cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PENGGUNAAN OFONGGA OKHOI-KHOI SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KARAKTER DI PAUD GKI PETRUS WAENA Wigati Yektiningtyas; Precilia Rafra
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan pendidikan karakter anak usia dini menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan global dan perubahan sosial budaya. Observasi di PAUD GKI Petrus Waena menunjukkan adanya perilaku anak yang cenderung egois, kurang disiplin, dan tidak sabar. Sebagai solusi, kegiatan pengabdian ini menginisiasi penggunaan permainan tradisional Sentani, Ofongga Okhoi-khoi (permainan lidi), sebagai media pengembangan karakter anak. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 melalui pendekatan kolaboratif antara dosen, mahasiswa Universitas Cenderawasih, guru, dan peserta didik PAUD. Metode kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan, praktik bermain, pengamatan, dan evaluasi bersama guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak antusias memainkan Ofongga Okhoi-khoi dan menampilkan karakter positif seperti kejujuran, kesabaran, sportivitas, kerjasama, serta kemampuan menaati aturan. Guru memperoleh pemahaman baru bahwa permainan tradisional dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sebagai sarana edukatif, bukan sekadar hiburan. Implikasi kegiatan ini tidak hanya pada penguatan karakter anak, tetapi juga pada pelestarian budaya lokal yang hampir punah. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi pada upaya preservasi warisan budaya Papua sekaligus mendukung implementasi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal di jenjang PAUD.
PELATIHAN BEAUTYSHOOT: PENGANTIN TRADISIONAL, FOTOGRAFI, DAN NARASI BUDAYA Retno Dwi Lestari; Elais Retnowati; Puji Hadiyanti; Elsa Fitri Ana; Hafid Abbas; Ahmad Rofi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Rias Pengantin (LSK-TRP) berperan dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme perias pengantin tradisional, namun menghadapi tantangan eksternal berupa rendahnya pemahaman pengantin tradisional (5%), rendahnya jumlah peserta uji kompetensi (30,5%), rendahnya kebutuhan sertifikat di dunia industri, serta rendahnya minat pelatihan, disertai kelemahan internal berupa ketergantungan pada Program PKK dan rendahnya relevansi konten Instagram sebagai sarana edukasi. Analisis SWOT menunjukkan perlunya peningkatan keterampilan fotografi media sosial, sehingga dilaksanakan Pelatihan Beautyshoot dengan pendekatan participatory photography methods untuk mengoptimalkan foto sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Kegiatan ini dilakukan melalui lima tahapan, yaitu inisiasi berupa pemaparan pentingnya media sosial, kualitas gambar, dan narasi visual- orientasi konsep melalui penjelasan teknis pencahayaan, sudut, dan komposisi- pelaksanaan berupa praktik pengambilan gambar dengan model dan backdrop- analisis kesesuaian hasil foto dengan narasi- serta diseminasi melalui publikasi karya di media sosial dan forum internal LSK-TRP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan fotografi peserta, penguatan dokumentasi keunikan pengantin tradisional, serta optimalisasi media sosial sebagai ruang pembelajaran, promosi, dan pemberdayaan. Abstract The Professional Certification Institute for Traditional Bridal Makeup (LSK-TRP) plays a significant role in enhancing the quality and professionalism of traditional bridal makeup artists. However, it faces several external challenges, including limited public understanding of traditional bridal makeup (5%), a low number of competency test participants (30.5%), minimal demand for certification within the industry, and limited interest in training programs. These are compounded by internal weaknesses such as dependence on the PKK Program and the limited relevance of Instagram content as an educational medium. A SWOT analysis indicates the need to strengthen social media photography skills; therefore, a beauty-shoot training program was implemented using participatory photography methods to optimize photography as an experiential learning medium. The program was conducted through five stages: (1) initiation, consisting of raising awareness of the importance of social media, image quality, and visual narratives; (2) conceptual orientation, including technical explanations of lighting, angles, and composition; (3) implementation, involving hands-on practice with models and backdrops; (4) analysis, evaluating the alignment between photographs and narratives; and (5) dissemination, through the publication of works on social media and internal LSK-TRP forums. The results demonstrate an improvement in participants’ photography skills, strengthened documentation of the uniqueness of traditional bridal makeup, and the optimization of social media as a platform for learning, promotion, and empowerment.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENCEGAH CYBERSEX PADA REMAJA DESA WISATA Elais Retnowati; Retno Dwi Lestari; Anan Sutisna; Hanifa Alya Lestiani; Adya Listia Ramadhanti; Adinda Dista Azahra
