cover
Contact Name
Iman Aji Wijoyo
Contact Email
uppm@polbangtanmalang.ac.id
Phone
+6281233393899
Journal Mail Official
ojs@polbangtanmalang.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Cipto 144 A Bedali Lawang, Malang, Jawa Timur, Indonesia Telp. (0341) 427771-3 Fax. (0341) 427774
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKSTENSIA
ISSN : 14124866     EISSN : 26565978     DOI : https://doi.org/10.34145/agriekstensia
Scope of agricultural sciences with priority on agriculture extension, social, economics, and applied research on agriculture (including animal husbandry) in a broad sense based on the needs of farmers.
Articles 180 Documents
Infestasi Fasciola sp. pada Hewan Qurban Intan Galuh Bintari; Iswati; Nurdianti
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3418

Abstract

Fasciolosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing Fasciola sp. yang terjadi pada ternak ruminansia yang melalui kontaminasi metaserkaria dalam pakan hijauan maupun air minum ternak. Hewan qurban berpotensi membawa penyakit Fasciolosis bagi manusia. Pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem saat pelaksanaan Idul Adha sangat penting dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat terhadap penularan penyakit yang disebabkan oleh konsumsi pangan asal hewan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kasus Fasciolosis pada hewan qurban di Masjid Al-Islah. Teknik non probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 6 hepar kambing, 7 hepar domba, dan 3 hepar sapi. Diagnosis penyakit Fasciolosis didasarkan pada temuan infestasi parasit cacing Fasciola sp. pada organ hepar saat pemeriksaan post-mortem. Hasil pemeriksaan post-mortem menunjukkan persentase prevalensi sebesar 50% pada sampel hepar kambing, 14,2% pada sampel hepar domba dan 66,6% pada sampel hepar sapi. Tingkat Prevalensi penyakit Fasciolosis pada sapi lebih tinggi daripada pada kambing dan domba, sebab Fasciolosis pada sapi bersifat kronis sedangkan pada domba dan kambing bersifat akut. Selain itu faktor umur, sistem pemeliharaan dan musim juga berpengaruh terhadap tingkat prevalensi Fasciolosis. Studi kasus ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut terkait prevalensi Fasciola sp. di wilayah lain, serta efektivitas metode pencegahan dan pengobatan yang digunakan pada hewan ternak di daerah endemik.
Potensi Ekstrak Kasar Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antibakteri Pseudomonas fluorescens Secara In Vitro Qurrota A'yunin; Sri Andayani; Nurlaili Indah Isnaini; Soko Nuswantoro; Fani Fariedah; Zulfa Mahdiatur Rasyida; Noviana Dwi Lestari
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3882

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kasar daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai agen antibakteri terhadap Pseudomonas fluorescens secara in vitro. P. fluorescens dikenal sebagai bakteri patogen oportunistik yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kerugian pada budidaya ikan. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan eksperimental dengan lima taraf konsentrasi ekstrak daun jambu biji, yaitu 65, 90, 115, 140, dan 165 ppm, masing-masing dengan tiga ulangan. Nilai konsentrasi Hambat Minimum (Minimum Inhibitory Concentration/MIC) diperoleh pada konsentrasi 62,5 ppm, sedangkan aktivitas antibakteri dievaluasi melalui pengukuran diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap daya hambat pertumbuhan P. fluorescens. Konsentrasi tertinggi, yaitu 165 ppm, menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 13,47 mm dan dikategorikan sebagai hambatan kuat. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin, dan fenol yang diduga berperan dalam aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sel dan gangguan sintesis dinding sel bakteri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kasar daun jambu biji berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dalam pengendalian P. fluorescens pada sistem budidaya ikan.
Efikasi Filtrat Kasar Saponin Biji Keben (Barringtonia asiatica) Terhadap Bakteri Vibrio harveyi Soko Nuswantoro; Fani Fariedah; Qurrota A’yunin; Nurry Setyowati
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3883

