cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PELATIHAN SENGGOL DALAM KAKAWIHAN PUPUH BALAKBAK PADA PADUAN SUARA SISWA KELAS 7 DI SMPN 1 PURWASARI KARAWANG Auliya Ayu Annisa; Roro Ajeng Hartani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berjudul pelatihan senggol dalam kakawihan pupuh balakbak pada paduan suara siswa kelas 7 di SMPN 1 Purwasari Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan senggol apa saja yang digunakan, bagaimana proses pelatihan senggol pada paduan suara kelas 7 di SMPN 1 Purwasari Karawang. Senggol merupakan cengkok dalam istilah tradisi Sunda. Paradigma yang dilakukan pada penelitian ini adalah paradigma kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan melihat proses pelatihan paduan suara dari awal sampai selesai. Sedangkan dokumentasi dilakukan dengan memfoto dan merekam kegiatan pelatihan paduan suara. Temuan pada penelitian ini antara lain yaitu, senggol yang digunakan dalam pupuh balakbak yaitu leot dan riak, proses pelatihan menggunakan metode imitasi dan drill. Kesimpulan pada penelitian ini adalah serta hasil dari pelatihan ini adalah siswa mampu menyanyikan pupuh balakbak menggunakan senggol leot dan riak Kata Kunci: Senggol, Pupuh Balakbak, Paduan Suara, Siswa Kelas 7, SMPN 1 Purwasari Abstract (10pt) This study is entitled senggol training in kakawihan pupuh balakbak in the choir of grade 7 students at SMPN 1 Purwasari Karawang. This study aims to describe what senggol is used, how is the training process of senggol in the choir of grade 7 at SMPN 1 Purwasari Karawang. Senggol is cengkok in Sundanese tradition terms. The paradigm used in this study is a qualitative paradigm using descriptive methods. The data collection techniques in this study were carried out by observation and documentation. Observations were made by observing the choir training process from start to finish. While documentation was carried out by photographing and recording choir training activities. The findings in this study include, the senggol used in pupuh balakbak are leot and ripple, the training process uses imitation and drill methods. The conclusion of this study is that the results of this training are that students are able to sing pupuh balakbak using senggol leot and riak. Keywords: Senggol, Pupuh Balakbak, Choir, Student, 7 grade , SMPN 1 Purwasari
EDUKASI KULINER KHAS TIONGKOK SEBAGAI BAHANDARI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA(SUB KEGIATAN: MEMBUAT TANGYUAN) Icha Fais Nurul Karimah; Hudiyekti Prasetyaningtyas; Susi Andriani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProgram "Edukasi Kuliner Khas Tiongkok Sebagai Bagian dari Pemahaman Lintas Budaya" merupakankegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya Tiongkok danmeningkatkan pembelajaran bahasa Mandarin melalui pendidikan berbasis kuliner. Kegiatan ini fokuspada pelatihan pembuatan Tangyuan, yaitu makanan tradisional Tiongkok. Kegiatan ini tidak hanyamemberikan keterampilan memasak, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya. Kegiatan inimelibatkan siswa dan guru dari SMA/SMK di DKI Jakarta dan dibagi menjadi dua sesi: seminar budayakuliner Tiongkok dan praktik langsung pembuatan Tangyuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwakegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis siswa, memperkenalkan mereka padafilosofi budaya Tiongkok, serta meningkatkan minat mereka terhadap bahasa Mandarin. 70%siswamenunjukkan minat yang lebih besar untuk mempelajari bahasa Mandarin setelah mengikuti kegiatan ini, sementara 65% siswa mengaku lebih tertarik untuk mengeksplorasi budaya Tiongkok lebih lanjut. Penggunaan teknologi dalam mempromosikan produk kuliner juga berperan dalam mendukungketerampilan praktis siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan praktis, pemahaman budaya, dan minat siswa terhadap bahasa Mandarin, serta memberikan pengalamanpembelajaran lintas budaya yang aplikatif. Kata Kunci: Kuliner Tiongkok, Tangyuan, Bahasa Mandarin Abstract (10pt)The program "Chinese Culinary Education as Part of Cross-Cultural Understanding" is a communityservice activity aimed at introducing Chinese culture and enhancing Mandarin language learningthrough culinary-based education. This activity focuses on training participants in making Tangyuan, atraditional Chinese dish, which not only provides cooking skills but also introduces cultural values. Theprogram involves high school students and teachers from senior high schools and vocational schools inDKI Jakarta and is divided into two sessions: a seminar on Chinese culinary culture and a hands-onsession on making Tangyuan. The evaluation results show that the program ef ectively improved students' practical skills, introduced them to the philosophy of Chinese culture, and increased their interest inlearning Mandarin. 