cover
Contact Name
Hendra Rustiawan
Contact Email
jurnal_keolahragaan@unigal.ac.id
Phone
+6282214951874
Journal Mail Official
jurnal_keolahragaan@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE. Martadinata No.150 Kabupaten Ciamis - Jawa Barat - Indonesia
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keolahragaan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24432075     EISSN : 27150062     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/jkor.v8i2.7362
Jurnal Keolahragaan merupakan jurnal saintifik yang terbit setiap bulan April dan Oktober. Untuk versi cetak mulai terbit bulan April tahun 2015 dan pada tahun 2019 Jurnal Keolahragaan menerbitkan versi online. Misi Jurnal Keolahragaan adalah menjadi publisher artikel dalam bidang pendidikan jasmani dan keolahragaan yang memiliki reputasi baik nasional maupun internasional. Jurnal Keolahragaan mempublikasikan artikel terkait bidang: 1. Ilmu keolahragaan termasuk biomekanika olahraga 2. Fisiologi Olahraga 3. Sosiologi Olahraga 4. Psikologi Olahraga 5. Aktivitas Fisik 6. Pendidikan Jasmani
Articles 164 Documents
Pengaruh Latihan Drilling Smash dan sistem Pola Acak Terhadap Ketepatan Pukulan Smash Bulutangkis Irvansyah, Yahya Pradina; Risma, Risma; Nursasih, Isna Daniyati; Hartono, Tony
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 3 (2023): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i3.20296

Abstract

This study aims to determine the effect of smash drilling exercises and random systems on the accuracy of badminton smashes. The method used was an experiment with a Two Groups Pretest-Posttest Design. The population in this study was badminton athletes from the RR Wings Cilacap club, with a sample size of 20 people divided into two treatment groups. The instrument used was a smash accuracy test. The first hypothesis test used the paired sample t-test technique on the drilling smash group, yielding a calculated t-value of -13.882, with degrees of freedom (df) = 9 and a significance level (2-tailed) of 0.000. Since the significance level of 0.000 < 0.05, H₀ was rejected and Hₐ was accepted. This indicates that there is a significant effect of drilling smash training on the accuracy of badminton smash shots. The second hypothesis test based on the results of the paired sample t-test on the random pattern training group yielded a t-value of -14.625, with degrees of freedom (df) = 9 and a significance level (2-tailed) of 0.000. Since the significance value is less than 0.05 (0.000 < 0.05), H₀ is rejected and Hₐ is accepted. This means that there is a significant effect of random pattern training on improving the accuracy of badminton smash shots. The third hypothesis test based on the ANOVA results shows that smash drilling training has a significant effect on the accuracy of badminton smash shots, with an F value of 82.050 and significance of 0.000. Similarly, random pattern system training also shows a significant effect, with an F value of 116.502 and significance = 0.000. Since the significance values of both groups are less than 0.05, it can be concluded that both types of training have a significant effect on improving smash accuracy.The higher F value in the random pattern system group indicates a greater effect compared to the smash drilling group. Thus, the random pattern system training can be considered an alternative training strategy for improving smash accuracy.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan drilling smash dan sistem acak terhadap ketepatan pukulan smash bulutangkis. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Two Groups Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet bulutangkis dari klub RR Wings Cilacap, dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah tes ketepatan smash. Uji hipotesis pertama menggunakan teknik paired sample t-test pada kelompok drilling smash diperoleh nilai t hitung sebesar -13.882, dengan derajat kebebasan (df) = 9 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi 0.000 < 0.05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan drilling smash terhadap ketepatan pukulan smash bulutangkis. Uji Hipotesis kedua berdasarkan hasil uji paired sample t-test pada kelompok latihan sistem pola acak, diperoleh nilai t hitung sebesar -14.625, dengan derajat kebebasan (df) 9 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 (0.000 < 0.05), maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan sistem pola acak terhadap peningkatan ketepatan pukulan smash bulutangkis. Uji hipotesis ketiga berdasarkan hasil uji ANOVA, diketahui bahwa latihan drilling smash memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan pukulan smash bulutangkis, dengan nilai F = 82.050 dan signifikansi = 0.000. Demikian pula, latihan sistem pola acak juga menunjukkan pengaruh yang signifikan, dengan nilai F = 116.502 dan signifikansi = 0.000. Karena nilai signifikansi kedua kelompok lebih kecil dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa kedua jenis latihan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash.Nilai F yang lebih tinggi pada kelompok sistem pola acak menunjukkan pengaruh yang lebih besar dibandingkan kelompok drilling smash. Dengan demikian, latihan sistem pola acak dapat dijadikan alternatif strategi pelatihan untuk peningkatan akurasi smash.
Perbedaan Aktivitas Fisik Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Negeri Surabaya Angkatan 2024-2025 Wahyudi, Ramadhani Pratama; Arief, Nur Ahmad
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i1.23742

