cover
Contact Name
Donny Marsetyo
Contact Email
medical.journal@hangtuah.ac.id
Phone
+6281353209991
Journal Mail Official
medical.journal@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. GAdung no 1 Kompleks RSAL Dr. Ramelan Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Hang Tuah Medical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 16931238     EISSN : 25984861     DOI : https://doi.org/10.30649/htmj.v19i2
Core Subject : Health, Science,
Hang Tuah Medical Journal: is published by Faculty of medicine, Universitas Hang Tuah with p-ISSN: 1693-1238 e-ISSN: 2598-4861. Its disciplinary focus is medical science and speciality in bio marine science. Hang Tuah Medical Journal is published in English and Indonesia for May and November. Each 90-100 page edition contains between nine and eleven scientific articles on research, case reports and study literature. Contributors of Hang Tuah Medical Journal included: medical researchers, dental practitioners, lecturers, and students drawn from Indonesia and a wide range of other countries. Hang Tuah Medical Journal as the open-access journal has been indexed by SINTA-Science and Technology Index, Garuda, Google scholar Hang Tuah Medical journal has been certificated as a Scientific Journal by Sinta (Science and Technology Index) S5 . valid until Volume 17 No.1, 2017.
Articles 249 Documents
Pengaruh Suhu Rendah dan Metode Vakum Pada Penyimpanan Daging Sapi Terhadap Jumlah Koloni Bakteri dan Organoleptik Tekstur, Bau dan Warna EDI PRAKTIKNYA, DJATIWIDODO; OKA MAHENDRA, IDA BAGUS PUTU; RISMA
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 1 (2023): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i1.346

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Ketersediaan logistik yang baik kadang diabaikan untuk keberhasilan suatu misi kemiliteran. Dalam dunia pelayaran ketersediaan makanan yang terstandar dan memadai juga sangat penting. Pengemasan penting dalam pengawetan bahan pangan hasil peternakan . Selain pengemasan, cara yang umum dilakukan untuk mempertahankan kesegaran daging dengan menempatkan daging dalam suhu rendah. Tujuan: Menganalisa perbedaan penyimpanan daging pada udara terbuka dengan penyimpanan daging pada suhu rendah dan dikemas vakum dalam hal pertumbuhan bakteri dan profil organoleptik. Metode: Penelitian eksperimental, dengan desain “Post Test Only Control Group Design”, menggunakan metode kuantitatif. Populasi adalah daging sapi sedangkan sampel adalah daging sapi yang berasal dari pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH). Variabel bebas adalah suhu dan kemasan, variabel terikat adalah jumlah koloni bakteri dan profil organoleptik bau, warna dan tekstur daging. Hasil: Dari hasil uji hedonik bau, tekstur, dan warna didapatkan daging yang dikemas dalam vakum dan diletakkan dalam refrigerator dan freezer memiliki uji hedonik yang lebih baik. Kesimpulan: Jumlah koloni bakteri pada sampel daging yang diletakkan pada suhu rendah dan dikemas dalam vakum terbukti lebih rendah dibandingkan sampel daging yang diletakkan pada udara terbuka dan tidak dikemas dalam vakum. Pada profil organoleptik daging yang meliputi bau, warna dan tekstur daging terbukti lebih baik pada daging yang diletakkan pada suhu rendah dan dikemas dalam vakum dibandingkan daging yang diletakkan di udara terbuka dan tidak dikemas dalam vakum. Kata kunci: Suhu rendah, vakum, penyimpanan daging sapi, koloni bakteri
Efek Pemberian Eucheuma spinosum sebagai Profilaksis dalam Penghambatan Peningkatan SGPT pada Tikus yang Diinduksi Dexamethasone HANDAJANI, FITRI; PERMANA, I GEDE PUTU BAYU TIRTA; TARUNA, DODY; UNTARI, NI KOMANG SRI DEWI
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 1 (2023): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i1.359

