cover
Contact Name
Restu Febriantura
Contact Email
rf154@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmmedika@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhamamdiyah Surakarta Kampus IV UMS, Jl. Ahmad Yani, Gonilan, Kartasura, Gonilan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika
ISSN : 27757951     EISSN : 27757943     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan atmosfer akademik, sebagai publikasi hasil pengabdian dari dosen, mahasiswa, praktisi dan masyarakat umum. Jurnal ini memuat hasil-hasil pengabdian masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan kedokteran.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3. No. 2, September 2023" : 11 Documents clear
PENYULUHAN TENTANG INFEKSI SIFILIS MELALUI WEBINAR “SIFILIS : PENYEBAB, GEJALA, DAN PENGOBATANNYA”: Counselling on Syphilis Infection Through Webinar "Syphilis: Causes, Symptoms and Treatment" Ramona, Flora; Munawaroh, Rima; Maharani, Annisa Rizki; Santi, Tika Melandya; Ekayanti, Septi Rismala; Amalia, Shafira Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.459

Abstract

ABSTRAK Infeksi menular seksual (IMS) merupakan masalah yang cukup serius di dunia karena jumlah morbiditas dan mortalitasnya yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan World Health Organization (WHO), lebih dari 1 juta orang terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) setiap hari dimana terdapat sekitar 500 juta orang terdiagnosis salah satu dari 4 PMS yaitu Klamidia, Gonore, Trikomoniasis, dan Sifilis. Faktor yang menyebabkan peningkatan angka kejadian PMS seperti pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat tinggi, masalah sosial ekonomi, penderita yang tidak merasakan gejala, dan kurangnya pendidikan kesehatan dan pendidikan seks kepada masyarakat. Diperlukan penyuluhan tentang sifilis secara menyeluruh kepada masyarakat sebagai upaya preventif untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang diakibatkan oleh IMS khususnya sifilis. Tujuan kegiatan webinar untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang sifilis. Penelitian ini menggunakan metode one group pre test post test design. Total sampling sebanyak 75 peserta yang berasal darix berbagai instansi. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah angket pertanyaan melalui google form dan analisis data menggunakan wilcoxon match paired test. Hasil penelitian menujukan skor rata-rata dari pre test sebesar 73,77%, sedangkan skor rata-rata post test meningkat menjadi sebesar 95,08%. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa nilai p= 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang sifilis sehingga diharapkan masyarakat lebih peduli dengan kesehatan dirinya sendiri maupun lingkungannya tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) khususnya sifilis.   ABSTRACT Sexually transmitted infections (STIs) are a fairly serious problem in the world because the number of morbidity and mortality continues to increase every year. Based on the World Health Organization (WHO), more than 1 million people are affected by Sexually Transmitted Diseases (STDs) every day, of which around 500 million people are diagnosed with one of 4 STDs, namely Chlamydia, Gonorrhea, Trichomoniasis, and Syphilis. Factors that cause an increase in the incidence of STDs include very high population growth, socioeconomic problems, sufferers who do not feel symptoms, and lack of health education and sex education in the community. Therefore, it is necessary to provide comprehensive education about syphilis to the community as a preventive effort to reduce morbidity and mortality rates caused by STIs, especially syphilis. The purpose of the webinar is to determine the effect of health education on public knowledge about syphilis. This study uses the one-group pre test post-test design method. The total sampling was 75 participants from various agencies. The instrument used for data collection is a question questionnaire via google form and data analysis using the Wilcoxon match paired test. The results showed that the average score of the pre-test was 73.77%, while the average post-test score increased to 95.08%. Based on the results of the analysis, it was found that the value of p = 0.000 <0.05. These results indicate that there is an effect of health education on public knowledge about syphilis so that people are expected to be more concerned with their own health and their environment about Sexually Transmitted Infections (STIs), especially syphilis
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA NON KESEHATAN TENTANG BIJAK PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP RISIKO TERJADINYA RESISTENSI: Level Of Knowledge Of Non-Health Students About Wise Use Of Antibiotics On The Risk Of Resistance Kartika, Puspita Nindya; Arifin, Clarisa Ivana Putri; Fajriyah, Wulida Nuril; Yuhdi, Putri Aeni; Kurniawan, Dedy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.472

