cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 237 Documents
Analisis Konektivitas Pejalan Kaki dan Entropi Tata Guna Lahan pada Lima Simpul Transit di Kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta Pusat Fatmawati, Teungku Nelly; Agus Budi Purnomo; Punto Wijayanto
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i3.493

Abstract

Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas mencakup lima simpul transit: Stasiun KRL Sudirman, BNI City, MRT Dukuh Atas, LRT Dukuh Atas, dan BRT TransJakarta Bundaran HI. Penelitian ini bertujuan menganalisis konektivitas pejalan kaki melalui pengukuran rata-rata waktu dan jarak tempuh dari tiap simpul transit kesepuluh fungsi lahan dalam radius 800 meter dari simpul transit, serta mengevaluasi tingkat keberagaman tata guna lahan menggunakan entropi. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat keterkaitan antara konektivitas simpul transit dengan keberagaman tata guna lahan  pada kawasan TOD Dukuh Atas, Jakarta. Data penelitian ini dikumpulkan dari Google Maps. Hasil menunjukkan waktu dan rata-rata jarak jalan kaki ke simpul transit (konektivitas) terpendek terdapat di sekitar simpul transit KRL Sudirman (6,58 menit; 490,75 m), dan keberagaman tata guna lahan (entropi) tertinggi ada di kawasan simpul transit BRT TransJakarta Bundaran HI (SE = 0,957}. Berdasarkan model Node-Place Bertolini, simpul BRT TransJakarta Bundaran HI dikategorikan sebagai Stressed area, LRT Dukuh Atas sebagai Dependence node, BNI City sebagai Unbalanced Place, serta KRL Sudirman dan MRT Dukuh Atas sebagai Unbalanced Nodes.
Mengukur Kualitas Lingkungan Kawasan Fringe Settlement: Studi Kasus pada Desa Ubung Kaja Denpasar dan Desa Buring Malang Karina Kartika Putri; Tri Anggraini Prajnawrdhi; Damayanti Asikin
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i3.495

Abstract

Fringe settlement di kawasan rural-urban Kota Denpasar dan Kota Malang menjadi fenomena signifikan yang mencerminkan dinamika perkembangan wilayah di kedua kota tersebut. Pertumbuhan pemukiman di pinggiran kota dan pedesaan dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk aksesibilitas, kondisi sosial ekonomi, serta ketersediaan infrastruktur dan fasilitas. Di Kota Denpasar, pengembangan pemukiman pinggiran lebih terencana dengan pengaruh yang kuat dari sektor pariwisata yang mendorong urbanisasi dan pembangunan infrastruktur secara bertahap. Sementara itu, di Kota Malang, sektor pendidikan dan migrasi domestik menjadi pendorong utama perkembangan fringe settlement, dengan dampak yang lebih terlihat pada alih fungsi lahan dan transformasi sosial budaya. Regulasi pemerintah dan kebijakan pembangunan daerah juga memainkan peran kunci dalam mengarahkan pola pertumbuhan ini, dengan fokus pada pengelolaan lahan dan penyediaan fasilitas publik yang lebih merata. Metode pengumpulan data mencakup survei lapangan, penyebaran kuesioner, dan wawancara dengan pemangku kepentingan untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena ini. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengelola pertumbuhan pemukiman pinggiran serta menawarkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat di kawasan fringe settlement. Rekomendasi ini diharapkan dapat membantu mengarahkan pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.
Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik sebagai Daya Tarik Wisata di Pantai Nyanyi, Tabanan Ayuningtyas, Ni Made Prita
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i3.496

Abstract

Ruang terbuka publik di kawasan pesisir Pantai Nyanyi memiliki potensi signifikan sebagai daya tarik wisata, namun pemanfaatannya memunculkan isu-isu terkait akses, fungsi ruang, dan keberlanjutan lingkungan. mengkaji pemanfaatan ruang terbuka publik di Pantai Nyanyi sebagai daya tarik wisata, serta untuk mengidentifikasi bagaimana dinamika penggunaan ruang tersebut membentuk karakter kawasan, serta mengevaluasi peran masyarakat lokal dan pemerintah desa dalam pengelolaan fasilitas penunjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pembentukan zona aktivitas utama, seperti zona rekreasi, perdagangan, keagamaan, dan olahraga (berselancar), yang tumbuh secara organik di atas lahan milik pribadi. Meskipun aktivitas wisata berkembang pesat, masih ditemukan kendala dalam aspek pengelolaan ruang dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengelolaan yang inklusif dan berkelanjutan agar ruang publik pesisir dapat berfungsi optimal bagi masyarakat dan wisatawan.
Transformasi dan Keberlanjutan Arsitektur Tionghoa dalam Konteks Urban Bali: Studi Kasus Ruko Pecinan di Koridor Jalan Erlangga Singaraja Ni Putu Yesi Irayani; Saraswati, Anak Agung Ayu Oka; Bharuna , Anak Agung Gde Djaja
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i3.500

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik fisik dan transformasi arsitektur rumah toko (ruko) Pecinan di koridor Jalan Erlangga, Singaraja. Ruko-ruko ini mencerminkan perpaduan arsitektur Tionghoa, lokal Bali, dan kolonial, serta berfungsi ganda sebagai hunian dan ruang usaha. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi visual terhadap delapan ruko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruko memiliki bentuk memanjang, fasad bergaya neo-klasik, atap pelana, dan ornamen ukiran khas Buleleng. Secara spasial, bangunan terbagi menjadi zona komersial (depan), hunian (tengah), dan servis (belakang), dengan keberadaan lorong penghubung dan altar menghadap jalan. Transformasi terjadi pada material, tata ruang, dan fungsi bangunan mengikuti perkembangan kebutuhan. Studi ini menyoroti pentingnya pelestarian arsitektur ruko sebagai bagian dari warisan budaya urban. Temuan menunjukkan potensi keberlanjutan arsitektur vernakular melalui adaptasi organik komunitas lokal. Penelitian ini merekomendasikan perluasan wilayah kajian dan penerapan metode campuran untuk studi lanjutan.
Evaluasi Pencahayaan dan Ventilasi Alami Pasar Modern Sinpasa Sulistya, Shona; Samsu Hendra, Siwi; Fatimah, Titin
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i3.504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan pencahayaan dan ventilasi alami menggunakan standar SNI 03- 2396-2001 dan SNI 03-6572-2001 terhadap Pasar Modern Sinpasa di Gading Serpong, Tangerang yang menerapkan strategi desain pasif melalui konfigurasi atap tinggi yang dilengkapi skylight, jalusi serta bukaan dari berbagai arah untuk memfasilitasi ventilasi silang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif positivistik melalui pengukuran tingkat pencahayaan, suhu, kelembapan dan sirkulasi udara serta survei persepsi pengunjung menggunakan kuesioner skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami memiliki intensitas rata-rata di atas 150 lux dengan nilai persepsi pengunjung di atas median 3 (cukup baik). Dari sisi ventilasi alami menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata di atas 27,1°C dengan kelembapan udara berada dalam rentang ideal (49–59%) pada pagi dan siang hari, sedangkan kecepatan angin di area food court mencapai 1,2m/s, memberikan efek hangat nyaman dan di area pasar kecepatan angin <1,2m/s. Hal ini sesuai dengan hasil persepsi pengunjung yang lebih nyaman terhadap area food court dengan nilai median 2,71. Penelitian ini membuktikan bahwa skylight efektif dalam meningkatkan kualitas pencahayaan alami di area yang minim bukaan, sedangkan kecepatan angin merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas kenyamanan termal.
Metode Konservasi Pulau Cipir: Strategi Penataan Bangunan Bersejarah untuk Pelestarian Kawasan Indriyanthi, Stephanie Calista; Priyomarsono, Naniek Widayati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i3.516

Abstract

Pulau Cipir merupakan salah satu pulau yang menjadi bagian dari gugusan Kepulauan Seribu yang memiliki nilai sejarah penting sebagai lokasi karantina jemaah haji pada masa kolonial Belanda. Seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan-bangunan bersejarah di pulau ini mengalami kerusakan signifikan akibat kurangnya perawatan dan aksi penjarahan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi konservasi guna melestarikan warisan arsitektural Pulau Cipir sekaligus menghidupkan kembali fungsi kawasan secara kontekstual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi lapangan, observasi langsung, dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bangunan-bangunan bersejarah di Pulau Cipir berada dalam kondisi rusak dan terabaikan, kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali. Strategi konservasi yang diusulkan mencakup pengembangan zona resort edukatif yang terintegrasi dengan restorasi elemen historis, berlandaskan pada prinsip pelestarian dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yaitu keaslian, keberlanjutan, dan pemanfaatan edukatif. Dengan pendekatan zonasi terpadu, Pulau Cipir berpotensi berkembang menjadi kawasan wisata sejarah dan ekologi yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif secara sosial, budaya, dan ekonomi.
Strategi Konservasi dalam Pemanfaatan Kawasan Bersejarah Pulau Onrust Nabilah, Dinda; Priyomarsono, Naniek Widayati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i3.518

Abstract

Pulau Onrust merupakan kawasan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, namun mengalami degradasi akibat faktor alam dan waktu. Minimnya upaya pelestarian menyebabkan pemanfaatannya sebagai objek wisata belum optimal. Selama ini, pendekatan konservasi lebih menekankan pada aspek perlindungan fisik dan belum mengakomodasi pengembangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi konservasi yang tidak hanya menjaga kelestarian bangunan bersejarah, tetapi juga mendorong pemanfaatan kawasan secara produktif tanpa mengabaikan nilai sejarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konservasi yang tepat dalam perlindungan bangunan cagar budaya serta mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan Pulau Onrust. Dengan pendekatan adaptive re-use, kawasan ini dapat dihidupkan kembali melalui fungsi baru yang relevan, seperti wisata edukatif dan ekowisata. Metode yang digunakan adalah eksploratif, deskriptif, dan preskriptif untuk mengkaji permasalahan dan potensi kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi berperan penting dalam menjaga nilai sejarah sekaligus mendukung pengembangan wisata Pulau Onrust secara berkelanjutan.