cover
Contact Name
Sigit Apriyanto
Contact Email
sigitteduh89@gmail.com
Phone
+6281215263928
Journal Mail Official
info@jcopublishing.com
Editorial Address
Jl. R. Fatah, No. 50, RT3/4, Sidamulya, Kec. Wanareja, Kab. Cilacap
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Devotion: Journal Corner of Community Service
Published by CV. Tripe Konsultan
ISSN : 29618096     EISSN : 29619165     DOI : https://doi.org/10.54012/devotion
Core Subject : Social,
Devotion: Journal Corner of Community Service (E-ISSN 2961-9165, P-ISSN 2961-8096). The journal publishes original research articles as well as review articles in all areas of Training and Marketing are utilized for community empowerment, SMEs and local communities; Community empowerment; Social Access; Community Service Activities by Students; Empowerment of Border Area Communities; Education for Sustainable Development; Community Empowerment Program; Design and Reach Appropriate Technology for Communities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 70 Documents
Peningkatan Kapasitas UMKM melalui Digital Marketing dan Manajemen Keuangan di Provinsi Lampung Rozi, Fakhrur; Putri, Risa Haruman; Tomy, Chairian; Rosidah, Rosidah
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 1 No. 2 (2022): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v1i2.603

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung dalam menghadapi tantangan era digital. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM meliputi keterbatasan pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, lemahnya pencatatan keuangan, serta rendahnya daya saing di pasar lokal maupun regional. Tujuan kegiatan adalah memberikan pelatihan, pendampingan, dan implementasi strategi pemasaran digital serta manajemen keuangan sederhana agar UMKM mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup workshop, diskusi kelompok, serta coaching clinic yang berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan 30 UMKM dari berbagai sektor. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, kemampuan membuat konten pemasaran kreatif, serta penerapan sistem pencatatan keuangan berbasis aplikasi sederhana. Program ini berkontribusi pada peningkatan daya saing UMKM serta mendukung penciptaan ekosistem bisnis lokal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Edukasi Manajemen Risiko Berbasis Teknologi Informasi untuk Peningkatan Kapasitas UMKM Amartiwi, Yasinta; Apriadi, Eko Aziz; Naqiya, Alfina Zsazsa
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): August
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v4i1.615

Abstract

This community service addresses the limited understanding of risk management and low digital literacy among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Pulau Sebesi. The focus is on empowering business actors to strengthen their capacity in managing risks that threaten business continuity, particularly financial, operational, and market risks. The subject of this program is local MSME actors who are directly involved in daily business practices but still rely on conventional management methods. The purpose of the program is to improve participants’ ability to identify, analyze, and mitigate risks by integrating information technology into their business activities. A participatory approach was applied through training, group discussions, simulations, and mentoring, enabling MSME actors to actively engage in the learning process and apply knowledge directly into practice. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills in digital-based risk management. Behavioral changes were observed, including regular financial recording using digital tools, adoption of risk-mitigation strategies, and the establishment of informal community groups led by emerging local leaders. These outcomes reflect not only individual improvements but also broader social transformation within the MSME community.
Edukasi Fisioterapi Dalam Pencegahan Osteoarthritis Genu Pada Wanita Anggota Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Kotim Mustofa, Achmad Banu; Rahmanto, Safun
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): August
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v4i1.620

Abstract

Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang meningkat prevalensinya seiring bertambahnya usia, terutama pada wanita dan usia produktif. OA menyebabkan nyeri, keterbatasan gerak, dan perubahan fungsi sendi. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mandiri dalam penanganan OA Genu melalui penyuluhan berbasis metode Service Learning. Metode penelitian meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pada 18 peserta anggota Nasyiatul Aisyiyah Kotim. Kegiatan terdiri dari survei, edukasi mengenai definisi, faktor risiko, gejala, dan latihan fisioterapi OA Genu, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan pada semua indikator, termasuk definisi OA Genu dari 39% menjadi 100%, faktor risiko dari 61% menjadi 100%, dan metode fisioterapi dari 67% menjadi 100%. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta dan mendorong pencegahan serta pengelolaan mandiri OA. Edukasi melalui Service Learning dapat menjadi strategi penting dalam pengelolaan OA, meningkatkan kualitas hidup penderita melalui peningkatan kesadaran dan pelatihan mandiri.
Penguatan Peran Akademisi sebagai Pengawas Independen sebagai Pemantau dalam Meningkatkan Kualitas Pilkada 2024 di TPS 1 Desa Rantau Temiang, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan Asmaria, Asmaria; Renaldy, Rendy; Apriadi, Eko Aziz; Akbar, M. Fikri
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v3i2.409

