cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 856 Documents
PELATIHAN MANAJEMEN KELAS INKLUSIF BERBASIS PSIKOLOGI POSITIF UNTUK FASILITATOR PKBM ALAM JINGGA LIFESCHOOL KOTA BEKASI Aip Badrujaman; Mohamad Saripudin; Nira Prihatin Nufus
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kota Bekasi merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Jika dilihat dari konteks pendidikan, Kota Bekasi sudah masuk dalam definisi kota urban yang menyelenggarakan urban education. Meski demikian, ada beberapa masalah dalam penyelenggaraan pendidikan di Kota Bekasi. Seperti standarisasi sarana dan prasarana penyelenggaraan pendidikan khususnya pendidikan inklusif belum sesuai, keterbatasan aksesibilitas bagi anak berkebutuhan khusus, dan rendahnya pemahaman guru atau fasilitator di sekolah di Kota Bekasi mengenai bagaimana memperlakukan peserta didik yang kerbutuhan khusus dan penyelenggaranpendidikan inklusif. Sebagai Kota yang menjalankan Urban Education Kota Bekasi perlu mempersiapkan diri agar mampu menyelenggarakan pendidikan dengan baik. Salah satunya fasilitator nya perlu dibekali keterampilan dalam menyelenggarakan pendidikan yang inklusif. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan manajemen kelas inklusif berbasis psikologi positif pada fasilitator PKBM Alam Jingga yang berlokasi di Kota Bekasi. PKM ini telah dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2025. Fasilitator PKBM Alam Jingga sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Abstract Bekasi City is one of the cities in West Java Province thatborders directly with DKI Jakarta. When viewed from theeducational context, Bekasi City has been included in thedefinition of an urban city that organizes urban education. However, there are several problems in the implementation ofeducation in Bekasi City. Such as the standardization ofeducational facilities and infrastructure, especially inclusiveeducation, which is not yet appropriate, limited accessibilityfor children with special needs, and the low understanding ofteachers or facilitators in schools in Bekasi City regardinghow to treat students with special needs and theimplementation of inclusive education. As a city thatimplements Urban Education, Bekasi City needs to prepareitself to be able to organize education well. One of them isthat teachers or facilitators need to be equipped with skills in organizing inclusive education. This Community Service (PKM) aims to provide inclusive classroom managementtraining based on positive psychology to facilitators of PKBM Alam Jingga located in Bekasi City. This PKM wasimplemented on July 7, 2025. The Alam Jingga PKBM facilitators were very enthusiastic about participating in thistraining.
CREATIVE PEDAGOGY TRAINING FOR SCHOOL COUNSELORS: STRATEGIES TO FOSTER JOYFUL AND MEANINGFUL LEARNING IN GUIDANCE AND COUNSELING SERVICES Susi Fitri; Mohamad Saripudin; Irsyad Ridho; Carol Carter; Paul Gardner
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi professional konselor sekolah dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling disekolah membutuhkan peningkatan. Untuk mengatasi permasalahan lemahnya kompetensi professional konselor sekolah, perlu dilakukan program pelatihan yang ekstensif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan komptensi professional konselor khususnya memperkaya metode penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling melalui pedegogi kreatif. Pengabdian kepada masyarakat ini masuk dalam jenis kolaborasi internasional antara Universitas Negeri Jakarta dengan Curtin University. Metode yang digunakan terdiri dari socialization, training, mentoring, make learning video, evaluation and follow up. