GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
283 Documents
Hubungan Response Time dengan Kepuasan Keluarga Pasien di IGD Rumah Sakit Cut Meutia Aceh Utara
Fithri, Najmi Syarqi Nabilah;
Sayuti, Muhammad;
Millizia, Anna
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i2.12595
Instalasi Gawat Darurat (IGD) diharuskan melayani pasien yang datang dengan cepat dan tepat. Jika pelayanan yang diberikan lambat maka harapan hidup pasien akan berkurang seiring waktu berjalan dan hal ini dapat mempengaruhi kepuasan keluarga pasien. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai apakah ada hubungan antara response time dengan kepuasan keluarga pasien di IGD RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Desain penelitian ini bersifat survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Dari hasil penelitian, didapatkan mayoritas keluarga pasien berada di rentang umur 26-35 tahun, berjenis kelamin perempuan, berstatus sebagai anak dari pasien, berpendidikan akhir sederajat dengan SMA, dan memiliki pekerjaan sebagai IRT. Didapatkan response time di IGD RSUD Cut Meutia tergolong cepat dan mayoritas keluarga pasien puas dengan pelayanan di IGD. Uji bivariat dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan uji Fisher yang memiliki derajat kemaknaan α = 0,05 atau 95% dan didapatkan nilai p-value adalah 0,005. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang bermakna antara response time dengan kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Aceh Utara.
Upaya Pemecahan Masalah Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Laki-Laki Usia 64 Tahun di Puskesmas Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara
Wahyuni, Hendra;
Mustafavi, Farida;
Zahrina, Zahrina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.12878
Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan global yang insidennya semakin meningkat. Sebanyak 346 juta orang di dunia menderita diabetes, dan diperkirakan mencapai 380 juta jiwa pada tahun 2025. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan intoleransi glukosa yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara adekuat yang atau karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif atau kedua-duanya. Penatalaksanaan Diabetes Melitus terdiri dari 5 pilar yaitu edukasi, diet, latihan fisik, kepatuhan obat, selain itu juga termasuk pencegahan Diabetes Melitus dengan pemantauan kadar gula darah.
Hubungan pola makan dan status gizi dengan keteraturan menstruasi pada mahasiswi Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Rahmi, Nita;
Iskandar, Iskandar;
Mauliza, Mauliza
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i2.11997
Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dialami setiap wanita pada usia reproduktif. Proses fisiologis ini dipengaruhi beberapa faktor yang dapat menimbulkan gangguan menstruasi. Faktor seperti pola makan dapat berdampak pada asupan nutrisi makro maupun mikro seseorang yang kemudian mampu mempengaruhi fungsi organ reproduksi. Timbulnya gangguan menstruasi dapat menurunkan kualitas hidup seseorang, terutama kemampuan belajar pada mahasiswi. Banyaknya lemak dalam tubuh dapat menyebabkan memanjangnya siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya Hubungan Pola Makan Dan Status Gizi Dengan Keteraturan Menstruasi Pada Mahasiswi Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pada penelitian ini digunakan teknik probability sampling dengan stratified random sampling untuk teknik pengambilan sampel. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 185 responden yang telah memenuhi kriteria inkusi dan eklusi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Chi Square. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan asupan lemak memenuhi sebanyak 129 responden (69,7%), sedangkan yang tidak memenuhi sebanyak 56 responden (30,3%). Asupan protein kategori memenuhi standar 84,9% dan yang tidak memenuhi standar 15,1%. Sedangkan asupan serat yang memenuhi standar sebanyak 82,2% dan yang tidak memenuhi standar sebanyak 17,8%. Status gizi responden dengan kategori kurus sebanyak 21 mahasiswi (11,4%), kategori normal sebanyak 105 mahasiswi (56,8%) dan kategori gemuk sebanyak 59 mahasiswi (31,9%). siklus menstruasi responden dengan siklus menstruasi yang teratur sebanyak 136 orang (73,5%) dan siklus menstruasi yang tidak teratur sebanyak 49 orang (26,5%). Kesimpulan penelitian ini: Terdapat hubungan antara pola makan dan status gizi dnegan keteraturan menstruasi.
Obsessive Compulsive Disorder
Ali, Khafifah;
Malawati, Malawati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.18049
Gangguan obsesif-kompulsif/ Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan kejiwaan ini ditandai dengan obsesi dan kompulsi, yang menghabiskan banyak waktu dan menyebabkan tekanan dan gangguan yang nyata. Wanita juga sekitar 1,6 kali lebih mungkin terkena gangguan tersebut daripada pria. Etiologi OCD itu kompleks, meliputi berbagai faktor, termasuk elemen kognitif, genetik, molekuler, lingkungan, dan saraf. Bukti dari studi kembar menunjukkan predisposisi genetik yang signifikan dengan estimasi heritabilitas sekitar 48%. Diagnosis OCD dengan melakukan penilaian klinis, kriteria diagnostic OCD dan pemeriksaan status mentak. Penatalaksanaan OCD yaitu selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang direkomendasikan sebagai obat lini pertama karena khasiat, keamanan, dan tolerabilitasnya yang terbukti. Gangguan obsesif-kompulsif yang dikaitkan dengan gejala menimbun barang secara umum menghasilkan prognosis yang lebih buruk.