Abstract

Pengendalian Vibrio harveyi, patogen penyebab luminous vibriosis, masih bergantung pada antibiotik konvensional, yang memicu resistensi antimikroba (AMR). Saponin dari biji Barringtonia asiatica (keben) telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas filtrat kasar saponin B. asiatica pada berbagai dosis terhadap V. harveyi. Pengujian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan (A=0,7 ppm, B=0,9 ppm, C=1,1 ppm, D=1,3 ppm, E=1,5 ppm, dan Kontrol=0 ppm), masing-masing tiga ulangan. Kultur V. harveyi (1x106 sel/mL) diinkubasi selama 24 jam bersama filtrat. Efektivitas diukur melalui Total Bacterial Count (TBC) pada media TCBSA dan dihitung sebagai Persentase Penghambatan (%) serta Log Reduction. Filtrat kasar saponin secara signifikan memengaruhi pertumbuhan V. harveyi (p < 0,05). Efektivitas tertinggi dicapai pada dosis E (1,5 ppm), menghasilkan 90,00% penghambatan dan 0,98 Log Reduction. Filtrat kasar saponin biji B. asiatica merupakan agen antibakteri yang efektif terhadap V. harveyi pada dosis tinggi. Filtrat ini memiliki potensi besar sebagai alternatif biokontrol berkelanjutan dalam akuakultur.
Potensi Ekstrak Daun Kelor sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami Berdasarkan Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Putri Wulandari; Mirwa Adiprahara Anggarani
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3966

Abstract

Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetis dalam budidaya tanaman dapat menimbulkan risiko terhadap lingkungan, sehingga diperlukan pengembangan ZPT alami sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung berbagai fitohormon dan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai ZPT alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengkarakterisasi ZPT dari ekstrak daun kelor berdasarkan uji fitokimia dan aktivitas antioksidan. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak berbentuk kental. Karakterisasi meliputi penentuan rendemen, kadar air, pH, uji fitokimia (fenolik, flavonoid, dan tanin), serta pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 10,5%, kadar air 18%, dan pH 4,58 yang tergolong asam lemah. Uji fitokimia menunjukkan hasil positif terhadap senyawa fenolik, flavonoid serta tanin. Hasil aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kelor menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 149,98 ppm yang masuk dalam kategori antioksidan sedang. Hasil tersebut menyatakan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi digunakan sebagai ZPT alami yang stabil dan memiliki aktivitas biologis, sehingga berpeluang dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.
Analisis Determinan Pendapatan Petani Padi Sawah Anggun Dwi Lestari; Rostiar Sitorus; Yudi Sapta Pranoto
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3974

Abstract

Pendapatan usahatani yang optimal merupakan aspek kunci dalam keberlanjutan produksi padi sawah, yang keberhasilannya ditentukan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal petani. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menghitung pendapatan yang diperoleh petani padi sawah di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan tersebut. Desa Namang di Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, menjadi lokasi penelitian dilakukan di bulan Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan teknik survei dengan 40 responden yang dipilih melalui sampling purposive. Dengan bantuan SPSS 26, dilakukan analisis pendapatan dan regresi linier berganda pada data yang dikumpulkan. Hasil menunjukkan bahwa di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, pendapatan petani rata-rata sebesar Rp 4.830.308 per masa tanam, rata-rata pendapatan bulanan berjumlah Rp 1.207.557 per masa tanam. Nilai Adjusted R² = 0,508. variabel Luas lahan dan biaya produksi secara signifikan mempengaruhi pendapatan petani di Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, sedangkan umur, tingkat pendidikan petani, jumlah produksi beras, serta harga jual beras belum  signifikan.  Implikasi penelitian ini adalah optimalisasi pemanfaatan lahan usahatani, petani perlu melakukan efisiensi input produksi dan perlunya mengeksplorasi dan memasukkan variabel eksternal lain yang belum diteliti, seperti: akses kemitraan, adopsi teknologi modern, kelembagaan kelompok tani, perubahan iklim, maupun saluran pemasaran.
Identifikasi Jenis dan Jumlah Telur Cacing Feses Domba dengan Perlakuan Anthelmintika Herbal Eko Marhaeniyanto; Yeremias Mau; Nonok Supartini; Kresno Suharto
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3980

