cover
Contact Name
Komang Aditya Yudistira
Contact Email
aesculapiusmedicaljournal@gmail.com
Phone
+6282146555556
Journal Mail Official
aesculapiusmedicaljournal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3, Jl. Terompong No.24 , Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aesculapius Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290712     EISSN : 28086848     DOI : https://doi.org/10.22225
AMJ (Aesculapius Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. AMJ (Aesculapius Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. AMJ (Aesculapius Medical Journal) is available in print and online version. AMJ (Aesculapius Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/amj/index, since Volume 1 No 1 October, 2021.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2025): June" : 10 Documents clear
Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Otitis Media Supuratif Kronik di RSUD Wangaya Tahun 2018 - 2024 Pande Made Adhitya Yogantara; Ni Wayan Widhidewi; Agus Santosa
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.113-121

Abstract

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) merupakan infeksi kronis pada telinga tengah yang ditandai dengan adanya perforasi atau kerusakan pada membran timpani, yang berlangsung selama lebih dari dua bulan, baik secara terus-menerus maupun kambuhan. Terdapat dua jenis OMSK yaitu tipe tubotimpani atau yang tidak berbahaya dan tipe atikoantral atau jenis yang cukup berbahaya. Kejadian tersering terjadi pada anak-anak hingga dewasa muda dan jenis kelamin laki-laki lebih banyak terdampak karena dikaitkan dengan aktifitas fisik yang lebih banyak dan pola hidup kurang sehat dibandingkan perempuan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Pemberian MP-ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan III Ida Ayu Thyana Anindyanari Putri Wardana; Anny Eka Pratiwi; Made Indra Wijaya
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.104-112

Abstract

Upaya perbaikan gizi merupakan langkah yang diambil pemerintah untuk mengatasi permasalahan gizi pada anak. Kabupaten Tabanan menduduki posisi ketiga sebagai kabupaten dengan balita yang menderita gizi kurang. Status gizi pada balita di Tabanan tidak lepas dari intervensi perbaikan gizi pada anak, melalui pengetahuan serta sikap yang baik pada pemberian MP-ASI diharapkan dapat membentuk penerapan MP-ASI yang baik maka bisa memenuhi kebutuhan gizi anak. Tujuan dari studi yang dilaksanakan yaitu mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas Tabanan III. Studi yang dilaksanakan adalah jenis studi observasional analitik mempergunakan rancangan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel mempergunakan non probability sampling mempergunakan pendekatan quota sampling. Banyaknya responden adalah 105 responden yang sudah mencukupi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis karakteristik menunjukan mayoritas responden berusia 26 – 30 tahun ( 45%). Temuan studi juga mengindikasikan mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan yang baik (82%), dan sikap yang baik (64%), serta pemberian MP-ASI yang sesuai (63%). Hasil analisis pearson bivariate menunjukan adanya hubungan yang signifikan pada tingkat pengetahuan ibu dengan sikap ibu terhadap pemberian MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas Tabanan III (p = 0,001). Kesimpulan dari studi yang dilaksanakan yaitu ditemukan hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas Tabanan III.  
Tingkat Kepatuhan Orang Tua dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Penebel II Luh Putu Indira Shinta Vedanty; Anny Eka Pratiwi; Made Indra Wijaya
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.94-103

Abstract

Imunisasi adalah salah satu usaha pemerintah untuk merealisasikan kesehatan anak di Indonesia terutama pemberian imunisasi dasar yang bisa mencegah serta menurunkan angka fenomena kesakitan, kecacatan, serta kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Munculnya kasus campak di Indonesia pada tahun 2022 sejumlah 4.844 kasus, yang mempunyai kasus campak di Provinsi Bali menempati posisi kedua sebanyak 288 orang dengan Kabupaten Tabanan sebanyak 33 kasus.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin di RSD Mangusada setelah Pemberian Teknik Distraksi Musik Klasik Dewa Gede Adrian Harta Wiguna; I Gusti Ngurah Made Bayuningrat; Putu Indah Budi Apsari; I Made Pariartha; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.150-158

