cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 530 Documents
Evaluasi Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRARC dan JSA pada Proyek Konstruksi Industri Kimia: (Studi Kasus: PT Sika Indonesia) Ridlo Putu Idaman; Mohammad Jufriyanto; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1478

Abstract

Proyek pembangunan perluasan gedung PT Sika Indonesia melibatkan serangkaian aktivitas berisiko tinggi seperti pekerjaan di ketinggian dan penggunaan alat berat, sehingga menuntut adanya evaluasi risiko yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko kecelakaan kerja di proyek tersebut dengan mengintegrasikan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan Job Safety Analysis (JSA), sebuah pendekatan yang belum banyak diterapkan pada proyek perluasan industri kimia untuk analisis yang lebih mendalam. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dimana data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan diskusi, teridentifikasi 12 aktivitas kerja utama di dua area kritis. Dari hasil penelitian, analisis menunjukkan adanya lima aktivitas dengan tingkat risiko Ekstrem, dua aktivitas berisiko Tinggi, empat sedang, dan satu rendah. Risiko dominan yang teridentifikasi adalah jatuh dari ketinggian, tertimpa material berat, dan kegagalan fungsi alat angkat angkut. Integrasi metode HIRARC dan JSA dalam penelitian ini berhasil memetakan dan memprioritaskan risiko secara komprehensif, dari level makro hingga detail operasional. Rekomendasi pengendalian yang dihasilkan menekankan pentingnya pendekatan sistemik yang tidak hanya bergantung pada Alat Pelindung Diri (APD), tetapi mencakup perbaikan prosedur kerja, peningkatan kompetensi personel, dan pengawasan yang konsisten untuk menekan risiko ke tingkat yang dapat diterima serta membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.
Analisis Waste pada Proses Distribusi Menggunakan Metode Lean Distribution Guna Mengurangi Keterlambatan Distribusi Hose Industri: (Studi Kasus: CV Victory) Ega Fanany Al Gusta; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1480

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan (waste) pada proses distribusi hose industri di CV Victory yang sering mengalami keterlambatan dari target waktu pengiriman. Pendekatan Lean Distribution diterapkan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuisioner kepada 15 responden, serta pemetaan proses menggunakan Process Activity Mapping (PAM) dan Value Stream Mapping (VSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lead time distribusi mencapai 144 jam, didominasi oleh aktivitas Necessary Non-Value Added (NNVA) berupa waktu menunggu dan transportasi. Berdasarkan pembobotan kuisioner, tiga waste paling kritis adalah Waiting, Motion, dan Transportation. Analisis Diagram Fishbone mengungkap akar penyebab berupa ketidakefisienan alur kerja, kurangnya fasilitas pendukung, dan belum optimalnya pengelolaan informasi. Usulan perbaikan disusun menggunakan metode 5W1H, meliputi digitalisasi dokumen, perbaikan layout gudang, optimasi rute distribusi, serta penjadwalan ulang proses loading. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan lead time dan meningkatkan efektivitas distribusi perusahaan.
Pengembangan Model Predictive Maintenance Pada Main Motor Mesin Raw Mill Fauziyyah Firdausi Zakiyyah; Mokh Suef
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1482