70% of students showed greater interest in studying Mandarin after participating inthe program, while 65% expressed more interest in exploring Chinese culture further. The use oftechnology in promoting culinary products also played a significant role in supporting students' practicalskills. Overall, this program successfully enhanced practical skills, cultural understanding, and students' interest in Mandarin language, while providing an applicative cross-cultural learning experience. Keywords: Chinese Cuisine, Tangyuan, Mandarin Language
PELAKSANAAN SIMULASI TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI LINGKUNGAN SMA PLUS PUTRA MELATI KECAMATAN JONGGOL Catur Setyawan Kusumohadi; Ja’far Amiruddin; Himawan Hadi Sutrisno; Triyono; Pratomo Setyadi; Fransisca Maria Farida; Ilman Arpi; Waradzi Mustakim
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran bukan hanya sebuah musibah semata, melainkan sebuah resiko dari perilaku manusia dalam kehidupannya dan dalam penggunaan peralatan dan teknologi yang tidak sesuai prosedurnya.Hampir di berbagai daerah Kabupaten atau Kota di Indonesia selalu dan sering terjadi kebakaran, baik kebakaran lingkungan permukiman, kebakaran gedung, kebakaran pasar bahkan kebakaran hutan dan lahan. Untuk dapat menanggulani kebakaran dengan tepat dan cepat, diperlukan kemampuan dan ketrampilan yang memadai. Kegiatan latihan penanggulangan kebakaran menjadi sarana yang penting untuk melatih masyarakat khususnya warga di suatu lingkungan. Sekolah sebagai sarana pendidikan dapat mengambil peran penting untuk dapat memberikan pengalaman kepada guru dan siswa untuk dapat berperan aktif jika terjadi bencana kebakaran di lingkungan sekitarnya.   Abstract Fire is not merely a disaster, but a risk resulting from human behavior and improper use of equipment and technology. Fires frequently occur in almost every district or city in Indonesia, including residential fires, building fires, market fires, and even forest and land fires. To effectively and quickly respond to fires, adequate skills and abilities are required. Firefighting training is an important tool for training the community, especially residents in a particular area. Schools, as educational institutions, can play a crucial role in providing teachers and students with the experience to actively participate in the event of a fire disaster in their environment.
PEMANFAATAN ENERGI ANGIN SEBAGAI LISTRIK ALTERNATIF DI KECAMATAN MUARA GEMBONG daryanto; Suyito M; Parjiman; Aris Sunawar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan pemanfaatan energi angin sebagai sumber listrik alternatif di Kecamatan Muara Gembong dilaksanakan untuk meningkatkan literasi energi dan keterampilan teknis masyarakat pesisir. Wilayah ini memiliki potensi angin yang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara akses terhadap energi listrik masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan yang mencakup teori dan praktik langsung pemasangan turbin angin skala kecil. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pada skor posttest dibandingkan pretest, yang mengindikasikan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta secara menyeluruh. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong kemandirian energi masyarakat.     Abstract The training program on wind energy utilization as an alternative electricity source in Muara Gembong District was conducted to enhance energy literacy and technical skills among coastal communities. This region possesses untapped wind energy potential, while access to conventional electricity remains limited. The study employed a one-group pretest-posttest design to evaluate the effectiveness of the training, which combined theoretical instruction with hands-on practice in installing small-scale wind turbines. Statistical analysis revealed a significant increase in posttest scores compared to pretest results, indicating that the training successfully improved participants’ understanding. These findings suggest that practice-based training can serve as an effective strategy to foster community energy independence.
PENGUATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SMK BINA VOKASI NUSANTARA MELALUI PELATIHAN PENGUASAAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Yasnita Yasnita; Nur Rini Tri Desvania; Henu Ari Wijanarko; Chiquitita Nikita Budi Putri; Ibrahim Caesarromeo Sasongko
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan vokasi menuntut guru memiliki kompetensi profesional yang unggul secara teknis, dan  adaptif terhadap perubahan paradigma pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pelatihan penguasaan model-model pembelajaran inovatif di SMK Bina Vokasi Nusantara, Kabupaten Bogor. Program dirancang berdasarkan prinsip andragogi, refleksi, dan kolaborasi yang memposisikan guru sebagai pembelajar aktif. Sebanyak 21 guru mengikuti pelatihan selama enam jam efektif yang meliputi seminar interaktif, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, dan refleksi praktik mengajar. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket skala Likert, dan wawancara reflektif, kemudian dianalisis secara triangulatif. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap model pembelajaran aplikatif dan dorongan untuk berinovasi di kelas dengan skor rata-rata keseluruhan 4,83 (kategori sangat tinggi). Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan pedagogik, pelatihan ini juga menumbuhkan learning community yang memperkuat budaya kolaboratif di sekolah. Pelatihan berbasis pengalaman dan refleksi ini terbukti efektif dalam mengembangkan profesionalisme guru vokasi serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Abstract The transformation of vocational education requires teachers to possess superior technical professional competence and adaptability to shifts in learning paradigms. This community service program aims to enhance teachers’ professional competence through training on innovative learning models at SMK Bina Vokasi Nusantara, Bogor Regency. The program was designed based on the principles of andragogy, reflection, and collaboration, positioning teachers as active learners. A total of 21 teachers participated in a six-hour effective training consisting of interactive seminars, group discussions, learning simulations, and teaching practice reflections. Data were collected through participatory observations, Likert-scale questionnaires, and reflective interviews, and were then analyzed using a triangulation approach. The evaluation results show a significant improvement in teachers’ understanding of applicable learning models and their motivation to innovate in the classroom, with an overall average score of 4.83 (very high category). In addition to increasing pedagogical knowledge and skills, the training also fostered a learning community that strengthened the collaborative culture within the school. This experience- and reflection-based training proved effective in developing the professionalism of vocational teachers and supporting the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 4 on quality education.
