktor lingkungan melalui perilaku hidup bersih dan sehat yang secara signifikan memengaruhi pola asupan gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu balita dalam implementasi PHBS dengan kejadian stunting pada balita berusia 24 hingga 59 bulan di Kelurahan Air Hitam Kota Samarinda. Populasi yang ditetapkan pada penelitian ini ialah ibu yang mempunyai balita berusia 24 hingga 59 bulan di Posyandu Srikaya dan Posyandu Al-Azhar. Sampel yang ditentukan dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2022 melalui wawancara langsung responden menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri pada balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 22% balita mengalami stunting, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan penerapan PHBS ibu dengan kejadian stunting (p-value = 0,030 dan 0,017). Diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dan dapat menerapkan PHBS di lingkungan mereka sebagai langkah awal pencegahan stunting.
The analysis of hazardous medical waste in dr. Soehadi Prijonegoro Hospital using a life cycle assessment approach Adi, Bayu Kusuma; Joko, Tri; Setiani, Onny
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i1.1675

Abstract

Hospitals are health services that produce waste and sources of pollution for human health and the environment. dr. Soehadi Prijonegoro Hospital produces the most medical waste in the Sragen regency and still needs cold storage. This research evaluated the management of hazardous toxicity material medical solid waste. Life cycle assessment calculations can be performed using a software application, Simparo 9.0. This scope of research with gate to gate approach. Inventory data was obtained from primary and secondary data collection. Daily medical waste is about 135 kg, while the average month is 3961 kg—medical waste management in dr. Soehadi Prijonegoro includes reducing, sorting, labeling, storage, transporting, and processing have been following applicable regulations. The results of the TCLP test of solids incinerator ash and chimney incinerator emissions meet the quality standards. The most significant impact on the ecosystem is the global warming potential in the emergency service room. For impacts, the natural resources and the impact on the ecosystem is the inpatient room due to excessive use of medical waste. Use of energy and materials to minimize emissions and waste.
Faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri otot rangka pada pemulung di lingkungan TPST RDF Kabupaten Cilacap Poppi Nastasia Yunita Dewi; Rakhmawati, Nita Sofia; Kartika, Estri; Hariyanto Saputro, Didit
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i1.1683

Abstract

Keluhan nyeri otot rangka merupakan serangkaian sakit atau cedera yang terjadi pada otot, tendon, tulang, ligamen, sendi, dan saraf mulai dari tingkat sangat ringan sampai sangat sakit yang disebut dengan Muskuloskeletal disorders (MSD). Keluhan nyeri otot rangka ini disebabkan oleh aktivitas  dengan tingkat pengulangan yang tinggi dengan cara kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, masa kerja, dan berat beban dengan keluhan nyeri otot rangka pada pemulung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebesar 76,7%, masa kerja pemulung ? 5 tahun sebesar 77,1%, berat beban yang berisiko sebesar 10,5% dan keluhan nyeri otot rangka sebesar 63,2%. Analisis uji chi square test menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p: 0,026), masa kerja (p: 0,006), berat beban (p: 0,001) dengan keluhan nyeri otot rangka pada pemulung di TPST RDF Kabupaten Cilacap. Pemulung diharapkan tidak mengangkut beban sampah yang berlebihan, mengatur jam istirahat, dan menerapkan konsumsi gizi seimbang.
Analisis faktor determinan kejadian malaria pada balita Suriani, Andi; Bora, Noviana; Alim, Andi; Gafur, Abdul; Azwar, Muhammad
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i2.1762

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Salah satu indikator target pembangunan millennium development goals (MDGs) telah ditargetkan untuk menghentikan penyebaran penyakit malaria dan menurunkan angka kejadian penyakit malaria pada tahun 2019 yang dilihat dari indikator angka kesakitan dan kematian akibat penyakit malaria. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berjumlah 120 balita. Jumlah sampel sebanyak 99 balita, dengan ibu balita sebagai responden. Berdasarkan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan kejadian malaria pada balita di Puskesmas Tena Teke Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kondisi rumah (p=0,01), perilaku (0,00), penggunaan kelambu (0,00), tempat perkembangbiakan nyamuk (0,00) dengan kejadian malaria pada balita. Diperlukan intervensi dengan fokus pada kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi resiko balita terkena malaria dengan kondisi tempat tinggal, perilaku, penggunaan kelambu, tempat perkembangbiakan nyamuk untuk memperhatikan dan merawat balita agar terhindar dari penyakit malaria.
Analisis risiko pajanan timbal dari ikan nila di bekas tambang pada pemancing, Kerta Buana Nurhayati, Ade; Suhelmi, Reni; Daramusseng, Andi
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i2.1771

