cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,239 Documents
Rancang Bangun Sistem Kontrol Suhu Presisi Berbasis Arduino Uno dengan Inverter pada Cold Handling Unit Muhamad Algi Fauza; Muhamad Anda Falahuddin; Bowo Yuli Prasetyo; Listya Utari
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6646

Abstract

Cold Handling Unit (CHU) berperan penting dalam menjaga kestabilan suhu untuk kebutuhan penyimpanan bahan yang sensitif terhadap perubahan suhu. Permasalahan yang sering terjadi adalah kurang presisinya pengendalian suhu, serta kerusakan komponen seperti kompresor akibat pengaturan sistem yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem kontrol suhu presisi berbasis Arduino Uno yang terintegrasi dengan inverter untuk mengatur kecepatan kerja kompresor pada CHU. Langkah penelitian yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras dan lunak, pemrograman Arduino Uno sebagai kontrol utama, serta pengujian sistem terhadap berbagai skenario perubahan suhu. Sistem ini menggunakan sensor suhu (DHT22), Arduino Uno sebagai pengendali, dan inverter untuk mengatur putaran kompresor secara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan suhu pada setpoint dengan deviasi maksimum ±1°C dan menurunkan frekuensi short cycling dibanding sistem konvensional. Selain itu, sistem juga menunjukkan efisiensi energi yang lebih baik dengan operasi kompresor yang lebih stabil. Penggunaan Arduino Uno dengan inverter sebagai sistem kontrol pada CHU terbukti dapat meningkatkan kinerja dan keandalan unit secara signifikan.
Rancang Bangun Sistem Pengendalian Suhu dan Level Air Menggunakan Ratio Controller dan Fuzzy Logic Sahib, Muammar Fathurrahman; Mulyono, Nanang; Putra, Febi Ariefka Septian
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6647

Abstract

Pengendalian suhu dan level air sangat penting dalam menjaga kualitas produk pada proses industri, Penelitian ini merancang dan mengimplementasi sistem pengendalian suhu dan level air otomatis pada sistem pengkondisi air Multi-Input Multi-Output (MIMO). Pengendali yang digunakan yaitu berbasis Raspberry Pi Pico dengan metode fuzzy logic dan ratio controller. Kombinasi metode fuzzy logic dan ratio controller berhasil mengendalikan temperatur dengan overshoot kurang dari 10%, rise time kurang dari 2 menit, settling time kurang dari 5 menit, dan steady-state error kurang dari 5%.
Performa Mini Air Cooled Chiller Berdasarkan Variasi Campuran Air dan Ethylene Glycol Sebagai Refrigeran Sekunder Yuliantini; Apip Badarudin; Luga Martin Simbolon
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6648

Abstract

Mini Air Cooled Chiller merupakan hasil modifikasi outdoor unit AC Split yang dikombinasikan dengan evaporator berupa shell and helic coil yang digunakan untuk menurunkan refrigeran sekunder yang dapat diganti dengan campuran air dan ethylene glycol. Perbedaan karakteristik air dan ethylene glycol akan mempengaruhi performa dari sistem. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perfoma sistem berdasarkan variasi campuran air dan ethylene glycol dengan rasio 90%:10%, 80%:20%, dan 70%:30% pada sistem mini air cooled chiller dengan R22. Pengambilan data dilakukan setiap 5 menit selama 180 menit dan ketika sistem mengalami cut in – cut off. Hasil pengujian diperoleh chilling time tercepat ketika menggunakan variasi campuran 70%:30% selama 43 menit dan terlama pada variasi 90%:10% selama 46 menit. Performa sistem yang dihasilkan berupa COPa, COPC, dan efisiensi sistem tertinggi pada varasi 80%:20% yaitu 3,88, 5,08, dan 76,26%. Selain itu, kapasitas pendinginan heat exchanger tertinggi pada variasi 80%:20% sebesar 1,1498 kW dengan konsumsi energi listrik terendah pada variasi 80%:20% sebesar 0,0898 kWh.
Analisis Jumlah Partikel Akibat Variasi Pengaturan Debit Udara Pada Cleanroom Class ISO 9 Desvina Nachrisya Nainggolan; Sumeru; Parisya Premiera Rosulindo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6649

