cover
Contact Name
Demita
Contact Email
hengki_tamando@yahoo.com
Phone
+6281360000791
Journal Mail Official
lebahpkm@isha.or.id
Editorial Address
Romeby Lestari Housing Complex Blok C Number C14, North Sumatra, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Articles 218 Documents
Edukasi dampak konsumsi sirih pinang sebagai upaya pencegahan anemia remaja di SMP Negri 3 Merauke Papua Selatan Erma Retnaningtyas; Tri Hastuti; Susana Sri Wahyuni; Lamtiar Manurung; Esti Aprilia Sabteka; Ami Febriani; Feserika Sondegou; Eutalia Anitu; Elfrida Lantoe
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.596

Abstract

Sirih pinang mengandung senyawa aktif tanin dan polifenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi.  Edukasi mengenai dampak konsumsi sirih pinang (menginang) dipilih sebagai salah satu strategi pencegahan anemia pada remaja. Tujuan pengabdian masyarakati ini adalah untuk optimalisasi pengetahuan remaja putri tentang dampak konsumsi sirih pinang sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang dampak konsumsi sirih pinang sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja dengan memberikan Pre Tes sebelum diberikan penyuluhan dan post tes sesudah diberikan penyuluhan. Penyuluhan ini dilakukan di Sekolah SMP N 3 Kabupaten Merauke yang dikuti oleh 30 peserta. Hasil penyuluhan sebelum diberikan penyuluhan sebanyak 15 peserta (50%) dengan pengetahuan Baik dan setelah kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan menjadi 25 peserta (83%) dengan pengetahuan baik. Diharapkan lebih menekankan pencegahan anemia dengan mengurangi konsumsi sirih pinang
Penguatan Karakter Mahasiswa Generasi Z Melalui Integrasi Pola Asuh Keluarga Dan Nilai Budaya Lokal Maria Ulfa; Sry Mayunita; Wa Nur Fida; Nanang Sabitri; Hartina Hartina
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.575

Abstract

Transformasi digital mengubah pola belajar, interaksi sosial, dan pembentukan identitas mahasiswa Generasi Z, sehingga memunculkan tantangan karakter berupa lemahnya kontrol diri digital, integritas akademik, empati sosial, dan keterikatan terhadap budaya lokal. Kegiatan PKM ini bertujuan memperkuat karakter mahasiswa semester 2 Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Buton melalui integrasi pola asuh keluarga, nilai budaya lokal Buton, dan literasi karakter digital. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis pengalaman melalui seminar tematik, pelatihan reflektif, pendampingan kelompok, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan rata-rata skor pre-test 58,40 meningkat menjadi 86,40 pada post-test, atau meningkat 47,95% dalam kategori sedang. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman nilai budaya lokal Buton sebesar 60,00% dalam kategori tinggi. Kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi keluarga, budaya lokal, dan literasi digital efektif membangun kesadaran karakter mahasiswa secara kontekstual dan perlu dilanjutkan melalui kolaborasi kampus, keluarga, serta komunitas budaya
Partisipasi Warga Berbasis Digital Micro-Deliberation melalui WhatsApp Community untuk Keputusan Layanan Publik Desa Sry Mayunita; Wa Nur Fida; Maria Ulfa; Mahyudin Mahyudin; Muh. Angga Saputra; Farel Gustyar Wally
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital pemerintahan desa menuntut adanya sistem pelayanan publik yang lebih partisipatif, responsif, dan inklusif. Namun, partisipasi warga dalam pengambilan keputusan layanan publik desa masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan forum musyawarah konvensional, rendahnya dokumentasi aspirasi masyarakat, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital sebagai ruang komunikasi publik desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membangun sistem partisipasi warga berbasis digital micro-deliberation melalui WhatsApp Community untuk mendukung pengambilan keputusan layanan publik desa yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, analisis kebutuhan, pembentukan WhatsApp Community resmi desa, pelatihan pengelolaan komunitas digital, pendampingan forum deliberasi digital, serta evaluasi partisipatif. Program dilaksanakan di Desa Karae, Kecamatan Sioumpu, Kabupaten Buton Selatan dengan melibatkan aparatur desa, BPD, PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, dan warga desa sebagai peserta utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan WhatsApp Community mampu meningkatkan kualitas komunikasi pemerintah desa dengan masyarakat, mempercepat respons pelayanan publik, memperkuat dokumentasi aspirasi warga, serta meningkatkan keterlibatan kelompok perempuan, pemuda, dan masyarakat marginal dalam proses pengambilan keputusan desa. Selain itu, kapasitas aparatur desa dalam moderasi komunitas digital dan pengelolaan aspirasi publik juga mengalami peningkatan. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa WhatsApp Community berpotensi menjadi model transformasi digital pelayanan publik desa yang murah, adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa berbasis kolaborasi digital.
Transformasi Identitas Budaya Kota Baubau Melalui Inovasi Komunikasi Pariwisata Digital Berbasis Kearifan Lokal Wa Nur Fida; Sry Mayunita; Maria Ulfa; Abdullah M; Jamiu Jamiu
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.589

