cover
Contact Name
Enung Hasanah
Contact Email
enung.hasanah@mp.uad.ac.id
Phone
+6281322066136
Journal Mail Official
jimp@mp.uad.ac.id
Editorial Address
Jl. Parakan Mas VI no. 41
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
ISSN : 28073592     EISSN : 28073231     DOI : -
Jurnal yang berfokus pada penerbitan artikel penelitian kualitatif, kuantitatif, dan campuran (mixed methods) dalam lingkup Manajemen Pendidikan termasuk Kepemimpinan, Perencanaan, Sumber Daya Manusia, Keuangan, Kurikulum, Fasilitas dan Infrastruktur Pendidikan, Hubungan Masyarakat, Kemahasiswaan, Pembelajaran, Manajemen Pendidikan, Organisasi, Penjaminan mutu, dan Kebijakan Pendidikan.
Articles 57 Documents
Pengembangan Media Smart Box Literasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas Ii SDN Inpres Mangge Dalam Kec. Lambu Komalasari, Desy Ningsih; Hardiningsih , Sri; Mulyadi, Mulyadi; Wulandari, Sri
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i1.9638

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) proses pengembangan media smart box literasi siswa kelas II di Sdn Inpres Mangge Dalam (2) hasil kelayakan produk pengembangan media smart box literasi pada siswa kelas II di SDN INPRES Mangge Dalam (3) keefektivan pembelajaran menggunakan media smart box literasi pada siswa kelas II di SDN INPRES Mangge Dalam. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau dikenal dengan R&D (Research ang Development) yang dilakukan menggunakan model penelitian 4D (Four D Model), meliputi tahap pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan diseminasi (disseminate). Subjek Penelitan ini adalah siswa kelas II Sdn Inpres Mangge Dalam, dengan uji coba skala kecil 5 orang siswa bertujuan untuk melihat kepraktisan media smart box literasi dan uji coba skala besar dilakukan terhadap seluruh siswa kelas II sejumlah 12 orang bertujuan untuk mengukur efektivitas media smart box literasi dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan,keefektivan pembelajaran menggunakan media smart box literasi pada siswa kelas ii di Sdn Inpres Mangge dalam. Hasil validasi sangat baik yaitu, validasi media memperoleh skor 94,44% (sangat layak), artinya media yang didesain sudah dapat diaplikasikan setelah mendapatkan validasi dari validator, validator materi memperoleh skor 96% (sangat layak) karena materi yang digunakan pada media pembelajaran sangat relevan dengan kondisi peserta didik, dan validator praktisi lapangan memperoleh skor 92,5% (sangat layak) seorang praktisi memberikan tanggapan berkaitan dengan media dan materi yang digunakan sangat relevan dengan kondisi peserta didik maupun lingkungan sekolah. Uji coba skala kecil memperoleh 93,75% hasil yang didapat setelah menerapkan media mada materi pembelajaran yang sudah divalidasi oleh validtor dan hal tersebut sudah sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membeca permulaan peserta didik.
Model-Model Manajemen Pendidikan dalam Pengoperasian Sekolah Lumban Gaol, Nasib Tua; Munthe, Putra Willy Apostel; Simanjuntak, Rachel; Nababan, Marina Letara; Sitio, Robert Juni Tua
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i1.10213

Abstract

Sekolah sebagai sebuah organisasi pendidikan dasar dan menengah tidak akan mampu beroperasi secara optimal apabila kepala sekolah tidak memahami dan mampu mengimplementasikan model-model manajemen pendidikan dengan tepat. Meskipun begitu penting hal tersebut, studi tentang model manajemen pendidikan masih terbatas dilakukan dalam konteks pengoperasian sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk menginvestigasi dan menjelaskan model manajemen pendidikan dan kepemimpinan yang dibutuhkan kepala sekolah dalam mengoperasikan sekolah. Secara khusus, sebuah pendekatan tinjauan literatur naratif digunakan agar dapat menemukan berbagai referensi yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam model manajemen pendidikan yang dapat diimplementasikan kepala sekolah, yakni: model manajemen formal, model manajemen kolegial, model manajemen politis, model manajemen subjektif, model manajemen ambigu, dan model manajemen kultural. Keenam model manajemen tersebut memiliki karakteristik, kelebihan, dan kelemahan masing-masing di mana perlu dipertimbangkan dengan bijaksana apabila kepala sekolah hendak mengimplementasikannya dengan berhasil. Selain itu, setiap model manajemen pendidikan tersebut berkaitan dengan model-model kepemimpinan tertentu. Hal tersebut dikarenakan aktivitas manajemen dan praktik kepemimpinan tidak dapat dipisahkan. Dengan demikian, kepala sekolah perlu menyesuaikan model manajemen dengan model kepemimpinan yang diterapkan ketika mengoperasikan sekolah.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Optimisme Karier: Kajian Literatur Affa, Athia Fadila; Mulyana , Olievia Prabandini
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i1.10515