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan penyebaran browsurmelalui WhatsApp Group. Pelatihan dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 27 dan 28 Mei 2025. Mentoringdilakukan selama dua sesi yang dilakukan secara daring. Evaluasi dilakukan selama proses dan hasil pelatihan. Followup yaitu pengembangan program lain untuk mengembangkan kompetensi konselor bersama ABKIN Jakarta dan pengembangan buku yang berisi kumpulan RPP/RPL dari hasil pelatihan. Abstract The professional competence of school counselors in providing guidance and counseling services in schools needsto be improved. An extensive training program is needed toovercome the problem of weak professional competence ofschool counselors. This community service program aims todevelop the professional competence of counselors, especiallyenriching the methods of providing guidance and counselingservices through creative pedagogy. This community serviceis included in the type of international collaboration betweenJakarta State University and Curtin University. The methodsused consist of socialisation, training, mentoring, making learning videos, evaluation, and follow-up. The implementation of socialisation is carried out by distributingbrochures via a WhatsApp Group. The training was carriedout for two days, namely on May 27 and 28, 2025. Mentoringwas carried out during two sessions, which were conductedonline. Evaluation was carried out during the trainingprocess, and the results were. Follow up is the development ofother programs to develop counselor competence with ABKIN Jakarta and the development of books containing a collectionof RPP/RPL from the results of the training.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN LOKAL BERBASIS BIJI JAWAK (SETARIA ITALICA) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DAN UPAYA PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA JERORA SATU KABUPATEN SINTANG Sunarti; Uray B. Asnol; Ria Damayanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintang Regency is classified as a disadvantaged area with an extreme poverty status in Indonesia, and is one of the priority regions targeted in the National Action Plan for the Acceleration of Development in Disadvantaged Areas. Jerora Satu Village is one of the 29 villages in Sintang District, Sintang Regency, West Kalimantan. Sintang Regency is one of the regencies that directly borders a neighboring country, namely Malaysia, specifically the Sarawak region. The natural resource potential of Jerora Satu Village includes plantations and horticultural agriculture. One of the leading commodities originating from Jerora Satu Village is jawak (Setaria italica) and sweet corn. Jawak has strong potential as an alternative food crop, considering its nutritional content and its ability to grow in dry–climate areas. The nutritional content of jawak is three to five times higher than that of rice and wheat. The majority of residents rely on the agricultural, plantation, or fisheries sectors for their livelihoods. However, household income remains low due to limited technological support for diversified economic development and restricted access to wider markets. In addition, health problems such as stunting among toddlers have been identified; out of 108 toddlers, 20 (20.37%) were found to be stunted. Based on these issues, the proposed community empowerment program by BEM is titled: "Community Empowerment Through Diversification of Local Food Products Based on Jawak (Setaria italica) Seeds for Stunting Prevention and Strengthening the Economy of Jerora Satu Village, Sintang Regency." The Community Empowerment activities through the Diversification of Local Food Products Based on Jawak (Setaria italica) Seeds have been successfully carried out in Jerora Satu Village, Sintang Regency, by the BEM BERDAMPAK STIKARA team with support from the Directorate of Community Service (DPPM), Directorate General of Higher Education, Science and Technology. The program aims to increase the utilization of local food for stunting prevention while strengthening the household economy in Jerora Satu Village by involving local MSME partners and the Jerora Satu Village PKK group. To support the production process, the implementing team provided six production tools, including a rotary–type grain dryer machine as production support equipment. This machine functions to speed up the drying process of jawak seeds without reducing their