cover
Contact Name
Noviana Zara
Contact Email
noviana.zara@unimal.ac.id
Phone
+628116702685
Journal Mail Official
galenical.journal@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Jl.Uteunkot Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
ISSN : -     EISSN : 28306473     DOI : https://doi.org/10.29103/jkkmm.v1i2.8108
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles 283 Documents
Therapeutic Plasma Exchange pada Toxic Epidermal Necrolysis Al-Muqsith, Al-Muqsith
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21597

Abstract

Nekrolisis Epidermal Toksik (TEN) jarang terjadi dan dapat mengancam jiwa pasien. Penatalaksanaan yang tepat pada pasien TEN dapat memberikan hasil yang optimal dan mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu modalitas pengobatan untuk TEN adalah Therapeutic Plasma Exchange (TPE), yang jarang tersedia pada kebanyakan kasus dengan TEN berat. Kami melaporkan keberhasilan pengobatan TEN parah dengan TPE. Laporan kasus : seorang laki-laki berusia 54 tahun yang mengkonsumsi analgetik (analsik) dan kemudian demam serta timbul ruam hampir di seluruh tubuh. Kulit pasien mengelupas disertai bintik-bintik merah dan ruam disekujur tubuh selama seminggu. Selama pemeriksaan, pasien compos mentis, dan skor SCORTEN adalah 2 dengan risiko kematian sebesar 12,1%. Pemeriksaan dermatologis pada wajah, badan dan ekstremitas menemukan erosi yang luas, bula longgar berisi cairan bening, kerak coklat, dan distribusi umum dengan lebih dari 30% epidermolisis. Pasien didiagnosis dengan nekrolisis epidermal toksik yang disebabkan oleh terapi analgetik. Pasien dirawat dengan menghentikan obat yang dicurigai dan memberikan kortikosteroid, tetapi tidak ada perbaikan yang diamati. Pasien menjalani satu siklus TPE dengan albumin 5%, menghasilkan 3,8 liter pertukaran plasma. Re-epitelisasi diamati setelah tiga hari, dan pasien dipulangkan pada hari ke-8. Laporan kasus ini menyoroti peran penting TPE dalam merawat pasien TEN. Namun, sebuah studi dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi kemanjuran TPE pada TEN.
Hepatitis C dengan Chronic Heart Failure di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Nazaruddin, Nazaruddin; Maulina, Nora; Fawwaza, Nasywa; Sawitri, Harvina; Maulina, Fury; Wahyuni, Sri
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.21673

Abstract

Gagal jantung merupakan keadaan dimana jantung tidak lagi mampu memompa darah dalam jumlah yang memadai ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh (forward failure) atau kemampuan tersebut hanya dapat terjadi dengan tekanan pengisian jantung yang tinggi (backward failure) atau dapat pula keduanya. Penyakit hepatitis C adalah penyakit yang disebabkan virus hepatitis C. Virus hepatitis C merupakan salah satu virus RNA dari keluarga Flaviviridae. Virus hepatitis C dapat menyerang hati dan menyebabkan peradangan. Kasus pasien laki-laki 60 tahun datang dengan keluhan nyeri perut dan kembung sehingga pasien susah tidur serta kaki dan wajah bengkak disertai dengan keluhan nyeri dada dibagian kiri pasien. Buang air kecil juga seperti teh. Penatalaksanaan non farmakologi (tirah baring, kompres NaCl 0,9%) dan farmakologi diberikan inj. Ceftriaxone 1gr/12 jam, inj. Omeprazole 40mg/12 jam, inj.Ondansetron 1 amp/12 jam, Inj. Lasix 1 amp/12 jam, Nitrokaf retard 3x1, Urdahex 1x1, Lansoprazole 2x1, Sucralfat sirup 3x1c, Curcuma 2x1, Domperidone 3x1. Berdasarkan hasil anamesis dan pemeriksaan fisik pada pasien dapat ditegakkan Hepatitis C dengan CHF.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Kesiapan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Cut Meutia terhadap Mitigasi dan Tanggap Bencana Maulina, Nora; Zahara, Ulfa; Herlina, Nina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.21742