Abstract

Aktivitas fisik adalah suatu kegiatan  berolahrraga yang dilakukan manusia unuk meningkatkan kebugaran tubuh, aktivitas fisik menjadi salah satu aktivitas penting pada kehidupan manusia. Salah satu nya ialah aktivitas fisik mahasiswa PJKR UNESA angkatan 2024 dan 2025 yang harus di perhatikan. Bedasarkan program studi tersebut mahasiswa PJKR memiliki tingkat aktivitas fisik yang baik, tetapi belum ada informasi yang jelas terkait tingkat aktivitas fisik pada masing masing angkatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat apakah ada perbedaan aktivitas fisik antara mahasiswa PJKR angkatan 2024 dan 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif. Pendekatan ini digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas fisik mahasiswa PJKR UNESA serta membandingkan aktivitas fisik. Tehnik pengambian sampel menggunakan tehnik perposive sampling yang dimana masing – masing angkata 2024 dan 2025 berjumlah 50 responden.  Pada penelitian ini megggunakan instrumen G-PAC yang memiliki tujuan mengukur aktifitas fisik respon selama 7 hari. Analisis data menggunakan SPPS versi 27, untuk menguji uji normalitas, dan uji independent t-test untuk melihat apakah ada perbedaan aktivitas fisik antara prodi PJKR angkatan 2024 dan 2025. Hasil menunjukan mahasiswa PJKR UNESA angkatan 2024 dan mahasiswa angkatan 2025 memiliki perbedaan dengan di buktikan dari nilai kedua angket mendapata kan nilai signifikasi sebesar 0,01 dimana nilai signifikasi < 0,05, menunjukan HO di tolak serta Ha diterima, dengan demikian dapat di simpulkan bahwasanya terdapat perbedaan yang signifikan pada aktivitas fisik antara mahasiswa PJKR UNESA angkatan 2024 dan angkatan 2025.
Perbandingan Metode Latihan Split Manual Dan Split Leg Extension Dengan Fleksibilitas Otot Tungkai Pada Atlet Pencak Silat Di Perguruan Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis Abdulrouf, Yohan; Kardani, Gani; Nurzaman, Muhammad; Hartono, Tony
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i3.20070