nutritional quality, while increasing time and labor efficiency. Equipment provided to MSME partners included a grinder machine, an automatic band sealer, and a vacuum fryer. For the PKK partners, the team provided a grain dryer, a dough–mixing machine for bread, and a noodle–making machine. Abstrak Kabupaten Sintang termasuk dalam kategori daerah tertinggal dengan status kemiskinan ekstrim di Indonesia, dan termasuk salah satu daerah prioritas untuk target capaian Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Indonesia. Desa Jerora Satu merupakan salah satu dari 29 desa yang ada di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, khususnya wilayah Sarawak. Potensi sumber daya alam di Desa Jerora Satu diantaranya adalah perkebunan dan pertanian holtikultura. Salah satu komoditas unggulan yang berasal dari Desa Jerora Satu adalah Jawak (Setaria Italica) dan jagung manis. Tanaman jawak memiliki potensi yang sangat baik sebagai tanaman pangan alternatif ditinjau dari aspek kandungan gizi, dan kemampuan tumbuhnya di daerah beriklim kering. Kandungan gizi dari jawak tiga sampai lima kali lebih baik dari beras dan gandum. Mayoritas penduduk menggantungkan hidup pada sektor pertanian serta perkebunan atau perikanan. Namun, pendapatan warga tetap rendah karena minimnya dukungan teknologi untuk pengembangan ekonomi yang lebih beragam dan terbatasnya akses ke pasar yang lebih luas. Selain itu, ditemukan masalah kesehatan yaitu stunting pada balita, dari 108 balita diketahui 20 balita (20,37%) yang mengalami stunting. Berdasarkan permasalahan tersebut maka program pemberdayaan masyarakat oleh BEM yang diusulkan adalah "Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Pangan Lokal Berbasis Biji Jawak (Setaria Italica) Untuk Pencegahan Stunting Dan Upaya Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa Jerora Satu Kabupaten Sintang". Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Diversifikasi Produk Pangan Lokal Berbasis Biji Jawak (Setaria italica) telah berhasil dilaksanakan di Desa Jerora Satu, Kabupaten Sintang oleh tim BEM BERDAMPAK STIKARA dengan dukungan dari DPPM Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi bidang Saintek. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan pangan lokal dalam pencegahan stunting sekaligus memperkuat ekonomi keluarga Desa Jerora Satu dengan melibatkan mitra UMKM dan PKK Desa Jerora Satu. Untuk mendukung proses produksi, tim pelaksana menyerahkan 6 alat produksi yaitu mesin pengering biji-bijian tipe rotary dryer yang diberikan sebagai alat bantu produksi. Mesin ini berfungsi untuk mempercepat proses pengeringan biji jawak tanpa mengurangi kualitas gizi, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, alat pada mitra UMKM menyerahkan mesin Grinder, bansealer otomatis dan Vacuum Frying, pada Mitra PKK menyerahkan Pengering Biji bijian, Mesin Mixing adonan roti, Mesin cetak mie.
Gerakkan Meja Sehat Melalui Inovasi Pangan Lokal dalam Upaya pencegahan stunting dengan Pemberdayaan Perempuan di Desa Kajang Baru Kabupaten Sintang Lea Masan; Rizki Amartani; Aditya Sardi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The “Gerakkan Meja Sehat” Program is an initiative to increase family nutrition awareness through the utilization of local food as a strategy for stunting prevention. This activity is carried out by involving the active role of women, particularly the PKK partners of Kajang Baru Village and the UMKM Paguyuban of Kajang Baru, who serve as key drivers in promoting healthier eating behaviors within the community. Kajang Baru Village in Sintang Regency has abundant local food resources such as cassava, salak fruit, sweet potatoes, corn, papaya, moringa leaves, and river fish (tilapia and toman). However, the use of these ingredients in daily family menus remains limited. Through women’s empowerment, this program aims to enhance mothers’ skills in processing local food into healthy, nutritious, diverse, and attractive dishes for toddlers and all family members, while also increasing UMKM creativity to help improve household income. The