cover
Contact Name
Duano Sapta Nusantara
Contact Email
duanosaptanusantara@unja.ac.id
Phone
+6282184089102
Journal Mail Official
abdimas.lppm@unja.ac.id
Editorial Address
2nd Floor, Pusat Publikasi Ilmiah| LPPM | Universitas Jambi Jl. Lintas Jambi - Ma. Bulian KM. 15, Mendalo Darat, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi, Indonesia 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Published by Universitas Jambi
ISSN : 25801120     EISSN : 25802178     DOI : https://doi.org/10.22437/jkam
Jurnal Karya Abdi Masyarakat (JKAM) adalah jurnal yang diterbikan oleh LPPM Universitas Jambi untuk mempublikasikan dan meyebarluaskan tulisan dan artikel pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh akademisi, praktisi dan mahasiswa dengan tujuan agar dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. Scope Meliputi: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Social community, Social science projects; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Articles 405 Documents
INTRODUKSI TEKNOLOGI BAG CULTURE BERBASIS MIKOTRIDERM PADA KELOMPOK TANI JAHE DI KECAMATAN BETARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Lizawati, Lizawati; Kartika, Elis; Gusniwati, Gusniwati
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.909 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4283

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani melalui pendampingan, penyuluhan dan demonstrasi dalam mengatasi penyakit pada tanaman jahe dengan introduksi teknologi bag culture berbasis mikotriderm. Metode yang digunakan adalah pendidikan kepada masyarakat melalui: ceramah tentang introduksi teknologi bag culture berbasis mikotriderm, yaitu inovasi baru yang memanfaatkan perananan mikroorganime Trichoderma sp dan cendawan mikoriza untuk memfermentasi limbah kulit kopi menjadi pupuk padat. Mengadakan demonstrasi tentang cara mempersiapkan bibit jahe merah yang sehat introduksi teknologi bag culture Mengadakan diskusi dan tanya jawab tentang materi yang diberikan. Demonstrasi dilakukan dengan membuat demplot dan pemantauan dilakukan secara berkala, dengan site visited ke lokasi demplot dua minggu sekali. Hasil dari kegiatan program iptek yang dilakukan didusun Tri Jaya dan Dusun Sukorejo Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah : (a). Terdapat 10 orang peserta yang dapat memperbanyak Trichoderma sp dan setiap orang tersebut dapat menghasilkan 250 g Trichoderma sp setiap bulannya. (b). Mitra mampu mengembangkan pupuk kompos mikotriderm berbasis limbah kulit kopi dengan kapasitas produksi 100 kg setiap 3 bulan. (c). Mitra mampu menerima dan menyerap teknologi untuk memproduksi jahe sehat secara bag culture berbasis Mikotriderm.
BUDIDAYA ROTAN JERNANG UNTUK PETANI KARET DI PAUH Asra, Revis; Farid, Faizar
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.352 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4284

Abstract

Rotan jernang (Daemonorops spp.) merupakan salah satu jenis rotan yang menghasilkan resin merah pada permukaan kulit buahnya. Resin merah jernang ini bernilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan untuk obat-obatan dan perwarna. Rotan jernang di hutan Kecamatan Pauh memiliki keanekragaman genetik yang tinggi, sehingga jernang di lokasi ini merupakan sumber plasma nutfah Jambi yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Menurut Balai Informasi Kehutanan Provinsi Jambi tahun 2009, keberadaan rotan jernang saat ini sudah langka. Oleh karena itu upaya budidaya harus dilakukan. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat petani karet dalam budidaya rotan jernang adalah sulitnya memperoleh biji tua jernang sebagai sumber bibit. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA), yaitu metode pendidikan pada masyarakat. Metode PRA ini memiliki kelebihan, dimana keterlibatan masyarakat secara aktif (sebagai subyek) dan Perguruan Tinggi sebagai fasilitator. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya rotan jernang telah dilaksanakan di desa Karang Mendapo dan Batu Ampar Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun bersama kelompok tani Belato Makmur dan Makmur Utama. Sosialisasi dengan anggota kelompok tani berlangsung lancar, karena ketua IbM telah mengenal ketua kelompok tani, pada saat melakukan penelitian tentang jernang di daerah Kecamatan Pauh. Anggota kelompok tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi, karena mereka berharap dengan integrasi tanaman jernang di kebun karet mereka dapat meningkatkan perekonomian mereka. Berhubung sulitnya memperoleh biji tua untuk jenis jernang unggul (Daemonorps draco) yang memiliki nilai jual getah jernang paling tinggi, maka ketua peneliti berinisiatif untuk membeli anakan jernang dari pemilik kebun jernang dan para pencari jernang. Anakan jernang ini ada yang diperoleh dari jernang yang telah dikebunkan dan ada juga yang dari hutan alam. Anakan yang diperoleh selanjutnya ditanam di dalam polybag dengan media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang. Hasil monitoring pertumbuhan menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan anakan mencapai 60 %.
INTRODUKSI TEKNOLOGI KOMPOSTER BERBASIS MOL PADA KELOMPOK WANITA TANI DI DESA SEBAPO KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Yurleni, Yurleni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.059 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4286

