cover
Contact Name
Kadek Adi Indra Brata
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ikawahyuni@gmail.com
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Warmadewa, Program Studi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Jalan Terompong no 24, Denpasar, Bali-Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Daya
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 27760863     EISSN : 27762548     DOI : https://doi.org/10.22225/jad
Core Subject : Engineering,
ABDI DAYA (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan) merupakan jurnal IPTEK Infrastruktur dan Perencanaan Wilayah yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Magister Infrastruktur dan Teknik Lingkungan, Universitas Warmadewa. MRIL merupakan program studi terbaru program pascasarjana di Universitas Warmadewa dengan konsentrasi pada sanitasi dan air bersih, infrastruktur dan material mutakhir, serta mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir. Sehingga konsentrasi inilah yang menjadi ruang lingkup jurnal ini.
Articles 84 Documents
Perencanaan SPAM Mata Air Dedari Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Masyarakat Desa Sibetan Candrayana, Kadek Windy; AA Sagung Dewi Rahadiani; Ni Wayan Nurwarsih
Jurnal Abdi Daya 46-54
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.1.2025.46-54

Abstract

This community service activity was carried out to support Sibetan Village, particularly Banjar Telaga, which is still facing limited access to clean water. The potential to meet clean water demand comes from the Dedari Spring, with a discharge of 1.5 liters/second, which is considered sufficient to serve 50 households at present and for the next 15 years. However, the spring is located below a cliff with an elevation difference of 107.78 meters from the reservoir point, thus requiring pumping technology for distribution. The methods used included field surveys, discharge measurements, water demand analysis, and the technical design of a Drinking Water Supply System (SPAM). The design process was carried out using hydraulic simulations with WaterCAD software to determine pump capacity, reservoir dimensions, and pipeline networks. Student involvement in mapping and analysis also provided academic value and practical experience in applying their knowledge. The results of the activity include a SPAM design equipped with a pump of 120-meter head, a discharge of 1 liter/second, a reservoir capacity of 30 m³, and a pipeline network of 1,686 meters. The network pressure meets the required standards, and the design is complemented with detailed drawings and a cost estimate of IDR 447,628,512.62. This design is expected to improve clean water access, support funding proposals, and align with the SDGs target of providing clean water and proper sanitation.
Peringatan Dini Terhadap Ancaman Banjir dan Longsor di Dusun Dukuh, Kintamani I Nengah Sinarta; Mahabojana, Kadek AGus; Kusuma Wiranata, I Made
Jurnal Abdi Daya 38-45
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.1.2025.38-45

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Dusun Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kecamatan Kintamani, dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman banjir bandang dan longsor. Wilayah ini sangat rentan terhadap bencana akibat kondisi geologi vulkanik, lereng terjal, serta intensitas hujan yang tinggi. Sebagai Dusun yang rawan bencana, dan sudah terbentuknya tim siaga bencana, perlu tetap dilakukan edukasi dan pemahaman teknologi peringatan dini sehingga kesiapsiagaan tetap berkelanjutan.Edukasi kesiapsiagaan dan Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat, dilanjutkan dengan pemasangan alat Early Warning System (EWS) berbasis Internet of Things yang menunjukkan kondisi cuaca yang salah-satunya Adalah intensitas curah hujan. EWS di setting pada intensitas hujan 80 mm/jam dan 210 mm/jam dalam waktu 3 jam, untuk memberikan peringatan dini melalui bunyi dan notifikasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 70 meningkat menjadi 90 pada post-test, yang menandakan adanya peningkatan kesadaran terhadap potensi bencana dan prosedur evakuasi.Dampak kegiatan menunjukkan kesiapan Tim Siaga Bencana, serta kebermanfaatan nyata dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material. Ke depan, tim PKM merencanakan pengembangan prototipe sensor pergerakan lereng untuk memperkuat sistem peringatan dini yang telah terpasang. Dengan demikian, program ini menjadi model mitigasi yang dapat direplikasi di wilayah rawan bencana serupa.
Perkiraan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Penataan Bangunan Utama Beji Telaga Tista Triswandana, Erick; Nyoman, Ratih Prabandari; I Gde, Surya Nanta Indra; I Gede, Nanda Arinata
Jurnal Abdi Daya 19-26
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.1.2025.19-26

