cover
Contact Name
Kadek Adi Indra Brata
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ikawahyuni@gmail.com
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Warmadewa, Program Studi Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan Jalan Terompong no 24, Denpasar, Bali-Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Abdi Daya
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 27760863     EISSN : 27762548     DOI : https://doi.org/10.22225/jad
Core Subject : Engineering,
ABDI DAYA (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan) merupakan jurnal IPTEK Infrastruktur dan Perencanaan Wilayah yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Magister Infrastruktur dan Teknik Lingkungan, Universitas Warmadewa. MRIL merupakan program studi terbaru program pascasarjana di Universitas Warmadewa dengan konsentrasi pada sanitasi dan air bersih, infrastruktur dan material mutakhir, serta mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir. Sehingga konsentrasi inilah yang menjadi ruang lingkup jurnal ini.
Articles 84 Documents
Pemberdayaan Masyarakat dalam Perlindungan Mata Air di Desa Adat Sibetan, Karangasem, Bali Candrayana, Kadek Windy
Jurnal Abdi Daya 41-49
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.41-49

Abstract

In addition to its benefits as a means of fulfilling water needs, springs in Bali Province also play a role in religious activities in Bali. Religious rituals that utilize springs as a means are melukat. Melukat is a self-cleansing ritual that is currently popular as religious tourism offered by several spring areas in Bali. Yeh Jepun Spring located in Sibetan Village is used as a source of clean water for the surrounding community. The condition of the spring is currently threatened by flooding that occurs in the river so spring protection is needed. This activity is carried out by designing protection and arrangement of springs to be able to provide added value to the spring area. The implementation of the activity begins with the implementation of a survey in the form of a topographic survey, discharge measurement survey, and water quality testing. The results of this activity are embankments surrounding the spring, spring boundaries and the arrangement of springs.
The Planning of Bill of Quantity for the Construction of the Sibetan Village Market Dharmastika, I Gusti Agung Gede Nodya
Jurnal Abdi Daya 50-58
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.50-58

Abstract

The village of Sibetan in Bebandem District, Karangasem Regency, has promising potential in the agricultural sector, one of which is the snakeskin fruit. Most of the villagers in Sibetan own snakeskin fruit fields, which serve as their main source of livelihood. The distribution of this snakeskin fruit can be done by selling it at the market. However, the Sibetan village market does not yet have adequate facilities, so planning documents are needed for its development. The Bill of Quantity (BOQ) is one of the documents required to realize the construction. In this activity, the BOQ for the Sibetan village market will be prepared using the design already owned by the village authorities. The unit price method will be used to prepare the RAB for the Sibetan village market. The results of the activity indicate that the construction of the Sibetan village market requires a budget of IDR 701,950,397. The prepared BOQ will later be used to draft funding proposals, serve as a basis for decision-making, contract drafting, and cost control during the construction implementation.
KESIAPSIAGAAN DAN PEMETAAN ALIRAN LONGSOR BAHAN ROMBAKAN (DEBRIS FLOW) I Nengah Sinarta; Gede Sumanjaya, A.A; Surya Kumara, I Made; Adi Bhaskara, I Made; Kusuma Wiranata, I Made
Jurnal Abdi Daya 1-11
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.2.2024.1-11

Abstract

Landslide events are natural phenomena where material on a slope adjusts to a new stability state. This process occurs when the load on the slope increases or its inclination becomes steeper, causing the material to slip along a critical failure plane. Such movements involve downward displacement of materials, which may include soil, rock, or artificial fill. Landslide disasters can be triggered by earthquakes or intense rainfall. On October 18, 2021, a magnitude 4.8 earthquake struck near Karangasem, Bali, at a depth of 10 km, leading to landslides that resulted in 2 fatalities and damage to 171 buildings in Bangli Regency. Areas at risk of landslides, such as Dusun Dukuh, require a disaster mitigation scheme to minimize losses in life and property. Currently, the disaster response team in Dusun Dukuh is underactive in public awareness and lacks understanding of maintaining the donated early warning system. The proposed solution involves strengthening the disaster response team through mapping debris flow-prone areas and improving evacuation methods and hazard recognition. The methodology includes two primary activities: identifying and mapping vulnerable settlements and conducting outreach and training on landslide signs and evacuation procedures. The findings highlight the need for comprehensive risk mapping and the development of a robust local volunteer network. Enhancing the disaster response team's capacity through modern technology and improved infrastructure has proven effective in increasing preparedness for debris flow events. With appropriate implementation strategies, risk mitigation in Dusun Dukuh can be more effective and responsive to future disaster threats
PERENCANAAN KEBUN PUSPA AMAN DESA SINGAPADU TENGAH, KABUPATEN GIANYAR, BALI Ida Ayu, Cri Vinantya Laksmi
Jurnal Abdi Daya 12-16
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.2.2024.12-16

Abstract

Desa Singapadu Tengah merupakan salah satu desa di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Desa Singapadu Tengah terdiri dari 5 (lima) banjar, yaitu Banjar Abasan, Banjar Kutri, Banjar Belaluan, Banjar Kutri dan Banjar Griya Kutri. Sebagian besar warga masyarakat desa mendapatkan penghasilan dari sektor wisata dan sektor pertanian. Dari sektor pertanian ini, Desa Singapadu Tengah memiliki sebuah kebun Desa yang dikelola oleh pemerintah Desa. Kebun Desa ini mempunyai nama “Puspa Aman” (Pusat Pangan Alami Mandiri Asri Nyaman), dimana Puspa Aman ini merupakan salah satu program pemerintah Kabupaten Gianyar yang berupaya untuk mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah ataupun lahan tidak produktif. Lahan tersebut dapat dikembangkan sebagai penghasil pangan dalam memperbaiki gizi keluarga, sehingga dimanfaatkan untuk menambah penghasilan. Berdasarkan hal tersebut, ada keinginan dari Pemerintah Desa untuk menata dan mengembangkan Puspa Aman agar dapat dikelola secara optimal, sehingga tim pengabdi melakukan perencanaan dan desain masterplan Puspa Aman sesuai dengan permintaan dari Desa.
PERENCANAAN PENATAAN DAN DESAIN BANGUNAN UNTUK FASILITAS KONSERVASI BERBASIS EKOWISATA MANGROVE DI LINGKUNGAN BANJAR BUALU, BENOA Satya Nugraha, Putu Gede Wahyu
Jurnal Abdi Daya 17-24
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.2.2024.17-24

Abstract

Artikel ini menguraikan proses perencanaan dan perancangan fasilitas konservasi mangrove berbasis ekowisata di Banjar Bualu, Benoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang teridentifikasi selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk kurangnya penataan kontur lahan, tidak adanya desain bangunan, dan keterbatasan keterampilan pembukuan keuangan di antara mitra lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan langsung, wawancara mendalam, dan perencanaan arsitektur selanjutnya, yang menghasilkan penyusunan rencana induk untuk fasilitas ekowisata. Hasil dari proyek ini diharapkan berdampak positif terhadap konservasi hutan mangrove, yang sangat penting bagi keberlanjutan ekosistem lokal dan ekonomi masyarakat sekitar. Keberhasilan pelaksanaan proyek ini juga akan memberikan peluang kerja dan prospek bisnis baru bagi penduduk setempat, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
PEMETAAN AREA PERSAWAHAN DENGAN PENDEKATAN GIS UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA ADAT SIBETAN, KARANGASEM BALI Putu Aryastana; I Wayan Gde Erick Triswandana; Made Mas Surya Wiguna; Putu Angga Bagus Setyawan; Tegar Wibawa
Jurnal Abdi Daya 33-41
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.2.2024.33-41

Abstract

The community service project in Subak Gantalan aimed to identify land use conditions and update the existing irrigation network scheme to support the development of eco-tourism based on natural beauty and education on Bali's traditional irrigation system. Based on the results of the inventory survey and digitization, it was found that land use in Subak Gantalan consists of 9.38% for buildings, 86.96% for rice fields and farming activities, and 3.66% for vegetation or gardens. The irrigation network scheme update aimed to assist farmers in efficiently managing water distribution, ensuring optimal water availability for crops, and supporting the sustainability of the agricultural system. The analysis of the mapping results and the updated irrigation network scheme revealed significant potential for eco-tourism development in this area. Several strategies have been identified to realize this potential, including strengthening supporting infrastructure such as constructing tourist paths and providing educational information for visitors. Additionally, involving the local community in managing tourism activities is a key factor in ensuring the sustainability of eco-tourism and ensuring that the local community feels economic benefits. With the right strategies, the development of eco-tourism in Subak Gantalan will not only support cultural and environmental preservation but also create new sustainable income sources for the local population. The results of this community service project demonstrate that Subak Gantalan has great potential to be developed as a sustainable, community-based eco-tourism destination.
POTENSI PORANG (TANAMAN KULA-KULA) SEBAGAI ALTERNATIF KEMAJUAN EKONOMI DI DESA BELATUNGAN purnamaadewi7_
Jurnal Abdi Daya 25-32
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.2.2024.25-32

Abstract

Tamanan porang atau tanaman Kula-Kula (Amorphophallus muelleri Blume) memiliki potensi yang tinggi untuk dibudidayakan karena permintaanya terus meningkat di pasar dunia. Porang adalah salah satu jenis tanaman iles-iles berumbi yang tumbuh di dalam hutan dengan sistem tumpang sari. Umbi tersebut berpotensi memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan dan dapat diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Desa Belatungan merupakan salah satu desa yang pernah membudidayakan porang. Hal ini didukung pula dengan topografi Desa Belatungan berupa pegunungan dengan tanah gembur berpasir sehingga sangat cocok untuk budidaya Porang. Namun sayangnya meskipun potensi hasil tani Porang begitu besar, terdapat penurunan penjualan porang pada tahun 2023 hingga 2024, akibatnya banyak porang yang terbuang dan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan utama dari diadakannya program ini adalah untuk meningkatkan aspek fungsional perhutanan sosial di Desa Belatungan oleh kelompok tani masyarakat Desa Belatungan, meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkenalkan Kula-Kula produksi Bali ke kancah regional hingga nasional. Metodologi Pengabdian Masyarakat melibatkan kombinasi pendekatan teori dan praktik. Masyarakat Desa Belatungan diberikan pemahaman sekaligus praktik mengenai budidaya porang, pengolahan porang menjadi bahan makanan, hingga pemasaran produk hasil olahan porang melalui sosialisasi, demonstrasi, sekaligus pelatihan dan pendampingan oleh Tim Pelaksana PPK Ormawa LPM Kertha Aksara. Hasil dari pengabdian ini terlihat pada peningkatan produktivitas, keterampilan, dan efisiensi masyarakat Desa Belatungan dalam membudidayakan, mengolah, hingga memasarkan porang dan hasil olahannya. Oleh karena itu, dengan adanya pengabdian ini maka perekonomian masyarakat Desa Belatungan pun dapat meningkat.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN JALAN SEBAGAI PENUNJANG WISATA DI DESA ADAT SIBETAN Pratiwi, Ni Made Widya; Anak Agung Rai Asmani K; GDE BAGUS ANDHIKA WICAKSANA
Jurnal Abdi Daya 41-49
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.2.2024.41-49

