cover
Contact Name
Humam Santosa Utomo
Contact Email
humam.santosautomo@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldharma@upnyk.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta Gedung Rektorat Lt. 5 UPN “Veteran “Yogyakarta Jl. SWK. 104 Lingkar Utara, Condong Catur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27156788     EISSN : 27753433     DOI : https://doi.org/10.31315/dlppm
Core Subject : Social,
Jurnal Dharma memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 199 Documents
PENERAPAN MESIN PENGGILING KUNYIT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA PRODUK OLAHAN JAMU Fahrudin; Budhi Martana; Rosali Sembiring Colia; Muhammad Rasyiid Wijaya; Althearae Nira Septin
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.16068

Abstract

Industri Rumah Tangga (IRT) produk olahan jamu berada di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan yang tergabung dalam Forum UMKM Cikarang Selatan. Permasalahan yang dihadapi pelaku IRT jamu adalah pada proses penggilingan kunyit yang masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan peralatan yang sederhana. Tujuan kegiatan penerapan mesin penggiling ini untuk percepatan proses produksi penggilingan kunyit sebagai bahan baku pembuatan jamu, sehingga produktivitas produksi menjadi lebih tinggi. Metode yang digunakan pada kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini adalah menerapkan teknologi mesin penggiling kunyit. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mulai dari sosialisasi, review proses penggilingan kunyit yang dilakukan selama ini, pelatihan peningkatan produktivitas penggilingan kunyit, sampai praktek penggunaan teknologi mesin penggiling kunyit. Hasil yang dicapai dari penerapan mesin penggiling kunyit adanya peningkatan produktivitas produksi yang diperoleh, yaitu  proses penggilingan 10 kg kunyit secara manual membutuhkan waktu selama 6 jam, sedangkan dengan menggunakan mesin, proses penggilingan 10 kg kunyit dapat dilakukan maksimal 1 jam.    Penggunaan mesin penggiling kunyit memberikan hasil yang maksimal, menghemat waktu, meningkatkan produksi dan efisiensi.
PENGUATAN IDENTITAS LOKAL MELALUI DIGITALISASI DAN BRANDING PADA INDUSTRI FASHION ECOPRINT DI KAWASAN DESTINASI WISATA SUPER PRIORITAS BOROBUDUR Probosari, Ninik; Wijayani, Ari; Murdianingrum, Sri Luna; Ardhanariswari, Kartika Ayu; Lintang, Salsabila
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.16072

Abstract

Tujuan dari Penguatan Identitas Lokal Melalui Digitalisasi dan Branding Pada Industri Fashion Ecoprint di Kawasan Destinasi Wisata Super Prioritas Borobudur adalah untuk membangun dan memperkenalkan identitas lokal yang kuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan menggabungkan konsep eco print yang ramah lingkungan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan kesadaran akan produk fashion lokal yang mengusung nilai-nilai keberlanjutan dan pelestarian budaya. Digitalisasi dan branding yang efektif akan menjadi kunci dalam memperkenalkan produk ini ke pasar yang lebih luas, terutama kepada wisatawan yang mengunjungi Borobudur. Konsep penting dalam penguatan identitas lokal ini adalah digital branding, yang mencakup pembuatan dan pengelolaan citra produk di dunia digital, serta ecoprint sebagai elemen yang membedakan produk lokal dari yang lainnya. Dengan mengedepankan keberlanjutan dan keunikan produk lokal, seperti eco print yang terinspirasi dari budaya dan alam sekitar Borobudur, produk fashion dapat menarik perhatian pasar yang semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan. Untuk mendukung tujuan tersebut, beberapa kegiatan utama yang  dilaksanakan dalam program pengabdian masyarakat ini antara lain: (a) Branding Media Sosial, untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik produk fashion eco print, media sosial dikelola secara lebih profesional dan terencana, termasuk penggunaan platform seperti Instagram, untuk menjangkau audiens yang lebih luas.(b) Pendaftaran Merek Dagang, pelaku usaha dibantu dalam proses pendaftaran merek dagang untuk melindungi identitas dan keunikan produk mereka, yang juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap produk fashion ecoprint lokal, meningkatnya penjualan melalui platform digital, serta terbentuknya ekosistem digital yang mendukung pemasaran dan branding produk lokal secara berkelanjutan. Luaran kegiatan ini adalah Artikel prosiding pada seminar Nasional, buku ber-ISBN dan memiliki Hak Cipta, Publikasi di Media Massa serta Pendaftaran 5 (lima) Merek Dagang.
PENERAPAN MESIN PELUMAT DAN BAKTERI PENGURAI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DI PETERNAKAN ITIK-ENTOK DUSUN KALIWINIH BERBAH SLEMAN Gunawan Madyono Putro; Prijoto; Sumintarsih; Agus Ristono; Yudha Sopyan Kurniawan
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.16087