Abstract

The maternal mortality rate in Indonesia is one of the highest in the world. According to WHO, in 2017, 830 mothers in the world died due to complications that occurred during pregnancy and childbirth. One of the main factors causing maternal death according to WHO are prolonged labor. This research determine the differences in anxiety levels of mothers in the first stage of latent phase labor at the Mangusada Hospital after administering classical music distraction. Through this research, we can also determine the level of anxiety among mothers giving birth at the Mangusada Hospital using the PRAQ-R2 instrument which is valid and reliable. This research design uses quantitative research methods with an experimental and one group pretest posttest design. The sample in this study was all women giving birth in the first stage of the latent phase at the Mangusada Hospital from July to September with a total of 40 people. Univariate analysis showed that the majority of mothers were 25 years old, primiparous, with a gestational age of 38 weeks. Then the difference anxiety level measured using a non-parametric test, namely Wilcoxon Sign Rank Test. Wilcoxon showed a significant reduction in anxiety levels in mothers in the first stage of labor after being given treatment. This is proven by the value p < 0.001. Based on the results of the analysis, there were differences in the anxiety levels of mothers in the first stage of latent phase labor at the Mangusada Hospital after giving classical music distraction techniques.
Hubungan Antara Kadar Trombosit Dengan Peningkatan Hematokrit Pada Pasien Dengan Infeksi Virus Dengue di RSUD Tabanan Made Eva Indraswari; Luh Gede Sri Yenny; Sri Ratna Dewi
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.142-149

Abstract

Rendahnya kadar trombosit dan hemokonsentrasi merupakan indikator penting dalam diagnosis infeksi virus dengue. Beberapa temuan sebelumnya menunjukkan perbedaan hasil mengenai hubungan antara kadar trombosit dan peningkatan hematokrit pada pasien dengue. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar trombosit dan peningkatan hematokrit pada pasien infeksi virus dengue di RSUD Tabanan periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2022.
Acute Coronary Syndrome in Dextrocardia : A Case Report Ni Kadek Nadia Ayu Agustini; Komang Aditya Yudistira
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.122-126

Abstract

Dextrocardia is a rare congenital condition in which the heart is positioned on the right side of the thorax, with an estimated incidence of one in 10,000 individuals. Recognizing acute coronary syndrome (ACS) in patients with dextrocardia and situs inversus is challenging due to the anatomical reversal of internal organs. We report a case of a 67-year-old woman presenting with substernal chest pain radiating to the back for 12 hours, accompanied by shortness of breath. The patient had no history of hypertension or diabetes mellitus. Physical examination revealed elevated blood pressure, while other findings were unremarkable. The electrocardiogram (ECG) demonstrated marked right axis deviation with T-wave inversion in leads V1–V4. Chest radiography showed an inverted cardiac silhouette and a right-sided gastric air bubble. In patients without a known diagnosis of dextrocardia, the recognition of ACS can be challenging because clinical and ECG findings may appear reversed. In patients with confirmed or suspected dextrocardia, performing a right-sided ECG and reversed limb lead are essential to accurately identify ischemic changes and avoid misdiagnosis of acute coronary syndrome.
Hubungan Derajat Hipertensi terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Di BRSUD Tabanan Ni Kadek Nadia Ayu Agustini; Komang Aditya Yudistira; I Putu Gede Eka Ariawan Suyasa; Ni Putu Diah Witari
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.127-132

