Al Jahiz: Journal of Biology Education Research
Al Jahiz: Journal of Biology Education Research. Receives and publishes scientific articles from research in the field of biology education and the use of biological research in learning. Special emphasis is as follows: (1) Research on Biology / Science Learning at all levels of education. (2) Pure Biology Research from the Biological Sciences Branch was developed into teaching materials, reference books or learning media for Biology / Science at all levels of education and applications in the community. (3) Biology Education curriculum at all levels of education. (4) Classroom Action Research (CAR). (5) Lesson Study (LS). (6) Other Qualitative Research from Biology Education at all levels of education. (7) Management of the Biology / Science Laboratory at all levels of education. (8) Evaluation of Learning Biology / Science at all levels of education. (9) Professional Teacher Trends in Biological Education. This journal also covers the issues on environmental education.
Articles
147 Documents
Inovasi Pembelajaran sebagai Strategi Peningkatan Kemampuan Guru Biologi di SMAN 5 Metro
Carolina, Hifni Septina;
Suryani, Ema
Al Jahiz Vol 2 No 2 (2021): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v2i2.4069
Kemampuan yang dibutuhkan di era pembelajaran abad 21 yaitu berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Maka dalam proses pembelajaran, siswa seharusnya dapat terlibat aktif dan berkolaborasi dengan teman. Peran guru sangat signifikan untuk setiap proses pembelajaran yang berkualitas dan bermakna. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di sekolah dalam pembelajaran biologi, diketahui bahwa proses pembelajaran masih lebih berpusat pada guru, dimana guru hanya menyampaikan materi sebagai suatu produk dan siswa menghafal informasi faktual. Untuk alasan inilah, kemampuan guru dalam mempersiapkan pengalaman belajar bagi siswa, seharusnya tidak hanya menekankan produk tetapi juga memperhatikan aspek proses dan sikap yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini, peneliti memberikan beberapa gagasan terkait inovasi pembelajaran yang bisa dijadikan rujukan oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran supaya tujuan pembelajaran tercapai.
Analisis Keterlaksanaan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Berbasis Outdoor Learning
Hapsari, Laras Auliantika;
Henya, Ajeng Purnama;
Paidi, Paidi
Al Jahiz Vol 2 No 2 (2021): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v2i2.4070
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran berbasis outdoor learning di Sekolah menengah pertama yang ditinjau dari lokasi sekolah. Lokasi sekolah yang dimaksud adalah perbedaan keterlaksanaan pembelajaran berbasis outdoor learning di SMP yang terletak di perkotaan dan SMP yang terletak di pedesaan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan instrumen nontes berupa, pedoman wawancara, lembar observasi dan lembar penilaian dokumen. Pengambilan sampel sekolah ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu yaitu lokasi sekolah yang berada di desa dan lokasi sekolah yang berada di kota. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitiatif. Berdasarkaan observasi yang dilakukan didapatkan perbedaan hasil yang cukup signifikan antara sekolah di desa dan kota dilihat dari ketersediaan lokasi/objek pembelajaran disekitar sekolah. Hasil analisis data menunjukan bahwa sekolah SMP di desa memiliki lebih banyak lokasi yang berpotensi untuk dijadikan objek pembelajaran berbasis outdoor learning dibandingkan SMP di kota. Sedangkan keterlaksanaan pembelajaran berbasis outdoor learning baik di SMP kota maupun desa sudah terlaksana namun dalam pelaksanaannya masih mengalami kendala/hambatan. Kendala utama yang dihadapi yaitu keterbatasan waktu dan pengkondisian kelas. Sehingga saran pemecahan masalah dari kendala implementasi outdoor learning pada penelitian ini yaitu 1) guru harus memanfaatkan waktu secara efektif, 2) guru mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok belajar.