Abstract

ABSTRAK Tiga puluh tahun mendatang diperkirakan akan terjadi 10 juta kematian akibat resistensi antibiotik dimana 4,7 juta diantaranya merupakan penduduk Asia. Resistensi antibiotik merupakan penurunan sensitivitas antibiotik terhadap bakteri. Sekitar 80% penyebab resistensi antibiotik berasal dari penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada hewan, sedangkan 20% penyebab dari resistensi antibiotik berasal dari pemakaian antibiotik yang tidak tepat pada manusia. Tujuan dari kegiatan webinar ini adalah untuk memberikan edukasi serta melihat bagaimana tingkat pengetahuan mahasiswa non kesehatan tentang penggunaan antibiotik yang baik dan benar. Parameter keberhasilan dari webinar dilihat pada hasil pre-test yang diberikan sebelum kegiatan webinar dan hasil post-test yang diberikan setelah kegiatan webinar. Masing-masing pre-test dan post-test terdiri dari 5 pertanyaan yang sama dan diberikan dalam bentuk google form. Hasil memperlihatkan rata-rata nilai pre-test sebesar 68,57% dan rata-rata nilai post-test sebesar 85,71%. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 yang berarti terdapat perbedaan antara nilai pre-test dan nilai post-test. Dapat disimpulkan bahwa dengan mengikuti webinar ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta webinar mengenai penggunaan antibiotik dengan bijak.   ABSTRACT In the next thirty years, it is estimated that there will be 10 million deaths due to antibiotic resistance, of which 4.7 million are Asians. Antibiotic resistance is a decrease in antibiotic sensitivity to bacteria. About 80% of the causes of antibiotic resistance come from the use of Antibiotic Growth Promoter (AGP) in animals, while 20% of the causes of antibiotic resistance come from the inappropriate use of antibiotics in humans. The purpose of this webinar activity is to educate and see how the level of knowledge of non-health students about the proper and correct use of antibiotics. The parameters of the success of the webinar are seen in the results of the pre-test given before the webinar activity and the post-test results given after the webinar activity. Each pre-test and post-test consists of the same 5 questions and is given in the form of a google form. The results showed that the average pre-test score was 67.7% and the post-test average was 81.18%. Based on the Wilcoxon statistical test, p-value of 0.001 was obtained, which means that there is a difference between the pre-test and post-test values. It can be concluded that participating in this webinar can increase the knowledge of webinar participants about the wise use of antibiotics.
GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING PENGGUNAAN HEADPHONE/EARPHONE: Noise Induce Hearing Loss Due to Usage of Headphone/Earphone Hendradewi, Sarwastuti; Setiamika, Made; Sudrajad, Hadi; Kandhi, Putu Wijaya; Primadewi, Novi; Pratiwi, Dewi; Yusuf, Destar Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.1274

