cover
Contact Name
Yusuf Mauluddin
Contact Email
yusuf.mauluddin@itg.ac.id
Phone
+6282124588750
Journal Mail Official
kalibrasi@itg.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayor Syamsu No.1, Jayaraga, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kalibrasi
ISSN : 14123614     EISSN : 23027320     DOI : https://doi.org/10.33364/kalibrasi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Kalibrasi merupakan jurnal yang digunakan untuk mempublikasikan hasil penelitian dosen maupun mahasiswa dalam kajian bidang Teknik Industri dan Manajemen Industri. Bidang Kajian Teknik Industri, Management Industri, Ekonomi, Ergonomi, Pemasaran, Keselamatan Kerja, Kewirausahaan.
Articles 224 Documents
Penurunan (Waste) Pada Proses Pembuatan Rice Hulling Roll (RHR) dengan Pendekatan Lean Manufacturing Mauluddin, Yusuf; Nawawi, Irfan Ahmad
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.1950

Abstract

PT. ABC is a rubber processing manufacturing company that produces Rice Hulling Rolls (RHR).The company faces challenges in meeting its weekly production targets due to a bottleneck in the turning process. This study applies a lean manufacturing approach using Value Stream Mapping (VSM) and Value Analysis Tools (VALSAT) to identify waste.The analysis results indicate that the main bottleneck occurs during the setup time of the lathe machine, which impacts production delays. To address this issue, the Single-Minute Exchange of Die (SMED) method was implemented, reducing setup time from 20 minutes to 10 minutes. Additionally, a time and motion study improved the efficiency of the turning process from 140 seconds to 130 seconds per cycle. As a solution, a Standard Operating Procedure (SOP) was developed, including setup time optimization guidelines and the implementation of left–right hand mapping to enhance turning process efficiency. This implementation is expected to reduce waste, improve production efficiency, and bring production output closer to the set targets. These findings offer practical contributions to the application of lean manufacturing in the manufacturing industry, with implications for industrial management in optimizing production processes.
Re-Layout Fasilitas Produksi Pada PD. Dua Saudara Dengan Menerapkan Good Manufacturing Practices Mauluddin, Yusuf; Hamidah, Ucu Siti
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.1955

Abstract

Industri pangan harus mampu menghasilkan pangan yang berkualitas dan aman. Hal ini diatur oleh Standar Nasional Indonesia, Cara Pembuatan yang Baik dan Peraturan Pemerintah tentang Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk menjamin mutu pangan yang memenuhi persyaratan di atas. PD Dua Saudara merupakan industri rumah tangga yang berfokus pada bidang kuliner khususnya produksi tahu yang dibuat dengan mengolah kedelai melalui proses pengendapan protein. Metode yang digunakan yaitu System Layout Planning untuk meningkatkan tata letak departemen produksi tahu dengan mempertimbangkan Good Manufacturing Practices (GMP) sebagai dasar dalam perancangan fasilitas. Penelitian ini menghasilkan pengurangan jarak perpindahan dari 317 perpindahan menjadi 250 perpindahan dan ongkos material handling (OMH) juga mengalami penurunan sebesar 21% dari Rp. 40.006,83 menjadi Rp. 31489,54. Dalam penerapan GMP pada relayout fasilitas produksi ini perlu melakukan penggantian alat yang sesuai dengan GMP dengan investasi awal yang diperlukan perusahaan sebesar Rp. 9.339.000. Sehingga rancangan tata letak fasilitas produksi usulan ini lebih efektif dan efisien serta memenuhi standar Good Manufacturing Partices.
Perencanaan Peningkatan Produktivitas Dengan Menggunakan Metode American Productivity Center (APC) Pada PD ABC Chandrahadinata, Dody; Moch Oktaviansyah, Rizqi
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.1964