Pengembangan Instrumen Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada Mata Kuliah Pembelajaran Mikro
Mataniari, Raissa;
Dewi, Fatria
Al Jahiz Vol 2 No 2 (2021): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v2i2.4074
Mata kuliah Pembelajaran Mikro mempersiapkan kompetensi pedagogic mahasiswa dalam membuat rencana pembelajaran dan juga praktik mengajar. Meskipun mata kuliah Pembelajaran Mikro telah dihadirkan di perkuliahan, namun kendala yang dihadapi mahasiswa di mata kuliah ini masih saja sama, yakni kesulitan dalam mendesain pembelajaran. Fenomena ini menyuarakan perlunya terobosan baru pada Mata Kuliah Pembelajaran Mikro yang dapat memacu kemampuan mahasiswa dalam mendesain pembelajaran mereka. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi. Research and Development (R&D) digunakan pada penelitian ini. Pada penelitian ini, dihasilkan tiga instrument penelitian: Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Rubrik Penilaian, dan Peta Konsep. RPS yang dirancang berdasarkan hasil FGD dan revisi merupakan RPS yang terkandung aspek-aspek yang mampu memacu proses berpikir tingkat tinggi siswa (HOTs/Higher Order Thinking Skills).
Kajian Bahan Obat dari Tanaman Pekarangan di Pekon Way Kerab, Tanggamus sebagai Pengayaan Modul Mata Kuliah Etnobotani
Wakhidah, Anisatu Z.;
Hayati, Dwi Kurnia
Al Jahiz Vol 2 No 2 (2021): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v2i2.4175
Pekarangan tidak hanya berkontribusi untuk menjaga pemenuhan kebutuhan gizi tetapi juga kesehatan bagi pemilik pekarangan. Kajian pemanfaatan tanaman pekarangan sebagai obat sudah cukup banyak dilakukan di Indonesia, namun di Lampung masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan pengetahuan pemanfaatan tanaman pekarangan sebagai obat yang dimiliki masyarakat Way Kerab, Tanggamus dan menguraikan kandungan metabolit sekunder beberapa tanaman yang banyak ditemukan berdasarkan literatur ilmiah, sebagai pengayaan modul mata kuliah Etnobotani. Data etnobotani dikumpulkan menggunakan metode wawancara participant observation, free-listing, dan questionnaires; serta kajian literature. Hasil peneltian menunjukkan 43 spesies dan 1 varietas tergolong dalam 25 famili digunakan sebagai bahan obat. Zingiberaceae merupakan famili dengan jumlah spesies terbanyak (8 spesies). Kunyikh (Curcuma longa) merupakan jenis yang paling banyak ditemukan (52 kali). Terdata ada 8 bagian tanaman yang digunakan, daun merupakan bagian yang paling banyak digunakan sebagai bahan obat (26 spesies). Kandungan metabolit sekunder yang terdata antara lain curcumin, elemen makro dan mikro, limocitrin, citral-a, citral-b, dan sabinene. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai pembuatan produk dari hasil penelitian- penelitian etnobotani yang sudah ada. Hasil penelitian ini diimplementasikan untuk memperkaya modul mata kuliah Etnobotani.
Pengaruh Modifikasi Model Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Self Efficacy Mahasiswa Biologi
Kencanawati, Indah;
Johari, Asni;
Asra, Revis;
Syaiful, Syaiful
Al Jahiz Vol 2 No 2 (2021): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v2i2.4178
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan self efficacy mahasiswa biologi melalui tahapan pengembangan konseptual modifikasi model inkuiri. Tahapan pengembangan konseptual modifikasi model inkuiri menggunakan prosedur sintesis Lee and Jang dengan pendekatan Theory-driven conceptual Instructional Design Models tipe F1-O1-S1-A1 dan dilanjutkan dengan tahapan eksperimen menggunakan uji-t. Tahapan pengembangan konseptual modifikasi model inkuiri diawali dengan analisis studi literatur dan informasi terbaru yang berkaitan dengan pola ilmuwan bekerja serta melakukan proses validasi dengan teknik delphi tiga putaran. Sedangkan pada tahapan eksperimen meliputi uji pengaruh modifikasi model inkuiri dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan self efficacy mahasiswa biologi. Pengembangan konseptual modifikasi model inkuiri menghasilkan tujuh tahapan yaitu: 1) merumuskan masalah, 2) merumuskan hipotesis, 3) mengumpulkan data, 4) membandingkan komunikasi ilmiah antar kelompok, 5) membuat kesimpulan, 6) mengkomunikasikan hasil dan 7) mereview hasil melalui analisis kritis. Sedangkan pada tahapan eksperimen menggunakan uji-t diperoleh nilai signifikansi 0,000, artinya bahwa mahasiswa yang mengimplementasikan modifikasi model inkuiri memiliki keterampilan berpikir kritis dan self efficacy lebih baik dibandingkan mahasiswa yang tidak mengimplementasikan modifikasi model inkuiri. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapatlah disimpulkan bahwasanya: tahapan modifikasi model inkuiri memberikan pengaruh untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan self efficacy mahasiswa biologi.