Abstract

Cleanroom berperan penting dalam menjaga kebersihan udara guna menjamin kualitas dan keamanan produk, khususnya pada industri kosmetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi pengaturan debit udara terhadap jumlah partikel pada cleanroom class ISO 9. Pengujian dilakukan dengan mengatur Variable Speed Drive (VSD) pada frekuensi 30 Hz, 40 Hz, dan 50 Hz. Parameter yang diukur meliputi jumlah partikel, airflow, dan temperatur ruangan menggunakan particle counter, accubalance air capture hood dan thermohygro, mengacu pada standar ISO dan CPOB. Hasil menunjukkan peningkatan frekuensi VSD menurunkan jumlah artikel udara dan temperatur ruangan serta meningkatkan Air Change per Hour (ACH). Pada frekuensi 50 Hz, ACH mencapai 7,6 kali/jam dengan jumlah partikel terendah disbanding frekuensi lainnya, meskipun biaya listrik harian tertinggi (Rp. 43.000/hari). Berdasarkan hasil tersebut, pengaturan VSD pada 50 Hz direkomendasikan untuk menjaga kualitas udara cleanroom karena memenuhi standar ISO dan CPOB, meskipun memerlukan biaya energi lebih besar.
Prediksi dan Pengendalian Getaran Akibat Peledakan Menggunakan Analisis Regresi Scale Distance pada Tambang Terbuka Wulandari, Septi; Bellico, Muhammad Fadil
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6650

Abstract

Aktivitas peledakan di tambang terbuka berpotensi menghasilkan getaran tanah yang dapat memengaruhi kestabilan dan keamanan struktur di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran getaran tanah (Peak Particle Velocity/PPV) yang dihasilkan dari aktivitas peledakan di area Pit Selatan dengan titik pengukuran utama pada area workshop PT. X, serta menyusun estimasi maksimal isian bahan peledak per waktu tunda (delay) dengan target PPV < 3 mm/s pada jarak hingga 500 meter. Metodologi yang digunakan adalah analisis regresi jarak terskala (scale distance regression analysis) berdasarkan data hasil pengukuran PPV dari lima kegiatan peledakan yang dilakukan menggunakan bahan peledak ANFO. Hasil pengukuran menunjukkan variasi PPV yang dipengaruhi oleh jarak dan jumlah muatan bahan peledak per delay. Analisis regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,994, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai scale distance dan PPV. Berdasarkan hasil tersebut, disusun estimasi maksimal muatan bahan peledak per delay pada berbagai jarak, mulai dari 1,29 kg pada jarak 100 meter hingga 32,36 kg pada jarak 500 meter. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengendalian getaran peledakan dan perbaikan desain peledakan di Pit Selatan agar aman terhadap struktur bangunan di sekitarnya.
Perbandingan Kinerja Trainer Unit Instalasi Sistem Refrigerasi Menggunakan TXV dan pipa kapiler Pada Refrigeran R134a dan R600a Amalia Nur Fadhillah; Rizki Muliawan; A.P. Edi Sukamto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6651

Abstract

Alat ekspansi memiliki peran krusial dalam menurunkan tekanan dan temperatur refrigeran secara adiabatik serta mengatur jumlah refrigeran yang masuk ke evaporator. Setiap jenis refrigeran seperti R134a dan R600a memiliki perbedaan tekanan kerja dan sifat termodinamika yang memengaruhi kebutuhan massa refrigeran ke evaporator. Oleh karena itu, pemilihan jenis alat ekspansi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing refrigeran agar proses ekspansi dapat berlangsung optimal dan distribusi refrigeran ke evaporator sesuai kebutuhan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja Unit Instalasi Sistem Refrigerasi berdasarkan jenis alat ekspansi dan refrigeran. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan pengumpulan data saat sistem mencapai kestabilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi pipa kapiler dengan R600a memberikan kinerja terbaik dengan COP aktual tertinggi sebesar 3,20, efisiensi sistem 72%. Maka dari itu, pipa kapiler lebih cocok untuk refrigeran R600a karena karakteristik tekanan rendah dan aliran yang stabil, sementara TXV lebih sesuai digunakan dengan R134a.
Pengaruh Aktivitas Memasak Terhadap Konsentrasi PM10 dan PM2.5 di Dapur dengan dan Tanpa Ventilasi Risma Hilda Febiana; Luga Martin Simbolon; Sugiyarto; Aindri Yuliane
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6652

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan, khususnya dapur sangat penting karena berpengaurh terhadap kesehatan penghuni. Aktivitas memasak dapat menghasilkan partikel halus PM2,5 dan PM10 yang dapat berisiko bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada dapur dengan dan tanpa ventilasi dan membandingkan dengan standar baku mutu udara. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat Particulate Counter HT-9600 dan Anemometer LM-8000A pada tiga kondisi waktu: sebelum, saat dan sesudah memasak. Hasil menunjukkan bahwa pada dapur tanpa ventilasi PM10 meningkat pada pagi hari dari 32 µg/m³ menjadi 222 µg/m³, dan PM2,5 meningkat hingga 210 µg/m³ saat memasak. Sebaliknya, pada dapur dengan ventilasi kenaikan konsentrasi tidak mengalami kenaikan yang terlalu tinggi. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan PP No. 22 Tahun 2021, dapur tanpa ventilasi masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”, sedangkan dapur berventilasi berada dalam kategori lebih aman. Ventilasi terbukti efektif dalam menurunkan konsentrasi partikel dan mengurangi risiko polusi udara di dapur.
Rancang Bangun Miniatur Hvac Berbasis Pid Cascade Menggunakan Mikroprosessor Makarim, Labib Arga; Putra, Febi Ariefka Septian; Pratama, Giga Verian
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6653

