GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
271 Documents
Upaya Pengelolaan Tinea Corporis pada Anak Usia 3 Tahun dan Underweight dengan Pendekatan Pelayanan Kedokteran Keluarga
Gusfanny, Dio;
Surayya, Rahmi;
Ikhsan, Maulana;
Zara, Noviana;
Debbyousha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10024
Pasien laki-laki berusia 3 tahun 6 bulan mengeluhkan bercak kemerahan disertai gatal sejak 5 hari yang lalu. Pasien baru kali ini berobat di Puskemas terkait keluhan tersebut. Pasien di diagnosis sebagai Tinea Corporis. Terapi yang digunakan pada pasien yaitu cetirizine sirup 2x2,5 mg dan Miconazole cream yang dioleskan 2 kali sehari. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Diperlukan berbagai pendekatan untuk melakukan tatalaksana komprehensif terhadap masalah kesehatan, baik secara medikamentosa dan non medikamentosa serta edukasi untuk mencegah perparahan Tinea corporis yang dapat meluas ke area tubuh yang lain serta menerapkan perilaku hidup yang bersih dan sehat
STUDI KASUS ANAK DENGAN GIZI BURUK DI DESA BLANG JRUEN PUSKESMAS TANAH LUAS TAHUN 2022
Rizki, Muhammad;
Maulana, Mohd Agus;
Zara, Noviana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8090
Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Di Indonesia, jumlah balita gizi buruk dan gizi buruk dengan stunting menurut Riskesdas 2018 masih sebesar 17.7%. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian gizi buruk dan Gizi Buruk + Stunting, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang balita berusia 35 bulan di desa Blang jruen tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien selama 5 minggu dengan pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk ditegakkan berdasarkan pedoman nasional Permenkes RI no 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan edukasi, pemberian makanan tambahan dari puskesmas dan dilakukan pengamatan pertumbuhannya serta dianalisis faktor-faktor yang berperan terhadap masalah pasien. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 3,4 kg. Kesimpulan studi ini didapatkan beberapa determinan gizi buruk pada pasien usia 35 bulan diantaranya, ekonomi keluarga, pendidikan ibu, Infeksi, perilaku dan jumlah anggota keluarga.
General Anestesi pada Tindakan Esophagogastroduodenoscopy
Millizia, Anna;
Maghfirah, Phonna;
Rizaldy, Muhammad Bayu
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.10871
Anestesi umum adalah suatu tindakan yang ditujukan untuk menghilangkan rasa nyeri, membuat tidak sadarkan diri dan menimbulkan amnesia yang reversibel dan dapat diprediksi. Metode atau teknik anestesi umum terbagi menjadi 3 yaitu teknik anestesi umum inhalasi, anestesi umum intravena dan anestesi umum seimbang.
Leimyosarcoma
Sayuti, Muhammad;
Afni, Nurul
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i2.10256
Sarkoma jaringan lunak atau soft-tissue sarcoma (STS) muncul dari mesoderm embrionik. STS adalah keganasan langka yang mengenai kurang dari 1% semua kanker pada orang dewasa. Leiomyosarcoma (LMS) adalah salah satu subtipe yang lebih umum dari STS, yaitu sekitar 25% dari semua sarkoma. Secara klasik, LMS berasal langsung dari sel otot polos atau dari sel pEunca mesenkim prekursor yang pada akhirnya akan berdiferensiasi menjadi sel otot polos. Meskipun sel-sel ini ada di mana-mana, LMS menunjukkan kecenderungan terjadi di jaringan dan organ abdominopelvic, dibandingkan dengan ekstremitas. Pasien yang masuk dari poli RSU Cut Meutia dengan keluhan nyeri perut, mual yang memberat kurang lebih 3 hari sebelum masuk RS dan ukuran perut yang semakin membesar yang dirasakan selama 19 bulan terakhir dan pada inspeksi didapatkan abdomen asimetris, pada palpasi di dapatkan nyeri tekan dan massa teraba keras, pada perkusi didapatkan redup. Penatalaksanaan yang dilakukan pada pasien berupa laparotomy eksplorasi dengan surgical resection, serta dilakukan pemeriksaan penunjang berupa patologi anatomi.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Ispa Pasca Bencana Banjir di Desa Kumbang Kecamatan Lhoksukon
Inayati, Rahmi;
Nabila, Dira Putri;
Utariningsih, Wheny;
Herlina, Nina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.17768