Analisis CRI (Certainly Response Index) Pembelajaran Online Parasitologi pada Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang pada Masa Pandemi Covid-19
Qomariyah, Ismi Nurul;
Mistianah, Mistianah
Al Jahiz Vol 2 No 2 (2021): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v2i2.4261
Pembelajaran berbasis teknologi di masa pandemic Covid-19 menghadapi banyak kendala dan tantangan. Akibatnya, desain dan strategi pembelajaran diharapkan efektif, efisien dan mampu memberdayakan kompetensi mahasiswa dengan tepat. Namun, tes pilihan ganda dalam bentuk kuis online juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya, cukup sulit untuk menangkap tingkat konsep penguasaan mahasiswa secara lebih mendalam dan rinci. Oleh karena itu formulir evaluasi tes pilihan ganda online dapat dikembangkan dengan sistem dua tingkat, sehingga dapat menunjukkan tingkat pemahaman dan pemikiran mahasiswa lebih lanjut. Selain itu, kepastian indeks respons juga ditambahkan untuk menentukan tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap jawaban yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman mahasiswa dengan Kepastian Indeks Respons (CRI) pada materi parasitologi menggunakan tes diagnostik online dua tingkat berdasarkan aplikasi ispring suite 8. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Subjeknya adalah mahamahasiswa IKIP Budi Utomo Malang 2018 A, dengan jumlah total 18 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat CRI mahasiswa cenderung rendah, jawaban dan alasan tidak benar dan terkait satu sama lain, sehingga tampaknya mahasiswa menjawab secara acak yang tidak dapat menunjukkan alasan logis yang berkaitan dengan jawaban. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pemahaman mahasiswa dan CRI adalah karakteristik materi parasitologi yang abstrak dan sulit, ruang lingkup materi yang kompleks dan rumit, kemampuan awal mahasiswa, dan penggunaan sumber belajar yang tidak optimal.
Penerapan Metode Field Trip Berbasis Cooperative Learning terhadap Keterampilan Kerjasama Siswa
Narsan, Vifty Octanarlia
Al Jahiz Vol 2 No 2 (2021): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v2i2.4262
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari methods field trip berbasis cooperative learning terhadap keterampilan kerja sama siswa. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen. Subyek terdiri dari 35 siswa. Keterampilan kerja sama diobservasi dari cara siswa melakukan kerja dalam kelompoknya selama proses pembelajaran berlangsung. Keterampilan kerja sama diukur menggunakan lembar observasi yang berisi 7 pernyataan, rubrik keterampilan kerja sama, dan direkam selama proses pembelajaran. Bentuk lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk skor 0-3. Data hasil analisis lembar observasi dan angket keterampilan kerja sama dianalisis menggunakan cara menghitung persentase. Proses keterlaksanaan metode field trip berbasis cooperative learning dapat dianalisis menggunakan lembar observasi dan rubrik proses keterlaksanaan metode field trip berbasis cooperative learning serta LKS dan rubrik penilaian LKS. Data yang diperoleh dari penelitian ini mengungkapkan penerapan methods field trip berbasis cooperative learning mempengaruhi keterampilan kerja sama siswa. Sehingga temuan ini dapat dipertimbangkan oleh pendidik pengetahuan dalam memilih metode pengajaran untuk meningkatkan keterampilan kerja sama siswa.