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya penggunaan internet di kalangan remaja membawa dampak positif maupun negatif. Salah satu ancaman yang kian meningkat adalah cybersex, yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan perilaku seksual remaja. Desa wisata yang menjadi tempat interaksi sosial yang luas juga menjadi titik rawan bagi penyebaran fenomena ini. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi serta bahaya cybersex melalui pendidikan interaktif dan kampanye digital. Target luaran dari program ini meliputi peningkatan literasi digital, penyuluhan kesehatan reproduksi, serta terbentuknya kelompok remaja peduli internet sehat. Pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan, workshop, dan pendampingan komunitas remaja di desa wisata. Dengan adanya program ini, diharapkan remaja lebih bijak dalam menggunakan internet serta mampu menghindari risiko cybersex. Kegiatan diikuti oleh 25 remaja Desa Sukaharja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa upaya pencegahan cybersex di desa wisata melalui integrasi pendidikan kesehatan reproduksi dan literasi digital efektif meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kemampuan remaja dalam berbagi pengetahuan, meskipun perubahan perilaku jangka panjang masih memerlukan monitoring dan program berkelanjutan. Abstract The increasing use of the internet among adolescents has brought both positive and negative impacts. One of the growing threats is cybersex, which can affect adolescents’ mental health and sexual behavior. Tourist villages, as spaces for extensive social interaction, also serve as vulnerable points for the spread of this phenomenon. Therefore, this program aims to enhance adolescents’ awareness and understanding of reproductive health and the dangers of cybersex through interactive education and digital campaigns. The expected outcomes of this program include improved digital literacy, reproductive health education, and the establishment of youth groups promoting safe internet practices. The approaches employed consist of counseling sessions, workshops, and community mentoring for adolescents in tourist villages. Through this program, it is expected that adolescents will become more prudent in internet use and better equipped to avoid the risks of cybersex. The activities involved 25 adolescents from Sukaharja Village. The results indicate that efforts to prevent cybersex in tourist villages through the integration of reproductive health education and digital literacy have been effective in enhancing adolescents’ understanding, awareness, and ability to share knowledge, although long-term behavioral change still requires monitoring and sustained programs.  
Guru Hebat, Pembelajaran Berkualitas: Sosialisasi PPG Model Baru di Yayasan Al Ashriyah Islamic Boarding School Marsofiyati; Muhammad Zid; Daryanto; Darsef Darwis; Sujarwo; Dudung Amir Sholeh; Fauzi Ramadhoan A’Rachman; Mutmainna; Danial Noer Zakiyuddin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Program Profesi Guru, Sekolah Pascasarjana UNJ, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman (MI, MTs, & MA) dengan fokus pada transformasi peran guru dari pengajar menjadi arsitek pengalaman belajar yang inovatif. Melalui pendekatan yang sejalan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kegiatan ini dirancang untuk memberikan pelatihan yang berbasis pada tiga pilar utama. Pilar pertama membedah potret dan kompetensi esensial guru di era digital (Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan kewarganegaraan digital sebagai landasan dalam tindakanpembelajaran. Pilar kedua memberikan pelatihan praktis metode mengajar yang interaktif dan menyenangkan (ThinkPair-Share, Gallery Walk, & Teknik Bertanya) untuk menciptakan kelas yang hidup dan berpusat pada siswa. Pilar ketiga elatih guru untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dan etis. Para guru dibekali kemampuan menggunakan berbagai tools seperti Canva, Quizizz, Padlet, hingga Artificial Intelligence (AI) sepeti Chat-GPT sebagai "co-pilot" atau asisten dari guru untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan efisien. Dalam konteks PTK, guru didorong untuk merefleksikan tindakan mereka secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dengan mengevaluasi dan menyesuaikan pendekatan yang diterapkan di kelas. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang adaptif dan inovatif   Abstract The Community Service (PkM) activity organized by the Teacher Professional Program, UNJ Graduate School, aims to improve teachers' competence in facing educational challenges in the digital era. This activity was held at the Al Ashriyyah Nurul Iman Foundation (MI, MTs, & MA) with a focus on transforming the role of teachers from teachers to architects of innovative learning experiences. Through an approach that is in line with Classroom Action Research (PTK), this activity is designed to provide training based on three main pillars. The first pillar discusses the essential competencies of teachers in the digital era, including the application of the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework and digital citizenship as a foundation for learning actions. The second pillar provides practical training on interactive teaching methods, such as Think-Pair-Share, Gallery Walk, and Questioning Techniques, that can be directly applied in the classroom to create student-centered learning. The third pillar teaches the effective and ethical use of technology, by introducing various digital tools such as Canva, Quizizz, Padlet, and AI (ChatGPT) to design more creative and efficient learning. In the context of PTK, teachers are encouraged to reflect on their actions in an ongoing manner to improve the quality of learning, by evaluating and adapting the approach applied in the classroom. The results of this activity are expected to strengthen teachers' competence in creating an adaptive and innovative learning environment.
