Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
716 Documents
SEMIOTIKA PEIRCE DALAM KUMPULAN PUISI MUSEUM MASA KECIL KARYA AVIANTI ARMAND
Salsabil Najwa Azhari;
Ahmad Supena;
Dodi Firmansyah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v9i1.326
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola semiotika Charles Sanders Peirce yang ada dalam puisi Lubang di Sol Sepatu, Telepon, dan Keranjang yang terdapat dalam kumpulan puisi Museum Masa Kecil karya Avianti Armand, serta menganalisisnya untuk memahami pesan-pesan yang tersirat dalam puisi-puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 ikon, 8 indeks, dan 8 simbol yang ditemukan puisi Lubang di Sol Sepatu, Telepon, dan Keranjang karya Avianti Armand, yang terdiri atas (a) ikon ditemukan 1 frasa dan 2 kata pada puisi Lubang di Sol Sepatu, 1 frasa dan 2 kata pada puisi Telepon, serta 1 frasa dan 1 kata pada puisi Keranjang; (b) indek ditemukan 2 frasa dan 3 kata pada puisi Lubang di Sol Sepatu, 2 kata pada puisi Telepon, serta 1 frasa pada puisi Keranjang; dan (c) simbol ditemukan 2 frasa pada puisi Lubang di Sol Sepatu, 1 frasa dan 1 kata pada puisi Telepon, serta 1 frasa dan 3 kata pada puisi Keranjang.
KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RASINA KARYA IKSAKA BANU
Ula Hiryah Wada;
Saidiman;
La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v9i1.333
Penelitian ini mencoba menjelaskan dilema tokoh protagonis dalam buku Rasina karya Iksaka Banu. Kajian ini dapat menambah kekayaan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang konflik, psikologi sastra, dan analisis novel. Hal ini juga dapat menjadi sumber bagi para pendidik dan peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang bahasa dan sastra Indonesia, khususnya di bidang studi sastra. Terakhir, dapat dijadikan pedoman oleh peneliti lain yang melakukan penelitian sastra terkait. Penelitian perpustakaan adalah bagian dari penelitian ini. Novel Rasina karya Iksaka Banu setebal 620 halaman yang dirilis Gramedia tahun 2023 menjadi sumber data penelitian. Membaca, mencatat, dan pustakaan merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data. Metode psikologi sastra digunakan untuk menguji data penelitian. berdasarkan hasil pemilihan antara dua kemungkinan. investigasi novel Rasina karya Iksaka Banu dan temuan bahwa ada dua jenis konflik: internal dan eksternal. Jika konflik eksternal mengacu pada pertarungan fisik, konflik internal mengacu pada konflik di dalam. Ketegangan yang melibatkan bagian tubuh seperti tamparan, dorongan, dan pemotongan antara tokoh utama dengan tokoh lain disebut dengan konflik fisik. Konflik internal, di sisi lain, mengacu pada pergulatan psikologis yang terjadi dalam karakter utama, termasuk rasa was-was.
REPRESENTASI KONSEP RUANG DAN WAKTU DALAM CERPEN SUARA MUAZIN DARI MENARA KARANGAN A. MAKMUR MAKKA
Michael Johan Sulistiawan;
Teguh Supriyanto;
Yusro Edi Nugroho
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v9i1.337
Keberadaan ruang dan waktu dalam dimensi kehidupan manusia merupakan dua aspek yang dapat menciptakan makna tersendiri bagi kehidupan manusia. Tindakan merepresentasikan ruang dan waktu dapat diartikan sebuah upaya menguraikan dan menjelaskan secara akademis, rasional, dan cenderung membentuk satu kesatuan yang utuh. Tidak hanya mengidentifikasi ruang fisik semata tetapi juga ruang yang dihuni oleh penghuninya, yaitu ruang yang hidup. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, yaitu gambaran ruang dan waktu dari sudut pandang penulis. Data penelitian dikumpulkan melalui analisis cerpen dengan judul “Suara Muazin dari Menara karangan A. Makmur Makka dan referensi buku terkait. Analisis data penelitian dilakukan dengan cara mengklasifikasikan data dan mengidentifikasi hal-hal penting yang berkaitan dengan kajian ruang dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi ruang dan waktu dalam cerpen Suara Muazin dari Menara menyiratkan suatu kesedihan yang hadir karena ketiadaan sosok pak Zazuli yang biasanya mengumandangkan azan. Keadaan ini menimbulkan rasa sedih kehialangan di hati tokoh aku dan orang-orang yang senantiasa bersama dengan pak Zazuli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengertian waktu yang merupakan suatu momen penting sehingga masa itu tidak dapat terulang kembali oleh manusia, meskipun tujuannya sama. Waktu yang dikaitkan dengan peristiwa sejarah terkadang memberikan dimensi yang berbeda.
