cover
Contact Name
Sugi Widyastuti
Contact Email
wmmj.unwar@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : https://doi.org/10.22225
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 150 Documents
Pelatihan Manuver Pernafasan dan Posisi pada Pasien Pasca Covid 19 Budiyasa Dewa Gde Agung; Ni Kadek Noviantari; Ni Komang Ady Tri Hapsari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.257-260

Abstract

Corona virus adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan baik infeksi pernapasan ringan maupun berat yang dapat menyebabakan pneumonia. Saat terjadi pneumonia berat atau ARDS, alveoli dalam paru-paru meradang dan tersumbat. Kondisi ini menyebabkan pasien mengalami kesulitan bernapas karena paru-paru terisi cairan, menjadi kaku dan sulit mengembang dan mengempis, sehingga pasien membutuhkan pertolongan segera agar terbebas dari keluhan tersebut sehingga perlu dilakukan upaya perawatan suportif dan rehabilitatif untuk mengurangi gejala dan risiko kematian. Perawatan suportif yang saat ini sedang banyak dilakukan untuk pasien Covid 19 adalah posisi pronasi. Posisi pronasi akan menyebabkan terjadinya homogenitas dari aleveolar paru, sehingga tidak terjadi hiperinflasi di daerah ventral paru dan kolaps pada bagian dorsal paru. Dari hal tersebut makan dibuatlah program PKM pelatihan maneuver pernapasan dan posisi pada pasien Covid 19. Kegiatan PKM ini dimulai dengan koordinasi dan sosialisasi, pelatihan dan pemberian edukasi mengenai Adapun hasil evalusi dari kegiatan PKM adalah terjadinya peningkatan pengetahuan yaitu rata-rata 82.2% dan mitra dapat menerapkan manuver pernapasan dan posisi serta dapat menggunakan alat medis seperti tensimeter, oksimeter, thermometer secara benar dan mandiri
PKM Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Investasi Pasar Modal pada Sekaa Teruna Hita Mahada Çraya Desa Batur Utara Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.9-14

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya pemeliharaan kesehatan keluarga. Selain bermanfaat, tanaman ini juga relatif mudah ditanam serta dapat memperindah pekarangan rumah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum terlalu familiar dengan jenis-jenis, manfaat, serta cara pengolahan TOGA menjadi obat tradisional seperti jamu atau loloh. Hal tersebut juga dirasakan oleh mitra kami yaitu sekeha teruna (ST) Hita Mahada Çraya. Hasil diskusi juga menunjukkan bahwa mitra masih belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pengolahan sampah organik. Mitra juga belum familiar dengan investasi pasar modal yang jika ditekuni dengan baik dapat menjadi salah satu sumber pemasukan tambahan. Oleh karena itu, dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, dilakukan penyuluhan mengenai manfaat dan cara pengolahan TOGA dalam membantu pemeliharaan kesehatan dan mengatasi keluhan penyakit ringan, serta pemberian bantuan berupa bibit TOGA yang dapat ditanam dan dimanfaatkan di pekarangan rumah mitra. Pada kegiatan ini juga dilakukan pelatihan pembuatan kompos dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga dan pemberian bantuan berupa peralatan composting. Selain itu, juga diberikan pelatihan mengenai investasi pasar modal bagi anggota ST. Metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan dan pelatihan terkait permasalahan mitra, pemberian bantuan, serta evaluasi berupa pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan mitra mengalami peningkatan sebesar 95%, yang dilihat dari rata-rata nilai mitra sebesar 48/100 saat pretest menjadi 94/100 saat posttest. Proses monitoring pascakegiatan berupa diskusi dan observasi langsung ke lapangan menunjukkan bahwa kader sudah menanam bantuan TOGA yang diberikan di pekarangan rumahnya masing-masing, serta mulai mempelajari mengenai investasi pasar modal. Mitra juga berencana akan segera memulai mencoba membuat kompos dari sampah-sampah organik. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM telah berlangsung dengan baik dan bermanfaat bagi mitra.
PKM Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) pada Anggota PMR SMA Negeri di Denpasar Ni Wayan Sri Ekayanti; Putu Austin Widyasari Wijaya; I Putu Arya Giri Prebawa
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.27-31

Abstract

Abstrak Pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyiapkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi keadaan atau situasi darurat terutama di lingkungan sekolah. Permasalahan prioritas yang ditangani adalah adanya anggota PMR yang belum mendapat pelatihan P3K pada tahun ajaran baru. Solusi yang diberikan berupa penyuluhan dan pelatihan P3K pada anggota PMR di SMA Negeri di Denpasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di sekolah. Metode yang digunanakan adalah penyuluhan dan Focus Group Discussion untuk mengefektifkan kegiatan dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 30% setelah mengikuti penyuluhan dan peningkatan keterampilan siswa mengenai tatalaksana dalam P3K. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota PMR dalam P3K. Hal ini menunjukkan keberhasilan dan efektifitas program dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di sekolah. Kata kunci : P3K, kecelakaan, sekolah
Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu sebagai Kudapan dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Bayung Gede Komang Trisna Sumadewi; Saktivi Harkitasari; I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi Wirawan; Anny Pratiwi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.1-8