Abstract

Infeksi cacing pada domba merupakan masalah serius yang berpotensi menurunkan produktivitas ternak. Kondisi ini berdampak terhadap produktivitas peternakan domba. Menanggapi permasalahan ini banyak pengobatan secara kimiawi yang menimbulkan masalah seperti resistensi obat pada populasi cacing. Penggunaan anthelmintik herbal menjadi jawaban sebagai alternatif pengendalian helminthiasis. Tanaman yang efektif adalah anthelmintik buah pinang (Areca catechu L.). Anthelmintika ini lebih aman, ramah lingkungan, dan memiliki potensi rendah dalam menimbulkan resistensi. Perlu adanya penelitian dengan tujuan mengidentifikasi jenis dan jumlah telur cacing pada feses domba yang diberi perlakuan anthelmintik. Penelitian dilaksanakan di CV Burja Lawang, adapun pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data penelitian diolah menggunakan metode prevalensi dan intesitas infestasi (termasuk perhitungan EPG). Hasil penelitian diperoleh cacing yang menginfeksi adalah Trichostrongylus dan Haemonchus. Jumlah telur sebelum aplikasi Anthelmintika 365 butir sedangkan sesudah aplikasi Anthelmintika 42 butir. Infeksi cacing sebelum pemberian anthelmintika berdasarkan jumlah telur cacing diperoleh seluruh domba terinfeksi, sedangkan berdasarkan jumlah telur cacing per gram feses (EPG) juga menunjukkan seluruh domba terinfeksi. Pemberian anthelmintika efektif dalam mengurangi jumlah dan jenis cacing pada feses domba, dimana domba yang terinfeksi cacing mengalami penurunan dibandingkan dengan sebelum diaplikasikan herbal anthelmintika.
Pengembangan Sistem Otomasi Infiltrometer Berbasis ESP 8266 dan Absolute Rotary Encoder Rahmat Hanif Anasiru; Rafi R. Hendranawan; Budi Priyonggo; Arief Wicaksono; Rahmat; Raditya Pramana
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3982

Abstract

Pengukuran laju infiltrasi tanah secara manual menggunakan double ring infiltrometer (DRI) sering kali tidak efisien secara waktu dan rentan terhadap kesalahan pencatatan oleh petugas lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memvalidasi sistem pengukuran laju infiltrasi otomatis berbasis mikrokontroler ESP8266 yang terintegrasi dengan analog rotary encoder, RTC, GPS, dan modul microSD. Data tinggi muka air diperoleh melalui konversi nilai ADC dari rotary encoder menggunakan fungsi kalibrasi linier dengan determinasi = 0,9961. Sistem ini secara otomatis mencatat data setiap 5 menit bersamaan dengan informasi waktu dan koordinat lokasi dalam format .csv. Hasil uji performa menunjukkan rata-rata error sebesar 0,42 cm/jam dengan persentase error hanya 0,17%. Nilai Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,90 cm/jam dan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 1,12 cm/jam menunjukkan akurasi dan konsistensi yang sangat baik di bawah ambang batas kesalahan 5%. Implementasi sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi kerja lapangan secara signifikan, mereduksi beban kerja petugas, serta menghilangkan risiko kesalahan manusia dalam pembacaan visual. Alat ini sangat layak digunakan oleh penyuluh pertanian dan praktisi lapangan sebagai alternatif modern untuk mendukung manajemen irigasi presisi dan konservasi lahan berbasis data digital yang valid.
Kualitas Fisik dan Palatabilitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan Penambahan Lactobacillus plantarum dan Asam formiat Saprilian Stya Hapsari; Esra Rombeallo; Yustus Serani No Mbeong; Rahayu Asmadini Rosa; Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3991