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan sarana penting dalam mewujudkan demokrasi di tingkat lokal. Namun, pelaksanaan Pilkada sering kali diwarnai oleh berbagai permasalahan seperti politik uang, pelanggaran administratif, dan manipulasi suara. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat peran akademisi sebagai pengawas independen seperti pemantau dari Forum Dekan Fisisp Indonesia di TPS 1 Desa Rantau Temiang, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, pada Pilkada 2024. Akademisi dipilih karena memiliki kompetensi yang memadai dalam memahami regulasi serta kemampuan analitis yang mendalam untuk mengawasi setiap tahapan Pilkada. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pemantauan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim pengabdian melakukan koordinasi dengan penyelenggara Pilkada setempat seperti KPPS dan Panwaslu, menyusun pedoman pemantauan, serta merekrut dan melatih relawan pemantau dari kalangan akademisi. Selama hari pemungutan suara, pemantauan dilakukan melalui observasi langsung di TPS, dengan fokus pada pencatatan potensi pelanggaran, seperti politik uang dan intimidasi. Data yang diperoleh dianalisis dan disusun dalam laporan akhir yang berisi hasil pemantauan serta rekomendasi untuk penyelenggara Pilkada. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kesadaran penyelenggara Pilkada terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, ditemukan indikasi berkurangnya potensi pelanggaran seperti politik uang dan manipulasi suara di TPS 1. Masyarakat juga menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dalam mengawasi proses Pilkada, yang menandakan adanya dampak positif dari keterlibatan akademisi sebagai pengawas independen Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa akademisi memiliki peran strategis dalam menjaga integritas Pilkada melalui pengawasan yang obyektif dan berbasis data. Dengan adanya pemantauan yang dilakukan secara profesional, kualitas pelaksanaan Pilkada dapat meningkat secara signifikan. Pengalaman dari pengabdian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan keterlibatan akademisi dalam proses Pilkada di berbagai daerah serta membangun jaringan pemantau independen di tingkat lokal.
Akademisi sebagai Pengawas Independen: Evaluasi Pemantauan Pemilihan Kepala Daerah 2024 di Kelurahan Korpri Jaya Perdana, M. Harviend Gilang; Laras Ati, Henny Dewi; Suryanti, Poppy; Miranda, Zesty
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v3i2.410

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan bagian penting dari demokrasi lokal yang membutuhkan pengawasan ketat untuk memastikan transparansi dan integritas. Akademisi memiliki peran strategis sebagai pengawas independen dalam proses Pilkada, termasuk di Kelurahan Korpri Jaya. Dengan pendekatan berbasis keilmuan, akademisi mampu mengidentifikasi pelanggaran seperti politik uang, manipulasi suara, dan pelanggaran administratif, serta memberikan rekomendasi berbasis data untuk perbaikan sistem. Dampak dari pemantauan ini terlihat pada peningkatan transparansi proses Pilkada, penurunan pelanggaran, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilu yang jujur dan adil. Meski demikian, peran akademisi tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk hambatan struktural seperti keterbatasan sumber daya, kendala teknis berupa kompleksitas regulasi, serta tekanan politis yang dapat memengaruhi independensi mereka. Forum Dekan FISIP memainkan peran penting dalam membantu akademisi menghadapi tantangan ini melalui pelatihan, kolaborasi lintas lembaga, dan pemberian dukungan hukum. Hasilnya, pemantauan yang dilakukan oleh akademisi di Kelurahan Korpri Jaya berhasil meningkatkan kualitas Pilkada secara signifikan, baik dari sisi perilaku kandidat maupun partisipasi pemilih. Akademisi tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas demokrasi lokal melalui pemantauan Pilkada, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemilu. Dengan menjaga objektivitas dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, peran akademisi sebagai pengawas independen dapat menjadi model dalam menciptakan Pilkada yang transparan dan berintegritas. Evaluasi ini menjadi landasan penting untuk pengembangan sistem pemilu yang lebih baik di masa depan.
Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Di MTs Negeri 1 Bandar Lampung Anum, Adelina; Agustina, Diyah Dwi; Putri, Syifa Mauriana
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v3i2.422

Abstract

Keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan kompetensi esensial yang perlu dikuasai oleh siswa, baik dalam konteks akademik maupun kehidupan sosial dan profesional. Namun, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam berbicara di depan umum akibat kurangnya kepercayaan diri, minimnya teknik komunikasi yang efektif, serta ketidaktahuan dalam mengelola kecemasan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan public speaking siswa melalui pelatihan yang sistematis dan interaktif di MTs Negeri 1 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, serta pelaporan dan publikasi. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri dan keterampilan berbicara siswa. Aspek-aspek seperti artikulasi, penggunaan bahasa tubuh, serta pengelolaan kecemasan mengalami perkembangan yang positif. Siswa juga menunjukkan minat yang tinggi dalam memahami dan mempraktikkan materi yang diberikan. Simulasi public speaking yang diterapkan selama pelatihan memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk berbicara di hadapan audiens, serta membiasakan mereka dalam menyampaikan ide secara terbuka dan sistematis.
Overcoming Loneliness in Old Age: The Use of Communication Technology in Nursing Homes Suryanti, Poppy; Perdana, M. Harviend Gilang; Ati, Henny Dewi Laras; Akbar, M. Fikri; Anum, Adelina; Miranda, Zesty
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025): May
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v3i4.530