Abstract

ABSTRAK Gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) sering dijumpai pada usia pelajar. Adanya kemajuan alat elektronik beserta kemudahan dalam mengakses internet dan sosial media menyebabkan pelajar sering menggunakan personal listening device seperti headphone/earphone untuk mengakses informasi dari piranti elektronik tersebut. Identifikasi gangguan pendengaran secara dini dan intervensi yang sesuai terbukti dapat mencegah konsekuensi tersebut. Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) dan untuk mengetahui sejak dini kondisi telinga dan pendengaran pelajar dan memberikan intervensi dan tatalaksana sesuai kebutuhan. Metode dalam kegiatan ini direncanakan dilakukan melalui tahapan - tahapan sesuai dengan petunjuk pengendalian HIRARC (hazard identification, risk assessment, and risk control). Hasil kegiatan ini didapatkan pendengaran 147 siswa dalam batas normal, 31 siswa terdapat serumen, 7 siswa Otitis Eksterna, 3 siswa OMSK, dan 4 orang siswa dicurigai menderita gangguan pendengaran akibat bising. Siswa yang dicurigai menderita gangguan pendengaran akibat bising dianjurkan ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta untuk dilakukan pemeriksaan dan tatalaksana lebih lanjut.   ABSTRACT Noise induce hearing loss (NIHL) is often found in students. The advancement of electronic devices along with the ease of accessing the internet and social media has caused students to often use personal listening devices such as headphones/earphones to access information from these electronic devices. Early identification of hearing loss and appropriate intervention have been shown to prevent such consequences. The purpose of this activity was to educate noise induce hearing loss (NIHL) and to know early on the ear and hearing condition of students and provided intervention and management as needed. The method in this activity was planned to be carried out through stages in accordance with the HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) control instructions. The results of this activity obtained the hearing of 147 students within normal limits, 31 students with cerumen, 7 Otitis Externa students, 3 OMSK students, and 4 students with suspect of noise induce hearing loss. Students who were suspected of suffering from hearing loss due to noise were recommended to Dr. Moewardi Surakarta Hospital for further examination and management.
PEMANFAATAN BUKU CERITA BERGAMBAR DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI SISWA SEKOLAH DASAR : Use of Picture Story Books in Improving Knowledge of Dental Health in Elementary School Students Kurniawati, Dwi; Imani, Cavita Nur; Pramudya W, Astrid; Maharani, Fairu Zahira; Pahlevi, Muhammad Farel; Clarissa, Aulia Belva; Mufidah, Adilah Nur; Wibowo, Anindya Prakasita; Maysari, Shafira Putri; Putri, Shafira Dinandia; Hakim, Ananda Rahman; Ramadania R, Gresya; Wulan, Bintang Kesowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.1930

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan gigi dan mulut diderita lebih dari setengah penduduk Indonesia (57,6%). Angka prevalensi karies gigi terbesar terjadi pada anak usia 5-9 tahun (92,6%) Karies gigi pada anak dapat menimbulkan rasa nyeri, kesulitan mengunyah makanan, susah tidur, susah berkonsentrasi yang berdampak pada kualitas hidup anak.  Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian edukasi kesehatan gigi. Edukasi membutuhkan media dalam penyampaiannya. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku cerita bergambar. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pemberian edukasi dilakukan pada 30 siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Edukasi dilakukan menggunakan media buku cerita bergambar. Buku berisi materi terkait menjaga kesehatan gigi dan mulut.  Dalam buku terdapat beberapa permainan sebagai evaluasi materi. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah pemberian edukasi. Hasil dari edukasi kesehatan gigi didapatkan 25 siswa (83,3%) mengalami peningkatan pengetahuan, 2 siswa (6,7%) mengalami penurunan  dan 3 siswa (10%) bernilai tetap. Kesimpulan : edukasi menggunakan buku cerita bergambar dapat dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak.   ABSTRACT Dental and oral health problems affect more than half of Indonesia's population (57.6%). The highest prevalence of dental caries occurs in children aged 5–9 years (92.6%). Dental caries in children can cause pain, difficulty chewing food, difficulty sleeping, and difficulty concentrating, which have an impact on children's quality of life. Prevention efforts can be done by providing dental health education. Education necessitates the use of media in its delivery. One of the media that can be used is a story book. The purpose of this community service is to increase the knowledge of elementary school students about maintaining oral health. Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Elementary School provided education for 30 grade 4 students. Education was carried out using storybooks as media. The book contains material related to maintaining oral health. In the book, there are several games used as material for evaluation. The measurement of knowledge is done before and after the provision of education. The results of education showed that 25 students (83.3%) experienced an increase in knowledge, 2 students (6.7%) experienced a decrease, and 3 students (10%) had a fixed value. Conclusion: Story books can be used as educational media because they can increase children's knowledge.
PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PELAJAR: The Importance of Maintaining Reproductive Health for Students Fithriyah, Sa'idatul; Balich, Aninta Rahmandari; Prasadja, Yoga; Santi, Tika Melandya; Nugraha, Wanda Mitra; Otiratu, Gefeira; Yukhabilla, Atika Fatwa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.2006