implementation methods include nutrition education, demonstrations of local food processing, appropriate-technology training, entrepreneurship training for UMKM Paguyuban Kajang Baru, and assistance to the PKK of Kajang Baru Village in developing “Meja Sehat” menus. Appropriate Technology (TTG) equipment such as a grain dryer is used to dry corn, which is then processed using a grinder to produce corn flour as an alternative MP-ASI menu besides rice porridge. The grinder machine is also used to grind mung beans into flour, which supports stunting prevention efforts. For UMKM groups in Kajang Baru, the availability of TTG tools such as cassava slicers has made their work easier and faster, while improving product hygiene through proper packaging using a sealing machine. The results of the program show an increase in mothers’ knowledge of balanced nutrition, the formation of women’s groups who serve as pioneers of healthy local food, growing creativity in local food processing, and the availability of nutritious UMKM products that are easily accessible to the community. UMKM mothers in Kajang Baru Village are now able to produce larger quantities and have started marketing their products through online marketplaces. Furthermore, families have begun adopting local-food-based diets as an independent effort to prevent stunting. Overall, the “Gerakkan Meja Sehat” program—through local food innovation and women’s empowerment—has proven effective in strengthening household food security, improving women’s economic resilience, and making a significant contribution to stunting prevention efforts in Kajang Baru Village.   Abstrak Program Gerakkan Meja Sehat merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan peran aktif perempuan, khususnya Mitra PKK Desa Kajang Baru dan Mitra UMKM Paguyuban Kajang Baru , sebagai motor penggerak perubahan perilaku makan di masyarakat. Desa Kajang Baru Kabupaten Sintang memiliki potensi pangan lokal yang melimpah seperti singkong, salak, ubi jalar, Jagung, pepaya, daun kelor, dan ikan sungai (ikan Nila dan Ikan Toman). Namun, pemanfaatannya dalam menu keluarga masih terbatas. Melalui pemberdayaan perempuan, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan ibu-ibu dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan sehat, bergizi, variatif, dan menarik untuk dikonsumsi oleh balita maupun seluruh anggota keluarga dan meningkatkan kreatifitas UMKM untuk guna meningkatkan pendapatan keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi gizi, demonstrasi olahan pangan lokal, pelatihan Tegnologi tepat guna dan pelatihan kewirausahaan bagi UMKM Paguyuban Kajang Baru, serta pendampingan PKK Desa kajang Baru dalam penyusunan menu Meja Sehat, untuk TTG Alat Pengering Biji-Bijian untuk pengering Jagung kemudian setelah jagung  kering digunakan alat TTG Gerinder sehingga menghasil kan tepung jagung sehingga bisa menjadi menu MP- ASI selain bubur Nasi,selain itu pemanfaatan mesin grinder juga dapat digunakan untuk mengiling kacang hijau menjadi tepung yang dapat digunakan sebagai upaya pencegahan stunting, untuk UMKM Desa Kajang baru dengan adanya alat TTG seperti denga nada nya perajang singkong membuat pekerjaan Ibu-ibu UMKM menjadi lebih mudah dan cepat,dan Hygines dari produk juga ditingkatkan dengan pakejing produk dengan alat siler. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang, tumbuhnya kelompok perempuan pelopor pangan sehat, meningkatnya kreativitas pengolahan pangan lokal, serta tersedianya produk UMKM bergizi yang mudah diakses masyarakat dan Ibu-Ibu UMKM Desa Kajang baru juga dapat memproduksi hasil UMKM lebih banyak dan telah dipaskan melalui marketplace. Selain itu, keluarga mulai menerapkan pola makan berbasis pangan lokal sebagai langkah pencegahan stunting secara mandiri. Secara keseluruhan, program Gerakkan Meja Sehat melalui inovasi pangan lokal dan pemberdayaan perempuan terbukti mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperkuat ekonomi perempuan, serta memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan stunting di Desa Kajang Baru.