Atonia Uteri pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Pre Eklamsia Berat (PEB)
Zuhra, Cut Elfina;
Fitri, Salma
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 5 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i5.10124
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi, di Aceh dalam 4 tahun terakhir Angka Kematian Ibu cenderung mengalami peningkatan. Penyebab terbesar kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan post partum, 75-80% nya disebabkan oleh atonia uteri. Atonia uteri merupakan kegagalan otot rahim dalam berkontraksi sehingga pembuluh darah di miometrium tetap terbuka dan terjadinya perdarahan masif yang jika tidak ditangani maka berujung pada kematian. Pasien perempuan G4P2A1 Gr 35-36 minggu berusia 36 tahun datang ke RSUD Datu Beru Aceh Tengah dengan keluhan nyeri perut, nyeri kepala dan lemas. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis dengan Preeklamsia Berat (PEB) dan direncanakan untuk dilakukan Sectio Caesarea (SC). Satu jam setelah di operasi pasien mengalami perdarahan, sehingga dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan didapati penyebab perdarahan adalah atonia uteri, selanjutnya dilakukan penatalaksaan kegawatdaruratan segera dan direncanakan untuk mendapatkan trasnfusi darah.
Upaya Manajemen Hipertensi pada Pasien Perempuan 46 Tahun dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga
Savitri, Dhannisa Ika;
Zara, Noviana;
Fardian, Nur;
Mardiati, Mardiati;
Fitriani, Julia;
Siregar, Sarah Rahmayani;
Syafridah, Anita;
Ikhsan, Ridhalul;
Zahara, Cut Ita;
Muna, Zurratul;
Dewi, Rahmia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i1.13688
Hipertensi merupakan tekanan darah persisten dengan tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan diastoliknya diatas 90 mmHg. Di Indonesia, perkiraan jumlah kasus hipertensi sebanyak 63.309.620 jiwa, sedangkan angka kematian terkait hipertensi di Indonesia sebanyak 427.218 jiwa. Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), 45-54 tahun (45,3%), 55-64 tahun (55,2%). Pasien Ny. E datang ke Puskesmas Dewantara dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 minggu yang lalu dan memberat 2 hari ini. Pasien mengatakan bahwa nyeri dirasakan seperti berdenyut diseluruh kepala. Keluhan memberat saat pasien beraktivitas dan makan makanan yang asin atau berlemak. Keluhan tidak berkurang walaupun pasien istirahat. Selain keluhan tersebut, pasien juga mengeluhkan badan yang terasa lemas walaupun pasien tidak melakukan aktivitas yang berat. Keluhan lemas ini dirasakan muncul bersamaan dengan keluhan nyeri kepala, yaitu sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan tersebut menyebabkan pasien sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sejak 1 minggu terakhir pasien tidak mengonsumsi obat darah tingginya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah pasien yaitu, 173/106 mmHg dengan status gizi obesitas. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan pasien didiagnosa mengalami Hipertensi grade II dengan Obesitas. Data primer diperoleh melalui autoanamnesa dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Intervensi yang dilakukan diantaranya adalah edukasi tentang penyebab hipertensi kepada keluarganya, edukasi tentang modifikasi gaya hidup dan tatalaksana penyakit tersebut serta menjelaskan komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit pasien agar pasien berobat secara teratur dan melakukan upaya pencegahan.
Upaya Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Perempuan Usia 69 Tahun dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara
Rozi, Dwi Novlita;
Zara, Noviana;
Ikhsan, Ridhalul;
Surayya, Rahmi;
Siregar, Sarah Rahmayani;
Zahara, Cut Ita;
Dewi, Rahmia;
Muna, Zurratul;
Sari, Bungsu Keumala
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.9990
Pasien perempuan berusia 69 tahun dengan keluhan lemas sejak 3 minggu ini. Lemas yang dirasakan pasien ketika melakukan aktivitas fisik ringan seperti menyapu dan memasak. Lemas dirasakan sepanjang hari dan kadang hilang saat pasien tidak melakukan aktifitas apapun. Keluhan tersebut disertai dengan nyeri kepala, sering BAK dan kesemutan di kaki dan tangan. Pasien memiliki riwayat DM tipe 2 sejak 4 tahun yang lalu. Pemeriksaan KGDS pada pasien didapatkan 434 mg/dl, menunjukkan pasien mengalami hiperglikemi. IMT pasien didapatkan 19,02 kg/m2ini terkategori normal. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Intervensi yang dilakukan diantaranya adalah edukasi mengenai pentingnya minum obat rutin untuk mengontrol kadar gula darah, edukasi pola makan pada penderita Diabetes Mellitus, dan edukasi peran keluarga dalam tatalaksana penyakit pasien, edukasi untuk tetap melakukan aktivitas fisik dan olahraga serta menjelaskan komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit pasien agar pasien lebih menjaga diri.
