cover
Contact Name
Made Saihu
Contact Email
madesaihu@ptiq.ac.id
Phone
+6282340555111
Journal Mail Official
al-burhan@ptiq.ac.id
Editorial Address
https://journal.ptiq.ac.id/index.php/alburhan/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 08538603     EISSN : 26850087     DOI : https://doi.org/10.53828/alburhan
This journal has a focus on studies related to the study of alquran and also the development of quranic culture
Articles 248 Documents
Wawasan Al-Qur’an tentang Dakwah Dialogis (Kontekstualisasi Metode Dakwah Nabi Ibrahim AS.) Muhbib Abdul Wahab
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 16 No. 2 (2016): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.782 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v16i2.80

Abstract

Para Rasul tidak dapat dilepaskan dari aktivitas dakwah dan dakwah para rasul tersebut tidak dapat dipisahkan dari keragaman (pluralitas) masyarakat (al-Mad’u). Keragaman itu sendiri merupakan sunatullah yang juga tidak dapat dihindari, yang akan ada terus menerus berkembang. Dakwah mendapatkan tantangannya ketika berhadapan dengan pluralitas ummat. Ketika di Makkah, Nabi Muhammad Saw. dihadapkan dengan persoalan ini. Begitu pula ketika beliau membangun komunitas baru di Madinah. Hal serupa juga dialami oleh para pendahulunya, Ibrahim dan para rasul lainnya. Metode dakwah yang bagaimana yang sesuai dengan pluralitas masyarakat? Kajian ini didasarkan pada pendeketan tematik dan tekstolinguistik (‘ilm al-lughah al-nashshi) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah Ibrahim (yang tersebar dalam 25 surat Al-Qur’an) dilihat dari perspektif model dakwahnya.
Wawasan Al-Qur’an Tenteng Kekafiran Muhammad Hariyadi; Lukman Nurhakim
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 16 No. 2 (2016): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.781 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v16i2.81

Abstract

Kafir merupakan istilah terbuka yang secara khusus ditujukan bagi orang-orang yang tidak mendapatkan hidayah Allah, melanggar perintah Allah, dan tidak mengakui Allah sebagai Tuhannya. Konsep kekafiran pada hakekatnya merupakan konsep yang memiliki cabang luas dan bertingkat-tingkat bukan hanya mengenai kepada orang-orang yang berada di luar agama Islam, melainkan bisa mengenai kepada orang muslim sekalipun dengan tingkat “kekafiran” yang ringan, sehingga seseorang yang telah dikafirkan orang lain, tidak otomatis berlaku hukum kafir bagi dirinya dan tidak secara langsung keluar dari Islam, melainkan harus melalui proses detail dan panjang di meja pengadilan karena hakim lah yang berhak menentukan status hukum kekafiran seseorang. Tulisan ini mengungkap makna kafir dalam berbagai derivasinya, arti maupun substansinya agar konsep kekafiran dapat ditempatkan pada proporsinya, dan orang dapat membedakan bahasan kafir secara teoritis maupun praktis. Di dalam kenyataannya, kafir secara teoritis tidak begitu mengkhawatirkan kita, akan tetapi pengkafiran secara praktis sering kali menjadi momok bagi masyarakat, karena beratnya konsekwensi yang diterima seseorang setelah dirinya dinyatakan kafir.
Pemikiran Tafsir Sunda (Analisis Ayat Suci lenyepaneun) Jujun Juanda; Satria Khresna W
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.831 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i1.82

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai tafsir Ayat Suci Lenyepa- neun yang berbahasa sunda, mengedepankan ciri kedaerahan, meres- pon keadaan yang terjadi di masyarakat dan gambaran tradisional serta alam Sunda yang khas. Sehingga corak tafsirnya menjadi adalah sastra kemasyarakatan (adabi Ijtimai), metodenya tahlily dan meng- gabungkan antara riwayat dan penggunaan akal (ra’yu). Sebagai kitab tafsir kedaerahan, mufassirnya Mohammad E. Hasim telah berhasil menampilkan sisi kedaerahan yang sesuai dengan kebutuhan ma- syarakat, jawaban terhadap permasalahan yang ada saat ini, persia- pan-persiapan menuju masa yang akan datang. Kendati dari sisi keda- erahan, tafsir ini hanya dapat dibaca oleh masyarakat yang mengerti bahasa sunda, namun dari sisi kemampuan penulisan, wawasan dan kontekstualisasi lokalitas, tafsir ini telah berhasil menggambarkan ke- majuan khazanah keilmuan di bumi pasundan.
Kajian Tafsir Falsafi Aldomi Putra
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.836 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i1.83