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN JAMU BERKHASIAT MEMPERLANCAR PEREDARAN DARAH DI DESA PASIRNANJUNG SUMEDANG Yusmaniar; Setia Budi; Maria Paristiowati; Muhammad Ilham; Diska Ariani Silalahi; Syifa Nur Muttaqin; Noviantika Nurul Nabillah; Alysa Hestaviana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasirnanjung Village in Sumedang, currently being developed as a Tourism Village, has significant potential in the agricultural sector, with the majority of its population working as farmers and farm laborers. However, the potential of herbal plants as processed high-value economic products has not been optimally utilized by the local FORBIS MSMEs. To address this, community service program was conducted in the form of training on producing hygienic, market-friendly herbal tea bags. The implementation methods included socialization, packaging technology training, label design workshops, and ongoing mentoring involving KKN students. This program aimed to empower the community with integrated entrepreneurial skills, from upstream to downstream, to create home industries that support the village's economy and align with tourism destination development. Results of the evaluation questionnaire showed an 83.33% increase in participants' understanding, and 88.89% expressed interest in producing and promoting herbal medicine through online media. Furthermore, participants successfully applied advanced production technology by utilizing vacuum packaging, date stamping systems, and appropriate labeling during the training. Overall, this activity successfully served as a catalyst in creating sustainable new economic opportunities and enhancing the value-added of local agricultural products.Abstrak Desa Pasirnanjung, Sumedang, yang sedang dikembangkan sebagai Desa Wisata, memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, dimana sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Namun, potensi tanaman herbal sebagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi belum dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok usaha FORBIS UMKM setempat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan jamu celup, higienis, dan mudah dipasarkan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknologi pengemasan, workshop desain label, serta pendampingan berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa KKN. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan keterampilan kewirausahaan yang terpadu, dari hulu ke hilir, guna menciptakan industri rumahan yang mendukung perekonomian desa dan sejalan dengan pengembangan destinasi wisata. Hasil angket evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 83,33%, dan sebanyak 88,89% tertarik untuk memproduksi dan mempromosikan jamu melalui media online. Selain itu, peserta berhasil mempraktekan teknologi produksi mutakhir dengan memanfaatkan teknologi vakum, sistem penanggalan dan label kemasan yang baik selama pelatihan. Selain itu, Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjadi katalisator dalam menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.
PEMANFAATAN SMARTPHONE DALAM EKSPERIMEN FISIKA BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Syawal Adrian Syah; Rafi Rizky Rabbani; Lailatu Syifa Fadilah; Nayla Ananda Putri Alisati; Safta Sabrina; Jack Roland Luhukay; Iwan Sugihartono
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of smartphones in physics experiments is an innovative solution to overcome the limitations of laboratory facilities that are still an obstacle in science learning, especially physics in schools. The presence of smartphones with accelerometer features, cameras, and supporting applications opens up opportunities for use as practical, interactive, and easily accessible experimental tools. This article will report on a community service activity entitled Utilization of Smartphones in Physics Experiments for High School Students at PKP JIS High School, East Jakarta. This activity aims to provide training to students and teachers in using smartphones as experimental media while improving the understanding of physics concepts through a technology-based approach. The implementation was carried out by students of the Physics Study Program through an integrated Community Service Program (PKM-KKN) with the support of industrial partner CV Jyotis Cemerlang. The relevance of this program is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 4 on Quality Education, SDG 9 on Industry, Innovation, and Infrastructure, and SDG 10 on Reducing Inequality, so it is expected to be able to encourage inclusive, innovative, and relevant physics learning to meet the needs of the digital era. Abstrak Pemanfaatan smartphone dalam eksperimen fisika merupakan solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan fasilitas laboratorium yang masih menjadi kendala dalam pembelajaran sains, khususnya fisika di sekolah. Kehadiran smartphone dengan fitur akselerometer, kamera, dan aplikasi pendukung membuka peluang untuk dimanfaatkan sebagai alat eksperimen yang praktis, interaktif, dan mudah diakses. Dalam artikel ini akan dilaporkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pemanfaatan Smartphone dalam Eksperimen Fisika bagi Siswa Sekolah Menengah Atas yang dilaksanakan di SMA PKP JIS Jakarta Timur. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan kepada siswa dan guru dalam memanfaatkan smartphone sebagai media eksperimen sekaligus meningkatkan pemahaman konsep fisika melalui pendekatan berbasis teknologi. Pelaksanaan dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Fisika melalui Pengabdian kepada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (PKM-KKN) dengan dukungan mitra industri CV Jyotis Cemerlang. Relevansi program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, sehingga diharapkan mampu mendorong pembelajaran fisika yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan era digital.