Abstract

Ipteks bagi masyarakat yang diadakan pada kelompok wanita tani “Sri Rezeki” di Desa Sebapo Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi bertujuan melatih pembuatan pupuk bio kompos yang berasal dari sampah rumah tangga menggunakan komposter skala rumah tangga berbasis mikroorganisme lokal (MOL) yang berasal dari durian fermentasi. Target khusus yang ingin dicapai adalah menciptakan peluang berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi pembuatan bio-kompos skala rumah tangga sebagai pupuk tanaman organik. Selain itu tercapainya transfer teknologi dari pihak kampus ke masyarakat petani secara baik dan berkelanjutan. Metode yang dipakai adalah: 1. merumuskan permasalahan yang dihadapi dan mencarikan solusi melalui : ceramah dan diskusi, 2. Melakukan demonstrasi dan menerapkan cara bagaimana membuat dan memperbanyak starter yang berasal dari MOL dan pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai sumber pupuk organik dan pestisida alami. Luaran yang akan dihasilkan dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah penerapan paket teknologi berupa : pupuk bio- kompos. Untuk melihat keberhasilan pelaksanaan pengabdian dilakukan demonstrasi hasil melalui pembimbingan dan hasilnya di evaluasi secara berkala untuk memantapkan trasnfer teknologi yang dilakukan. Hasil pengabdian yang dicapai adalah kelompok tani wanita “Sri Rezeki” sudah menghasilkan pupuk organik dari sampah rumah tangga. Mengurangi biaya rumah tangga untuk pembelian sayur mayur karena sudah memanfaatkan pupuk organik pada tanaman sayuran pekarangan. Tidak lagi menghadapi permasalahan dalam membuang sampah rumah tangga. Peningkatan pengetahuan tentang pembuatan mikroorganisme local untuk stater pembuatan pupuk organic.
PEMBUATAN KOMPOS CAIR DARI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI KM 13 PONDOK MEJA Afrida, Afrida; Heriyanti, Heriyanti; Utami, Andita
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.909 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4287

Abstract

Waste management can not only depend on the role of government, but also required public participation. Public awareness of the importance of waste management should begin to be grown. In addition to reducing the risk of environmental pollution, waste management aims to produce something more useful. Inorganic garbage can be managed with recycling technology that can produce a wide variety of useful items. Meanwhile, organic waste or organic waste can be managed and used as liquid compost. Technology applied to the manufacture of liquid compost that is by using a microorganism that can accelerate the decomposition process of organic materials. Thus, the waste management efforts into something more useful can be realized. Liquid compost is more effective and efficient when applied to the leaves, flowers and stems than the growing media (except in the hydroponic method). Liquid organic fertilizer can serve as a stimulus to grow. Especially when the plants begin to sprout or when the change from vegetative to generative phase to stimulate the growth of fruits and seeds. Leaves and stems can absorb fertilizers applied directly through the stomata or pores that exist on its surface.
PEMBINAAN PETANI DAN PETERNAK MELALUI TEKNIK PENGEMBANGAN TANAMAN SORGUM Asniwita, Asniwita; Mapegau, Mapegau; Yurleni, Yurleni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.244 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4288