Kolaborasi Teater Tari Sebagai Media Diplomasi Budaya Indonesia dan Malaysia Dinny Devitriana; Deden Haerudin; Norzizi Zulkafli; Ryan Arthur; Siti Fatmasari; Fikri Nurcahya; Hasanah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teater tari merupakan perkembangan dari seni tradisi yang menjadi perhatian akademisi untuk dianalisis, digali, bahkan dielaborasi dengan seni lainnya, sehingga menjadi satu kemasan pertunjukan yang disebut sebagai seni kontemporer. Kesamaan budaya Indonesia dengan Malaysia dalam teater tari tradisional sudah dikenal di masing-masing negara, bahkan sering menjadi bahan kajian. Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, UNJ mengajak berkolaborasi karya yang akan dipentaskan masyarakat Malaysia dalam hal ini mahasiswa UiTM. Proses dari kolaborasi ini akan menjadi media diplomasi budaya untuk bersama-sama saling mengenalkan, memahami, dan mempelajari nilai-nilai budaya di kedua negara. Kegiatan akan dilakukan dalam bentuk workshop yang dilakukan secara daring dan luring. Dimulai dari perencanaan melalui brainstorming dan penggalian ide melalui identifikasi keunikan teater tari MakYong dan Lenong, 2) penyusunan naskah dramatik teater tari yang akan dikolaborasikan, 3) Latihan bersama, evaluasi atau forming, 4) Pementasan. Metode eksplorasi, improvisasi, dan forming dilakukan untuk mendapatkan karya teater tari, dengan responden sebagai penari mahasiwa dari UiTM. Hasil dari karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan ajar diantara kedua negara di masing-masing prodi, serta dapat mengembangkan kerja sama di bidang lainnya antar dua negara. Keterukuran dari keberhasilan kegiatan ini dilakukan melalui testimoni ke dalam bentuk kuesioner kepada mitra, dengan indikator berupa kepuasan, kekurangan, saran, dan tindak lanjut. Abstract Dance theater is a development of traditional arts that has attracted the attention of academics to be analyzed, explored, and even elaborated with other art forms, resulting in a performance package referred to as contemporary art. The cultural similarities between Indonesia and Malaysia in traditional dance theater are already well known in each country and are often the subject of academic study. In this Community Service activity, UNJ invited collaboration with works to be performed by the Malaysian community, in this case, students of UiTM. The process of this collaboration will serve as a medium of cultural diplomacy to introduce, understand, and learn the cultural values of both countries. The activity will be carried out in the form of workshops, both online and offline. It begins with planning through brainstorming and idea exploration by identifying the uniqueness of MakYong and Lenong dance theater; 2) preparation of a dramatic script for the collaborative performance; 3) joint rehearsals, evaluation or forming; and 4) staging. Exploration, improvisation, and forming methods were used to produce the dance theater work, with students from UiTM serving as the performers. The results of this work are expected to become teaching material in both countries’ respective study programs and foster further cooperation in other fields between the two nations. The success of this activity is measured through partner testimonials in the form of questionnaires, with indicators including satisfaction, shortcomings, suggestions, and follow-up actions.
INTEGRASI PROSES SENTRIFUGASI DAN ELEKTROKOAGULASI SEBAGAI INOVASI PEMURNIAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH BAGI SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1 KEPANJEN Mar’atul Fauziyah; Christina Wahyu Kartikowati; Diah Agustina Puspitasari; A.S. Dwi Saptati Nur Hidayati; Juliananda; Savitri Dini Maharani; Rahmat Ari Setyawan; Ahmad Khoirudin; Danish Arya Firdaus; Anjar Maulana Afriansah; Arif Syuqron Fikransyah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel merupakan salah satu solusi pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus sebagai alternatif energi terbarukan. Namun, biodiesel hasil transesterifikasi minyak jelantah ini seringkali mengandung banyak pengotor berupa gliserol, sabun, dan sisa katalis yang dapat menurunkan kualitas biodiesel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pemurnian biodiesel melalui integrasi proses sentrifugasi dan elektrokoagulasi kepada siswa keahlian teknik kimia industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Proses sentrifugasi dilakukan guna mempercepat pemisahan fase biodiesel dan gliserol, sedangkan elektrokoagulasi untuk mengendapkan pengotor terlarut secara lebih efektif dan efisien. Proses ini menghasilkan waktu pemurnian yang lebih singkat dibandingkan metode konvensional dengan wet dan dry washing. Pelatihan dilakukan secara praktik di laboratorium SMK dengan melibatkan siswa secara