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perbandingan antara metode latihan manual split dan split leg extension dalam meningkatkan fleksibilitas otot tungkai pada atlet pencak silat di Sekolah Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis. Fleksibilitas otot tungkai berperan krusial dalam menunjang teknik menendang terbaik, meningkatkan jangkauan gerak, dan mengurangi kemungkinan cedera. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A melakukan latihan manual split dan kelompok B menggunakan alat bantu split leg extension, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur fleksibilitas menggunakan tes V Sit and Reach yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik latihan tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fleksibilitas (p = 0,000 pada uji-t sampel berpasangan). Kelompok split manual menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 4,50 cm (dari 23,80 cm menjadi 28,30 cm), sedangkan kelompok split leg extension menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 6,20 cm (dari 24,50 cm menjadi 30,70 cm). Hasil uji-t sampel independen menunjukkan nilai p = 0,003 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode. Oleh karena itu, latihan split leg extension terbukti lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot tungkai dibandingkan metode split manual. Temuan ini dapat menjadi panduan bagi pelatih dan atlet pencak silat dalam merancang program latihan fleksibilitas yang lebih efektif berdasarkan bukti ilmiah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antara metode latihan split manual dan split leg extension dalam meningkatkan pembekuan otot kaki pada atlet pencak silat di Perguruan Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis. Kelluasaan otot kaki memiliki peran krusial dalam mendukung teknik tendangan yang terbaik, meningkatkan jarak gerak, dan mengurangi kemungkinan cedera. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 atlet yang terbagi menjadi dua kelompok: kelompok A melakukan latihan split manual dan kelompok B menggunakan alat bantu split leg extension, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur permulaannya menggunakan tes V Sit and Reach yang telah dimodifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik latihan memiliki dampak yang signifikan terhadap perbaikan perbaikan (p = 0,000 pada uji t-sampel berpasangan). Kelompok split manual menunjukkan peningkatan rata-rata 4,50 cm (dari 23,80 cm menjadi 28,30 cm), sedangkan kelompok split leg extension menunjukkan peningkatan rata-rata 6,20 cm (dari 24,50 cm menjadi 30,70 cm). Hasil uji t-test sampel independen menunjukkan nilai p = 0,003 (< 0,05) yang menandakan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode. Oleh karena itu, latihan split leg extension terbukti lebih ampuh dalam meningkatkan kesehatan otot kaki dibandingkan metode split manual. Penemuan ini dapat menjadi panduan menjadi bagi pelatih dan atlet pencak silat dalam menyusun program latihan yang lebih efektif dan berbasis pada bukti ilmiah. 
Survei Motivasi Beraktivitas Fisik Masyarakat Dusun Kalenanyar Tsani, Aziz Nurfalah; kardani, Gani; Nurzaman, Muhammad; Ropi, Ucu Abdul
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i3.20336

Abstract

ABSTRACTThis study aims to understand the motivation of physical activity in the Kalenanyar Hamlet community. The research method used in this study is descriptive analysis. The Kalenanyar Hamlet community has 15 members. The research instrument used to understand the Physical Activity Motivation Survey is the Motivation Questionnaire. The results of the research and analysis were carried out by researchers to understand amotivation, external regulation, introjected regulation, and intrinsic regulation. My answer in the statement "very true for me" has a frequency of around 89% with a percentage of 30%. Respondents' answers in the statement "Sometimes True For Me" have a total of 139 frequencies and a response rate of 48%. Respondents' answers in the statement "Not True For Me" have a total of 65 frequencies and a frequency of 22%. It is hoped that the results of this study can be a reference for further researchers if they decide to conduct more in-depth research with a larger sample size. Penelitian ini bertujuan untuk memahami motivasi aktivitas fisik masyarakat Dusun Kalenanyar. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Komunitas Dusun Kalenanyar beranggotakan 15 orang. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memahami Survei Motivasi Beraktifitas Fisik adalah Angket Motivasi. Hasil penelitian dan analisis dilakukan peneliti untuk memahami amotivasi, regulasi external, regulasi introjeksi, dan regulasi intrinsik. Jawaban Saya dalam pernyataan "sangat benar bagi saya" memiliki frekuensi sekitar 89% dengan persentase 30%. Jawaban responden dalam pernyataan "Kadang-kadang Benar Bagi Saya" memiliki total 139 frekuensi dan tingkat respons 48%. Jawaban responden dalam pernyataan "Tidak Benar Bagi Saya" memiliki total 65 frekuensi dan frekuensi 22%. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya jika mereka memutuskan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan jumlah sampel yang lebih banyak.
Pengaruh Latihan IckySshuffle Ladder Terhadap Kelincahan Dalam Olahraga Bulutangkis Anugrah, Bangkit; Risma, Risma; Rustiawan, Hendra; Nursasih, Isna Daniyati
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 3 (2023): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i3.20279