SIM-PONI SEBAGAI FONDASI SPIRITUALITAS DAN EMPOWERMENT BAGI KEMANDIRIAN UMKM DISABILITAS Aam Amaningsih Jumhur; Ratu Amilia Avianti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam akses pendidikan, pelatihan, dan peluang wirausaha. Program vokasional disabilitas diperlukan untuk mendorong kemandirian ekonomi, terutama melalui penguatan faktor internal seperti efikasi diri dan spiritualitas. Dalam konteks ini, pendekatan SIM-PONI (Spiritual Integrity Motivation dan Personal Empowerment Disabilitas Mandiri) dikembangkan sebagai strategi untuk memperkuat daya juang, motivasi internal, serta integritas spiritual. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi setara berdaya bagi UMKM disabilitas yang mandiri dan berdaya saing. Metode yang digunakan tujuan program ini adalah dilaksanakan dalam bentuk Workshop Disabilipreneur. Sebanyak 20 pelaku UMKM disabilitas mengikuti sesi motivasi, penguatan efikasi diri, serta internalisasi nilai spiritual melalui model SIM-PONI. Metode yang digunakan adalah partisipatif, meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan refleksi pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan optimisme, rasa percaya diri, serta kesadaran spiritual peserta dalam mengembangkan usaha. Model SIM-PONI diapresiasi sebagai pendekatan baru yang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga memberikan penguatan psikologis dan spiritual. Kolaborasi multi- pihak, termasuk yayasan, perguruan tinggi, dan komunitas, memperkuat keberlanjutan program dan membuka peluang replikasi di wilayah lain. Kesimpulan Model SIM-PONI terbukti berperan sebagai fondasi penting dalam pemberdayaan UMKM disabilitas. Integrasi spiritualitas dan empowerment mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus mewujudkan prinsip kesetaraan dan keberdayaan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya perluasan implementasi SIM-PONI dalam program vokasional disabilitas dengan dukungan perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Abstract Persons with disabilities still face various barriers in accessing education, training, and entrepreneurship opportunities. Vocational programs for people with disabilities are necessary to promote economic independence, particularly through strengthening internal factors such as self-efficacy and spirituality. In this context, the SIM-PONI approach (Spiritual Integrity Motivation and Personal Empowerment for Independent Disabilities) was developed as a strategy to enhance resilience, internal motivation, and spiritual integrity. This approach is expected to become an equitable foundation for empowering disability- owned MSMEs to be independent and competitive. The program was implemented through a Disabilipreneur Workshop. A total of 20 disability-owned MSME participants attended sessions on motivation, self-efficacy strengthening, and spiritual value internalization through the SIM-PONI model. The method applied was participatory, including interactive lectures, group discussions, and participant reflections. The results of the activity showed increased optimism, self-confidence, and spiritual awareness among participants in developing their businesses. The SIM-PONI model was appreciated as an innovative approach that not only emphasizes technical aspects but also provides psychological and spiritual reinforcement. Multi-stakeholder collaboration, including foundations, universities, and communities, strengthened program sustainability and opened opportunities for replication in other regions. The SIM- PONI model has proven to play an essential role as a foundation in empowering disability-owned MSMEs. The integration of spirituality and empowerment is able to build economic independence while realizing the principles of equality and inclusivity. The recommendation from this activity is the need to expand the implementation of SIM-PONI in vocational disability programs with the support of universities and local governments.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA SMP MELALUI PELATIHAN NUMERASI DI KABUPATEN SUKABUMI Puspita Sari; Meiliasari; Khaola Rachma Adzima; Agus Agung Permana; Septiani Dwi Astuti; Tahnia Nafra Tamira