aktif dalam persiapan bahan, pengoperasian alat, dan evaluasi hasil. Kegiatan pengabdian ini juga menunjukkan adanya penambahan nilai manfaat bagi mitra berupa peningkatan pengetahuan tentang energi terbarukan, keterampilan penggunaan peralatan laboratorium, dan adanya pengalaman berbasis proyek yang mendukung kurikulum kejuruan. Abstract The utilization of waste cooking oil as a biodiesel feedstock provides a dual benefit, reducing household waste and offering an alternative renewable energy sources. However, biodiesel produced from waste cooking oil via transesterification often contains impurities such as glycerol, soap, and residual catalyst, which can degrade its quality. This community service activity aimed to introduce an innovative biodiesel purification method by integrating centrifugation and electrocoagulation processes to students of the Industrial Chemical Engineering program at SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Centrifugation was employed to accelerate the separation of biodiesel and glycerol phases, while electrocoagulation effectively and efficiently precipitated dissolved impurities. This integrated process produced a shorter purification time compared to conventional wet and dry washing methods. The training was conducted through hands-on laboratory sessions, actively involving students in material preparation, equipment operation, and result evaluation. Furthermore, the program provided added value for the partner school by increasing students’ knowledge of renewable energy, improving their skills in operating laboratory equipment, and offering a project-based learning experience that supports the vocational curriculum.
Pelatihan The Community Green Tourism Action Plan Bagi Kelompok Sadar Wisata Dalam Pengembangan Wisata Edukasi Berkelanjutan Wibowo, Setiawan; Karta Sasmita; Daddy Darmawan; Adi Irvansyah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, memiliki potensi alam yang melimpah yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata hijau (green tourism). Namun, potensi ini belum dikelola secara optimal karena rendahnya literasi digital masyarakat—khususnya di kalangan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mempromosikan aset desa, serta lemahnya pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan Digital Storynomics yaitu pendekatan pemasaran berbasis penceritaan digital, guna mempromosikan Green Tourism Action Plan(1). Metode pelaksanaan mencakup tahapan sosialisasi, pelatihan intensif, pendampingan, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pembuatan konten digital (foto, video, dan narasi menarik) menggunakan perangkat teknologi, pengembangan strategi pemasaran di platform media sosial (Instagram, TikTok, YouTube), serta penyusunan rencana bisnis pariwisata yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mitra dalam membuat konten promosi digital dan merancang strategi pemasaran yang terukur. Berbagai luaran seperti video promosi, poster digital, artikel ilmiah, dan publikasi media massa telah berhasil dihasilkan, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan (Placeholder2). Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya fokus pada Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Tujuan 15 (Kehidupan di Darat). Sukaharja Village, Sukamakmur Subdistrict, Bogor Regency, possesses abundant natural potential that can be developed as a green tourism destination. However, this potential has not been optimally managed due to the community low digital literacy-particularly among the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in promoting the villages assets, as well as weak sustainable tourism management. This community service initiative aims to empower the community through Digital Storynomics training, a marketing approach based on digital storytelling, to promote the Green Tourism Action Plan. The implementation method includes stages of socialization, intensive training, mentoring, and evaluation. The training covers the creation of digital content (photos, videos, and compelling narratives) using technological devices, the development of marketing strategies on social media platforms (Instagram, TikTok, YouTube), and the formulation of environmentally friendly tourism business plans. The results demonstrate a significant improvement in partners^ ability to create digital promotional content and design measurable marketing strategies. Outputs such as promotional videos, digital posters, scientific articles, and mass media publications have been successfully produced, ultimately expected to sustainably increase tourist visits and community income. This activity aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically focusing on Goal 8 (Decent Work and Economic Growth) and Goal 15 (Life on Land).