Abstract

PD ABC merupakan UMKM di bidang manufaktur garmen yang memproduksi jaket. Perusahaan menghadapi tantangan berupa penurunan produktivitas dan tidak tercapainya target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dengan menggunakan metode American Productivity Center (APC) untuk mengukur indeks produktivitas, profitabilitas, dan perbaikan harga. Evaluasi dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab penurunan produktivitas dengan metode SWOT, dan juga perencanaan dan implementasi usulan perbaikan menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks produktivitas mengalami penurunan signifikan pada periode Maret, khususnya pada input modal, dengan penurunan sebesar 47,50% dibandingkan periode dasar. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya modal yang tidak diimbangi dengan output yang dihasilkan. Selain itu, profitabilitas juga mengalami penurunan tertinggi pada periode yang sama. Penyebab utama adalah kurang efisiennya pengelolaan modal perusahaan. Untuk mengatasi masalah ini, usulan perbaikan diterapkan, meliputi pengelolaan keuangan yang lebih baik, optimalisasi bahan baku, pelatihan tenaga kerja, efisiensi penggunaan energi, serta penerapan strategi pemasaran yang efektif. Implementasi usulan tersebut berhasil meningkatkan indeks produktivitas, menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi UMKM manufaktur dalam upaya meningkatkan produktivitas melalui pengelolaan sumber daya yang optimal dan strategi perbaikan yang terarah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan indeks produktivitas setelah pengimplementasian usulan perbaikan dari hasil penelitian ini. Peningkatan ini dicapai melalui pengelolaan keuangan, optimalisasi bahan baku, pelatihan tenaga kerja, pengelolaan energi, dan strategi pemasaran yang efektif.
Penentuan Rute Pengiriman pada Distribusi Produk dengan Pendekatan Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) Menggunakan Algoritma Genetika : Studi Kasus pada UMKM Cuankie HD Barokah Garut Cahyadi, Ujang; Taptajani, Dedi Sa'dudin; Mustika, Lesti
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.1978

Abstract

This study aims to optimize the distribution routes at the MSME Cuankie HD Barokah Garut to improve operational efficiency. The MSME faces challenges in distribution management due to limited resources and suboptimal routing. To address this, the study applies the Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) approach based on the Genetic Algorithm (GA). CVRP is used to consider vehicle capacity in delivery optimization, while GA is employed to determine optimal routes that minimize distance, time, and operational costs.Data were collected through observations and distance measurements using Google Maps. Before optimization, the total distribution distance reached 101.4 km with a travel time of 325 minutes and operational costs of Rp. 518,200. After optimization, the distribution routes became more efficient, with a total distance of 82.3 km, travel time of 277 minutes, and reduced operational costs of Rp. 471,300.The results show that the Genetic Algorithm significantly improved distribution efficiency by reducing travel distance, travel time, and operational costs. The implementation of GA proved effective in optimizing distribution routes for MSMEs with limited resources.
Strategi Peningkatan Kinerja Dalam Mengurangi Keterlambatan Bahan Baku Pada Produksi Dodol Original UMKM PD. DBG Cahyadi, Ujang; Hidayatulloh, Ginda
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja dalam proses meningkatkan kinerja rantai pasok untuk mengurangi keterlambatan bahan baku dodol original PD. Dodol Bhineka Garut. Pengukuran kinerja membantu dalam perencanaan tujuan, evaluasi kerja, dan perumusan strategi kebijakan pada tingkat strategis, taktis, dan operasional rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk membahas strategi peningkatan kinerja manajemen rantai pasok bahan baku dodol original dengan menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR), yang diterapkan untuk merancang metrik pengukuran kinerja. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 4 (empat) bahan baku yang diunggulkan untuk pembuatan dodol original diantaranya adalah tepung beras ketan, gula aren, gula pasir, dan santan kelapa. SCOR menghasilkan bobot matrik pengukuran kinerja rantai pasok yaitu ongkos dalam suatu aktivitas, waktu yang diperlukan, kapasitas, kapabilitas, produktivitas, utilitas, dan outcome perencanaan, pengadaan, produksi, pengiriman produk, dan pengembalian produk Menetapkan solusi yang diinginkan dan menyusun struktur hierarki. SCOR menghasilkan bobot matrik pengukuran kinerja rantai pasok yaitu ongkos dalam suatu aktivitas, waktu yang diperlukan, kapasitas, kapabilitas, produktivitas, utilitas, dan outcome perencanaan, pengadaan, produksi, pengiriman produk, dan pengembalian produk Menetapkan solusi yang diinginkan dan menyusun struktur hierarki Melalui metode SWOT, perusahaan dapat membuat keputusan yang yang lebih spesifik dan baik, merumuskan strategi yang lebih efektif, dan memanfaatkan sumber daya secara optimal guna mencapai tujuan peningkatan kinerja
Penentuan Rute Distribusi Untuk Meminimalisasi Biaya Pengiriman Di PD. Jaya Mandiri Dengan Menggunakan Metode Saving Matrix Cahyadi, Ujang; Taptajani, Dedi Sa'dudin; Faujiah, Aeni
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.2018