Abstract

Indonesia menjadi negara dengan berbagai ancaman bencana diantaranya bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial sehingga menjadikan Indonesia perlu mengupayakan mitigasi dan tanggap bencana sebagai suatu upaya untuk mengurangi ancaman bencana dan dampak bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap kesiapan tenaga kesehatan Rumah Sakit Cut Meutia terhadap mitigasi dan tanggap bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara primer. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil univariat dalam penelitian ini dari 100 responden diperoleh sebanyak 51% memiliki tingkat pengetahuan cukup terhadap mitigasi dan tanggap bencana dan sebanyak 97% memiliki sikap positif terhadap mitigasi dan tanggap bencana. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan tenaga kesehatan terhadap mitigsi dan tanggap bencana berada pada kategori cukup dan sikap tenaga tenaga kesehatan terhadap mitigasi dan tanggap bencana berada pada kategori positif.
Analisis Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Ibu Rumah Tangga terhadap Kejadian Diare pada Balita Adam, Adam; Mardhiah, Ainal; Inayati, Rahmi; Salamah, Salamah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.21776

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah suatu konsep yang mendorong kita untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan gaya hidup yang sehat. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan pribadi, pola makan yang seimbang, hingga aktifitas fisik yang teratur. Dengan menerapkan PHBS, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit dalam mencegah terjadinya diare. Di Kabupaten pidie cakupan keluarga dengan pemilikan sarana sanitasi air bersih dengan total 111.500 kk yang memiliki sarana air bersih 73.333 kk dan tidak memenuhi syarat adalah 64%. Kejadian diare di wilayah kerja Pukesmas Kecamatan Simpang Tiga pada tahun 2024 sebanyak 365 kasus, dimana kejadian diare pada balita sebanyak 133 (36,43%). Tujuan Penelitian untuk menentukan Perilaku hidup bersih dan sehat para ibu rumah tangga dalam mencegah kejadian diare pada balita. Pengumpulan data  dilakukan dari tanggal 02 Desember sampai dengan 28 Desember 2024 dengan menggunakan alat ukur kuisioner. Metode analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan dari 59 reponden menghasilkan Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kejadian diare, dengan nilai p value yang relevan.sebesar 0,012.,selain itu, sikap juga berhubungan dengan kejadian diare, yang ditunjukkan oleh nilai p.value 0,023., tak hanya itu, tindakan yang diambil juga berhubungan dengan kejadian diare, dengan p.value sebesar 0,007. Selain itu, penggunaan air bersih juga menunjukkan adanya hubungan dengan kejadian diare, sebagaimana dibuktikan oleh nilai p.value yang relevan. 0,003). Sehingga ada hubungaantara perilaku hidup bersih dan sehat ibu rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie Tahun 2024.
Clinical and Histopathological Findings of Six Cases of Extrapulmonary Tuberculosis Widya Rukmi, Kartika; Sasongko, Aries; Dwinanda Suyuthie, Heldrian; Untari Dewi, Trisni; Kiasati Chandra Syahbunan, Khansa; Desdiani, Desdiani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.21895

Abstract

Extrapulmonary Tuberculosis (EPTB), caused by Mycobacterium tuberculosis, affects organs other than the lungs, most commonly the lymph nodes and pleura. Although pulmonary tuberculosis (TB) is more prevalent in Indonesia, EPTB remains a significant yet often underreported condition. Its diagnosis depends on histological, microbiological, and clinical evidence, with treatment typically initiated based on a physician's judgment. The diverse symptoms of EPTB, depending on the affected organs, contribute to its frequent underdiagnosis. Histopathological examination is the gold standard for EPTB diagnosis, particularly valuable when microbiological tests yield inconclusive results, and is characterized by well- and poorly-organized granulomas. Methods this study reviewed six cases of EPTB, focusing on clinical presentations, radiological findings, and histopathological results. The patients presented with lumps in various locations, including the wrist, spine, neck, abdomen, thigh/groin, and scrotum. Ultrasound and CT scan were employed to assess organ involvement, and tissue biopsies were analyzed histopathologically. The cases exhibited diverse symptoms and clinical findings. Blood tests and chest radiographs were normal in all patients. Imaging studies revealed nonspecific hypoechoic patterns, omental thickening, and prominent mesenteric lymph nodes in some cases. Histopathological analysis consistently identified granulomas in all biopsy samples. Some specimens showed extensive caseous necrosis with Langhans giant cells, while others exhibited fibrotic tissue with well-formed granulomas and minimal caseous necrosis. Conclusion diagnosing EPTB remains challenging due to its paucibacillary nature and the limitations of current diagnostic tools. Histopathological and microbiological evaluations of biopsy specimens are essential to improving diagnostic accuracy and reducing the morbidity and mortality associated with EPTB.
The Effect of Infant Massage on the Duration of Breastfeeding in Infants at Independent Midwife Practice Hutri and Independent Midwife Practice Nur Asmalindar Bancin, Fitriani; Amra, Ricca Nophia; Harahap, Asrika Sari
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.21920