Tatalaksana Subacute Sclerosing Panencephalitis
Rizki, Dara Gebrina;
Mardiati, Mardiati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.10592
Infeksi campak adalah penyakit yang sangat menular dengan akibat yang sangat fatal. Dimulai dengan berbagai gejala termasuk demam, batuk, konjungtivitis, dan pilek, dapat menyebabkan gejala sisa yang lebih parah termasuk subacute sclerosing panensefalitis yang merupakan komplikasi campak yang berpotensi fatal dan serius. Subacute sclerosing panensefalitis merupakan penyakit merusak otak yang selalu menyebabkan kematian. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui tatalaksana Subacute Sclerosing Panencephalitis, dengan metode dimulai dari pencarian artikel yang relevan melalui Google Cendekia dengan kriteria inklusi yaitu artikel dengan publikasi sejak tahun 2013, membahas mengenai Subacute Sclerosing Panencephalitis, teks lengkap dan merupakan jurnal akademik. Analisis artikel dilakukan dengan menggunakan tabel matriks dengan membandingkan metode penelitian, sampel dan tempat penelitian, serta hasil dari penelitian tersebut. Hasil akhir yaitu tatalaksana Subacute Sclerosing Panencephalitis adalah obat immunomodulatory, antiviral dan anti seizure.
Studi Kasus Sepsis pada Stroke Hemoragik
Roskaraulya, Chaira Khuntum;
Maulina, Meutia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.18803
Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan pada saraf (defisit neurologis) akibat gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak. Data di Indonesia memperlihatkan stroke sebagai penyebab Kematian terbanyak ketiga dengan angka kematian sebanyak 138.268 jiwa atau 9,7% dari total kematian. Penyakit stroke dibagi menjadi dua macam yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi tersebut menimbulkan gejala neurologis yang terjadi secara tiba-tiba dan seringkali diikuti gejala akibat efek desak ruang atau peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Terdapat risiko tinggi terjadinya sepsis dengan kejadian stroke hemoragik akibat disregulasi respon imun. Hipertensi tak terkontrol merupakan faktor risiko ytang mendominasi pada stroke hemoragik. Penegakan diagnosis memerlukan pemeriksaan Computed Tomography Scan (CT-Scan) yang menjadi gold-standar. Pemeriksaan laboratorium juga perlu untuk memperbaiki faktor risiko yang ada pada pasien. Tindakan medis pada stroke hemoragik ditujukan agar penderita tetap hidup dengan harapan perdarahan dapat berhenti secara spontan.Tindakan medis yang dilakukan pada penderita stroke hemoragik meliputi: tindakan operatif, tindakan konservatif, dan pengendalian peningkatan TIK. Metode yang digunakan adalah menggunakan studi kasus. Studi kasus ini membahas Tn. I 59 tahun dengan stroke hemoragik dengan faktor risiko gaya hidup yang tidak sehat yaitu, merokok dan pola makan yang berlemak dan kolesterol tinggi, serta hipertensi dengan melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan penunjang serta melakukan penatalaksanaan dan edukasi yang mungkin diterapkan pada pasien di masa mendatang.
Hipertensi Emergensi
Fitri, Harida;
Siregar, Suhaemi
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 6 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i6.11100
Hipertensi emergensi adalah keadaan gawat medis ditandai dengan tekanan darah sistolik > 180 mmHg dan atau diastolik > 120 mmHg atau keduanya, yang terkait dengan tanda atau gejala kerusakan organ akut (yaitu sistem saraf, kardiovaskular, ginjal). Hal ini dapat terjadi sebagai kejadian serebrovaskular akut atau fungsi serebral yang tidak teratur, sindrom koroner akut dengan iskemia atau infark, edema paru akut, atau disfungsi ginjal akut. Angka kejadian krisis HT menurut laporan dari hasil penelitian dekade lalu di negara maju berkisar 2 - 7% dari populasi HT, terutama pada usia 40 - 60 tahun dengan pengobatan yang tidak teratur selama 2 - 10 tahun. Pasien an. MY, 58 tahun dengan riwayat darah tinggi ± 5 tahun ini tiba-tiba mengeluhkan pusing disertai nyeri kepala berdenyut di belakang leher ± 1 hari ini dan tidak berkurang dengan istirahat. Temuan fisik didapatkan keadaan umum baik, composmentis, tekanan darah 200/110 mmhg, nadi 67x/menit, suhu 37,0°C, pernafasan 20x/menit, dan hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan Kadar Glukosa Sewaktu, Glukosa Puasa, Glukosa 2 jam Post Pandrial, HbA1c, Kolesterol Total dan Trigliserida arah . Status gizi pasien adalah Obesitas dimana berat badan pasien 75 kg dan tinggi badan 165 cm. Pasien didiagnosis dengan Hipertensi Emergensi, Diabetes Mellitus Type 2, dan Dislipidemia. Kemudian diberikan tatalaksana farmakologi serta tatalaksana nonfarmakologi. Dilakukan pemantauan di Rumah Sakit selama 6 hari, pasien di pulangkan serta diberikan edukasi terkait dengan Diet DASH, Pemantauan TD dan KGD berkala, Olahraga, Pembatasan konsumsi garam dan Penurunan berat badan.