Abstract

This study aims to determine the effect of Icky Shuffle Ladder training on agility in badminton. Agility is an important component in badminton that supports athletes' performance in moving quickly and accurately. The research method used was an experiment with a One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were 22 participants from the badminton extracurricular club at SMAN 1 Parigi, selected using total sampling technique. The instrument used to measure agility was the Illinois Agility Run Test, which is standardized and widely used in measuring athletic performance. The research results showed a significant increase between pretest and posttest scores after the Icky Shuffle Ladder training intervention. This was proven by statistical analysis showing a significant difference (p < 0.05). These findings indicate that the Icky Shuffle Ladder exercise is effective in improving the agility of badminton athletes. Therefore, this exercise is recommended as part of a physical training program to enhance performance in badminton. 
Pengaruh Log Roll with Ball dan Ball Press Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Perut Setiadi, Cucu; Risma, Risma; Kurniawan, Asep Ridwan; Rustiawan, Hendra
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i3.20220

Abstract

Increasing the explosive power movement performance of both leg muscles is the aim of training with two independent variables, namely box shuffle step and double box shuffle step. This study implemented a pre-experimental design and used a two-group design given before and after giving training or treatment. The research location is the Itsbatul Husna Panumbangan Pencak Silat College, Ciamis Regency. The athletes who took part in this research were 10 male athletes and 10 female athletes divided evenly and equally, each group had 5 male athletes and 5 female athletes. The measuring tool used is jumping straight up. The statistical process used SPSS 26. This research resulted in: 1. Box shuffle step training for changes in leg power in students at Itsbatul Husna Panumbangan Pencak Silat College, Ciamis Regency. 2. There is a positive influence for the double box shuffle step on changes in leg power in students at Itsbatul Husna Panumbangan Pencak Silat College, Ciamis Regency. 3. There is no difference between the box shuffle step group and the double box shuffle step group for changes in leg power in students at Itsbatul Husna Panumbangan Pencak Silat College, Ciamis Regency. Conclusion: Box shuffle step training with double box shuffle step for changes in leg power in students at Itsbatul Husna Panumbangan Pencak Silat College, Ciamis Regency. Suggestion: Box shuffle step training with double box shuffle steps can be used as an alternative leg power exercise.Penambahan performa pergerakan daya ledak ke-dua otot tungkai sebagai tujuan dari latihan dua variabel bebas yaitu box shuffle step dengan double box shuffle step. Studi ini diterapkan yaitu pre-eksperimental design dan menggunakan rancangan desain dua kelompok yang diberikan sebelum dan sesudah pemberian latihan atau perlakuan. Tempat penelitian yaitu di Perguruan Pencak Silat Itsbatul Husna Panumbangan Kabupaten Ciamis. Atlet yang mengikuti penelitian ini 10 atlet putra dan 10 atlet putri dibagi rata dan seimbang setiap kelompok memiliki 5 atlet putra dan 5 atlet putri. Alat ukur yang dipakai yaitu loncat tegak ke atas. Proses statistik memakai SPSS 26. Penelitian ini menghasilkan: 1. Latihan box shuffle step untuk perubahan power tungkai pada siswa Perguruan Pencak Silat Itsbatul Husna Panumbangan Kabupaten Ciamis. 2. Adanya pengaruh yang positif untuk double box shuffle step untuk perubahan power tungkai pada siswa Perguruan Pencak Silat Itsbatul Husna Panumbangan Kabupaten Ciamis. 3. Tidak ada perbedaan antara kelompok box shuffle step dengan double box shuffle step untuk perubahan power tungkai pada siswa Perguruan Pencak Silat Itsbatul Husna Panumbangan Kabupaten Ciamis. Kesimpulan: Latihan box shuffle step dengan double box shuffle step untuk perubahan power tungkai pada siswa Perguruan Pencak Silat Itsbatul Husna Panumbangan Kabupaten Ciamis. Saran: Latihan box shuffle step dengan double box shuffle step dapat dijadikan alternatif latihan power tungkai.
Pengaruh Latihan Dot Drill dan Ball Reaction Terhadap Peningkatan Kelincahan Sanusi, Fu'ad Syukron; Sutisna, Nana; Sugiawardana, Ruli
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i3.20375