Abstract

Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT) is a specific biomarker for detecting liver disease. This study aimed to determine the effect of giving 200 mg/Kg BW of Euchema spinosum extract as a prophylaxis against increasing SGPT in Rattus norvegicus rats injected with dexamethasone 8mg/Kg BW for six days. This experimental study with a randomized posttest-only control group design using 24 white male rats which were divided into three groups; group 1 was the untreated group, group 2 was given dexamethasone 8 mg/Kg BW for six days, the group 3 was given prophylactic 200 mg/Kg BW Eucheuma sp. extract for 13 days. After the treatment period, the group was terminated, and SGPT levels were measured using Cobas Integra. SGPT levels were then analyzed using SPSS. The normality test results for SGPT levels obtained a value of p> 0.05, and this value was only obtained from group 1 (p = 0.085) and group 2 (p = 0.224), while the group 3 showed that the distribution of data was not normally distributed (p = 0.022). The Kruskal-Wallis test showed a mean difference in SGPT levels between groups. The Mann-Whitney U test obtained a lower SGPT score in group 3 than in group 2 (p=0.007). Group 1, compared to group 3, decreased (p=0.001). Giving extract of Eucheuma sp. at a dose of 200 mg/Kg BW can inhibit the increase in SGPT levels in dexamethasone-induced white male rats (Rattus norvegicus).
Pengaruh Terapi Oksigen Hiperbarik Terhadap Kadar Enzim Katalase Jaringan Otak Tikus Model Alkohol Kronis VIRA AULIA KUSUMA WARDANI; NI KOMANG SRI DEWI UNTARI; KETUT EDY SUDIARTA; VERNA BIUTIFASARI
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 2 (2024): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i2.362

Abstract

Latar belakang: Penyalahgunaan alkohol merupakan salah satu permasalahan serius setelah penyalahgunaan zat dan obat terlarang. Sebanyak 3,3 juta orang meninggal di dunia akibat penggunaan alkohol pada tahun 2018 dan bertanggung jawab atas 5,1% beban penyakit global. Penyalahgunaan alkohol dapat meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS). ROS menimbulkan dampak negatif terhadap serebelum yang berakibat pada penurunan kadar enzim katalase. Terapi oksigen hiperbarik (TOHB) dapat menurunkan produksi ROS dan berpengaruh terhadap kadar enzim katalase jaringan otak. Tujuan: Membuktikan pengaruh terapi oksigen hiperbarik terhadap kadar enzim katalase jaringan otak hewan coba model alkohol kronis Metode: Tikus putih galur wistar diinduksi dengan alkohol 20% 4,5ml/kgBB setiap hari selama 6 minggu untuk mendapatkan model alkohol kronis. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok yaitu kelompok kontrol yang tidak diinduksi (K0), kelompok perlakuan yang diinduksi alkohol tanpa TOHB (K1), kelompok intervensi yang diinduksi alkohol dan TOHB (K2). Hasil: Pengukuran kadar katalase didapatkan rerata dan standar deviasi sebesar K0 (877,74 ± 69,54), K1 (617,8 ± 245,32), dan K2 (952,85 ± 47,40); Uji statistik MWU pada kadar katalase mengalami perbedaan yang signifikan di tiap kelompok (p < 0,05). Kesimpulan: Terapi oksigen hiperbarik terbukti berpengaruh terhadap kadar enzim katalase pada hewan coba model alkohol kronis         
Hubungan Personal Hygiene dan Pengetahuan Santri Usia 13-16 Tahun dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng, Jombang NATASIA, SEPTALISA MARSHA DEA; ALFI SYAHREZA; MUTIARA PURWITA SARI
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 2 (2024): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i2.368