Abstract

Model Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) merupakan permasalahan penentuan rute kendaraan yang bertujuan untuk meminimalkan rute, jarak dan biaya transportasi dari permasalahan pengiriman barang pada PD Jaya Mandiri. Pada penelitian ini permasalahan muncul karena perusahaan tidak memaksimalkan kapasitas angkut yang di miliki setiap kendaraan, permasalahan lain yang muncul juga yaitu rute yang di gunakan untuk proses pengiriman hanya berdasarkan pengalaman driver tanpa mempertimbangkan jarak dan waktu yang akan di tempuh, hal ini menyebabkan terjadinya keterlambatan pengiriman yang tidak optimal, sehingga menyebabkan tingginya biaya operasional. Dengan menerapkan metode Saving Matrix dan Nearest Neighbor, hasil penelitian menunjukkan adanya penghematan signifikan. Penggunaan metode Saving Matrix mengurangi total biaya operasional sebesar Rp 475.628 dari biaya awal Rp 1.298.008, dengan jarak tempuh sebesar 56,79 km. Sementara itu, metode Nearest Neighbor mengurangi jarak tempuh hingga 45,96 km, dengan penghematan sebesar 61,20% atau Rp 794.475. Dipadatkannya usulan rute terpendek untuk meminimalisasi biaya operasional dengan memperhatikan kapasitas kendaraan yang digunakan dengan menggunakan metode saving matrix.
Perancangan Usaha Pada Pengolahan Buah Melinjo Lokal Menjadi Emping Cahyadi, Ujang; Maulana Hidayatulloh, Ilham
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.2023

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perancangan perusahaan dan studi kelayakan usaha dalam pengolahan melinjo menjadi produk emping dengan kadar asam urat rendah. Dalam perancangan usaha emping melinjo ini berfokus pada aspek pemasaran yang melibatkan analisis pasar untuk mengidentifikasi segmenting, targeting, dan positioning. Pada aspek teknis penelitian ini hanya mengfokuskan pada desain peta proses operasi (PPO). Pada aspek kelayakan mencangkup Harga pokok produksi (HPP), untuk mengetahui biaya produksi yang diperlukan dalam membuat emping melinjo ini, HPP yang diperoleh sebesar Rp.1.235.016,  serta BEP Volume Produksi dan BEP Volume Harga Produksi untuk mengetahui titik impas dalam penjualan maupun produksi yang diperlukan, BEP Produksi memperoleh hasil sebesar 12kg, jika memproduksi emping melinjo lebih dari 12kg maka usaha ini layak untuk didirikan, BEP Harga Produksi memperoleh hasil sebesar Rp.102.918, jika produk ini dijual dengan harga lebih dari Rp.102.918 maka usaha ini dinyatakan layak untuk didirikan, terakhir adalah NPV untuk menentukan akhir kelayakan pada usaha yang akan dijalankan, NPV yang diperoleh sebesar Rp.1.192.042 > 0, karena NPV lebih besar dari 0 maka usaha untuk mendirikan emping melinjo ini dinyatakan layak untuk didirikan. Aspek hukum mencankup perizinan mendirikan usaha, dalam kasus ini usaha tidak diwajibkan membuat perizinan, karena laba bersih yang dihasilkan kurang dari Rp.50.000.000, hasil laba bersih pada usaha ini adalah sebesar Rp.3.211.042. Aspek lingkungan mencangkup limbah yang dihasilkan dari pengolahan emping melinjo ini, limbah yang dihasilkan oleh emping melinjo ini hanya menghasilkan daging melinjo dan kulit melinji, kedua limbah tersebut bisa diproses kembali menjadi sayuran maupun dijadikan teh, dengan begitu limbah yang dihasilkan tidak berdampak berbahaya bagi lingkungan. Dengan melihat dari sudut pandang beberapa aspek diatas, dapat disimpulkan bahwa perancangan usaha ini dikatakan layak untuk dijalankan atau dioperasikan.
Perencanaan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pada Bengkel Tunggal Jaya Motor Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) Chandrahadinata, Dody; Raihandika, Hisyam
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.2032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan peningkatan kualitas pelayanan di bengkel Tunggal Jaya Motor. Dalam konteks ini, metode Quality Function Deployment (QFD) dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bengkel tersebut. Tingkat kepuasan pelanggan pada kualitas pelayanan Bengkel Tunggal Jaya Motor belum memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan isi jawaban pada kuesioner yang dibagikan kepada responden menggunakan metode Servqual. Karena semua dimensi kualitas layanan memiliki gap score antara persepsi/kinerja layanan dengan harapan/kepentingan pelanggan yang menunjukkan nilai negatif (-) yaitu Reliability (Kehandalan) = -0,38, Tangible (Berwujud) = -0,26, Assurance (Jaminan) = -0,35, Responsiveness (Daya Tanggap) = -0,40, Emphaty (Empati) = -0,26. Hasil penelitian ini adalah perencanaan peningkatan kualitas layanan berdasarkan pada hasil analisis Service Quality (Servqual) dan hasil QFD dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan yaitu Mekanik melakukan perbaikan/servis  dengan hasil baik, Usulan perencanaannya dilakukan dengan Pengarahan dan Pelatihan karyawan. Ruang tunggu nyaman, Usulan perencanaannya dilakukan dengan Pengadaan tempat menaruh welcome drink. Karyawan/mekanik memiliki keterampilan/kompetensi yang baik, Usulan perencanaannya dilakukan dengan pelatihan terkait spesifikasi teknis kendaraan terbaru, jenis layanan yang ditawarkan. Karyawan/mekanik memberi informasi dengan jelas dan mudah dimengerti. Karyawan/mekanik melayani dengan ramah dan sopan
Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di CV Bosstindo Mauluddin, Yusuf; Sihab Fajar, Sigit
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.2035