Abstract

Pembangunan pertanian tanaman pangan di Muaro Jambi meliputi padi dan palawija, disisi lain pengembangan tanaman serealia selain padi dan jagung sangat diharapkan untuk menunjang pengembangan diversifikasi pangan sebagai bahan alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan non beras. Tujuan pengabdian adalah memberdayakan petani dan peternak dalam mengembangkan tanaman sorgum sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Untuk percapaian tujuan tersebut pendekatan yang diterapkan adalah (1) sosialisasi budidaya tanaman sorgum, (2) penyuluhan manfaat sorgum (3) demonstrasi plot. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode androgogy (pendidikan untuk orang dewasa), partisipasi aktif peserta (petani dan peternak) sangat diprioritaskan dalam rangka mengetahui potensi yang dimiliki dan meningkatkan motivasi. Materi disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi dan demonstrasi plot dan pascapanen sorgum. Sorgum dapat tumbuh pada tanah kurang subur pada musim kering, resiko kegagalan kecil, dapat diratun, dan biaya (input) relatif rendah, selain itu semua bagian tanaman sorgum (batang, daun, dan buah) dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan bahan pangan dan pakan ternak, sehingga tidak ada limbah (zero wasted)
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MELALUI PENGEMBANGAN PADI ORGANIK BERBASIS TRICHOLIMTAN DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN KOTO BARU Evita, Evita; Novita, Trias; Andayani, Jul
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.856 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4289

Abstract

Koto Baru merupakan salah satu kecamatan di Kota Sungai Penuh dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah bertani. Tanaman utama yang diusahakan adalah tanaman pangan yaitu padi sawah. Luas lahan persawahan yang dimiliki adalah sekitar 90 ha dari luas wilayahnya sebesar 115 ha. Petani di wilayah ini dominan mengusahakan tanaman padi sawah yang dibudidayakan secara tradisional dengan sistem yang turun temurun dari petani terdahulu. Pelaksanaan budidayanya masih menggunakan pupuk sintetis dan pengendalian hama penyakit masih menggunakan pestisida sintetis yang berbahan kimia. Sistem budidaya secara tradisional ini mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya dalam pemeliharaan yaitu tahap penyiangan susah dilakukan karena lahan ditanam dengan tanpa membuat ruang untuk jalan bagi petani sehingga tanaman padi saat penyiangan banyak yang terpijak. Sistem tanam tradisional ini membuat cahaya matahari tidak optimal menembus sela tanaman karena kerapatan tanaman yang tinggi dengan tanpa ruang sela. Hal tersebut akan menyebabkan biaya produksi tinggi dengan hasil yang kurang optimal bila dibandingkan dengan sistem tanam yang lebih modren. Pemupukan dengan pupuk sintetis, kebutuhannya untuk padi sawah di wilayah ini sudah sangat tinggi karena sudah terjadinya kejenuhan dalam pemupukan. Selain itu pupuk sintetis sudah mulai langka dan harganya sudah cukup mahal. Penggunaan pestisida sintetis juga meningkat karena hama dan penyakit tanaman sudah resisten, sehingga menyebabkan produksi dan kualitas padi sawah menurun dan biaya produksi tinggi, akibatnya pendapatan petani menurun. Kegiatan KKN-PPM ini dilaksanakan di Desa Sri Menanti dan Desa Kampung Tengah Kecamatan Koto Baru. Program KKN-PPM ini dilakukan dengan metode partisifatif dan aksi pada kelompok masyarakat sasaran dengan melibatkan masyarakat setempat dan mahasiswa menjadi fasilitator. Metode yang dilakukan adalah pelatihan, demonstrasi, pembuatan demplot, praktek teknologi dan pendampingan. Program ini merupakan alih teknologi dan pendampingan oleh mahasiswa. Tujuan dan target yang dicapai dari kegiatan Program KKN-PPM ini adalah peningkatan produksi padi, efisiensi biaya, perbaikan sistem, peningkatan partisifasi masyarakat dan peningkatan swadana dan swadaya masyarakat.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN EKSPLORASI BOTANI HUTAN DALAM UPAYA KOSERVASI HUTAN Tamin, Rike Puspitasari; Anggraini, Riana; Ulfa, Maria
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.936 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4290