Abstract

This study explores the utilization of communication technology to alleviate loneliness among elderly residents in nursing homes, specifically at UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar, Lampung Province. As internet usage increases in Indonesia, older adults remain significantly underrepresented among users due to generational gaps in digital literacy. Through a community service project, this initiative sought to enhance elderly well-being by teaching them to use communication platforms like WhatsApp for maintaining connections with family and friends. The intervention included workshops, device usage training, and practical simulations aimed at reducing social isolation and fostering emotional support. Using a qualitative method, the study interviewed 29 elderly residents aged 70–79. The results revealed that 85% of respondents reported reduced feelings of loneliness after learning to use WhatsApp, noting improved emotional well-being and increased communication frequency with family members. Social virtual activities such as group chats and online events further engaged the elderly and contributed to their mental health. The findings underscore the critical role of nursing home staff and family support in sustaining elderly participation in digital communication. This project concludes that communication technology, when supported by structured training and emotional reinforcement, can be an effective strategy for enhancing the quality of life among the elderly in institutional care
Pemanfaatan Aplikasi Digital untuk Peningkatan Tata Kelola Administrasi UMKM di Era Industri 5.0 Wijaya, Acum; Sari, Deviana; Supriyanto, Supriyanto; Hasanan, Uwatul
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 2 No. 3 (2024): February
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v2i3.590

Abstract

This community service focuses on improving administrative management of MSMEs in Sebesi Island, Lampung Selatan, through the use of digital applications in the Industry 5.0 era. The subjects of this service include micro-entrepreneurs, fishermen, homestay managers, and local youth who are actively involved in economic activities. The main objectives are to enhance administrative efficiency, improve record-keeping accuracy, and strengthen the competitiveness of local businesses. The approach combines participatory methods, including socialization, workshops, focus group discussions, and hands-on mentoring to ensure active involvement and effective learning. The results indicate increased awareness and capability of digital administration, improved financial and inventory management, and expanded market access for local MSMEs. This program also fosters community collaboration and social capital, demonstrating that integrating technology with participatory empowerment can drive sustainable economic and social improvements.
Optimalisasi Implementasi Sistem Informasi Administrasi Desa dalam Mewujudkan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintahan Desa Wijaya, Acum; Putri, Risa Haruman; Prikurnia, Anas Khair; Oktavia, Della
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v3i2.591

Abstract

This community service program aims to implement a village administration information system to enhance transparency and accountability in village governance. The background of this activity arises from the challenges of manual administrative practices still widely used in villages, which often cause delays in services, recording errors, and lack of public information disclosure. The implementation methods include preliminary observation, interviews, system design, software installation, training for village officials, system usage simulation, and monitoring and evaluation. The results show that the developed village administration information system successfully accelerated service processes, simplified administrative recording, and improved data accuracy. Village officials gained new skills through training and simulation, while the community obtained clearer access to public service information. Although some obstacles remain, such as limited infrastructure and lack of technological skills, this program positively impacted the effectiveness of village officials’ performance, the quality of public services, and strengthened community trust in village governance. Overall, the implementation of a village administration information system serves as a strategic step toward realizing transparent, accountable, and technology-adaptive village governance. This success is expected to be replicated in other villages as a model for administrative digitalization in support of achieving good governance principles at the village government.
Model Inovasi Layanan Publik melalui Kemitraan dengan UMKM Lokal di Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu Wijaya, Acum; Rozi, Fakhrur; Anum, Adelina; Bella, Sinta
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 1 No. 2 (2022): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v1i2.604

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan model inovasi layanan publik berbasis kemitraan antara pemerintah kecamatan dan UMKM lokal di Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Permasalahan yang ditemukan adalah masih rendahnya keterlibatan UMKM dalam mendukung pelayanan publik, baik dalam penyediaan produk maupun jasa. Di sisi lain, pemerintah kecamatan menghadapi keterbatasan dalam menyediakan layanan publik yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, focus group discussion (FGD), dan implementasi pilot project kemitraan layanan publik dengan melibatkan UMKM dalam penyediaan kebutuhan layanan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas UMKM untuk terlibat dalam layanan publik, terbentuknya forum kemitraan antara kecamatan dan UMKM, serta lahirnya inovasi layanan berupa keterlibatan UMKM dalam penyediaan makanan sehat untuk sekolah dan puskesmas. Program ini menjadi contoh penerapan kolaborasi antara administrasi publik dan administrasi bisnis dalam meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus memperkuat ekonomi lokal.