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat merepresentasikan identitas budaya melalui media komunikasi berbasis teknologi, termasuk dalam sektor pariwisata budaya di Kota Baubau. Namun, perkembangan komunikasi pariwisata digital belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan literasi digital masyarakat dan integrasi nilai kearifan lokal dalam produksi konten budaya, sehingga menimbulkan risiko reduksi makna budaya pada ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat identitas budaya Kota Baubau melalui inovasi komunikasi pariwisata digital berbasis kearifan lokal dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam produksi dan pengelolaan konten budaya digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat melalui tahapan identifikasi masalah, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan literasi digital budaya, pendampingan produksi konten wisata budaya, implementasi publikasi media sosial, serta monitoring dan evaluasi program. Mitra kegiatan terdiri atas pelaku UMKM wisata, kelompok sadar wisata budaya, komunitas budaya lokal, mahasiswa, generasi muda kreatif, dan Dinas Pariwisata Kota Baubau. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai komunikasi pariwisata digital, kemampuan produksi konten budaya berbasis storytelling digital, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam promosi wisata budaya melalui media sosial. Selain itu, kegiatan ini berhasil memperkuat representasi identitas budaya lokal melalui publikasi konten budaya digital yang lebih autentik, edukatif, dan komunikatif. Implikasi kegiatan menunjukkan bahwa komunikasi pariwisata digital berbasis kearifan lokal dapat menjadi model strategis dalam penguatan identitas budaya daerah sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya berkelanjutan di era digital
Optimalisasi Limbah Pertanian melalui Edukasi Zero Waste Farming sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Hijau pada Kelompok Tani Lembah Subur Morome Eko Aprianto Johan; Widhi Kurniawan; Herman Titop; Sri Wahyuni Basoka; Andi Awaluddin
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.597

Abstract

Penerapan pertanian berkelanjutan membutuhkan pengelolaan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan, termasuk melalui konsep pertanian zero waste. Limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi sumber daya bernilai guna untuk meningkatkan efisiensi usaha tani serta mendukung ekonomi hijau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Kelompok Tani Lembah Subur Morome mengenai konsep pertanian zero waste, pemanfaatan limbah pertanian, serta hubungannya dengan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan edukasi yang meliputi tahapan persiapan, identifikasi pengetahuan awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup prinsip pertanian zero waste, pengelolaan limbah pertanian, konsep ekonomi sirkular, dan pemanfaatan limbah sebagai input produksi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman petani sebelum kegiatan masih rendah, dengan 0% mengetahui konsep zero waste dan pengetahuan terbatas (10–60%) pada indikator yang ditinjau. Setelah kegiatan, seluruh indikator pengetahuan meningkat menjadi 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman petani mengenai pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan dan bernilai tambah. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan pertanian zero waste untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau pedesaan
Local Capacity Development pada Organisasi Masyarakat Adat melalui Pendampingan YPMS menuju Engaged Society Dian Aswita; Jendri Mamangkey; Adi Pramuda; Ahmad Suryadi; Dewi Febriyanti; Suleman Samuda
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.603

Abstract

Kapasitas organisasi masyarakat adat sering kali belum berkembang sejalan dengan mandat sosial yang diemban, sehingga perannya dalam advokasi dan pemberdayaan komunitas menjadi kurang optimal. Artikel ini membahas kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pendampingan Yayasan Pengembangan Masyarakat Sumuri (YPMS) sebagai upaya pengembangan kapasitas lokal organisasi adat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah lemahnya tata kelola kelembagaan, belum jelasnya arah strategis organisasi, serta terbatasnya kemampuan perencanaan program. Kegiatan dilaksanakan selama 7 hari melibatkan 12 orang peserta yang terdiri dari pengurus harian dan perwakilan tiga marga adat melalui pendekatan partisipatif yang mencakup asesmen kebutuhan, pelatihan, diskusi reflektif, dan pendampingan kelembagaan.  Berdasarkan analisis data pre-test dan post-test, rata-rata pemahaman awal peserta sebesar 42,25% meningkat menjadi 70,83% pada akhir program, menandakan adanya perolehan N-Gain sebesar 0,50. Kenaikan kuantitatif ini mengonfirmasi bahwa internalisasi materi pembagian kerja struktural, fungsi koordinasi antar-marga, dan hak-hak konstitusional kelembagaan berhasil diserap secara optimal oleh seluruh perwakilan pengurus dan marga. Hasil kualitatif menunjukkan adanya penguatan fondasi organisasi, tersusunnya kembali visi dan misi yang lebih operasional, meningkatnya kemampuan pengurus dalam menyusun perencanaan berbasis masalah, serta tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai peran YPMS sebagai lembaga advokasi dan pemersatu sosial. Meski menghadapi kendala berupa keterbatasan kapasitas awal, sensitivitas sosial, dan durasi pendampingan yang singkat, proses ini menandai perubahan awal menuju organisasi yang lebih adaptif dan partisipatif. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengembangan kapasitas berbasis partisipasi merupakan langkah penting dalam memperkuat peran organisasi masyarakat adat dalam pembangunan lokal
Portable CBW sensors performance, military communications, and strategic recommendations for Indonesia Lila Irawati Tjahjo Widuri; Sovian Aritonang; Faonaso Harefa
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.608