Analisis Kondisi Belajar Siswa pada Pandemi Menuju Pasca Pandemi di SMA Negeri 5 Sungai Penuh
Ilahi, Threesia Anugrah;
Setiawan, M. Eval;
Sastria, Emayulia
Al Jahiz Vol 3 No 1 (2022): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, January-June 2022
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v3i1.4706
Siswa dihadapkan dengan proses pergeseran pola belajar dari masa pandemi menuju pasca pandemi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kondisi belajar siswa sebelum dan setalah pandemi covid 19, di SMAN 5 Sungai Penuh. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian ex post facto dengan pendekatan penelitian kombinasi model Sequential Exlanatory. Teknik pengambilan data pada penelitian ini yaitu menggunakan angket dan lembar observasi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa masing-masing siswa memiliki perbedaaan kesiapan dan kondisi pembelajaran yang berbeda selama pandemi menunju pasca pandemi. Hal tersebut di tunjukkan dengan presentase kesiapan dan adapatasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kesiapan siswa selama pandemi covid 19.
Profil Kemampuan Literasi Kuantitatif dan Kualitas Argumentasi Siswa pada Konsep Biologi
Fitriani, Melati
Al Jahiz Vol 3 No 1 (2022): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, January-June 2022
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v3i1.4750
As one of the basic skills in an effort to develop the quality of human resources in the 21st century, this research based on the development of quanti tative literacy capability and argumentation through biology learning. This study is a preliminary study to analyze students 'early capability of quantitative literacy and high school students' argumentation through their profiles. The research subjects involved were 37 students of 12th grade MIPA. This research was conducted in Islamic Senior High School 2 Lebak by using purposive sampling technique. The research data were collected using a description test that measured quantitative literacy capability with four indicators (interpretation, representation, calculation, and analysis), while the quality of argumentation with written argumentation. Instruments used in quantitative literacy questions refer to the assessment rubric of the Association of American Colleges and Universities (AAC & U) and consists of four essay questions covering one indicator on each question. The instruments used in the argumentation problem refers to Sandoval & Millwood for the aspect of argumentation and Erduran for the level of argumentation which consists of three essay questions that cover aspects of conceptual quality and epistemic quality aspects. The results of preliminary study of achievement of each indicator on quantitative literacy capability indicate that the percentage of students who reach level 2 (Milestones) more than other level with details: interpretation (56.8%), representation (48.6%), calculation (59.5%), the most dominant analysis is Level 1 (73%). Furthermore, the results of argumentation test shows that the level mostly achieved by Islamic Senior High School students is Level 2 (51.4%).
Development of a Science Process Skills (SPS) Instrument for Junior High School Biology
Qomariyah, Ismi Nurul;
Setiawan, Rudy
Al Jahiz Vol 3 No 1 (2022): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, January-June 2022
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/al-jahiz.v3i1.4795
Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan proses sains (SPS) adalah dengan memberikan siswa pertanyaan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pertanyaan tentang keterampilan proses sains dan menggambarkan karakteristik instrumen yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian perkembangan menggunakan model prosedural yang diadaptasi dari Djaali dan Muljono. Langkah-langkah ini termasuk tahap sintesis teori, tahap desain (konstruksi variabel, pengembangan indikator pertanyaan, persiapan grid, membuat instrumen, penilaian), dan tahap evaluasi (uji validitas, uji keandalan, dan analisis item). Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi ahli, kuesioner penilaian praktisi, dan pertanyaan uji coba produk untuk 100 siswa. Hasil penilaian ahli dan praktisi penilaian diproses secara deskriptif. Hasil validitas empiris, yang merupakan data kuantitatif, diproses menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan yang dikembangkan valid berdasarkan validitas logis dan validitas empiris. Kalorikuasi keandalan menunjukkan kategori tinggi. Studi This menyimpulkan bahwa instrumen SPS yang dikembangkan layak untuk menilai kemampuan proses mata pelajaran biologi di level sekolah menengah pertama.