PENGEMBANGAN KAPASITAS KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA KELOMPOK POTENSIAL PEKERJA MIGRAN Fitri Khoiriyah Parinduri; Karta Sasmita; Nararia Hutama Putra; Puji Hadiyanti; Sri Kuswantono; Asma Syifa Nabihah; Joko Adisaputra; Khusni Mubaroq; Ananda Firly Wiyogi; Adi Susilo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tingginya kasus HIV/AIDS di Indramayu, dengan 4.970 kasus HIV dan 581 kasus AIDS pada tahun 2022, menunjukkan urgensi untuk upaya pencegahan dan penanganan yang efektif, terutama pada kelompok rentan seperti pekerja migran. Program pengembangan kapasitas kader kesehatan dirancang untuk meningkatkan peran kader dalam memberikan edukasi, konseling, dan pendampingan kepada pekerja migran. Tujuannya adalah membekali kader dengan keterampilan komunikasi, pemahaman kebijakan kesehatan, dan metode pencegahan HIV/AIDS, serta mendorong perubahan perilaku sehat pada kelompok sasaran. Metode yang digunakan mencakup pelatihan teknis, komunikasi interpersonal, dan praktik pembuatan media edukasi digital .Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebanyak 65% kader mengalami peningkatan pengetahuan melalui pre-test dan post test. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan kader berbasis komunitas adalah strategi efektif untuk mendukung pencapaian SDGs ke-3 yaitu Kesehatan dan Kesejahteraan. Abstract The high prevalence of HIV/AIDS in Indramayu with 4,970 HIV cases and 581 AIDS cases reported in 2022 underscores the urgent need for effective prevention and intervention strategies, particularly among vulnerable populations such as migrant workers. This community empowerment program was designed to enhance the capacity of community health cadres in delivering education, counseling, and support services to potential and current migrant workers. The program aimed to equip cadres with essential communication skills, knowledge of health policies, and evidence-based HIV/AIDS prevention methods, while also promoting healthy behavioral change among target groups. Implementation methods included technical training, interpersonal communication workshops, and hands-on practice in developing digital educational media. The community service results showed that 65% of the health cadres demonstrated improved knowledge, as measured through pre-test and post-test assessments. This initiative demonstrated that community-based cadre empowerment is an effective strategy to support the achievement of Sustainable Development Goal 3 (Good Health and Well-being).
PORTOFOLIO DIGITAL DENGAN SEESAW: TRANSFORMASI ASESMEN AUTENTIK DAN BUDAYA REFLEKSI GURU DI SEKOLAH DASAR Cecep Kustandi; Durotul Yatimah; R.A. Hirmana Wargahadibrata; Athiya Fara Swid; Shaffiya Rasidha Andinnari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk menguasai keterampilan asesmen autentik dan praktik reflektif. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa guru sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mendesain asesmen yang kontekstual serta membangun budaya refleksi profesional. Artikel pengabdian masyarakat ini melaporkan intervensi portofolio digital berbasis aplikasi SeeSaw yang dilaksanakan di SD Negeri Jakasetia IV, Kota Bekasi, dengan melibatkan 30 guru. Kegiatan dirancang melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi.Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi kompetensi guru. Skor pengetahuan meningkat dari 2,6 menjadi 4,3, keterampilan teknis dari 2,8 menjadi 4,2, dan sikap reflektif dari 3,1 menjadi 4,4 (skala 1–5). Temuan ini menegaskan bahwa portofolio digital tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai instrumen formatif yang memperkuat siklus experiential learning guru. Hasil kualitatif mengidentifikasi tiga tema utama: (i) persepsi baru guru bahwa pengalaman mengajar merupakan data berharga, (ii) kebanggaan terhadap artefak digital yang dihasilkan, dan (iii) inisiatif pembentukan komunitas praktik berbasis sekolah. Implikasi dari kegiatan ini adalah bahwa integrasi SeeSaw dapat menumbuhkan budaya refleksi profesional yang berkelanjutan serta memperkuat keterhubungan antara asesmen autentik dan pengembangan kapasitas guru. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini relevan bagi agenda nasional Merdeka Belajar sekaligus memperkaya literatur internasional tentang peran portofolio digital dalam pendidikan guru. Abstract The transformation of 21st-century education requires teachers to master authentic assessment and reflective practice. However, research indicates that Indonesian elementary teachers continue to face challenges in designing contextualized assessments and cultivating a professional culture of reflection. This community service article reports on the implementation of a digital portfolio program using the SeeSaw application at SD Negeri Jakasetia IV, Bekasi City, involving 30 teachers. The intervention adopted a participatory approach comprising socialization, training, implementation, mentoring, and evaluation stages. Quantitative results demonstrated a significant increase across all competency dimensions. Knowledge scores rose from 2.6 to 4.3, technical skills from 2.8 to 4.2, and reflective attitudes from 3.1 to 4.4 (on a 5-point scale). These findings highlight that digital portfolios function not only as documentation tools but also as formative instruments reinforcing the teachers’ experiential learning cycle. Qualitative findings revealed three key themes: (i) teachers’ new perception of teaching experiences as valuable data, (ii) pride in producing digital artifacts, and (iii) the emergence of school-based communities of practice. The implications suggest that integrating SeeSaw can foster a sustainable culture of professional reflection while strengthening the link between authentic assessment and teacher capacity development. Consequently, this initiative aligns with Indonesia’s Merdeka Belajar reform agenda and enriches the international literature on digital portfolios in teacher education.
PELATIHAN PENGENALAN ALGORTIMA DAN PEMROGRAMAN VISUAL SISWA SMP DENGAN SCRATH Faroh Ladayya; Dian Handayani; Siti Rohmah Rohimah; Nilam Novita Sari; Vera Maya Santi; Erin Naudy Kemalasari; Zahra Ayu Rahmadani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi di abad ke-21 menuntut generasi muda untuk memiliki keterampilan berpikir komputasional, pemecahan masalah, dan dasar pemrograman. Namun, di daerah pedesaan seperti Kabupaten Sukabumi, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar algoritma dan pemrograman visual kepada siswa SMP Negeri 1 Kabupaten Sukabumi melalui media Scratch. Scratch adalah software pemrograman berbasis visual yang mudah digunakan bagi pemula, serta mampu menstimulasi kreativitas siswa dalam membuat animasi dan permainan sederhana. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin Quality Education dengan membekali siswa keterampilan algoritma dan pemrograman dasar agar lebih siap menghadapi tantangan era digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, serta praktik langsung menggunakan modul pembelajaran yang telah disusun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias mengikuti pelatihan dan mampu memahami konsep dasar algoritma melalui praktik pemrograman visual. Analisis kuesioner pendahuluan dan akhir menunjukkan adanya peningkatan motivasi, wawasan, serta keterampilan siswa dalam memahami algoritma dan pemrograman visual. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi positif dalam memberikan bekal awal literasi digital dan pemrograman bagi siswa SMP, yang diharapkan dapat menjadi fondasi untuk pembelajaran teknologi lebih lanjut. Abstract The development of technology in the 21st century requires young generations to possess computational thinking, problem-solving skills, and basic programming literacy. However, in rural areas such as Sukabumi Regency, the integration of technology into the learning process remains limited. This community service activity aims to introduce the fundamentals of algorithms and visual programming to students at SMP Negeri 1 Sukabumi Regency, through the use of Scratch. Scratch is a visual-based programming software that is easy for beginners to use and encourages students’ creativity in creating simple animations and games. This activity aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4: Quality Education, by equipping students with basic algorithmic and programming skills to prepare them for the challenges of the digital era. The implementation method included material delivery, and hands-on practice using a specially designed learning module. The results showed that students were enthusiastic during the training and successfully understood basic algorithmic concepts through visual programming practice. Analysis of pre- and post-questionnaires indicated an increase in students’ motivation, knowledge, and skills in understanding algorithms and visual programming. Therefore, this training contributed positively by providing an initial foundation in digital literacy and programming for junior high school students, which is expected to serve as a stepping stone for more advanced technology learning in the future.