cover
Contact Name
Noviana Zara
Contact Email
noviana.zara@unimal.ac.id
Phone
+628116702685
Journal Mail Official
galenical.journal@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Jl.Uteunkot Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
ISSN : -     EISSN : 28306473     DOI : https://doi.org/10.29103/jkkmm.v1i2.8108
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles 283 Documents
Trauma Thorak Simehate, Shinta Putri; Mufrizal, Mufrizal
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 1 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i1.20294

Abstract

Trauma toraks merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas yang signifikan. Kesulitan penanganan pasien dengan trauma tumpul toraks disebabkan keterlambatan terdeteksinya Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Thorax Trauma Severity Score (TTSS) yang diperkenalkan oleh Pape dkk pada tahun 2000 mencakup usia, parameter fisiologik, dan penilaian radiologik toraks. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan TTSS dalam memrediksi kejadian ARDS pada pasien dengan trauma tumpul toraks. Analisis statistik menggunakan Receiver Operating Characteristic (ROC) curve. penyakit akibat trauma sering ditelantarkan sehingga trauma merupakan penyebab kematian utama pada kelompok usia muda dan produktif di seluruh dunia. Angka kematian ini dapat diturunkan melalui upaya pencegahan trauma dan penanggulangan optimal yang diberikan sedini mungkin kepada korbannya. Perlu diingat bahwa penanggulangan trauma bukan hanya masalah di rumah sakit, tetapi mencakup penanggulangan menyeluruh yang dimulai di tempat kejadian, dalam perjalanan ke rumah sakit dan di rumah sakit.
Fraktur Penis dengan Tatalaksana Repair Tunika Albugenia Lebih dari 24 Jam di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Fauzan, Ahmad; Daniyal, Muhammad
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21221

Abstract

Fraktur penis adalah suatu kegawatdaruratan di bidang urologi yang sering terjadi pada saat hubungan seksual. Diagnosis fraktur penis sering kali mudah dan dapat dipastikan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Ditemukan suara berderak atau letupan saat tunika robek, diikuti oleh nyeri, detumesensi cepat, dan perubahan warna serta pembengkakan pada batang penis merupakan suatu tanda khas. Kasus pasien laki laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan nyeri yang disertai bengkak yang berwarna biru kehitaman dan berdenyut pada Penis. Keluhan tersebut dirasakan Pasien saat berhubungan badan dengan istrinya, terdengar suara krek pada penis saat lagi berhubungan badan (belum ejakulasi) dengan posisi istri di bawah pasien. Pemeriksaan fisik didapatkan pembengkakan penis,Hematom terlokalisasi di Badan penis yang disertai nyeri tekan. bisa buang air kecil normal dan tidak ditemukan hematuria. Penatalaksanaan non farmakologi (tirah baring, kateter) dan farmakologinya adalah IVFD NaCl 0,9% 20 tpm, inj. Ceftriaxone 1 gram/12 jam, Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam inj. Metamizol 1000 mg/8 jam, inj. Asam Traneksamat 500 mg/8jam. Tindakan operatif  yaitu repair Tunika Albugenia. Berdasarkan hasil anamesis dan pemeriksaan fisik pada pasien dapat ditegakkan fraktur penis. 
Kejang Demam pada Anak Syifa, Nada; Amalia, Dika
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21384

Abstract

Kejang demam adalah kejang yang biasanya terjadi pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun saat suhu tubuh melebihi 38°C, tanpa penyebab dari dalam otak. Penyebab kejang ini adalah banyak faktor, termasuk perkembangan sistem saraf pusat, faktor genetik, dan lingkungan. Kebanyakan kejang demam tidak menyebabkan penurunan IQ, epilepsi, atau kematian. Meskipun dapat terulang, kejang ini seringkali membuat keluarga merasa takut dan cemas. Oleh karena itu, pemeriksaan sesuai indikasi dan pengelolaan yang komprehensif sangat penting. Edukasi kepada orang tua juga merupakan pilar utama dalam penanganan kejang demam sebelum anak dirujuk ke rumah sakit.
Sedentary Screen Time and Health-related Outcomes among Female Workers at North Aceh Government Office Sawitri, Harvina; Maulina, Nora; Rahayu, Mulyati Sri; Nadira, Cut Sidrah; Yuziani, Yuziani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21476