Abstract

Latar Belakang Ancaman Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosive (CBRNE), khususnya chemical warfare agents (CWA) dan biological warfare agents (BWA), dapat menimbulkan dampak sistemik terhadap operasi militer, kesehatan masyarakat, dan keamanan nasional. Sensor portabel memungkinkan deteksi cepat di lapangan, tetapi literatur masih didominasi evaluasi sensitivitas analitik dan belum secara memadai menghubungkan kinerja sensor dengan kesiapan operasional, interoperabilitas komunikasi, dan pengambilan keputusan komando. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menyintesis kinerja analitik sensor portabel CWA dan BWA, menilai kelengkapan pelaporan validasi diagnostik, mengevaluasi kematangan bukti dan kesiapan operasionalnya, serta mengembangkan kerangka integrasi sensor dengan Military Communication Systems dan sistem kesehatan pertahanan Indonesia. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan berdasarkan PRISMA 2020 dan SWiM melalui pencarian PubMed, Cochrane Library, dan Embase hingga Juni 2026. Risiko bias dinilai menggunakan QUADAS-2 yang diadaptasi untuk studi validasi analitik. Nilai limit of detection dinormalisasi menurut jenis target dan disintesis berdasarkan transduser, elemen pengenal, waktu respons, spesifisitas, validasi lapangan, serta kesiapan integrasi komunikasi. Hasil: Dari 37 rekaman, sembilan studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas empat sensor optik, tiga elektrokimia, dan dua quartz crystal microbalance. LOD Bacillus anthracis berkisar 3,5 × 10² CFU mL⁻¹ hingga 4 × 10⁴ spora mL⁻¹, sedangkan target molekuler berkisar 2 × 10⁻¹⁷ M hingga 2,5 × 10⁻³ M. Bukti berada pada tingkat kematangan awal hingga menengah karena terbatasnya validasi lapangan, reprodusibilitas, data sensitivitas-spesifisitas berpasangan, dan kajian interoperabilitas komunikasi. Kontribusi: Penelitian ini menghasilkan Kerangka Integrasi Sensor–Komando CBRN yang menghubungkan deteksi, validasi, transmisi data aman, fusi informasi pada sistem komando dan pengendalian, serta respons kesehatan pertahanan. Kesimpulan: Efektivitas sensor CBW tidak hanya ditentukan oleh sensitivitas analitik, tetapi oleh ketahanan lapangan, standardisasi validasi, keamanan data, interoperabilitas komunikasi, dan kemampuan mengubah hasil deteksi menjadi keputusan operasional dan medis secara cepat.
Peningkatan Kapasitas Pemasaran Digital bagi Pelaku UMKM di Beranda Street House Medan Nova Legahati Siregar; Retno Nela Simanjuntak; Lusi Victoria Lumbangaol; Parlindungan Munthe; Aprima Anugerah Matondang
Lebah Vol. 19 No. 6 (2026): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i6.614

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran digital para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Beranda Street House, Medan Johor. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemahaman dan penerapan strategi pemasaran digital di kalangan pelaku UMKM lokal, yang menghambat daya saing mereka di era ekonomi digital. Berdasarkan kerangka Teori Technology Acceptance Model (TAM) dan Diffusion of Innovation (DOI), program ini berupaya memperkuat kemampuan peserta dalam mempromosikan produk dan jasa secara efektif melalui platform online. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juni 2026 di Beranda Street House, Medan, melibatkan enam dosen dari Akademi Manajemen Informatika & Komputer Universal sebagai fasilitator dan lima pelaku UMKM sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, praktik langsung, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Proses PKM terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert 1-5 pada pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan praktis peserta, khususnya dalam pembuatan konten media sosial, pengelolaan promosi online, dan pengembangan katalog digital sederhana. Berdasarkan pre-test, rata-rata skor pemahaman konsep peserta adalah 2,3 yang meningkat menjadi 3,8 pada post-test (peningkatan 65%), sementara keterampilan teknis meningkat dari 1,9 menjadi 3,2 (peningkatan 70%). Lebih lanjut, peserta melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan alat digital untuk memperluas jaringan bisnis dan jangkauan pelanggan. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi secara efektif dalam memberdayakan UMKM lokal untuk mengadopsi strategi pemasaran digital yang berkelanjutan