Abstract

Silase merupakan salah satu solusi strategis untuk menjamin kontinuitas ketersediaan hijauan berkualitas bagi ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh inokulasi Lactobacillus plantarum dan penambahan asam formiat 55%, baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap kualitas fisik organoleptik, penyusutan bobot, dan palatabilitas silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: NN (kontrol negatif), NF (asam formiat 55%), NP (L. plantarum), dan PF (kombinasi L. plantarum + asam formiat 55%). Kualitas fisik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, sedangkan palatabilitas dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna, aroma, tekstur, keberadaan jamur, dan penyusutan bobot silase. Namun, perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi segar (g/ekor/hari) dan konsumsi bahan kering (g/kg BB). Perlakuan NF menghasilkan konsumsi segar dan bahan kering tertinggi (391,00 g/ekor/hari dan 98,96 g/kg BB), berbeda nyata dengan kontrol (NN). Disimpulkan bahwa penambahan asam formiat 55% paling efektif meningkatkan palatabilitas silase rumput gajah (pennisetum purpureum).
Analisis Faktor Sosial Ekonomi dalam Adopsi Sistem Tumpang Sari pada Usahatani Cabai Merah di Lahan Pesisir Yogyakarta Eliyatiningsih; Malichatus Yusri Arsyindha; Arya Gilang Saputra; Muhamad Sakur; Raissa Lintang Hanum Maheswari
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3992

Abstract

Sistem tumpang sari menjadi strategi adaptasi penting bagi petani cabai merah di lahan pesisir pantai yang memiliki karakteristik lingkungan budidaya ekstrem. Pola tanam ini mampu meningkatkan produktivitas lahan secara optimal melalui keragaman komoditas dalam satu area tanam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana faktor sosial ekonomi petani memengaruhi keputusan mereka dalam mengadopsi sistem tumpang sari dalam usaha tani cabai merah di area pesisir Yogyakarta. Survei dilakukan terhadap 100 petani cabai merah di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo. Data dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Analisis deskriptif mengonfirmasi bahwa sekitar 61% petani telah menerapkan sistem tumpang sari pada usahatani cabai merah. Model regresi logistik biner menunjukkan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,461. Hasil analisis regresi mengonfirmasi bahwa petani laki-laki, tingkat pendidikan, dan frekuensi penyuluhan signifikan meningkatkan kecenderungan petani dalam mengadopsi sistem tumpang sari, sementara petani dengan luas lahan sempit cenderung menerapkan pola tanam tumpang sari dibandingkan monokultur. Temuan ini mengindikasikan bahwa tumpang sari merupakan strategi intensifikasi yang efektif bagi petani dengan lahan terbatas. Frekuensi penyuluhan diidentifikasi sebagai faktor paling dominan dengan odds ratio sebesar 3,857, sehingga penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan yang intensif dapat dilakukan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga petani di kawasan pesisir.
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Coklat Terhadap Karakteristik Sensoris Arrowroot Cookies di UMKM Artoita Rita, Elegia; Khoiriyah, Annisa; A’yuni , Nur Rohmah Lufti
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3996

Abstract

Pengembangan produk pangan berbasis bahan-bahan lokal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing UMKM. Tepung garut memiliki potensi sebagai pangan fungsional, namun pemanfaatan olahan seperti arrowroot cookies masih terbatas karena kurangnya variasi rasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan coklat pada karakteristik sensoris arrowroot cookies. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan penambahan coklat, yaitu 10, 20, dan 30%. Penilaian dilakukan melalui uji sensoris dengan menggunakan skala hedonik yang melibatkan 30 panelis yang tidak terlatih dengan parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan coklat memberikan pengaruh signifikan terhadap warna, rasa, dan tekstur, namun tidak menunjukkan pengaruh nyata pada aroma dan aftertaste. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan coklat sebesar 30% yang menghasilkan nilai rerata keseluruhan 4,12 yang termasuk kategori disukai. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi coklat mampu memperbaiki kualitas sensoris dan penerimaan konsumen terhadap produk. Dengan demikian, pengembangan formulasi berbasis tepung garut berpotensi meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pangan lokal, khususnya pada skala UMKM.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 23 No. 2 (2024): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 23 No. 1 (2024): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 1 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 21 No. 2 (2022): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 21 No. 1 (2022): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 2 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 1 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 19 No. 2 (2020): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 19 No. 1 (2020): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 18 No. 2 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 18 No. 1 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 17 No. 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 17 No. 1 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 16 No. 2 (2017): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 15 No. 1 (2016): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian More Issue