Abstract

A significant segment of the global labor force dedicates a significant portion of their working days to office environments, where they typically engage in sedentary activities such as using computers. An office worker's typical workday consists of more than six hours spent sitting down to play games on their smartphones or watch videos. During the workday, women sat for over six hours a day. The risk of all-cause mortality from cancer, coronary heart disease (CHD), and cardiovascular disease (CVD) was higher in women who reported the highest levels of sedentary behavior. This study aimed to assess the level of sedentary screen time in women and its association with health problems. A cross-sectional study was conducted among 115 female workers at the North Aceh Government Office from July 2023 to February 2024. Data were collected through face-to-face interviews using screen-time questionnaires and direct measures. Pearson correlation and independent t-tests were used to assess the correlation between screen time and health problems. Linear regression was used to see which variables were most related. The result shows that most female workers were young, civil servants, had grade 1 hypertension (35.7%) and were overweight (53%). Average screen use on a weekday is 476.87 minutes, average screen use on a weeknight is 194.61 minutes, and average screen use on a weekend is 491.48 minutes. Screen use on weekdays and weeknights can be potential predictors for BMI, and screen use on weekdays and weekends can be potential predictors for hypertension. 
Article Review : Sarcopenia Geriatric Syndrom Lubis, Ilfan Adi Putra; Siregar, Sarah Rahmayani; Sari, Putri Eka; Nasution, Muhammad Husni Fansury
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21505

Abstract

Sarkopenia merupakan suatu sindrom yang ditandai oleh kehilangan progresi massa otot dan kekuatan otot yang berkaitan dengan penuaan. Sarkopenia merupakan penentu utama risiko jatuh dan gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, yang sering kali menyebabkan kecacatan, hilangnya kemandirian, dan kematian. Penyebab sarkopenia diduga multifaktorial termasuk: faktor lingkungan, penyakit, aktivasi jalur inflamasi, disfungsi mitokondria, hilangnya sambungan neuromuskular, berkurangnya jumlah sel satelit dan perubahan kualitas fungsi hormonal. Diagnosis sarkopenia dikonfirmasi oleh adanya kuantitas atau kualitas otot yang rendah. Ketika kekuatan otot rendah, kuantitas/kualitas otot rendah dan kinerja fisik rendah semua terdeteksi, maka sarkopenia dianggap parah. Pendekatan nonfarmakologis meliputi latihan ketahanan dan nutrisi yang adekuat. Beberapa pendekatan diet seperti asupan protein, vitamin D, nutrisi antioksidan, dan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang yang adekuat telah terbukti memiliki efek positif terhadap sarkopenia. Saat ini, belum ada obat khusus yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk pengobatan sarkopenia. Namun, beberapa agen, termasuk hormon pertumbuhan, steroid anabolik atau androgenik, modulator reseptor androgenik selektif, agen anabolik protein, stimulan nafsu makan, inhibitor miostatin, obat pengaktif reseptor II, penghambat reseptor β, inhibitor enzim pengubah angiotensin, dan aktivator troponin, direkomendasikan dan telah terbukti memiliki efikasi yang bervariasi.
Literature Review : Hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap Kadar Gula Darah Diabetes Melitus Tipe 2 Nathaniel, Stephen; Kahanjak, Donna Novina; Mutiasari, Dian
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21508

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 termasuk dalam kategori penyakit tidak menular yang menunjukkan tren peningkatan prevalensi dari tahun ke tahun. Kondisi ini ditandai oleh kadar glukosa darah yang tinggi. Indeks Massa Tubuh merupakan salah satu faktor risiko seseorang mengalami Diabetes Melitus Tipe 2. Metode penelitain ini yaitu dengan melakukan pengumpulan literatur melalui pencarian pada basis data Google Scholar dengan penggunaan kata kunci dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Kata kunci tersebut terdiri dari Indeks Massa Tubuh (IMT), gula darah, serta Diabetes Melitus Tipe 2 dan status gizi. Hasil studi ini menunjukkan sebanyak 16 artikel jurnal ditemukan dan ditelaah. Dari jumlah tersebut, sembilan artikel menunjukkan hubungan yang bermakna, sementara tujuh sisanya tidak menunjukkan hubungan signifikan karena adanya pengaruh variabel lain. Kesimpulannya, terdapat keterkaitan antara IMT dan kadar glukosa dalam darah penderita DM tipe 2.
Hubungan Sikap Ibu Menyusui saat Pemberian ASI dengan Luka Lecet pada Puting Susu Ibu di Kabupaten Pidie Aceh Nurlaili, Nurlaili; Nasution, Decy Erni; Hamdani, Hamdani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21538