Abstract

This study aims to determine the effect of dot drill training on the agility of volleyball athletes. The method used is an experiment with a One-Group Pretest-Posttest Design. The population in this study is all members of the volleyball extracurricular activity at MA Nursyamsi, Tasikmalaya, with a sample size of 20 people selected using total sampling. The instrument used to measure agility was the T-Test Agility. Data collection was conducted before and after the dot drill training intervention over a specific period. The results of the first hypothesis test using a paired sample t-test indicated that dot drill training significantly influenced agility improvement. The results of the second hypothesis test showed that ball reaction training also significantly influenced agility improvement. Furthermore, the results of the third hypothesis test using one-way analysis of variance showed a significant difference between the two types of training in terms of agility improvement. It can be concluded that both types of training significantly improve agility, but there is a difference in effectiveness between the two. This study recommends the systematic application of dot drill and ball reaction training in training programs to improve athletes' agility. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan dot drill terhadap kelincahan atlet cabang olahraga bolavoli. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota ekstrakurikuler bolavoli di MA Nursyamsi, Tasikmalaya, dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang yang dipilih secara total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kelincahan adalah T-Test Agility. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan latihan dot drill selama periode tertentu. Hasil uji hipotesis pertama dengan paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan dot drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa latihan ball reaction juga memberikan pengaruh yang signifikan,. Selanjutnya, hasil uji hipotesis ketiga menggunakan analisis varian satu arah menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua jenis latihan terhadap peningkatan kelincahan. Dapat disimpulkan bahwa kedua jenis latihan secara signifikan meningkatkan kelincahan, namun terdapat perbedaan efektivitas antara keduanya. Penelitian ini merekomendasikan penerapan latihan dot drill dan ball reaction secara sistematis dalam program latihan untuk peningkatan kelincahan atlet. 
Pengaruh Variasi Beban Latihan Terhadap Peningkatan Power Lengan Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Oktavianus, Muhamad Rizki; Risma, Risma; Ropi, Ucu Abdul; Nursasih, Isna Daniyati
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i1.20167

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to examine the extent to which variations in training load affect the arm strength of students participating in volleyball extracurricular activities at SMA Negeri 3 Ciamis. Until now, physical training at the school has not specifically focused on strengthening arm muscles, even though adolescence is an ideal period for physical development. The method used was a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest setup, involving 20 students. They underwent regular dumbbell training with varying weights ranging from 3 kg to 6 kg over a certain period. Arm strength was measured using the Two-Hand Medicine Ball Throw test before and after the training. The results showed a significant improvement, proving that variations in training load are highly effective in strengthening the arms and enhancing technical skills such as serving and smashing. Additionally, varied training helped maintain student enthusiasm and motivation. The study recommends that coaches and physical education teachers implement more structured and diverse training programs. For future research, it is suggested to involve a control group and consider other factors such as gender and experience to obtain more comprehensive results.,Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh variasi beban latihan terhadap kekuatan lengan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 3 Ciamis. Selama ini, latihan fisik di sekolah tersebut belum fokus pada penguatan otot lengan, padahal masa remaja adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan fisik. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok, melibatkan 20 siswa. Mereka menjalani latihan dumbbell dengan beban yang bervariasi, mulai dari 3 kg hingga 6 kg, secara rutin selama beberapa waktu. Kekuatan lengan diukur dengan tes Two Hand Medicine Ball Throw sebelum dan sesudah latihan. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang membuktikan bahwa variasi beban latihan sangat efektif untuk memperkuat lengan sekaligus meningkatkan kemampuan teknik seperti servis dan smash. Selain itu, latihan yang bervariasi juga membantu menjaga semangat dan motivasi siswa. Penelitian ini menyarankan agar pelatih dan guru olahraga menerapkan program latihan yang lebih terencana dan beragam. Untuk penelitian berikutnya, disarankan melibatkan kelompok kontrol dan mempertimbangkan faktor lain seperti jenis kelamin dan pengalaman agar hasilnya lebih lengkap. 
Pengaruh Manajemen Sarana Prasarana Terhadap Minat Belajar Siswa Gumylar, Wahyu; Risma, Risma; Rustiawan, Hendra; Maryati, Sri
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 3 (2023): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i3.20297