Abstract

Untuk menjaga kelestarian hutan, salah satu kegiatannya adalah melakukan kegiatan konservasi jenis melalui kegiatan eksplorasi botani dan pembuatan herbarium. Upaya ini diantaranya dilakukan melalui program kegiatan pengabdian bagi masyarakat dari Fakultas Kehutanan Universitas Jambi, yang bertujuan untuk mengatasi masalah pada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada mitra yaitu SMK 5 Kota Jambi dalam melakukan teknik ekplorasi botani hutan dan pembuatan herbarium serta dapat meningkatkan kesadaran mitra dalam pelestarian jenis-jenis pohon langka di lingkungan sekitar dan hutan. Kegiatan pengabdian ini diharapkan juga dapat melestarikan jenis-jenis pohon langka dengan cara pembuatan herbarium sehingga dapat menunjang kegiatan konservasi hutan. Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga dapat memberikan pengetahuan kepada mitra tentang pengenalan jenis-jenis pohon hutan yang ada di lingkungan sekitar sekolah mitra.Untuk mencapai tujuan kegiatan, dilakukan melalui dua kegiatan yaitu kegiatan penyuluhan dan kegiatan praktek. Kegiatan penyuluhan berisi materi tentang pentingnya pembuatan herbarium dan cara membuat herbarium, sedangkan kegiatan praktek berisi ekplorasi jenis di lapangan, pengepresan dan pennggrangan, pengovenan, serta mounting. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini berupa pemahaman mitra dalam melakukan ekplorasi serta membuat herbarium yang dibuktikan dengan terciptanya beberapa koleksi herbarium baru.
INTENDED CHANGE MASYARAKAT PELAKU INTEGRASI TERNAK HULTIKULTURA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ASAP DI LAHAN GAMBUT KECAMATAN KUMPEH ULU Adriani, Adriani; Andayani, Jul; Hamzah, Hamzah; Armando, Yunta Gombang; Novianti, Sri
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.744 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4291

Abstract

Setiap tahun wilayah kumpeh selalu mengalami kebakaran hutan yang berdapak pada banyaknya asap yang ditimbulkan, ditambah lagi kebiasaan masyarakat dalam pengolah lahan pertanian dengan membakar dengan alasan lebih mudah, murah dan sisa pembakaran bisa menjadi pupuk. Namun sebagian besar wilayahnya terdiri atas lahan gambut yang mudah terbakar jika terjadi kemarau dan api sulit dikendalikan. Tentunya ini menjadi masalah sekaligus tantangan untuk bisa merubah pola pengolahan lahan yang selama ini dilakukan kearah yang lebih baik (Intended-Change). Survei pendahuluan, wawancara dengan masyarakat dan kelompok tani di Kumpeh Ulu bahwa kebiasaan masyarakat sudah turun temurun dilakukan yaitu membakar lahan 1-3 minggu dengan cara menunpuk tanaman semak yang sudah ditebas, kemudian ditutup tanah dibagian atasnya dan dibakar sampai semua sisa tanaman habis. Namun karena lahanya berupa gambut, maka tanah bagian atas juga merupakan bahan yang siap terbakar. Padahal selama proses pebakaran ini terjadi pencemaran udara karena tingginya kandungan asap, sulit mengendalikan api jika sudah melebar. Potensi yang sangat menunjang dalam proses pengolahan lahan yang ramah lingkungan adalah melakukan pengolahan limbah kotoran ternak dan limbah tanaman yang ada menjadi pupuk organik. Karena selama ini petani peternak tidak mengetahui pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk bahkan kotoran ternak yang ada dibuang begitu saja disekitar kandang yang juga mengakibatkan pencemaran udara dan air. Padahal jumlah ternak yang dimiliki kedua kelompok tani (sumber rezeki dan karya tani) tergolong banyak yaitu sapi 37 ekor dan kambing 66 ekor. Potensi kotoran dari ternak ini sekitar 851 kg per hari dalam bentuk basah dari sapi dan sebanyak ± 30 kg per hari dari kambing. Tentunya ini merupakan bahan baku yang bisa dimanfaatkan selain sisa atau limbah tanaman hultikutura yang ada. Kegiatan penyluhan dilakukan di rumah ketua kelompok sumber rezeki yang diikuti sebanyak 22 onggota kelompok tani. Materi yang diberikan pada kegiatan penyuluhan ada 3 yaitu karerateristik lahan gambut, proses pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dan hijauan serta materi dampak asap pembakaran terhadap kesehatan. Selain penyuluhan juga ada praktek pembuatan pupuk organik sebanyak 1 ton, dengan menggunakan 600 kg kotoran kambing, 400 kg rumput yang sudah dicacah, ditambah dengan 1 liter EM4, 5 kg dedak padi dan 2,5 kg urea. Semua bahan diaduk rata dan disimpan selama 21 hari dengan cara ditutup tarpal. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian bahwa pupuk organik yang dihasilkan memperlihatkan bentuk fifik yang baik yaitu berwarna coklat sampai kehiataman, berbauk tanah dan bertektur gembur.
PENINGKATAN KUALITAS GARAM MENJADI GARAM INDUSTRI DI DESA SANOLO KECAMATAN BOLO KABUPATEN BIMA Wiraningtyas, Agrippina; Sandi, Ahmad; Sowanto, Sowanto; Ruslan, Ruslan
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.395 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4292