EFEKTIVITAS TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE BERBASIS TEXT TO IMAGE ADOBE FIREFLY UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS CERPEN
Fatih Holis Ahnaf;
Gatut Setiadi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 4 (2023): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v8i4.338
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan teknologi artificial intelligence berbasis text to image pada materi menulis cerpen. Desain kuasi eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan populasi dan sampel terdiri dari siswa kelas X di SMAN 1 Grati, dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes, angket, dan wawancara. Teknik analisis data yaitu Uji t dengan nilai signifikan tidak lebih dari 0,05. Berdasarkan data yang di analisis menunjukkan perbedaan hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan Adobe Firefly. hal ini diperkuat dengan pemerolehan nilai rata-rata pos-test siswa memperoleh nilai 81,0 pada kelas eksperimen dan 72,50 untuk kelas kontrol. di samping itu nilai uji independent sample T-tes menujukan nilai sebesar 0,03 < dari 0,05. Selain itu berdasarkan hasil deskripsi data kualitatif, guru dan siswa merasa positif terhadap penggunaan Adobe Firefly. Mereka melaporkan bahwa pemanfaatan aplikasi ini mampu memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih proaktif dalam kegiatan menulis cerpen dan merasa lebih terhubung dengan materi cerpen, terutama dalam mengaitkan cerita rakyat daerah lokal dengan tulisan siswa.
NILAI RELIGIUS DALAM ANTOLOGI PUISI “CINTA DI UJUNG SENJA” KARYA ULINSA, AMIRUDIN RAHIM DAN GHAZALI LEMBAH
Nur Aisyah;
Sumiman Udu;
Yunus
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v9i1.339
Tujuan dalam penelitin ini adalah mendeskripdikan nilai-nilai religius yang terdapat dalam puisi cinta di ujung senja karya Ulinsa, Amirudin Rahim dan Ghazali Lembah. metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengunakan pendekatan religius sumber teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian yang bersifat deskriptif tersebut bahwah nilai-nilai religius yang terdapat dalam puisi cinta di ujung senja karya Ulinsa, Amirudin Rahim, dan Ghazali Lembah nilai (Aqidah) yang berarti simpul (Ibadah) seperti taat (Akhlak) terdapat nilai yang berkaitan dengan prasaan sabar (Aqidah) disimpulkan aqidah adalah kebenaran yang di percayai oleh manusia sehingga memberikan ketentraman jiwa (ibadah) kata ibadah mempunyai beberapa arti seperti taat, tunduk, memperhambahkan diri, memperbudak menyembah, doa dan lain sebegainya.
ANALISIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MANUSIA LANGIT KARYA J.A SONJAYA MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK
Noval Imas Noval;
Eka Nova Ali Vardani;
Dzarna
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v9i2.342
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian tokoh utama dalam novel manusia langit karya J.A. Sonjaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan informasi menggunakan prosedur pengumpulam data yang dilakukan dalam tiga tahap, yaitu (1) membaca dan mendenotasi informasi dalam novel, (2) menyusun tabel pemilihan data, (3) memilih dan mencatat data. Hasil analisis data dari penelitian ini adalah tokoh Mahendra dalam novel manusia Langit Karya J.A Sonjaya memiliki psikologi kepribadian yaitu (1) Id meliputi reflek actions (tindak reflek) dan proses primer (membayangkan atau mengkhayal). (2) Ego meliputi berpikir logis mencari kesenangan dengan menerapkan prinsip realita. (3) Superego meliputi ego ideal (konsepsi dari diri sendiri) dan Concience atau nurani (aturan dan nilai nilai moral). Berdasarkan hasil data kesimpulan dari penelitian ini yaitu dengan adanya kepribadian tokoh utama yang berupa id, ego dan super ego dalam novel maka pembaca dapat memahami bermacam-macam kepribadian tokoh utama yang terkandung dalam suatu karya sastra terutama novel yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya dalam membentuk karakter peserta didik. Menerapkan kepribadian yang berupa id, ego dan superego dapat menciptakan sikap dan prilaku yang baik, logis, dan sesuai dengan norma dan moral yang berlaku di masyarakat.
REPRESENTASI NILAI SPIRITUAL PADA NOVEL TARIAN DUA WAJAH KARYA S.PRASETYO UTOMO
Riza Aulia Rahman;
Laga Adhi Dharma
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v9i1.346
Tujuaan penelitiaan ini dilakukan untuk mendeskripsikan reperesntasi nilai-nilai spiritual pada novel Tarian Dua Wajah karya S. Ptasetyo Utom. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan dari buku Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo terdiri dari kalimat, pernyataan, dan ungkapan. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode baca-cermat. Seleksi dan hasil pengumpulan digunakan untuk mengolah data yang telah dikumpulkan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi makna. Studi ini menemukan bahwa buku Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo mengandung nilai-nilai spiritual, seperti (1) nilai spiritual yang hubungannya dengan Tuhan atau yang Maha Tinggi (2) nilai spiritual yang hubungannya dengan dirinya sendiri dan lingkungan (3) nilai spiritual yang berhubungan dengan mistik. Dengan demikian peneliti penyimpulkan bahwa nila-nilai spiritual yang terdapap didalam novel tersebut dapat menjadi pendoman bagi para pembaca untuk menghadirkan nilai-nilai spiritual didalam kehidupan sehari-hari.