Abstract

Infant massage is a form of tactile stimulation that has been proven to provide physiological and psychological benefits, especially in supporting successful breastfeeding. This study aims to determine the effect of infant massage on the duration of breastfeeding in infants at Hutri Independent Midwife Practice and Nur Asmalindar Independent Midwife Practice. The research design used was a quasi-experiment with a Non-Equivalent Control Group approach. The sample consisted of 30 infants divided into two groups, namely the intervention group (infant massage) and the control group (without massage), each consisting of 15 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that before the intervention, 43.3% of infants in the massage group had a short breastfeeding duration and none of them breastfed for a long duration. After the massage was given, 93.3% of infants increased to the long breastfeeding duration category. Conversely, in the group without massage, only 6.7% of infants breastfed for a long duration. The Wilcoxon test showed a p value = 0.000 in the massage group and p = 0.042 in the group without massage, which means there was a significant difference. These results suggest that infant massage can be an effective intervention in increasing infant breastfeeding duration.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa L) terhadap Jumlah Sel pada Otak Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model Parkinson yang diinduksi Haloperidol Novalia, Vera; Agustari, Farah; Z, Khairunnisa
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.22003

Abstract

Penyakit Parkinson ialah penyakit neurodegeneratif dengan ditandai hilangnya atau degenerasi neuron dopaminergik pada substantia nigra pars compacta (SNc). Kerusakan ini dapat terjadi karena penuaan dan adanya stres oksidatif yang disebabkan radikal bebas. Pada kunyit terdapat kandungan kurkumin yang memiliki aktivitas neuroprotektif dan antioksidatif yang mampu mencegah gangguan neurodegeneratif akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah sel neuron pada otak tikus putih model Parkinson yang diinduksi haloperidol dengan pemberian ektrak rimpang kunyit. Penelitian ini menggunakan eksperimental laboratorik dengan rancangan posttest only control group design, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 24 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok normal, kontrol negatif diinduksi haloperidol tanpa pemberian ekstrak rimpang kunyit, dan kelompok perlakuan 1 dan 2 dengan diinduksi haloperidol dan pemberian ekstrak rimpang kunyit dengan dosis 400 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rerata jumlah sel neuron sehat pada perlakuan 1 (77,2) dan perlakuan 2 (97,93) dibandingkan kelompok kontrol negatif (44,95) yang diinduksi haloperidol tanpa pemberian ekstrak rimpang kunyit. Pada uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,039 (p<0,05), dapat diartikan adanya perbedaan di antara keempat kelompok perlakuan dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok normal dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L) berpengaruh terhadap peningkatan jumlah sel neuron sehat pada otak tikus putih (Rattus norvegicus) model parkinson yang diinduksi haloperidol, dengan dosis optimal 600 mg/kgBB.
Peningkatan Kasus Kanker : Kontribusi Human Papilloma Virus (HPV) dan Gaya Hidup Qurrotaayun, Syifa Fitriana; Lestari, Dian Mardiana; Fitrianto, Rasyad; Simanjuntak, Syahlom Demartc; Ariyanto, Januar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.22021