Abstract

Logam berat timbal (Pb) berkontribusi terhadap timbulnya masalah lingkungan dan kesehatan. Adanya kandungan timbal di ikan dari kolam bekas galian tambang. Dimana jika  di konsumsi  berlebihan akan memberikan gangguan kesehatan terutama pemancing di sekitar kolam ikan bekas galian tambang  batubara. Penelitian ini  bertujuan utuk mengetahui risiko kesehatan jangka panjang logam berat timbal (Pb) pada pemancing yang mengonsumsi ikan Nila dari kolam bekas galian tambang di Desa Kerta Buana, Kutai Kartanegara.  Metode penelitian ini dilakukan dengan observsinal analitik dan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) dan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Populasi dan sampel dibagi dalam kelompok populasi lingkngan dan manusia. Sampel lingkungan diambil 6 sampel ikan nila pada enam titik lokasi berbeda, sedangkan sampel  pemancing sebesar 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Juni sampai Juli 2022 dengan menggunakan kuesioner dan food model untuk mengetahui berapa gr ikan yang di konsumsi dalam kurun waktu per tahun. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kandungan logam berat timbal (Pb) pada ke enam sampel ikan  nila didapatkan sebesar <0,0295 mg/kg dan terdapat 16 responden dengan nilai RQ?1 artinya tidak beresiko terkena gangguan kesehatan dan 14 responden dengan nilai RQ>1 artinya responden mempunyai risiko terkena gangguan kesehatan.
Hubungan penggunaan masker, masa kerja, dan waktu kerja dengan kapasitas vital paru pengolah batu kapur di Gunungkidul Sukismanto; Prabaningrum, Yeni Indah; Lestari, Ayu; Lustiyati, Elisabeth Deta; Suwarto
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i2.1853

Abstract

Gangguan kapasitas vital paru (KVP) berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Hal tersebut dapat terjadi karena faktor lingkungan kerja, masa kerja, waktu kerja dan perilaku pekerja terhadap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga perlu untuk diteliti hubungan faktor tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pemakaian masker, masa kerja, waktu kerja terhadap KVP. Desain penelitian kuantitatif Cross Sectional, sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebesar 31 responden, pengambilan data dengan pengukuran menggunakan alat spiro analyser ST-75 maupun kuisioner. Data dianalisis menggunakan fisher exact test (a=0,05). Hasil penelitian diketahui pekerja yang memiliki Kapasitas Vital paru (KVP) tidak normal sebanyak 19 responden (61,3%) paling banyak terjadi pada usia lansia awal 35%, dengan masa kerja pada kategori ? 5 tahun sejumlah 48,4%, jam kerja >40 jam/minggu sejumlah 51,6%, serta mengenakan masker sebanyak 41,9%. Uji bivariat pada variabel masa kerja, jam kerja, dan pemakian masker terhadap KVP bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara masa kerja, jam kerja, dan pemakaian masker terhadap KVP (p-value >0,05). Pekerja diharapkan tetap mengenakan masker, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengukur faktor lingkungan kerja.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung tahun 2023 Hikmah Puji Astuti; Adyas, Atikah; Djamil, Achmad
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i2.1855

Abstract

Kota Bandar Lampung merupakan salah satu Kota di Provinsi Lampung dengan angka kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tertinggi yaitu sebesar 91,25 per 100.000 penduduk. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit DBD tersebut antara lain yaitu perilaku masyarakat yang buruk terkait sanitasi lingkungan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung. Metode penelitian menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi yaitu seluruh pasien yang berkunjung Poli Umum UPTD Puskesmas Rajabasa Indah, Puskesmas Kemiling dan Puskesmas Way Halim dengan sampel sebanyak 209 orang, menggunakan accidental sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis data multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian diperoleh kejadian DBD (28,2%), sanitasi lingkungan kurang baik (57,9%), perilaku menggantung pakaian kurang baik (56,9%), perilaku 3M kurang baik (68,4%) dan pengetahuan kurang baik (56,9%). Selain itu ada hubungan antara sanitasi lingkungan (p-value =0,001), perilaku menggantung pakaian (p-value=0,014), perilaku 3M (p-value =0,000), dan pengetahuan (p-value =0,000), dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadian DBD. Upaya promotif diharapkan bisa ditingkatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang DBD, disamping upaya lain seperti mengaktifkan kembali juru pemantau jentik (Jumantik) nyamuk.
Konsentrasi pencemar timbal (Pb) pada sayur lalapan di pasar tradisional dan supermarket di Kota Yogyakarta Tamariska Sharon Christa Bella; Rahardjo, Djoko; Kisworo, Kisworo
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i2.1865

Abstract

Lalapan is a popular food consumed. The increase in population, industrial activities, transportation, use of chemical fertilizers and pesticides has led to lead (Pb) pollution in the environment, contaminating vegetables that are to be consumed and posing health risks. Therefore, research was conducted regarding the analysis of Pb pollutant concentrations in lettuce, basil and cucumber sold in traditional markets and supermarkets in the city of Yogyakarta. Samples were extracted using 65% HNO3 and 37% HCl, and then the concentration of Pb in the samples was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry. The research results showed that all types of vegetables sold in traditional markets and supermarkets have been contaminated with Pb with concentrations ranging from 0.418 to 1.575 mg/kg, with the highest Pb concentration was found in basil with an average of 1.5156 mg/kg. The average concentrations of Pb in lalapan sold in traditional markets and supermarkets, when compared to the quality standard set by SNI regulation (2009) for cucumber sold in supermarkets N, are still below the safe limit of 0.5 mg/kg for , while the rest have exceeded the quality standard limit. There are significant differences in the concentration of Pb pollutants in vegetables sold in markets and supermarkets, as well as based on sales location, type of vegetable, and vegetable source. The consumption pattern of vegetables ranges from 62-97 g/day and poses health risks as the RQ value is greater than 1. Additionally, it has the potential to cause cancer because ECR > E-4.
Analisis spasial penyakit DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kotagede Kota Yogyakarta Muniir, Mishbaahul; Amalia, Rizki; Husein, Achmad
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i1.1402