Abstract

CV. Bosstindo Presisi menghadapi permasalahan tingginya angka kecelakaan kerja yang berulang dari tahun ke tahun, yang mengindikasikan adanya kelemahan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Kondisi ini tidak hanya menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian material, tetapi juga berpotensi merusak citra perusahaan serta menimbulkan risiko hukum. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk merancang SMK3 secara manual dengan tujuan utama menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, mengurangi kecelakaan kerja, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan yang berlaku. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah integrasi antara metode OHSAS 18001 dan COSO Framework. OHSAS 18001 berperan dalam mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko di berbagai aspek operasional, mulai dari penggunaan mesin, bahan kimia, hingga kondisi lingkungan kerja. Setelah identifikasi dilakukan, langkah-langkah pengendalian diterapkan, seperti penyediaan dan kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD), perubahan prosedur kerja agar lebih aman, serta peningkatan pelatihan keselamatan bagi karyawan. Sementara itu, COSO Framework diterapkan untuk memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh, membangun sistem tata kelola yang lebih baik, menetapkan kebijakan keselamatan berbasis risiko, serta memastikan adanya mekanisme pengendalian yang efektif. Hasil dari penelitian ini adalah terbentuknya kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja yang menjadi pedoman utama dalam penerapan SMK3 di perusahaan. Selain itu, perusahaan membentuk organisasi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang bertanggung jawab dalam pengawasan implementasi kebijakan K3, evaluasi berkala terhadap efektivitas SMK3, serta pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi terkait keselamatan kerja. Dengan penerapan kebijakan keselamatan yang lebih ketat, peningkatan kesadaran karyawan, serta sistem pengelolaan risiko yang lebih komprehensif, diharapkan angka kecelakaan kerja di CV. Bosstindo Presisi dapat berkurang secara signifikan.
Perancangan Strategi Dalam Menciptakan Ikon Baru Kota Garut Pada Sektor Industri Kuliner Ikhwana, Andri; Efendi, Kurniawan
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.2050

Abstract

This study aims to design a strategy for developing the culinary industry to create a new icon for the city of Garut. Using a mixed-methods approach, the research employs factor analysis to identify key variables influencing culinary businesses, followed by a SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results) analysis to formulate strategies based on strengths and opportunities.The findings reveal five main factors driving culinary industry development: local cultural and traditional values, promotion and collaboration, digitalization and product standardization, product innovation and quality, and quality service. Effective strategies to establish a culinary icon include product innovation, utilizing digital technology in marketing, and strengthening collaboration with local communities and the government.The study implies the importance of policy support in enhancing the competitiveness of Garut’s culinary industry through digital promotion and product standardization.