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masalah ini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas individu di masa depan. Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pencegahan stunting melalui pemanfaatan ubi jalar ungu sebagai kudapan untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan edukasi tentang stunting, pelatihan pembuatan MPASI berbasis ubi ungu, serta pretest dan posttest untuk menilai efektivitas program. Seluruh peserta (100%) mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait stunting dengan rerata skor pengetahuan meningkat sebesar 50,3%, dari 5,95 menjadi 8,96. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah ubi ungu sebagai MPASI juga meningkat berdasarkan observasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, termasuk kemampuan dalam pencarian informasi terkait gizi dan resep MPASI. Kesimpulan dari program ini adalah bahwa edukasi dan pelatihan berbasis bahan pangan lokal, seperti ubi ungu, efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Program serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkala di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi guna mendukung akselerasi penurunan angka stunting secara nasional.
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar serta Heimlich Manoeuvre pada Perawat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Bali Putu Nita Cahyawati; Raisha Hamiddani Syaiful
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.15-20

Abstract

Kondisi gawat darurat dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Penanganan yang cepat dan tepat sangat berpengaruh pada outcome pasien. Keterlambatan penanganan dapat berdampak pada terjadinya kecacatan bahkan hingga kematin. Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan upaya cepat dan tepat yang dilakukan untuk menangani kegawatdaruratan khususnya pada kondisi henti jantung dan henti napas. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada tenaga kesehatan (perawat) yang berperan sebagai garda terdepan dalam penanganan awal pasien. Metode pada kegiatan pengabdian ini yaitu pemberian materi, simulasi (pelatihan), dan praktek langsung. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi dan monitoring untuk menilai pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan mitra sangat baik (100%). Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa rerata nilai pretest mitra adalah 6 poin, sedangkan posttest adalah 9,1 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan mitra. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan dinilai “Baik” karena seluruh indikator telah terlaksana.
Edukasi Kesehatan Terkait Swamedikasi Nyeri pada Masyarakat di Desa Batu Kajang Raisha Hamiddani Syaiful; Putu Nita Cahyawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.21-26

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan diri sendiri yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat. Studi melaporkan bahwa obat yang paling umum digunakan dalam perilaku swamedikasi ini adalah analgesik (66,25%) dan antipiretik (59,16%). Mitra pada kegiatan ini adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Keluarga (FKK) di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait swamedikasi nyeri. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahapan. Tahapan tersebut yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Materi disampaikan oleh tim pengabdian yang berasal dari dua disiplin ilmu yaitu Farmasi (Apoteker) dan Kedokteran (Dokter). Metode edukasi yang digunakan yaitu melalui ceramah dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh satu kelompok ibu-ibu FKK di Desa Batu Kajang dengan jumlah 5 orang. Hasil evaluasi menemukan bahwa rerata pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan mencapai 95%. Seluruh peserta (100%) merasa bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat sehingga merekomendasikan agar kegiatan ini dilanjutkan dengan topik. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini yaitu kegiatan ini telah berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Keberhasilan ini tidak hanya ditunjukkan oleh tingginya kepuasan dan peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga oleh rekomendasi yang diampaikan peserta. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan pengabdian masyarakat di daerah lain, serta mendorong lebih banyak kolaborasi antar disiplin ilmu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Manajemen Stress dan Penyuluhan Anti-Scamming Pada Guru SMP di Payangan Putu Austin Widyasari Wijaya; Ni Wayan Sri Ekayanti; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.44-48

Abstract

Tenaga Pendidikan atau guru di SMP Negeri Hindu 2 Payangan berjumlah 51 orang dengan jumlah siswa 567 orang siswa. Peran guru bukan hanya sebagai pengampu mata Pelajaran, namun juga berperan pada ekstra kurikuler siswa, pembinaan perlombaan, dan juga beban administrasi yang berpotensi meningkatkan beban pikiran serta meningkatkan stress. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari mitra, kewajiban tersebut dirasa cukup menambah beban kerja sehingga mengganggu pikiran dan dapat berdampak pada proses belajar mengajar rutin. Hasil wawancara juga menunjukkan beberapa guru sempat hampir mengalami scaming dan sampai saat ini merasa kebingungan terhadap cara mencegah serta mengenalinya. Berdasarkan situasi tersebut, didapatkan dua masalah prioritas yang ada di mitra, guru SMP N Hindu 2 Payangan, yaitu peningkatan stress di kalangan mitra dan ancaman scaming. Solusi yang diberikan yaitu pembian penyuluhan dan sosialisasi mengenai manajemen stress dan cara pencegahan scamming. Hasil pelaksanaan PKM didapatkan peningkatan wawasan pada mitra yang dinilai melalui pre dan post-test.
PKM Kelompok Siswa sebagai Peer Mentor Kesehatan Reproduksi Remaja di SMU Negeri 2 Denpasar Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryandhita; Ni Wayan Widhidewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.49-54