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan tungai Sarcoptes scabiei var hominis yang bersifat menular kepada orang lain. Faktor penyebab yang membuat minimnya perhatian para santri di pesantren untuk kesehatan diri adalah lingkungan pesantren yang tidak mendukung, pengetahuan kebersihan diri yang minim sehingga menjadi risiko tinggi terinfeksi skabies. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan secara simple-random-sampling, terdapat 85 sampel. Analisis data dengan chi-square, dari 85 santri terdapat 16(41%) dengan personal hygiene baik menderita skabies 37(80,44%) dengan personal hygiene tidak baik yang menderita skabies, 23(59%) dengan personal hygiene baik yang tidak menderita skabies, dan 9(19,56%) dengan personal hygiene tidak baik dan tidak menderita. Pada uji regresi linier diperoleh nilai R= 0,915 menunjukkan adanya korelasi dari variabel X1 dan X2 secara linear dengan Y yaitu 0,915 (hubungan X1,X2 dengan Y sangat kuat). Konstanta= 2,490, (X1)PH= -0,015, (X2)Pengetahuan= -0,017, berarti persamaan garisnya adalah Y= 2,490 + (-0,015) PH + (-0,017) Pengetahuan, artinya semakin tinggi PH maka angka kejadian skabies semakin rendah, semakin tinggi pengetahuan maka angka kejadian skabies semakin rendah. Dapat disimpulkan bahwa personal hygiene dan tingkat pengetahuan dapat mempengaruhi angka kejadian skabies santri usia 13–16 tahun di pondok pesantren Madrasatul Qur’an Tebu Ireng Jombang.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Spirulina platensis Terhadap Penurunan Kadar Serum SGPT Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Parasetamol Dosis Tinggi E.J.T, SIHNING; SAES, JOVITASARI ELVIANA PUTRI; ADIWINOTO, RONALD PRATAMA; NURDIANTO, HERU
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 2 (2024): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i2.376

Abstract

Latar Belakang : Hepatotoksisitas akibat obat merupakan cedera hati yang dapat dipicu karena penggunaan parasetamol dosis tinggi. Metabolisme parasetamol menghasilkan metabolit reaktif NAPQI yang menciptakan kondisi stres oksidatif di hati. Spirulina platensis mengandung fikosianin yang berperan sebagai antioksidan sehingga mampu mengurangi pembentukan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Spirulina platensis terhadap penurunan kadar SGPT tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi parasetamol dosis tinggi. Metode : Studi laboratorium eksperimental dengan desain post test only control group pada total 24 tikus yang dibagi kedalam 3 kelompok: (1) Kelompok K(-) diberi makanan standar selama 10 hari; (2) Kelompok K(+) diberi parasetamol dosis 1250mg/kgBB di hari kedelapan; (3) Kelompok perlakuan diberi ekstrak Spirulina platensis dosis 360mg/kgBB selama 10 hari serta diberi parasetamol dosis 1250mg/kgBB di hari kedelapan. Di hari kesepuluh ketiga kelompok diterminasi dan diambil sampel darah untuk pengukuran SGPT. Hasil Penelitian : Rerata SGPT pada kelompok K(-) 58,5 m/l, kelompok K(+) 84,8 m/l, dan kelompok perlakuan 70,7 m/l. Didapatkan perbedaan rerata kadar SGPT kelompok K(+) dan kelompok perlakuan pada p=0,082. Kesimpulan : Pemberian ekstrak alga hijau biru (Spirulina platensis) sebagai antioksidan dengan dosis 360mg/kgBB/hari selama 10 hari memperbaiki fungsi hepar khususnya dalam menurunkan kadar serum SGPT tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi parasetamol dosis tinggi dengan hasil signifikansi 0,082 (p>0,05). Kata Kunci: Spirulina platensis, Antioksidan, Serum glutamate pyruvate transaminase (SGPT), Rattus norvegicus
Pengaruh Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Pada Media Agar Nutrient AULIA CEMPAKASARI; VARIDIANTO YUDO TJAHJONO; PRAJOGO WIBOWO; LESTARI DEWI
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 2 (2024): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i2.402

Abstract

Diare adalah defekasi cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam dan merupakan penyakit yang sering terjadi di Negara dengan sanitasi buruk, dengan prevalensi tertinggi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) yang banyak dijumpai di daerah tropis seperti Indonesia, diharapkan dapat efektif dalam menghambat aktivitas bakteri Escherichia coli karena menyimpan sumber metabolit sekunder yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, tannin dan alkaloid. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan bakteri Escherichia coli yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, konsentrasi 25%, konsentrasi 50%, konsentrasi 75%, konsentrasi 100% dan kontrol positif yang masing-masing kelompok dilakukan 4 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 25% memiliki diameter zona hambat 6,99 mm, pada konsentrasi 50% memiliki diameter zona hambat 7,27 mm, pada konsentrasi 75% memiliki diameter zona hambat 7,91 mm, dan pada konsentrasi 100% memiliki diameter zona hambat 8,90 mm. Pada uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dari 6 kwlompok perlakukan dengan nilai signifikasi 0,001 (p<0,05). Uji Mann-Whitney U di dapatkan bahwa kelompok control negative tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kelompok konsentrasi 25%, 50% dan 75% dengan nilai signifikasinya >0,05 (p>0,05). Hasil penelitian uji daya hambat ekstrak daun kelor kelor (Moringa oleifera L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada media agar nutrient dengan beberapa kelompok perlakuan yang berbeda telah dilakukan dan disimpulkan bahwa Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada media agar.
Profil Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi Di Rspal Dr. Ramelan Surabaya Periode Januari – Desember 2021 SEKAR KURNIA CAHYA; ANANG MUFTI SUMARSONO; PRAWESTY DIAH UTAMI
Hang Tuah Medical Journal Vol 22 No 1 (2024): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v22i1.416

Abstract

Background : Breast cancer is the most frequent cancer that occurs in Indonesia and becomes the main cause of mortality. Progression of breast cancer is affected by various factors, such as age, occupational status, menopause, estrogens, and lifestyle with high-fat dietary and alcohol consumption. Breast cancer progressivity may be stopped by surgery, chemotherapy, radiation, and hormonal therapy. Chemotherapy is an anticancer treatment management with the aim of killing cancer cells in the body and preventing recurrence and metastasis by administering cytotoxic agents. Chemotherapy may be performed previous to surgery (neoadjuvant) to achieve the decreased size of the tumor and facilitate the resection surgery. It may be performed as well after the surgery (adjuvant) to destroy any residual tumor cells. This study aimed to describe the profile of breast cancer patients who underwent chemotherapy from January to December 2021 at RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Methods: This study was descriptive with a retrospective design. Data collected from secondary sources of medical records patients with breast cancer in RSPAL Dr. Ramelan Surabaya from January to December 2021. Results: From the 79 samples, the most frequent age group in this study was a group of pre-elderly (45-59 years old). Most breast cancer patients are housewife. Breast cancer was commonly found in stage III. The most frequent chemotherapy management implemented for the breast cancer patient was adjuvant chemotherapy. Conclusion: women aged 45-59 years, not working, stage III, receiving adjuvant chemotherapy. Keywords : breast cancer, age, occupation, staging, chemotherapy
Analisis Efisiensi Bangsal ICU/ICCU Dua Rumah Sakit Jawa Tengah Berdasarkan Standar Depkes Dan Barber Johnson WIDIANAWATI, EVINA; AMALIA, NOVITA; PRATIWI, NILA
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 1 (2023): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i1.442

Abstract

Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan parameter penting yang perlu diperhatikan untuk menilai capaian peningkatan pelayanan rumah sakit. Perhitungan indicator BOR LOS TOI BTO di RS Telogorejo dan RSUD M Ashari masih global untuk seluruh pelayanan rawat inap sedangkan indikaotr pelayanan dan efisiensi bangsal ICU belum dianalsis. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisa efisiensi bangsal ICU di RSUD dr. M. Ashari dan RS M Ashari pada tahun 2019-2021. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, dengan metode observasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu data ICU RL 3.1 tahun 2019-2021 dengan teknik total sampling dalam pengambilan sampel. Hasil perhitungan indikator pelayanan ICU, rerata pasien yang dirawat pada bangsal ICU kurang lebih 1-2 pasien dalam sehari, dengan angka kematian pada kisaran 33%-82% dari total pasien yang dirawat pada bangsal ICU. Hasil perhitungan Analisa efisiensi bangsal ICU menurut standar Depkes RI di RSUD M Ashari pada tahun 2019-2021 nilai BOR, LOS, TOI dan BTO hampir semua belum ideal. Disisi lain di RS Telogorejo hanya LOS yang ideal sedangkan BOR LOS TOI tidak ideal. Pembuatan GBJ bangsal ICU tahun 2019-2021 di di RSUD M Ashari dan RS Telogorejo menunjukkan bahwa pengelolaan bangsal ICU belum efisien karena letak titik perpotongan BOR, LOS, TOI, dan BTO di luar daerah efisien. Diperlukan upaya dalam memaksimalkan penggunaan tempat tidur di bangsal ICU agar mencapai efisiensi bangsal ICU.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja pada Pekerja Produksi PT. Rabanton Maju Joyo Abadi Banyuwangi HARNANDA, VINONA ALVIO; ERNAWATI, MEIRINA
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 1 (2023): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i1.448

Abstract

Work weariness is a pattern that develops in a scenario and often happens when everyone who has acted is able to resume their actions. This study's goal was to ascertain the impact of repetitive labor and mental strain on worker tiredness at PT. Rabanton Maju Joyo Abadi Banyuwangi. This research uses a cross-sectional study design and is an observational analytical study. The sample size in the study was as many as 35 concrete production workers at PT. Rabanton Maju Joyo Abadi Banyuwangi. The variables studied are individual characteristics, mental workload and monotonous work. Data was obtained by distributing questionnaires and interviews to workers. The data is presented in tabular format, and Chi-Square statistical analysis is used to analyze it using non-parametric statistical tests. According to the study's findings, characteristics such as age (p = 0.040), mental effort (p = 0.027), and monotonous job (p = 0.036) showed a significant association with work tiredness, however factors such as working duration (p = 0.211) and nutritional state (p = 0.187) did not. Based on the findings of this research, it can be concluded that characteristics such as age, mental burden, and monotony have a significant association with job tiredness, however factors such as working conditions and nutritional status do not. It is better to have socialization about work fatigue during safety talk and medical check-ups regularly.
Karakteristik Ibu Hamil Dengan Anemia Mikrositik Hipokromik Di RSUD Sanjiwani Gianyar: Bahasa Indonesia ARI, BAYU MURTI
Hang Tuah Medical Journal Vol 21 No 2 (2024): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v21i2.457

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu jenis anemia mikrositik hipokromik yang sering ditemukan pada ibu hamil dan kasus tertinggi kedua di Provinsi bali pada tahun 2021 terjadi di Kabupaten Gianyar. Berbagai faktor risiko berkaitan dengan kondisi tersebut seperti usia kehamilan dan usia ibu hamil. Pada beberapa penelitian sebelumnya didapatkan hasil yang bervariasi. Salah satu studi menemukan anemia lebih banyak terjadi pada ibu hamil dengan usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun. Namun studi lain mendapatkan anemia banyak terjadi pada usia 20 hingga 35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Ibu hamil dengan Anemia Mikrositik Hipokromik di RSUD Sanjiwani Gianyar berdasarkan usia ibu, usia kehamilan, derajat anemia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Dari penelitian ini didapatkan angka kejadian anemia berdasarkan usia ibu hamil paling banyak pada usia 20 hingga 35 tahun sebanyak 93 (93%) yang terjadi pada trimester III kehamilan sebanyak 86 kasus (86%) dengan klasifikasi derajat anemia ringan sebanyak 76 kasus (76%). Dengan demikian, dapat disimpulkan kasus anemia mikrositik hipokromik di RSUD Sanjiwani didominasi oleh ibu hamil dengan usia 20 hingga 35 tahun yang terjadi pada trimester III dengan anemia ringan.