Abstract

This research aims to find out the influence of facilities and infrastructure management on students' interest in learning in SD Negeri 2 Selacai. Facilities and infrastructure are important factors in creating a conducive learning environment, which can ultimately increase students' interest in learning. This research uses a quantitative approach with survey methods and data collection techniques through questionnaires distributed to 18 sixth grade students. Data was analyzed using a simple linear regression test with the help of SPSS version 25 software.The results of the analysis show that there is a significant influence between the management of facilities and infrastructure on students' interest in learning, with a significance value of 0.007 (< 0.05) and a coefficient of determination (R²) value of 0.369. That is, the management of infrastructure facilities contributed as much as 36.9% to the variation of students' interest in learning. This finding confirms the importance of the availability and management of infrastructure facilities in the education process in order to foster students' interest in learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen sarana dan prasarana terhadap minat belajar siswa di SD Negeri 2 Selacai. Sarana dan prasarana merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada 18 siswa kelas enam. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan software SPSS versi 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen sarana prasarana terhadap minat belajar siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,007 (< 0,05) dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,369. Artinya, manajemen sarana prasarana berkontribusi sebesar 36,9% terhadap variasi minat belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya ketersediaan dan pengelolaan sarana prasarana dalam proses pendidikan guna menumbuhkan minat belajar siswa. 
Pengaruh Modifikasi Bola Terhadap Kemampuan Servis Bawah Febriansyah, Rivan; Risma, Risma; Rustiawan, Hendra
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 3 (2023): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i3.20231

Abstract

This study aims to determine the effect of ball modification on underhand serving ability in volleyball among fifth and sixth grade extracurricular students at SDN I Cigembor. This study uses an experimental method with a One-Group Pretest-Posttest Design, in which one group of subjects is given treatment after initial measurement (pretest) and then measured again after treatment (posttest). The sample consisted of 24 students selected using total sampling technique. The research instrument used was an underhand serve test to measure students' underhand serve ability before and after the treatment. The treatment involved underhand serve training using modified balls adjusted in terms of size and weight to suit the physical condition and skill level of elementary school students. The data were analyzed using a paired sample t-test to determine the significant difference between the pretest and posttest scores. The analysis results showed that the t-value was -15.663 with a degree of freedom (df) of 23 and significance (Sig. 2-tailed) of 0.000. This significance value is less than 0.05, indicating a significant difference between pretest and posttest results. Therefore, it can be concluded that ball modification has a significant effect on improving students' underhand serve skills. This study recommends the use of modified balls as an adaptive learning alternative to enhance basic volleyball skills at the elementary school level.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi bola terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa ekstrakurikuler kelas V dan VI SDN I Cigembor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design, yaitu satu kelompok subjek diberi perlakuan setelah dilakukan pengukuran awal (pretest) dan kemudian diukur kembali setelah perlakuan (posttest). Sampel penelitian berjumlah 24 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes servis bawah untuk mengukur kemampuan servis bawah siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan yang diberikan berupa latihan servis bawah dengan menggunakan bola modifikasi yang disesuaikan dari segi ukuran dan berat, agar sesuai dengan kondisi fisik dan tingkat keterampilan siswa sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk melihat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar -15,663 dengan derajat kebebasan (df) sebesar 23 dan signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modifikasi bola memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan servis bawah siswa. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan bola modifikasi sebagai alternatif pembelajaran yang adaptif untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar bola voli di tingkat sekolah dasar.