cover
Contact Name
Faradila Hasan
Contact Email
faradila.hasan@iain-manado.ac.id
Phone
+6285240355657
Journal Mail Official
faradila.hasan@iain-manado.ac.id
Editorial Address
http://ejournal.iain-manado.ac.id/index.php/SPECTRUM/about/editorialTeam
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies
ISSN : -     EISSN : 28280245     DOI : https://doi.org/10.30984/spectrum
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies is a Communication Media between gender and children (Gender in Religious Perspective; Gender Equality; Gender-Based Privileges; Gender Construct on Gender and Family; The Role of Educational Institution on Gender Socialization).
Articles 50 Documents
Analisa Gender pada Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Mengisyaratkan Isti’faf Sholihat, Novi Nur; Nursaufa, Syifa; Zulaiha, Eni
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i1.1199

Abstract

Penafsiran mufassir klasik yang bias gender tidak sedikit cenderung lebih menekan kepada satu gender saja. Seperti pada penafsiran terhadap ayat-ayat yang mengisyaratkan isti’faf. Mufassir bias gender menafsirkan isti’faf hanya bagi siapa saja yang belum mampu menikah untuk menjaga kesucian diri dari perkara-perkara yang haram saja. Karena dalam kenyataannya zina bisa terjadi kepada seseorang yang sudah dalam relasi perkawinan, dan bagi yang sudah menikah pun tetap diperintahkan untuk isti’faf. Tujuan penelitian ini mengungkap bagaimana dalam pandangan ulama tafsir bias gender dan pandangan ulama tafsir adil gender. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi pustaka (library research). Adapun hasil dan pembahasan pada penelitian ini adalah pada penafsiran tafsir bias gender yang mengisyaratkan isti’faf ini cenderung lebih menekan kepada perempuan, yang mana dalam menjaga aurat dan perilaku mereka. Dan memaknai isti’faf dengan bagi siapa saja yang belum mampu menikah untuk menjaga kesucian diri dari perkara-perkara yang haram saja. Namun, mufassir adil gender yang penulis merujuknya kepada Faqihuddin Abdul Kodir, ia menjelaskan bahwa yang seharusnya menjaga pandangan dan menjaga kemaluan itu laki-laki dan perempuan. Dan isti’faf itu tidak hanya diartikan menghindari zina, karena zina juga tetap bisa terjadi pada saat seseorang sudah dalam relasi perkawinan, dimana yang sudah menikah juga tetap diperintahkan untuk isti’faf. Isti’faf menurut Faqihuddin mengenai relasi akhlak terpuji (mahmudah) dan menjauhi akhlak yang tercela (madzmumah). Pendapat adil gender mencerminkan semangat tauhidullah dan menjadi salah satu tujuan dari maqshid syari’ah, yakni hifz an-Nasl.
Dinamika Emosi dan Strategi Koping Penyintas Pelecehan Siber di Era Digital Rofi'ah, Zulfa; Fikri, Sariatul
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i1.1236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika emosi dan strategi koping yang digunakan oleh seorang penyintas pelecehan siber akibat intimidasi dari mantan pasangan melalui akun-akun palsu di media sosial. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam, penelitian ini menggali pengalaman korban terkait perasaan, reaksi emosional, dan metode koping yang diterapkan untuk mengatasi tekanan psikologis yang dialaminya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban mengalami berbagai dampak emosional, seperti kecemasan, rasa malu, dan ketidakberdayaan, yang memengaruhi kesejahteraan psikologisnya. Strategi koping yang digunakan korban mencakup pendekatan berfokus pada emosi, seperti membatasi penggunaan media sosial, serta pendekatan berfokus pada masalah, termasuk upaya pelaporan pada platform dan pihak berwenang. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan sosial dan respon hukum yang cepat untuk mengurangi dampak psikologis pada penyintas pelecehan siber.
Cyber Sexual Harassment sebagai Bentuk Kekerasan Simbolik Gender di Media Sosial Shalihat, Deskia Firsatara; Husain, Abil Al; Sinaga, Kriswandi; Kasih, Aulia
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i1.1371