ISPA merupakan penyakit yang berbahaya dan cenderung dapat mengakibatkan epidemi serta pandemi, sebab penyebaran dari penyakit ini sendiri dapat dengan mudah menular melalui droplet atau cairan yang dihasilkan dari batuk serta bersin. ISPA muncul akibat dari udara yang sangat dingin yang memicu aktifnya koloni kuman di dalam tubuh sehingga menimbulkan terjadinya infeksi saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan penyakit ISPA pasca bencana banjir di Desa Kumbang Kecamatan Lhoksukon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan responden sebanyak 115 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Hasil didapatkan bahwa untuk distribusi usia paling banyak yaitu golongan lansia sebanyak 61 responden (53,0%), ditribusi jenis kelamin paling banyak yaitu berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 64 responden (55,7%), distribusi pendidikan paling banyak yaitu golongan SMA/Sederajat dengan jumlah 37 responden (32,2%), distribusi pekerjan paling banyak yaitu golongan tidak bekerja/IRT berjumlah 31 responden (27,0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan masyarakat menunjukkan dalam kategori baik (78,3%) dan sikap masyarakat menunjukkan dalam kategori positif (97,4%). Hasil analisis statistik menunjukan p value < 0,05, kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan penyakit ISPA pasca bencana banjir di Desa Kumbang Kecamatan Lhoksukon dan juga adanya hubungan antara sikap dan pencegahan penyakit ISPA pasca bencana banir di Desa Kumbang Kecamatan Lhoksukon.
Papilitis (Neuritis Optik) pada Anak
Rohaya, Syarifah;
Septina, Viola
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 5 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i5.9837
Neuritis optik merupakan inflamasi dari nervus optikus berupa demyelinasi nervus optikus. Neuritis optik biasanya mengenai usia 16-55 tahun degan rasio perempuan dan pria 2:1. Pada anak cendrung sering terkena bilateral sedangkan dewasa cenderung unilateral. Insidennya 1 sampai 5 per 100.000. Gejala yang sering dikeluhkan pasien yaitu penurunan penglihatan mendadak disertai nyeri pada saat pergerakan mata, penurunan luas lapang pandang, serta penurunan penglihatan warna. Pada pemeriksaan pupil biasanya didapatkan RAPD dan pada funduskopi di dapatkan lesi di dekat papil nervus optik menyebabkan papilitis dengan pelebaran pembuluh darah minimal dan perdarahan peripapil. Penatalaksanaan utama dari neuritis optik adalah observasi tergantung dengan hasil pemeriksaan visus pasien. Tatalaksana medikamentosa dapat diberikan apabila visus yang didapat sama atau kurang dari 20/50. Medikamentosa yang diberikan adalah metilprednisolone intravena dan dilanjutkan dengan prednisone tablet. Sebagian besar pasien sembuh sempurna atau mendekati sempurna setelah 6-12 minggu.
Gambaran Perilaku Pasien TB Paru terhadap Upaya Pencegahan Penularan TB di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Fauziah Kabupaten Bireuen
Farhan, Muhammad;
Khairunnisa, Cut;
Wahyuni, Hendra
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.14114
TB Paru ialah salah satu gangguan kesehatan penyebab utama morbiditas, mortalitas dan kecatatan di dunia. TB Paru adalah suatu penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang paling sering terjadi di paru. Mycobacterium Tuberculosis ditularkan lewat droplet di udara. Besarnya penderita TB Paru yang ada dikarenakan oleh beragam alasan, yaitu keadaan sosial ekonomi masyarakat yang rendah, tindakan pengobatan yang minim, derajat gizi masyarakat yang buruk, dan lingkungan tempat tinggal yang tidak layak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perilaku pasien TB Paru dalam Upaya Pencegahan Penularan TB Paru di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen. Jenis penelitian ini memakai metode penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Total sampling ialaj Teknik pengambilan data yang diterapkan dengan jumlah sampel 99 penderita. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran upaya pencegahan pasien TB Paru mayoritas berusia 46-60 tahun (35,3%), mayoritas laki-laki (62,6%) mayoritas pekerjaan petani (33,3%), perilaku pasien TB Paru mayoritas memiliki pengetahuan baik (57,6%), sikap baik (63,6%) dan tindakan baik (61,6%). Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran perilaku pasien TB paru terhadap Pencegahan Penularan TB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen yaitu kategori baik
Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi
Lubis, Ilfan Adi Putra;