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan bagian terpadu dari program kesehatan dan keluarga berencana di Indonesia. Program terpadu ini secara khusus bertujuan untuk mengatasi masalah terkait pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, konsumsi tembakau dan alkohol, serta HIV-AIDS. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengajarkan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi kepada para pelajar agar mampu mencegah risiko masalah atau penyakit pada organ reproduksi. Penyuluhan dilakukan dengan metode luring di SMP 10 Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan penyuluhan ini meliputi pretest, materi, dan posttest. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengukur kemampuan pengetahuan awal dan akhir peserta penyuluhan “Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pelajar”. Nilai rerata pretest, posttest, dan selisih berturut-turut adalah 71,36±19,99; 95,80±8,19; dan 24,44±15,17. Nilai pretest dan posttest dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon karena data selisih tidak terdistribusi normal dan didapatkan nilai p<0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara statistik, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna antara sebelum dengan sesudah penyuluhan. Nilai median posttest didapatkan lebih tinggi dari median pretest, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan mengenai “Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pelajar”.     ABSTRACT Reproductive health is a state of complete physical, mental and social health, not only free from disease or disability related to the reproductive system, functions and processes. Adolescent Reproductive Health (KRR) is an integrated part of the health and family planning program in Indonesia. The specific aims of this integrated program are to address issues related to early marriage, unwanted pregnancies, tobacco and alcohol consumption, and HIV-AIDS. The aims of this community are to introduce and teach about the importance of maintaining reproductive health to students in order to be able to prevent the risk of problems or diseases in the reproductive organs. Counseling was carried out using the offline method at SMP 10 Muhammadiyah Surakarta. This counseling activity includes pretest, material, and posttest. The pretest and posttest were carried out to measure the initial and final knowledge abilities of the participants in the counseling "The Importance of Maintaining Reproductive Health for Students". The mean value of pretest, posttest, and difference respectively are 71.36 ± 19.99; 95.80±8.19; and 24.44±15.17. The values of pretest and posttest were analyzed using the Wilcoxon test because the difference data was not normally distributed and the value of p<0.05 was obtained. The result indicates that statistically, there is a significant difference in the level of knowledge between before and after counseling. The posttest median value was higher than the pretest median, so it can be concluded that this counseling activity increases the knowledge of the participants regarding "The Importance of Maintaining Reproductive Health for Students".
MONITORING DAN EDUKASI STATUS GIZI DAN IMUNISASI DENGAN METODE FACE-TO-FACE UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI BEBAS STUNTING: Monitoring And Education on Nutritional Status and Immunization Using Face-To-Face Method To Accomplish Stunting-Free Generation Aras, Dara Ugi; Muallima, Nur; Faradiana, Shelli; Ibrahim, Juliani; Asmasari, Andi Arwinny; Abdullah, Huzain; Iskandar, A. Maghfirah; Fajar, Awal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.2019

Abstract

ABSTRAK Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengumumkan keberhasilan Indonesia dalam menurunkan prevalensi stunting dari 24,4% di tahun 2021dan menjadi 21,6% pada tahun 2022. Namun angka ini belum mencapai target World Health Organization (WHO) yaitu kurang dari 20%. Sementara target nasional yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo di angka 14% di tahun 2024. Hal ini tentu memerlukan berbagai usaha intervensi dan kolaborasi baik dari kementerian maupun dari lembaga lainnya di Indonesia. Imunisasi dan gizi menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melaksanakan monitoring dan edukasi tentang status imunisasi dan gizi. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Toddopuli Kota Makassar, yaitu dengan melakukan pemeriksaan status gizi dan monitoring Kartu Menuju Sehat (KMS) serta observasi dan wawancara. Selain itu juga dengan memberikan materi penyuluhan kesehatan secara face-to-face kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bagaimana pentingnya kontrol status gizi dan imunisasi pada bayi dan anak untuk pencegahan stunting, sehingga diharapkan pencapaian generasi Bebas Stunting akan lebih mudah terwujud.   ABSTRACT The Ministry of Health of the Republic of Indonesia (Kemenkes RI) has announced Indonesia's success in reducing the prevalence of stunting from 24.4% in 2021 and then down to 21.6% in 2022. However, this figure has not yet reached the World Health Organization (WHO) target of less than 20% . Meanwhile, the national target in 2024 set by President Joko Widodo is at 14%. This certainly requires various interventions and collaborative efforts from both ministries and other institutions in Indonesia. Immunization and nutrition are important factors in preventing stunting. This community service activity is to carry out monitoring and education about immunization and nutrition status. The method of community service activities carried out at the Toddopuli Community Health Center (Puskesmas), Makassar City, is by checking nutritional status and monitoring the Healthy Way Card (KMS) as well as observation and interviews. In addition, by providing face-to-face health education materials to the public. The result of this community service activity is increased public awareness about the importance of controlling nutritional status and immunization in infants and children to prevent stunting, so that it is hoped that achieving a Stunting Free generation will be more easily realized.
PEMBERDAYAAN PERAN UKP (UNIT KESEHATAN PONDOK) DALAM DETEKSI DINI GANGGUAN REFRAKSI SISWI PESANTREN AL-AZIZIAH SAMARINDA: Empowering the Role of UKP (Pondok Health Unit) in the Early Detection of Refractive Disorder in Al-Aziziah Samarinda Islamic Boarding School Fatmawati, Nur Khoma; Toruan, Vera Madonna Lumban; Aminyoto, Meiliati; Zubaidah, Mona; Nong Ulir, Budi Santoso; Ishaq, Berta Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.2026