Abstract

Tafsir dan filsafat adalah dua jenis keilmuan yang berbeda, namun ketika keilmuan filsafat digunakan untuk memahami Alqu- ran, maka akan melahirkan corak penafsiran yang disebut dengan tafsir falsafi. Dalam tulisan ini akan diungkap perkembangan kajian tafsir falsafi, yang dimulai pada masa khalifah Abbasiyah, dengan ge- rakan menerjemahkan karya-karya filsafat Yunani kedalam bahasa Arab. Dalam perkembangannya tafsrir falsafi menuai pro dan kontra, al-Ghalazi misalnya menolak penafsiran yang menggunkan pendeka- tan filsafat, dan tafsir falsafi bertentangan dengan agama. Diantara mufassir yang menggunakan corak falsafi ini adalah al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ikhwan as-Shafa. Mereka berusaha menafsirkan Alquran dengan menggunakan teori-teori filsafat. Usaha yang dilakukan oleh mufassir tersebut adalah untuk merekonsiliasikan antara agama dan filsafat.
Perkembangan Kajian Teoritis Tafsir Sosial Subur Wijaya
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.823 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i1.84

Abstract

Artikel ini mencoba menyajikan suatu gagasan tafsir dengan pendekatan sosial, oleh karena itu setiap persoalan yang hadir mung- kin bisa memiliki kesamaan esensi, tapi mungkin juga persoalan yang hadir dikemudian merupakan persoalan yang baru yang menuntut untuk segera direspon sesuai pemahaman keagamaan yang bersum- ber dari teks Al-Quran. Hasilnya adalah bahwa perlu bagi seorang mufassir untuk menghadirkan interpretasi teks yang mampu men- jawab problematika sosial yang terjadi saat ini dan saat yang akan datang. Mufassir harus mengetahui berbagai situasi dan kondisi yang mengitari dinamika persoalan sosial yang berkembang, sehingga seo- rang mufassir dapat menghadirkan jawaban yang tepat sesuai dengan kebutuhan zaman sebagaimana fungsi Al-Quran yang senantiasa me- miliki kesesuaian dengan waktu dan tempat (salihun likulli zaman wa makan).
al-Ibrîz Menyajikan Tafsir Dengan Bahasa Mudah Afif
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.835 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i1.85

Abstract

Artikel ini membicarakan mengenai tafsir al-Ibrîz karya Bis- ri Mustofa yang ditulis dalam bahasa Jawa. Tafsir kedaerahan tersebut ditulis dengan tujuan agar dapat menambah khidmah penulisnya dan amal shalih yang dilakukannya untuk umat Islam, khususnya kaum muslim yang berbahasa Jawa. Selain ditampilkan dengan bahawa ringan, dan mudah divcerna, tafsir ini memberikan contoh-contoh kongkrit yang terjadi dalam masyarakat, sehingga kontektualitasnya dikemukakan melalaui beberapa contoh nyata. Tafsir al-Ibrîz dikate- gorikan sebagai penafsiran secara ijmal, mengingat uraian-uraiannya yang kebanyakan bersifat global, walaupun pada beberapat tempat di- temukan beberapa uraian tafsir yang cukup panjang.
Surga Dalam Literatur Al-Quran Muhammad Zulfikarullah
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.843 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i1.86

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai berbagai pandangan baik se- cara sufis, teologis maupun filosofis tentang kandungan makna surga. Ketiga pandangan tersebut berbeda-beda dalam mendefinisikannya yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang keilmuan diantara ketiganya. Setelah mengkaji banyak pandangan, penulis akhirnya sampai kepada kesimpulan bahwa makna surga ternyata tidak hanya terkait dengan kehidupan di akhirat sebagai balasan kebaikan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Dalam pandangan penulis, surga dapat pula dimaknai sebagai kehidupan di bumi yang indah, aman, nyaman dan damai sebagai refleksi/pantulan dari surga hakiki di hari kiamat nanti. Kesimpulan penulis ini muncul dengan mengaitkan sifat kasih Allah yang bersifat umum di dunia (ar-Rah- man) dan sifat kasih Allah yang khusus di akhirat (ar-Rahiim).
Ahl al-kitab Dalam Literatur Al-Quran Rizhy Firmansyah
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.848 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i1.87