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH HELEN DALAM NOVEL “HELEN DAN SUKANTA” KARYA PIDI BAIQ: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
Nada Lingga Afrili;
Arju Susanto;
Tadjuddin Nur
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v9i1.367
Abstrak Karya sastra, khususnya novel dipercaya menjadi representasi dari aktivitas dan sistem kejiwaan. Novel dibangun dengan aspek kejiwaan pengarang di dalamnya, tokoh-tokoh yang hadir memiliki watak, karakter serta kepribadian yang hadir dari pengarangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur kepribadian id, ego, dan superego yang terdapat pada tokoh Helen dalam novel “Helen dan Sukanta” karya Pidi Baiq. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data membaca dan mencatat. Hasil penelitian ini menunjukan struktur kepribadian Tokoh Helen cenderung kepada komponen id dibandingkan struktur ego ataupun superego. Hal tersebut diketahui berdasarkan data yang menunjukan sikap dan tindakan tokoh yang condong untuk mengejar kesenangan dan kerap menghindari rasa tidak nyaman. Sementara struktur ego-nya bekerja secara rasional namun tingkatannya masih di bawah id. Struktur superego yang terdapat pada tokoh nyaris tidak terlihat karena adanya perbedaan budaya antara keluarga Belanda dengan orang-orang pribumi. Abstract Literary works, especially novels, are believed to be representations of mental activities and systems. The novel is built with aspects of the author's psychology in it, the characters present have the character, character and personality of the author. The aim of this research is to describe and analyze the personality structure of id, ego and superego found in the character Helen in the novel “Helen dan Sukanta” by Pidi Baiq. The research method used in this research is a qualitative descriptive method with reading and note-taking data collection techniques. The results of this research show that the personality structure of Helen's character tends towards the id component rather than the ego or superego structure. This is known based on data that shows the characters' attitudes and actions tend to pursue pleasure and often avoid discomfort. While the ego structure works rationally, its level is still below the id. The superego structure found in the characters is almost invisible because of the cultural differences between the Dutch family and the native people.
FAKTA CERITA DALAM NOVEL INGKAR KARYA BOY CANDRA
Nia Rosmaida;
Fahruddin Hanafi;
Haerun Ana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v8i5.370
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita dalam novel Ingkar karya Boy Candra. Manfaat dari penelitian ini adalah Sebagai kontribusi pemikiran terhadap pembaca mengenai fakta cerita yang ditemukan dalam novel Ingkar karya Boy Candra, Sebagai kontribusi pemikiran terhadap pembelajaran sastra di sekolah yang berkenaan dengan aspek fakta cerita dalam karya sastra, Sebagai bahan informasi bagi para peneliti lanjutan yang terlibat dengan penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian menggunakan pendekatan sturktural terhadap novel Ingkar karya Boy Candra, ide-ide pengarang diwakili melalui tokoh dalam novel Ingkar karya Boy Candra disajikan secara langsung lewat penuturan tokoh protagonis, tokoh antagonis dan tokoh tirtagonis sehingga menggambarkan perilaku tokoh, karakteristik, dan jalan pikir.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU “MIRASANTIKA” KARYA RHOMA IRAMA
La Tike
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v8i5.371
Penelitian ini mengkaji gaya Bahasa dari sudut pandang “langsung tidaknya makna” yang dipakai dalam lirik lagu “Mirasantika” Karya Rhoma Irama. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pustaka karena data primer atau bahan utama yang diperlukan bersumber dari Pustaka. Dalam mengumpulkan data, penulis memanfaatkan berbagai sumber Pustaka yang memuat infromasi tentang lirik lagu “Miransantika” baik melalui buku, majalah, dukumen, jurnal, ensklopedi, serta sumber lain yang relevan. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan pendekatan gaya Bahasa dilihat dari langsung tidaknya makna menurut teori yang dikemukakan oleh Gorys Keraf. Berdasarkan hasil analisis, dalam lirik lagu “Mirasantika” karya Rhoma Irama terdapat penggunaan gaya bahasa retoris dan kiasan. Bahasa retoris meliputi; aliterasi, asonansi, anastrof, serta hiperbola. Sedangkan Bahasa kiasan meliputi majas personifikasi, sinekdok dan satire. Melalui Gaya Bahasa retoris, menjadikan lirik lagu “Mirasantika” sangat enak didengar karena ada permainan bunyi yang lahir dari pengulangan huruf konsonan dan vocal serta pembalikkan susunan kata. Sedangkan penggunaan Bahasa kiasan dipakai untuk menyindir bahaya minuman keras dan narkoba terhadap keselamatan jiwa dan kehancuran masa depan sehingga mendorong setiap orang ataupun lembaga pemerhati untuk mengambil bagian dalam pencegahan penggunaan minuman keras dan norkoba yang tidak sesuai peruntukkannya.