Abstract

The incidence of DHF cases at the Kotagede Kemantren has always been the ten biggest disease in the last three years. The geographic information system is able to help analyze the condition of the area against DHF and find out the pattern of distribution of DHF cases. This can be used as a reference for determining further actions to be taken in handling DHF cases. This study aims to determine the development of the distribution of DHF cases every quarter in the Kotagede Kemantren area based on population density, larva-free numbers, and rainfall levels with a 2021 GIS-based map. The research method used in this study was a retrospective observational study with a spatial approach regarding the incidence of DHF in 2021 at the Kotagede Kemantren with overlay modeling on a geographic information system. The results showed that the hotspot analysis of the variables ABJ, population density, and rainfall had non-significant clusters, which means that all independent variables have the same risk of distribution with respect to the high or low incidence rate, which is the dependent variable. The conclusion of this study shows that the incidence of DHF in the Kotagede Kemantren has fluctuated in every quarter. Rainfall rate and larva-free rate are related to the Incidence Rate of DHF at the Kotagede Kemantren, while population density has a weak relationship to the incidence of DHF.   Abstrak: Kejadian kasus DBD di Kemantren Kotagede selalu menjadi sepuluh penyakit terbesar pada jangka waktu tiga tahun terakhir. Penggunaan sistem informasi geografis mampu membantu menganalisis kondisi wilayah terhadap penyakit DBD dan mengetahui pola sebaran kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sebaran kasus DBD setiap caturwulan di daerah Kemantren Kotagede berdasarkan kepadatan penduduk, angka bebas jentik, dan tingkat curah hujan dengan peta berbasis SIG tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional retrospektif dengan pendekatan spasial mengenai kejadian DBD pada tahun 2021 di Kemantren Kotagede dengan permodelan overlay pada sistem informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan hotspot analysis dari variabel ABJ, kepadatan penduduk, dan curah hujan memiliki klaster non-signifikan, yang artinya seluruh variabel bebas memiliki risiko persebaran yang sama terhadap tinggi rendahnya incidence rate yang menjadi variabel terikat. Kesimpulan dari penelitian ini menujukkan bahwa kejadian penyakit DBD di Kemantren Kotagede mengalami peningkatan yang fluktuatif pada setiap caturwulannya. Tingkat curah hujan dan angka bebas jentik berhubungan dengan Incidence Rate penyakit DBD pada Kemantren Kotagede, sedangkan kepadatan penduduk memiliki hubungan yang lemah terhadap kejadian penyakit DBD.
Hubungan antara lama penyemprotan pestisida kurang dari 3 jam dengan kadar hemoglobin pada petani di Desa Tanjungsari Kabupaten Sukoharjo Munawarah, Laily; Sulasmi, Sulasmi
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v16i1.1458

Abstract

Indonesia is an agricultural country with a large farmer population, the use of pesticides as plants to improve the quality and productivity of agricultural products cannot be avoided. However, excessive use of pesticides resulted in adverse health effects. The duration of spraying could influence pesticide poisoning. This type of research was analytically observational with a cross-sectional approach, the data collected in this study was primary data, namely, data obtained directly from respondents through filling out questionnaires in February - March 2022 with a purposive sampling technique, and there were 27 samples and was tested using Chi-Square Test. The results of this study showed the significance was 1,000 (> 0.05), so it could be concluded that there was no significant correlation between spraying duration on farmers’ hemoglobin levels in Tanjungsari village Sukoharjo Regency.   Abstrak: Indonesia sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani mengakibatkan penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman guna meningkatkan produktivitas hasil dan kualitas pertanian seringkali tidak dapat dihindari. Namun penggunaan pestisida yang berlebihan akan mengakibatkan risiko keracunan pada petani, salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian keracunan akibat pestisida adalah lama penyemprotan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan antara lama penyemprotan terhadap kadar hemoglobin petani. Jenis penelitian ini adalah Eksplanatory-observasional dengan pendekatan desain studi cross-sectional, data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden melalui pengisian kuisioner yang dilakukan pada bulan Februari – Maret 2022 dengan teknik purposive sampling sebanyak 27 sampel dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini diperoleh nilai signifikasi 1,000 (>0,05). Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara lama penyemprotan pestisida dan kadar hemoglobin petani di desa Tanjungsari kabupaten Sukoharjo. Disarankan untuk menghubungkan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin pada petani seperti dosis pestisida yang digunakan, lama bekerja menjadi petani dan penggunaan APD saat melakukan penyemprotan.