Abstract

ABSTRAK Pola pembelajaran di Pesantren yang sangat padat dan menyebabkan banyaknya aktifitas baca dekat mempunyai pengaruh pada kejadian gangguan refraksi. Gangguan refraksi ini sebagian besar tidak disadari oleh siswa dan keluhan baru muncul bila gangguan refraksi ini sudah sangat mengganggu proses belajar, sehingga deteksi dini adanya gangguan refraksi sangat diperlukan. Unit Kesehatan Pondok (UKP) yang telah ada di pesantren saat ini belum berfungsi maksimal untuk mendeteksi gejala gangguan refraksi pada siswa. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan peran Unit Kesehatn Pondok dalam deteksi dini gejala gangguan refraksi pada siswa pesantren Al-Aziziah Samarinda. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi tentang gejala gangguan refraksi, skrining kasus gangguan refraksi, memberikan rujukan ke puskesmas atau pemberian kaca mata dan pembentukan tim deteksi dini gangguan refraksi yang terintegrasi. Dari hasil kegiatan skrining didapati beberapa orang santri putri yang mengalami gangguan refraksi. Pemberian kaca mata gratis diberikan umtuk santri yang membutuhkan. Terdapat 15 orang tim UKP yang nantinya akan terus melakukan skrining gangguan refraksi pada siswi santri secara berkala. Dari hasil pretest yang dilakukan di awal kegiatan dan posttest di akhir kegiatan dapat terlihat adanya peningkatan tingkat pengetahuan para santri mengenai gangguan refraksi.    ABSTRACT The learning pattern in Islamic boarding schools which is very dense and causes a lot of close reading activities has an influence on the incidence of refractive disorders. This refractive disorder is mostly not realized by students and new complaints arise when this refractive error has greatly disrupted the learning process, so early detection of refractive errors is very necessary. The Pondok Health Unit (UKP) that already exists in Islamic boarding schools is currently not functioning optimally to detect symptoms of refractive errors in students. The purpose of community service is to increase the role of the Pondok Health Unit in early detection of refractive error symptoms in Al-Aziziah Samarinda Islamic boarding school students. The method used is by educating about the symptoms of refractive disorders, screening of cases of refractive errors, providing referrals to health centers or providing glasses and forming an integrated team for early detection of refractive errors. From the results of the screening activities, it was found that several female students had refractive errors. Giving free glasses is given to students who need it. There are 15 UKP teams who will continue to screen refractive disorders in female students on a regular basis. From the results of the pretest which was carried out at the beginning of the activity and the posttest at the end of the activity, it can be seen that there was an increase in the level of knowledge of the students regarding refractive disorders.
EDUKASI PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI DESA KARANGMOJO, SAWAHAN, BOYOLALI: Child Sexual Abuse Prevention Education in Karangmojo Village, Sawahan, Boyolali Oktaviani, Dewi; Pratama, Diyan; Fikri, Dzakiyyah; Sabatina, Dea; Negrita, Amelia Riiza; Kusumaningsih, Anita; Rahmawati, Dwi; Katoningsih, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.2042