Abstract

Menyusui merupakan proses yang alami, namun dalam konteks kebudayaan kita saat ini, melakukannya tidak selalu menjadi hal yang mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan latihan yang tepat. Sebanyak 40% wanita tidak menyusui bayi mereka, banyak di antaranya mengalami nyeri dan pembengkakan pada payudara, serta merasa khawatir akan terjadinya lecet pada putting susu. Masalah ini sering kali disebabkan oleh teknik menyusui yang kurang tepat, di mana posisi yang tidak efektif dalam memberikan ASI dapat menyebabkan iritasi pada papilla mamae ibu yang sedang menyusui. Penelitian ini mengadopsi desain penelitian cross-sectional dengan melibatkan 375 ibu menyusui yang dipilih sesuai rumus slovin. Proses pengambilan sampel dilakukan secara acak di Puskesmas Kabupaten Pidie dari data awal  tahun 2024. Untuk analisis data, digunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 23 dengan metode chi-square. Distribusi frekuensi responden terkait teknik menyusui yang baik menunjukkan bahwa 367 responden Distrubusi frekuensi didadaptkan sebanyak 207 responden (55,2%) mengalami lecet pada puting susu dan 168 responden (44,8%) tidak mengalami lecet serta terkait dengan teknik menyusui yang benar, di sisi lain distribusi frekuensi responden yang memiliki teknik menyusui kurang baik menunjukkan bahwa 208 responden (55,5%) kurang memahami teknik menyusui dengan baik dan 200 responden (53,3%) menunjukkan sikap yang kurang baik. Selain itu, sebanyak 100 responden (83,3%) mengalami lecet pada papila mamae. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001, yang berarti lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha 0,005 maka kesimpulannya ada hubungan sikap ibu dengan mengalami kelecetan puting susu.
Hubungan Pemberian ASI dengan Pencegahan Wasting di Kabupaten Pidie Aceh Tahun 2025 Nasution, Decy Erni; Nurlaili, Nurlaili; Hamdani, Hamdani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21540

Abstract

Ibu berpengaruh signifikan pada perkembangan fisik, pertumbuhan, dan masalah kekurangan gizi anak. Sikap ibu memiliki efek besar terhadap kualitas penyusuan anak. Berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia, pada tahun 2020, sebanyak 45,4 juta anak di bawah usia lima tahun menderita kekurangan berat badan. Data prevalensi di Indonesia, tingkat wasting bayi mencapai 11,9% disejumlah daerah di 33 provinsi. Secara internasional, 149,2 juta anak di bawah lima tahun mengalami stunting. Wilayah Maluku dan Aceh mencatat angka 11,3%, yang menempatkan mereka diposisi keempat. Kabupaten Pidie berada diperingkat ketiga di Aceh data tahun 2024 yang lalu, dengan rasio mencapai 15,3%. Penelitian ini mengadopsi desain penelitian cross-sectional dengan melibatkan 332 balita yang dipilih sesuai rumus Slovin. Proses pengambilan sampel dilakukan secara acak di Puskesmas Kabupaten Pidie dengan populasi total balita sebanyak 1979 dari data awal tahun 2024. Untuk analisis data, digunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 23 dengan metode chi-square. Temuan penelitian diperoleh melalui analisis statistik bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%, sehingga menghasilkan p-value sebesar 0,361 (p<0,05). Ini menunjukkan bahwa gambaran ibu dengan pemberian asi dalam pencegahan wasting tidak ada pengaruh yang signifikan.. Untuk menghindari wasting, cara paling efektif adalah dengan mendorong ibu untuk menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan pemberian ASI untuk nutrisi pada bayi akan bermakna untuk pencegahan wasting. Diharapkan pengawasan oleh kader dan tenaga kesehatan dapat berkontribusi pada peningkatan pengetahuan serta sikap ibu dalam pencegahan wasting. 
Hubungan ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di Kabupaten Pidie Aceh Tahun 2025 Hamdani, Hamdani; Nasution, Decy Erni; Nurlaili, Nurlaili
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21541