Abstract

Pandangan positif seseorang terhadap masa depan tentunya memiliki pengaruh besar untuk mencapai tujuan yang dicapai. Dengan adanya optimisme, seseorang akan cenderung memiliki rasa percaya diri dan membawa dirinya meraih hasil yang terbaik. Optimisme karier adalah sikap seseorang yang memiliki padangan positif terhadap dirinya dengan mengusahakan kemungkinan baik untuk mencapai keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil-hasil studi literatur mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi optimisme karier pada seseorang. Penelusuran literatur dilakukan pada database Google Scholar dan Sematic Scholar dengan menggunakan kata kunci “career optimism”. Hasil dari penelusuran menunjukkan bahwa optimisme karier dipengaruhi dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang terbentuk dari dalam individu, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang terbentuk dari luar individu. Faktor internal yang mempengaruhi optimisme karier, yaitu: efikasi diri, orientasi karier boundaryless, protean karier, serta kepercayaan diri. Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi optimisme karier, yaitu: dukungan sosial dan layanan karier yang baik.
Analisis Permasalahan dan Solusi Keterkaitan Komponen Kurikulum Sebagai Sistem dalam Kurikulum Merdeka Saifullah, Mochammad; Mustiningsih, Mustiningsih; Nurabadi, Ahmad
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i2.10490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan dan solusi keterkaitan komponen kurikulum sebagai sistem dalam kurikulum merdeka di MTs Ibadurrahman Sukun Kota Malang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa permasalahan dalam keterkaitan komponen kurikulum sebagai sistem dalam kurikulum merdeka di MTs Ibadurrahman Sukun Kota Malang. Permasalahan tersebut antara lain: 1) kurangnya pemahaman dan implementasi guru tentang keterkaitan komponen kurikulum merdeka, 2) Materi/Isi dalam projek P5 masih mengalami miss orientasi dalam pelaksanaannya di kelas, dan 3) Pelaksanaan Asesmen yang berulang dan tidak sesuai dengan tujuan kurikulum. Karena dirasa masih belum maksimalnya pemanfaatan asesmen untuk pengembangan pembelajaran. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, penelitian ini juga merumuskan beberapa solusi, yaitu: 1) melakukan pelatihan guru tentang keterkaitan komponen kurikulum, atau Optimalisasi workshop atau pelatihan tentang penerapan IKM kepada guru dengan jangka waktu yang panjang dan menghadirkan pemateri dari pakar/praktisi kurikulum (IKM), sehingga apabila terdapat masalah dapat menemukan solusi yang harus dijalankan 2) Orientasi P5 mengacu pada pemetaan guru terhadap kebutuhan siswa, sehingga P5 sebagai projek pengembangan karakter siswa dapat di lakukan tanpa menyangkut pautkan dengan mata pelajaran dikelas. Namun, dapat dilakukan dengan kolaborasi antar mata pelajaran yang membentuk satu konsep. menyelaraskan tujuan pembelajaran, capaian pembelajaran, dan pembelajaran, dan 3) memanfaatkan asesmen untuk pengembangan pembelajaran. Tetap melakukan refleksi terus-menerus terhadap proses asesmen dan tetap konsisten terhadap fokus pembelajaran dari hasil diferensiasi yang mengacu terhadap kemampuan dan karakteristik peserta didik.
Implementasi Manajemen Kelas Dalam Perkembangan Minat Belajar Siswa Studi kasus: SDN 14 Kota Bima Haryadi, Didit; Febrianti, Putri
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i2.11858