Abstract

ABSTRAK Pelecehan seksual sering terjadi pada anak-anak dan mempengaruhi kondisi psikis mereka sehingga menghambat tumbuh kembang anak. Kasus pelecehan seksual nyata terjadi dan perlunya orang tua untuk mengedukasi keluarganya terkait hal ini. Dengan menyadari bahwa yang berhak menyentuh diri adalah diri sendiri, maka anak dapat membentengi dirinya dari pencegahan seksual. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada ibu dan anak terkait bagian tubuh anak yang boleh disentuh, pihak yang boleh menyentuh anak, bagaimana mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak serta bagaimana respon yang seharusnya dilakukan ketika menemui pelecehan seksual baik pada dirinya atau lingkungan terdekat. Program ini dilakukan di Desa Karangmojo RT 05 RW 05 Sawahan, Ngemplak, Boyolali dengan peserta berjumlah 17 ibu-ibu yang tergabung PKK serta 13 anak-anak yang menempuh pendidikan TK dan SD. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui kegiatan ceramah, praktik, game dan FGD (Forum Group Discussion). Berdasarkan hasil tes pemahaman ibu terkait pelecehan seksual, didapatkan rata-rata pretest 71,3 dan posttest 84,6. Adapun hasil tes pemahaman anak, didapatkan rata-rata pretest 79,4 dan posttest 90. Program ini memberikan dampak yang baik dan memupuk rasa peduli terhadap kasus pelecehan seksual pada anak.   ABSTRACT Sexual abuse often happens to children and affects their psychological condition, hindering their growth and development. Cases of sexual harassment are real and there is a need for parents to educate their families on this matter. By realizing that the right to touch themselves is themselves, children can fortify themselves from sexual prevention. The purpose of this community service is to provide understanding to mothers and children regarding the parts of the child's body that can be touched, those who can touch children, how to prevent sexual abuse in children and how to respond when encountering sexual abuse either in themselves or the immediate environment. This program was conducted in Karangmojo Village RT 05 RW 05 Sawahan, Ngemplak, Boyolali with participants totaling 17 mothers who are members of the PKK and 13 children who are studying in kindergarten and elementary school. The method used was socialization through lectures, practices, games and FGD (Forum Group Discussion). Based on the results of the mother's understanding test related to sexual abuse, the average pretest was 71.3 and posttest was 84.6. As for the results of the child's understanding test, the average pretest was 79.4 and posttest was 90. This program has a good impact and fosters a sense of caring about cases of sexual abuse in children.
SUPPPORT HEALTH QUALITY THROUGH STUNTING SOCIALIZATION AND PREVENTION IN THE TOURISM VILLAGE, BELITUNG REGENCY: Dukung Kualitas Kesehatan Melalui Sosialisasi dan Pencegahan Stunting Di Desa Wisata Kabupaten Belitung Azizah, Siti Nur; Yunelsa, Ayesha Azalea; Krisnadi, Zahra; Aziz, Sabilla Rahmaningrum; Wijaya, Dini Hairun Ilmi; Fathaniah, Almas Barizah; Suciati, Iswatun Mei
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.2091