Abstract

Desa Adat Sibetan di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem memiliki potensi menjadi tempat wisata yang populer. Bukit Cemara yang berlokasi di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem merupakan obek wisata yang sedang dikembangkan. Mengusung konsep pengembangan Wisata Agro (agriculture tourism) menjadi acuan dalam pembangunan objek wisata ini. Hal yang menjadi permasalahan dari pengembangan objek wisata Bukit Cemara yaitu akses jalan yang masih berupa jalan tanah, yang membutuhkan upaya lebih untuk mencapai tujuan. Selain itu akses jalan juga mengalami kerusakan dan ketika hujan, banyak ada genangan yang membuat pengguna jalan menjadi tidak nyaman. Melalui kondisi ini solusi yang ditawarkan tim PKM yaitu adanya pendampingan dalam proses perencanaan jalan sebagai penunjang wisata di Desa Sibetan, khususnya di Bukit Cemara. Tahapan yang dilakukan pada kegiatan ini yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan, dilakukan diskusi dan koordinasi dengan perangkat desa agar mendapat arahan dan masukan sesuai dengan konsep pengembangan objek wisata Bukit Cemara. Tahap pelaksanaan yaitu pengukuran sampai mendapatkan gambaran kontur daerah sekitar.
Optimalisasi Limbah Ikan Bandeng Menjadi Pupuk Organik Cair (POC): Upaya Pemberdayaan dan Pengurangan Sampah Organik di Desa Jarangan Kabupaten Pasuruan Purnamasari, Retno Tri; Kurniadi, Mukhammad Irvan; Arifin, Ahmad Zainul; Hidayanto, Fajar
Jurnal Abdi Daya 1-8
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.1.2025.1-8

Abstract

Desa Jarangan, Kabupaten Pasuruan, sebagai sentra budidaya ikan bandeng menghasilkan limbah organik seperti jeroan, sisik, dan duri yang belum dimanfaatkan secara optimal. Solusi mudah pengelolaan limbah tersebut dengan dijadikan pupuk organik cair karena biaya murah dan manfaatnya baik untuk lingkungan, tanah dan budidaya tanaman, sehingga tujuan pengabdian ini untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah ikan bandeng menjadi POC melalui pemberdayaan ibu-ibu PKK. Pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan limbah ikan bandeng dengan penambahan molase dan EM4, serta pendampingan fermentasi selama 16–20 hari mengacu pada hasil penelitian sebelumnya. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah dari total 15 anggota PKK yang diundang, sebanyak 10 orang (66,7%) mengikuti kegiatan pelatihan dan praktik pembuatan POC. Walaupun kegiatan ini belum memasuki fase pengujian laboratorium maupun penerapan di lahan pertanian, pelatihan telah berlangsung secara efektif, ditandai dengan pemahaman peserta terhadap langkah-langkah dasar pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan limbah jeroan, sisik, dan duri ikan bandeng yang dikombinasikan dengan molase dan EM4. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis. Selain mengurangi pencemaran, program ini mendorong kemandirian ibu-ibu PKK dalam memproduksi POC yang berkualitas, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga
Edukasi Mitigasi Bencana Untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat di Desa Jimbaran Basoka, Ariyana
Jurnal Abdi Daya 9-18
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.1.2025.9-18

Abstract

Desa Jimbaran, yang terletak di bagian selatan Pulau Bali dan berbatasan langsung dengan Selat Bali serta Samudra Hindia, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Wilayah ini tidak hanya berpotensi terdampak tsunami, tetapi juga rawan gempa bumi akibat kedekatannya dengan zona pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Australia (megathrust). Kondisi tersebut menegaskan pentingnya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jimbaran mengenai potensi bencana dan langkah evakuasi yang tepat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung. Materi yang disampaikan meliputi potensi bencana di wilayah Bali selatan, prosedur mitigasi, serta strategi evakuasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pemberian kuesioner sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasil penilaian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Jimbaran mengenai kebencanaan sebesar 26.32%. Temuan ini menegaskan bahwa sosialisasi kebencanaan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah pesisir.