Abstract

Downtime akibat kegagalan mesin yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan kerugian yang signifikan bagi perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi perawatan yang tepat untuk meminimalkan risiko kegagalan tersebut. Seiring dengan perkembangan smart manufacturing, mesin-mesin industry menghasilkan data sensor yang digunakan untuk memantau kondisi kesehatan mesin. Pengelolaan data berskala besar ini menuntut penerapan Teknik analitik yang andal, khususnya dalam konteks predictive maintenance di Industri 4.0. Predictive maintenance dinilai lebih efektif dibandingkan dengan preventive dan corrective maintenance karena mampu memantau kondisi mesin secara real-time dan memprediksi kegagalan dan Remaining Useful Life (RUL) peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model prognosis berbasis klasifikasi RUL pada komponen main motor raw mill menggunakan algoritma Long Short-Term untuk membentuk representasi deret waktu, kemudian dilakukan pelabelan RUL berdasarkan interval waktu terhadap kejadian kegagalan untuk mengidentifikasi kondisi early fault. Pemisahan data dilakukan secara time-based untuk menghindari data leakage. Selain itu, dilakukan hyperparameter tuning untuk memperoleh konfigurasi model yang optimal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada model diagnosis akurasi terbaik didapatkan sebesar 97,4% dengan parameter optimal. Sedagkan pada model prognosis menggunakan LSTM mampu memberikan kinerja klasifikasi RUL yang baik dengan nilai ROC AUC sebesar 0,806 yang menunjukkan kemampuan model dalam membedakan kondisi normal dan early fault. Dengan demikian, model yang diusulkan dapat digunakan sebagai sistem pendukung pengambilan Keputusan dalam implementasi predictive maintenance pada mesin industri.
Pengelolaan Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Pada Industri Keramik Wiyatno, Tri Ngudi; Erna Indriastiningsih; Bekti Nugrahadi3
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Economic Order Quantity (EOQ), Frekwensi Pemesanan, Biaya Persediaan, Reorder Point (ROP), dan Safety Stock (SS) tanah liat pada perusahaan Keramik yang berlokasi di Cileungsi Bogor. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Economic Order Quantity (EOQ) adalah ±948 ton per order, dengan frekuensi pemesanan sekitar 32 kali per tahun dengan siklus 11-12 hari sekali. Reorder Point (ROP) ditetapkan pada ±428 ton dengan persediaan pengaman (safety stock) sebesar 18.428 kg (±18 ton). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan EOQ, ROP, dan Safety Stock mampu membantu perusahaan dalam menyeimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, sekaligus meminimalkan risiko kekurangan bahan baku. Dengan strategi persediaan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta menjaga kelancaran produksi. Disarankan bagi perusahaan untuk menerapkan metode EOQ secara berkelanjutan, mengevaluasi kapasitas gudang, serta mempertimbangkan faktor lain seperti diskon kuantitas, biaya transportasi, dan risiko kerusakan bahan baku. Penelitian selanjutnya dapat mengkombinasikan EOQ dengan metode lain seperti Just In Time (JIT) atau Material Requirement Planning (MRP) agar strategi pengendalian persediaan semakin adaptif terhadap kondisi pasar dan rantai pasok.
Pengaruh Leverage, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2021 – 2024 Ida Elfania; Anita Akhirruddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Sub­sektor ini dipilih karena memiliki karakteristik industri yang relatif stabil dan terus berkembang, sehingga relevan untuk mengkaji faktor internal yang memengaruhi kinerja keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan, serta teknik purposive sampling yang menghasilkan 36 perusahaan dengan total 144 observasi selama empat tahun. Ukuran perusahaan diukur menggunakan variabel dummy, yaitu nilai 0 untuk perusahaan dengan total aset kurang dari 10 miliar dan nilai 1 untuk perusahaan dengan total aset lebih dari 10 miliar. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan struktur modal berpengaruh positif dan signifikan. Ukuran perusahaan juga terbukti berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, leverage, struktur modal, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,187 menunjukkan bahwa 18,7% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya bagi manajemen dan investor untuk mempertimbangkan kebijakan pendanaan dan skala perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan..
Analisis Determinan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah : (Studi Kasus Opini Badan Pemeriksa Keuangan Di Kabupaten Kupang) Petrus Valentino Baunsele; Dikky Mooy; Aprianto Baki Uly
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1498

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Kupang, yang berlokasi di Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan ukuran sampel sebanyak 54 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling non-probabilitas, khususnya sampling jenuh, atau yang sering disebut sebagai sampling total. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan pertanyaan tertutup dan skala Likert dari 1–5. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27.0. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan hasil uji parsial menggunakan uji t menunjukkan bahwa implementasi peran Teknologi Informasi memiliki pengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan daerah, dan Internal Audit juga memiliki pengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Uji simultan menunjukkan bahwa variabel Implementasi Teknologi Informasi dan Internal Audit secara bersama-sama memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan
Analisis Kinerja Mesin Mobile Bagging Unit (MBU) Dengan Menggunakan Metode OEE (Overall Equipment Effectiveness) Dan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) Alvin Jaya Ramadhan; Moh Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1510

Abstract

Mesin Mobile Bagging Unit (MBU) merupakan layanan utama PT. ABC yang berfungsi sebagai sarana pengantongan pupuk ZA Plus dalam mendukung kelancaran distribusi produk. Mesin ini berperan penting dalam rantai penyimpanan dan pengelolaan komoditas, baik dalam bentuk curah maupun kemasan. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, operasional MBU mengalami peningkatan downtime akibat faktor internal seperti kerusakan komponen dan gangguan mesin pewarna, serta faktor eksternal berupa keterlambatan pasokan bahan baku. Usia operasional mesin yang telah mencapai lima tahun juga berkontribusi terhadap penurunan performa dan ketidakstabilan laju produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas operasional mesin MBU serta mengidentifikasi sumber utama ketidakefisienan yang ditandai oleh tingginya downtime dan fluktuasi kecepatan produksi. Data penelitian meliputi catatan operasi, perawatan, hasil produksi, dan produk cacat pada periode Mei–Oktober 2025. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) digunakan untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan availability, performance, dan quality, sedangkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) diterapkan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dan menentukan prioritas perbaikan. Hasil analisis menunjukkan nilai OEE rata-rata sebesar 47,12%, masih jauh di bawah standar kelas dunia 85%, dengan Performance Efficiency sebagai faktor terendah. Analisis Six Big Losses mengungkapkan bahwa kerugian terbesar berasal dari reduced speed losses dan breakdown losses. Sementara itu, FMEA mengidentifikasi jarum jahit, nepel pisau, dan looper sebagai komponen dengan risiko tertinggi. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan penerapan perawatan preventif terencana, penggantian komponen kritis secara berkala, serta pemantauan kondisi mesin secara waktu nyata guna meningkatkan keandalan dan produktivitas mesin MBU secara berkelanjutan.
Rancangan Alat Pembersih Bahan Kerupuk Kulit: (Studi Kasus: UMKM Kerupuk Kulit Kartini) Noto Wiroto; Novri Jenita Marbun; Fifi Ariani; Naufal Dinata Hidayat; Afdal Heriadi Putra
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1511