Abstract

Tujuan pokok pelaksanaan KKN-PPM di Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima adalah peningkatan kualitas garam rakyat menjadi garam industri. Garam rakyat di Desa Sanolo saat sudah menggunakan teknologi geomembran, namun perlu ditingkatkan kualitasnya menjadi garam industri baik untuk industri pangan maupun industri non pangan. Kualitas garam utamanya ditentukan oleh kandungan NaCl serta pengotornya seperti kalsium, magnesium, sulfat, barium dan besi. Pelaksanaan KKN-PPM ini diperoleh produk berupa garam beryodium dan garam kualitas industri. Metode yang digunakan dalam peningkatan kualitas garam yaitu dengan menggunakan metode rekristalisasi. Untuk meningkatkan partisipasi kelompok sasaran akan diberikan pelatihan proses produksi. Adapun langkah-langkah operasional yang dilakukan meliputi analisis bahan baku, proses pencucian garam, proses rekristalisasi dan analisis produk. Berdasarkan hasil kegiatan KKN-PPM yang sudah terlaksana mengindikasikan bahwa masyarakat Desa Sanolo sangat membutuhkan adanya pengetahuan baru dan penerapan teknologi serta pemberdayaan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam setiap pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan. Berbagai program yang telah dilaksanakan berjalan dengan baik yang meliputi berbagai aspek diantaranya peningkatan kualitas dan nilai tambah produk petani garam, penerapan teknologi tepat guna, penyuluhan pertanian dan partisipasi dalam pendidikan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI SEKITAR PERUSAHAAN INTI INDOSAWIT SUBUR Siswati, Latifa; Rizal, Muhamad; Ratnaningsih, Ambar Tri; Yunita, Riski Novera
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.365 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4293

Abstract

Perusahaan Inti Indosawit Subur adalah perusahan swasta yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit. Dalam melaksanakan aktivitas produksinya, perusahaan tetap memperhatikan masyarakat tempatan untuk meningkatkan perekonomiannya melalui program CSR. Program CSR diprioritaskan pada peningkatan perekonomian masyarakat melalui program bantuan sapi perah, pemanfaatan kotoran sapi dan limbah sawit untuk pupuk tanaman hortikultura mengurangi pengeluaran pembelian pupuk bagi masyarakat. Kegiatan IbwCSR dilakukan di dua desa yaitu Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, dan Desa Bukit Agung Kabupaten Siak Propinsi Riau. Dilaksanakan mulai bulan Maret sampai bulan Agustus 2017 ,Kegiatan yang dilakukan terdiri dari : Pembuatan instalasi biogas, Pembuat demplot hortikultura, Pemanfaatan pupuk organik untuk sayuran, Pelatihan analisis usaha, Penyuluhan kesehatan, Pelatihan olahan ikan, Pendampingan dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan initelah dibuat kandang percontohan,demplot tanaman dan pelatihan ada peningkatan pengetahuanmanfaat mengkonsumsi ikan (100%), mengolah ikan menjadi nugget dan bakso ikan (80%),bahan baku pembuatan nugget dan bakso ikan (80%), dan manfaat olahan ikan (100%).Setelah diberi pelatihan, peserta telah meningkat pengetahuan mengkomsumsi ikan untuk gizi keluarga.

Page 2 of 41 | Total Record : 405