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru matematika tingkat SMP di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, melalui pelatihan numerasi. Kemampuan numerasi merupakan kemampuan memahami, menggunakan, dan menginterpretasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu, pelatihan penguatan konsep numerasi, implementasi pengembangan desain pembelajaran berbasis numerasi, dan refleksi serta penguatan. Peserta yang merupakan guru matematika SMP menyatakan bahwa kegiatan pelatihan sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Pada tahap implementasi, peserta berkolaborasi dengan guru bidang studi lain untuk mengembangkan desain pembelajaran berbasis numerasi. Pada tahap refleksi dan penguatan, peserta menyatakan bahwa kolaborasi antar guru bidang studi dapat meningkatkan pemahaman konsep numerasi dan mengembangkan desain pembelajaran berbasis numerasi pada berbagai bidang studi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep numerasi, serta kemampuan mereka dalam merancang pembelajaran berbasis numerasi, serta kemampuan berkolaborasi antar guru bidang studi. Kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah upaya berkelanjutan dalam penguatan literasi numerasi di tingkat SMP. Kata Kunci: literasi matematika, matematika, numerasi, pengabdian kepada masyarakat   AbstractThis community service activity aims to improve the competency of junior high school mathematics teachersin Gegerbitung District, Sukabumi Regency, through numeracy training. Numeracy skills are the ability tounderstand, use, and interpret mathematical concepts in everyday life. This training was carried out in three stages: numeracy concept strengthening training, implementation of numeracy-based learning design development, and reflection and reinforcement. Participants, who are junior high school mathematicsteachers, stated that the training activities were very beneficial and could improve their critical thinkingskills. During the implementation stage, participants collaborated with other subject teachers to developnumeracy-based learning designs. During the reflection and reinforcement stage, participants stated thatcollaboration between subject teachers can improve understanding of numeracy concepts and developnumeracy-based learning designs in various subject areas. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding of numeracy concepts, as well as their ability to design numeracy-based learning, and the ability to collaborate between subject teachers. This activity is expected to be a sustainable effort to strengthen numeracy literacy at the junior high school level.
AI-INTEGRATED STEM-PBL TRAINING: PENGUATAN TPACK GURU SMP DI KABUPATEN MAJALENGKA Ella Fitriani; Fera Kurniadewi; Hanhan Dianhar; Ariyatun; Alifah Deslia; Patrisia Maghfira
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang besar bagi inovasi pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) berbasis Problem-Based Learning (PBL). Secara umum, guru masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam praktik pembelajaran, khususnya bagi mereka yang bertugas di wilayah yang relatif jauh dari perkotaan meskipun fasilitas pendidikan sudah tersedia. Keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, program pelatihan ini dirancang guna memperkuat TPACK guru dalam menerapkan AI-integrated STEM-PBL, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 (Kualitas Pendidikan). Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui workshop interaktif dan kegiatan praktik langsung (hands-on activities), dan pendampingan dengan melibatkan mahasiswa sebagai mitra kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Hasil kuesioner menunjukkan seluruh peserta merasa pelatihan ini membantu mereka dalam memahami penerapan TPACK dan STEM-PBL, sementara 80% peserta menilai Abstract The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has opened significant opportunities for innovation in STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) education through Problem-Based Learning (PBL). In general, teachers continue to face challenges in integrating this technology into classroom practice, particularly those working in regions located farther from urban centers, even though educational facilities have begun to improve. Limited understanding and skills within the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework remain key factors hindering the effective use of AI in teaching and learning. To address these needs, a training program was designed to strengthen teachers’ TPACK in implementing AI-integrated STEM-PBL, thereby enhancing teaching