cover
Contact Name
Nurul Zahriani Jf
Contact Email
abdicendekiazia@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
abdicendekiazia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Pasar XII Gang Sayang, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29638968     EISSN : 29627923     DOI : -
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a regular scientific journal published by by the Zia Salsabila Foundation, Education and Research Sector since 2022. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, published four times a year in March, July, and November. Use Mendeley as a citation manager and use Plagiarism Checker & Turnitin as a filter for plagiarism. The focus and scope of Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat are on various problems in the field of education and Islamic studies, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers in various scientific fields (multidisciplinary) to publish the results of their service written in the format of their research (according to the template) in our journal, which focuses on articles including: 1. Real Job Lecture 2. Community Service 3. Practice Field Experience
Articles 358 Documents
Sosialisasi Kurikulum Berdampak di Lingkungan Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Amru Syahputra Lubis; Alfian Tanjung; Mutia Hafifah; Fenny Mustika Piliang; Nurul Hasanah Syah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.657

Abstract

Kurikulum berdampak adalah langkah pertama dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan kehidupan kerja. Tujuan pengabdian masyarakat terkait kurikulum berdampak adalah untuk mendorong mahasiswa memperoleh keahlian dalam berbagai materi ajar sesuai dengan keahliannya. Hal ini memungkinkan para mahasiswa untuk menjadi kompetitif secara global. Kurikulum berdampak merupakan kebijakan yang menawarkan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah sesuai dengan minat dan kemampuannya. Penerapan kurikulum berdampak dapat memicu proses perkuliahan yang lebih otonom dan fleksibel di perguruan tinggi. Penyelenggaraan kurikulum mandiri berbasis kurikulum sentralisasi dan desentralisasi bertujuan untuk dapat secara optimal mendorong kemajuan sistem pendidikan tinggi yang ditandai dengan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Fokus pada Pengalaman adalah tujuan inti dari pengabdian ini dilakukan agar kurikulum yang dirancang dapat memiliki nilai kebermaknaan dan keterlibatan aktif mahasiswa. Dampak Positif yang terciptanya keleluasaan bagi dosen dalam menyusun materi sesuai konteks mahasiswa serta peningkatan pengetahuan dan karakter. Tantangan Perubahan yang terjadi pada kurikulum yang tidak terencana dengan baik berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja dosen. Relevansi Zaman kurikulum yang berdampak positif memungkinkan mahasiswa belajar sesuai perkembangan zaman pada saat ini.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendekatan Partisipatif Berbasis Diskusi Kolaboratif dalam Pengelolaan Keuangan di Era Digital (Studi pada Komunitas Perempuan di Kabupaten Langkat) Rizki Fatmawati; Emilia Embun Sari; Salsabila Salsabila
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.658

Abstract

Pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan keuangan menjadi aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya di wilayah semi-perdesaan seperti Kabupaten Langkat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan partisipatif berbasis diskusi kolaboratif dalam meningkatkan literasi dan praktik manajemen keuangan pada komunitas perempuan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan manajemen keuangan rumah tangga, simulasi pencatatan keuangan, serta pendampingan penggunaan aplikasi keuangan sederhana. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait perencanaan anggaran, pencatatan keuangan, serta pengendalian pengeluaran. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan finansial. Pendekatan kolaboratif terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif dan keberlanjutan program.
Rekonstruksi Pembelajaran Bahasa Indonesia di PGMI dalam Mengembangkan Kompetensi Literasi Abad 21 Nurfitri Sembiring
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v4i4.679

Abstract

Beragam riset terdahulu tentang pembelajaran Bahasa Indonesia di Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) cenderung berfokus pada aspek metodologis konvensional tanpa mengintegrasikan secara holistik kompetensi literasi abad 21. Kesenjangan ini menciptakan jurang antara idealita kurikulum dan realitas kompetensi lulusan PGMI yang dituntut melek literasi digital, kritis, dan kreatif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pola pembelajaran Bahasa Indonesia di PGMI berbasis kerangka literasi abad 21 yang mencakup literasi informasi, literasi digital, dan literasi kritis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di tiga PGMI perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN), data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: (1) kurikulum Bahasa Indonesia PGMI masih dominan berbasis hafalan dan resepsi pasif; (2) dosen belum sepenuhnya mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran; dan (3) rekonstruksi berbasis proyek literasi multimoda terbukti meningkatkan kompetensi literasi kritis mahasiswa secara signifikan. Implikasi penelitian ini mendorong reformasi kurikulum PGMI yang responsif terhadap tuntutan literasi abad 21, sekaligus memberikan model pedagogis yang dapat diadaptasi oleh program studi kependidikan Islam lainnya di Indonesia.
Urgensi Pendidikan Pancasila dalam Membentuk Karakter Generasi Muda di Era Modern Luna Claudya br Purba; Rumata Hotmauli; Hezekiel Marudut Tua Lumbantobing; Roly Natalia Situmorang; Kevin Christian Tarihoran; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.680