Abstract

UMKM Kerupuk Kulit Kartini di Kota Dumai masih melakukan proses pembersihan kulit sapi secara manual, yang berdampak pada rendahnya efisiensi waktu, keterbatasan kapasitas produksi, serta risiko ergonomi bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan merancang alat pembersih bahan kerupuk kulit yang sesuai dengan kebutuhan UMKM dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta penyebaran kuesioner untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pengguna (voice of customer). Hasil kuesioner kemudian diolah menggunakan House of Quality (HOQ) untuk menentukan prioritas karakteristik teknis alat. Selain itu, data antropometri digunakan untuk memastikan rancangan alat bersifat ergonomis dan nyaman digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas utama dalam perancangan alat meliputi kemudahan pengoperasian, efisiensi waktu pembersihan, keamanan kerja, serta kemudahan perawatan. Rancangan alat pembersih yang dihasilkan mampu meningkatkan efisiensi proses pembersihan, mengurangi beban kerja operator, dan berpotensi meningkatkan kapasitas produksi UMKM. Dengan demikian, penerapan metode QFD terbukti efektif dalam menghasilkan rancangan alat pembersih kerupuk kulit yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mendukung peningkatan produktivitas UMKM.
Analisis Kinerja Mesin Departemen Amonia Menggunakan Metode OEE dan Fuzzy FMEA Pada Kegagalan Berdampak Tinggi di Produsen Pupuk Eriyan Ochy Arnanda; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1514

Abstract

PT. X tergolong sebagai entitas produsen pupuk berskala nasional yang memiliki permasalahan pada performa mesin seperti kerusakan pada mesin Blackout, LG SOHT 103J, 101J trip FALL 1003, dan Bocoran Line HS. Penelitian ini untuk mengembalikan efektivitas mesin yang lebih baik menggunakan metode OEE dan Fuzzy FMEA, perusahaan belum ada analisis sistematis yang menentukan akar penyebab dan dampak kegagalan tersebut. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata nilai OEE sebesar 75,90%, dimana hasil OEE belum memenuhi standar idealnya sebesar 85%. Selain itu didapat nilai FRPN tertinggi sebesar 253.5 pada Blackout, 101J trip FALL 1003 sebesar 153.5, Bocoran Line HS sebesar 153.5, dan terkecil LG SOHT 103J sebesar 53.5, temuan ini menegasakan dominasi kegagalan berdampak tinggi dalam sistem produksi Amonia kontinu. Dari hasil tersebut diberikan perbaikan penjadwalan priventive maintenance dan pemantauan rutin sehingga diharapkan setelah implementasi didapatkan risiko kerusakan menurun, operasi mesin stabil, dan keamanan kerja meningkat. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan FMEA berbasis Fuzzy pada proses industri berisiko tinggi, serta kontribusi mendukung keputusan pemeliharaan pada industri pupuk.
Green Tourism: A Strategy for Realizing an Environmentally-Based Wonderful Indonesia Firman Sinaga; Komang Shanty Muni Parwati; Febianti; Komang Trigita Juliastari; Firlie Lanovia Amir
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1518

Abstract

The tourism sector is a fundamental pillar of Indonesia's national economy, contributing crucially to Gross Domestic Product (GDP) growth and job creation. However, amidst the acceleration of tourist arrivals, a serious threat emerges in the form of ecosystem degradation that could erode the identity of "Wonderful Indonesia." This study aims to analyze the implementation strategy of Green Tourism as a vital instrument in realizing sustainable, environmentally-based tourism in Indonesia. Using descriptive qualitative methods and policy analysis, this study explores the synergy between government regulations, the readiness of environmentally friendly infrastructure, and local community involvement in preserving natural assets. The study results indicate that the transition to green tourism is no longer merely an ethical option but a strategic necessity to maintain Indonesia's global competitiveness in the eyes of international tourists who are now highly aware of sustainability issues. Green tourism strategies have proven effective in mitigating the destructive impacts of mass tourism while creating long-term economic value through biodiversity preservation and strengthening local culture. This study recommends stricter integration of green certification policies at the regional level and the use of digital technology to monitor environmental carrying capacity in priority destinations.