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menciptakan ruang sosial baru melalui media sosial, namun juga membuka celah bagi bentuk kekerasan berbasis gender yang semakin kompleks, salah satunya adalah cyber sexual harassment. Studi ini bertujuan untuk menguraikan cyber sexual harassment sebagai bentuk kekerasan simbolik berbasis gender dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan metode studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pelecehan seksual di dunia maya tidak hanya berdampak psikologis terhadap korban, tetapi juga melegitimasi struktur dominasi laki-laki atas perempuan melalui simbol, bahasa, dan norma yang dianggap wajar dalam interaksi digital. Fenomena ini mencerminkan kuatnya budaya patriarki yang tereproduksi di media sosial melalui komentar seksis, objektifikasi tubuh perempuan, dan normalisasi pelecehan sebagai hiburan atau candaan. Studi ini menekankan pentingnya pemahaman interdisipliner dan pendekatan holistik untuk membongkar dan mengatasi bentuk kekerasan simbolik ini secara sistemik, baik melalui edukasi, regulasi, maupun perubahan budaya digital.
Feminisme Islam: Pembaharuan Pemikiran tentang Gender dalam Perspektif Ajaran Al-Qur'an Rohmatallah, Syahru; Royani, Ahmad; Ayubi, Sholahuddin Al; Rosa, Andi
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i1.1380

Abstract

Feminisme Islam merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memahami dan menginterpretasikan kembali ajaran-ajaran dalam Islam mengenai isu-isu gender, dengan fokus pada kesetaraan dan keadilan. Pembaharuan pemikiran tentang gender dalam perspektif ajaran Al-Qur'an bertujuan untuk menyingkap makna hakiki dari teks-teks suci yang seringkali diinterpretasikan secara patriarkal. Dalam konteks ini, Al-Qur'an dihadirkan sebagai sumber yang dapat memfasilitasi pemahaman lebih mendalam terkait posisi perempuan dalam Islam, yang tidak hanya terbatas pada aspek sosial dan hukum, tetapi juga spiritual. Melalui pendekatan tafsir kontekstual dan historis, pemikiran feminisme Islam berusaha untuk mengurai konsep kesetaraan gender dengan menekankan pada hak dan kewajiban yang adil, serta menyoroti kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Pembaharuan ini memberikan peluang untuk meredefinisi peran perempuan dalam masyarakat Muslim, menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber yang tidak hanya relevan, tetapi juga progresif dalam menghadapi tantangan zaman. Sehingga, gerakan feminisme Islam berupaya menghapuskan ketidakadilan berbasis gender yang masih berlangsung, sembari menegaskan bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin, membawa pesan kesetaraan bagi seluruh umat manusia, baik pria maupun wanita.
Child Sexual Abuse from a Neurocriminological Perspective: A Multidisciplinary Analysis Konoras, Isyana Kurniasari
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i1.1395

Abstract

Child sexual abuse (CSA) is a grave criminal offense that profoundly impacts the victims' psychological, physical, and social well-being. While conventional criminological approaches have focused on sociological and psychological determinants, neurocriminology offers a new dimension by exploring neurological and biological correlates of deviant behavior. This paper aims to analyze CSA through the lens of neurocriminology, particularly the neural dysfunctions and brain abnormalities frequently observed in perpetrators. Using a qualitative literature review, this study synthesizes findings from neuroimaging and neuroscientific research. Evidence suggests that abnormalities in the prefrontal cortex, amygdala, and limbic system are significantly correlated with impaired impulse control, emotional regulation, and deviant sexual behavior. These findings emphasize the need for interdisciplinary frameworks in addressing CSA—combining legal, neurological, and psychological strategies to enhance both prevention and rehabilitation. The paper concludes with recommendations for justice systems to consider neuroscientific insights when handling CSA cases.
Mengatasi Ketimpangan Gender dengan Keterlibatan Ayah di Budaya Patriarkis Indonesia Purnamasari, Gazlina Nur
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i1.1400

Abstract

Budaya patriarki yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang menghambat terwujudnya kesetaraan gender. Ketimpangan peran antara laki-laki dan perempuan masih tampak jelas, terutama dalam ranah domestik dan pengambilan keputusan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan utama dalam proses transformasi budaya patriarki menuju budaya yang lebih egaliter, serta mengeksplorasi bagaimana keterlibatan ayah dalam keluarga dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung kesetaraan gender. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, berdasarkan data sekunder dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada norma sosial dan budaya, stereotip gender, diskriminasi struktural, serta keterbatasan akses terhadap pendidikan bagi perempuan. Di sisi lain, keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan anak, dan pengambilan keputusan rumah tangga berperan penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang lebih setara. Ditekankan bahwa peran ayah dapat menjadi katalis perubahan sosial apabila didukung oleh pendidikan, kampanye kesadaran publik, kebijakan pemerintah, serta kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa transformasi budaya patriarki membutuhkan pendekatan kolektif dan berkelanjutan, dan bahwa ayah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Rekomendasi mencakup penyusunan kebijakan inklusif, penguatan program pendidikan gender, dan sosialisasi peran ayah yang egaliter dalam masyarakat.
Analisis Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Cut Intan Nabila dalam Perspektif Feminis Puteri, Tiara Ambarwani; Sholihah, Adinda Amanatus; Rahman, Rusyda Nasyita; Azizah, Primanisa Inayati
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i1.1421