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dari penyakit jantung koroner (PJK). Hipertensi dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang dapat menyebabkan stenosis pada pembuluh darah koroner. Menurut Joint National Committee VII (JNC VII) hipertensi terdiri dari 2 derajat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat hipertensi terhadap kejadian PJK dengan rancangan studi cross sectional Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara derajat hipertensi dengan kejadian PJK (p = 0,000) dan hipertensi derajat 2 berisiko 4,68 kali menderita PJK dibandingkan hipertensi derajat 1. Kata kunci: penyakit jantung koroner, hipertensi, aterosklerosis
Gambaran Pendekatan Belajar pada Mahasiswa Tahap Akademik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Nyoman Rai Tri Utami; Rima Kusuma Ningrum; Ni Wayan Diana Ekayani
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan metode Problem Based Learning (PBL) yang menekankan pembelajaran aktif dan pemahaman mendalam. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan dari teacher-centered learning ke student-centered learning. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pendekatan belajar mahasiswa tahap akademik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 499 mahasiswa aktif dari angkatan 2021, 2022, dan 2023. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Revised Study Process Questionnaire 2 Factors (R-SPQ-2F) dan dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi pendekatan belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memilih pendekatan belajar dangkal (62,7%), sementara 32,4% menggunakan pendekatan mendalam dan 4,9% memiliki pendekatan belajar seimbang. Angkatan 2023 memiliki dominasi pendekatan dangkal tertinggi (71,1%), sedangkan angkatan 2022 menunjukkan persentase pendekatan mendalam tertinggi (38,0%). Faktor utama yang memengaruhi pendekatan belajar meliputi motivasi, strategi belajar, serta tekanan akademik. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya perancangan strategi pembelajaran yang mendorong pendekatan belajar mendalam, seperti penerapan metode interaktif, simulasi kasus, dan evaluasi berbasis pemecahan masalah. Temuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran serta keberhasilan akademik mahasiswa.  
Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Kejadian Speech Delay pada Anak Usia 2-5 Tahun di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2021-2023 Rika Wulandari; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.159-169

Abstract

Perkembangan bahasa anak merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan paparan teknologi. Penggunaan gawai pada usia dini cenderung meningkat dan diduga berperan terhadap terjadinya speech delay. Namun, bukti ilmiah yang membahas hubungan antara intensitas penggunaan gawai dan keterlambatan bicara masih terbatas. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain case–control yang bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai dengan kejadian speech delay pada anak usia 2–5 tahun di RSUD Sanjiwani Gianyar. Sampel terdiri dari 98 responden (49 anak speech delay dan 49 anak tanpa speech delay) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner mengenai karakteristik anak dan kebiasaan penggunaan gawai, sedangkan data sekunder berasal dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p < 0,05 serta perhitungan odds ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Sebanyak 50% responden mengalami speech delay. Berdasarkan intensitas penggunaan gawai, 12,2% memiliki intensitas ringan, 49% sedang, dan 38,8% berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai berat berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko speech delay (OR = 4,24; 95% CI: 1,77–10,18; p = 0,01). Terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan gawai dan kejadian speech delay pada anak usia 2–5 tahun. Penggunaan gawai dengan durasi dan frekuensi tinggi meningkatkan risiko keterlambatan bicara, sehingga pengawasan dan pembatasan waktu penggunaan gawai oleh orang tua sangat dianjurkan.  
Profil Pasien Epilepsi di Rumah Sakit Mangusada Bali Pada Periode Bulan Oktober 2022 sampai Oktober 2023 Ni Putu Dian Puspitha Maheswari Yasa; Dewa Ayu Putri Sri Masyeni; Saktivi Harkitasari
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit kronis yang masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di dunia. Epilepsi dapat terjadi pada semua usia, semua jenis kelamin, dan semua ras yang ada di dunia. Di Indonesia angka prevalensi epilepsi cukup tinggi yaitu antara 0,5% sampai 2%. Akan tetapi, tidak didukung oleh data epidemiologi yang lengkap. Jumlah laporan data epidemiologi pasien epilepsi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien epilepsi yang dirawat di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Mangusada pada periode bulan Oktober 2022 sampai Oktober 2023. Metode observasional deskriptif potong lintang. Penelitian ini memiliki jumlah sampel yang mengikutsertakan 170 orang. Pengumpulan data didapatkan dari rekam medis selama satu tahun. Hasil penelitian didapatkan mayoritas sampel berusia >36-60 tahun 53 (31,2%) orang, berjenis kelamin laki-laki 92 (54,1%), memiliki etiologi idopatik 143 (83,1%), bangkitan umum 150 (88,2%), pengobatan monoterapi 102 (60%), jenis obat phenytoin 88 (34,5%), tidak memiliki hasil EEG 134 (78,8%), tidak memiliki penyakit penyerta 148 (87%). Kesimpulan penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas penyakit epilepsi dimiliki oleh usia >36-60 tahun yang berjenis kelamin laki-laki, dengan etiologi idiopatik dan bangkitan umum, diberikan pengobatan monoterapi dengan phenytoin, dan mayoritas sampel tidak memiliki penyakit perta dan tidak memiliki hasil pemeriksaan EEG.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10