quality and supporting Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). The program consisted of interactive workshops, hands-on activities, and mentoring, with the involvement of university students to foster collaboration between higher education institutions and schools. Questionnaire results indicated that all participants found the training useful in helping them to understand the application of TPACK and STEM-PBL, while 80% reported improvement in their TPACK skills and increased their confidence in using AI for their job as a teacher. These findings demonstrate the importance of systematic training in equipping teachers with AI-integrated STEM-PBL competencies and advancing technology-driven educational transformation in secondary schools. Keywords: Artificial Intelligence; STEM Education; TPACK; Teacher Training; Problem-Based Learning
Cross-Border Collaboration for Educational Advancement: An Indonesian-Philippine Initiative to Foster Creative Teaching in Zamboanga Winda Dewi Listyasari; Unifah Rosyidi; Nurhattati Fuad; Siti Zulaikha; Gelar Gelora Mestika; Muhammad Fadholi; Khusnul Abdul Qodar Romadhoni; Diantha Maryam Andyni; Rayma S. Saher
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemitraan pendidikan lintas negara memegang peran krusial dalam meningkatkan kualitas pengajaran, terutama di wilayah dengan tantangan struktural dan sumber daya terbatas. Artikel ini menguraikan hasil dari program pengabdian masyarakat kolaboratif antara Universitas Negeri Jakarta (Indonesia) dan Western Mindanao State University (Filipina), yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru madrasah di Zamboanga, Filipina Selatan. Menghadapi masalah berupa dominasi pola pikir statis (fixed mindset) dan ketergantungan pada metode mengajar konvensional, program ini mengadopsi pendekatan penelitian tindakan partisipatif dengan intervensi dwicabang: (1) membangun pola pikir kreatif (creative mindset) dan (2) membekali guru dengan metode pembelajaran inovatif yang kontekstual. Melalui serangkaian lokakarya, pendampingan, dan evaluasi pre-test/post-test, program ini berhasil menunjukkan perubahan signifikan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa transformasi pola pikir guru menjadi fondasi esensial yang memungkinkan adopsi keterampilan praktis. Para guru tidak hanya menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual (85%), tetapi juga kemampuan untuk merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kreatif (>80%) dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal. Program ini membuktikan bahwa pendekatan yang berfokus pada pemberdayaan psikologis dan keterampilan praktis yang adaptif dapat secara efektif mengubah guru menjadi agen inovasi yang tangguh di lingkungan mereka. Kata Kunci: Kolaborasi Internasional, Pengembangan Profesional Guru, Pola Pikir Kreatif, Pembelajaran Kontekstual, Inovasi Pedagogis. Abstract Cross-border educational partnerships play a crucial role in enhancing teaching quality, particularly in regions facing structural challenges and limited resources. This article outlines the results of a collaborative community service program between Universitas Negeri Jakarta (Indonesia) and Western Mindanao State University (Philippines), aimed at improving the pedagogical capacity of madrasah teachers in Zamboanga, Southern Philippines. Addressing the prevalence of fixed mindsets and reliance on conventional teaching methods, the program adopted a participatory action research approach with a two-pronged intervention: (1) fostering a creative mindset and (2) equipping teachers with innovative and contextual teaching methods. Through a series of workshops, mentoring, and pre/post-test evaluations, the program demonstrated significant change. The findings reveal that transforming the teachers' mindset was an essential foundation for the adoption of practical skills. Teachers not only showed a significant increase in conceptual understanding (85%) but also demonstrated the ability to design creative lesson plans (>80%) by maximizing local resources. This program proves that an approach focused on psychological empowerment and adaptive practical skills can effectively transform teachers into resilient agents of innovation in their communities. Keywords: International Collaboration, Teacher Professional Development, Creative Mindset, Contextual Learning, Pedagogical Innovation.