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki oleh remaja mengenai kesehatan reproduksi masih sangat kurang. Hal ini dapat dilihat dari pemahaman yang kurang yang ditunjukkan oleh remaja serta prevalensi perilaku yang membahayakan kesehatan pada remaja. Kesadaran remaja akan penyakit menular seksual (PMS) belum baik. Sebagian besar remaja memperoleh informasi tentang PMS terutama dari teman sebaya atau sumber media massa. Informasi semacam itu cenderung bersifat sementara dan seringkali tidak dipahami secara akurat oleh remaja. Kelemahan informasi dari teman sebaya yakni kebenaran informasi yang diberikan oleh rekan-rekan seringkali tidak memiliki dasar. Sekolah Menengah Umum Denpasar 2 berfungsi sebagai tempat kegiatan bimbingan, sebagaimana ditunjukkan oleh data yang diperoleh dari puskesmas setempat.Sekolah Menengah Umum Negeri 2 Denpasar menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan berdasarkan data-data yang diperoleh dari puskesmas. Permasalahan yang didapatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi masih kurang, belum memiliki kelompok siswa sebagai peermentor. Solusi yang ditawarkan yakni pembentukan kelompok siswa, penyuluhan dan pendampingan kelompok siswa mengenai kesehatan reproduksi yang dilaksanakan di SMU Negeri 2, Denpasar. Target luaran yang dicapai yakni pembentukan kelompok siswa sebagai peer mentor mengenai kesehatan reproduksi dan peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit yang dapat ditimbulkan sebesar 77 persen.
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Sederhana Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Putu Ayunda Trisnia; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.67-70

Abstract

Anak – anak identik dengan dunia bermain. Bermain merupakan salah satu media anak untuk mengembangkan kreativitas dan belajar termasuk melatih sel otaknya untuk mempelajari hal baru yang berkaitan dengan kognitif anak. Pada era teknologi saat ini, penggunaan ponsel pintar semakin berkembang dan marak digunakan pada kalangan anak usia dini. Dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan ponsel pintar pada anak usia dini tidak sedikit yang menunjukkan efek buruk seperti penurunan motorik dan sensorik anak, gangguan pada hubungan sosial dan perilaku bahkan penurunan kognitif anak. Permainan edukatif anak yang tersedia pada lingkungan disekitar anak akan dapat membantu pengalihan anak dalam menggunakan ponsel pintar. Dengan menggunakan bahan dan alat yang ada di sekitar kita, permainan edukatif juga dapat dibuat dengan mudah. Posyandu merupakan wadah kegiatan ibu dan anak di wilayah cakupannya yang memiliki kegiatan rutin seperti pemantauan tumbuh kembang anak. Anak biasanya dibawa ke posyandu untuk dimonitor tumbuh kembangnya dan biasanya anak bermain disela kegiatan tersebut. Kader posyandu juga berperan menyampaikan informasi dan edukasi terkait tumbuh kembang anak. Banjar Tengah Blahbatuh memiliki posyandu yang mengadakan kegiatan rutin setiap bulannya. Banjar ini juga memiliki jumlah balita yang cukup banyak. Berdasarkan informasi yang didapat, penggunaan ponsel pintar di kalangan balita pada banjar ini tergolong cukup banyak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyediakan pelatihan kepada kader posyandu Banjar Tengah Blahbatuh terkait pembuatan alat permainan edukatif (APE) sederhana yang dapat digunakan dan diterapkan di wilayahnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kader posyandu lebih memahami alat permainan edukatif (APE) dan lebih sering menggunakannya.
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani Luh Gde Evayanti; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati; Ni Putu Diah Witari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.71-74

Abstract

Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan termasuk resiko stunting. Kasus stunting telah ditemukan pada desa tersebut. Beberapa kasus stunting dikaitkan dengan pernikahan dini pada remaja putri. Pengetahuan terkait hubungan antara kesehatan remaja putri dengan stunting di Desa Batur Tengah masih terbatas. Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu terkait kesehatan remaja putri untuk mencegah stunting sejak dini. Metode yang digunakan berupa pemberian materi dan simulasi pemeriksaan kesehatan remaja putri. Materi yang diberikan meliputi kesehatan remaja putri, risiko kehamilan dini, dan hubungan kesehatan remaja putri dengan stunting. Simulasi pemeriksaan kesehatan dimulai dari pengenalan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan tanda-tanda anemia, pengukuran tanda vital, dan statu gizi. Kegiatan diikuti dengan evaluasi kepada kader. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, didapatkan peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,120). Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan kader yang sudah lebih baik, namun program yang menyasar pada remaja putri masih kurang sehingga masih ada kasus stunting yang ditemukan, terutama pada pasangan usia di bawah 20 tahun. Pendekatan kepada remaja putri di lingkungan sekolah menengah perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan hubungannya dengah kesehatan remaja.

Page 10 of 15 | Total Record : 150