Abstract

Perkembangan era modern, yang ditandai dengan globalisasi dan kemajuan teknologi digital, telah memberikan dampak mendalam pada pola pikir dan perilaku generasi muda. Tantangan seperti kemerosotan nilai-nilai moral, pengaruh budaya asing, dan krisis identitas nasional merupakan isu-isu yang perlu ditangani. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter generasi muda di zaman modern. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan menelaah berbagai sumber artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral seperti nasionalisme, tanggung jawab, toleransi, dan integritas. Penerapan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan formal, pembiasaan, dan pendekatan kontekstual terbukti memperkuat karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dengan demikian, pendidikan Pancasila tetap relevan sebagai landasan utama untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, beretika, dan berjiwa Indonesia di zaman modern.
Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Jamur Tiram di Desa Purwosari Kecamatan Sembawa Muhtarom Muhtarom; Arini Arini; Norma Yosa Briliana; M. Riski Shabirin; Rian Pranata
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.581

Abstract

Permasalahan sampah organik, khususnya limbah serbuk kayu, masih menjadi tantangan di berbagai wilayah pedesaan, termasuk di Desa Purwosari Kecamatan Sembawa. Limbah serbuk kayu yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, padahal memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah serbuk kayu sebagai media budidaya jamur tiram sebagai upaya pengelolaan sampah organik yang bernilai ekonomis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah serbuk kayu dapat diolah menjadi media tanam (baglog) yang efektif untuk pertumbuhan jamur tiram. Selain mampu mengurangi volume sampah organik, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui hasil panen jamur tiram. Dengan demikian, pemanfaatan limbah serbuk kayu dalam budidaya jamur tiram merupakan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah organik.
Si Dua Jambar dan Paradoks Multikulturalisme: Pengakuan Historis dan Eksklusi Gender dalam Masyarakat Batak Carolin Sani M. Simarmata; Jack Totty Sanjaya Manik; Raisah Melati Putri; Steffanie Sihombing; Steven Paulus Tampubolon; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.653

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep Si Dua Jambar melalui figur Namboru Nantinjo dalam masyarakat Batak Toba serta transformasi maknanya dalam konteks modernitas. Secara historis, sosok Nantinjo merupakan bukti pengakuan budaya Batak terhadap variasi gender yang melampaui dikotomi laki-laki dan perempuan. Namun, seiring perkembangan zaman, identitas tersebut mengalami stigmatisasi dan dianggap tabu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara mendalam dengan dua orang informan untuk memahami proses pergeseran pemaknaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradoks multikulturalisme: masyarakat tetap menghormati tokoh leluhur secara ritual, namun menolak realitas identitas gender yang diwakilinya dalam kehidupan sosial. Pergeseran dari inklusivitas menuju eksklusi ini dipengaruhi oleh dominasi doktrin agama, penguatan norma sosial heteronormatif, dan arus globalisasi yang menyempitkan pandangan terhadap keberagaman gender. Fenomena ini mengindikasikan adanya amnesia historis terhadap nilai-nilai inklusif yang sebenarnya telah mengakar dalam struktur budaya Batak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengakuan historis terhadap figur seperti Nantinjo belum menjamin keadilan gender di masa kini, melainkan justru melahirkan eksklusi yang kontradiktif dalam bingkai multikulturalisme.
Pendampingan Efektivitas Program Tahfidz Al-Qur’an Berbasis Masjid dalam Membentuk Karakter Religius Generasi Muda di Desa Tambangan Kelekar Bambang Irawan; Mita Riskiani; Laila Alvia Farikhah; Ahmad Bukhori; Riska Clara; Thomas
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program tahfidz Al-Qur’an berbasis masjid dalam membentuk karakter religius generasi muda melalui proses pendampingan yang dilakukan di Desa Tambangan Kelekar. Program tahfidz tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pada pembinaan akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembiasaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pembina tahfidz, pengurus masjid, peserta program, serta orang tua peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz Al-Qur’an berbasis masjid memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter religius generasi muda. Peserta mengalami perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, seperti meningkatnya kedisiplinan dalam beribadah, kebiasaan membaca Al-Qur’an, sikap sopan santun, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Proses pendampingan dilakukan melalui kegiatan setoran hafalan, muroja’ah, pembinaan akhlak, motivasi keagamaan, serta pembiasaan ibadah berjamaah di masjid. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi lingkungan masjid yang religius, dukungan orang tua, dan peran aktif pembina tahfidz, sedangkan faktor penghambatnya meliputi pengaruh media sosial dan kurangnya motivasi sebagian peserta. Dengan demikian, program tahfidz Al-Qur’an berbasis masjid dinilai efektif dalam membentuk karakter religius generasi muda di Desa Tambangan Kelekar.
Sayangi Hewan, Patuhi Hukum: Edukasi Perlindungan Hewan Bagi Masyarakat Nining Yurista Prawitasari; Erna Apriani; Etty Zuliawati Zed; Hana Silvia Dwi Putri; Keysha Saidina
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.659