Pendampingan Penyusunan Instrumen Baku Mata Pelajaran Untuk Bank Soal Aplikasi Adaptif Test Bagi Guru Sma Nurul Iman Islamic Boarding School Parung Kab. Bogor Anan Sutisna; Aip Badrujaman; Dinny Devi Triana; Mahdiyah; Faisal Madani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan paper ini melakukan pendampingan penyususan instrumen baku mata pelajaran yang akan diinput dalam Bank Soal Aplikasi Adaptive Test bagi guru-guru SMA di Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School – Parung Kab. Bogor. Permasalahan yang ada berhubungan dengan profesionalisme guru dalam penyususan instrumen baku mata pelajaran, diantaranya dalam merencanakan penyusunan instrumen baku mata pelajaran untuk tes adaptive, karena selama ini instrumen penilaian yang digunakan soal tes yang belum terkalibrasi. Metode yang digunakan dalam pendampingan adalah workshop dengan teknik hybrid yang diikuti 25 orang guru SMA Nurul Iman. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pemahaman perencanaan penyusunan soal baku mata pelajaran bagi 25 orang guru sebesar 21% paham, 41% ragu-ragu dan 38% tidak paham dengan indikator: (1) Pengertian soal baku, (2) Syarat soal baku, (3) Kisi-kis pengembangan soal baku, (4) Langkah-langkah penyusunan soal baku, (5) Uji validitas &reliabilitasi soal, (6) Tingkat kesukaran butir, (7) Tingkat daya beda soal dan (8) Bentuk & jenis soal. Sedangkan hasil penyusunan soal baku sebanyak 2 set rumpun eksak dan soshum dengan tingkat kesukaran muda, sedang dan sukar diinput pada bank soal apalikasi adaptive test untuk mengukur hasil belajar literasi-numerasi siswa.    Abstract The purpose of this paper is to provide assistance in the development of standard subject instruments to be input into the Adaptive Test Application Question Bank for high school teachers at the Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Foundation – Parung, Bogor Regency. The existing issues relate to teacher professionalism in developing standard subject instruments, including planning the development of standard subject instruments for adaptive tests, as the assessment instruments used to date have used uncalibrated test questions. The method used in the mentoring was a workshop using a hybrid technique, attended by 25 teachers at Nurul Iman High School. The mentoring results showed that 21% of 25 teachers understood the planning for developing standard subject questions, 41% were unsure, and 38% did not understand the following indicators: (1) Definition of standard questions, (2) Requirements for standard questions, (3) Framework for developing standard questions, (4) Steps for developing standard questions, (5) Validity and reliability testing of questions, (6) Item difficulty level, (7) Distinctive power level of questions, and (8) Questionformat and type. The results of the standard questions, consisting of two sets of exact sciences and social sciences groups with easy, medium, and difficult difficulty levels, were input into the adaptive test application's question bank to measure students' literacy and numeracy learning outcomes.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN KOMPOSTER SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN Elvi Juliansyah; Rudiansyah; Yunida Haryanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan sampah di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Sekitar 60% dari total timbulan sampah nasional merupakan sampah organik. Kondisi ini menimbulkan dampak lingkungan seperti emisi gas metana, pencemaran air, dan berkurangnya daya tampung TPA. Penelitian ini membahas pemanfaatan komposter sebagai solusi efektif dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk organik yang bernilai guna tinggi. Pendekatan pelatihan partisipatif kepada masyarakat, dilakukan pengenalan konsep pengelolaan sampah berkelanjutan, pembuatan komposter sederhana, serta penerapan prinsip biokonversi menggunakan mikroorganisme pengurai. Proses pengomposan dilakukan dengan menjaga rasio karbon dan nitrogen (C/N) sekitar 25–30:1, kelembapan 50–60%, serta suhu ideal 30–40°C untuk mendukung aktivitas mikroba aerob. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan komposter dapat mengurangi volume sampah organik rumah tangga secara signifikan dan menghasilkan kompos dengan kualitas baik, ditandai warna gelap, tekstur remah, serta aroma tanah segar. Program ini juga berdampak sosial positif melalui peningkatan kesadaran ekologis masyarakat dan penguatan ekonomi sirkular di tingkat lokal. Kesimpulan dengan pemanfaatan komposter terbukti menjadi model pengelolaan sampah yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.