cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 581 Documents
Electronic Word of Mouth as A Moderating Variable of Food Reviewer Influence on Purchasing Decisions Nabila Cecilia Marasbessy; Jhoni Iskandar; Yoyo Indah Gunawan; Feby Evelyna; Septa Intiar
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1469

Abstract

This study aims to analyze and examine the influence of food reviewers on consumer purchasing decisions, as well as the role of electronic word of mouth (eWOM) as a moderating variable in this relationship. In today's digital era, food reviewers have evolved into a credible source of information that influences food preferences and shopping behavior. However, the effectiveness of this influence is not always direct, but rather depends on the extent to which the reviews are disseminated and amplified through eWOM across various digital platforms. Using a quantitative approach, data were collected from consumers who had been exposed to food reviewer reviews and made food product purchasing decisions. A moderated regression analysis (MRA) model was implemented using EViews to test the hypotheses, specifically to measure the interaction between the influence of food reviewers and eWOM. The results are expected to provide empirical evidence regarding the significance of the food reviewer variable and, more importantly, identify the critical role of eWOM in strengthening or weakening this initial influence. These findings will contribute to a deeper understanding for marketing practitioners and culinary business owners in formulating effective communication strategies in the digital environment.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Workshop Fabrikasi Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Nadaa Syifa’ Abyan Rizqi; Efta Dhartikasari; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1471

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah aspek yang sangat penting dalam kegiatan workshop fabrikasi yang memiliki risiko tinggi akibat penggunaan mesin, peralatan, dan proses kerja yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko K3 dalam aktivitas workshop fabrikasi di PT XYZ dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data Penelitian ini dilaksanakan melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan tenaga kerja serta perwakilan HSE, dan peninjauan dokumen pendukung berupa laporan insiden kecelakaan kerja serta standar operasional prosedur yang berlaku. Temuan penelitian mengindikasikan adanya empat klasifikasi utama kecelakaan kerja, yaitu luka bakar, cedera akibat gerinda, paparan asap atau gas berbahaya, dan gangguan muskuloskeletal. Berdasarkan penilaian risiko, tiga kategori kecelakaan berada pada tingkat risiko sedang, sedangkan gangguan muskuloskeletal termasuk dalam kategori risiko tinggi dengan nilai risiko tertinggi. Analisis HAZOP mengidentifikasi beberapa deviasi kritis, antara lain No PPE, More Heat, More Fume, No Guarding, dan Less Housekeeping. Rekomendasi untuk pengendalian risiko mencakup peningkatan disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri, perbaikan sistem ventilasi, inspeksi dan pemasangan pelindung mesin, peningkatan housekeeping, serta pelatihan keselamatan kerja secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai landasan bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas pengendalian risiko dan memperkuat penerapan sistem manajemen K3 di lingkungan workshop fabrikasi.
Ecotheology: A Solution to Improve the Tourism Industry and Help Create a Golden Indonesia by 2045 Redy Harya Putra; Hardiansyah; Muhammad Fikri Maulana; Basnendar Herry Prilosadoso; Muhammad Halfi Indra Syahputra
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1475

Abstract

Indonesia faces significant challenges in balancing economic growth in the tourism sector with environmental preservation to achieve the vision of Golden Indonesia 2045. This study aims to explore the concept of ecotheology as a fundamental solution to advancing sustainable tourism. Ecotheology offers an approach that integrates spiritual and theological values with ecological responsibility, viewing nature not merely as an economic commodity but as a sacred heritage to be preserved. Using qualitative methods and literature studies, this article analyzes how the internalization of ecotheological values ​​in tourism policy can mitigate the negative impacts of mass tourism and environmental degradation. The results of the study indicate that ecotheology can create an ethnically based tourism model that not only increases the industry's global competitiveness but also ensures the resilience of natural resources for future generations. The implementation of ecotheology in the national tourism strategy is predicted to be an important pillar in realizing a prosperous, independent, and sustainable Golden Indonesia 2045.
Analisis Potensi Bahaya Kerja Dengan Metode JSA Dan HIRARC Di Workshop Fabrikasi Abdullah Faqih Riansyah; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1476