Abstract

Kelompok ternak itik dan entok di dusun Kaliwinih Jogotirto Berbah Sleman  memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha peternakan berbasis sumber daya lokal. Di wilayah ini terdapat bahan pakan alternatif yang melimpah, baik nabati maupun hewani, seperti enceng gondok, kangkung, semanggi, keong sawah, bekicot, serta berbagai hewan air kecil. Namun demikian, pemanfaatan bahan pakan tersebut masih menghadapi dua kendala utama, yaitu proses pencacahan dan pelumatan bahan yang masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu dan tenaga yang besar, serta munculnya permasalahan lingkungan akibat kotoran ternak yang lebih cair dan berbau menyengat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi pakan serta mengurangi dampak lingkungan melalui penerapan teknologi tepat guna dan inovasi bioteknologi. Solusi yang dikembangkan meliputi: (1) perancangan dan pembuatan mesin pelumat pakan dengan sistem pisau pemotong dan roll crusher berkapasitas 50 kg/jam untuk mempercepat proses pengolahan bahan pakan; serta (2) pelatihan pengembangbiakan bakteri pengurai berbasis cairan empedu sapi sebagai alternatif EM4 dengan biaya produksi lebih ekonomis, sekitar Rp 4.500 per liter. Bakteri ini berfungsi mempercepat proses fermentasi pakan sekaligus mengurangi bau kotoran, sehingga limbah ternak dapat dimanfaatkan langsung sebagai pupuk kompos. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi pakan sebesar ±50%, penurunan biaya operasional pakan sekitar ±40%, serta penurunan dampak lingkungan hingga ±40%. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan produktivitas kelompok ternak sekaligus mendukung penerapan prinsip peternakan berkelanjutan di wilayah mitra.
P PENGUATAN KAPASITAS POKDAKAN SUKA MAJU MELALUI PENERAPAN KINCIR AIR SEBAGAI INOVASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN Herijanto, Soegeng; Tri Watiningsih; Wasito; Nur Grasela Mawardani; Okta Rian Maulana
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v6i2.16098

