cover
Contact Name
Wulandari
Contact Email
wulandari@unimal.ac.id
Phone
+6285207897162
Journal Mail Official
jurnaljpmm@unimal.ac.id
Editorial Address
Komplek Kampus Universitas Malikussaleh Jalan Cot Tgk Nie, Releut Kecamatan Muara Batu Aceh Utara
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
ISSN : -     EISSN : 27988791     DOI : https://doi.org/10.29103/jpmm.v2i1.7291
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh focuses on the publication of the result of scientific research to the field of mathematics education. The aim of this journal is to publish high quality research in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational development, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action, research, etc.
Articles 163 Documents
Pengembangan Soal HOTS Berbasis Konteks Lokal untuk Mendukung Literasi Matematik dan Deep Learning Martin Suhendra; Dinda Filzah Nasyanovariani
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.27800

Abstract

Ketersediaan soal matematika berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang mengintegrasikan konteks lokal masih terbatas, padahal penggunaan konteks yang dekat dengan kehidupan peserta didik penting untuk mendukung pembelajaran yang bermakna serta meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Di Kalimantan Selatan, lingkungan lahan basah merupakan karakteristik lokal yang mewarnai aktivitas masyarakat, seperti pasar terapung, transportasi sungai, dan kawasan wisata sungai, sehingga berpotensi dijadikan konteks autentik dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan soal matematika berbasis HOTS dengan konteks lahan basah pada materi bentuk aljabar kelas VII SMP yang valid. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model formative evaluation Tessmer melalui tahap preliminary, self evaluation, dan expert review. Produk yang dikembangkan terdiri atas tiga soal uraian HOTS pada level kognitif C4 (analyzing), C5 (evaluating), dan C6 (creating). Data diperoleh melalui lembar validasi ahli dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal HOTS berbasis konteks lahan basah memperoleh rata-rata skor validitas sebesar 3,76 dengan kategori valid berdasarkan aspek konten, konstruk, dan bahasa. Konteks yang digunakan meliputi Pasar Terapung, kelotok, dan Pulau Kembang yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Soal yang dikembangkan mendukung pembelajaran kontekstual, penguatan literasi matematika, serta pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan pendekatan deep learning. Dengan demikian, soal HOTS berbasis konteks lahan basah layak digunakan sebagai alternatif instrumen evaluasi pembelajaran matematika di SMP.
Pengembangan Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Augmented Reality Berbantuan Assemblr Edu Untuk Meningkatkan Kemampuan Spasial Putra Paulus Glenn Niel Sinurat; Muliawan Firdaus
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.27913

Abstract

Rendahnya kemampuan spasial siswa SMP sebagaimana terlihat dari tes diagnostik yang menunjukkan 56,3% siswa berkategori rendah menjadi kendala utama dalam memahami konsep geometri bangun ruang sisi datar. Sementara media pembelajaran yang tersedia di sekolah masih bersifat konvensional dan belum mampu menjembatani visualisasi objek tiga dimensi secara optimal. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran matematika berbasis Augmented Reality (AR) berbantuan Assemblr Edu pada materi bangun ruang sisi datar yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan spasial siswa kelas VIII SMP. Pendekatan yang digunakan ialah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, melibatkan 32 siswa kelas VIII-A SMP Negeri 23 Medan sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta soal pretes dan postes kemampuan spasial, yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dihasilkan tergolong sangat valid, ditandai dengan skor validasi media 91,11%, validasi materi 85,45%, dan validasi modul ajar 95,23%. Dari dimensi kepraktisan, tanggapan guru mencapai 98% dan siswa sebesar 83,68%, keduanya masuk dalam kategori sangat praktis. Keefektifan media diuji melalui ketuntasan belajar klasikal dan N-Gain; rata-rata skor kemampuan spasial siswa mengalami peningkatan dari 12,25 di tahap pretes menjadi 75,38 di tahap posttes dengan rata-rata N-Gain 0,72 yang terklasifikasi tinggi, meskipun ketuntasan belajar klasikal yang dicapai sebesar 65,62% belum memenuhi standar minimal 85%. Kesimpulannya, media pembelajaran berbasis AR berbantuan Assemblr Edu ini dinyatakan layak dan berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan spasial siswa, meskipun perlu penyempurnaan lebih lanjut untuk mencapai ketuntasan klasikal yang ditetapkan.
Perbandingan Model Realistic Mathematics Education Dengan Student Teams Achievement Divisions Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Shinta Wardani; Mutia Fonna; Haves Qausar
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.27997