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi tantangan utama dalam industri manufaktur, terutama di workshop fabrikasi PT. XYZ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya, menilai tingkat risiko terkait, dan menetapkan tindakan pengendalian yang paling efektif. Yang digunakan meliputi Job Safety Analysis (JSA) untuk menelaah setiap tahapan pekerjaan, serta Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) sebagai metode untuk menilai dan mengendalikan risiko yang teridentifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan seperti welding, cutting, drilling, grinding, dan assembling memiliki beragam potensi bahaya dengan tingkat risiko yang bervariasi, mulai dari kategori rendah hingga ekstrem. Secara lebih rinci, proses welding mengandung dua risiko pada level ekstrem, satu risiko tinggi, serta satu risiko sedang. Aktivitas cutting menunjukkan tiga risiko tinggi dan satu risiko ekstrem. Pada kegiatan drilling, ditemukan satu risiko sedang, satu ekstrem, satu tinggi, dan satu rendah. Proses grinding memiliki dua risiko ekstrem, satu risiko tinggi, serta satu risiko sedang, sedangkan aktivitas assembling mencatat dua risiko ekstrem, satu sedang, dan satu rendah. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penerapan beberapa langkah pengendalian, seperti peningkatan disiplin penggunaan APD, penataan ulang area kerja agar lebih aman, pemeliharaan rutin terhadap peralatan, penerapan prosedur kerja dengan pengawasan yang lebih ketat, serta penyelenggaraan pelatihan keselamatan kerja bagi seluruh pekerja. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penerapan JSA dan HIRARC mampu memberikan pendekatan sistematis dalam pemetaan bahaya serta strategi pencegahan, sehingga dapat menekan angka kecelakaan kerja sekaligus memperkuat budaya K3 di industri fabrikasi.
Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi Dan Gudang Mengunakan Activity Relationship Chart (ARC) Dan From-To Chart (FTC) Mufid Edy Cahyono; Mohammad Jufriyanto; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1477

Abstract

Tata letak fasilitas berperan penting dalam menjaga kelancaran aliran material dan meningkatkan efisiensi proses produksi. Penataan fasilitas yang kurang tepat dapat menyebabkan jarak perpindahan material menjadi panjang serta terjadinya kepadatan lintasan, dan konflik pergerakan kendaraan yang berpotensi menyebabkan bottleneck. PT XYZ sebagai perusahaan yang bergerak di sektor logistic pupuk, menghadapi kendala pada area produksi dan pergudangan yang disebabkan oleh pengaturan jarak antar stasiun kerja serta alur material handling yang belum tertata secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menyusun kembali tata letak fasilitas produksi dan gudang dengan menerapkan metode ARC dan FTC. Data diperoleh melalui observasi langsung dan data dari perusahaan, kemudian dianalisis dengan perhitungan koordinat titik tengah, evaluasi aliran forward dan backward, serta analisis jarak lintasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase aliran forward dari 58% menjadi 82,9% dan penurunan backward dari 22% menjadi 17,7%, disertai peningkatan efisiensi jarak lintasan sebesar 13,9%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan ARC dan FTC mampu meningkatkan efisiensi tata letak fasilitas secara efektif.
Evaluasi Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRARC dan JSA pada Proyek Konstruksi Industri Kimia: (Studi Kasus: PT Sika Indonesia) Ridlo Putu Idaman; Mohammad Jufriyanto; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1478

Abstract

Proyek pembangunan perluasan gedung PT Sika Indonesia melibatkan serangkaian aktivitas berisiko tinggi seperti pekerjaan di ketinggian dan penggunaan alat berat, sehingga menuntut adanya evaluasi risiko yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko kecelakaan kerja di proyek tersebut dengan mengintegrasikan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan Job Safety Analysis (JSA), sebuah pendekatan yang belum banyak diterapkan pada proyek perluasan industri kimia untuk analisis yang lebih mendalam. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dimana data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan diskusi, teridentifikasi 12 aktivitas kerja utama di dua area kritis. Dari hasil penelitian, analisis menunjukkan adanya lima aktivitas dengan tingkat risiko Ekstrem, dua aktivitas berisiko Tinggi, empat sedang, dan satu rendah. Risiko dominan yang teridentifikasi adalah jatuh dari ketinggian, tertimpa material berat, dan kegagalan fungsi alat angkat angkut. Integrasi metode HIRARC dan JSA dalam penelitian ini berhasil memetakan dan memprioritaskan risiko secara komprehensif, dari level makro hingga detail operasional. Rekomendasi pengendalian yang dihasilkan menekankan pentingnya pendekatan sistemik yang tidak hanya bergantung pada Alat Pelindung Diri (APD), tetapi mencakup perbaikan prosedur kerja, peningkatan kompetensi personel, dan pengawasan yang konsisten untuk menekan risiko ke tingkat yang dapat diterima serta membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.
Analisis Waste pada Proses Distribusi Menggunakan Metode Lean Distribution Guna Mengurangi Keterlambatan Distribusi Hose Industri: (Studi Kasus: CV Victory) Ega Fanany Al Gusta; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1480