Abstract

Pura Telaga Tista di Desa Adat Sibetan, Karangasem, Bali, merupakan situs suci yang memiliki nilai spiritual dan budaya tinggi bagi masyarakat Hindu Bali. Beji Telaga Tista, sebagai area pemandian tradisional yang berada di timur pura, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata rohani dan budaya. Namun, kondisi fisik yang kurang tertata dan minimnya fasilitas pendukung menyebabkan penurunan fungsi dan kenyamanan bagi pengunjung. Studi ini bertujuan untuk merumuskan desain penataan bangunan utama Beji Telaga Tista melalui pendekatan konservasi berbasis kearifan lokal, serta menyusun dokumen teknis berupa RAB, time schedule, dan metode pelaksanaan. Kegiatan diawali dengan site visit, survei eksisting menggunakan teknologi total station, RTK, dan drone, serta analisis SWOT untuk menentukan strategi pelaksanaan berbasis swadaya masyarakat. Desain penataan mencakup pemisahan gender di area pemandian, pengaturan koridor dan mobilitas pengunjung, serta optimalisasi pencahayaan dan estetika bangunan. Work Breakdown Structure dibagi ke dalam delapan area kerja dengan durasi total 69 hari kerja, menggunakan kombinasi tenaga kerja terampil dan tidak terampil, dengan penjadwalan berbasis metode Precedence Diagram Method (PDM) untuk efisiensi waktu dan sumberdaya. Analisis biaya menunjukkan total anggaran sebesar Rp 214.867.715,00, dengan alokasi terbesar pada penataan koridor pemandian (24,03%) karena kondisi eksisting yang tidak layak. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, privasi, dan nilai spiritual kawasan Beji Telaga Tista. Disarankan agar pelaksanaan pekerjaan melibatkan tenaga lokal dan memperhatikan batasan area suci sesuai awig-awig setempat, guna menjaga keberlanjutan dan integritas budaya dalam proses revitalisasi kawasan.
Pengembangan Ekowisata Berbasis Hutan Desa Lebih dengan Konsep Tri Hita Karana untuk Mendukung Keberlanjutan Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi Wijaya, I Kadek Merta; Mustika, Ni Wayan Meidayanti; Jawat, I Wayan; Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman
Jurnal Abdi Daya 27-38
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.1.2025.27-38

Abstract

Hutan Desa Lebih merupakan kawasan seluas 3 hektar yang direboisasi dengan pohon mahoni pada tahun 2014 untuk mencegah erosi, mengingat posisinya berada di atas permukiman warga. Saat ini kawasan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya berfungsi sebagai ruang hijau dengan potensi terbatas. Permasalahan utama adalah rendahnya pemanfaatan hutan desa, padahal terdapat potensi sumber mata air suci di Pura Taman Beji serta aktivitas ekonomi masyarakat melalui UMKM kuliner berbasis hasil laut. Pengabdian ini bertujuan mengkaji potensi Hutan Desa Lebih untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata berbasis kearifan lokal dengan konsep Tri Hita Karana. Fokus utamanya adalah bagaimana pengembangan ekowisata dapat mendukung pelestarian lingkungan, meningkatkan ekonomi lokal, serta menjaga keharmonisan sosial budaya. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif-kualitatif dengan pendekatan analisis potensi sumber daya alam, sosial-ekonomi, serta kearifan lokal masyarakat. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola desa, serta kajian literatur terkait konsep ekowisata dan keberlanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan ekowisata dapat dilakukan melalui beberapa program: (1) jalur tracking dari desa menuju hutan; (2) lintasan ATV dan area istirahat; (3) fasilitas eco-glamping; (4) ruang komunal untuk kegiatan masyarakat; dan (5) tempat melukat di Pura Taman Beji. Pengembangan ini mendukung keberlanjutan dengan tiga pilar utama: pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM kuliner, dan penguatan nilai spiritual serta sosial budaya. Dengan demikian, Hutan Desa Lebih berpotensi menjadi destinasi ekowisata unggulan yang sejalan dengan visi-misi desa dan tujuan SDGs.