INOVASI PEMBERDAYAAN PRODUK UNGGULAN DAERAH: SINERGITAS DINAS, TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN MEDIA DIGITAL UNUTK UMKM BATIK BAKARAN Diana Laily Fithri; Diah Ayu Susanti; Rochmad Winarso; Achmad Ridwan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community service activities for the superior products of Pati Regency in the second year have been going well by involving synergy between higher education institutions, the Cooperatives and MSMEs Office, and batik business partners. The program started with socialization and access to capital, followed by training in product photography and the provision of a mini studio that produced more attractive batik catalogs. Training in marketing management and website creation also helped partners utilize digital media as a promotional tool. In the implementation phase, appropriate technology (TTG) such as a marketing website, ergonomic colet tables, night boilers, and batik drying rooms successfully improved production efficiency and quality. In addition, management and financial mentoring strengthened the independence of partners in managing their businesses. The websites www.yuliatiwarno.com and www.misihbatik.com are now online showcases that expand market reach, while the product catalog from photography training supports more professional promotion. Overall, these activities can enhance the competitiveness, productivity, and sustainability of Batik Bakaran SMEs, as well as provide a strong foundation for future branding and marketing development. Abstrak Kegiatan pengabdian produk unggulan daerah Kabupaten Pati tahun kedua berjalan baik dengan melibatkan sinergi perguruan tinggi, Dinas Koperasi dan UMKM, serta mitra usaha batik. Program dimulai dari sosialisasi dan akses permodalan, dilanjutkan dengan pelatihan fotografi produk serta penyediaan mini studio yang menghasilkan katalog batik lebih menarik. Pelatihan manajemen pemasaran dan pembuatan website juga membantu mitra memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Pada tahap penerapan, teknologi tepat guna (TTG) seperti website pemasaran, meja colet ergonomis, pelorot malam, dan ruang pengering batik berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Selain itu, pendampingan manajemen dan keuangan memperkuat kemandirian mitra dalam mengelola usaha. Website www.yuliatiwarno.com dan www.misihbatik.com kini menjadi etalase online yang memperluas jangkauan pasar, sedangkan katalog produk dari pelatihan fotografi mendukung promosi secara lebih profesional. Secara keseluruhan, kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing, produktivitas, dan keberlanjutan UMKM Batik Bakaran serta memberi dasar yang kuat untuk pengembangan branding dan pemasaran di masa depan.
Teknologi Tepat Guna sebagai Strategi Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja pada Pengrajin Anyaman Bambu di Sentra Kerajinan Bambu Ponorogo Mohammad Muslih; Rindang Diannita; Nuraini; Lathiefa Rusli; Bambang Setyo Utomo; Maya Tsuroya Alfadla; Ahmad Ma’ruf Muzaidin Arrosit; Dimas Abdillah Azzam; Syahdul Iman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Deling Studio and Roemah Bamboe Bamboo Craft Centers in Ponorogo Regency face challenges in the bamboo weaving production process in the form of work accidents that hamper work efficiency and productivity. The production process at the bamboo weaving stage results in work accidents in the form of cuts, tears, scratches, punctures, pinches, and exposure to bamboo dust that interferes with breathing. This process is carried out manually using a knife that has the potential for work accident risks. This Community Service aims to be a step to control the risk of work accidents by implementing the use of Appropriate Technology in the form of a 0.5 Hp Bamboo Weaving Machine. The Community Service program includes counseling and mentoring on the safe use of Appropriate Technology by implementing a risk control hierarchy in the form of the use of personal protective equipment. The method used is Asset Based Community Development (ABCD) which focuses on utilizing assets, strengths, and potentials at the Deling Studio and Roemah Bamboe Bamboo Craft Centers. The results of this Community Service program include a reduction in workplace accidents over the past two years following the use of Appropriate Technology,which has significantly improved occupational safety and health, supporting the development of the bamboo craft industry and creating a safe and healthy work environment. Abstrak Sentra Kerajinan Bambu Studio Deling dan Roemah Bamboe di Kabupaten Ponorogo menghadapi tantangan dalam proses produksi anyaman bambu berupa insiden kecelakaan kerja yang menghambat efisiensi dan produktivitas kerja. Proses produksi pada tahapan mengirat bambu mengakibatkan kecelakaan kerja berupa luka sayat, luka sobek, tergores, tertusuk, terjepit, serta paparan debu bambu yang mengganggu pernapasan. Proses ini dilakukan secara manual menggunakan pisau yang berpotensiterjadi risiko kecelakaan kerja. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan sebagai langkah pengendalian risiko kecelakaan kerja dengan menerapkan penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Mesin Irat Bambu 0,5 Hp. Program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat antara lain berupa penyuluhan dan pendampingan penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang aman dengan menerapkan hierarki pengendalian risiko berupa penggunaan alat pelindung diri. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan aset, kekuatan, potensi yang ada di Sentra Kerajinan Bambu Studio Deling dan Roemah Bamboe. Hasil dari Pengabdian kepada Masyarakat ini berupa penurunan insiden kecelakan kerja dalam kurun waktu dua tahun terakhir setelah penggunaan Teknologi Tepat Guna dan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja guna mendukung pe
Penguatan Keamanan Pangan dan Kendali Mutu melalui Sensor Kesegaran pada UMKM Bakso Ikan di Kota Serang Denny Yus Rama; Sulaeman Deni Ramdani; Fachruddin Perdana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fishball MSMEs Ulfa’s face persistent challenges in raw-material selection, good manufacturing practices, and quality control. This community service program strengthens food safety and quality control in a Serang City MSME through: (1) CPPOB -IRTP/GMP mentoring aligned with the Indonesian Standard for fishball, (2) implementation of an infrared (IR/NIR)–based freshness sensor for rapid screening and a TVB-N colorimetric freshness label as an on-package alert, and (3) packaging and cold-chain improvements. Methods included baseline CPPOB assessment, training, SOP implementation, trials of the IR sensor/TVB-N indicator, and pre–post evaluation (knowledge scores, SOP compliance, and simple shelflife testing). Results showed an increase of 21 points in knowledge (58→79), CPPOB compliance rising from 61% to 88%, and chilled shelf life of cooked fishballs extended from 2 to 6 days under controlled conditions (0–4 °C). The program also facilitated P-IRT/SPP-IRT documentation readiness and label improvements. These findings indicate that combining CPPOB mentoring, IR freshness sensing/TVB-N indicators, and standards-based cold-chain practices can improve traceability, quality, and safety performance in MSMEs. Abstrak UMKM bakso ikan Ulfa memiliki tantangan konsisten pada seleksi bahan baku, penerapan praktik produksi yang baik, dan pengendalian mutu. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat keamanan pangan dan kendali mutu pada UMKM mitra di Kota Serang melalui: (1) pendampingan CPPOB-IRTP/GMP yang diselaraskan dengan SNI bakso ikan, (2) implementasi sensor kesegaran berbasis inframerah (IR/NIR) untuk skrining cepat bahan baku serta indikator warna TVB-N sebagai on-package alert, dan (3) perbaikan pengemasan serta cold chain agar mutu terjaga. Metode mencakup asesmen awal (checklist CPPOBIRTP), pelatihan, implementasi SOP, uji adopsi sensor IR/indikator TVB-N, serta evaluasi pra–pasca (skor pengetahuan, kepatuhan SOP, dan uji ketahanan simpan sederhana). Hasil menunjukkan peningkatan 21 poin skor pengetahuan (dari 58→79), kenaikan kepatuhan CPPOB dari 61% menjadi 88%, serta perpanjangan masa simpan dingin bakso matang dari 2 menjadi 6 hari pada kondisi terkontrol (0–4 °C). Program juga memfasilitasi kesiapan dokumen P-IRT/SPP-IRT dan penyempurnaan label. Temuan inimengindikasikan bahwa kombinasi pendampingan CPPOB, sensor IR/indikator TVB-N, dan praktik cold chain berbasis standar dapat meningkatkan ketertelusuran mutu serta keamanan produk UMKM.