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan (waste) pada proses distribusi hose industri di CV Victory yang sering mengalami keterlambatan dari target waktu pengiriman. Pendekatan Lean Distribution diterapkan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuisioner kepada 15 responden, serta pemetaan proses menggunakan Process Activity Mapping (PAM) dan Value Stream Mapping (VSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lead time distribusi mencapai 144 jam, didominasi oleh aktivitas Necessary Non-Value Added (NNVA) berupa waktu menunggu dan transportasi. Berdasarkan pembobotan kuisioner, tiga waste paling kritis adalah Waiting, Motion, dan Transportation. Analisis Diagram Fishbone mengungkap akar penyebab berupa ketidakefisienan alur kerja, kurangnya fasilitas pendukung, dan belum optimalnya pengelolaan informasi. Usulan perbaikan disusun menggunakan metode 5W1H, meliputi digitalisasi dokumen, perbaikan layout gudang, optimasi rute distribusi, serta penjadwalan ulang proses loading. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan lead time dan meningkatkan efektivitas distribusi perusahaan.
Pengembangan Model Predictive Maintenance Pada Main Motor Mesin Raw Mill Fauziyyah Firdausi Zakiyyah; Mokh Suef
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1482

Abstract

Downtime akibat kegagalan mesin yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan kerugian yang signifikan bagi perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi perawatan yang tepat untuk meminimalkan risiko kegagalan tersebut. Seiring dengan perkembangan smart manufacturing, mesin-mesin industry menghasilkan data sensor yang digunakan untuk memantau kondisi kesehatan mesin. Pengelolaan data berskala besar ini menuntut penerapan Teknik analitik yang andal, khususnya dalam konteks predictive maintenance di Industri 4.0. Predictive maintenance dinilai lebih efektif dibandingkan dengan preventive dan corrective maintenance karena mampu memantau kondisi mesin secara real-time dan memprediksi kegagalan dan Remaining Useful Life (RUL) peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model prognosis berbasis klasifikasi RUL pada komponen main motor raw mill menggunakan algoritma Long Short-Term untuk membentuk representasi deret waktu, kemudian dilakukan pelabelan RUL berdasarkan interval waktu terhadap kejadian kegagalan untuk mengidentifikasi kondisi early fault. Pemisahan data dilakukan secara time-based untuk menghindari data leakage. Selain itu, dilakukan hyperparameter tuning untuk memperoleh konfigurasi model yang optimal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada model diagnosis akurasi terbaik didapatkan sebesar 97,4% dengan parameter optimal. Sedagkan pada model prognosis menggunakan LSTM mampu memberikan kinerja klasifikasi RUL yang baik dengan nilai ROC AUC sebesar 0,806 yang menunjukkan kemampuan model dalam membedakan kondisi normal dan early fault. Dengan demikian, model yang diusulkan dapat digunakan sebagai sistem pendukung pengambilan Keputusan dalam implementasi predictive maintenance pada mesin industri.
Pengelolaan Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Pada Industri Keramik Wiyatno, Tri Ngudi; Erna Indriastiningsih; Bekti Nugrahadi3
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Economic Order Quantity (EOQ), Frekwensi Pemesanan, Biaya Persediaan, Reorder Point (ROP), dan Safety Stock (SS) tanah liat pada perusahaan Keramik yang berlokasi di Cileungsi Bogor. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Economic Order Quantity (EOQ) adalah ±948 ton per order, dengan frekuensi pemesanan sekitar 32 kali per tahun dengan siklus 11-12 hari sekali. Reorder Point (ROP) ditetapkan pada ±428 ton dengan persediaan pengaman (safety stock) sebesar 18.428 kg (±18 ton). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan EOQ, ROP, dan Safety Stock mampu membantu perusahaan dalam menyeimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, sekaligus meminimalkan risiko kekurangan bahan baku. Dengan strategi persediaan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta menjaga kelancaran produksi. Disarankan bagi perusahaan untuk menerapkan metode EOQ secara berkelanjutan, mengevaluasi kapasitas gudang, serta mempertimbangkan faktor lain seperti diskon kuantitas, biaya transportasi, dan risiko kerusakan bahan baku. Penelitian selanjutnya dapat mengkombinasikan EOQ dengan metode lain seperti Just In Time (JIT) atau Material Requirement Planning (MRP) agar strategi pengendalian persediaan semakin adaptif terhadap kondisi pasar dan rantai pasok.
Pengaruh Leverage, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021 – 2024 Ida Elfania; Anita Akhirruddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Sub­sektor ini dipilih karena memiliki karakteristik industri yang relatif stabil dan terus berkembang, sehingga relevan untuk mengkaji faktor internal yang memengaruhi kinerja keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan, serta teknik purposive sampling yang menghasilkan 36 perusahaan dengan total 144 observasi selama empat tahun. Ukuran perusahaan diukur menggunakan variabel dummy, yaitu nilai 0 untuk perusahaan dengan total aset kurang dari 10 miliar dan nilai 1 untuk perusahaan dengan total aset lebih dari 10 miliar. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan struktur modal berpengaruh positif dan signifikan. Ukuran perusahaan juga terbukti berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, leverage, struktur modal, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,187 menunjukkan bahwa 18,7% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya bagi manajemen dan investor untuk mempertimbangkan kebijakan pendanaan dan skala perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan..