cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Pengaruh Penambahan Berbagai Takaran Ampas Tahu pada Media Bibit Induk Jagung terhadap Pertumbuhan Miselium dan Bobot Bibit Induk Jamur Enoki (Flammulina Velutipes (Curt.: Fries) Singer) Marzuki, Betty Mayawatie; Erawan, Tatang Suharmana; Kusmoro, Joko
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.046 KB)

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Mengenai Pengaruh Penambahan Berbagai Takaran Ampas Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Bobot Bibit Induk Jamur Enoki (Flammulina Velutipes (Curt.:Fr.)Singer.), dilakukan mulai bulan Juli sampai bulan Oktober 2015 . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase jumlah penambahan ampas tahu yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan bobot bibit induk jamur enoki yang terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan ampas tahu pada media bibit induk jagung (P), terdiri dari enam taraf perlakuan dan diulang sebanyak empat kali. Perlakuan tersebut terdiri dari komposisi media bibit induk: biji jagung 100% ditambah ampas tahu 0% (p0), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 5% (p1), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 10% (p2), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 15% (p3), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 20% (p4), biji jagung 100% ditambah ampas tahu 25 % (p5). Parameter yang diukur adalah rata-rata pertambahan panjang miselium jamur enoki (%/hari), Rata- rata waktu pertumbuhan miselium jamur enoki mencapai 100% (hari), dan Rata-rata bobot bibit induk jamur enoki (gr). Hasil penelitian menunjukan penambahan ampas tahu 5% (p1) merupakan perlakuan terbaik untuk parameter rata-rata pertambahan panjang miselium jamur enoki (4,54 %/hari) dan waktu pertumbuhan miselium jamur enoki mencapai 100% (22,25 hari). Penambahan ampas tahu 25% (P5) merupakan perlakuan terbaik untuk parameter Rata-rata bobot bibit induk jamur enoki (374,05gr).
Kerapatan, Nilai Biomassa dan Serapan Karbon Spesies Ceriops tagal (Perr.) C. B. Rob di Wilayah Pesisir Tabulo Selatan Provinsi Gorontalo Baderan, Dewi Wahyuni K.
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.07 KB)

Abstract

Hutan mangrove yang berada di wilayah pesisir Tabulo Selatan Kecamatan Mananggu Kabupaten BualemoProvinsi Gorontalo memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi yang bersumber dari keanekaragamanvegetasi mangrove yang terdapat pada kawasan ini, salah satu diantaranya adalah spesies Ceriops tagal. Hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat penting sebagaimana hutan lainya yaitu sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Dimana karbon yang diserap tersebut disimpan dalam biomassa yaitu pada beberapa bagian tumbuhan seperti pada akar, batang, dan daun. Mangrove mampu menyerap sebagian karbon dalam bentuk CO2 yang dimanfaatkan untuk proses fotosintesis, sedangkan sebagian lainnya tetap berada di atmosfer, dengan meningkatnya CO2, yang berada di atmosfer maka akan memicu terjadinya perubahaniklim secara global.Dengan kemampuan mangrove sebagai penyerap karbon dan penyimpanannya dalambiomassa, maka peningkatan karbondioksida di atmosfer tentu dapat lebih dikurangi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kerapatan, biomassa dan nilai karbon Ceriops tagalyang berada didi wilayahPesisir Tabulo Selatan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode jarak (Point–Centered QuarterMethod).Objek penelitian ini dibatasi pada biomassa atas permukaan tanah yaitu karbon batang dan daunsedangkan untuk biomassa bawah permukaan tanah yaitu akar dan substrat. Stok karbon diestimasi denganmengalikan nilai biomassa dengan konstanta 50%. Stok karbon tanah diperoleh dari hasil analisislaboratorium. Hasil penelitian menemukan kerapatan sebesar 32,34 pohon/ 2Ha, total biomassa batang7.121,174 kg dengan nilaiserapan karbon 3.560,59 kg, total biomassa daun 12,93 kg dengan nilaiserapankarbon 634,384 kg, biomassa akar 833,94 kg, nilai serapan karbon akar 4.108,7, dan nilai serapan karbontanah sebesar 4.579,75 gr C/Cm2. Nilai serapan karbon pada batang jauh lebih besar dibandingkan dengantotal serapan karbon pada daun, akar dan tanah (substrat) hal ini dikarenakan kandungan biomassa padabatang berkaitan erat dengan hasil produksi pohon yang didapat melalui proses fotosintesis yang umumnyadisimpan pada bagian batang.Temuan penelitian ini, dijadikan sebagai data dalam pengelolaan hutanmangrove di Pesisir Tabulo Selatan serta dapat dijadikan data dalam rangka pengembangan program REDD((Reduced Emissions from Deforestation and Degradation) sehingga usaha konservasi mangrove dalamrangka mengurangi efek pemanasan global dapat lebih ditingkatkan.
Environmental Literacy (Sikap dan Tindakan) Pengelolaan Sampah dan Penghijauan Siswa SMA Adiwiyata dan Non-Adiwiyata Wulandari, Ratri; Sulistiyowati, Eka
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.097 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan dan tingkat literasi lingkungan (sikap dan tindakan)siswa adiwiyata dan non-adiwiyata pada pengelolaan sampah dan penghijauan. Jenis penelitian adalahpenelitian survei. Penelitian ini dilaksanakan di dua sekolah adiwiyata (SMA N 1 Pengasih dan MAN 2Wates) dan dua sekolah non-adiwiyata (SMA N 1 Girimulyo dan SMA N 1 Wates) sebanyak 198 sampel secara random sampling dari 404 populasi. Para siswa diberikan 20 soal kuesioner yang terdiri dari duabagian. Bagian A mengukur sikap, bagian B mengukur tindakan terhadap lingkungan. Data kemudiandianalisis secara statistik menggunakan statistik deskriptif dan Independent-T Sample test. Hasil ujiIndependent-T Sample test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan sikap dan tindakan lingkungan siswaantara sekolah adiwiyata dan non-adiwiyata (Sig.> 0,05).Sementara itu,tingkat literasi lingkungan antarasiswa adiwiyata dan non-adiwiyata pada aspek sikap dan tindakan berada pada kategori tingkatan yang sama.Sama-sama memiliki tingkat sikap lingkungan yang tinggi dan tingkat tindakan lingkungan yang sedang.
Optimasi Perebusan Biji Ketapang (Terminalia Cattapa) Dalam Fermentasi Tempe Lelatobur, Lovely Ezverenzha; Dewi, Lusiawati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.651 KB)

Abstract

Tempe merupakan produk pangan fermentasi yang juga merupakan makanan tradisional Indonesia dan telah banyak dimodifikasi dengan menggunakan bahan lain selain kedelai.Sudah terdapat setidaknya 6 jenis tempe dengan bahan yang selain kedelai dan salah satunya ada biji ketapang. Biji ketapang mengandung kadar protein 25,3%, lemak 16.35%, serat 11.75% dan karbohidrat 5.8%. Biji ketapang sudah mulai digunakan dalam pembuatan produk fermentasi seperti kecap, subtitusi tepung dan juga tempe, hanya saja untuk tempe masih belum diketahui lebih dalam kadar gizinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan cara pengolahantempe khususnya pada perebusan biji ketapang dalam menghasilkan kualitas tempe biji ketapang yang baik dilihat dari uji proksimat dan organoleptik. Demi tercapai tujuan tersebut, biji ketapang direbus dengan menggunakan interval waktu perebusan 30 dan 45 menit yang diberi perebusan dua kali dan 60 menit dengan perebusan sekali. Setelah itu diberi ragi dan difermentasi selama 48 jam kemudian dilakukan uji proksimat dan organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik sederhana (deskriptif). Hasil penelitian menunjukkan kadar air yang optimal untuk fermentasi tempe biji ketapang adalah pada perebusan 60 menit dengan persentase kadar air 62.50% untuk kadar abu optimal fermentasi tempe biji ketapang pada perebusan 45 menit yaitu 2.17% untuk kadar lemak dan protein optimal perebusan untuk fermentasi tempe bji ketapang adalah 60 menit dengan persentase 7.16% & 18.24% sedangkan untuk organoleptik skala nilai yang didapat semua perlakuan adalah 3 (netral). Disimpulkan bahwa nilai gizi berdasarkan uji proksimat dan organoleptik menunjukkan bahwa perebusan 45 menit dan 60 menit lebih optimal membantu dalam proses fermentasi biji ketapang menjadi tempe.
Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Jerami Padi dan Limbah Cangkang Telur Ayam untuk Meningkatkan Kandungan Kalsium Tanaman Sawi (Brassica juncea, L.) Wahyuni, Sari Eka Teguh; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.052 KB)

Abstract

Limbah jerami padi merupakan limbah pertanian yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak danmedia budidaya jamur, sedangkan limbah cangkang telur ayam merupakan limbah rumah tangga yang belumbanyak dimanfaakan. Jerami padi mengandung 30-40% C dan 1,5% N. Cangkang telur ayam mengandung97% Ca yang tersimpan dalam bentuk kalsium karbonat. Limbah jerami padi dan limbah cangkang telurayam dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Tujuan penlitian ini adalah untukmengetahui pengaruh pupuk organik cair limbah jerami padi dan limbah cangkang telur ayam terhadappeningkatan kandungan kalsium tanaman sawi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimendengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Kandungan kalsium tertinggi di peroleh padaperlakuan P3W1 yaitu 2,54mg/g sedangkan kadar kalsium terendah yaitu pada perlakuan P1W3. Hasilanalisis ANOVA menunjukkan hasil yang signifikan artinya ada pengaruh pemberian pupuk organik cairterhadap kandungan kalsium.
Pengelolaan Sampah Berbasis Peran Serta Masyarakat di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo Wahyuning, Sri; Sunarto, S; Wiryanto, W
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.544 KB)

Abstract

Permasalahan tentang sampah tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, di pedesaan sampah sudah menjadipersoalan yang kompleks juga. Salah satunya adalah di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Limbah darirumah tangga selalu dibuang ke sungai, sehingga saat ini di desa jarang ditemui sungai yang bersih tanpa sampah. Timbulansampah yang dibuang ke sungai ini menjadi persoalan yang serius di Desa Kalibeber karena menyebabkan sungai menjadikotor.Dengan jumlah penduduk Desa Kalibeber yang berjumlah 10.254 jiwa, maka dihasilkan 4.101,6 kg timbulansampah setiap hari. Timbulan sampah yang tidak ditangani dengan baik menimbulkan dampak langsung diantaranya adalahberbagai penyakit seperti penyakit diare, penyakit kulit serta gangguan pernafasan. Sedangkan dampak tidak langsungnyaadalah bahaya banjir. Arus air sungai akan terhambat karena terhalang timbunan sampah yang ada di sungai. Kompleksitaspermasalahan persampahan semakin meningkat seiring dengan perkembangan Desa Kalibeber, sehingga perlu mengkajimodel pengelolaan sampah di Desa Kalibeber.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi jenis dan volume sampah (2) Mengkaji bagaimana pengolahansampah dan (3) Mengkaji model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah,Wonosobo. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bermaksud mendeskripsikan suatu fenomena.Pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi, kelompok diskusi terfokus, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sampah organik meliputi sisa memasak, sisa makanan, kulit buah, sayur- mayur, daun, ampas kelapa, jerami, dan lain-lain. Sampah anorganik yaitu kertas, kardus, duplek, gelas/botol plastik,kantong plastik, plastik bekas bungkus makanan, bekas sabun, mie, snack, bekas pestisida, kaca, gelas/botol kaca, besi, silet,pembalut, dan lain-lain. Rata-rata volume sampah yang timbul tiap harinya mencapai 265,8 kg sampah organik, 1.010,4 kgsampah anorganik dan 88,6 sampah residu. Pengolahan sampah organik dengan teknik pengomposan/komposting. Prosespengomposan memakai laktomanyon atau bakteri pengurai. Sampah anorganik dikumpulkan di bank sampah dan didaurulang menjadi kerajinan tangan. Model pengelolaan sampah terpadu di Desa Kalibeber meliputi 5 aspek yaitu aspekoperasional, aspek lembaga/organisasi, aspek peran serta masyarakat, aspek pembiayaan dan aspek peraturan.Kata kunci: pengelolaan sampah, peran serta masyarakat.
Status Kesehatan Tegakan Konservasi Ex Situ Cendana (Santalum Album Linn.) Umur 11 Tahun di KHDTK Watusipat, Gunung Kidul Yuliah, Y; Fiani, Ari; Haryjanto, Liliek
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.399 KB)

Abstract

Cendana merupakan salah satu jenis asli Indonesia yang termasuk dalam kategorirentan (vulnerable). Upaya konservasi cendanaselama ini masih menemui kendala rendahnya tingkat keberhasilan hidup, salah satunya karena faktor hama dan penyakit yangmenyerang tanaman. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring kesehatan tegakan secara periodik untuk membantu menekanresiko kerusakan melalui pengambilan kebijakan dan penerapan tindakan silvikultur yang tepat. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui status kesehatan tanaman cendana umur 11 tahun di KHDTK Watusipat, Gunungkidul yang meliputipersentase hidup, jenis serangan hama penyakit, dan Nilai Indek Kesehatan tegakan. Evaluasi pada 4 provenan dilakukan denganintensitas sampling 100% menggunakan panduan Forest Health Monitoring (FHM). Hasil pengamatan menunjukkan, presentasekeberhasilan tumbuh tanaman cendana cukup tinggi (78,33%), dengan Nilai Indek Kerusakan (NIK) sebesar3,33 (kategori sehat).Kondisi kerusakan yang terjadi berupa kekeringan pada tajuk (94,68%), embun jelaga (81,38%), liana (32,45%), bekicot (13,83),rayap (13,30%), ulat (5,32%) dan badan buah jamur (0,53%). Peringkat provenan berdasarkan NIK terendah adalah Sumba, Belu,Rote dan Timor Tengah Utara. Beberapa tindakanmekanis dana sanitasi lingkungan yang disarankan yaitu: pembersihan semaksepanjang jalur tanam serta memotong dan membakar bagian cabang yang terdapat badan jamur. Pengendalian hama danpenyakit secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan pestisida.
Penggunaan Khitosan Endoskeleton Sotong sebagai Pembungkus Lempuk Durian untuk Memperpanjang Masa Konsumsi Haryanto, Hery
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.089 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan lapisan/pembungkus yang dimodifikasi dengan khitosan tulang dalam sotong pada lempuk durian dalam rangka memperpanjang masa konsumsi dan mempertahankan rasa, aroma, dan teksturnya. Konsentrasi khitosan berkisar dari 1-3% (w/v) dilarutkan dalam asam asetat 1 (v/v)%. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah : a. Perubahan berat masing-masing lempuk selama masa penelitian. b. Perubahan tekstur, aroma, edibilitas, pengamatan pertumbuhan jamur dan mikrobia secara visual pada awal dan akhir masa penelitian. Data perubahan berat lempuk dianalisis secara kuantitatif, sedang data perubahan tekstur dan pertumbuhan jamur dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perlakuan konsentrasi khitosan dan jenis pembungkus lempuk dan waktu penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap pengurangan berat lempuk durian. Penurunan berat lempuk tertinggi pada lempuk pada semua yang tidak dibungkus, baik yang tanpa perlakuan khitosan maupun yang perlakuan khitosan. Persentase tertinggi penurunan berat lempuk terdapat pada lempuk yang tidak dibungkussampai mencapai 13,19%, diikuti oleh lempuk berbungkus kertas, dan kain kasa sebesar 9,61% , dan 88,8% secara berurutan. Lempuk yang diperlakukan dengan larutan khitosan dengan variasi konsentrasi menunjukkan beda nyata dengan lempuk yang tidak diperlakukan, walaupun antar konsentrasi khitosan sendiri tidak menunjukkan ada perbedaan yang signifikan. Secara visual terjadi penurunan tekstur, pertumbuhan jamur, dan aroma lempuk bersamaan dengan semakin lamanya waktu penyimpanan yang pada akhirnya menurunkan tingkat edibiltas lempuk durian.
Review: Bioaktifitas Senyawa 1,8-Sineol pada Minyak Atsiri Efruan, Gian Kirana; Martosupono, Martanto; Rondonuwu, Ferdy Samuel
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.84 KB)

Abstract

Banyak persenyawaan yang terkandung dalam minyak atsiri, senyawa 1,8-sineol merupakan salah satu senyawa yang biasanya terkandung dalam minyak atsiri, bahkan ada beberapa tumbuhan yang memiliki kandungan utamanya adalah senyawa 1,8-sineol. 1,8-sineol merupakan eter siklik dengan rumus empiris C10H18O dan nama sistematik 1,3,3-trimethyl-2-oxabicyclo[2.2.2]octane yang termasuk ke dalam kelompok komponen hidrokarbon teroksigenasi monoterpen. Kandungan senyawa 1,8-sineol dalam minyak atsiridihasilkan dari berbagai familia tumbuhan. Familia Lamiaceae merupakan familia dengan genus terbanyak yang menghasilkan 1,8-sineol, yang kandungan senyawanya di atas 50% adalah Rosmarinus officinalis dan Thymus capitellatus, Familia Myrtaceae: Eucalyptus globulus, Myrcianthes cisplatensis, dan Melaleuca leucadendra. Familia Asteraceae: Artemisia kermanensis, Familia Burseraceae: Protium heptaphyllum, dan kandungan persentase senyawa 1,8-sineol tertinggi dimiliki oleh spesies Eucalyptus globulus. Senyawa 1,8-sineol memiliki karakteristik segar dan aroma camphor dan rasa pedas yang memiliki bioaktifitas yang banyak manfaatnya, yaitupenurunan aktivitas lokomotor (antikejang), anti-kanker dan anti-tumor, antibakteri baik untuk beberapa bakteri gram-positif dan beberapa bakteri gram-negatif, antifungi, antiinflamasi, antioksidan, sebagai insektisida atau repelan, dan dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.
Efektivitas Sistem Informasi Lingkungan Hidup Daerah (Silhd) Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus Akbar, Ginanjar
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.873 KB)

Abstract

Sistem informasi pada lembaga pemerintah menjadi salah satu hal yang memegang peran paling pentinguntuk meningkatkan kinerja dan pengelolaan informasi. Salah satu yang menerapkan pengembangan sistem informasi adalahKementrian Lingkungan Hidup, dengan salah satu produknya yang disebut dengan Sistem Informasi Lingkungan HidupDaerah (SILHD), sistem ini didasari atas kebutuhan percepatan pengelolaan informasi antara kementrian dan jajaran padadaerah-daerah di bawahnya, serta komunikasi dengan pihak lain yang membutuhkan data mengenai lingkungan. Namunmulai di implementasikan sejak 2014 di tingkat kabupaten, salah satunya di Kabupaten Kudus yang dapat di akses padaalamt http://kabkudus.silh.menlh.go.id Terlihat SILHD masih belum berjalan dengan baik. Berdasarkan hal tersebut diadakan pengukuran evektifitas terhadap SILHD dengan menggunakan model kesuksesan sistem informasi DeLone &McLean (D&M Information System Success Model. Kuesioner di bagikan kepada para wali data BLH Kabupaten Kudusyang berhubungan langsung dengn SILHD. Dari hasil perhitungan deroleh nilai index efektivitas SILHD sebesar 57.22%nilai ini masuk dalam range netral atau tidak ada perubahan dengan keadaan sebelum adanya sistem, sedangkan kondisipaling buruk di tunjukkan pada indikator penggunaan (use). Perlu adanya perbaikan agar SILHD dapat berjalan dengan baik.