Abstract

Manajemen kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki seorang guru Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana   Manajemen kelas, mengetahui minat belajar siswa di SDN 14 Kota Bima dan  mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan manajemen kelas di SDN 14 Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus. Alasan peneliti memilih studi kasus karena jenis pendekatan ini sangat cocok untuk mengambarkan keadaan dan situasi di SDN 14 Kota Bima yang merupakan tempat penelitian. Subjek pada penelitian ini adalah Kepala sekolah, Waka Kurikulum, Guru kelas dan Beberapa guru yang bersedia untuk di wawancarai. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi dan wawancara dengan Triangulasi sumber. Teknik analisis dengan menggunakan Model Miles Huberman  Hasil penelitian ini menunjukkan 1) keberhasilan implementasi manajemen kelas harus didukung oleh Kebijakan Kepala sekolah, Kurikulum, Metode Guru dan Tata tertib siswa 2) perkembangan minat belajar siswa di SDN 14 Kota Bima ini sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode serta media pembelajaran yang membuat siswa menjadi minat dalam mengikuti pembelajaran 3) terdapat faktor pendukung dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui menajemen kelas diantaranya sarana prasarana dan sumber daya manusia guru yang baik sedangkan faktor penghambat terletak pada motivasi belajar siswa yang mudah berubah serta keadaan psikologi anak yang dibawa dari rumah ke sekolah
Kompetensi Guru dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Berorientasi Higher Order Thinking Skills di SD Muhammadiyah Wati, Rosyidah Dyah Purnama; Suyatno, Suyatno
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i2.12049

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sangat penting dalam menghadapi tantangan abad 21 dengan menekankan pada kecakapan kritis, analitis, kreatif dan evaluatif. Kompetensi guru sangat berpengaruh dalam mengembangkan pembelajaran HOTS yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berorientasi HOTS di SD Muhammadiyah Pakel Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis Miles & Huberman meliputi reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi guru di SD Muhammadiyah Pakel dalam mengimplementasikan Pembelajaran berorientasi HOTS mencakup lima aspek utama yaitu kompetensi kependidikan yang meliputi kompetensi perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Kompetensi untuk komersialisasi teknologi meliputi dua aspek yaitu sikap entrepreneurship dan kecakapan teknologi. Kompetensi globalisasi yang meliputi tiga aspek yaitu kompetensi TIK, kompetensi kepemimpinan, kompetensi antar budaya. Kompetensi untuk strategi masa depan yang meliputi tiga aspek yaitu joint research, joint resource, dan staff mobility. Kompetensi konselor meliputi exploring, understanding, dan acting. Untuk meningkatkan kompetensi guru, sekolah mengadakan pelatihan dan mendatangkan tutor dari luar sekolah, untuk pelatihan sendiri kepala sekolah memberikan pelatihan bagi guru tidak hanya mencakup bidang pendidikan saja melainkan hingga bidang pelayanan. Dukungan kepala sekolah serta sumber daya yang memadai untuk implementasi pembelajaran HOTS sehingga guru dapat meningkatkan kompetensi dan mengimplementasikan pembelajaran HOTS dengan baik.
The Evaluation Of Craft Arts Productive Teacher Training Management at The Quality Assurance Development Center Vocational Education Suranto, Eko; Susatya, Edhy; Kuat, Tri
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i2.12134

Abstract

Government training institutions are very limited and management has not been accredited. The purpose of the study was to evaluate the quality of productive teacher training management at the Quality Assurance Development Center Vocational Education in Arts and Culture, Yogyakarta. Management analysis focused on the quality of programs, services, and instructors. The research method used qualitative methods. The subjects of the study were instructors and training participants. The object of the study was the management of the implementation of productive teacher training for arts and crafts. Data collection techniques through observation, interviews, and documents. Data validation using triangulation of sources and methods. Data analysis using descriptive techniques and mathematical analysis. Research results; (1) the quality of the training program is categorized as very satisfactory (average 93.31) with details; 10% of the assessment frequency is categorized as satisfactory and 90% of the assessment frequency is categorized as very satisfactory, (2) the quality of training services is categorized as very satisfactory (average 92.42) with details; 22.5% of service elements are categorized as satisfactory and 77.5% of service elements are categorized as very satisfactory, and (3) the quality of the instructors is categorized as very satisfactory (average 93.10), with the note; the lowest average value of instructors is in the wood craft expertise concentration (90.18) and the highest average value of instructors is in the ceramic craft expertise concentration (96.21). Judging from the quality of instructors; 12% are categorized as satisfactory and 88% are categorized as very satisfactory.
Kebijakan Sistem Zonasi Persekolahan Untuk Pemerataan Dan Mutu Pendidikan: Universalisasi Vs Seleksi, Melawan Arus Suyata, Suyata
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v4i2.12535