Abstract

ABSTRACT Stunting is a failure of growth and development in children under five due to chronic malnutrition. This condition can cause high mortality rates in children under five in Indonesia and Southeast Asia. Keciput Village is a tourism area in Belitung province with abundant natural tourism potential, so this area is very strategic. However, human resources in Keciput has a reasonably high stunting rate compared to other tourism areas. The government has issued various stunting prevention policies through 5 (five) main pillars, namely: Increasing leadership commitment and vision in ministries/agencies, provincial, regional governments, district/city regional governments, and village governments; Improving behavior change communication and community empowerment;  Increasing the convergence of specific interventions and sensitive interventions in ministries/agencies, provincial, regional governments, district/city regional governments, and village governments; Improving food and nutrition security at the individual, family, and community levels and Strengthening the development of systems, data, information, research and innovation as well as cross-sectoral policies from the central government to the village level. This community service activity is essential to increase awareness and understanding of stunting and prevention efforts in Keciput Village, Sijuk District, Belitung Regency, Bangka Belitung Islands Province.   ABSTRAK Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan tingginya angka kematian pada anak balita di Indonesia dan Asia Tenggara. Desa Keciput merupakan kawasan wisata di Provinsi Belitung yang memiliki potensi wisata alam yang melimpah, sehingga kawasan ini sangat strategis. Namun, sumber daya manusia di Keciput memiliki angka stunting yang cukup tinggi dibandingkan kawasan wisata lainnya. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan pencegahan stunting melalui 5 (lima) pilar utama, yaitu Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa; Meningkatkan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat; Meningkatkan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif pada kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, daerah, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa; Meningkatkan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat dan Memperkuat pengembangan sistem, data, informasi, penelitian dan inovasi serta kebijakan lintas sektor mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap stunting dan upaya pencegahannya di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
PENANGANAN KECEMASAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) DI RUANG HEMODIALISA RSPTN UNIVERSITAS HASANUDDIN : The Spiritual Therapy Emotional Freedom Technique (SEFT) to Handling Anxiety on Chronic Kidney Disease Patients in the Hemodialisa RSPTN Universitas Hasanuddin Harisa, Akbar; Ma'rief, A. Almishriyyah; Syam, Nur Avia; Yahya, Nurfadila; Syarqiah, Nur; Toding, Dewiyanti; Yodang, Yodang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.2139

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi penderita Chonic Kidney Disease (CKD) sekitar 1/10 penduduk dunia dengan angka kematian pasien setiap tahunnya diperkirakan 5-10 juta. Adapun prevalensi penderita gagal ginjal kronik di Indonesia menurut Kemenkes (2019) diperkirakan sebanyak 2 per 1000 penduduk atau 499.800 penduduk Indonesia. Kurang dari setengah prevalensi penderita penyakit gagal ginjal kronik yang memiliki kesadaran dalam melakukan pengobatan seperti terapi hemodialisis. Skrining awal yang dilakukan peneliti di Ruang Hemodialisa RSPTN Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa 6 dari 10 pasien mengalami gangguan psikososial berupa kecemasan. Solusi yang ditawarkan untuk mengurangi masalah kecemasan tersebut yaitu dengan memberikan penyuluhan, mendemonstrasikan/mempraktikkan tahap-tahap serta langkah-langkah dari terapi SEFT, serta mengevaluasi tingkat kecemasan yang dimiliki pasien setelah dilakukan pemberian terapi SEFT. Adapun kegiatan penyuluhan ini bertujuan memberikan informasi serta menambah pengetahuan pasien yang menjalani terapi hemodialisis di Ruang Hemodialisa RSPTN Universitas Hasanuddin terkait cara penanganan kecemasan dengan menerapkan terapi The Spiritual Therapy Emotional Freedom Technique (SEFT). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2023 dengan jumlah responden yang mengikuti penyuluhan sebanyak 10 orang. Hasil yang dicapai dari kegiatan penyuluhan ini, yaitu mayoritas pasien merasa rileks dan rasa cemasnya lebih berkurang.    ABSTRACT The World Health Organization (WHO) in 2018 stated that the prevalence of Chonic Kidney Disease (CKD) sufferers is around 1/10 of the world's population with an estimated patient mortality rate of 5-10 million each year. The prevalence of chronic kidney failure in Indonesia according to the Ministry of Health (2019) is estimated at 2 per 1000 population or 499,800 Indonesian population. Less than half of the prevalence of people with chronic kidney failure who have awareness in carrying out treatment such as hemodialysis therapy. Initial screening conducted by researchers in the Hemodialysis Room of RSPTN Hasanuddin University showed that 6 out of 10 patients experienced psychosocial disorders in the form of anxiety. The solution offered to reduce anxiety problems is by providing counseling, demonstrating / practicing the stages and steps of SEFT therapy, and evaluating the level of anxiety that patients have after SEFT therapy. This counseling activity aimed to provide information and increase the knowledge of patients undergoing hemodialysis therapy in the Hemodialysis Room of RSPTN Hasanuddin University regarding how to handle anxiety by applying The Spiritual Therapy Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy. This activity was held on June 16, 2023 with 10 respondents participating in counseling. The results achieved from this counseling activity were that the majority of patients feel relaxed and their anxiety is reduced.

Page 1 of 2 | Total Record : 11