Abstract

Pemahaman konsep matematis merupakan kemampuan dasar yang penting karena membantu siswa memahami makna konsep, memilih prosedur yang tepat, dan menyelesaikan masalah matematika secara lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Student Teams Achievement Divisions (STAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu tipe nonequivalent pretest-posttest group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas X IPAS 2 sebagai kelas eksperimen I yang memperoleh pembelajaran RME dan kelas X IPAS 4 sebagai kelas eksperimen II yang memperoleh pembelajaran STAD. Data dikumpulkan melalui tes uraian yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan N-Gain, uji normalitas, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas RME sebesar 0,82, sedangkan kelas STAD sebesar 0,74. Uji Mann-Whitney memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05. Dengan demikian, peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang memperoleh pembelajaran RME lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran STAD pada materi persamaan kuadrat. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang sesuai untuk memperkuat pemahaman konsep matematis siswa.
Pengaruh Model Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) Berbantuan Aplikasi Cabri 3D Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Anis Fauzia; Yeni Listiana MPd; Haves Qausar; Mutia Fonna; Nur Elisyah
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.28001

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai serta keterbatasan media pembelajaran dalam memvisualisasikan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring (REACT) berbantuan aplikasi Cabri 3D terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Dewantara, sedangkan sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Kelas VIII-A ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh melalui tes awal (pretest), tes akhir (posttest), serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model REACT berbantuan aplikasi Cabri 3D telah terlaksana sesuai tahapan pembelajaran dengan kategori sangat baik. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-Test. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kelas kontrol  dan kelas eksperimen  berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji homogenitas memperoleh nilai signifikansi sebesar  yang menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki varians yang homogen. Pengujian hipotesis menggunakan Independent Samples t-Test menghasilkan nilai signifikansi sebesar . Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model REACT berbantuan aplikasi Cabri 3D berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai serta keterbatasan media pembelajaran dalam memvisualisasikan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring (REACT) berbantuan aplikasi Cabri 3D terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Dewantara, sedangkan sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling. Kelas VIII-A ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh melalui tes awal (pretest), tes akhir (posttest), serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model REACT berbantuan aplikasi Cabri 3D telah terlaksana sesuai tahapan pembelajaran dengan kategori sangat baik. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-Test. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kelas kontrol  dan kelas eksperimen  berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji homogenitas memperoleh nilai signifikansi sebesar  yang menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki varians yang homogen. Pengujian hipotesis menggunakan Independent Samples t-Test menghasilkan nilai signifikansi sebesar . Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model REACT berbantuan aplikasi Cabri 3D berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
Tinjauan Dan Evaluasi Implementasi Total Quality Management Dalam Pembelajaran Di MTSN 1 Aceh Utara Risma Wahyuni; Ulfanur; Agus Salim Salabi
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.26378

Abstract

Penerapan Total Quality Management (TQM) dalam pembelajaran di MTsN 1 Aceh Utara masih menghadapi kesenjangan antara teori dan praktik, sehingga perlu dikaji secara empiris untuk memastikan dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi implementasi TQM dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan tenaga kependidikan, observasi proses pembelajaran, serta analisis dokumen kebijakan sekolah. Subtema pertama membahas implementasi TQM dalam pembelajaran, yang mencakup perencanaan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran berbasis mutu, dan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan. Subtema kedua mengevaluasi efektivitas penerapan TQM dengan menganalisis dampaknya terhadap kualitas pembelajaran, kepuasan peserta didik, dan pencapaian standar mutu pendidikan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTsN 1 Aceh Utara telah menerapkan prinsip-prinsip TQM, seperti fokus pada pelanggan (siswa), perbaikan berkelanjutan, dan keterlibatan seluruh stakeholder, meskipun masih terdapat kendala dalam konsistensi evaluasi dan optimalisasi sumber daya. Studi ini merekomendasikan penguatan sistem monitoring dan peningkatan partisipasi aktif masyarakat untuk memaksimalkan efektivitas TQM di masa mendatang.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Negeri 4 Dewantara Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Risnadia; Hayatun Nufus; Yulia Zahara; Mutia Fonna; Fitri Ayuningtiyas
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.26638

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran matematika, terutama pada implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP Negeri 4 Dewantara pada implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 4 Dewantara dengan fokus pada materi aljabar. Instrumen tes disusun berdasarkan indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis, observasi, dan wawancara Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berada pada kategori tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan kemampuan tinggi mampu memenuhi keempat indikator pemecahan masalah secara lengkap. Siswa dengan kemampuan sedang mampu memahami masalah dan melaksanakan penyelesaian, akan tetapi belum konsisten dalam melakukan pemeriksaan kembali. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah hanya mampu memenuhi indikator memahami masalah dan merencanakan penyelesaian secara terbatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan pemecahan masalah, masih diperlukan pembiasaan dan pendampingan agar siswa mampu menjalankan seluruh tahapan pemecahan masalah secara optimal.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Kontekstual Peluang Menggunakan Taksonomi Solo Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMK NU 1 Kedungpring Selvi Aulia; Zaenal Arifin; Arezqi Tunggal Asmana
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.28100