Abstract

Sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) digunakan untuk mengatur suhu dan kelembapan demi menciptakan kenyamaan termal dalam ruangan. Pada penelitian ini, dirancang dibangun sebuah Miniatur HVAC skala kecil menggunakan algoritma kendali PID Cascade yang dijalankan pada Raspberry pi 4. PID Cascade dipilih untuk meningkatkan performa sistem dalam merespons gangguan dan perubahan beban termal, dibandingkan kontrol PID tunggal. Pengujian dilakukan untuk membandingkan dua metode tuning PID, yaitu Ziegler-Nichols 1 dan trial and error. Hasil menunjukkan bahwa metode trial and error memberikan respon sistem yang lebih cepat, stabil, dan akurat, dengan error steady-state 0,83%, tanpa overshoot, serta waktu rise dan settling yang memenuhi target performa. Miniatur ini menunjukkan potensi sebagai solusi efisien untuk pengendalian HVAC skala menengah dengan dua variabel fisik yang saling terkait.
Rancang Bangun Sistem Otomatisasi Instalasi Daya dan Penerangan untuk Rumah Tinggal Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) OMRON CP1E-E20DR-A Hikmat, Yudi Prana; Tohir, Toto; Ayu, Aninda Framesti Ratna
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6654

Abstract

Perkembangan teknologi otomatisasi rumah tinggal berbasis Programmable Logic Controller (PLC) telah menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan keamanan dalam pengoprasian instalasi listrik. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem otomatisasi instalasi daya dan penerangan rumah tinggal berbasis PLC Omron CP1E-E20DR- A dengan pengembangan dan kolaborasi antara modul praktikum mata kuliah Praktikum Instalasi Penerangan dengan Praktikum Pemograman PLC di Program Studi Diploma Tiga Teknik Listrik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung. PLC Omron CP1E-E20DR-A dipilih karena kemudahan dalam pemrograman. Metode pelaksanaan meliputi perancangan hardware dan software pemrograman PLC, serta pengujian kinerja sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengontrol perangkat listrik seperti lampu dan pompa air, serta memberikan keunggulan dalam efisiensi energi, kemudahan perawatan, dan keamanan dibandingkan sistem konvensional.
Kaji Eksperimental Retrofitting R22 Menjadi R290 Berdasarkan Variasi Massa Pengisian R290 Terhadap Kinerja Mini Brine Chiller Dini Hayatun Nufus; Apip Badarudin; Luga Martin Simbolon
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6655

Abstract

Penggunaan refrigeran R22 telah digunakan sejak dahulu sebagai fluida kerja pada sistem refrigerasi kompresi uap. Refrigeran R22 merupakan refrigeran jenis HCFC yang dapat merusak lapisan ozon karena memiliki zat klorin yang berpotensi pemanasan global yang tinggi. Oleh karena itu, salah satu refrigeran alternatif untuk menggantikannya yaitu R290, karena memiliki tekanan kerja yang sebanding dengan R22. Refrigeran R290 merupakan jenis refrigeran HC murni/alami yang ramah lingkungan serta memiliki nilai ODP 0 (nol) dan GWP yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mini brine chiller setelah pergantian refrigeran R22 menjadi R290 berdasarkan variasi massa pengisian R290 sebesar 90%, 100%, dan 110% untuk mengetahui pengaruhnya terhadap COP, efisiensi, serta kapasitas pendinginan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, COPactual dengan nilai tertinggi yaitu pada saat menggunakan R290 variasi 90% sebesar 4,6 dengan efisiensi sistem 80,7%. Sedangkan untuk kapasitas pendinginan tertinggi yaitu pada saat menggunakan R22 yaitu sebesar 2,5 kW. Namun jika dibandingkan dengan R290, kapasitas pendinginan yang lebih mendekati dengan R22 yaitu pada saat menggunakan R290 variasi 90% sebesar 2,1 kW. Selain itu, konsumsi energi listrik yang dihasilkan saat menggunakan R290 variasi 90% memiliki nilai yang lebih rendah sebesar 0,827 kWh, sehingga R290 variasi 90% lebih efisien dan lebih menghemat energi listrik.