Siregar, Sarah Rahmayani;
Khairunnisa, Khairunnisa;
Fauzan, Ahmad
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i1.14973
Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia karena prevalensinya yang tinggi dan merupakan faktor risiko penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke.Hipertensi diderita oleh satu miliar orang di seluruh dunia dan diperkirakan pada tahun 2025 akan meningkat menjadi 1,5 miliar orang. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi hipertensi mengalami peningkatan dari 25,8% menjadi 34,1%. Salah satu faktor resiko hipertensi yang dapat dimodifikasi adalah diet tinggi garam. Konsumsi natrium yang berlebihan merupakan penyebab utama tingginya penyakit hipertensi. Oleh karena itu, mengurangi jumlah asupan natrium akan membantu menurunkan tingkat tekanan darah. Tujuan dari telaah singkat ini untuk menyajikan semua bukti mengenai hubungan diet rendah garam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Science Direct, Google Scholar dan Springer Link pada topik diet rendah garam terhadap hipertensi. Hasil telaah menujukkan penelitian tentang hubungan diet rendah garam pada hipertensi telah dilaporkan. Berdasarkan bukti yang ada, diet tinggi sodium atau garam dapat meningkatkan tekanan darah. Kesimpulannya bahwa diet rendah garam dapat berpengaruh terhadap tekanan darah pasien hipertensi.
Dampak Erupsi Gunung Berapi Bagi Kesehatan Mental Masyarakat
Nurlaili, Nurlaili;
Hizriani, Hizriani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.17476
Bencana alam seperti peristiwa letusan gunung berapi tentu menyisakan rasa trauma bagi para penyintas atau korban selamat yang mampu bertahan dalam kondisi yang menakutkan, mengerikan dan mencekam. Dampak buruk dari bencana terhadap kesehatan mental yang terjadi seperti rasa trauma, stres dan perasaan cemas yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Penulisan ini menggunakan metode literature review dengan identifikasi, evaluasi, serta interpretasi terhadap semua hasil penelitian terkait topik tertentu. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, dapat dilihat bahwa Erupsi gunung berapi bukan hanya membawa dampak fisik, tetapi juga psikologis bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Peristiwa traumatis ini dapat memicu berbagai gangguan mental, seperti stres akut, kecemasan, gangguan stres pasca- trauma (PTSD), dan depresi. Ancaman bahaya, kehilangan tempat tinggal, dan kekacauan selama dan setelah erupsi dapat menyebabkan stres akut dan kecemasan yang parah. Gejalanya termasuk panik, ketakutan, kebingungan, sulit tidur, dan konsentrasi.
Hubungan Derajat Lesi Radiografi Toraks pada Pasien TBC Paru Dewasa disertai DM Tipe II Terkontrol dengan Kadar Hemoglobin di Rumah Sakit Royal Prima Kota Medan
Nazara, Niscaya Aprian;
Soekardi, Adi;
Lubis, Yolanda Eliza Putri
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.18774
Tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dan menyebabkan radang parenkim paru. Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit komorbid yang memengaruhi gambaran klinis tuberkulosis. Hemoglobin (Hb) merupakan protein yang memberi warna merah pada darah, yang berfungsi membawa oksigen dan terdiri atas besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan derajat lesi radiografi toraks pada pasien TBC paru dewasa disertai DM tipe II terkontrol dengan kadar hemoglobin di Rumah Sakit Prima Kota Medan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik deskiptif pendekatan desain cross sectional dan bersifat retrospektif. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling serta menggunakan data sekunder. Diperoleh sebanyak 70 data pasien yang memenuhi kriteria inklusi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin paling banyak ditemukan adalah laki-laki. Kadar hemoglobin pada laki-laki dan perempuan banyak ditemukan kurang dari normal. Berdasarkan kelompok umur mayoritas 56-65 tahun. Gambaran radiografi foto toraks paling sering ditemukan adalah konsolidasi dengan derajat lesi far advanced. Pada penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan derajat pada pasien tuberkulosis paru dewasa disertai DM tipe II terkontrol dengan kadar hemoglobin. Dan tidak adanya hubungan radiografi toraks pada pasien tuberkulosis paru dewasa disertai DM tipe II terkontrol dengan kadar hemoglobin.