Abstract

Pengelolaan kualitas air merupakan tantangan utama dalam budidaya ikan air tawar, terutama pada pemeliharaan sistem intensif  dengan tingkat penebaran bibit padat maka sangat rentan mengalami penurunan kadar oksigen terlarut (DO). Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Salah satu teknologi yang terbukti efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan kincir air sebagai aerator mekanis untuk meningkatkan DO dan sirkulasi air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Pembudidaya Ikan Suka Maju di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas melalui pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan penggunaan kincir air. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan anggota kelompok dalam pengelolaan kincir air sebagai alat pendukung peningkatan kualitas air. Implementasi kincir air berdampak nyata terhadap peningkatan kadar DO, penurunan angka kematian ikan, serta peningkatan produktivitas kolam. Kegiatan ini menjadi model penerapan teknologi tepat guna di tingkat pembudidaya ikan rakyat untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan usaha budidaya ikan air tawar skala masyarakat.
Pelatihan dan Penyuluhan Pegunaan Tekhnologi Tepat Guna : Optimalisasi produksi di Usaha Briket Arang di Dampit Kabupaten Malang Ery Yusnita; Irawan Setyabudi; Karunia Setyowati Suroto
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The training program for the "Young Charcoal Briquette Farmers" business in Dampit District, Malang Regency, aims to optimize charcoal briquette production and quantity through training in the use of appropriate technology. This activity is motivated by the enormous potential of local biomass waste such as rice husks and coconut shells, which are utilized by local youth. However, the lack of modern technology is one of the obstacles to large-scale charcoal briquette production. The implementation method used includes theoretical counseling and hands-on training with demonstrations on the use of tools such as hammer mills, briquette presses, and drying ovens. The results of this activity show a 70% increase in charcoal production compared to normal, with more varied and better quality charcoal briquettes, and an increase in income of more than 50% / period compared to the previous production method, which still used conventional methods.
Penguatan Kapasitas Budidaya dan Pascapanen untuk Peningkatan Daya Saing Melon Hidroponik KT Suryo Farm Arif Umami; Ni Kadek Ema Sustia Dewi; Herdiana Anggrasari
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Suryo Farmers Group (KT) in Mantrijeron, Yogyakarta City, is a productive community of 26 members. Founded in 2022, the group has demonstrated a strong commitment to utilizing limited land for crops such as mint, lettuce, and cucumbers, and even serves as an agricultural education center. However, its farming development efforts were inhibited by significant failures in hydroponic melon cultivation, with 95% of the crops failing due to disease. Factors contributing to this failure included a damaged greenhouse and members' lack of knowledge regarding cultivation practices, pest and disease management, post-harvest management, and marketing. To address these issues, an integrated community service program was implemented, combining intensive mentoring with knowledge enhancement through a series of outreach and training sessions. The intervention focused on four crucial aspects: proper hydroponic melon cultivation techniques, pest and disease management (PDM), post-harvest handling, and marketing management. The program's effectiveness was measured by comparing quantitative pre-test and post-test results, with a target of a minimum 70% increase in knowledge. The implementation of this activity, involving 26 members, demonstrated significant knowledge gains across all aspects. Data shows a sequential increase in knowledge for Cultivation (from ≈67% to ≈78%), PDM (from ≈63% to ≈85%), Post-Harvest (from ≈83% to ≈93%), and Marketing (from ≈88% to ≈98%). The highest increase occurred in the Marketing and PDM aspects, which directly address the group's main obstacles. The success of this program is expected to be the foundation for KT Suryo Farm to carry out sustainable melon cultivation, produce high-quality products, and implement strong marketing strategies, thereby being able to stabilize and increase the group's turnover.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING BAGI UMKM DI KELURAHAN PODOSUGIH UNTUK MENINGKATKATKAN PENJUALAN Rustam Hanafi; sutapa; Mulyana
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MSME actors in Podosugih Village generally have not yet optimized the use of marketplace platforms and social media for online sales, even though these platforms have great potential to attract consumers, especially the younger generation. In addition, their understanding of digital marketing concepts and practices as an effective and efficient marketing strategy remains limited. Based on these conditions, this community service program aims to provide training and assistance in digital marketing, particularly in the use of marketplaces and social media, so that MSME actors can improve their online selling capabilities. The training was attended by 29 MSME participants under the guidance of Podosugih Village. The implementation method consisted of three stages: (1) delivering materials to improve participants’ understanding and motivation regarding the importance of digital marketing; (2) hands-on practice involving the creation of accounts and product promotion through Shopee, TikTok, and Facebook; and (3) evaluation to measure participants’ levels of understanding and skills. The results indicate an improvement in participants’ comprehension of digital marketing concepts as well as their technical skills in using digital platforms. Quantitatively, many participants succeeded in creating or optimizing their marketplace and social media accounts. Qualitatively, participants demonstrated high enthusiasm and active involvement throughout the training activities. The three-stage approach used in this program can serve as an effective model for similar training initiatives in other MSME communities. Keywords: digital marketing, MSMEs, marketplace, social media, training  
SINERGI AKADEMISI DAN KOMUNITAS: MEMBANGUN KESADARAN INKLUSIF TERHADAP ODGJ DAN DISABILITAS FISIK DI LINGKUNGAN SOSIAL MELALUI PENGUATAN LITERASI Sri Wahyuningsih; Cahyo Indarto; Jamiatus Syarifah Amaliya; Indah Dwi Prasetya Ningsih
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma and discrimination against people with mental disorders (PWDs) and individuals with physical disabilities remain major obstacles in creating an inclusive society in Indonesia. The low level of public literacy on mental health and disabilities often leads to rejection, social exclusion, and unequal treatment. This community service activity aims to build inclusive awareness through the synergy between academics and local communities using an educational and participatory approach. The methods employed include social literacy education through training, group discussions, empathy campaigns, and community-based assistance. Academics act as facilitators in preparing literacy materials and empathetic communication training, while the community serves as active partners in implementing activities within the social environment. The results of the activities indicate an increased public understanding of the concept of social inclusion, as well as the rights of people with mental disorders and individuals with physical disabilities.
Pelatihan dan Pendampingan: Anak Muda Melek Social Media Marketing Naufal Sinatria; Fauzan Fuadi; Muhammad Lathief Syaifussalam; Nur Aminudin; Dwi Feriyanto; Agus Wantoro; Andi Mulyono
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this marketing content creation training and mentoring is to increase students' understanding, creativity, and confidence in creating simple content, as a generation growing up in the digital era. The methods used include material delivery, interactive discussions, and direct practice. The results showed high student enthusiasm throughout the process, indicating that the learning approach aligned with their characteristics and needs. In addition to acquiring basic content creation skills, students also demonstrated positive developments in their expressive and collaborative abilities. These results demonstrate that hands-on learning is highly effective in developing students' digital competencies.
PELATIHAN PIJAT AKUPRESUR UNTUK UPAYA PREVENTIF DAN PROMOTIF KESEHATAN KELUARGA onny priskila; laili mufida; desi hidayati; rini hamsidi; ario imandiri
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akupresur merupakan salah satu terapi komplementer non-farmakologis yang berpotensi diterapkan sebagai upaya preventif dan promotif kesehatan di tingkat keluarga dan masyarakat. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan akupresur secara tepat dan aman masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pijat akupresur mandiri untuk menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Desa Randubener, Kabupaten Lamongan, melalui kolaborasi antara Program Studi Akupunktur dan Pengobatan Herbal Universitas Katolik Darma Cendika dengan Program Studi Pengobat Tradisional Universitas Airlangga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah kegiatan, dengan rerata skor meningkat dari 5,4 pada pre-test menjadi 8,9 pada post-test. Peserta mampu mengenali titik-titik akupresur dasar dan mempraktikkan teknik pijat akupresur sederhana secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai efektif dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam upaya preventif dan promotif kesehatan keluarga melalui penerapan akupresur.