Abstract

Sifat kehidupan manusia yang terus berubah menuntut berbagai pembaruan termasuk dalam hal penafsiran terhadap ahl al-kitab. Terdapat empat pandangan utama para ulama menyangkut pemahaman ahl al-kitab. Pandangan yang berbeda-beda tersebut dalam analisa penulis bukan disebabkan oleh faktor idiologis, melainkan disebabkan oleh metodologi tekstualis yang diterapkan dalam memaknai ayat Al-Quran. Artikel ini mencoba untuk memadukan antara teks dan konteks di dalam menafsirkan ahl al- Kitab sehingga dapat melahirkan pandangan yang obyektif dan netral.
Penguatan Nilai Karakter Perang Badar untuk Dunia Pendidikan Muhammad Hariyadi; Moh Kholis Fathulloh
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.84 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i1.88

Abstract

Perang badar merupakan salah satu peperangan yang sa- ngat istimewa bagi kaum muslimin. Selain merupakan perang perta- ma yang berpengaruh positif pada perkembangan kaum muslimin di Madinah, perang badar semakin meyakinkan kaum muslimin bahwa agama yang mereka anut merupakan agama yang paling benar di muka bumi. Artikel ini membicarakan mengenai beberapa karakter yang penulis dapat analisakan dari perang badar, diantaranya: taat sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya, membiasakan zikir tanpa henti, teguh pendirian dalam memperjuangkan agama Islam apapun akibatnya, menghindari perselisihan sesame muslim, Sabar dalam segala keadaan pada setiap waktu dan keadaan, serta tawakkal kepada Allah setelah menuntaskan berbagai kegiatan yang menjadi sebab se- gala sesuatu. Enam karakter tersebut diimplementasikan dalam dunia Pendidikan melalui metode keteladanan, metode pembiasaan, meto- de cerita dan kegiatan ekstrakulikuler yang ternyata memiliki dampat dan pengaruh yang sangat signifikan dalam menumbuhkan kedisiplin- an, semangat, ketangguhan, kesabaran dan kekuatan jiwa pada priba- di siswa yang diajarkan.
Corak Maqashidi dalam Tafsir Alquran Hamdani Anwar
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 2 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.813 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v17i2.89

Abstract

Maqashidi is a theory that contains the values and goals which the aim of Allah rules is derived. The theory which is an im- portant part of the study of the science of Ushul fiqh, is also devel- oped in the Qur’anic commentary, so its interpretation based on the purpose of establishing the Shari’a (maqashid asy-syari’ah), has been able to produce a contextual interpretation, exposing the universal meaning of the Qur’an and minimize the dissent that always exists in interpretation. The Attempts in aligning the information from the Qur’an with the purpose of the Shari’a (maqashid asy-syari’ah) like this is a worth appreciation activity, given the function of the Qur’an as a guide for the welfare of humanity. This paper introduces the in- terpretation of Maqashidi which is expected to provide understand- ing to the Muslims of the importance of tafsir maqasidi at this time.

Page 3 of 25 | Total Record : 248


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 24 No. 01 (2024): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 24 No. 2 (2024): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 24 No. 1 (2024): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 23 No. 02 (2023): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 23 No. 01 (2023): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 23 No. 2 (2023): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 23 No. 1 (2023): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 22 No. 02 (2022): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 22 No. 01 (2022): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 22 No. 2 (2022): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 22 No. 1 (2022): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 21 No. 02 (2021): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 21 No. 01 (2021): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 21 No. 2 (2021): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 21 No. 1 (2021): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 20 No. 2 (2020): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 20 No. 2 (2020): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 20 No. 1 (2020): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 20 No. 1 (2020): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 19 No. 2 (2019): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 19 No. 1 (2019): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 18 No. 2 (2018): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 18 No. 2 (2018): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 18 No. 1 (2018): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 18 No. 1 (2018): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 17 No. 2 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 2 (2017): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 17 No. 1 (2017): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 16 No. 2 (2016): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 16 No. 2 (2016): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 16 No. 1 (2016): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 16 No. 1 (2016): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 15 No. 1 (2015): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an Vol. 15 No. 1 (2015): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an More Issue