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa karena membantu siswa memahami permasalahan, menyusun strategi penyelesaian, menerapkan konsep matematika secara tepat, serta mengevaluasi solusi yang diperoleh dalam menyelesaikan soal kontekstual. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih tergolong rendah, sehingga diperlukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan tersebut berdasarkan Taksonomi SOLO dan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal kontekstual materi peluang menggunakan Taksonomi SOLO berdasarkan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah tiga siswa kelas X SMK NU 1 Kedungpring yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mewakili kategori kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui angket kemandirian belajar, tes kemampuan pemecahan masalah matematis, dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis pada tingkat relasional hingga extended abstract, siswa dengan kemandirian belajar sedang berada pada tingkat multistruktural, sedangkan siswa dengan kemandirian belajar rendah cenderung berada pada tingkat prastruktural hingga unistruktural. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sesuai dengan karakteristik kemandirian belajar siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Komatika Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Ayu Riska; Wulandari; Fitri Ayu Ningtiyas
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i1.25651

Abstract

Media pembelajaran menjadi unsur penting yang mendukung kualitas interaksi belajar mengajar. Salah satu masalah yang menurunkan keinginan siswa untuk belajar dan akibatnya menurunkan kemampuan berpikir kritis mereka dalam matematika adalah kurangnya pemanfaatan media pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajaran komik komatika serta sejauh mana kemampuan berpikir kritis matematika siswa telah meningkat sebagai hasil dari penggunaan bahan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan R&D dengan model pengembangan ADDIE sebagai metodologi penelitiannya. Siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Kuta Makmur dijadikan sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, angket, dan asesmen kemampuan berpikir kritis matematika siswa sebagai metode pengumpulan data. angket ahli media, angket ahli materi, angket respons siswa, dan penilaian kemampuan berpikir kritis matematika siswa digunakan sebagai alat pengumpulan data penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media komik komatika memenuhi persyaratan dan dianggap sesuai untuk penggunaan pendidikan. Media komik komatika memperoleh skor 77,5% untuk keefektifan, 85,82% untuk kevalidan, dan 85,78% untuk kepraktisan. Setelah menggunakan media pembelajaran komik komatika, kemampuan berpikir kritis siswa juga meningkat, sebagaimana dibuktikan oleh nilai n-gain sebesar 0,655. Berdasarkan definisi ini, hasil media pembelajaran komik komatika dianggap sesuai untuk penggunaan pendidikan dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa.
Pengaruh Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTs Darul Hikam Seputih Banyak Annisa Ulfadhilah; Iskandar; Astri Setyawati
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i1.25910

Abstract

Penelitian ini penting dilaksanakan karena masih banyak siswa yang memperoleh hasil belajar matematika di bawah harapan dan rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTs Darul Hikam Seputih Banyak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Ex Post Facto. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Mts Darul Hikam Seputih Banyak dengan jumlah keseluruhan 65 siswa yang terbagi dalam 3 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang terbagi dalam 3 kelas yang diambil secara random sampling (teknik acak). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket) dan soal tes. Instrument yang digunakan adalah lembar angket dan lembar soal tes. Prosedur penelitian ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji linearitas, dan analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini diharapkan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi guru untuk mengembangkan strategi, metode, dan media pembelajaran yang lebih menarik sehingga mampu meningkatkan minat belajar siswa. Hasil penelitian mengukapkan bahwa dari analisis inferensial terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII Mts Darul Hikam Seputih Banyak. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis uji regresi linier sederhana diperoleh  = 27,144 + 0,395X, di dapat nilai r2 sebesar 0,959 yang menandakan bahwa faktor minat belajar siswa memberikan pengaruh atau kontribusi terhadap hasil belajar matematika sebesar 95%, dari hasil uji signifikan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 dimana nilai signifikan < 0,05 ( 0,001 < 0,05 ), maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII Mts Darul Hikam Seputih Banyak.
Pengembangan Modul Berbasis Problem Based-Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dan Self Efficacy Siswa Fiqri Subhan; Glory Indira Diana Purba
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.28345

Abstract

Abstrak Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis dan self efficacy siswa menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan efektivitas modul pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi peluang dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-A UPT SMP Negeri 37 Medan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket kepraktisan, angket respon siswa, angket self efficacy, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis persentase, dan uji Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan tergolong sangat valid dengan skor rata-rata 4,30 dari ahli materi dan 4,46 dari ahli media, sangat praktis berdasarkan respon guru sebesar 83,75% dan respon siswa sebesar 87,54%, serta efektif ditunjukkan oleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 93,75%, respon positif siswa sebesar 91,56%, peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan nilai N-Gain 0,86 (kategori tinggi), dan peningkatan self-efficacy dengan nilai N-Gain 0,74 (kategori tinggi). Hasil penelitian ini memberikan kontribusi berupa alternatif bahan ajar yang efektif untuk mendukung pembelajaran matematika yang berpusat pada siswa serta meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self efficacy siswa.