Abstract

Perlindungan hewan merupakan isu yang semakin penting dalam kehidupan masyarakat seiring meningkatnya kasus kekerasan, penelantaran, dan eksploitasi terhadap hewan yang masih sering terjadi di lingkungan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan kesejahteraan hewan serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang mengatur perlindungan hewan di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif berupa penyuluhan hukum, sosialisasi, diskusi interaktif, dan pemberian media edukasi kepada masyarakat mengenai bentuk perlakuan yang layak terhadap hewan dan konsekuensi hukum terhadap tindakan penganiayaan hewan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat umum, komunitas pecinta hewan, dan generasi muda sebagai sasaran utama edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesejahteraan hewan, tumbuhnya kesadaran hukum terkait larangan penganiayaan hewan, serta meningkatnya kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan hewan di lingkungan sekitar. Edukasi perlindungan hewan juga terbukti mampu membangun sikap empati, tanggung jawab sosial, dan budaya hukum yang lebih humanis dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mengurangi tindakan kekerasan terhadap hewan melalui pendekatan edukasi dan kesadaran hukum masyarakat.
Transformasi Pembelajaran Mufradat Melalui Pendampingan Media Edukatif di Pondok Pesantren Hasfikin S Hasfikin S; Wa Muna Wa Muna; Ainy Khairun Nisa; Nuz Chairul Mugrib
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.661

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasikan pembelajaran mufradat (kosakata bahasa Arab) melalui pendampingan pembuatan media edukatif berbasis lingkungan di Pondok Pesantren Al-Amanah Baubau. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 35 santri akhir KMI sebagai subjek utama dalam siklus kolaboratif yang meliputi diagnosis masalah, perencanaan, aksi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan berhasil mengubah suasana belajar dari pasif dan membosankan menjadi interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Para santri mampu memproduksi berbagai media ramah lingkungan dari bahan bekas, seperti dadu kosakata, wordwall, flashcards, dan hijaiyyahkosakata. Dampak transformatif tidak hanya terlihat pada peningkatan daya ingat kosakata, tetapi juga pada tumbuhnya kepercayaan diri, kreativitas, serta rasa kepemilikan santri terhadap proses belajar mereka. Dengan pendekatan partisipatif dan pemanfaatan sumber daya lokal, kegiatan ini terbukti mampu menciptakan pembelajaran bahasa Arab yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Oleh karena itu, strategi ini sangat potensial untuk direplikasi di lingkungan pesantren lainnya.
Pemanfaatan Tembakau sebagai Bahan Pembuatan Pestisida Hama pada Tanaman Padi Darsan Darsan; Danang Ananda Yudha; Pujiati Pujiati
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.664

Abstract

Produksi padi di Indonesia seringkali menurun bahkan menimbulkan kerugian akibat banyaknya hama keong mas yang memakan tanaman padi. Hal ini disebabkan para petani masih banyak penggunaan pestisida kimia yang banyak dan masih kurang ampuh untu membunuh hama tersebut. Kondisi seperti ini akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan tanah menjadi tidak sehat. Selain itu pengguanaan Pestisida kimia secara berlebihan yang salah satu faktor rusaknya tanah. Kecamatan Sukosewu merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi andalan di Provinsi jawa timur sebagai sentra penghasil padi. Solusi dalam yang dapat dilakukan adalah memberikan motivasi dan bimbingan pada gapotan dan kelompok tani dalam penggunan Pestisida Alami secara berkala dan sering supaya tanah perswah kembali subur dan berkualitas baik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro. Pengabdian ini dilakukan bersama bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat tentang pelatihan pembuatan Pestisida Alami dari Tembakau di Desa Sidorejo Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro. Hasil dari pengabdian ini para petani dapat membuat pestisida alami yang mudah dan tepat serta membuat biayaya untuk pembelian pestisida mengalami pengurangan dikarenakan adanya ilmu untuk membuat pestisida sendiri yang dapat membunuh hama keong pada tanaman padi.