Abstract

Artikel ini membahas dua sistem penempatan siswa di sekolah dan kelas berfocus dampaknya terhadap perbaikan sekolah dan belajar semua anak. Negara berusaha mengendalikan pendidikan melalui sekolah negeri, publik. Pemerintah menetapkan zona-zona pendidikan sebagai suatu sistem dikenal juga sistem neighborhood schooling. Berbagai sebab dan pertimbangan kebijakan orang tua memilih sekolah ditetapkan dan menjadi luas sekitar tahun 80an akhir .Orang tua bebas memilih sekolah dilaksanakan sejak Indonesia merdeka Timbullah fenomena sekolah favorit dan nonfavorit.. Kesenjangan pendidikan mulai dibahas terkait dengan orang tua memilih. Pemerintah mengeluarkan kebijakan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Timbullah pro dan kontra sistem zonasi pendidikan. Dua sistem generic penempatan siswa di sekolah dan kelas itu sarat ideology. Kelompok orang tua memilih sekolah memiliki kaitan dengan pandangan bahwa pendidikan itu suatu komoditas dapat dijualbelikan secara bebas. Praktik selektif mendominasi pendidikan. Dampaknya terjadinya pemisahan etnis dan social di sekolah dan di masyarakat. Ini berbeda dengan pandangan bahwa pendidikan itu “barang social” untuk semua orang dan perbaikan pendidikan dapat diusahakan bersama oleh seluruh masyarakat dengan prinsip ekuiti berdimensi fairness dan inclusi. Perlu dikembangkan institusi yang dapat membebaskan prestasi siswa lepas dari kondisi social ekonomi orang tua dan setiap siswa dapat memiliki keterampilan dasar minimal untuk perbaikan kehidupan mereka dan masyarakatnya. Lazimnya pemerintah pusat dan daerah menetapkan zona-zona sekolah dan mengatur penempatan siswa. Zona pendidikan dan prosedur penempatan anak dapat terus dikaji dampaknya buat perbaikan. Konsep indeks dissimilarity dan indeks exposure dikembangkan untuk memantau dampak implementasi dua sistem penempatan siswa tersebut.
Peran Kepala Sekolah sebagai Supervisor dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru pada SMAN 1 Krian Rahmawati, Sefia; Astuti, Hanifah Dwi; Cindy, Agustin Hanivia; Windasari, Windasari
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v5i1.10415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMAN 1 Krian. Melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sebagai supervisor memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMAN 1 Krian. Kepala sekolah, melalui pendekatan supervisi yang terarah, mampu memberikan arahan, bimbingan, dan dukungan kepada guru-guru untuk mengembangkan keterampilan pengajaran mereka. Umpan balik yang konstruktif dari kepala sekolah membantu guru-guru dalam mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan, serta memberikan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran mereka. Selain itu, kepala sekolah yang efektif sebagai supervisor juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan memotivasi guru-guru untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka. Hal ini membantu menciptakan budaya sekolah yang progresif dan inovatif, di mana guru-guru merasa didorong untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran mereka demi kebaikan siswa.
Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan di Era Digital Setyaningsih, Dwi; Vusvitha, Vastha; Harahap , Nur Layla Syafrina
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jimp.v5i1.11876

Abstract

Era digital telah mengubah cara institusi pendidikan memasarkan layanan mereka, menuntut pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang efektif bagi jasa pendidikan di era digital, serta mengeksplorasi tantangan yang dihadapi dan solusi inovatif yang dapat diterapkan. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai sumber literatur dari buku dan jurnal yang membahas pemasaran digital, strategi komunikasi, dan teknologi dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial, pemasaran konten, dan personalisasi berbasis data adalah strategi utama yang efektif dalam meningkatkan daya saing institusi pendidikan. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kebutuhan akan keahlian digital, dan isu privasi data menjadi hambatan yang perlu diatasi. Untuk menghadapi tantangan ini, institusi pendidikan perlu berinvestasi dalam pengembangan keterampilan digital staf, serta memanfaatkan analitik data untuk membuat keputusan yang lebih tepat. Kesimpulannya, strategi pemasaran yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi merupakan kunci sukses bagi institusi pendidikan dalam menarik dan mempertahankan calon peserta didik di era digital yang kompetitif. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan untuk mengoptimalkan pemasaran digital mereka guna mencapai tujuan strategis jangka panjang., strategi pemasaran yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi merupakan kunci sukses bagi institusi pendidikan dalam menarik dan mempertahankan calon peserta didik di era digital yang kompetitif. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan untuk mengoptimalkan pemasaran digital mereka guna mencapai tujuan strategis jangka panjang.