Abstract

Ibu dan bayi memerlukan gizi yang cukup dan berkualitas untuk menjamin status gizi dan status kesehatan (kemampuan motorik, sosial dan kognitif), kemampuan belajar dan produktivitas balita. Penurunan prevalensi stunting menjadi sebuah prioritas Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia hingga tahun 2030 untuk menurunkan sebanyak 40% dari jumlah balita stunting pada tahun 2025 (Kemenkes RI 2018), untuk  mewujudkan target tersebut, pemerintah menetapkan stunting sebagai program prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk pemberian ASI eksklusif apakah berpengaruh besar terhadap stunting. Sebanyak 334 responden dilakukan pengisian kussioner sehingga dilakukan uji statistik menggunakan SPSS persi 23. Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara faktor pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita. Pemberian ASI akan sangat berpengaruh stunting pada anak balita untuk itu diharapkan adanya edukasi dan kesadaran para ibu untuk menjaga nutrisi ASI agar pencegahan stunting pada anak dapat ditanggulangi.
Thyroid Storm (Krisis Tiroid) pada Pasien Hipertiroid et causa Graves Disease dengan Kehamilan Debbyousha, Maulina; Khairunnisa, Cut; Fardian, Nur; Zara, Noviana; Pohan, Adli Kurniawan
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21549

Abstract

Graves Disease (GD) adalah salah satu penyebab utama dari hipertiroidisme dengan persentase hingga 80% dari kasus hipertiroid. Graves Disease paling sering dialami oleh perempuan usia 20 hingga 50 tahun. Penyebab utama dari GD adalah autoimun, yaitu kondisi dimana sel imun menyerang tiroid sehingga merangsang peningkatan produksi hormon tiroid dengan efek samping membesarnya kelenjar tiroid. Pada kasus ini pasien perempuan usia 30 tahun dikonsulkan dari bagian Obstetri  dengan diagnosis G5A4P0 ke bagian Penyakit Dalam dengan keluhan utama tampak benjolan pada kedua sisi leher. Pasien mengeluhkan adanya benjolan pada leher sejak 6 bulan yang lalu, tidak nyeri, tidak mengganggu jalan napas ataupun menelan, serta membesar perlahan tanpa disadari. Keluhan lainnya adalah jantung berdebar-debar, cemas, sering berkeringat, lemas, mudah lelah, mata terasa nyeri dan terlihat semakin menonjol keluar. Pada pemeriksaan fisik inspeksi tampak adanya pembesaran tiroid bilateral, simetris kiri dan kanan serta bergerak saat refleks menelan. Pada palpasi tidak dijumpai adanya nyeri tekan pada benjolan yang mana konsistensi tiroid kenyal, permukaan rata dan ukuran ± 6 cm. Pada pasien dilakukan pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dimana didapatkan hasil berupa penurunan haemoglobin 10.5 g/dL, disertai peningkatan FT4 >100 ng/dL dan penurunan TSH <0.05 IU/mL. Pemeriksaan penunjang lainnya berupa EKG berupa sinus takikardi. Pada pasien ini diberikan penatalaksanaan nonfarmakologi berupa bedrest, diet makan biasa 1500 kkal/hari, pemberian nutrisi parenteral, serta tatalaksana farmakologi pada pasien berupa cairan asering 20tpm, injeksi ceftriaxone 1gr/12 jam, dexamethasone 2.5 mg/12 jam, ranitidine 50 mg/12 jam, PTU serta propanolol. Pasien dengan keluhan dan pemeriksaan tersebut didiagnosis dengan  hipertiroid ec graves disease dan krisis tiroid.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2 Vol. 4 No. 3 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20 Vol. 4 No. 4 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20 Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2 Vol. 4 No. 1 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2 Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20 Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20 Vol. 3 No. 6 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2 Vol. 2 No. 3 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2023 Vol 2, No 2 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20 Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20 Vol 2, No 1 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 20 Vol. 2 No. 6 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2 Vol. 1 No. 1 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2022 Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20 Vol. 1 No. 2 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20 Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2 More Issue