Abstract

Kanker Serviks masih menjadi masalah kesehatan utama yang mengalami peningkatan baik di Indonesia maupun secara global, berdasarkan data kemenkes pada tahun 2022 kanker serviks berada pada urutan kedua setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah penyakit yang terjadi pada perempuan, dimana pada umumnya terjadi di negara berpenghasilan sedang atau menengah, mengingat pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan yang sulit didapatkan di negara tersebut. Kanker serviks diprediksikan akan meningkat pada tahun 2050 menurut data Global Burden of Cancer (Globocan), namun penelitian terkait peningkatan kanker serviks dan penyebabnya masih sangat terbatas, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis terkait peningkatan kanker serviks di tahun 2050 dan faktor penyebabnya. Metode penelitian ini menggunakan literature review dengan pendekatan PICO. Artikel yang digunakan yaitu dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pencarian literatur dilakukan melalui database nasional dan internasional, menggunakan kata kunci dengan operator Boolean “AND” dan “OR” seperti (“Human Papillomavirus” OR “HPV”) AND (“lifestyle factors” OR “behavioral risk factors”) AND (“cervical cancer”) serta (“cervical cancer”) AND (“projection” OR “2050”). Hasil dari penelitian ini adalah adanya keterkaitan yang sangat kuat antara Human Papilloma Virus dan Gaya Hidup terhadap peningkatan kasus kanker, terutama untuk orang-orang yang terkena HPV tipe 16 atau 18, dan akan lebih berisiko untuk orang yang berhubungan seksual di usia muda atau melakukan hubungan seksual lebih dari 1 pasangan. Jadi, kemungkinan kasus kanker serviks ini akan meningkat di tahun 2050 itu benar, karena faktor yang mempengaruhi peningkatan kasus ini bukan hanya dari segi faktor gaya hidup yang tidak sehat saja, tetapi juga dari faktor infeksi human papilloma virus tipe 16 atau 18 yang sekarang meningkat.
Efektivitas Media Video dan Poster terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Bayi Balita tentang Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kombikuno Lisna, Lisna; Saing, Fatmawati M.
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.22040

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, dimulai sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan pengetahuan dan sikap ibu mengenai stunting melalui media video dan poster. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian kuasi eksperimen, yaitu nonequivalent control group design. Penelitian melibatkan dua kelas yang berbeda sebagai partisipan, yang kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis data menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan secara signifikan meningkatkan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh nilai probabilitas (p) yang sangat rendah, yaitu 0,000, yang menandakan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media visual berupa video dan poster terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta mengubah sikap ibu terhadap upaya pencegahan stunting pada bayi dan anak balita. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan pemahaman dan perubahan pandangan ibu setelah menerima edukasi melalui kedua media tersebut. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dan tenaga kesehatan dapat terus berinovasi dalam menyampaikan edukasi kesehatan yang menarik dengan memanfaatkan teknologi digital.
The Effectiveness of Range of Motion Exercise in Reducing Serum Uric Acid Levels in Individuals with Hyperuricemia : a Non-Pharmacological Strategy for Preventing Cardiovascular and Renal Complications: Exploring the Role of Physical Activity in Managing Metabolic Risk Yusnaini, Rika -; Iskandar, Iskandar; Junaidi, Junaidi; Masyudi, Masyudi
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i3.22111

Abstract

Hyperuricemia has been associated with various health conditions, including hypertension and kidney disease. However, the causal relationship between uric acid and the development of these complications remains a topic of debate. Some studies suggest that elevated uric acid levels may play a direct role in the pathogenesis of hypertension through inflammatory mechanisms, endothelial dysfunction, and oxidative stress. In contrast, other studies argue that uric acid is merely a risk biomarker without a direct pathophysiological effect. In this context, physical activity has been extensively studied as a non-pharmacological intervention for arthritis and as a means to improve cardiovascular health. This study aims to explore the effectiveness of physical activity, particularly Range of Motion (ROM) exercises, in reducing serum uric acid levels in individuals with hyperuricemia. The methodology involved an eight-week ROM intervention with an evaluation of serum uric acid levels before and after the intervention. The results indicated that regular physical activity significantly contributed to the reduction of serum uric acid levels (p < 0.001), which may be associated with increased uric acid excretion through the kidneys. These findings support the role of physical activity as a potential strategy for managing hyperuricemia while also providing further insights into the relationship between uric acid, hypertension, and kidney health.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2 Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20 Vol. 4 No. 4 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20 Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2 Vol. 4 No. 1 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2 Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20 Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20 Vol. 3 No. 6 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2 Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023 Vol 2, No 2 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20 Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20 Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20 Vol. 2 No. 6 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2 Vol. 1 No. 1 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2022 Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20 Vol. 1 No. 2 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20 Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2 More Issue