Abstract

Studi ini mengkaji kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh Cut Intan Nabila dengan pendekatan feminis. Kasus ini menggambarkan interaksi kekuasaan dalam keluarga yang dipenuhi dengan ketidaksetaraan gender dan pengaruh patriarki. Selama lima tahun berumah tangga, Cut Intan mengalami sejumlah tindakan kekerasan, baik fisik maupun psikologis, yang dilakukan oleh suaminya. Hal ini kemudian diketahui publik melalui rekaman video CCTV yang tersebar luas di media sosial. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kasus, dan melakukan analisis kualitatif dengan sudut pandang feminis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen seperti budaya patriarki, ketergantungan ekonomi, dan rendahnya diferensiasi diri memiliki peran signifikan dalam memperburuk kekerasan yang dialami oleh korban. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan sistemik dan kesadaran kritis terhadap struktur kekuasaan untuk menangani KDRT dengan cara yang efektif.
Pengaruh Shalwar Kameez dan Tagar #DoNotTouchMyClothes Sebagai Simbol Feminisme Digital di Afghanistan Aenuna, Nisryna Lintang
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i2.1503

Abstract

The return of Taliban rule in Afghanistan was followed by the issuance of regulations by the Taliban restricting women's freedom of expression, one of which is the obligation for Afghan women to wear the burqa in their daily lives. This has sparked a digital feminist movement advocating for women's freedom of dress in Afghanistan, using the hashtag #DonNotTouchMyClothes alongside posts of women wearing Shalwar Kameez. The digital feminist content posted on Instagram, X, and TikTok was analysed using qualitative methods, employing a discourse analysis approach and drawing on journal literature. Through postcolonial feminist theory, the performativity of gender, and cyber feminism, the author explains the influence of digital feminist content in terms of its widespread reach among global citizens. The use of the hashtag #DonotTouchMyClothes and the posting of Shalwar Kameez are forms of resistance against Taliban regulations that do not align with the norms and identities of Afghan women that have existed before these regulations. The conclusion drawn from this research is that digital feminism not only requires many allies to achieve success but also necessitates direct volunteer assistance on-site and material support to control and achieve tangible success in social life effectively.
Pengalaman Sosial Perempuan Berwirausaha di Bidang perdagangan Teknologi: Studi Kasus Pedagang di Hitech Mall Surabaya Jaelani, Abdul Qodir; Listyani, Refti Handini; Ridwan, Ahmad
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i2.1714

Abstract

This study aims to describe the social experiences of women entrepreneurs in the technology trade sector, particularly in facing social interactions influenced by gender bias, domestic stereotypes, ethnic discrimination, and environmental stigma. Using Alfred Schutz's phenomenological qualitative approach, this study explores the subjective meanings of the actions of female traders through in-depth interviews with five informants whose identities have been concealed. The results show that female traders face structural inequality in the form of professional belittlement, social exclusion, price injustice, and the spread of slander that affects business continuity. These findings also confirm that women's actions are shaped by because motives that stem from previous discriminatory experiences, and in-order-to motives that reflect their goals in maintaining professional identity and business stability. Overall, this study concludes that the technology trading space is not only an economic arena, but also a social arena where women negotiate meaning, develop survival strategies, and fight for self-legitimacy in an environment that is not yet fully gender-equal.
Kebijakan Perlindungan Pekerja Migran Perempuan Kabupaten Blitar Ikmal, Novita Maulida; Holifah, Nur; Indriastuti, Indriastuti; Prabowo, Veny
SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : The Center for Gender and Children Studies, the Institute for Research and Communing Service, State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/spectrum.v5i2.1719

Abstract

This study aims to analyze the strategies and challenges in implementing gender-responsive protection policies for Indonesian migrant workers. Migrant worker protection is a strategic issue that requires attention to gender equality, given that the majority of migrant workers are women and are vulnerable to discrimination, violence, and exploitation. This study uses a qualitative descriptive approach, collecting data through in-depth interviews, observations, and reviewing policy documents at the central and regional levels, particularly at the One-Stop Integrated Service (LTSA). The results indicate that the main strategies for policy implementation include strengthening institutional capacity, providing gender-based services, improving legal literacy for migrant workers, and strengthening inter-agency cooperation. However, implementation still faces various challenges, including limited human resources with a gender perspective, suboptimal cross-sectoral coordination, and minimal policy dissemination at the grassroots level. This study recommends the need to integrate a gender perspective into every stage of migrant worker protection, increase gender-responsive budgets, and involve civil society in policy oversight.